Anda di halaman 1dari 9

Simbiosis sendiri berasal dari bahasa Yunani,

terdiri dari dua kata sym yang berarti dengan, dan


biosis yang berarti kehidupan, sehingga dari kata
tersebut simbiosis dapat diartikan sebagai interaksi
yang kuat antara makhluk hidup yang berbeda jenis
yang hidup berdampingan dalam waktu tertentu.

Simbiosis merupakan hubungan antara


interaksi makhluk hidup dari dua atau lebih spesies
berbeda hidup secara langsung yang mana interaksi
tersebut dapat saling menguntungkan,
menguntungkan yang satu dan merugikan yang lain,
atau dapat juga menguntungkan organisme satu dan
tidak memberikan pengaruh apapun terhadap
organisme yang lain.

Segala interaksi baik yang merugikan,


menguntungkan dengan yang lain tidak berpengaruh
apapun, ataupun salah satu untung dan lainnya rugi,
merupakan simbiosis. Berdasarkan kualitas
hubungan tersebut, simbiosis dibedakan menjadi tiga
jenis, yaitu simbiosis mutualisme, simbiosis
parasitisme, dan simbiosis komensalisme.
Parasitisme adalah bentuk
interaksi simbiosis yang mana
satu organisme diuntungkan dan
organisme lain dirugikan, parasit,
organisme yang diuntungkan
mengambil nutrisi dari organisme
lain, sedangkan inang, merupakan
organisme yang dirugikan. Arbi
dan Vimono (2010: 228)
mengungkapkan bahwa di dalam
hubungan parasitisme, organisme
parasit memanfaatkan organisme
lainnya (inang) sebagai tempat
hidup untuk melangsungkan
sebagian besar siklus hidupnya.
tempat tinggal sekaligus
sebagai sumber Inang seringkali
merupakan makanan bagi parasit.
Dengan kata lain, parasit Lamprey Sea lamprey “mengait”
memiliki ketergantungan yang pada ikan menggunakan “gigi-giginya”
sangat tinggi terhadap kondisi
untuk terus menempel pada ikan dan
organisme lain yang dijadikan
akan memarut kulit ikan sehingga
sebagai inangnya.
menyebabkan luka terbuka pada ikan
Contoh: yang kemudian sebagai makanan bagi
lamprey tersebut. Lamprey tidak
 Ikan lamprey dengan ikan
membunuh inangnya, juga tidak
inangnya
menginang pada ikan tertentu saja,
mereka akan mengait pada berbagai
macam makhluk hidup lain dan mencoba
“makan” dari organisme tersebut.
2. Simboisis Mutualisme
Mutualisme merupakan bentuk
simbiosis dimana kedua spesies
mendapatkan keuntungan, melalui
simbiosis ini kedua spesies dapat
meningkatkan kemampuan mereka
dalam bertahan dan berkembang.

Contoh : Udang pembersih


(Lysmata amboinensis) dengan
ikan.

Udang pembersih (Lysmata amboinensis) berperan seperti ‘dokter gigi’,


udang tersebut mendapatkan makanan dari membersikan mulut ikan atau
belut laut dari sisa-sisa makanan, jaringan mati, dan parasit. Sedangkan ikan
akan mendapatkan keuntungan yaitu mulut mereka terbebas dari sisasisa
makanan, jaringan mati, ataupun parasit yang ada di dalam mulut ikan.
Udang pembersih banyak ditemukan pada kedalaman sekitar 50-65 kaki,
namun dapat ditemukan juga pada kedalaman 15 meter. Udang ini
membentuk kelompok yang terdiri dari 20 lebih udang yang dapat
membentuk sebuah ‘stasiun pembersihan’ di kedalaman 2-3 meter (6-9 kaki).
Berbagai ukuran dari berbagai jenis ikan yang datang untuk mengunjungi
stasiun pembersih untuk menghilangkan parasit yang menempel pada
tubuhnya.
Simbiosis yang menyebabkan yang
satu diuntungkan dan yang lainnya tidak
dirugikan. Dalam interaksi ini salah satu
organisme tidak akan terusik dengan
keberadaan organisme lainnya.

 Contoh : ikan capungan banggai


(pterapogon keudermi) dengan bulu
babi (diadema sp)

Ikan ini umumnya hidup di daerah terumbu


karang yang dekat dengan padang lamun
(seagrass), dekat pantai pada kedalaman
kurang dari 3 meter dan hidup berasosiasi
dengan bulu babi atau Diadema (sea urchin)
dan anemone.
Ikan capung tergolong jenis ikan yang
sifatnya teritorial, yaitu membangun kembali
daerah secara permanen. Pergerakannya yang
pasif, di mana sebagian besar bersimbiosis
dengan bulu babi ( Diadema sp ), di mana
Simbiosis dilakukan dengan cara memperbaiki
warna-warni pada tubuh mereka yang berbeda
untuk menyerang dan menyerang dari serangan
predator.
Ekosistem estuari merupakan bagian dari ekosistem air laut yang
terdapat dalamzona litoral (kelompok ekosistem pantai). Estuari berasal
dari kata aetus yang artinyapasang-surut. Estuari didefinisikan sebagai
badan air di wilayah pantai yang setengahtertutup, yang berhubungan
dengan laut bebas. Lingkungan estuari merupakan peralihanantara darat
dan laut yang sangat di pengaruhi oleh pasang surut, seperti halnya
pantai,namun umumnya terlindung dari pengaruh gelombang
laut.
Estuaria adalah suatu perairan semi tertutup yang berada di bagian
hilir sungaidan masih berhubungan dengan laut, sehingga
memungkinkan terjadinya percampuranantara air tawar dan air laut
(Dahuri, 2004; Efrieldi, 1999). Atau merupakan daerahpertemuan massa
air asin dan air tawar, yang secara periodik berubah-ubah karenaadanya
percampuran. Percampuran ini menyebabkan zona lingkungan
dikawasan muarasungai sangat labil. Walaupun demikian kawasan ini
merupakan daerah yang sangatproduktif karena input nutrient dari
daratan yang dibawa oleh aliran sungai (Thoha,2007).
Rantai makanan di estuari tergantung pada pasokan
energi dari sinar mataharidan transportasi senyawa organik
ke dalam estuari dari sungai dan dari arus pasangsurut air
laut. Di dalam estuari, tumbuhan atau produsen primer
mengubah pasokanitu menjadi senyawa organik tumbuhan.
Tumbuhan itu kemudian dimakan oleh hewanpemakan
tumbuhan (herbivor) atau konsumen pertama, lalu
konsumen pertamadimakan oleh karnivor atau konsumen
kedua, dan seterusnya sampai ke konsumentingkat akhir.
Setiap tingkat dalam rantai makanan disebut dengan tingkat
trofik,produsen adalah trofik tingkat pertama

SUMBER ENERGI

PRODUSEN

KONSUMEN

PENGURAI
MATAHARI
Lamun (Enhalus Acroidaes)

BAHAN ORGANIK TERLARUT

MIKROALGA (Peridium Sp)

ZOOPLANKTON (Graptoleberis
testudinari)

UDANG KROSOK (Metapaeus


Elegans)

KERAPU MACAM ( Epinephelus


Fuscoguttatus)

DETRITUS (PENGURAI)