Anda di halaman 1dari 27

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH


DIREKTORAT PEMBINAAN PENDIDIKAN KHUSUS
Jalan RS. Fatmawati, Cipete, Jakarta Selatan 12410
Telepon (021) 7693260 s.d. (021) 7693266, Faximile (021) 7657062
Laman: www.pkplk-plb.org, Posel: ppklk.dikdas@gmail.com

PERATURAN
KUASA PENGGUNA ANGGARAN
SATUAN KERJA DIREKTORAT PEMBINAAN PENDIDIKAN KHUSUS
NOMOR : 2772/D6.4/PD/2019
TENTANG
PETUNJUK PELAKSANAAN BANTUAN PENDIDIKAN SISWA BARU KELAS X
PROGRAM AFIRMASI PENDIDIKAN MENENGAH (ADEM)
TAHUN 2019

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KUASA PENGGUNA ANGGARAN


SATUAN KERJA DIREKTORAT PEMBINAAN PENDIDIKAN KHUSUS,

Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 20 Peraturan


Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor
11/D/BP/2017 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Bantuan
Pemerintah di Lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan
Dasar dan Menengah, perlu menetapkan Peraturan Kuasa
Pengguna Anggaran Satuan Kerja Direktorat Pembinaan
Pendidikan Khusus tentang Petunjuk Pelaksanaan Bantuan
Pendidikan Siswa Baru Kelas X Program Afirmasi Pendidikan
Menengah (ADEM) 2019;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan


Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003
Nomor 47, Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4286);
-2-

2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem


Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4301);
3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang
Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 1981 Nomor 42, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4355);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2005 tentang
Pendanaan Pendidikan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2008 Nomor 91, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4864);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang
Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 23,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5105) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan atas
Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang
Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 112,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5157);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 45 tahun 2013 tentang Tata
Cara Pelaksanaan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara
(Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2013 Nomor
103, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5423);
7. Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah;
8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 105
Tahun 2013 tentang Pejabat Perbendaharaan di lingkungan
-3-

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Berita Negara


Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 1481);
9. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.05/2015
tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan
Pemerintah Pada Kementerian Negara/Lembaga (Berita
Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 1340)
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri
Keuangan Nomor 173/PMK.05/2016 tentang Perubahan
atas Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor
168/PMK.05/2015 tentang Mekanisme Pelaksanaan
Anggaran Bantuan Pemerintah Pada Kementerian
Negara/Lembaga (Berita Negara Republik Indonesia Tahun
2016 Nomor 1745);
10. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 17
Tahun 2018 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 6 Tahun 2016
tentang Pedoman Umum Penyaluran Bantuan Pemerintah
Di Lingkungan Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan;
11. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 9
Tahun 2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan
12. Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan
Menengah Nomor 11/D/BP/2017 Tahun 2017 tentang
Petunjuk Teknis Bantuan Pemerintah di Lingkungan
Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah;
13. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Direktorat
Pembinaan PKLK Nomor SP DIPA 023.03.1.666028/2019
tanggal 5 Desember 2018 beserta revisinya.
-4-

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : PERATURAN KUASA PENGGUNA ANGGARAN SATUAN


KERJA DIREKTORAT PEMBINAAN PENDIDIKAN KHUSUS
TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN BANTUAN
PENDIDIKAN SISWA BARU KELAS X PROGRAM AFIRMASI
PENDIDIKAN MENENGAH (ADEM) 2019.

Pasal 1
Penyaluran Bantuan Pendidikan Siswa Baru Kelas X Program Afirmasi
Pendidikan Menengah (ADEM) 2019 dilakukan sebagaimana tercantum dalam
lampiran, yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Kuasa
Pengguna Anggaran Satuan Kerja Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus
ini.

Pasal 2
Peraturan Kuasa Pengguna Anggaran ini mulai berlaku pada tanggal
ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 29 Juli 2019

KUASA PENGGUNA ANGGARAN


SATUAN KERJA DIREKTORAT PEMBINAAN
PENDIDIKAN KHUSUS,

Dr. Sanusi, M.Pd.


NIP 196204031982031003
-5-

LAMPIRAN
PERATURAN KUASA PENGGUNA ANGGARAN SATUAN
KERJA DIREKTORAT PEMBINAAN PEMBINAAN PENDIDIKAN
KHUSUS
NOMOR 2772/D6.4/PD/2019
TENTANG
PETUNJUK PELAKSANAAN BANTUAN PENDIDIKAN SISWA
BARU KELAS X PROGRAM AFIRMASI PENDIDIKAN
MENENGAH (ADEM) 2019

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam pembukaan UUD 1945 dinyatakan bahwa salah satu tujuan


Negara Republik Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh
karena itu setiap warga negara Indonesia tanpa memandang status sosial,
ras, etnis, agama, dan gender berhak memperoleh pendidikan yang
bermutu sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya. Pendidikan
yang bermutu merupakan prasyarat adanya Sumber Daya Manusia (SDM)
yang berkualitas, yaitu warga negara yang unggul secara intelektual,
anggun dalam moral, kompeten dalam Ilmu Pengetahuan Teknologi dan
Seni (IPTEKS), produktif dalam karya dan memiliki komitmen yang tinggi
untuk berbagai peran sosial, serta berdaya saing terhadap bangsa lain di
era global.
Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional pasal 5, ayat (1) menyatakan bahwa setiap warga negara
mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu;
ayat (3) menyatakan bahwa warga negara di daerah terpencil atau
terbelakang serta masyarakat adat yang terpencil berhak memperoleh
pendidikan layanan khusus.
-6-

Uraian pasal 5 tersebut kemudian dipertegas dengan pasal 32, ayat (2)
yang menyatakan bahwa pendidikan layanan khusus merupakan
pendidikan bagi peserta didik di daerah terpencil atau terbelakang,
masyarakat adat yang terpencil, dan/atau mengalami bencana alam,
bencana sosial, dan tidak mampu dari segi ekonomi.
Ketentuan-ketentuan tersebut merupakan dasar yuridis formal sebagai
payung hukum sekaligus mandat bagi pemerintah untuk memberikan
pelayanan kepada anak-anak yang membutuhkan pendidikan layanan
khusus dalam memperoleh hak pendidikannya.

Pemerintah dan Pemerintah Daerah adalah pihak yang memiliki


kewajiban memberikan layanan, kemudahan serta menjamin
terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara
tanpa diskriminasi. Dalam hal ini, warga negara yang karena kendala
ekonomi, sosial, geografis, dan lainnya menyebabkan kehilangan
kesempatan untuk memperoleh hak pendidikannya, perlu mendapat
pendidikan layanan khusus. Sehubungan dengan itu, Direktorat
Pembinaan Pendidikan Khusus sebagai kepanjangan tangan pemerintah
yang bertanggungjawab dalam menyelenggarakan dan mengembangkan
pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus, pada tahun 2019
merencanakan dan mengalokasikan Bantuan Pendidikan Program
Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM Papua dan Papua Barat, ADEM
Wilayah Tertinggal, Terpencil, Terluar (3T) dan Perbatasan, ADEM
Repatriasi) yang akan melanjutkan pendidikannya di jenjang pendidikan
menengah di Indonesia. Siswa ADEM Papua dan Papua Barat akan
menempuh pendidikan provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur,
DI Yogyakarta, Banten dan Bali. Siswa ADEM 3T dan wilayah perbatasan
akan menempuh pendidikan di provinsi Aceh, Sumatera Barat, Sulawesi
Utara, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat dan Riau. Siswa ADEM
Repatriasi akan menempuh pendidikan di Banten, D.I. Yogyakarta, Jawa
Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan
Selatan dan Kalimantan Utara.
-7-

B. Tujuan

Tujuan bantuan pendidikan ADEM adalah:


1. Meningkatkan ketersediaan, keterjangkauan, kualitas, kesetaraan, dan
kepastian memperoleh layanan pendidikan yang bermutu bagi
masyarakat usia sekolah menengah yang terkendala oleh hambatan
geografis dan ekonomi;
2. Meningkatkan minat dan motivasi anak sekolah menengah yang
terkendala oleh hambatan geografis dan ekonomi;
3. Mendukung percepatan pembangunan sumber daya manusia di
provinsi yang meimiliki kendala hambatan geografis dan ekonomi
dalam hal mengakses pendidikan.

C. Pemberi Bantuan Pemerintah


Pemberi Bantuan Pendidikan Siswa Baru Kelas X Program Afirmasi
Pendidikan Menengah (ADEM) 2019 adalah Direktorat Pembinaan
Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan
Menengah.

D. Persyaratan Calon Penerima Bantuan


1. Sekolah pelaksana program ADEM di Provinsi penerima siswa ADEM
Papua dan Papua Barat, Wilayah 3T dan Perbatasan serta Repatriasi;
2. Sanggup mengelola bantuan Pendidikan Program Afirmasi Pendidikan
Menengah (ADEM) yang telah disetujui oleh Direktorat Pembinaan
Pendidikan Khusus;
3. Memiliki rekening bank dan NPWP atas nama sekolah (bukan
rekening atas nama pribadi);
4. Melampirkan foto copy surat pengangkatan Kepala sekolah yang telah
dilegalisir oleh pihak yang berwewenang;
5. Memiliki ijin operasional yang masih berlaku;
6. Sanggup mengelola bantuan pendidikan program afirmasi pendidikan
menengah dengan jumlah peserta didik sesuai dengan yang masih
aktif mengikuti program afirmasi pendidikan menengah;
7. Memiliki sarana dan prasarana yang memadai;
-8-

8. Memiliki tenaga pendidik/guru yang memadai;


9. Menyerahkan surat pernyataan tanggung jawab mutlak terhadap
penggunaan dana bantuan yang akan diterimanya;

E. Bentuk Bantuan Pemerintah


Bentuk Bantuan Pendidikan Siswa Baru Kelas X Program Afirmasi
Pendidikan Menengah (ADEM) 2019 adalah dalam bentuk uang.

F. Rincian Jumlah Bantuan Pemerintah


Jumlah Bantuan Pendidikan Siswa Baru Kelas X Program Afirmasi
Pendidikan Menengah (ADEM) 2019 untuk masing-masing peserta didik
sebesar Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah) dengan rincian masing-masing
peserta didik sebesar Rp. 875.000 + (Rp. 1.125.000 x index biaya
pendidikan) dikalikan enam bulan.
-9-

BAB II
ORGANISASI, TUGAS, DAN TANGGUNGJAWAB

A. Organisasi Pelaksana
Pelaksanaan Bantuan Pendidikan Siswa Baru Kelas X Program Afirmasi
Pendidikan Menengah (ADEM) 2019 melibatkan beberapa unsur sebagai
berikut:
1. Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus;
2. Dinas Pendidikan Provinsi;
3. Sekolah Pelaksana;
4. Siswa Penerima Bantuan.

B. Tugas Dan Tanggungjawab


1. Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus
a. Menetapkan sekolah dan peserta didik calon penerima dana
Bantuan Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM);
b. Menyalurkan dana Bantuan Program Afirmasi Pendidikan
Menengah (ADEM) melalui rekening sekolah penerima;
c. Melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada sekolah-sekolah
penerima/pengelola bantuan;
d. Melaksanakan Supervisi dan Monitoring Pelaksanaan Program;
e. Menyampaikan rekapitulasi sekolah penerima bantuan Program
Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) kepada Dinas Pendidikan
Provinsi;
f. Menerima laporan hasil pelaksanaan belajar siswa Program ADEM.

2. Dinas Pendidikan Provinsi


a. Mengetahui/menyetujui surat perjanjian pemberian bantuan;
b. Melaksanakan pembinaan terhadap sekolah penerima bantuan;
c. Memberikan masukan dan saran yang berkaitan dengan
pelaksanaan program;
d. Melaksanakan pembinaan terhadap sekolah penerima bantuan;
e. Memberikan masukan dan saran yang berkaitan dengan
pelaksanaan program;
- 10 -

f. Memfasilitasi penyampaian laporan pertanggungjawaban bantuan


dari sekolah penerima bantuan pemerintah;
g. Menerima dan menyetujui laporan pelaksanaan kegiatan bantuan
dari sekolah.
3. Sekolah Pelaksana
a. Menyampaikan daftar nama dan rekapitulasi data peserta didik
baru penerima bantuan pendidikan Program Afirmasi Pendidikan
program ADEM tahun pelajaran 2019/2020.
b. Merencanakan dan melaksanakan program pendidikan bagi peserta
didik baru program afirmasi pendidikan menengah;
c. Menyiapkan tempat tinggal (kos/asrama) untuk peserta program
afirmasi pendidikan menengah;
d. Menunjuk guru pendamping/pembimbing bagi tiap peserta program
afirmasi pendidikan menengah;
e. Menandatangani surat perjanjian pemberian dana bantuan dengan
Pejabat Pembuat Komitmen pada Direktur Pembinaan Pendidikan
Khusus selaku KPA;
f. Menandatangani surat pertangungjawaban mutlak terhadap
bantuan pendidikan program ADEM;
g. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan;
h. Melakukan pemeriksaan keuangan (penggunaan dan pembukuan)
pada bendahara secara berkala (sekurang-kurangnya 3 kali selama
pelaksanaan kegiatan);
i. Menyimpan dan menjaga keutuhan seluruh dokumen yang terkait
dengan pemberian bantuan dan pelaksanaan kegiatan;
j. Menyampaikan laporan hasil pelaksanaan kegiatan kepada Direktur
Pembinaan Pendidikan Khusus.
k. Dalam hal terjadi perubahan rencana penggunaan dana, maka
perubahan tersebut harus mendapat persetujuan Direktorat
Pembinaan Pendidikan Khusus.
- 11 -

4. Peserta Didik Penerima Bantuan


a. Menggunakan dana bantuan (pendidikan) sesuai dengan ketentuan
yang ditetapkan;
b. Mengikuti pendidikan secara berkelanjutan dengan penuh tanggung
jawab;
c. Melaksanakan seluruh tugas belajar yang dirancang oleh pihak
sekolah secara sungguh-sungguh agar dapat mencapai prestasi
yang optimal;
d. Mengikuti dan menaati bimbingan dan arahan guru pendamping/
pembimbing sebagai pengganti orang tua.
5. Persyaratan Peserta Didik Baru Penerima Bantuan
a. Menggunakan dana bantuan (pendidikan) sesuai dengan
ketentuan yang ditetapkan;
b. Bersedia menyelesaikan pendidikan jenjang menengah dengan
penuh tanggung jawab;
c. Bersedia menerima sanksi sekolah apabila tidak mentaati aturan
dan tata tertib sekolah.
d. Tidak mengajukan permintaan pindah sekolah dengan alasan yang
tidak relevan dengan program pembinaan afirmasi.
- 12 -

BAB III
TATA KELOLA PENCAIRAN DANA BANTUAN PEMERINTAH

A. Mekanisme Proses Bantuan


Mekanisme pengajuan usulan calon penerima dan penetapan penerima
bantuan, sebagai berikut :
1. Dinas Pendidikan Provinsi mengajukan usulan Sekolah pelaksana
program ADEM kepada Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus;
2. Pejabat Pembuat Komitmen menerbitkan Surat Keputusan penetapan
penerima bantuan disahkan oleh Direktur Pembinaan Pendidikan
Khusus selaku KPA.
3. Sekolah menandatangani surat perjanjian pemberian bantuan antara
Pejabat Pembuat Komitmen dengan Sekolah;
4. Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus memproses penyaluran
bantuan kepada Sekolah penerima;
5. Sekolah mengirimkan laporan pelaksanaan pemberian bantuan.

B. Bimbingan Teknis Penyaluran Bantuan


Sekolah yang telah ditetapkan sebagai penerima bantuan mendapat
bimbingan teknis dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dengan
kegiatan pokok bimbingan teknis meliputi:
1. Strategi kegiatan (pra pelaksanaan, pelaksanaan dan pasca
pelaksanaan);
2. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB);
3. Penjelasan tentang petunjuk pelaksanaan pemberian bantuan;
4. Penyusunan laporan pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan;
5. Penandatanganan surat perjanjian antara pihak penerima bantuan
dengan Pejabat Pembuat Komitmen Peserta Didik Direktorat Pembinaan
Pendidikan Khusus diketahui Dinas Pendidikan Provinsi.

C. Penyaluran Bantuan
Penyaluran dana bantuan dilakukan melalui KPPN Jakarta III dengan
tahapan sebagai berikut:
- 13 -

1. Calon penerima bantuan harus menyerahkan kelengkapan dokumen


sebagai berikut:
a. Rencana pengeluaran dana bantuan yang akan dicairkan secara
sekaligus;
b. Perjanjian kerja sama yang telah ditandatangani oleh penerima
bantuan;
c. Kuitansi bukti penerimaan uang yang telah ditandatangani oleh
penerima bantuan.
d. Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM). SPTJM dibuat
sesuai format sebagaimana tercantum dalam Lampiran Juklak yang
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Petunjuk
Pelaksanaan ini.
2. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) melakukan pengujian dokumen
permohonan pencairan dana yang diajukan penerima bantuan sesuai
dengan juklak penyaluran bantuan;
3. PPK menandatangani perjanjian kerja sama dan mengesahkan kuitansi
bukti penerimaan uang serta menerbitkan SPP untuk pencairan secara
sekaligus setelah pengujian telah sesuai dengan juklak penyaluran
bantuan;
4. Dalam hal pengujian tidak sesuai dengan juklak Penyaluran Bantuan,
PPK menyampaikan informasi kepada penerima bantuan untuk
melengkapi dan memperbaiki dokumen.
5. SPP disampaikan kepada PP-SPM dengan mekanisme Pembayaran
sekaligus dilampiri:
a. Rencana pengeluaran dana bantuan yang akan ditarik sekaligus;
b. Perjanjian kerja sama yang ditandatangani oleh penerima bantuan
dan PPK;
c. Kuitansi bukti penerimaan uang yang telah ditandatangani oleh
penerima bantuan dan disahkan oleh PPK;
d. SPTJM
6. Penyaluran dana disalurkan dengan cara pemindahbukuan dari
Rekening Kas Umum Negara (Pemerintah Pusat c.q Kementerian
- 14 -

Keuangan), yang selanjutnya akan disalurkan kepada penerima


bantuan;
7. Penyaluran Dana Bantuan disampaikan secara penuh/utuh tanpa
potongan pajak baik dari Kas Umum Negara maupun ke rekening
sekolah. Kewajiban pajak atas penggunaan dana bantuan diselesaikan
oleh sekolah penerima dana bantuan yang disesuaikan dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.

D. Rencana Kegiatan
No Kegiatan Waktu Pelaksanaan
1. SK Penetapan Penerima Bantuan Juli 2019
2. Bimtek Sekolah Penerima dengan Juli 2019
Dit. PPKLK
3. Penyaluran Dana bantuan Agustus - September 2019
4. Pelaksanaan program Juli – Desember 2019
5. Laporan Pelaksanaan Paling lambat 31 Desember
2019
- 15 -

BAB IV
PERTANGGUNGJAWABAN BANTUAN PEMERINTAH

A. PEMBELANJAAN/PENGGUNAAN DANA
1. Dana bantuan Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM)
dimanfaatkan untuk:
a. Manajemen sekolah, seragam, sepatu, konseling:
1) Manajemen sekolah
2) Uang seragam sekolah, sepatu, alat sekolah
3) Guru Pendamping/konseling
4) BPJS/asuransi kesehatan

b. Biaya Siswa
1) Biaya Makan siswa;
2) Biaya transportasi dan uang saku
3) Uang Kos

2. Dana bantuan sudah termasuk untuk biaya pelaksanaan, pengelolaan


dan pajak-pajak yang berlaku;
3. Dalam hal terdapat efisiensi dana, maka ada 2 hal yang dapat
dipertimbangkan untuk dilaksanakan yaitu:
a. Dana tersebut dikembalikan ke kas negara, dengan prosedur sesuai
dengan ketentuan yang berlaku;
b. Dana tersebut dapat dipergunakan dengan mengikuti mekanisme
yang berlaku yaitu:
1) Mengajukan permohonan penggunaan optimalisasi dana kepada
Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus, dilengkapi dengan
rencana anggaran biaya (RAB);
2) Optimalisasi dana dipergunakan untuk pekerjaan Pembinaan
dan/atau penunjang proses pembelajaran.
- 16 -

Proses pembelanjaan mengikuti prinsip-prinsip dasar dalam Peraturan


Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah beserta perubahannya.

B. PERTANGGUNGJAWABAN PENGGUNAAN DANA


1. Pertanggungjawaban penggunaan dana sepenuhnya menjadi tanggung
jawab penerima bantuan;
2. Setiap pembelanjaan bantuan harus dapat dipertanggungjawabkan dan
didukung oleh bukti administrasi, fisik, dan keuangan;
3. Bukti pengeluaran uang dalam jumlah tertentu harus dibubuhi materai
yang cukup sesuai ketentuan yang berlaku. Dalam bukti pengeluaran
harus jelas uraian mengenai peruntukannya yang dibayarkan dan
diberi tanggal dan nomor bukti pengeluaran, termasuk pembayaran
pajak sesuai dengan peraturan yang berlaku;
4. Menyampaikan laporan pelaksanaan dan pertanggungjawaban
penggunaan dana bantuan kepada Direktorat Pembinaan Pendidikan
Khusus;
5. Penerima bantuan harus menyimpan dan mengadministrasikan semua
bukti-bukti asli dan sah pembayaran/pembelanjaan berupa
kwitansi/faktur dan bukti pemotongan dan pembayaran pajak;
6. Penerima bantuan yang tidak melaksanakan program sesuai dengan
Surat Perjanjian Pemberian Bantuan dan Petunjuk Pelaksanaan, maka
akan diproses secara hukum yang berlaku.

C. Ketentuan Perpajakan
Apabila terdapat pajak yang timbul sehubungan dengan pelaksanaan
bantuan pendidikan ADEM wajib memungut dan menyetor pajak dimaksud
sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku.
- 17 -

D. PELAPORAN
Sekolah penerima Bantuan Program Afirmasi Pendidikan Menengah
(ADEM) Tahun 2019 wajib menyampaikan laporan kepada Direktorat
Pembinaan Pendidikan Khusus dengan tembusan kepada Dinas
Pendidikan Provinsi dengan ketentuan:
1. Penerima Bantuan Pemerintah harus menyampaikan laporan
pertanggungjawaban bantuan kepada PPK sesuai dengan perjanjian
kerja sama setelah pekerjaan selesai atau pada akhir tahun anggaran,
meliputi:
a. Laporan jumlah dana yang diterima, dipergunakan, dan sisa dana;
b. Pernyataan bahwa pekerjaan telah selesai dilaksanakan dan bukti-
bukti pengeluaran telah disimpan.
2. Dalam hal terdapat sisa dana,penerima Bantuan Pemerintah harus
menyampaikan bukti surat setoran sisa dana ke rekening Kas Negara
kepada PPK sesuai dengan perjanjian kerja sama sebagai dokumen
tambahan laporan pertanggungjawaban bantuan.
3. Laporan pertanggungjawaban bantuan sebagaimana dimaksud dibuat
sesuai format sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang
merupakan bagian tidak terpisahkan dari Petunjuk Pelaksanaan ini
disampaikan kepada Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus dan
tembusannya disampaikan kepada Dinas Pendidikan Provinsi.
- 18 -

BAB V
PENGAWASAN DAN SANKSI

A. PENGAWASAN
Pengawasan yang dimaksud adalah kegiatan yang bertujuan untuk
mengurangi atau menghindari masalah yang berhubungan
dengan penyalahgunaan wewenang, kebocoran dan pemborosan
keuangan negara, pungutan liar dan bentuk penyelewengan lainnya.
Pengawasan terhadap pelaksanaan program Bantuan Pemerintah
Pendidikan Khusus meliputi pengawasan melekat (waskat), pengawasan
fungsional dan pengawasan masyarakat.
1. Pengawasan Melekat
Pengawasan melekat adalah pengawasan yang dilakukan oleh
pimpinan masing-masing instansi kepada bawahannya baik di tingkat
Pusat, Provinsi, Kab/Kota maupun Sekolah.
2. Pengawasan Fungsional
Instansi pengawas fungsional yang melakukan pengawasan program
Bantuan Pendidikan Siswa Baru Kelas X Program Afirmasi Pendidikan
Menengah (ADEM) 2019 adalah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),
Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Inspektorat
Jenderal Kemdikbud, serta Badan Pengawas Daerah (Bawasda) Provinsi
dan Kabupaten/Kota.
3. Pengawasan Masyarakat
Dalam rangka transparansi pelaksanaan program Bantuan Pendidikan
Siswa Baru Kelas X Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM)
2019 ini juga dapat diawasi oleh unsur masyarakat dan unit-unit
pengaduan masyarakat yang terdapat di sekolah, provinsi dan pusat.
Lembaga tersebut melakukan pengawasan pelaksanaan program
Bantuan Pendidikan Siswa Baru Kelas X Program Afirmasi Pendidikan
Menengah (ADEM) 2019 namun tidak melakukan audit. Apabila
terdapat indikasi penyimpangan dalam pengelolaan Bantuan
Pemerintah PKLK, agar segera dilaporkan kepada instansi pengawas
fungsional atau lembaga berwenang lainnya.
- 19 -

4. Pengaduan Masyarakat
Apabila masyarakat menemukan permasalahan yang perlu
diklarifikasi atau penyimpangan dalam pengelolaan program dapat
menyampaikannya melalui:
Tim Pengaduan
Subdit Peserta Didik
Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus
Gedung E Lt. 1, Jl. RS. Fatmawati, Cipete, Jakarta 12410
atau melalui e-mail: pesertadidik.pklk@kemdikbud.go.id

B. SANKSI
Sanksi terhadap penyalahgunaan wewenang yang dapat merugikan negara
dan/atau sekolah akan dijatuhkan oleh aparat/pejabat yang berwenang.
Sanksi kepada oknum yang melakukan pelanggaran dapat diberikan dalam
berbagai bentuk, antara lain:
1. Penerapan sanksi kepegawaian sesuai dengan peraturan dan
undang-undang yang berlaku (pemberhentian, penurunan pangkat,
mutasi kerja);
2. Penerapan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi, yaitu
pengembalian dana Bantuan Pendidikan Siswa Baru Kelas X Program
Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) 2019 Direktorat Pembinaan
Pendidikan Khusus yang terbukti disalahgunakan kepada siswa yang
berhak atau satuan pendidikan;
3. Penerapan proses hukum, yaitu mulai proses penyelidikan, penyidikan
dan proses peradilan bagi pihak yang terindikasi atau terbukti
melakukan penyimpangan dana Bantuan;
4. Pengurangan kuota terhadap daerah yang dinilai tidak melaksanakan
penyaluran Bantuan Pendidikan Siswa Baru Kelas X Program Afirmasi
Pendidikan Menengah (ADEM) 2019 dengan baik atau melakukan
penyimpangan, pemotongan, memperlambat atau mengulur-ulur waktu
pencairan dana Bantuan Program Afirmasi Pendidikan Menengah
(ADEM) Tahun 2019;
- 20 -

5. Pemblokiran dana dan penghentian sementara bantuan pendidikan


yang bersumber dari APBN pada tahun berikutnya kepada provinsi,
bilamana terbukti pelanggaran tersebut dilakukan secara sengaja dan
tersistem untuk memperoleh keuntungan pribadi, kelompok, atau
golongan.
- 21 -

BAB VI
PENUTUP

Hal-hal yang belum diatur dalam pedoman pelaksanaan ini akan diatur lebih
lanjut dalam Surat Perjanjian Pemberian Dana Bantuan, dan pedoman-
pedoman pendukung lainnya yang dikeluarkan Direktorat Pembinaan
Pendidikan Khusus.

Setiap sekolah yang akan mendapat bantuan harus memenuhi kriteria yang
telah ditetapkan. Oleh karena itu data pendukung yang dianggap penting agar
dilampirkan pada dokumen usulan.

Pedoman Pelaksanaan Bantuan Pendidikan Siswa Baru Kelas X Program


Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) akan menjadi acuan bagi sekolah,
dinas pendidikan provinsi serta pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan
pengadaan Bantuan Pendidikan Siswa Baru Kelas X Program Afirmasi
Pendidikan Menengah (ADEM). Dengan demikian diharapkan terdapat
kesamaan pandangan dan persepsi dalam perencanaan, pelaksanaan dan
evaluasi program Bantuan Pendidikan Siswa Baru Kelas X Program Afirmasi
Pendidikan Menengah (ADEM).

KUASA PENGGUNA ANGGARAN


SATUAN KERJA DIREKTORAT PEMBINAAN
PENDIDIKAN KHUSUS,

Dr. Sanusi, M.Pd.


NIP 196204031982031003
Lampiran 1 Format Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM)

KOP SURAT

SURAT PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB MUTLAK

Yang bertanda tangan di bawah ini :

1. Nama Pimpinan / Ketua Lembaga : ……………………………….

2. Alamat : ……………………………….

dengan ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa saya bertanggungj awab


penuh atas penggunaan dana Bantuan Pendidikan Siswa Baru Kelas X
Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM). Apabila di kemudian hari,
atas penggunaan dana Bantuan Pendidikan Siswa Baru Kelas X Program
Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) tersebut di atas mengakibatkan
kerugian Negara maka saya bersedia dituntut penggantian kerugian negara
dimaksud sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan .

Bukti-bukti pengeluaran terkait penggunaan dana Bantuan Pendidikan Siswa


Baru Kelas X Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) disimpan sesuai
dengan ketentuan pada penerima bantuan untuk kelengkapan administrasi
dan keperluan pemeriksaan aparat pengawas fungsional .

Demikian Surat pernyataan ini kami dibuat dengan sesungguhnya.

………….., …………………………..

Pimpinan/ Ketua Lembaga …………………………….

……………………………………
Lampiran 2 Format Surat Pernyataan Tanggung Jawab Belanja (SPTJB)

<KOP SURAT>

SURAT PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB BELANJA

Yang bertanda tangan di bawah ini :


1. Nama Lembaga : ……………………………………………………
2. Nama Pimpinan Lembaga : ……………………………………………………
3. Alamat Lembaga : ……………………………………………………
4. Nama Bantuan : Bantuan ……………….………………………
berdasarkan Surat Keputusan Nomor ……………. dan Perjanjian Kerja Sama
Nomor ............................ mendapatkan Bantuan
………………………......................... sebesar ...................................
Dengan ini menyatakan bahwa:
1. Sampai dengan bulan ……………………………… telah menerima
pencairan Tahap Ke-………………………………………… dengan nilai
nominal sebesar Rp............. (..........), dengan rincian penggunaan
sebagai berikut:
a. Jumlah total dana yang telah diterima : Rp……………………(…..)
b. Jumlah total dana yang dipergunakan : Rp……………………(…..)
c. Jumlah total sisa dana : Rp……………………(…..)
2. Persentase jumlah dana bantuan ………………........... yang telah
digunakan adalah sebesar ............ (......... .).
3. Bertanggung jawab penuh atas pengeluaran yang telah dibayar lunas
kepada yang berhak menerima.
4. Bersedia menyimpan dengan baik seluruh bukti pengeluaran belanja
yang telah dilaksanakan.
5. Bersedia untuk dilakukan pemeriksaan terhadap bukti-bukti
pengeluaran oleh aparat pengawas fungsional Pemerintah.
6. Apabila di kemudian hari, pernyataan yang saya buat ini
mengakibatkan kerugian Negara maka saya bersedia dituntut
penggantian kerugian negara dimaksud sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.

………….., …………………….
Pimpinan/ Ketua Lembaga ………………………

Materai Rp. 6.000

…………………………………
Lampiran 3 FORMAT LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN BANTUAN
PEMERINTAH

<KOP SURAT>

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN BANTUAN PENDIDIKAN SISWA BARU KELAS


X PROGRAM ADEM

Yang bertanda tangan di bawah ini :


1. Nama Lembaga : ........................................................
2. Nama Pimpinan Lembaga : …………………………………………………...
3. Alamat Lembaga : …………………………………………………..
4. Nama Bantuan : Bantuan Pendidikan Siswa Baru Kelas X Program
Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM)

berdasarkan Surat Keputusan Nomor ………………………… dan Perjanjian Kerja


Sama Nomor …………………………………….., telah menerima Bantuan Pendidikan
Siswa Baru Kelas X Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) dengan nilai
nominal sebesar Rp. …………………………………………………………..
Sehubungan dengan hal tersebut, dengan ini Saya menyampaikan laporan
pertanggungjawaban bantuan sebagai berikut:
1. Laporan Penggunaan Jumlah Dana
a. Jumlah total dana yang telah diterima : ……………………………(……..)
b. Jumlah total dana yang dipergunakan : ……………………………(……..)
c. Jumlah total sisa dana : …………………………...(……..)

2. Telah menyelesaikan seluruh pekerjaan (100%) Bantuan Bantuan Pendidikan


Siswa Baru Kelas X Program ADEM berdasarkan Perjanjian Kerja Sama tersebut di
atas.

Berdasarkan hal tersebut di atas, saya dengan ini menyatakan dengan


sebenar-benarnya bahwa:
1. Bukti-bukti pengeluaran penggunaan dana Bantuan Pendidikan Siswa Baru
Kelas X Program sebesar Rp. ……………………………………(………) telah kami
simpan sesuai dengan ketentuan untuk kelengkapan administrasi dan keperluan
pemeriksaan aparat pengawas fungsional.
2. Telah menyetorkan sisa dana bantuan ke Kas Negara sebesar
………………………………(......) sebagaimana Bukti Penerimaan Negara (BPN)
terlampir.
3. Apabila di kemudian hari, atas penggunaan dana Bantuan Pendidikan Siswa Baru
Kelas X Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) mengakibatkan kerugian
Negara maka saya bersedia dituntut penggantian kerugian negara dimaksud sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Demikian laporan pertanggungjawaban Bantuan Pemerintah ini kami buat dengan


sesungguhnya dan penuh tanggung jawab.
………….., …………………………..

Pimpinan/ Ketua Lembaga …………………………….

Materai Rp. 6.000

……………………………………
Lampiran 4 FORMAT BERITA ACARA SERAH TERIMA

<KOP SURAT>

BERITA ACARA SERAH TERIMA


NOMOR ..........................

Pada hari ini ……………………… tanggal ………………………… bulan …………………..


tahun ………………. yang bertanda tangan di bawah ini:
1. Nama : ………………………………………………..
Jabatan : ………………………………………………..
Pimpinan/Ketua : ………………………………………………..
Alamat : ………………………………………………..
yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KESATU

2. Nama : ……………………………………………….
NIP : ………………………………………………
Jabatan : PPK Satker ………………………………
Alamat : ……………………………………………...
yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA
dengan ini menyatakan sebagai berikut:
1. PIHAK KESATU telah melaksanakan penyelesaian pekerjaan berupa
………………………….. sesuai dengan Surat Keputusan Nomor …………………….
dan Perjanjian Kerja Sama nomor ………………………………………..
2. PIHAK KESATU telah menerima dana bantuan dari PIHAK KEDUA dan telah
dipergunakan untuk keperluan pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan
Perjanjian Kerja Sama, dengan rincian sebagai berikut:
a. Jumlah total dana yang telah diterima : ………………………. (………………)
b. Jumlah total dana yang dipergunakan : ……………………… (.............)
c. Jumlah total sisa dana : …………………………………………(…………)
3. PIHAK KESATU menyatakan bahwa bukti-bukti pengeluaran dana
Bantuan ………………………………………… sebesar …………………..(…….) telah
disimpan sesuai dengan ketentuan untuk kelengkapan administrasi dan
keperluan pemeriksaan aparat pengawas fungsional.
4. PIHAK KESATU menyerahkan kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA
menerima dari PIHAK KESATU berupa …………………….. dengan nilai
………………………...
5. PIHAK KESATU telah menyetorkan sisa dana bantuan ke Kas Negara sebesar
........................ sebagaimana Bukti Penerimaan Negara (BPN) terlampir.

Demikian Berita Acara Serah Terima ini dibuat dengan sebenarnya dan
ditandatangani oleh Para Pihak pada hari ini dan tanggal tersebut di atas, untuk
dipergunakan sebagaimana mestinya.

PIHAK KESATU PIHAK KEDUA


................................ PPK Satker .....................

....................... ......... ……………………..


NIP ……………………….
-2-

Lampiran 5 Format Laporan Penggunaan Bantuan

Bantuan Pendidikan Siswa Baru Kelas X Program


SMA/SMK ……………………………………..
Provinsi ……………………………….
Tahun 2019

A. Nama Bantuan : ……………………………………………………………………


B. Waktu pelaksanaan : ……………………………………………………………………
C. Penggunaan Bantuan (uraikan secara singkat) :
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………….
D. Nama Peserta Didik Penerima Bantuan
No Nama Kelas Kab/kota Jumlah
Asal Bulan

E. Kendala dan Rekomendasi Pelaksanaan Program


F. Evaluasi dan Saran
Lampiran-Lampiran:
 Dokumentasi

……….., …………………

Kepala Sekolah

Nama
NIP
-3-

Lampiran 6 Format Buku Kas Umum

BUKU KAS UMUM


Bantuan Pendidikan Siswa Baru Kelas X Program
Tahun Anggaran 2019

Nama Sekolah :
Alamat :
Kab/Kota :
Provinsi :

Tanggal No. Kode No. Bukti Uraian Penerimaan Pengeluaran Saldo


(Debit) (Kredit)

Mengetahui,

Kepala Sekolah Bendahara

(…………………………….) (…………………………….)

NIP NIP