Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH MANAJEMEN MARKETING

“MEMBURU CALON PEMBELI”

DISUSUN OLEH :

KHOERUNNISA – “(NIM)”

UNIVERSITAS NASIONAL PASIM

FAKULTAS S1 EKONOMI JURUSAN AKUNTANSI

TAHUN 2019
i

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan

makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Allah SWT mungkin kami

tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik.

Makalah ini memuat tentang “Memburu Calon Pembeli”. Walaupun makalah ini

mungkin kurang sempurna tapi juga memiliki detail yang cukup jelas

Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Dosen Mata Kuliah Manajemen

Marketing ,yaitu Bapak Desfitriady S.E.,M.M yang telah membimbing kami agar dapat

mengerti tentang bagaimana cara menyusun Makalah ini.

Kami menyadari bahwa tugas ini belum sempurna, baik dari segi materi maupun

penyajiannya. Untuk itu saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan dalam

penyempurnaan tugas ini.

Bandung, Januari 2019

Penulis

Khoerunnisa
ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ………………………………………………...…………….…... i

DAFTAR ISI ………………………………………………………...………………..…. ii

BAB I PENDAHULUAN ...…………………………………………………………..…. 1

1.1 Latar Belakang ...………………………………….………………………….…. 1

1.2 Rumusan Masalah ………………………………………………………….….... 2

1.3 Tujuan ………………………………………………………………………....... 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ...……………………………………………..………... 3

2.1 Pengertian Manajemen Marketing …………………………………………..….. 3

2.2 Pengertian Marketing ……………………………...……………………………. 3

BAB III PEMBAHASAN ..……………………………………...………………...…….. 5

3.1 Sifat Kantor Akuntan Publik dan Akuntansi Publik ……………………………. 5

3.2 Aktivitas dan Stuktur Akuntan Publik …………………………………………. 7

3.3 Fungsi-Fungsi Organisasi Profesional Akuntan Publik ………………………… 9

3.4 Standar Audit yang Berlaku Umum …………………………………………..… 11

3.5 Strategi Pemasaran ………………………………...…..………………………... 13

3.6 Strategi Diferensiasi ……………...………………….………………………... 14

3.7 Media Promosi …………….……………………………...………………….. 14

Kasus Audit Pemasaran …………………………………...…………………… 16

BAB IV PENUTUP ……………………....…………………..…………………...…….. 18


1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Audit manajemen merupakan suatu penilaian dari organisasi manajerial dan

efisiensi dari suatu perusahaan, departemen, atau setiap entitas dan subentitas yang dapat di

audit. Penekanannya adalah untuk mencapai efisiensi yang lebih besar, efektivitas, dan

ekonomisasi dalam usaha dan organisasi yang lain. Pendekatan audit yang biasa dilakukan

dalam suatu audit manajemen adalah menilai efisiensi, efektivitas, dan keekonomisan dari

masing-masing fungsi yang terdapat dalam perusahaan. Misalnya : fungsi penjualan dan

pemasaran, fungsi produksi, fungsi pergudangan dan distribusi, fungsi sumber daya

manusia, fungsi akuntansi dan fungsi keuangan. Prosedur audit yang dilakukan dalam suatu

audit manajemen tidak seluas audit prosedur yang dilakukan dalam suatu general audit,

karena ditekankan pada evaluasi terhadap kegiatan usaha perusahaan.

Prosedur audit yang dilakukan mencakup :

1. Prosedur Penelaahan Analitis,

2. Evaluasi atas Management Control System yang Terdapat di Perusahaan,

3. Compliance Test (Pengujian Ketaatan).

Dari beberapa fungsi yang perlu diperiksa oleh audit manajemen, salah satunya

adalah fungsi marketing (pemasaran). Jika program yang ditetapkan untuk bagian

marketing tidak bisa dicapai dan budget yang ditetapkan tidak bisa dipenuhi, berarti fungsi

marketing tidak berjalan efektif. Misalnya market share perusahaan tidak bisa ditingkatkan

sesuai rencana. Pemasaran memegang kunci keberhasilan dalam menggali, memelihara

(mempertahankan), dan mengembangkan sumber-sumber penghasilan perusahaan.

Karakteristik lingkungan bisnis yang penuh turbulence dan tingkat persaingan yang sangat

ketat sudah merupakan sebuah keniscayaan.


2

1.2. Rumusan Masalah

Adapun beberapa permasalahan yang dirumuskan di dalam makalah adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana sifat kantor akuntan publik dan akuntansi publik?

2. Apa saja aktivitas dan bagaimana stuktur akuntan publik?

3. Apa saja fungsi-fungsi organisasi profesional akuntan publik?

4. Bagaimana standar audit yang berlaku umum?

5. Bagaimana langkah strategi pemasaran?

1.3. Tujuan

Berkaitan dengan rumusan masalah terlampir sebelumnya, makalah ini bertujuan sebagai

berikut:

1. Memahami sifat kantor akuntan publik dan akuntansi publik.

2. Memahami aktivitas dan stuktur akuntan publik.

3. Memahami fungsi-fungsi organisasi profesional akuntan publik.

4. Memahami standar audit yang berlaku umum.

5. Memahami langkah strategi pemasaran.


3

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Manajemen Marketing

Menurut Suparyanto & Rosad (2015:1) manajemen pemasaran adalah proses

menganalisis, merencanakan, mengatur, dan mengelola programprogram yang mencakup

pengkonsepan, penetapan harga, promosi dan distribusi dari produk, jasa dan gagasan yang

dirancang utnuk menciptakan dan memelihara pertukarn yang menguntungkan dengan

pasar sasaran untuk mencapai tujuan perusahaan.

Kotler & Keller (2009:5) mendefinisikan manajemen pemasaran sebagai seni dan

ilmu memilih pasar sasarn dan meraih, mempertahankan, serta menumbuhkan pelanggan

dengan menciptakan, menghantarkan dan mengkomunikasikan nilai pelanggan yang

unggul.

Manajemen pemasaran adalah suatu proses yang dilakukan untuk menganalisis,

merencanakan, mengkoordinasikan program-program yang menguntungkan perusahaan,

dan juga dapat diartikan sebagai ilmu memilih pangsa pasar supaya dapat menciptakan nilai

pelanggan yang unggul.

2.2 Pengertian Marketing

Menurut Daryanto (2011:1) Pemasaran adalah Suatu proses sosial dan manajerial

dimana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan

menciptakan, menawarkan, dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain”.
4

Menurut Swastha (2009:7) Pemasaran adalah Fungsi yang memiliki kontak yang

paling besar dengan lingkungan eksternal, padahal perusahaan hanya memiliki kendali yang

terbatas terhadap lingkungan eksternal”. Oleh karena itu, pemasaran memainkan peranan

penting dalam pengembangan strategi.

Pemasaran merupakan kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dalam suatu perusahaan,

dengan pemasaran perusahaan dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya dan

menyebarluaskan informasi serta menyampaikan hasil produknya.


5

BAB III

PEMBAHASAN

3.1. Sifat Kantor Akuntan Publik dan Akuntansi Publik

Akuntansi publik mendirikan kantor akuntan sebagai basis untuk melayani dan memberi

jasa para nasabah. Sedangkan akuntan publik mendirikan kantor akuntan untuk memberikan

jasa pelayanan kepada berbagai unit organisasi yang membutuhkan jasa akuntan, antara lain

melakukan pemeriksaan laporan keuangan. Mereka juga memberi jasa konsultasi

manajemen.

a. Pemeriksa laporan keuangan yang disusun oleh nasabah, kemudian memberi jasa

akuntansi dan manajemen untuk menyempurnakan laporan keuangan yang akan disusun

dalam periode berikutnya.

b. Membantu penyusunan laporan keuangan suatu unit organisasi (perusahaan) untuk

keperluan perpajakan dan perkreditan.

c. Menyusun suatu metode akuntansi yang sesuai bagi bidang aktivitas unit organisasi

yang bersangkutan.

d. Menyusun laporan keuangan yang digunakan untuk tujuan studi kelayakan dalam

rangka mengajukan permintaan kredit kepada lembaga keuangan.

e. Dan lain-lain jasa akuntansi yang diperlukan oleh berbagai unit organisasi dengan

ketentuan para akuntan harus selalu bertindak independen (tidak memihak).

a. Standar Profesional Akuntan Publik

Mengingat profesi akuntan publik sangat penting perannya dalam dunia bisnis di

Indonesia, maka Akuntan Publik harus selalu menjaga integritas (integrity) dan

profesionalisme melalui pelaksanaan standar dan kode etik profesi secara konsekuen dan

konsisten. Dalam setiap penugasan yang diberikan, Akuntan Publik harus selalu bersikap

independen dan menggunakan kemahiran jabatannya secara profesional. Akuntan Publik

dan KAP agar menghindarkan diri dari tindakan tercela, seperti kolusi (collusion) dengan
6

klien atau menutupi terjadinya tindak kecurangan (fraud) yang sangat merugikan berbagai

pihak.

Menetapkan prosedur dengan tujuan seperti tersebut, tidak berarti bahwa KAP bertugas

untuk menentukan integritas atau keandalan klien, dan tidak juga berarti bahwa KAP

berkewajiban kepada siapa pun, kecuali kepada dirinya, untuk menerima, menolak atau

mempertahankan kliennya. Namun, dengan berdasarkan pada prinsip pertimbangan hati-

hati, KAP disarankan selektif dalam menentukan hubungan profesionalnya seperti;

1. Penetapan Tanggung Jawab

KAP dapat menetapkan tanggung jawab kepada personelnya agar dapat melaksanakan

kebijakan dan prosedur pengendalian mutunya secara efektif. Hal-hal yang harus

mendapatkan pertimbangan memadai, dalam penetapan tanggung jawab, adalah kompetensi

individu, penetapan wewenang, dan lingkup supervisi yang diberikan.

2. Komunikasi

KAP wajib mengkomunikasikan kebijakan dan prosedur pengendalian mutu kepada

personelnya dengan suatu cara yang akan memberikan keyakinan memadai bahwa

kebijakan dan prosedur tersebut dapat dipahami. Pada umumnya, komunikasi akan lebih

baik apabila dilakukan secara tertulis, namun efektivitas sistem pengendalian mutu KAP

tidak terpengaruh oleh ketiadaan dokumentasi kebijakan dan prosedur pengendalian mutu

yang ditetapkan oleh KAP. Umumnya, dokumentasi kebijakan dan prosedur pengendalian

mutu pada KAP besar akan lebih ekstensif dibandingkan dengan dokumentasi pada KAP

kecil, begitu pula dokumentasi akan lebih ekstensif pada KAP yang memiliki banyak kantor

dibandingkan dengan dokumentasi pada KAP yang hanya memiliki satu kantor.

3. Pemantauan

KAP harus memantau efektivitas sistem pengendalian mutunya dengan mengevaluasi,

secara rutin, kebijakan dan prosedur pengendalian mutunya, penetapan tanggung jawab, dan

komunikasi kebijakan dan prosedurnya. Inspeksi yang merupakan salah satu unsur

pengendalian mutu, termasuk dalam kegiatan pemantauan, namun kegiatan pemantauan

tidak hanya terbatas pada inspeksi saja.


7

3.2. Aktivitas dan Stuktur Akuntan Publik

1. Aktivitas Kantor Akuntan

a. Jasa Atestasi

Jasa atestasi merupakan salah satu jasa dimana kantor CPA mengeluarkan komunikasi

tertulis yang menyatakan suatu kesimpulan tentang keandalan asersi tertulis yang menjadi

tanggung jawab pihak lain. Selanjutnya jasa atestasi ini dapat dibagi menjadi empat jenis,

yaitu:

1) Audit

Contoh utama dari jasa audit adalah audit laporan keuangan. Jenis audit ini meliputi upaya

memperoleh dan mengevaluasi bukti yang mendasari laporan keuangan historis yang

membuat asersi yang dibuat oleh manajemen entitas. Berdasarkan audit tersebut, CPA

memberikan pernyataan pendapat “positif” tentang apakah laporan tersebut telah

menyajikan secara wajar sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Biasanya criteria

yang telah digunakan adalah prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum (GAAP).

2) Pemeriksaan

Istilah pemeriksaan (examination) digunakan untuk menguraikan jasa lain yang muncul

dalam pernyataan positifsuatu pendapat tentang kesesuaian asersi yang di buat pihak lain

dengan criteria yang telah ditetapkan.

3) Review

Jasa review terutama terdiri dari permintaan keterangan dari manajemen entitas serta

analisis komparatifatas informasi keuangan. Lingkup jasa ini kurang signifikan apabila

dibandingkan dengan jasa audit atau jasa pemeriksaan. Tujuan review adalah untuk

memberikan “keyakinan negatif” sebagai lawan dari pernyataan posotif yang diberikan

pada suatu audit.

4) Prosedur yang telah disepakati

Lingkup kerja dalam melaksanakan prosedur yang telah disepakati juga lebih sempit

dibandingkan dengan jasa audit dan jasa pemeriksaan. Sebagai contoh, klien dan kantor

CPA dapat membuat kesepakatan bahwa prosedur-prosedur tertentu hanya akan


8

dilaksanakan pada elemen dan akun tertentu dalam laporan keuangan sebagai lawan dari

laporan keuangan secara keseluruhan. Untuk jenis jasa ini, kantor CPA dapat menerbitkan

suatu “ringkasan temuan”.

b. Penyuluhan Pajak

Kantor akuntan menyusun surat pemberitahuan pajak dari perusahaan dan perseorangan,

baik yang merupakan kliennya maupun yang bukan. Selain itu banyak kantor akuntan yang

mengurus pajak tanah, pajak hadiah, perencanaan perpajakan dan lain-lain konsultasi pajak.

c. Konsultasi Manajemen

Jasa ini berkisar dari pemberian saran sederhana mengenai pembenahan sistem akuntansi

sampai keikutsertaan dalam menyusun strategi pemasaran, memanfaatkan instalansi

komputer yang ada ada dengan sebaik-baiknya, dan konsultasi asuransi.

d. Jasa Akuntansi Serta Administrasi Pembukuan

Banyak klien kecil dengan staf akuntansi yang terbatas menyerahkan pembuatan laporan

keuangannya kepada kantor akuntan. Ada kalanya kantor akuntan tersebut juga

menyelenggarakan audit setelah jasa administrasi pembukuannya selesai, namun ada

kalanya pula tugasnya hanya terbatas pada penyusunan laporan keuangan saja tanpa

melaksanakan audit.

2. Struktur Organisasi Kantor Akuntan Publik

Karena besarnya tanggung jawab yang mereka sandang, adalah penting bagi tenaga ahli

yang bekerja di suatu kantor akuntan publik untuk

memiliki indenpendensi atau kebebasan dan kemampuan kerja (competence) yang tinggi.

Dengan kemampuan yang mereka miliki, mereka dapat melaksanakan suatu audit dengan

efektif dan efisien. Sebagian besar kantor akuntan publik dibangun dengan struktur

organisasional serupa yang terdiri atas staff akuntan, akuntan senior, manajer, dan patner

(rekan).
9

a. Auditor Staf

Orang tersebut biasanya digolongkan sebagai auditor staff (staff auditor) yang sering pula

disebut asisten atau auditor yunior. Auditor staf kerapkali melakukan tugas-tugas audit rutin

yang rinci, namun mereka mempunyai pengalaman yang sangat terbatas.

b. Auditor Senior

Auditor senior disebut juga auditor penanggung jawab adalah auditor yang memenuhi

syarat untuk memikul tanggung jawab atas perencanaan dan pelaksanaan audit serta

penyusunan rancangan laporan auditor, yang akan dikaji ulang dan disetujui oleh manajer

auditor dan partner. Auditor senior bertanggung jawab atas pekerjaan lapangan audit dan

pada umumnya pengalaman dua sampai lima tahun dalam akuntansi publik.

c. Manajer

Manajer pada kantor akuntan publik biasanya mempunyai paling tidak lima tahun

pengalaman dalam akuntansi publik. Manajer pada umumnya tidak berada di kantor klien

untuk melakukan audit secara harian yang merupakan tanggung jawab auditor senior.

Manajer dapat bertanggung jawab atas penyelidikan atau supervisori dua atau lebih

perikarikatan audit sekaligus.

d. Rekan (partner)

Rekan atau pemilik adalah orang-orang yang memiliki kantor akuntan publik. Mereka

mengemban tanggung jawab penuh atas kegiatan-kegiatan kantor akungtan publik dan

praktiknya serta memegang peran utama dalam pengembangan klien.

3.3. Fungsi-Fungsi Organisasi Profesional Akuntan Publik

Suatu kantor akuntan yang sudah cukup besar dapat dibagi-bagi menurut jenis jasa yang

diberikan. Jika kita misalnya dapat melihat kantor akuntan yang dibagi menjadi Bagian

Pemeriksaan (Audit), Bagian Konsultasi (Management Service), Bagian Perpajakan dan

Bagian Penelitian dan Latihan. Pembagian ini dimaksud untuk memungkinkan pegawai

profesionil mengembangkan keahlian mereka kejurusan yang sesuai dengan pengetahuan

dan preferensi mereka sehingga memungkinkan pemberian jasa yang lebih baik bagi

langganan.
10

Bagian pemeriksaan apabila pada waktu menyatakan suatu pendapat positif, praktisi

harus secara jelas menyatakan apakah, menurut pendapatnya, asersi disajikan sesuai dengan

kriteria yang telah ditetapkan atau telah dinyatakan. Bagian konsultasi menawarkan macam-

macam jasa yang dirancang untuk memacu efektivitas dan efisiensi aktivitas bisnis

kliennya. Bagian perpajakan berfungsi menyusun surat pemberitahuan pajak dari

perusahaan dan perseorangan, baik yang merupakan kliennya maupun yang bukan. Dewasa

ini hampir semua kantor akuntan dapat memberikan penyuluhan pajak. Bagian penelitian

dan pelatihan ke dalam organisasi ia berfungsi sebagai penunjang, sama seperti bagian

administrasi dalam kantor tersebut, dan di luar organisasi bagian ini memberikan jasa-jasa

dalam bidang latihan pegawai-pegawai langganan.

1. Organisasi yang Berkaitan dengan Profesi Akuntan Publik di Amerika Serikat

Profesi akuntan public modern dipengaruhi oleh sejumlah organisasi professional dan badan

pengatur yang memiliki fungsi di dalam organisasi itu sendiri maupun yang secara langsung

dapat mempengaruhi profesi itu sendiri melalui kegiatan penetapan standar dan pengaturan.

Organisasi-organisasi yang mewakili sektor swasta dan public.

a. Organisasi Sektor Swasta

1) American Institute Of Certified Public Accountans (AICPA)

Organisasi profesi nasional untuk akuntan public di Amerika Serikat adalah AICPA.

Sebagaiman dinyataka dalam laporan tahunan, misi AICPA adalah bertindak atas nama

anggota serta menyediakan dukungan yang perlu untuk meyakinkan bahwa CPA telah

melayani kepentingan public dalam melaksanakan jasa profesional yang bermutu.

2) State Societies of Certified Public Accountants (Masyarakat CPA Negara

Bagian)

Masyarakat CPA Negara bagain menjalankan fungsinya melalui sejumlah kecil staf yang

bekerja penuh waktu serta melalui berbagai komite yang terdiri para anggota sendiri.
11

3) Badan –Badan yang Menetapkan Standar Akuntansi

Financial Accounting Standards Board (FASB= Dewan Standar Akuntansi Keuangan) serta

Governmental Accounting Standards Board(GASB)= Dewan Standar Akuntansi

pemerintahan) adalah badan-badan independen yang menetapkan standar sektor swasta.

Fungsi utamanya adalah mengembangkan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum

(GAAP) bagi setiap entitas bisnis dan nirlaba, entitas Negara bagian dan lokal.

b. Organisasi Sektor Publik

1) State Boards of Accuntancy (Badan Akuntansi Negara Bagian)

Badan-badan negara bagian ini berada di bawah Nasional Badan-Badan Akuntansi Negara

Bagian yang berfungsi mengindentifikasi, meneliti, dan menganalisis isu-isu besar yang

sedang muncul dan berkembang serta dapat mempengaruhi badan-badan akuntansi negara

bagian, memperkuat dan memelihara komunikasi dengan anggota badan.

2) Securities and Exchange Commision (Otoritas Pasar Modal di A.S.)

Berfungsi untuk mengatur peredaran saham yang ditawarkan untuk dijual kepada publik

dan selanjutnya mengatur perdagangan surat-surat berharga melalui bursa efek tidak resmi.

3) Internal Reveneu Service (Kantor Pajak di A.S.)

Fungsinya bertanggung jawab untuk mengelola dan menegakkan perundangan pajak

federal.

3.4. Standar Audit yang Berlaku Umum

Menurut Webster’s New International dictionary, standar adalah sesuatu yang ditentukan

oleh penguasa, sebagai suatu peraturan untuk mengukur kualitas, berat, luas, nilai, atau

mutu. Jika diterapkan dalam auditing, standar auditing adalah suatu ukuran pelaksanaan

tindakan yang merupakan pedoman umum bagi auditor dalam melaksanakan audit.[13]

Pedoman umum yang dimaksud adalah berupa 10 standar auditing yang berlaku umum

(generally accepted auditing standards), yang dikembangkan oleh AICPA (American

Institute of Certified Public Accountants). Standar-standar ini memang tiak cukup spesifik

untuk memberikan pedoman yang berarti bagi praktisi akuntan publik, akan tetapi
12

menyajikan kerangka kerja atau acuan yang membuat AICPA dapat memberikan

interprestasi.

Sepuluh standar auditing dibagi menjadi tiga kelompok: (1) standar umum, (2) standar

pekerjaan lapangan. Dan (3) standar pelaporan. Standar umum mengatur syarat-syarat diri

auditor; standar pekerjaan lapangan mengatur mutu pelaksanaan auditing; dan (3) standar

pelaporan. Standar umum mengatur syarat-syarat diri auditor; standar pekerjaan lapangan

mengatur mutu pelaksanaan auditing, dan standar pelaporan memberikan panduan bagi

auditor dalam mengkomunikasikan hasil auditnya melalui laporan audit kepada pemakai

informasi keuangan standar auditing yang telah ditetapkan dan disahkan oleh Ikatan

Akuntan Indonesia dalam Pernyataan Standar Auditing (PSA) No. 01 (SA Seksi 150)

Standar Auditing berikut ini:

1. Standar Umum

a. Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki keahlian dan pelatihan

teknis cukup sebagai auditor.

b. Dalam semua hal yang berhubungan dengan perikatan, indenpendensi dalam sikap

mental harus dipertahankan oleh auditor.

c. Dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya, auditor wajib menggunakan

kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama.

2. Standar Pekerjaan Lapangan

a. Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus

disupervisi dengan semestinya.

b. Auditor harus memperoleh pemahaman yang cukup mengenai entitas erta

lingkungannya, termasuk pengendalian internal, untuk menilai risikp salah saji yang

material dalam laporan keuangan karena kesalahan atau kecurangan, dan selanjutnya untuk

merancang sifat, waktu, serta luas prosedur audit.

c. Auditor harus memperoleh cukup bukti audit yang teoat dengan melakukan prosedur

audit agar memiliki dasar yang layak untuk memberikan pendapat menyangkut laporan

keuangan yang diaudit.


13

3. Standar Pelaporan

a. Auditor dalam laporan auditnya harus menyatakan apakah laporan keuangan telah

disajikan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum.

b. Auditor dalam laporan auditnya harus mengidentifikasikan mengenai keadaan di mana

prinsip akuntansi tidak secara konsisten diikuti selama periode berjalan dibandingkan

dengan periode sebelumnya.

c. Jika auditor menetapkan bahwa pengungkapan secara informatif belum memadai,

auditor harus menyatakan dalam laporan audit.

d. Auditor dalam laporan auditnya harus menyatakan pendapat mengenai laporan

keuangan secara keseluruhan, atau menyatakan bahwa pendapat tidak dapat diberikan. Jika

auditor tidak dapat memberikan seuatu pendapat, auditor harus menyebutkan bukti alasan-

alasan yang mendasarinya dalam laporan auditor.

3.5. Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran dilakukan dalam tiga tahapan yaitu:

· Segmentasi Pasar.

Segmentasi adalah upaya untuk membagi pasar ke dalam segmen atau bagian yang lebih

kecil yang memiliki karakteristik yang serupa.

· Targeting,

Yaitu memilih satu atau beberapa segmen pasar yang akan dilayani.

· Positioning,

Yaitu mengembangkan keunggulan kompetitif yang membuat kita berbeda dan lebih baik

dibandingkan dengan kompetitor.


14

3.6. Strategi Diferensiasi

Strategi ini dapat dilakukan dengan:

· Mengembangkan jasa tambahan yang berhubungan dengan jasa utama.

· Mengembangkan layanan yang lebih baik kepada klien melalui

pengembangan SDM, penyediaan fasilitas fisik dan perbaikan proses layanan.

· Mengembangkan citra khusus yang sifatnya positif.

3.7. Media Promosi

Kantor Akuntan Publik melakukan kegiatan dalam pemasaran untuk dapat bertahan diantara

pesaing di bidang Audit. Kantor Akuntan Publik melakukan kegiatan promosi yang telah

disetujui dan dilaksanakan. Kegiatan dari promosi ini yaitu untuk memberikan informasi,

memperluas pelanggan, membuat pelanggan menjadi loyal. Promosi yang dilakukan

melalui bauran promosi, yaitu:

1. Periklanan

Periklanan dianggap penting untuk keberlangsungan kehidupan perusahaan. Iklan bertujuan

memberikan informasi yang bersifat persuasive serta dapat mempengaruhi. Ada beberapa

media periklanan yang dipakai , diantaranya yaitu:

a. Majalah

Menerbitkan majalah setiap bulannya melalui kantor pusat. Majalah tersebut adalah

“KONTAK”. Majalah KONTAK ini memuat berbagai informasi,

b. Surat Kabar

Mengiklankan melalui surat kabar pada koran. Media surat kabar ini digunakan untuk

menginformasikan klien akan informasi seputar Akuntan/Audit.

c. Pamflet, Banner, Brosur

Selain menerbitkan majalah, menggunakan juga media cetak. Media cetak ini, seperti:

pamflet, banner, brosur, dan lain sebagainya. Media cetak ini biasanya dipakai saat ada

promo.
15

d. Televisi

Bentuk komunikasi dengan klien yaitu melalui siaran televisi. Promosi ini dilakukan saat

menjelang hari-hari tertentu.

e. Internet

Klien/Konsumen dapat memperoleh informasi melalui internet. Alamat website pada

Akuntan Publik. Di sini terdapat informasi mengenai seputar Akuntan Publik, seperti: profil

KAP berupa sejarah, visi misi, moto, struktur organisasi, divisi-divisi, beragam layanan,

layanan pelanggan, dll.

2. Penjualan Personal (personal selling)

a. Salesmanship

Mempunyai sumber daya manusia seperti karyawan Akuntan Publik yang telah diberi

pelatihan tentang bagaimana karakteristik dan seluk beluk layanan jasa. Melalui kegiatan

salesmanship ini diharapkan mampu memberikan apa saja informasi, solusi yang jelas

mengenai layanan KAP.

b. Negotiating

KAP terdapat keunggulan yang dapat diperoleh dengan prosedur, di sini syarat dan

ketentuan berlaku.

4. Publisitas

Menggunakan media publisitas seperti melakukan CSR (Corporate social responsibility)

yang dapat membangun citra perusahaan demi kelangsungan hidup perusahaan yang

bersifat jangka panjang.


16

KASUS AUDIT PEMASARAN

O’Brien Candy Company

Kasus O’Brien Candy Company –perusahaan kembang gula di Amerika Tengah-- Suatu

ketika, perusahaan tersebut pernah menghadapi persoalan berat berupa penurunan tingkat

penjualan dan keuntungan. Top management berpendapat bahwa penyebabnya terletak

pada tenaga penjual yang dianggap tidak bekerja keras dan kurang terampil. Untuk itu,

mereka memperkenalkan suatu sistem perangsang konpensasi baru dan mempekerjakan

pelatih tenaga penjualan untuk mendidik para pegawai penjualan dalam bidang perniagaan

dan teknik-teknik penjualan moderen.

Akan tetapi, sebelum melakukan hal tersebut, mereka memutuskan untuk mempekerjakan

konsultan pemasaran untuk melakukan audit pemasaran dengan menghasilkan kesimpulan

tegas tentang permasalahan perusahaan O’Brien yang tidak akan terpecahkan dengan cara-

cara peningkatan kemampuan tenaga penjualan, karena permasalahan yang sesungguhnya

dihadapi perusahaan bersifat lebih mendasar. Antara lain :

(a) Tujuan-tujuan pemasaran perusahaan tidak jelas dan tidak realistis,

(b) Strategi perusahaan tidak memperhitungkan perubahan pola penyaluran atau

menyelenggarakan perubahan pasar yang cepat,

(c) Perusahaan lebih dijalankan oleh organisasi penjualan daripada oleh organisasi

pemasaran,

(d) Jajaran produk perusahaan berada dalam keseimbangan yang mengkhawatirkan. Dua

macam produk yang menonjol menanggung 75% dari seluruh penjualan dan tidak memiliki

potensi untuk berkembang,

(e) Serangkaian variabel pemasaran (marketing mix) perusahaan tidak seimbang dan terlalu

banyak menghabiskan dana untuk tenaga penjualan tapi tidak cukup untuk bagian

pengiklanan,

(f) Perusahaan tidak memiliki prosedur pengembangan produk baru secara berhasil,

(g) Usaha penjualan tidak terarah pada perhitungan yang menguntungkan.


17

Ternyata persoalan yang ditangkap top management O’Brien bahwa tenaga penjual yang

dianggap kurang kerja keras tidak lebih dari sekedar symptom. Akar permasalahan

perusahaan baru dapat ditangkap secara utuh setelah melaksanakan audit pemasaran. Kasus

O’Brien secara gamblang menunjukkan betapa pentingnya audit pemasaran untuk

mengetahui permasalahan pemasaran yang sesungguhnya dihadapi perusahaan. Tanpa

melakukan audit pemasaran maka persoalan perusahaaan O’Brien tak kunjung terpecahkan

karena upaya manajemen untuk membasmi ‘penyakit’ dilakukan dengan ‘obat’ yang tidak

tepat.
18

BAB IV

PENUTUP

Sejumlah penelitian dan fakta empiris menunjukkan bahwa audit pemasaran yang

baik dan benar mampu memberi manfaat besar bagi perusahaan dalam meningkatkan

efektivitas dan kinerja pemasaran. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa audit

pemasaran merupakan kunci sukses bisnis di era milenium baru.

Hal-hal yang dapat dilakukan oleh sebuah perusahaan untuk dapat meningkatkan

pemasarannya adalah :

1) Menggunakan strength untuk memanfaatkan opportunities dan menggunakan strengths

untuk menghindari treaths. Strength perusahaan memiliki keunggulan kompetitif yang tidak

mudah ditiru oleh pesaing membuka opportunities bagi perusahaan untuk memasuki

segmen market baru, dan mengantisipasi apabila perusahaan mendapat serangan pesaing

baru. Sehingga opportunities yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal dan threats yang

timbul dapat diatasi dengan baik.

2) Mengatasi weakness dengan memanfaatkan opportunities, dan meminimalkan weakness

dan menghindari treaths, yaitu mengatasi profit yang plus-minus dengan memanfaatkan

kondisi ekonomi yang sampai saat ini secara umum cukup menggairahkan, dan perusahaan

memprediksikan sampai saat ini posisi pasar tidak akan menurun, sehingga apabila suatu

saat kebijakan pemerintah mempengaruhi bisnis yang sedang dijalankan perusahaan, maka

posisi pasar tetap tumbuh secara signifikan. Sehingga opportunities yang diharapkan dan

treaths yang akan terjadi dapat dimanfaatkan serta diatasi berdasarkan strength yang ada.