Anda di halaman 1dari 3

1d.

Anak yang perlu pemeriksaan dan penanganan yang cepat (T4P3R2MOB)


Tiny baby (bayi kecil < 2 bulan)
Temperature: sangat panas
Trauma (trauma atau kondisi yang perlu tindakan bedah segera)
Trismus
Pallor (sangat pucat)
Poisoning (keracunan)
Pain (nyeri hebat)
Respiratory distress
Restless, irritable, or lethargic (gelisah,mudah marah, lemah)
Referral (rujukan segera)
Malnutrition (gizi buruk)
Oedema (edema kedua punggung kaki/tungkai)
Burns (luka bakar luas)

2c.
Saluran pernafasan terdiri atas laring, trakea, dan bronkus dimana terdapat
jaringan epitel yang dilapisi mucus bersilia bersel goblet. Di jaringan epitel
tersebut terdapat reseptor batuk yang peka terhadap rangsangan. Saat benda asing
masuk ke saluran pernafasan, akan menempel di mucus saluran pernafasan.
Selanjutnya akan terjadi iritasi pada reseptor batuk, sehingga terjadi aktifasi pusat
batuk. Fase ini disebut fase iritasi.Reseptor batuk dan medulla spinalis
dihubungkan oleh serat aferen non myelin. Medula Spinalis akan memberikan
perintah balik berupa kontraksi otot abductor, kontraksi pada kartilago di laring
seperti kartilago aritenoidea yang akan menyebabkan kontraksi diafragma
sehingga terjadi kontraksi dan relaksasi intercosta pada abdominal.Hal ini akan
menyebabkan glottis terbuka karena medulla spinalis juga merespon terjadinya
inspirasi sehingga akan terjadi inspirasi yang cepat dan dalam. Fase ini disebut
fase Inspirasi.Saat bernafas paru memiliki daya kembang paru yang akan
menyebabkan glottis menutup selama 0,2 detik. Saat glottis menutup tekanan
intratorak naik sampai 300cmH20.Fase ini disebut fase kompresi.
4a

kasus Nilai normal interpretasi


Respiratory 45 x/menit 24-40 x/menit Takipneu
rate
Nafas cuping (+) (-) Kompensasi tubuh
hidung
Gerakan simetris Simetris Normal
dinding dada
kiri dan kanan
Retraksi supra (+) (-) Kompensasi tubuh
sterna dan sela
iga
auskulatasi Ventrikuler, ronkhi (-) Ventrikuler, Normal
ronkhi (-)
Jantung Tidak ada kelainan Tidak ada Normal
kelainan
HR 135 x/menit 90-150 x/menit Normal
Nadi Brachialis dan radialis Brachialis dan Normal
kuat radialis kuat
Kulit Berwarna merah muda, Berwarna merah Normal
hangat muda, hangat (menunjukkan
tidak terjadi
gangguan
sirkulasi)
Capillary refill <2 detik < 2 detik Normal
time

 Agitasi, sewaktu anak hendak diperiksa ia langsung menangis memeluk ibunya.


Interpretasi : anak tampak gelisah atau tidak nyaman, agitasi adalah salah satu tanda
terjadinya hipoksia, menangis kuat menunjukkan anak tidak dalam keadaan yang
lemah (kemungkinan merasa sakit, takut, atau hanya ingin menangis), sedangkan
menangis lemah menunjukkan anak sakit berat. Ini juga merupakan refleks anak
yang sedang sakit (rewel).

 Nafas terlihat cepat dengan peningkatan usaha nafas dan terdengar suara mengorok
setiap kali anak menarik nafas.
Interpretasi : peningkatan usaha nafas dan stridor inspirasi.
Mekanisme : infeksi → inflamasi → edema pada dinding saluran pernafasan →
obstruksi → peningkatan kecepatan dan turbulensi udara yang lewat → stridor
inspirasi.
infeksi virus memicu terjadinya inflamasi, eritema dan edema pada laring dan
trakea, sehingga mengganggu gerakan plica vocalis. Diameter saluran napas atas
yang paling sempit adalah pada bagian trakea dibawah laring (subglottic trachea).
Adanya spasme dan edema akan menimbulkan obstruksi saluran napas atas,
sehingga meningkatkan kecepatan dan turbulensi aliran udara yang lewat. Saat aliran
udara ini melewati plica vocalis dan arytenoepiglottic folds, akan menggetarkan
struktur tersebut sehingga akan terdengar stridor

 Respiratory rate : 45 kali/menit.


Nilai normal anak usia 2 tahun : 24-40 kali/menit.
Interpretasi : terjadi peningkatan respiratory rate, ini merupakan kompensasi
untuk memenuhi kebutuhan oksigen.

 Nafas cuping hidung(+):


adanya alat bantu nafas , mekanismenya agar dalam kasus terjadi obstruksi parsial
laring akibat inflamasi, edema, eritem akhirnya sulit bernafas  O2 kurang
didalam tubuh penderita sehingga kompensasinya tubuh akan menghirup O2
lebih banyak dengan cara mempergunakan alat bantu nafas dengan cara
mengembang kempiskan cuping hidung.

 retraksi suprasternal dan sela iga (+).


Interpretasi Retraksi suprasternal dan intercostals  abnormal.
Mekanisme: pada kasus ini, terjadi obstruksi saluran nafas akibat inflamasi yang
menyebabkan edema pada laring, sehingga setelah terjadi obstruksi jalan nafas
mengakibatan terjadi hypoxia. Tubuh berusaha mengkompensasi keadaan ini
dengan melibatkan otot-otot tambahan pernafasan sehingga terjadi lah retraksi
suprasternal dan intercostals.

 Temperature : 37,9 axila.


Nilai Normal : 36-37o C (axila)
Interpretasi : Terjadi peningkatan suhu tubuh
Mekanisme : virus yang masuk ke dalam tubuh mengeluarkan pirogen eksogen .
Dari dalam tubuh akan mengahasilkan makrofag yang menghasilkan pirogen
endogen tujuannya adalah untuk memfagosit dan melisis mikroorganisme dan
eksogen yang masuk kedalam tubuh, pada saat fagositosis IL – 1 dihasilkan
kemudian memicu hypothalamus untuk mengeluarkan fosfolipase yang akan
mengubah fosfolipid menjadi as.arakidonat yang memicu keluarnya
prostaglandin, prostaglandin akan memicu kenaikan suhu (demam tidak tinggi)