Anda di halaman 1dari 4

Nama : Hana Amalia

Nim : 121911133028
Fakultas : Ilmu Budaya
Prodi : sastra Indonesia
Garuda : 13
Ksatria : 25

Blogku Senarai Bangsaku


Tema Roleplay : Pengurangan tenaga kerja oleh digitalisasi atau otomatisasi untuk
meningkatkan kuantitas produksi

Akhir-akhir ini banyak sekali yang membicarakan tentang revolusi industri 4.0, juga
tidak sedikit para tokoh nasional maupun internasional yang menggencarkan untuk
memanfaatkan adanya revolusi industri ini. Kita sebagai generasi milenial harus bisa
memanfaatkan era baru revolusi industri 4.0 ini dengan sebaik mungkin.

Mengenai definisinya sendiri revolusi industri mempunyai arti secara sederhana yang
artinya adalah perubahan besar dan radikal terhadap cara manusia memproduksi barang.
Perubahan besar ini tercatat sudah terjadi tiga kali, dan saat ini kita sedang mengalami
revolusi industri yang keempat. Bukan tidak mungkin jika perubahan yang besar ini bisa
mempengaruhi banyak hal contohnya pada bidang ekonomi, politik, militer dan budaya.
Setiap perubahan pastilah membawa banyak perubahan baik positif dan negatif, dan tak
lupa pula pasti juga menuai pro dan kontra di sejumlah pihak.

Menurut salah satu tokoh nasional Budi kaya, Revolusi Industri 4.0 merupakan era
dimana terjadi konektivitas secara nyata antara manusia, mesin, dan data. Artinya,
kehadiran Revolusi Industri 4.0 ini ditandai dengan otomatisasi dan digitalisasi. Namun
demikian, jika tidak hadapi dengan matang revolusi industri keempat justru memiliki
kemungkinan akan memperburuk keadaan di semua bidang kehidupan, salah satu
dampak yang paling besar adalah dibidang perekonomian ketenagakerjaan.

Di masa saat inilah pemerintah diharapkan bisa menjalankan perannya sebagaimana


mestinya. Dan salah satu hal yang dilakukan pemerintah saat ini adalah dengan tengah
gencar menggaungkan revolusi industri 4.0, sebagai cara hidup baru di lini kehidupan
masyarakat Indonesia. Seperti yang sudah kita tahu revolusi industri keempat
menekankan pada kemajuan teknologi informasi, sehingga menuntut keahlian tinggi.
Dengan adanya revolusi tersebut maka terjadi perkembangan informasi dan teknologi
serta transformasi digital (digitalisasi) yang memengaruhi berbagai sektor kehidupan.

Salah satu bidang yang cukup terdampak adalah pada bidang ketenagakerjaan yang di
mana tenaga kerja mau tidak mau harus dihadapkan pada perubahan kondisi pasar kerja.
Dalam hal ini perubahan teknologi digital tersebut mengakibatkan perubahan cara-cara
bekerja dari manual menjadi otomatis dan memungkinkan untuk dilakukan secara
digital dan terintegrasi. Tak lain artinya tenaga kerja di sektor industri pun merupakan
satu di antara sektor yang terpapar dampak digitalisasi tersebut yang dapat merubah
kondisi pasar tenaga kerja.

Devi Asiati, Peneliti Pusat Penelitian Kependudukan LIPI, mengatakan digitalisasi


berdampak pada perubahan kegiatan melalui alat, terutama sektor industri dengan
adanya digitalisasi mengubah pula kondisi kinerja dan tenaga kerja.

Di negara Indonesia sendiri yang merupakan masih dalam tahap negara berkembang
masih mencoba untuk menghadapi fenomena yang terjadi saat ini dengan sebaik
mungkin, Pemerintah masih mencoba mengambil kebijakan untuk meminimalisir
keadaan yang tidak diinginkan. Karena sampai saat ini masih saja ada rakyat yang apatis
akan revolusi industri 4.0 ini yang memiliki dampak besar. Alasan pemerintah
mencanangkan Era Revolusi Industri 4.0 ini agar semua rakyat bisa tahu akan seberapa
pentingnya revolusi industri ini untuk mengubah tatanan yang lama menuju tatanan
yang baru.

Salah satu kebijakan pemerintah yang cukup kontroversial menuai banyak kecaman
terutama pada pihak buruh yaitu karena melakukan phk besar besaran. Pemerintah
memutuskan kebijakan tersebut pasti bukanlah dibuat hanya karena harus termakan oleh
digitalisasi melainkan juga karena ada sisi lainnya yang secara tidak langsung memaksa
rakyat untuk melakukan atau memikirkan hal lain yang bisa menyejahterakan hidup
mereka.
Pemerintah ingin jika rakyat mereka juga turut andil dalam perkembangan revolusi
industri ini, untuk turut serta bergerak menuju yang lebih baik. Untuk mengembangkan
negaranya menjadi setara dengan negara negara maju lainnya yang sudah berhasil
menerima perkembangan zaman ini. Pemerintah ingin untuk sebisa mungkin
mengurangi jumlah buruh yang ada dan mendorong masyarakat untuk mencoba hal baru
yaitu dengan melakukan pembukaan lapangan kerja baru bagi mereka yang memiliki
pengalaman yang mumpuni dibidangnya agar angka pengangguran bisa berkurang
sedikit demi sedikit. Dan juga tentunya akan berdampak pada devisa negara karena
bukan tidak mungkin jika terus dilakukan bisa mengurangi angka impor yang tinggi.

Selain itu juga, pengurangan tenaga kerja karena sudah tergantikan oleh mesin bisa
lebih mengoptimalkan jumlah produksi. Jumlah produksi akan jauh meningkat daripada
saat dikerjakan manual oleh tangan manusia. Selia itu juga bisa mengurangi angka
kecacatan produk sehingga bisa lebih optimal dalam mencetak produk yang jauh lebih
banyak dan seragam, dan tentunya perusahaan akan memiliki omset yang jauh lebih
tinggi.

Melalui phk besar besaran ini pemerintah berharap para buruh untuk bisa mulai
mencoba menciptakan lapangan kerja baru yang tentu saja akan mendatangkan banyak
keuntungan bukan hanya pada pihak sang pengusaha sak namun juga pada bidang sosial
ketenagakerjaan. Bukan tidak mungkin jika pengangguran bisa dikikis sedikit demi
sedikit melalui perubahan tersebut.

Seperti contohnya jika awalnya si A bekerja di perusahaan ternama dan ternyata karena
mendapat dampak dari revolusi industri secara tidak langsung bisa membuat orang
tersebut untuk melakukan inovasi-inovasi baru dari bidang pekerjaannya terdahulu
sehingga dapat menciptakan sesuatu hal yang baru yang tentunya akan jauh lebih baik
daripada hal yang ia lakukan sebelumnya. Seperti dapat menciptakan lapangan kerja
sendiri.

Secara tidak langsung kebijakan yang diambil oleh pemerintah bisa merubah pemikiran
setidaknya setengah dari jumlah orang yang ada untuk mulai mencoba hal baru yaitu
dengan menciptakan lapangan kerja baru. Saat ini masyarakat telah banyak tumbuh
pada komunitas-komunitas usaha digital, teknologi digital tumbuh baik seperti halnya
pada start up dan wirausaha muda baru yang melibatkan banyak tenaga kerja. Dengan
demikian pemerintah sekaligus juga bisa mengurangi angka pengangguran.