Anda di halaman 1dari 14

Rangkuman Biologi : Genetika

D
I
S
U
S
U
N

Oleh :
Intan Purnama Saria. T
X MIPA 1 / 13
T.P 2019/2020
Pendahuluan :
Genetika ialah ilmu yang berhubungan dengan studi dan pemahaman
tentang faktor keturunan, evolusi, perkembangan, ekologi, biologi
molekuler dan ilmu forensin.

Latar Belakang dari Ilmu


Genetika :
Sejarah Genetika
Ilmu genetika dimulai dari penelitian yang dilakukan oleh Gregor Mendel
pada pertengahan abad ke-19. Gregor Johann Mendel, adalah seorang
ilmuwan dan biarawan berkebangsaan Jerman-Ceko yang meneliti
pewarisan sifat pada tumbuhan.

Dalam papernya yang berjudul Versuche über Pflanzenhybriden


(Penelitian tentang Perkawinan Silang pada Tumbuhan) yang
dipresentasikan pada tahun 1865 kepada Naturforschender Verein
(Asosiasi Penelitian tentang Alam) di Brünn, Mendel menelusuri pola
pewarisan sifat-sifat tertentu pada tanaman kacang ercis/kapri (Pisum
sativum) dan menjelaskannya secara matematis. Kacang ercis digunakan
karena:

 memiliki pasangan sifat yang menyolok


 bisa melakukan penyerbukan sendiri
 segera menghasilkan keturunan atau umurnya pendek
 mampu menghasilkan banyak keturunan, dan
 mudah disilangkan

Sebelum Mendel, telah ada teori lain tentang pewarisan sifat. Salah satu
teori populer pada masa Mendel adalah konsep pewarisan campuran
yakni ide yang menyatakan bahwa seorang individu merupakan hasil
pencampuran sifat yang dimiliki orangtuanya (ibu dan ayahnya).
Hasil penelitian Mendel tidak mendapatkan pengertian yang luas sampai
pada tahun 1890-an—setelah ia meninggal—ketika peneliti lain juga
mengamati masalah yang mirip dan melakukan penelitian ulang hasil
penelitian Gregor Mendel. William Bateson—pendukung penelitian
Mendel—menciptakan istilah genetics pada tahun 1905. Bateson
mempopulerkan istilah ini untuk mengistilahkan studi tentang pewarisan
sifat pada ajang Third International Conference on Plant Hybridization di
London pada tahun 1906.

Setelah penelitian ulang hasil penelitian Mendel, para ilmuwan mencoba


untuk menentukan molekul mana yang bertanggung jawab terhadap
proses pewarisan sifat. Pada tahun 1911, Thomas Hunt Morgan
mengatakan bahwa kromosom yang bertanggung jawab berdasarkan hasil
penelitiannya terhadap lalat buah.

James D. Watson dan Francis Crick menjelaskan struktur DNA pada tahun
1953. Rosalind Franklin dan Maurice Wilkins menemukan bahwa DNA
memiliki struktur helix.
Fungsi Genetik:
Genetika manusia (Human Genetics) penting untuk dipelajari untuk
berbagai tujuan, antaralain

1. Agar kita dapat mengetahui sifat- sifat keturunan kita sendiri,


serta setiap mahkluk yan hidup di lingkungan kita
2. untuk mengetahui kelainan atau penyakit keturunan serta
berbagai usaha untuk menanggulanginya.
3. menjajagi sifat keturunan seseorang, misalnya golongan darah,
yang kemungkinan diperlukan dalam kepentingan kehidupan.
Prinsip genetika perlu dikuasai untuk mempelajari sifat
kejiwaan atau persarafan seseorang yang ditentukan oleh sifat
keturunan, misalnya kelebihan satu jenis kromosom yang ada
hubungannya dengankelainan jiwa, tersirat asosial, dan krimini

Hukum Mendel 1 dan 2 :


Mendel menetapkan dua hukum yang terkait dengan genetika, yaitu
Hukum Mendel 1 dan 2. Berikut adalah penjabarannya.

Hukum I Mendel
Hukum I Mendel Dikenal Dengan Pemisah Gen Yang Sealel. Sifat
Dominan Yang Tidak Muncul Secara Penuh Disebut Dengan Sifat
Intermediate.

Secara garis besar, hukum ini mencakup tiga pokok:

a. Gen memiliki bentuk-bentuk alternatif yang mengatur variasi pada


karakter turunannya. Ini adalah konsep mengenai dua macam alel; alel
resisif (tidak selalu nampak dari luar, dinyatakan dengan huruf kecil,
misalnya w dalam gambar di sebelah), dan alel dominan (nampak dari
luar, dinyatakan dengan huruf besar, misalnya R).

b. Setiap individu membawa sepasang gen, satu dari tetua jantan (misalnya
ww dalam gambar di sebelah) dan satu dari tetua betina (misalnya RR
dalam gambar di bawah ini).

c. Jika sepasang gen ini merupakan dua alel yang berbeda, alel dominan
akan selalu terekspresikan (nampak secara visual dari luar). Alel resesif
yang tidak selalu terekspresikan, tetap akan diwariskan pada gamet yang
dibentuk pada turunannya

Hukum Mendel II
Hukum Mendel 2 dikenal juga sebagai Hukum Asortasi atau Hukum
Berpasangan Secara Bebas. Menurut hukum ini, setiap gen/sifat dapat
berpasangan secara bebas dengan gen/sifat lain. Meskipun demikian, gen
untuk satu sifat tidak berpengaruh pada gen untuk sifat yang lain yang
bukan termasuk alelnya.

Hukum Mendel 2 ini dapat dijelaskan melalui persilangan dihibrida, yaitu


persilangan dengan dua sifat beda, dengan dua alel berbeda. Misalnya,
bentuk biji (bulat+keriput) dan warna biji (kuning+hijau).Pada persilangan
antara tanaman biji bulat warna kuning dengan biji keriput warna hijau
diperoleh keturunan biji bulat warna kuning. Karena setiap gen dapat
berpasangan secara bebas maka hasil persilangan antara F1 diperoleh
tanaman bulat kuning, keriput kuning, bulat hijau dan keriput hijau.

Hukum Memdel 2 ini hanya berlaku untuk gen yang letaknya berjauhan.
Jika kedua gen itu letaknya berdekatan hukum ini tidak berlaku. Hukum
Mendel 2 ini juga tidak berlaku untuk persilangan monohibrid.

Persilangan Dua Individu


Dalam persilangan dua individu yang memiliki sifat beda disebut dengan
hibrid, terdapat beberapa macam hibrid yang diantaranya yaitu :

 Monohibrid suatu hibrid dengan satu sifat beda.

 Dihibrid suatu hibrid dengan dua sifat beda.

 Trihibrid suatu hibrid dengan tiga sifat beda.

Untuk individu dengan pasangan gen sama disebut dengan homozigot.


Sedangkan untuk individu dengan pasangan gen berbeda disebut dengan
heterozigot.
Percobaan Mendel
1. Persilangan Dua Individu dengan Satu Sifat Beda
2. Persilangan Monohibrid Dominan Penuh

Persilangan dua individu dengan satu sifat beda menurunkan sifat


dominan apabila sifat keturunannya sama dengan salah satu sifat
induknya.

Perhatikan contoh persilangan berikut. Contoh: Tanaman kacang ercis


berbatang tinggi disilangkan dengan kacang ercis berbatang pendek. F1
semuanya berbatang tinggi. Kemudian F1 dibiarkan melakukan
penyerbukan sendiri . Hasil yang diperoleh yaitu F2 yang berbatang tinggi
dan berbatang pendek dengan perbandingan 3 : 1. Persilangan ini dapat
dilihat dalam bagan berikut :

Pada persilangan ini , gen untuk faktor Tinggi (T) dominan terhadap gen
untuk faktor pendek (t). Maka Individu bergenotipe Tt (no. 2 dan 3) akan
memiliki fenotipe tinggi. Perbandingan fenotipe F2 pada persilangan
monohibrid dominan penuh adalah :

Tinggi : Pendek = 3 : 1 . Perbandingan Genotipe nya adalah : TT : Tt : tt = 1 :


2:1
1. Persilangan Monohibrid Intermediet

Persilangan ini tidak seperti salah satu fenotip galur murni, tetapi
mempunyai fenotipe diantara kedua induknya.

Perhatikan contoh : Tanaman Antihinum majus galur Murni merah (MM)


disilangkan dengan galur murni putih (mm). Dari persilangan itu
diperoleh hasil F1 yang semuanya berbunga merah muda . Jika F1 ini
ditanam dan diadakan penyerbukan dengan sesamanya, maka F2
menghasilkan tanaman berbunga merah, merah muda, dan putih dengan
perbandingan : 1 : 2 : 1.

Persilangannya dapat dilihat sebagai berikut :


Penyimpangan Semu
Hukum Mendel
Penyimpangan Semu Hukum Mendel merupakan suatu bentuk
persilangan yang dapat menghasilkan rasio fenotif yang berbeda dengan
dasar dihibrid berdasarkan hukum Mendel. Fenotif sendiri merupakan
suatu karakteristik yang bisa diamati dari suatu organisme yang dapat
diatur oleh genotif dengan lingkungan atau interaksi antar keduanya.
Karakteristik dari fenotif mencangkup biokimia, struktural, perilaku, dan
fisiologis serta dari berbagai tingkat gen dari suatu organisme.

Penyimpangan Semu Hukum Mendel


Dalam tingkatan ini fenotif yaitu berat badan, warna mata, dan ketahanan
terhadap suatu penyakit tertentu. Pada tigkat biokimia fenotif dapat
mencangkup kandungan substansi kimiawi di dalam tubuh. Misalnya
kandungan kadar gula dalam beras atau kandungan proteinnya. Terdapat
berbagai macam Penyimpangan Semu Hukum Mendel yaitu Polimeri,
Kriptomeri, Epistasis, Hipostasis, Komplementer, dan Interaksi gen.
1. Polimeri
Polimeri merupakan salah satu macam Penyimpangan Semu Hukum
Mendel yang memiliki suatu gejala yang dimana terdapat banyak gen yang
bukan alel tetapi dapat mempengaruhi karakter atau sifat yang sama.
Polimeri dapat juga disebut sebagai karakter kuantitatif yaitu persilangan
heterozigot dengan berbagai sifat yang berbeda namun berdiri sendiri,
akantetapi dapat mempengaruhi bagian yang sama dari suatu organisme.
Misalnya jika menyilangkan gandum yang memilki biji berwarna merah
dengan gandum yang memiliki biji berwarna putih.

Persilangan tersebut dapat menghasilkan keturunan heterozigot yang


memiliki warna merah agak muda jika dibandingkan dengan homozigot
induknya, yaitu merah. Maka dari itu biji yang memiliki warna dominan
tidak sempurna terhadap biji yang berwarna putih. Berikut contohnya:

Gandum biji merah: M1M1M2M2

Gandum biji putih: m1m1m2m2

P1 : ♂ M1M1M2M2 (merah) X ♀ m1m1m2m2 (putih)

Gamet : M1M2 m1m2

F1 : M1m1M2m2 = merah

P2 : ♂ M1m1M2m2 (merah) X ♀ M1m1M2m2 (merah)

Gamet : M1M2, M1m2, m1M2, m1m2 M1M2, M1m2, m1M2, m1m2

Generasi F2


M1M2 M1m2 m1M2 m1m2

M1,M1,M2,M2 M1,M1,M2,m2 M1,m1,M2,M2 M1,m1,M2,m2


M1M2 (Merah tua) (merah sedang) (merah sedang) (merah muda)

M1,m1,m2,m2
M1,M1,M2,m2 M1,M1,m2,m2 M1,m1,M2,m2
M1m2 (merah sedang) (merah muda
(merah muda) (merah muda)
sekali)

m1,m1,M2,m2
M1,m1,M2,M2 M1,m1,m2,M2 m1,m1,M2,M2
(merah muda
m1M2 (merah sedang) (merah muda) (merah muda)
sekali)

M1,m1,m2,m2 m1,m1,M2,m2
M1,m1,M2,m2 m1,m1,m2,m2
(merah muda (merah muda
m1m2 (merah muda) (putih)
sekali) sekali)

Rasio fenotif F2 yaitu 15 merah : 1 putih

Dari hasil diagram tersebut di atas, banyaknya jumlah faktor M dapat


mempengaruhi warna pada bijinya. Semakin dominan warna M maka
warna yang didapatkan semakin gelap atau tua. Dari sini dapat diketahui
ciri dari Polimeri yaitu ketika gen yang dominan makin banyak, maka sifat
dari karakternya makin kuat.

2. Kriptomeri
Kriptomeri yaitu suatu peristiwa dimana jika suatu faktor yang tidak
tampak pengaruhnya jika berdiri sendiri, akan tetapi dapat tampak
pengaruhnya apabila terdapat faktor lain yang mendukungnya. Dalam
bahasa Yunani Kriptomeri dapat diartikan yaitu tersembunyi, maka dari
itu dapat dikatakan sebagai gen dominan yang tersembunyi jika berdiri
sendiri dan akan kelihatan pengaruhnya jika disandingkan bersama
dengan gen lainnya.
Misalnya jika menyilangkan bunga Linaria marocanna warna merah
(Aabb) dengan bunga Linaria Marocanna warna putih (aaBB) akan
menghasilkan keturunan atau F1 nya bunga yang memiliki warna ungu
(AaBb) yang memiliki warna berbeda dari bunga induk.

Warna ungu ini dihasilkan dari pigmen antosianin dalam lingkungan asam
yang terkandung dalam warna merah pada bunga. Dalam lingkunan basa,
warna merah yang dimiliki bunga akan memberikan warna ungu.

3. Epistasis – Hipostasis
Adalah suatu peristiwa dimana gen yang dominan mempengaruhi gen
dominan yang lainnya. Gen yang menutupi ini disebut epistasis,
sedangkan yang ditutupi yaitu hipostesis.

4. Komplementer
Komplementer yaitu persilangan antara dua gen yang saling melengkapi
untuk dapat memunculkan suatu karakter baru. Dapat diartikan juga
sebagai interaksi antar gen-gen yang dominan tetapi berbeda, sehingga
dapat saling melengkapi. Apabila gen tersebut bersama-sama dalam
genotip maka akan saling membantu dalam menentukan fenotipnya.
Misalnya saja ketika orang yang tuli dipasangkan dengan orang yang
sama-sama tuli, maka dapat menghasilkan keturunan yang normal dan
bisu atau tuli.

P1 : ♂BBtt (bisu tuli) X ♀ bbTT (bisu tuli)

Gamet : B, t

F1 : BbTt (normal)

P2 : ♂ BbTt (normal) >< BbTt (normal)

Gamet : BT,Bt,bT,bt BT,Bt,bT,bt


BT Bt bT bt

BBTT BBTt BbTT BbTt


BT (normal) (normal) (normal) (normal)

BBTt BBtt BbTt Bbtt


Bt (normal) (Bisu tuli) (normal) (Bisu tuli)

BbTT BbTt bbTT bbTt


bT (Normal) (Normal) (bisu tuli) (bisu tuli)

BbTt Bbtt bbTt Bbtt


bt (normal) (Bisu tuli) (bisu tuli) (Bisu tuli)

Dalam diagram tersebut di atas gen T dan gen B tidak menunjukkan sifat
yang normal jika kedua gen tidak terdapat pada satu genotip. Maka dari
itu apabila hanya gen T saja tanpa gen B maka akan selalu memunculkan
sifat bisu tuli.

5. Interaksi Gen
Interaksi gen merupakan suatu peristiwa dimana muncul suatu karakter
akibat interaksi antar gen yang dominan atau antar gen resesif. Misalnya
persilangan antar beberapa jenis ayam yang memiliki jeger yang berbeda.
Dengan adanya interaksi antara dua gen dominan dan gen resesif akan
dapat menghasilkan variasi fenotif seluruhnya yang baru.
Penutup :
Kesimpulan :
Ilmu genetika ternyata sangat penting dipelajari, karena kita bisa
mengetahui tentang gen atau lahirnya seorang manusia.

Prospek Kerja :
Genetika juga merupakan ilmu yang mempelajari mengenai sifat-sifat
keturunan dan segala seluk beluknya secara ilmiah, serta variasi yang
mungkin timbul di dalamnya. Oleh karena itu, profesi sebagai ahli
genetika pun juga sangat penting

Sayangnya, masih sedikit minat orang Indonesia untuk mempelajari ilmu


yang satu ini. Semoga semakin banyak dari para generasi millenial yang
berminat untuk menjadi Ahli Genetika.