Anda di halaman 1dari 11

65

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Studi Kasus


1. Pengkajian
a. Subyek 1
1) Data Umum
Dari pengkajian bahwa kepala keluarga Ny “H” yang

berumur 70 tahun, pendidikan terakhir SD dan keadaan saat ini

menderita penyakit hipertensi. Sedangkan suami pasien Tn.

“A” telah meninggal dunia diusia 60 tahun dan pendidikan

terakhir SMP. Nn “S” dan Nn “T” tinggal di rumah pribadi di

Desa Pattiro.
Ny “H” merupakan anak pertama dari 2 bersaudara

sedangkan Tn “A” anak kedua dari 3 bersaudara. Tn “A” dan

Ny “H” menikah dan mempunyai 2 orang anak yaitu 2 anak

perempuan dan saat ini Ny ”H” tinggal bersama anaknya.


Tipe keluarga Ny “H” adalah Single parent family adalah

suatu keluarga yang terdiri dari satu orang tua dan anak.

Keluarga Ny “H” adalah suku Bugis, agama yang dianut oleh

keluarga adalah agama Islam dan tidak ada keyakinan yang

berdampak buruk pada status kesehatan keluarga Ny “H”.


Ny. “H” bekerja sebagai ibu rumah tangga, dan yang yang

bertanggung jawab dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari

adalah anak pertama yakni Nn “S” sebagai pegawai negeri. Ny

“H” memenuhi kebutuhan rekreasinya dengan menggunakan

waktu sengganya berkumpul bersama keluarga dan sesekali

keluar rumah pergi ke tempat rekreasi.


66

2) Riwayat perkembangan
Tahap perkembangan keluarga Ny “H” saat ini adalah tahap

perkembangan keluarga lanjut usia, hal ini dapat di lihat dari

salah satu anggota keluarga yang telah berumur 70 tahun yaitu

Ny “H”. pada keluarga Ny “H” tidak ditemukan tahap

perkembangan keluarga yang belum terpenuhi. Ny “H”

mengatakan komunikasi antar dalam keluarganya bersifat baik

dan terbuka.
Ny “H” mengatakan mempunyai riwayat penyakit

keturunan yaitu penyakit tekanan darah tinggi. Ny “H” pernah

di rawat di rumah sakit dengan sakit tekanan darah tinggi.

Kedua anak dari Ny “H” tidak mempunyai atau tidak pernah

mengalami penyakit yang parah.


3) Lingkungan
Jenis rumah yang ditempati Ny “H” adalah rumah batu

dengan luas 7 x 13 m terdiri atas teras, satu ruang tamu, tiga

kamar tidur, dan satu dapur. Status kepemilikan adalah milik

pribadi. Di dalam rumah terdapat jendela sehingga sirkulasi

udara cukup baik. Lantai rumah terbuat dari tegel dan bersih,

sumber air yang di gunakan adalah sumur bor. Jamban yang

digunakan adalah jamban jongkok dan septic tank berada di

belakang rumah, sedangkan pengelolaan dikumpul untuk

diangkut oleh mobil sampah.


Ny “H” mengatakan mempunyai beberapa tetangga yang

merupakan penduduk asli. Interaksi antar warga di lingkungan

tersebut biasanya berlangsung pada pagi dan sore hari.


67

Keluarga Ny “H” termasuk anggota masyarakat aktif di

lingkungannya serta dapat berinteraksi dengan baik antra

anggota masyarakat lainnya.


4) Stuktur keluarga
Keluarga Ny “H” berkomunikasi secara terbuka sehingga

anggota keluarga dapat memberikan masukan satu sama lain

jika ada suatu hal yag dihadapi. Ny. “H” merupakan seorang

ibu rumah tangga yang mengurus suami dan anak – anaknya,


Nn “S” sebagai kepala keluarga bertanggung jawab dalam

mengatur rumah tangga dan juga berperan sebagai pengambil

keputusan dalam keluarganya. Nilai dan norma dalam keluarga

yang mempengaruhi penyakit adalah suatu penyakit yang

terjadi memang karena penyakitnya bukan karena hal – hal

tertentu. Jika ada anggota keluarga yang sakit, akan memilih

untuk menggunakan obat – obat tradisional atau memeriksakan

kesehatanya ke tempat pelayanan kesehatan.


Keluarga Ny “H`”sangat rukun dan saling memperhatikan

satu sama lain, jika ada masalah yang terjadi, maka dengan

cepat akan diselesaikan. Semua keluaga Ny “H” adalah

muslim, sehingga juga aktif dalam kegiatan keagamaan.

Keluarga Ny “H” mengetahui penyakit yag di alami oleh Ny

“H”, namun terkadang tidak mematuhi pantangan penyakitnya,

sehingga masih belum mampu meningkatkan status kesehatan

keluarga. Kondisi keluarga Ny “H” cukup stabil dan mereka


68

mempunyai tabungan keluarga yang dapat digunakan jika

sedang dibutuhkan
5) Stress dan koping keluarga
Ny “H” mengatakan apa yang terjadi pada dirinya adalah

kehendak Allah SWT. Keluarga mampu memahami dan

menerima penyakit yang dialami oleh Ny “H”.


6) Pemeriksaan Fisik
Saat dilakukan pemeriksaan fisik pada Ny “H” di dapatkan

tanda – tanda vital : tekanan darah 170/100 mmHg, pernapasan

20 x/menit, suhu 36,2 0C, nadi 70 x/menit, TB 140 cm, BB 50

kg. pada pemeriksaan head to tue, kepala : pada pemeriksan

tidak ditemukan kelainan, kepala bersih. Leher : pada leher

tidak nampak adanya peningkatan distensi vena jugularis dan

arteri karotis, tidak teraba adanya pembesaran kelenjar tiroid.

Mata : konjungivita tidak terlihat anemis, penglihatan kurang

baik. Telinga : pendengaran berkurang. Hidung : tidak ada

kelainan yang ditemukan. Ekstemitas atas dan bawah : pada

ekstremitas atas dan bawah tidak terdapat edema, tidak terjadi

kelumpuhan.
Analisa Data
Tabel 4.1. analisa data subyek 1

No Data Masalah
1 DS :
a. Ny “H” : saya mengalami penyakit Gangguan

hipertensi sejak 5 tahun yang lalu. pemenuhan


b. Ny “H” : saya pernah dirawat di
kebutuhan nutrisi
RS
c. Ny “H” : saya suka makan
69

makanan bersantan dan bergaram.


d. Ny “H” : saya kurang mengetahui

diet nutrisi makanan yang baik

untuk hipertensi.

DO :

a. IMT 25,5
b. TTV :
- TD : 170/100 mmHg
- S : 36,2 0C
- P : 20 x/menit
- N : 70 x/menit

2. Diagnosa Keperawatan
Table 4.2. Diagnosa keperawatan subyek 1

No Kriteria Skala Bobot Skoring Pembenaran


1 Sifat masalah : 3 1 3/3x1=1 Masalah sudah

Tidak/kurang terjadi

sehat

a) Actual = 3
b) Resiko = 2
c) Potensial = 1
2 Kemungkinan 1 2 1/2x2 =1 Kurangnya

masalah dapt di pengetahuan

ubah sebagian keluarga

a) Mudah = 2 tentang
b) Sebagian = 1
c) Tidak dapat = gangguan

0 pemenuhan

kebutuhan
70

nutrisi
3 Potensi masalah 2 1 2/3x1=2/3 Keluarga

untuk di cegah mengikuti

a) Tinggi = 3 instruksi yang


b) Cukup = 2
c) Rendah = 1 di berikan

4 Menonjolkan 2 1 2/2x1=1 Bila tidak

masalah : ditangani

a) Masalah berat segera

harus segera di kemungkinan

atasi = 2 akan semakin

b) ada masalah tp parah

tdk perlu

ditangani = 1

c ) masalah tdk

dirasakan = 0
Jumlah : 3 2/3

b. Subyek 2
1) Pengkajian
a) Data Umum
Dari pengkajian bahwa kepala keluarga Tn. “M” yang

berumur 70 Tahun, pendidikan terakhir SMP dan keadaan saat ini

sehat. Sedangkan istrinya Ny “J” umur 75 tahun pendidikan

terakhir SMP, keadaan saat ini menderita penyakit hipertensi . Tn

“M” dan Ny “J” tinggal di rumah pribadi di Desa Pattiro.


71

Tn “M” merupakan anak pertama dari 4 bersaudara

sedangkan Ny. “J” anak pertama dari 4 bersaudara. Tn “M” dan Ny

“J” menikah dan mempunyai 2 orang anak laki-laki yang

berkeluarga.
Tipe keluarga Ny “J” Nuclear Family, yaitu keluarga yang

terdiri atas suami, istri dan anak. Keluarga Ny “J” adalah suku

Bugis, agama yang dianut oleh keluarga adalah agama Islam dan

tidak ada keyakinan yang berdampak buruk pada status kesehatan

keluarga Ny “J”.
Ny. “J” bekerja sebagai ibu rumah tangga dan Tn “M”

bekerja sebagai pensiunan. keluarga Ny “J” memenuhi kebutuhan

rekreasinya dengan menonton TV di rumah sesekali keluar rumah

ketika ada acara keluarga


1) Riwayat perkembangan
Tahap perkembangan keluarga Ny “J” saat ini adalah tahap

perkembangan keluarga lanjut usia, hal ini dapat dilihat dari

salah satu anggota keluarga yang telah berumur 75 dan 70

tahun yaitu Tn “M” dan Ny “J”. Pada keluarga Ny “J” tidak

ditemukan tahap perkembangan keluarga yang belum

terpenuhi. Ny “J” mengatakan komunikasi antar dalam

keluarganya bersifat baik dan terbuka.


Ny “J” mengatakan mempunyai riwayat penyakit keturunan

yaitu penyakit tekanan darah tinggi.


72

2) Lingkungan
Jenis rumah yang ditempati Ny J” adalah rumah batu

dengan ukuran 8 m x 15 m, terdiri atas teras, satu ruang tamu,

dua kamar tidur, dan satu dapur. Status kepemilikan adalah

milik pribadi. Di dalam rumah terdapat jendela sehingga

sirkulasi udara cukup baik. Lantai rumah terbuat dari tegel dan

bersih, sumber air yang di gunakan adalah sumur bor. Jamban

yang digunakan adalah jamban jongkok dan septic tank berada

di belakang rumah, sedangkan pengelolaan di kumpul untuk

diangkut oleh mobil sampah.


Ny “J” mengatakan mempunyai beberapa tetangga yang

merupakan penduduk asli dan saling memperhatikan. Interaksi

antar warga di lingkuan tersebut biasanya berlangsung pada

sore hari. Keluarga Ny “J” termasuk anggota masyarakat aktif

di lingkungannya serta dapat berinteraksi dengan baik antra

anggota masyarakat lainnya.


3) Stuktur keluarga
Keluarga Ny “J” berkomunikasi secara terbuka sehingga

anggota keluarga dapat memberikan masukan satu sama lain

jika ada suatu hal yag dihadapi. Ny “J” merupakan seorang ibu

rumah tangga yang mengurus suami dan anak – anaknya.


Tn “M” sebagai kepala keluarga bertanggung jawab dalam

kehidupan keluarganya dan juga berperan sebagai pengambil

keputusan dalam keluarganya. Nilai dan norma dalam keluarga

yang mempengaruhi penyakit adalah suatu penyakit yang

terjadi memang karena penyakitnya bukan karena hal – hal


73

tertentu. Jika ada anggota keluarga yang sakit, akan memilih

untuk menggunakan obat – obat tradisional atau memeriksakan

kesehatanya ke tempat pelayanan kesehatan.


4) Fungsi keluarga
Ny “J” hanya tinggal berdua denga suaminya, interaksi

dalam keluarga terjalin dengan sangat baik. Semua keluaga Ny

“J” adalah muslim dan sesuai dengan norma yang berlaku di

masyrakat. Ny “J” mengetahui penyakit yag dialaminya.

Keluarga tahu makanan pantangan dari hipertensi. Ny “J”

jarang memeriksakan tekanan darahnya ke puskesmas.


Keuangan Ny “J” cukup stabil dan mereka mempunyai

tabungan keluarga yang dapat digunakan jika sedang

dibutuhkan.
5) Stress dan koping keluarga
Kemampuan keluarga berespon terhadap stressor yaitu

keluarga saling membantu dan mengingatkan serta melibatkan

anggota keluarga untuk bekerja sama.

6) Pemeriksaan Fisik
Saat dilakukan pemeriksaan fisik pada Ny “J” didapatkan

tanda – tanda vital : tekanan darah 170/90 mmHg, pernapasan

22 x/menit, suhu 36,1 0C, nadi 70 x/menit, TB 150 cm, BB 48

kg. Pada pemeriksaan head to tue, kepala : pemeriksan tidak

ditemukan kelainan, kepala bersih. Leher : pada leher tidak

Nampak adanya peningkatan vena jugularis dan arteri karotis,

tidak teraba adanya pembesaran kelenjar tiroid. Mata :

konjungivita tidak terlihat anemis, penglihatan kurang baik.


74

Telinga : pendengaran berkurang. Hidung : tidak ada kelainan

yang ditemukan. Ekstemitas atas dan bawah : pada ekstremitas

atas dan bawah tidak terdapat edema, tidak terjadi kelumpuhan.


Analisa Data
Tabel 4.3. analisa data subyek 2

No Data Masalah
1 DS :
a. Ny “J” : saya sudah lama Gangguan

mengalami penyakit hipertensi pemenuhan


b. Ny “J”: saya merasa pusing dan
kebutuhan nutrisi
kaku pada leher
c. Ny “J”: Nafsu makan saya kurang

karena makanan terasa hambar


d. Ny “J”: saya tidak mengetahui

diet nutrisi makanan yang baik

untuk hipertensi.
e. Ny “J”: saya jarang

memeriksakan diri ke puskesmas

DO :

c. IMT ; 21,3
d. TTV :
- TD : 170/00 mmHg
- S : 36,1 0C
- P : 22 x/menit
- N : 70 x/menit

2) Diagnosa Keperawatan
Tabel 4.4 Diagnosa keperawatan subyek 2

No Kriteria Skala Bobot Skoring Pembenaran


1 Sifat masalah : 3 1 3/3x1=1 Masalah sudah

Tidak/kurang terjadi
75

sehat
2 Kemungkinan 1 2 1/2x2 =1 Kurangnya

masalah dapt di pengetahuan

ubah sebagian keluarga

tentang

gangguan

pemenuhan

kebutuhan

nutrisi
3 Potensi masalah 2 1 2/3x1=2/3 Keluarga

untuk di cegah : mengikuti

cukup instruksi yang

di berikan
4 Menonjolkan 2 1 2/2x1=1 Bila tidak

masalah : ditangani

Masalah berat segera

harus segera di kemungkinan

atasi akan semakin

parah
Jumlah : 3 2/3