Anda di halaman 1dari 5

Sumpah Pemuda

Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah

pergerakan kemerdekaan Indonesia . Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk
menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.

Sejarah lahirnya sumpah pemuda adalah buah pikiran dari Kongres Pemuda. Kongres tersebut
dilaksanakan dua kali, yaitu Kongres 1 dan 2.

Kongres Pemuda I

Latar Belakang

1. keinginan untuk mempersatukan brrbagai organisasi kepemudaan yang ada di Indonesia.

2. Banyaknya organisasi pemuda sebagai akibat telah banyak pelajar yang bersekolah hingga
tingkat pendidikan tinggi sampai periode 1925.

3. Para pemuda sudah mulai menyadari pentingnya rasa untuk bersatu untuk pergerakan nasional.

4. Adanya ide yang muncul untuk membuat suatu organisasi yang menyatukan berbagai
organisasi yang masih berbau kedaerahan (ide dari para pendiri PNI yaitu Mr. Sartono dan
Sunario.)

5. Pengaruh dari organisasi Perhimpunan Indonesia.

6. Adanya ide untuk dapat menggabungkan berbagai organisasi kepemudaan dikarenakan


memiliki tujuan dan cita-cita yang sama.

Tujuan

Menanamkan semangat kerja sama antarperkumpulan pemuda untuk menjadi dasar persatuan
Indonesia dalam arti yang lebih luas.
Tempat dan Tanggal Pelaksanaan

Tempat: Batavia (Jakarta). Tanggal: 30 April - 2 Mei 1926.

Susunan Panitia

Ketua : M. Tabrani

Wakil Ketua : Sumarto

Sekretaris : Jamaludin

Bendahara : Suwarso

Pembantu : Bahder Johan, Sumarto, Yan Toule Soulehuwiy, dan Paul Pinontuan, Hamami, dan
Sanusi Pane

Peserta

Perwakilan berbagai organisasi kedaerahan

1. Jong java (Organisasi kepemudaan Jawa)

2. Jong Ambon (Organisasi kepemudaan Ambon)

3. Jong Batak (Organisasi kepemudaan Batak)

4. Jong Sumatranen Bond (Organisasi kepemudaan Sumatra)

5. Jong Islamieten Bond (Perhimpunan pemuda dan pelajar islam Hindia-Belanda)

6. Sekar Rukun (Organisasi pemuda Sunda)

7. PPPI (Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia)

8. Pemuda Kaum Betawi

9. Jong Celebes (Organisasi kepemudaan Selebes/pulau Sulawesi)


Hasil rapat

a) Mengakui dan menerima cita-cita persatuan Indonesia (walaupun dalam hal persatuan ini
masih tampak samar-samar).

b) Usaha untuk menghilangkan pandangan adat dan kedaerahan yang kolot, dan lain-lain.

c) Menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa sehari-hari.

Kongres Pemuda II

Latar Belakang

1. Semangat pergerakan nasional sebagai tindak lanjut Kongres I yang belum mencapai tujuan.

2. sebagai bentuk pembahasan lanjut akan keputusan kebangsaan seperti penetapan bahasa
nasional yg belum rampung pada kongres 1.

3. Semangat menyatukan seluruh organisasi kepemudaan di Indonesia.

Susunan Panitia

Ketua: Sugondo Djojopuspito (PPPI)

Wakil Ketua: R.M. Joko Marsaid (Jong Java)

Sekretaris: Muhammad Yamin (Jong Soematranen Bond)

Bendahara: Amir Sjarifudin (Jong Bataks Bond)

Pembantu I: Johan Mohammad Cai (Jong Islamieten Bond)

Pembantu II: R. Katjasoengkana (Pemoeda Indonesia)

Pembantu III: R.C.I. Sendoek (Jong Celebes)


Pembantu IV: Johannes Leimena (Jong Ambon)

Pembantu V: Mohammad Rochjani Su'ud (Pemoeda Kaoem Betawi)

Peserta

Perwakilan berbagai organisasi pemuda yang ada di Indonesia

1. Jong java (Organisasi kepemudaan Jawa)

2. Jong Ambon (Organisasi kepemudaan Ambon)

3. Jong Batak (Organisasi kepemudaan Batak)

4. Jong Sumatranen Bond (Organisasi kepemudaan Sumatra)

5. Jong Islamieten Bond (Perhimpunan pemuda dan pelajar islam Hindia-Belanda)

6. Sekar Rukun (Organisasi pemuda Sunda)

7. PPPI (Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia)

8. Pemuda Kaum Betawi

9. Jong Celebes (Organisasi kepemudaan Selebes/pulau Sulawesi)

Pelaksanaan:

Dilaksanakan di 3 gedung yang berbeda dan dibagi menjadi 3 pertemuan:

* Pertemuan pertama

Hari/tanggal : Sabtu, 27 Oktober 1927.

Tempat: Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (GOC), Water Looplein (sekarang Lapangan
Benteng).
Tujuan: Memperkuat semangat persatuan di benak pemuda Indonesia.

Hasil: Uraian Moehammad Yamin tentang faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia,
yaitu: sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan keamanan.

* Pertemuan kedua

Hari/tanggal: Minggu, 28 Oktober 1928

Tempat: Gedung Oost Java Bioscoop.

Tujuan: membahas masalah pendidikan.

Hasil: ke-2 pembicara, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro berpendapat bahwa anak-
anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di
sekolah dan di rumah, serta anak juga harus dididik secara demokratis.

* Pertemuan Ketiga

Hari/tanggal: Minggu, 28 Oktober 1928.

Tempat: Gedung Indonesische Clubgebouw di Jl. Kramat Raya 106.

Tujuan: Menanamkan rasa nasionalisme sejak dini.

Hasil:

1. Teks ikrar pemuda (Sumpah Pemuda) yang ditulis oleh moh.Yamin

2. Penetapan lagu Indonesia Raya karya W.R Supratman sebagai lagu kebangsaan.