Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM

ILMU PENYULUHAN DAN KMUNIKASI PEMBANGUNAN PETERNAKAN

OLEH

NURHAYATI B1D017231

NURLAILAH B1D017232

NURLAILI AGUSTIN B1D017234

NURILLAH FATNIATUL B1D017236

NURSAFRIANI B1D017237

NURUL AIDAH B1D017238

NURUL FAIZA B1D017239

NURUL FAJRIANI B1D017240

NURUL NOVIANA B1D017242

NURUL SAKINA B1D017243

RINA APRIANA B1D017272

FAKULTAS PETERNAKAN

UNIVERSITAS MATARAM

2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat dan karunia-Nya
sehingga Laporan Tetap Ilmu Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan peternakan ini dapat
terselesaikan tepat waktu.

Praktikum Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan peternakan merupakan salah satu


tugas akhir dari mata kuliah.Adapun tujuan dari praktikum ini adalah memberikan pengalaman
belajar kepada mahasiswa agar mampu melakukan evaluasi tentang praktek Penyuluhan dan
Komunikasi Pembangunan petenakan, mahasiswa juga dapat lebih terampil dalam
menyelesaikan analisis masalah dan mampu berpikir kritis terhadap permasalahan yang dihadapi
masarakat sasaran serta dapat memberikan solusi dan evaluasi pada perrmasalahan yang
dihadapi masyarakat sasaran tersebut.

Dalam kesempatan ini, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada
Dosen Pengampu mata kuliah Ilmu Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan peternakan,
beserta teman-teman anggota kelompok yang telah memberikan kerjasamanya dalam menyusun
laporan ini.

Laporan ini sangat jauh dari kesempurnaan,sehingga kritik dan saran yang membangun
sangat kami harapkan dari semua pihak demi perbaikan laporan ini. Demikian, Semoga laporan
ini bisa bermanfaat bagi semua pihak baik sebagai bahan bacaan, refrensi, dan sebagainya.

Mataram,12 juni 2019

Penyusun
DAFTAR ISI

COVER
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan Praktikum
1.3 Kegunaan Praktikum
BAB II KONDISI UMUM KELOMPOK PETERNAK
BAB III RUMUSAN MASALAH
3.1 Identifikasi Masalah
3.2 Penetapan Masalah
BAB IV PEMECAHAN MASALAH
4.1 Materi Penyuluhan
4.2 Solusi Permasalahan
4.3 Materi Penyuluhan
4.4 Metode Penyuluhan
4.5 Media Penyuluhan
BAB V KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Penyuluhan peternakan merupakan suatu keniscayaan sekaligus merupakan kewajiban


untuk mensejahterakan masyarakat. Pemberdayaan melalui penyelenggaraan penyuluhan
peternakan diperlukan untuk mengubah pola pikir,sikap dan perilaku guna membangun
kehidupan dan penghidupan Masyarakat yang lebih baik secara berkelanjutan . Tidak bisa
dipungkiri hingga saat ini proses penyuluhan masih menjadi tumpuan masyarakat sebagai
sumber informasi.

Kelompok tani taman sari bergerak dalam usaha petarnakan skala kecil karena berfokus
ada pembibitan sehingga mereka sangat focus dalam manajemen pakan induk dan
pedet.Berdasarkan permasalahan yang ada pada kelmpok tersebut adalah kurang efisiennya
pakan yang diberikan yang dibiarkan dekat dengan kotorannya sehingga pakan tersebut menjadi
terkontaminasi dengan fesesnya yang menyebabkan timbulnya penyakit berak darah
(coccidiosis).Berakar dari permasalahan tesebut praktikum penyuluhan ini perlu dilakukan
penyuluhan tentang bagaimana menangani permasalahan berak darah yang menyerang sebagian
besar ternak yang baru lahir (pedet)sampai umur masa sapih.Dalam kegiatan penyuluhan ini
kami memberikan solusi bagi peternak bagaimana agar tehindar dari penyakit yang menyerang
sebagian besar anak sapi yang masih menyusui.Solusi yang kami berikan adalah peternak harus
selalu membersihkan kandang minimal dua kali seminggu jika dilihat dari kebesihan kandang
dan system pemberian pakan yang masih kurang bagus dikarenakan tempat akan masih kotor dan
sebagian belum tersediana tempat pakan karena area kandang masih belum tercukupi

Pembangunan peternakan ke depan diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih


besar dalam rangka mengurangi kesenjangan dan memperluas kesempatan kerja, serta mampu
memanfaatkan peluang ekonomi yang terjadi sebagai dampak dari globalisasi . Untuk itu
diperlukan sumberdaya manusia peternakan yang berkualitas dan handal, dengan memiliki ciri
adanya kemandirian, professionalitas, berjiwa wirausaha , disiplin . Sehingga petani dan pelaku
usaha peternakan lainnya akan mampu membangun usaha tani yang berdaya guna dan berdaya
saing. Salah satu upaya untuk meningkatkan SDM peternakan, salah satunya adalah melalui
kegiatan penyuluhan petenakan.

1.2 Tujuan praktikum


a. Mengenalkan kepada kelompok sasaran apa itu berak darah (coccidiosis)
b. Factor yang menyebabkan terjadinya berak darah (coccidiosis)
c. Bagaimana mengatasi berak darah (coccidiosis)
d. Mengenalkan bagaimana manajemen pemeliharaan yang baik
e. Mengenalkan bagaimana manajemen pakan induk dan pedet

1.3 Kegunaan praktikum


a. Mahasiswa dapat memberikan penjelasan tentang penyakit berak darah secara
rinci agar peternak dapat memahaminya
b. Mahasiswa dapat membeikan solusi bagaimna mengatasi berak darah
c. Mahasiswa dapat memberikan solusi bagaimana manajemen pakan dan
pemeliharaan ternak agar sesuai dengan fase produksinya
BAB II

KONDISI UMUM KELOMPOK PETERNAK

Peternakan kelompok tani Taman Sari,Kecamatan Gerung, Kab.Lombok barat


merupakan kelompok peternak yang memiliki pekerjaan ganda yaitu sebagai petani dan
peternak.Jumlah petenak dalam kelompok ini adalah 60 orang namun tidak semuanya aktif dlam
beternak masing-masing dari kelompok ini memiliki 2-3 ternak, sehingga dari beberapa orang
yang aktif kandang yang digunakan tidak cukup dikarenakan luas area peternakan tesebut 27,25
hektar.

Gambar 1. Profil kelompok peternak Taman sari

Kelompok peternak ini Selain menjadi peternak sebagian besar dari mereka juga
menggantungkan mata pencahariannya sebagai buruh tani yang di kontrak oleh pemilik lahan.
Umumnya mereka bercocok tanam padi sebagai mata pencaharian sampingan selain beternak
sapi. Untuk kotoran sapi di peternakan daerah anyar kelompok 44 umunya di buang ke jurang
karena dekat dari perjurangan sungai tidak pernah di mamfaatkan sama sekali. Mereka hanya
memperoleh penghasilan dari usaha ternaknya jika sapi yang diternak sudah laku di jual.
Pendapatan sehari- hari para peternak belum mencukupi untuk memenuhi kehidupan sehari. Jika
hanya mengandalkan buruh tani sebagai kerja sampingan masih belum mencukupi untuk
keperluan keluarga. Walaupun sayuran bisa di petik di ladang sebagai lauk, tetapi masih banyak
keperluan lain yang ahrus dipenuhi, apalagi waktu juga tersita untuk mencari rumput untuk
makan sapi’’ kata pak Oyo.
BAB III

RUMUSAN MASALAH

3.1 Identifikasi masalah

Bedasarkan hasil praktikum dari kegiatan penyuluhan dan diskusi dengan


peternak taman sari gerung,Lombok barat. Masalah yang dihadapi petenak adalah penyakit yang
sedang menyerang sebagian anak sapi (pedet) sampai umur masa sapih dan juga manajemen
pakannya yang kurang bersih.Masalah ini muncul dikarenakan para peternak jarang
membersihkan kandang dengan maksimal sehingga system pemeliharaan ternak menjadi
masalah utama karena terserang penyakit berak darah (Coccidiosis).

3.2 Penetapan masalah

Berdasarkan identifikasi masalah diatas dapat ditetapkan masalah yaitu mengenai


cara mengatasi penyakit dan bagaimana manajemen ppemeliharaan yang baik serta manajemen
pakan untuk ternak pada fase-fase tertentu khsusnya induk dan pedet. Kurang maksimalnya
efisiensi pakan disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya faktor kurangnya tempat pakan serta
minimnya pengetahuan tentang mengembangkan informasi dan teknologi,factor lain
disebabkan juga oleh kurang adanya penyuluhan, rendahnya kesadaran peternak terhadap
manajemen pemeliharaan pedet dan induk. Dari permasalahan penyakit tersebut, disebabkan
oleh factor kandang yang sempit dan kebersihan dan dari kandang tersebut jarang dibersihkan
secara maksimal.
BAB IV

PEMECAHAN MASALAH

4.1. Materi Penyuluhan

A. Solusi Masalah

Berdasarkan penetapan masalah yang telah ditemukan, adapun pemecahan masalah yang
dapat kami berikan kepada peternak adalah sebagai berikut :
1. Menjaga kebersihan kandang minimal 3 kali seminggu
2. Membersihkan tempat pakan agar tidak bercampur dengan feses sehingga menyebabkan
pakan yang diberikan tidak terkontaminasi fesesnya

Berdasarkan hasil kegiatan penyuluhan kami mengenai pakan. para peternak memberikan
ternaknya rumput sebanyak-banyaknya sesuai dengan kemampuan peternaknya untuk menyabit
rumput. Sehingga kami sebagai tim penyuluh dapat memberikan solusi dan wawasan kepada
peternak tersebut bahwa, untuk setiap harinya hari sapi memerlukan pakan hijauan kira-kira
sebanyak 10% dari berat badannya dan juga pakan tambahan 1% - 2% dari berat badan.dan
pakan tersebut diberikan secara langsung ke ternak tanpa di cacah terlebih dahulu sehinga saat
ternak mengambil pakan rumput yang diberikan berjatuhan dan mengenai lantai kandang yang
sudah dipenuhi dengan fesesnya sehingga ternak tersibut akan mengambil pakan yang sudah
tekontaminasi dengan fesesnya yang dapat menyebabkan ternak tersebut terjangkiti oleh
penyakit berak darah (coccidiosis)

4.2 Metode Penyuluhan

Metode yang dilakukan untuk memberikan penyuluhan yaitu dengan metode pendekatan
kelompok dengan cara demonstrasi dan diskusi. Hal tersebut lebih efektf dan efisien untuk
memberikan penyuluhan. Hal ini sesuai dengan pendapat Mardikanto (1993) yang menyatakan
bahwa metode demonstrasi seringkali dipandang sebagai metode yang paling efektif karena
dalam kegiatan penyuluhan. Demonstrasi cara lebih menonjolkan upaya untuk menunjukkan
(dalam pengertian melatih) pada sasaran penyuluhan tentang cara-cara yang benar. Sasaran perlu
ditunjukkan bukti nyata, yang dapat dilihat oleh mereka sendiri. Hal ini bertujuan agar mereka
percaya, bila mereka percaya pasti lebih cepat terdorong untuk mencoba dan terakhir mereka
akan mengadopsinya. Mardiana (2011) menambahkan jika metode penyuluhan massal digunakan
oleh penyuluh untuk menyampaikan pesan baik secara langsung maupun tidak langsung kepada
sasaran dalam jumlah besar pada waktu hampir bersamaan.
4.4 Media Penyuluhan

Media yang dipakai pada penyuluhan adalah folder hal ini dikarenakan para peternak
rata rata sudah bisa membaca dan menulis. Folder adalah salah satu media informasi penyuluhan
petenakan yang disajikan secara lembaran informasi peternakan dengan bentuk lembaran kertas
yang dibuat dalam bentuk power point. Folder ini kami desain sendiri dengan kelompok kami
yaitu kelompok 3. Sesuai dengan pendapat Menurut departemen pertanian (1995) yang
menyatakan bahwa folder dapat dibagikan pada setiap orang dengan diberikan penjelasan satu
persatu atau secara bersamaan, sedangkan manfaatnya adalah materi dapat diberikan secara lebih
lengkap, lebih jelas serta lebih khusus pada materi tertentu serta dapat melengkapi dan
memperjelas materi penyuluhan.tulisan pada folder harus sistimatis dan berisikan uraian yang
tuntas,jelas,singkat dan padat. Penyajian folder yang menarik harus dilengkapi dngan foto dan
gambar. Folder selain dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi pembaca folder juga dapat
digunakan sebagai sumber bacaan pada proses kegiatan penyuluhan.
BAB V
KESIMPULAN

Peternakan kelompok tani taman sari merupakan kelompok peternak yang mengarah pada
pembibitan (breeding) sehingga manajemen pemeliharaan induk dan pedet sangat dibutuhkan.
Berdasarkan masalah tersebut, pemberian solusi mengenai penyakit yang menerang sebagian
besar anak sapi (pedet), kami sebagai tim penyuluh merangkum dalam materi penyuluhan dan
berhasil dilaksanakan dengan metode pendekatan kelompok, ceramah dan demonstrasi mengenai
pencegahan penyakit berak darak (Coccidiosis). Media yang digunakan adalah media folder.
Berdasarkan hasil yang telah diperoleh, terlihat bahwa dengan media ini sangatlah efektif,
peternak antusias membaca folder tersebut dan sangat praktis untuk dibaca dimana-mana. Selain
itu dengan metode praktek sangat efektif dan efisien untuk dilakukan, interaksi diskusi
berlangsung selama praktek dilakukan, hal ini membuat penyampaian materi dari tim penyuluh
dapat diperoleh secara lengkap oleh para peternak.
DAFTAR PUSTAKA

Mardikanto, Totok dan Arip Wijianto. 2005. Metoda dan Teknik Penyuluhan Pertanian. Fakultas
Pertanian UNS. Surakarta

Mardiana, E. 2011. Jurnal Analisis Efektifitas Metode Penyuluhan Pada Masyarakat Pesisir.
Jurnal Agribisnis Vol. X (3)

Departemen Pertanian. 1995. PedomanPemilihan Metode PenyuluhanPertanian. Jakarta.