Anda di halaman 1dari 16

BABI

PENDAHULUAN A. LatarBelakangMasalah Berkurbanmerupakan suatu ibadah sunnah bagi mereka yang mampu untuk
PENDAHULUAN
A. LatarBelakangMasalah
Berkurbanmerupakan suatu ibadah sunnah bagi mereka yang mampu
untuk melaksanakannya. Adapun ukuran yang menjadi mampu berkurban,
hakikatnyasama dengan ukuran kemampuan shadaqah, yaitu mempunyai harta
lebihsetelahterpenuhinyakebutuhanpokok yang lazim bagi seseorang. Jika
seseorang masih membutuhkan uang untuk kebutuhan-kebuthan tersebut, maka
diaterbebasdarimelaksanakansunnahkurban.Akantetapimenurutal-Jabari(1994:15)
bahwahukummelaksanakankurban adalahwajibbagiorang yangmemilikinishab
zakatmenurutpendapatUlamaHanafiah.
Padadasarnyahukumkurbanadalahsunnahakantetapiketentuantersebut
dapat berubah menjadiwajibjikaorangyangberkurbanmewajibkankurbanatas
dirinya.Kurbanyang wajib hukumnya, yaitu untuk menunaikan nadzar seseorang
atasjanjinyatersebutataukarenaikrarnyaseseorang karena dia mewajibkannya
sendiri(al-Qhadi,2009:368). Dalam pelaksanaan kurban yang wajib, semua
bagiankurbanharusdibagikan,lainhalnyadengan kurban yang hukumnyasunnah,
maka orang yang melaksanakannya boleh memakan atau menikmati 1/3dari
penyembelihan.
Hewan yang disembelih untuk kurban ditujukan dengan tiga hal, yaitu
dimakan sendiri,dihadiahkan dan dishadaqahkan (Rifa‟i,t.th: 429). Dalam aturan
berkurban,semuabagianbaikitudaging,bulu,kulit,tulangdanbagianlaindari

1

2

hewankurbanyangdapatdimanfa‟atkanharusdibagikanataudishadaqahkandan

tidakbolehuntukdiperjual-belikan.Dasarnyaadalah: R Ʃə R Rғ ǚ R ұ R Ƴǚǃ R R R ưR ƩƷ
tidakbolehuntukdiperjual-belikan.Dasarnyaadalah:
R
Ʃə R
Rғ ǚ R
ұ R
Ƴǚǃ
R R R ưR
ƩƷ DžưR RƁƿ R Dž
R ̉R
R ǚƻƳƁ RLJƳƛǡriDžƳƉ ǡriƳ̉RƁײַ
R
ƛLJƛƳǚ R ƩDžƳ R
R R Rǜ
Dž R Ƴƛ
ə
R
ƓƛLJƿ LJұ RưRƳǚ ǚ ƿ ײַǚƉң DžƳǚ Ɠƛ R ǚƳǚDž ǚ R
R .ǚ RưRə Rƛ)ƻƳƁƿ Rײַ(
R
R R
Rǚғ Ƴңǚ
Rǚ R̉R
R Rə
Ƴң
R
R
R LJ
DariAliberkata:RasulullahShallallahu„alaihiwasallam memerintahkanku agar
aku mengurusi onta-onta kurban Beliau, menshadaqahkan dagingnya, kulitnya
danpenutuptubuhnya.Danagaraku tidakmemberikansesuatupun(dari kurbanitu)
kepadatukangjagalnya.HRMuslim(Muslim,t.th:549-550).
Selain dalil diatas, terdapat pula dalil yang melarang memperjualbelikan
kulithewankurbanadalahhadisyangdiriwayatkanolehabu hurairah ia berkata
bahwaRasulullahSAW.bersabda:
R . RLJǜ Rƻƭǚұ
R)DžƩ
Rײַ(
R R Rғ R R ǐƳǎ R ƥ Rǐ ƛǚ LJƿ
R
LJ
Ƴң R Rə
LJұƍ
“Barangsiapamenjualkulitbinatangkurbannya,makatidakada kurbanbaginya”.(HR.
Hakim dan Baihhaki). (Abdus Salam Bali, 2006:470 danal-Qhadi,
2009:370).
Berdasarkan hadits di atas mayoritas para ulama madzhab berpendapat
melaranguntukmenjualkulit hewan kurban tersebut, karena berpegang dengan
zhahirhadits(tekstualhadits)yangmelarangmemperjualbelikankulithewankurban.
.ǚ R R R ƥ̉R RǜңƉң Dž R ǐ
̉R RLJƻ
R
ƥ̉RƉ¤ǚ
R
Ɖң RLJƻ R R ǜƳǚ ǔ Rң R ƅƳ:LjƝ
LJ
R
R Ƴǚ
R Ʃ
R
R R Ƴ ƥǚ R R R R
R Ƴǚƿ
R
ǚө R
Rǚ ƥ

3

LJǃ R ǚңDžƉǖ R R R R

. R R ƥ ǔ

Rײַ Rǚҹə

R

R ƿ R R ǐ R

Ɠǚƛ R

R Ƴ Rƭ

R R

R

ǐ

Dž R ƭƭ RƁ R RƳǚ ұƍ R ưR R ǐ R/

R

R

R

R

LJ

Dž . LJ R R R ǃ Ƴǚ R R ¤ R R Rƿǖƅ ƛLJ
Dž
. LJ R R R ǃ Ƴǚ
R
R
¤
R R Rƿǖƅ ƛLJ RƁ
ǐ R
R
R
Ƴ R
ǃ Rұ¤ǚ R
ə RƳң¤ǚ ұƍƳǐ R LJ R
R R
R
ƭ
R ƁLJƟ R ǚəưRƳң R ǚ ғ R R R LJƿƛǚ LjiDž R ǐ:ǚ ғ R Džƥ R ǚ
R
RҹƳ R R R ƳǚLJLJ ƻ R Ƴƛ ǚƅƳ ǚƍ:LjƝƥ R LJƳǚ R Ʃ
R
Rƍǚﬞ
ǐƻ Ƴ
LJ R
ұƍ
R R LJƳƛ Rң Ɔ̉үDž R ǐ ǚǃ R LjiLJǃҜƵǚ
R қƭ R
LJƩ
R
ưRǚƭ Dž¤ Rƿ
R R
ƛǚ ǚƿ R LJƩ R R
ǃ Rǃ R
R
ǚƛ ǐə R R
Ɓ
Ƴǚғ
R
R R
¤ R
.Dž R Ƴ ұ R ǐ
ұƍ RLJ
R ұ ƳƳǚƻ R R R
ǚǃ R ƭƳǚ ¤Dž
R Ƴ R ǐ R
Rұ R
R ұƍƳǚƳǚ
R R LJ R
R
ImamAsy-Syafi‟iberkata:“Jikaseseorangtelahmenetapkanbinatangkurban,
wolnyatidak dicukur. Adapun binatang yang seseorang tidakmenetapkannya
sebagai kurban, dia boleh mencukur wolnya. Binatang kurban termasuk nusuk
(binatang yang disembelih untuk mendekatkan diri kepada Allah), dibolehkan
memakannya,memberikanmakan(kepada oranglain)danmenyimpannya.Inisemua
boleh terhadap seluruh (bagian) binatang kurban,kulitnyadandagingnya.Aku
membencimenjualsesuatudarinya.Menukarkannyamerupakanjualbeli”.
Beliau juga mengatakan : “Aku tidak mengetahui perselisihan di antara
manusiatentangini,yaitu:Barangsiapatelahmenjualsesuatudari binatangkurbannya,
baikkulitatau lainnya,dia(harus)mengembalikanharganyaatau nilaiapayangtelah
diajual,jikanilainyalabihbanyakdariharganya untuk apa yangbinatangkurban
dibolehkanuntuknya.Sedangkanjikadiamenshadaqahkannya,makalebihakusukai,

sebagaimanabershadaqahdengandagingbinatangkurbanlebihakusukai”

4

Kebiasaan yang terjadi khususnya di Desa Cileunyi Wetan Kampung

SindangSari Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung, para pengurban atau

shahibal-kurbandalammelaksanakankurban,yaitu biasanya menitipkan hewan kurbanyangakan disembelihkepada
shahibal-kurbandalammelaksanakankurban,yaitu biasanya menitipkan hewan
kurbanyangakan disembelihkepada panitiaselakupenguruspelaksanaankurban.
Panitiakurbantersebutbiasanyadibentukdenganasas keridhaanyangterdiridari
warga masyarakat setempat sehingga tidak dengan formal tercatat adanya
cantumankepengurusanpenyelenggarakurban. Akan tetapi hewan yang ditipkan
atau yang diserahkan oleh pengurban merupakan sebuah amanah bagi panitia
penyelenggarakurban yang mana segala sesuatunya harus ditunaikan terutama
dalampembagianbagiandarihewankurbantersebut.
Adapunkenyataandilapangan khususnya di Desa CileunyiWetan terletak
di KampungSindang Sari Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung bahwa
terdapat praktik jual beli kulit hewan kurban. Dalam praktiknya bahwa para
penyelenggara kurban biasanya menjual kulit hewan kurban pada hari
penyembelihan musim kurban, padahal perihal tersebut saya kira adanya ketidak
sesuaiandenganhadisNabi SAW yangmelarannguntukmemperjualbelikankulit
hewankurban.
Menurut salah seorang panitia penyelenggara Saudara Abdurrahman,
terjadinyajualbeli kulit hewan kurban yaitu untuk mencegah dari mubadzir
apabila dibagikan kepada para mustahik, karena biasanya para mustahik malah
menyia-nyiakankulitbagiannya. Dan hasil dari penjualan nya pun dikembalikan
padaumat juga, karena hakikatnya pelaksanaan kurban adalah taqarrub pada
Allahdanuntukkepentinganumat.(Studipendahuluan:18oktober2012)

5

Dalamaturanjualbelisalahsatu syarat sahnya jual beli adalah terdapat

padaobjekjualbeliyaitumengenaibarang yang diperjual belikan tersebut harus

miliksendiriatau dikuasakan. Dalam jual beli kulit hewan kurban status kepemilikanhewan adalah ada pada pekurban dan
miliksendiriatau dikuasakan. Dalam jual beli kulit hewan kurban status
kepemilikanhewan adalah ada pada pekurban dan orang yangberhak menerima
pembagian hewan kurban (setelah disembelih) tersebut. Sehingga idealnya panitia
selakupihakpenjualharus memiliki izin terlebih dahulu dari pemilik hewan dan
parapenerimahasilkurbantersebut(mustahik).
Berdasarkan permasalahan tersebut penulis bermaksud untuk mengamati
danmengkajilebih lanjut secara ilmiah tentang pelaksanaan jual beli tersebut,
karenamungkinsajaterjadijualbeliyangmelencengdari ketentuanhukumislam.
Dengan demikian hal tersebut penulis tertarik untuk meneliti masalah ini dengan
mengambiljudul:
“PELAKSANAAN JUAL BELI KULIT HEWAN KURBAN di DESA
CILEUNYIWETANKECAMATANCILEUNYIKABUPATENBANDUNG
DALAMPERSPEKTIFULAMASYAFI’IYAH”.
B. RumusanMasalah
Berdasarkanlatarbelakangmasalahyangada di atas,objek dari jualbeli
tersebut yaitu kulit hewan kurban yang menurut penulis kurang sesuai dengan
hadis Nabi. Untuk menghindari keluasan masalah, maka penulis selaku peneliti
membatasipermasalahandenganmerumuskanmasalahsebagaiberikut:
1. Bagaimanapelaksanaanjualbelikulithewan kurban di Desa Cileunyi
WetanKecamatanCileunyiKabupatenBandung?

6

2. Apa alasan-alasan memperjual-belikan kulit hewan kurban di Desa

CileunyiWetanKecamatanCileunyiKabupatenBandung?

3. Bagaimanarelevansi pendapat Ulama Syafi‟iyah dengan pelaksanaan jual beli kulithewan kurban sebagai manadilakukandi
3. Bagaimanarelevansi pendapat Ulama Syafi‟iyah dengan pelaksanaan jual
beli kulithewan kurban sebagai manadilakukandi Desa CileunyiWetan
KecamatanCileunyiKabupatenBandung?
C. TujuanPenelitian
Dalam melaksanakan suatu penelitian tentunya tidak lepas dari tujuan
yanghendakdicapai.Adapuntujuanyangdiharapkanpenulisdalampenelitianiniadalah:
1. Untukmengetahuipelaksanaanjualbeli kulit hewan kurban di Desa
CileunyiWetanKecamatanCileunyiKabupatenBandung.
2. Untuk mengetahui alasan memperjual-belikan kulit hewan kurban di Desa
CileunyiWetanKecamatanCileunyiKabupatenBandung.
3. Untukmengetahui dan mengkaji relevansi pendapat Ulama Syafi‟iyah
dengan mekanisme jual beli kulithewan kurban di Desa CileunyiWetan
KecamatanCileunyiKabupatenBandung.
D. KerangkaPemikiran
Jual beli merupakan salah satu cara manusia dalam melaksanakan
transaksiuntukmemenuhikebutuhanhidup.Dalampemenuhankebutuhanhiduptersebut,
terdapattatacaradanatauketetapanhukumyangberlakudanmengatur.Sehinggayang
dimaksuddenganketetapanhukumadalahmemenuhipersyaratan-persyaratan,rukun-
rukundanhallainyangadakaitannyadenganjualbeli, apabilasyaratdanrukunatau
hallainnyatidakterpenuhimakadapatdiartikantelah

7

melenceng dari aturan syara‟. SebagaimanaAllahSWTberfirmandalamal-

Qur‟ansurrahan-Nisaayat29:              
Qur‟ansurrahan-Nisaayat29:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta
sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang
Berlakudengansukasama-sukadiantarakamu.danjanganlahkamumembunuh
dirimuSesungguhnyaAllahadalahMahaPenyayangkepadamu”.(Soenarjodkk,
2004:122).
PadadasarnyadalamIslamsecaragarisbesarjualbeliterbagikepadadua
macamyaitujualbeli yang diperbolehkan dan jual beli yang dilarang. Jual beli
yangdiperbolehkanadalahjualbeliyangsesuai dengan ketentuan hukum syara‟,
yaitujualbeliyangterpenuhinyasyaratdan rukunnyasertahallainyangberkaitan
denganjualbeli.Sedangkanjualbeli yang terlarang adalah jual beli yang tidak
sesuaidenganketentuansyara‟.Jualbeliterlarangatau yang dilarang, contohnya
dapatdisebabkanolehkecacatanobjekjual beli atau dapatjuga disebabkanoleh
tata carapelaksanaanjualbelitersebut. Ketetapan hukum tersebut dimaksudkan
agartidak bertentangan dengan syariat. Dalam hal ini adalah termasuk jual beli
kulithewankurban.
Perjanjianatauakaddalamhukum islam dibagi beberapa macam, dimana

tiapmacamakadtergantungdari sudut pandang mana dilihat, apabila dilihat dari

segikeabsahannyamenurutsyara‟,akadatauperjanjiandibagikepada duamacam

8

yaitu:

1. Perjanjianatauakadyangsahih

8 yaitu: 1. Perjanjianatauakadyangsahih

9

Perjanjianyangsahihadalahperjanjian yang telah memenuhi rukun dan

syarat sebagaimana yang telah ditetapkan oleh syara‟. Oleh karena itu

konsekuensi yang ditimbulkanakan mengikatpara pihak yang berjanji atau yang berakad.(RachmatSyafe‟i2004:66).
konsekuensi yang ditimbulkanakan mengikatpara pihak yang berjanji atau yang
berakad.(RachmatSyafe‟i2004:66).
MenurutulamaHanafiyahakad atau perjanjian yang sahih dibagi kepada
duamacam,yaknisebagaiberikut:
a) akadyangnafizyaitu akad yang dilangsungkan dengan memenuhi rukun
dansyaratnyadan tidak ada penghalang untuk melaksanakannya atau
dengankatalainakanyangsempurnauntukdilaksanakan.
b) akad yang mauquf, yaituakad dilakukan oleh seseorang yang cakap
bertindak secara hukum tetapi ia tidak memiliki kekuasaan untuk
melangsungkan dan melaksanakan perjanjian/akad tersebut, hal ini dapat
dicontohkan ketika si A memberikan uang kepada si B sejumlah Rp.
7000.000(tujuhjutarupiah)untukmembeliseekor kambing, dan ternyata
uangyangtujuhjutatadi dapat membeli6 ekor kambingsehingga si B
membeli6ekorkambingdenganuangtersebut. Keabsahan dariakad jual
belidengan6ekorkambinginisangattergantungkepadapersetujuansiA,
sebabyangdisuruhpertamakalisi B hanyauntukmembeli1 ekorkambing.
Daripermasalahanjual beli ini dapat dianalisa, jika si Amenyetujuiakad
yangdilakukanolehsi B makajualbeliitusah,tetapi jikatidakmakajual
belitersebutmenjadibatal.

10

2. Akadyangtidaksahih

Akad yang tidak sahih atau tidak sah adalah akad/perjanjian yang tidak

memenuhi unsur rukun dan unsur syarat, artinya akad ini tidak mempunyai dampak hukum atau tidak
memenuhi unsur rukun dan unsur syarat, artinya akad ini tidak mempunyai
dampak hukum atau tidak sah. Menurut ulama Hanafiyah yang seperti ini
tergolongkepadaakadyangbataldanfasid.Menurutbeliauakadyang bataldan
fasidbisadibedakan,yaitukalauakadyangbatalberartiakadinitidak memenuhi
rukunakad, atautidak ada barang yang diakadkan seumpama akad yang
dilakukanoleh seorang yangbukan ahliakad contoh akad orang yang gila,
sedangkanakadyangfasidadalahakadyangmemenuhipersyaratandanrukunnya
tetapi dilarang oleh syara‟ seperti halnyamenjual barang yang tidak diketahui
sehinggadapatmenimbulkanpersoalandibelakanghari.
Kurban merupakan salah satu ibadah yang sangat muliadan dianjurkan
danhukumnyatermasuksunnah muakkadah. Dalam ibadah kurban terdapat
aturan dan ketentuan yang berlaku. Diantara ketentuan tersebut adalah haramnya
menjualkulitkurbansebagaimanaketentuanHaditsNabipadapembahasansebelumnya.
MenurutibnuRusyddalam Bidayat Al-Mujtahid yangditerjemahkan oleh
ImamGhazaliSaiddanAhmadZaidun(II/2002:288)bahwakesepakatan paraulama,
hukumdaging(kurban)tidakboleh diperjual-belikan.Sedangkanselaindagingboleh
diperjual-belikan. Akan tetapi menurutJumhurUlamaselain dagingpuntidakboleh
diperjual-belikan.Hukuminiberlakubagipekurban(al-mudhahhi/shahibulkurban)dan
jugaberlaku bagi siapa saja yang mewakilipekurban,misalnyatakmirmasjidatau
panitiakurbanpadasuatuinstansi.

11

Sedangkan Abu Hanifah membolehkan dijual asal jangan dengan uang.

Maksudnya, boleh menjual kulit kurban dengan menukarkan kulit itu dengan

suatu barang dagangan (al-„uruudh) (Imam Ash-Shan‟ani, t.th, IV/97 dan TaqiyuddinAl-Husaini,t.th,II/242).
suatu barang dagangan (al-„uruudh) (Imam Ash-Shan‟ani, t.th, IV/97 dan
TaqiyuddinAl-Husaini,t.th,II/242).
Selainitu,ada pulaulamadari madzhabfiqihlainnya yang membolehkan
menjualkulithewankurban,adalahhaditsyangmembolehkanmemanfaatkan(intifa‟)
kurban,yaituhadisriwayatImamTirmidzidari AisyahRA.DalampandanganImam
AbuHanifah,atasdasarhaditsitu,bolehmelakukanpertukaran(mu‟awadhah)kulit
kurbanasalkanditukardenganbarangdagangan(al-„uruudh),bukandenganuang
(dinardan dirham). Sebab pertukaran kulit kurban denganbarangdagangan
termasukdalam pemanfaatan kurban (intifa‟)yangdibolehkanhaditsmenurutsemua
ulamasecaraijma‟(lihatIbnuRusyd,2002,I/352danAsh-Shan‟ani,t.th,IV/95).
Adapun dalil kedua, berupa hukum syara‟ tentang status kepemilikan
hewankurban.Yaknipada saat disembelih, hilanglah status kepemilikan hewan
kurbandarisipengurban. Maka dari itu, jika pengurban atau wakilnya menjual
kulithewankurbantersebut,samasajadiamenjualsesuatuyangbukanmiliknyalagi.
Dalamfiqihmua‟malah(RachmatSyafe‟I2004:78-79) bahwa syarat daribarang
atauobjek yangdiperjual-belikanatauakad dari jual-beliitusendiriadalah:
a) Barangharusada,tidakbolehakadatasbarang-barangyangtidakadaatau
dikhawatirkantidakada,sepertijual-belibuah-buahanyang tidak nampak,
ataujual-belianakhewandalamkandungan.

12

b) Harta harus kuat, tetap dan

bernilai, yakni benda yang mungkin

dimanfaatkandandisimpan.

c) Bendatersebutmiliksendiri. d) Dapatdiserahkan. Adapunyangmenjadisyaratpelaksanaanakad(Nafadz),adalah: a)
c) Bendatersebutmiliksendiri.
d) Dapatdiserahkan.
Adapunyangmenjadisyaratpelaksanaanakad(Nafadz),adalah:
a) Bendadimilikiaqidatauberkuasauntukakad.
b) Pada benda tidakterdapatbenda milikoranglain. Oleh karena itu tidak
boleh menjual barang yang didalamnya terdapat milikorang lain kecuali
atasizinorangyangberhakmemilikibarangtersebut.
SedangkanmenurutHendiSuhendi(2008,72-73) syarat dari objek jual-
beliadalah:
a) Suciataumungkindisucikan.
b) Memberi manfaat menurut syara‟, maka dilarang jual-beli benda-benda
yangtidakbolehdiambilmanfaatnyamenurutsyara‟.
c) Janganditaklikan,yaitudikaitkanataudigantungkankepadahal-hallain.
d) Tidakdibatasiwaktunya.
e) Dapatdiserahkancepatmaupunlambat.
f) Miliksendiri, tidaklah sah menjual barang orang laindengan tidak se-izin
pemiliknyaataubarangyangbaruakanmenjadimiliknya.
g) Diketahui (dilihat), barang yang diperjual-belikan harus dapat diketahui
banyaknya, beratnya, takarannya, atau ukuran-ukuran yang lainnya, maka
tidaklahsahjual-beliyangmenimbulkankeraguansalahsatupihak.

13

Dalam jual-beli kulithewan kurban terdapat milik orang lain. Maksud

milikoranglain adalah dalam hewan sembelihan kurban terdapat bagian milik oranglainatau para mustahik.
milikoranglain adalah dalam hewan sembelihan kurban terdapat bagian milik
oranglainatau para mustahik. Dalamhalinijelaslahbahwa memperjual-belikan
barangmilikorang lain tanpa seizinsi pemilik adalah batal. Sebagaiman kaidah
yangdikutipolehA.JajulidariAsymuni(2007:131).
ưR
R
R
R
R
. R R RəǔƳ RLJƥƁƉƭƴiDž
ғ
Džǐ
Ɔ̉үƳǚ
Rұ R Ƴ
ə
“Tidak boleh seseorang melakukan tindakan hukum atas milikorang lain tanpa
izinsipemilikharta”.
Dalam ktentuan hukum islam jual-beli tentu memiliki syarat yang mesti
dipenuhiagarjual-belitersebutsahdalam konteks pandangan agama. Sehingga
dalampenelitianinipenulismenekankanterhadappada syarat daripada akad jual
belikulithewankurbantersebutyangberdasarkanaturansyara‟dalamjualbeli.
E. Langkah-langkahPenelitian
Adapunyangmenjadilangkah-langkahpenelitianini,yaitumeliputi:
1. Menentukanmetodepenelitian
Metodeyangdigunakandalampenelitianini merupakan penelitian hukum
yang bersifat yuridis normatif, yaitu penelitian yang didasarkan pada penelitian
kepustakaan untuk mendapatkan data sekunder. Untuk melengkapi data yang
diperoleh dari penelitian kepustakaan, dilakukan penelitian lapangan. Adapun
yang menjadi sasaran penelitian hukum ini ada dua yaitu norma untuk penelitian
kepustakaan dan perilaku untuk penelitian lapangan. (Masri Singarimbun dkk,
1999:30).

14

2. Menentukansumberdata

Dalam menentukan sumber data penelitian ini penulis membagi kepada

duabagianyaitudataprimerdandatasekunder: a) DataPrimer Dalam penelitian ini penulis mengambildata primernya adalah
duabagianyaitudataprimerdandatasekunder:
a) DataPrimer
Dalam penelitian ini penulis mengambildata primernya adalah kepada
para pihak yang bersangkutan yaitu baik dari panitia atau penyelenggara
pelaksanaankurban selaku pihak penjual kulit,pihak pembeli kulitdan
para pihak lain yang bersangkutan dalam terjadinya transaksi tersebut
yaituparamustahik selaku penerima hasil kurban. Selain itu sumber data
lainadalahpara tokoh ulamasetempat,yangmanadalamhalini berperan
cukupsignifikan.
b) DataSekunder
Sumber Data Sekunder adalah sumber data pendukung yang menunjang
terhadap sumberdata primer.Sumberdata sekunder yangpenulisgunakan
dalampenelitianiniyaitudari buku-bukudan media lain yang berkaitan
denganmasalahyangsedangditeliti.
3. MenentukanjenisData
Jenisdatayangdigunakandalampenelitian ini adalah jenis data kualitatif.
Datakualitatifadalahmemaparkandata dan memberikan gambaran penjelasan
secarateoritikyangdidasarkanpadamasalah yang diteliti yang ada di lapangan
serta mengeksplorasikan kedalam bentuk laporan. Jenis data yang dikumpulkan
dalampenelitianinimerupakandata-datayangdijadikanjawabanataspertanyaan

15

penelitianyangdiajukanterhadapmasalahyangdirumuskanpada tujuan yang

telahditetapkan(CikHasanBisri,2008:58).

Adapunjenisdatayangdihimpunolehpenulisadalahmengenai: a) KondisiobjektifDesaCileunyiWetanKecamatanCileunyiKabupaten
Adapunjenisdatayangdihimpunolehpenulisadalahmengenai:
a) KondisiobjektifDesaCileunyiWetanKecamatanCileunyiKabupaten
Bandungdankondisiobjektifparapelakutransaksijualbeli.
b) PendapatUlamasetempatdalampenelitianiniadalahlangsungdari ketuaMUI,
mengenaijualbelikulithewankurban.
c) Kedudukanjualbelitersebutmenurutpandanganagamayangdiambildari
sisifiqihmuamalah,sehinggabisadisimpulkanhukumnya.
4. Menentukanteknikpengumpulandata
Dalampenelitianinipenulismenggunakanbeberapa teknikpengumpulan
datayaitu:
a) Wawancara
Interview, yaitu pengumpulan data yang dilakukan dengan mengadakan
tatap mukaatau wawancaralangsungpada pihakyangbersangkutanuntuk
memberikandatayangdiperlukandalamprosespenelitian.
b) Observasi
Observasi merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan
cara peneliti mengadakan pengamatan langsung di lapangan terhadap
gejalayangterjadipadaobjekpenelitian.
c) Studikepustakaan
Pengumpulandatayangbersumberdaribuku-bukuyangmembahasdan
berhubungandenganobjekpenelitian.

16

5. Analisisdata

Pada dasarnya analisis data merupakan penguraian data melalui tahapan-

tahapan kategori dan klasifikasi, perbandingan dan pencarian hubungan antara
tahapan kategori dan klasifikasi, perbandingan dan pencarian hubungan antara
datayangspesifiktentanghubunganpeubah(CikHasanBisri,1999:61).
Untukmenganalisadata,penulismenggunakanlangkah-langkahsebagai
berikut:
a) Menelaahsemuasumberdatayangdiperolehbaikdari sumberprimer
maupunsumbersekunder.
b) Melakukan klasifikasi terhadap data yang terkumpul sesuai dengan
masalahyangditeliti.
c) Menghubungkandatayangtelahdiperolehdenganteoriyangrelevan
denganmasalahyangdibahas.
d) Penarikankesimpulandaridata-datayangdianalisis.