Anda di halaman 1dari 11

PROPOSAL

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK


STIMULASI PERSEPSI (MENGUNGKAPKAN
PERASAAN MELALUI GAMBAR)”
Di Ajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah keperawatan jiwa II

Di susun oleh
S1 keperawatan 3-A
Mirna Sri Wahyuni ( CIAA07038)

PROGRAN STUDI S I KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
KOTA SUKABUMI
2009
PROPOSAL
TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK
“STIMULASI PERSEPSI (MENGUNGKAPKAN PERASAAN
MELALUI GAMBAR)”

A. Deskripsi
Kelompok adalah kumpulan individu yang memiliki hubungan satu
dengan yang lain, saling bergantung dan mempunyai norma yang sama (Stuart &
Laraia, 2001). Anggota kelompok mungkin datang dari berbagai latar belakang
yang harus ditangani sesuai dengan keadaanya, seperti agresif, takut, kebencian,
kompetitif, kesamaan, ketidaksamaan, kesukaan dan lain-lain (Yalom, 1995 dalam
Stuart & Laraia, 2001). Semua kondisi ini akan mempengaruhi dinamika
kelompok, ketika anggota kelompok memberi dan menerima umpan balik yang
berarti dalam berbagai interaksi yang terjadi dalam kelompok (Keliat & Akemat,
2004:3)
Tujuan kelompok adalah membantu anggotanya berhubungan dengan
orang lain serta mengubah perilaku yang destruktif dan maladaptif. Kekuatan
kelompok ada pada kontribusi dari setiap anggota dan pemimpin dalam mencapai
tujuannya.
Terapi kativitas kelompok merupakan salah satu terapi modalitas yang
dilakukan perawat kepada sekelompok klien yang mempunyai masalah
keperawatan yang sama. Aktivitas digunakan sebagai terapi, dan kelompok
digunakan sebagai target asuhan. Di dalam kelompok terjadi dinamika interaksi
yang saling bergantung, saling membutuhkan, dan menjadi laboratorium tempat
klien berlatih perilaku baru yang adaptif untuk memperbaiki perilaku lama yang
maladaptif.
Teori aktivitas kelompok yang dikembangkan adalah sosialisasi, stimulasi
persepsi, stimulasi sensoris dan orientasi realitas. Pada terapi aktivitas kelompok
stimulasi persepsi klien dilatih mempersepsikan stimulus yang disediakan atau
stimulus yang pernah dialami. Kemampuan persepsi klien di evaluasi dan
ditingkatkan pada tiap sesi. Dengan proses ini, diharapkan respon klien terhadap
berbagai stimulus dalam kehidupan menjadi adaptif.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah selesai mengikuti kegiatan Terapi Aktivitas Kelompok, klien
dapat mengungkapkan perasaannya dan dapat meningkatkan kemampuan
dalam berkomunikasi dan berhubungan dengan orang lain.
2. Tujuan Khusus
a. Klien dapat mengungkapkan perasaannya melalui gambar
b. Klien dapat menjelaskan gambar yang telah dibuatnya serta
dapat menyebutkan harapannya dimasa yang akan datang
c. Klien dapat memberikan komentar terhadap gambar yang
telah dibuat oleh klien lainnya serta memberikan komentar
d. Klien dapat melakukan hubungan dengan orang lain secara
bertahap.
e. Klien dapat menyebutkan manfaat berhubungan atau
berinteraksi.
f. Klien dapat menyebutkan kerugian jika tidak berhubungan
atau berinteraksi.
g. Klien dapat mengungkapkan perasaannya

C. Metode
Metode yang digunakan dalam TAK ini adalah sosial therapeutic model
interpersonal yang didasari pada kognitif, afektif dan psikomotor

D. Media
1. Handpone
2. Kartu kocokan
3. Kertas HVS
4. Spidol
5. Bola
6. Papan nama

E. Sasaran
Klien di ruang di ruang Melati, ruang Melati dan ruang Garuda Panti
Sosial Bina Laras Phala Martha Cibadak Sukabumi yang terdiri dari :
1. Ruang mawar : Ny. Ani dan Ny. Petin
2. Ruang melati : Ny. Ami
3. Ruang Garuda : Tn. Ari dan Tn. Aman

F. Karakteristik Anggota Kelompok


Tanda dan gejala anggota kelompok :
1. Ny. Petin : Keadaan umum klien tampak tenang, klien dapat
berkomunikasi dengan orang lain tanpa hambatan,
klien dapat mempertahankan kontak mata dalam waktu
lama, sosialisasi baik, bicara jelas.
2. Ny. Ani : Keadaan umum klien tampak tenang, klien mudah bosan
bila melakukan kegiatan, kontak mata kurang, klien
sering curiga terhadap orang lain, bicara jelas.
3. Ny. Ami : Keadaan umum klien tampak tenang, klien klien dapat
berkomunikasi dengan orang lain tanpa hambatan,
sosialisasi baik, klien dapat mempertahankan kontak
mata dalam waktu lama..
4. Tn. Aman : Keadaan emosi klien belum stabil, tatapan mata tajam,
klien dapat bersosialisasi dengan orang lain, kontak
mata kurang.
5. Tn. Ari : Keadaan umum klien tampak tenang, kontak mata baik,
klien tampak kooperatif, klien mengatakan sering
merasa malas jika melakukan sesuatu.
G. Proses Seleksi
Proses seleksi dilakukan oleh seorang therapis selama beberapa hari dengan
observasi dan wawancara di ruang Mawar, Melati dan Garuda. Setiap klien
menjadi kasus kelolaan dan direncanakan mengikuti therapy aktivitas kelompok
kemudian dilakukan kontrak apakah klien bersedia atau tidak untuk ikut serta
dalam mengikuti therapy aktivitas kelompok.
Adapun klien utama yang bersedia yaitu :
1. Ny. Petin
2. Ny. Ani
3. Ny. Ami
4. Tn. Aman
5. Tn. Ari
Adapun klien cadangan antara lain :
1. Ny. Erlina
2. Ny. Asri

H. Jadwal Kegiatan
Hari/tanggal : selasa, 13 juli 2010
Waktu : 45 menit
Tempat : Ruang bimbingan Panti Sosial Bina Laras Phala Martha

I. Pengorganisasian
Leader :
Co Leader :
Fasilitator :
Observer :

J. Uraian Struktur Kelompok


1. Leader
Tugas :
a. Merencanakan, mengontrol dan mengatur jalannya TAK
b. Membuka acara
c. Memimpin jalannya TAK
d. Menjelaskan tujuan TAK
e. Memperkenalkan anggota TAK
f. Mengatur jalannya TAK
g. Menetapkan jalannya tata tertib
h. Dapat mengambil keputusan dengan tepat dan dapat
menyimpulkan hasil TAK pada kelompok terapi tersebut.
i. Menutup jalannya TAK.
2. Co leader
Tugas :
a. Membantu tugas leader
b. Mengambil alih posisi leader jika terjadi
bloking
c. Menjadi motivator
d. Menyampaikan informasi dari fasilitator
ke leader
e. Mengingatkan leader bila diskusi
menyimpang
f. Mengingatkan lamanya waktu
pelaksanaan
g. Bersama leader memberi contoh kerja
sama yang baik
3. Fasilitator
Tugas :
a. Mengambil alih posisi leader jika terjadi bloking
b. Menjadi motivator
c. Membantu meluruskan dan menjelaskan tugas yang harus dilakukan
klien sebagai peserta TAK.
d. Mendampingi peserta diskusi
e. Memotivasi peserta agar aktif dalam TAK
f. Menjadi contoh bagi klien selama kegiatan
4. Observer
Tugas :
a. Mengamati dan mencatat respon klien selama kegiatan
b. Mengidentifikasi motivasi strategi untuk kelompok berikutnya
c. Mencatat hasil dari diskusi
d. Memberikan tanggapan terhadap jalannya kegiatan

K. Tata tertib
1. Peserta bersedia mengikuti TAK
2. Peserta wajib hadir 5 menit sebelum TAK dimulai
3. Anggota wajib memberi tahu leader jika tidak hadir
4. Peserta berpakaian rapih dan sudah mandi
5. Jika ada klien yang akan meninggalkan kelompok atau mau ke kamar
mandi harus meminta izin kepada therapis.
6. Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir.
7. Klien tidak boleh makan dan minum selama kegiatan
8. Jika ada klien yang mengacaukan jalannya TAK maka klien tersebut
dikeluarkan dari TAK.

L. Strategi Pelaksanaan
1. Fase perkenalan 5 menit
a. Therapis mempersiapkan lingkungan dan selanjutnya mengatur
posisi
b. Mengucapkan salam
c. Memperkenalkan anggota yang hadir
d. Therapis menjelaskan tujuan TAK
e. Menjelaskan topik yang akan di bahas
f. Membuat kontrak waktu
g. Membacakan tata tertib
2. Fase kerja 30 menit
Session 1
a. Bagikan kertas kosong dan spidol
b. Setelah dibagikan suruh klien menggambar apa yang sedang klien
pikirkan saat ini dalam waktu 5 menit dan yang menyangkut
harapannya dimasa yang akan datang.
c. Setiap peserta menjelaskan maksud dari gambar yang telah
dibuatnya serta menyebutkan harapannya.
d. Klien memberikan pendapat/menyebutkan gambar yang telah
dibuat oleh klien lain secara bergiliran.
e. Berikan reward berupa tepukan tangan kepada semua peserta.
f. Semua gambar yang telah dibuat oleh klien dikumpulkan di
therapis

Session 2
a. Bola akan diedarkan dengan diiringi musik dan bagi klien
yang mendapatkan bola saat tape dimatikan maka wajib untuk
melaksanakan perintah pada kertas yang diberikan oleh therapis.
b. Poin a diulang sampai klien dapat giliran.
c. Berikan reward berupa tepukan tangan
Session 3
a. Tanyakan pada peserta tentang manfaat berhubungan dengan orang
lain.
b. Tanyakan pada peserta tentang kerugian apabila tidak berhubungan
dengan orang lain.
3. Fase terminasi 10 menit
a. Leader meminta tanggapan dari klien terhadap kegiatan yang telah
dilakukan.
b. Tanyakan perasaan klien setelah mengikuti kegiatan TAK tersebut.
c. Menyimpulkan kegiatan yang telah dilakukan dan memotivasi
anggota kelompok untuk mengikuti kegiatan lainnya yang positif.
d. Observer memberikan tanggapan terhadap jalannya TAK.
e. Menutup acara.

M. Kriteria Evaluasi
1. Persiapan
a. Persiapan therapis
 Identifikasi masalah dilakukan 1 hari
sebelum pelaksanaan
 Menentukan tujuan, waktu dan tempat
 Mempersiapkan alat bantu yang akan
digunakan
 Tempat dipersiapkan 15 menit sebelum
pelaksanaan sesuai setting yang telah ditentukan.
b. Persiapan peserta/klien
 Klien siap menjadi peserta 1 hari sebelum
pelaksanaan
 Peserta hadir 5 menit sebelum pelaksanaan
 Peserta mengetahui tata tertib yang telah
ditentukan.
2. Proses
a. Klien/anggota kelompok
 Mampu mengikuti TAK sampai selesai
 Mampu mengekspresikan pendapatnya
dalam kelompok
 Klien mampu memberikan tanggapan dalam
diskusi dan merespon terhadap stimulus yang diberikan oleh
anggota kelompok yang lain.
b. Therapis/perawat
 Therapis melakukan kegiatan TAK sesuai dengan perencanaan
 Therapis dapat mengantisipasi hal-hal yang terjadi pada saat
TAK
 Therapis dapat mengikuti kegiatan TAK sampai selesai sesuai
dengan kontrak waktu yang disepakati.
3. Hasil
b. Anggota dapat mengungkapkan materi sesuai tujuan.
c. Anggota dapat mengikuti kegiatan sesuai dengan tujuan
TAK.
d. Therapis dapat menjalankan tugasnya dengan baik.
e. Klien dapat memahami tujuan TAK dan mencapai
kriteria hasil pada akhir kegiatan. Jika terjadi hal-hal diluar
perencanaan maka libatkan perawat ruangan yang bersangkutan.

N. Setting Tempat

Keterangan :

: Leader

: Co Leader

: Klien

: Fasilitator

: Observer

O. Program Antisipasi Masalah


1. Apabila ada klien semula bersepakat mau mengikuti kegaiatan TAK, pada
pelaksanaan akan dimulai ternyata klien tersebut tidak siap, maka langkah-
langkah yang diambil untuk menghadapi masalah tersebut adalah
sebelumnya telah dipersiapkan adanya klien cadangan yang tentunya telah
diseleksi sesuai dengan kriteria seleksi.
2. Jika peserta menghindari pertemuan maka leader memberitahukan ia
harus berbicara langsung diforum diskusi
3. Bila ada peserta yang menggunakan kekerasan maka leader dibantu
fasilitator untuk mengarahkan klien pada tingkah laku yang asertif
4. Bila ada anggota kelompok menemui anggota kelompok lain harus
mendiskusikan dahulu dengan kelompok
5. Memotifasi klien jika pasif dalam berdiskusi
6. Jika ada hal-hal diluar perencanaan libatkan petugas sosial yang
bersangkutan.
P. Evaluasi
1. Peserta dapat mengikuti kegiatan TAK dari awal hingga
akhir
2. Peserta mampu memberikan tanggapan terhadap
ungkapan peserta lain.
3. Peserta dapat mengungkapkan keuntungan berhubungan
dengan orang lain dan kerugian jika tidak berhubungan dengan orang lain.
4. Peserta dapat mengungkapkan manfaat TAK
5. Peserta dapat mengungkapkan perasaannya setelah
mengikuti kegiatan.
6. Therapis dalam melaksanakan TAK sesuai dengan
perannya.
Q. Penutup
Demikian proposal ini kami susun atas perhatian dan dukungannya kami
ucapkan terima kasih.