Anda di halaman 1dari 3

Vektor

Pengertian

Vektor merupakan suatu besaran fisika yang memiliki nilai dan arah. Contoh yang termasuk ke dalam
besaran vektor adalah gaya, kecepatan, perpindahan, momentum, medan listrik.

Cara penulisan vektor ada 3 cara:

1. Dengan menggunakan 2 huruf dan menggunakan huruf kapital dan diberi panah di atasnya.
Contoh: → . Dengan huruf A merupakan pangkal dan huruf B merupakan ujung vektor.
𝐴𝐵
2. Jika menggunakan 1 huruf, menggunakan huruf kecil dan diberi panah di atasnya. Contoh: →
𝑎
3. Dengan menggunakan satu huruf baik huruf kecil maupun kapital dan dicetak tebal tanpa
diberi panah. contoh a dan F

Untuk besar vektor ditulis dengan huruf yang dikurung dengan dua garis dan di atasnya diberi tanda
panah. Contoh: |→|
𝑎

Cara menggambar vektor digambarkan dengan garis yang memiliki anak panah pada ujungnya yang
menggambarkan besar vektor dan panjangnya harus proporsional dengan dengan besar vektornya.
Contoh:

a -a 2a 3a

Analisis Vektor

Penggunaan tanda + dan – pada suatu vektor bergantung pada arah vektor itu sendiri. Jika suatu
vektor mengarah ke atas atau kanan, diberi tanda positif (+). Jika vektor mengarah ke kiri atau ke
bawah, diberi tanda negatif (-). Hal ini tentu sangat berguna pada saat melakukan operasi hitung
vektor.

Komponen vektor. Suatu vektor yang membentuk sudut tertentu pada suatu sumbu kartesius pasti
memiliki komponen vektor terhadap sumbu X dan sumbu Y. Cara menentukannya dapat
menggunakan perbandingan cos dan sin terhadap derajat yang terbentuk pada bidang kartesius.

Vektor satuan merupakan suatu vektor yang besarnya sama dengan satu dan tidak mempunyai
satuan dan berfungsi untuk menunjukan suatu arah. Dalam bidang 2 dimensi, jika besar komponen
vektor di sumbu x adalah Fx dan di sumbu y adalah Fy, maka vektor F dapat dinyatakan dengan F=Fxi
+ Fyj, dengan i dan j adalah vektor satuan. Jika dalam bidang tiga dimensi yang memiliki komponen
terhadap sumbu x, y, dan z, penulisannya harus menyertakan tiga vektor satuan i, j, dan k. Contoh
vektor F=Fxi + Fyj + Fzk. Vektor satuan dinyatakan dalam rumus
Menghitung Resultan Vektor.

Langkah yang paling utama dalam menentukan resultan vektor adalah menetapkan skala dari
besaran vektor. Misal skala untuk beberapa vektor yang hendak dihitung adalah 50 m = 1 cm.
Artinya setiap panjang 50 m pada vektor kita gambar 1 cm di kertas. Kemudian baru menentukan
resultan vektor dengan 3 cara:

1. Metode grafis. Menjumlahkan vektor dengan cara menggambarkan vektor-vektor yang hendak
dijumlahkan. Penggambaran vektor tersebut dapat dilakukan dengan cara segitiga, poligon, atau
jajar genjang.
Bagi yang menggunakan cara segitiga dan poligonal, resultan vektornya ditentukan dengan
menarik garis lurus dari pangkal vektor pertama menuju ujung panah vektor terakhir.

Untuk resultan diukur menggunakan penggaris dan sudut arah vektor ditentukan dengan
menggunakan busur derajat. Kelemahan metode ini sangat rentan menimbulkan kesalahan
sistematis.
Sedangkan untuk metode jajar genjang dengan cara membuat garis bantu yang besar dan
arahnya sesuai dengan garis vektornya dan untuk pangkal resultan vektornya diletakkan di
pertemuan sudut kedua vektor dan ditarik garis lurus menuju pertemuan dua garis bantu kedua
vektor tersebut.

2. Metode Analitis
Metode ini menggunakan rumus aturan sinus dan cosinus.
Rumus mencari besar resultan vektor:
R2 = F12 + F22 + 2.F1.F2.Cos ø
Rumus mencari arah resultan vektor:
R F1 F2
=
Sin a Sin (a−b)
= Sin b
3. Metode Uraian
Dengan cara menguraikan vektor-vektor menjadi komponen vektor pada sumbu X dan sumbu Y
lalu menjumlahkan komponen vektor yang bersesuaian. Untuk menentukan besar sudut yang
Fy
terbentuk dapat menggunakan perbandingan tan Fx. Untuk menentukan apakah komponen
vektor tersebut bernilai positif atau negatif tergantung pada letak kuadran komponen vektor
tersebut pada bidang kartesius.
Untuk pengurangan vektor, sebenarnya merupakan resultan vektor yang ditambah dengan minus
vektor tersebut. Misal R = A-B, sebenarnya R = A + (-B).

Perkalian Vektor
1. Perkalian dengan konstanta
Digunakan untuk menjadikan suatu vektor memiliki besar sesuai dengan konstantanya. Misal
A=xi + yj + zk dikali dengan konstanta b sehingga diperoleh b x A= bxi + byj + bzk.
2. Dot Product
Merupakan perkalian dua buah vektor yang menghasilkan skalar. Dot product bisa digunakan
untuk mencari sudut apit antara dua buah vektor dan juga mencari penjang proyeksi suatu
vektor terhadap vektor lain. Dinyatakan dengan rumus → • → = |→|.|→|.Cos ø
𝑎 𝑏 𝑎 𝑏
3. Cross Product
Merupakan perkalian antara dua vektor yang menghasilkan vektor yang tegak lurus dengan
kedua vektor tersebut dan dalam dimensi tiga. Rumusnya adalah → x → = |→|.|→|.Sin ø. →
𝑎 𝑏 𝑎 𝑏 𝑢
Vektor Bebas dan Tak Bebas
Manfaat Vektor yang Mengarah pada Teknik Mesin
 Navigasi Pesawat Terbang