Anda di halaman 1dari 5

ARTRITIS REUMATOID

No.Dokumen : SOP /C/IX.ICD-X/ 109 /


07 /2016
No.Revisi : -
SOP Tanggal Terbit : Juli 2016
Halaman : 1/5 UPTD
Puskesmas Kaimana

dr. Vinsensia Thie


Kabupaten
NIP.197405142006052003
Kaimana

1. Pengertian Artritis reumatoid adalah penyakit autoimun yang ditandai dengan


terdapatnya sinovitis erosif simetrik yang walaupun terutama mengenai
jaringan persendian, sering kali juga melibatkan organ tubuh lainnya.
2. Tujuan Sebagai acuan bagi petugas di dalam penatalaksanaan kasus Artritis
reumatoid di UPTD Puskesmas Kaimana
3. Kebijakan Sesuai Surat Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Kaimana Nomor :
440/SK/C/IX/005/06/2016, Tentang Indikator Mutu Layanan Klinis
4. Referensi PMK no 5 tahun 2014 tentang Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di
Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer
5. Prosedur/ 5.1. Petugas melakukan anamnesis terhadap pasien
Langkah- 5.1.1. Keluhan :
langkah Gejala prodromal : lelah(malaise), anoreksia, seluruh tubuh
terasa lemah yang berlangsung berminggu-minggu atau
berbulan-bulan.
Gejala spesifik pada beberapa sendi (poliartikular) secara
simetris, terutam sendi PIP(proximal interphalangeal), sendi
MCP(metacarpophalangeal), pergelangan tangan, lutut, dan
kaki.
Gejala sinovitis pada sendi yang terkena: bengkak, nyeri yang
diperburuk dengan gerakan sehingga gerakan menjadi terbatas,
kekakuan pada pagi hari >1 jam.
ARTRITIS REUMATOID
No.Dokumen : SOP /C/IX.ICD-X /109 /
UPTD dr. Vinsensia Thie
07/2016
Puskesmas NIP.197405142006052003
Kaimana SOP No.Revisi : -
Tanggal Terbit : Juli 2016
Halaman : 2/5

Gejala extraartikular : mata (epiksleritis), saluran napas


atas(nyeri tengorok, nyeri menelan atau disfonia yang terasa
lebih berat dari pagi hari), kardiovaskular (nyeri pada dada
perikarditis), hematologi (anemia).
5.1.2. Faktor resiko :
5.1.2.1. Usia > 60 tahun
5.1.2.2. Wanita, usia > 50 tahun atau menopause
5.1.2.3. Kegemukan
5.1.2.4. Pekerja berat dengan pengguanaan satu sendi terus
menerus
5.1.2.5. Faktor genetik
5.1.2.6. Hormon seks
5.1.2.7. Infeksi tubuh
5.2. Petugas melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang
sederhana.
5.2.1. Pemeriksaan Fisik
5.2.1.1. Manifestasi artikular : pada lebih dari 3 sendi
(poliartritis) terutama di sendi tangan, simetris,
immobilisasi sendi, pemendekan otot seperti pada
vertebra servikalis, gambaran deformitas sendi
tangan(swan neck, boutonniere).
5.2.1.2. Manifestasi ekstraartikular :
5.2.1.2.1. Kulit : terdapat nodul reumatoid pada daerah
yang banyak menerima penekanan, vaskulitis.
ARTRITIS REUMATOID
No.Dokumen : SOP / C / IX.ICD-X /
UPTD dr. Vinsensia Thie
109 / 07 / 2016
Puskesmas NIP.197405142006052003
Kaimana SOP No.Revisi : -
Tanggal Terbit : Juli 2016
Halaman : 3/5

5.2.1.1.2 Soft tissue rheumatism, seperti carpal tunnel


syndrome atau frozen shoulder.
5.2.1.1.3 Mata dapat ditemukan kerato-konjungtivitis
sicca yang merupakan menifestasi syndrom
sjorgen, episkleritis/scleritis. Konjungtiva
tampak anemia akibat penyakit kronik.
5.2.1.1.4 Sistem respiratorik dapat ditemukan adanya
radang sendi krikoaritenoid, pneumonitis
intertistial, efusi pleura, atau fibrosis paru
luas.
5.2.1.2.5 Sistem kardiovaskuler dapat ditemukan
perikarditis kontriktif, disfungsi katub,
fenomena embolisasi, gangguan konduksi
aortritis, kardiomiopati.
5.2.2 Pemeriksaan penunjang
LED
5.3 Petugas menegakkan diagnosa klinis
5.3.1 Diagnosa RA didasarkan pada gambaran klinis
Kriteria diagnosa berdasarkan ACR 1987 :
5.3.1.1 Kaku pagi sekurangnya 1 jam.
5.3.1.2 Artritis pada sekurangnya 3 sendi.
5.3.1.3 Artritis pada seni pergelangan tangan
(metacarcophalanx), dan (proximal interphalanx).
5.3.1.4 Artritis yang simetris.
5.3.1.5 Nodul rheumatoid.
ARTRITIS REUMATOID
No.Dokumen : SOP / C / IX.ICD-X /
UPTD dr. Vinsensia Thie
109 / 07 / 2016
Puskesmas NIP.197405142006052003
Kaimana SOP No.Revisi : -
Tanggal Terbit : Juli 2016
Halaman : 4/5

5.3.1.6 Faktor rheumatoid serum positif


Hasil positif dijumpai pada sebagian besar kasus (85%),
sedangkan hasil negatif tidak menyingkirkan adanya RA
5.3.1.7 Gambaran radiologik yang spesifik
5.3.1.8 LED dan CRP meningkat
5.3.1.9 Analisis cairan sendi (terdapat gambaran inflamasi ringan/
sedang).
Untuk diagnosis RA, diperlukan 4 dari 7 kriteria tersbut diatas. Kriteria
1 - 4 harus minimal diderita selama 6 minggu
5.3.2 Diagnosa banding
5.3.1.1 Penyebab artritis lainnya
5.3.1.2 Spondiloartropati seronegatif
5.3.1.3 Lupus eritematosus sistemik
5.3.2.4 Sindome sjogren
5.4 Petugas memberikan penatalaksanaan
5.4.1 Pasien diberikan informasi untuk memproteksi sendi, terutama
pada stadium akut dengan menggunakan decker.
5.4.2 Pemberian obat anti inflamasi non-steroid seperti : diklofenak 50 -
100 mg 2x/hari.
5.4.3 Pemberian golongan steroid, seperti : prednison atau metil
prednisolon dosis rendah (sebagai bridging therapy).
5.5 Kriteria rujukan
5.5.1 Tidak membaik dengan pemberian obat anti inflamasi dan steroid
dosis rendah.
5.5.2 RA dengan komplikasi
5.5.3 Rujukan pembedahan jika terjadi deformitas
ARTRITIS REUMATOID
No.Dokumen : SOP / C / IX.ICD-X/
UPTD dr. Vinsensia Thie
109 / 07 / 2016
Puskesmas NIP.197405142006052003
Kaimana SOP No.Revisi : -
Tanggal Terbit : Juli 2016
Halaman : 5/5

6. Unit terkait 6.1. Pelayanan poli umum


6.2. Pustu