Anda di halaman 1dari 23

BAB I.

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Anatomi berasal dari bahasa yunani yang tersusun dari kata ana yang artinya susunan
dan tome yang berarti memotong. Sehingga anatomi merupakan salah satu cabang
ilmu biologi yang mempelajari dan berhubungan dengan struktur dan organisasi dari
makhluk hidup atau bisa dikatakan pula bahwa anatomi adalah ilmu yang
mempelajari struktur tubuh baik itu manusia, hewan maupun tumbuhan dengan cara
menguraikan tubuh menjadi bagian yang lebih kecil ke bagian yang paling kecil,
dengan cara memotong atau mengiris tubuh kemudian diangkat dan dipelajari
struktur tubuhnya (Radiopoetra, 1997).
Otak adalah pusat sistem saraf yang mengatur serta
mengkoordinasikan sebagian gerakan, perilaku dan fungsi tubuh homeostasis seperti
detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh. Otak
terbentuk dari glia yang berfungsi untuk menunjang serta melindungi neuron, serta
neuron yang fungsinya membawa informasi. Neuron otak mengandung dua jenis
asam lemak yaitu asam arakidonat (AA) dan asam dokosaheksaenoat (DHA). Dilihat
dari segi anatomi nya, otak pada vertebrata dibagi menjadi 3 bagian yaitu
prosencephalon (otak depan), dimana prosencephalon ini terdiferensiasi menjadi
diencephalon dan telencephalon, lalu ada mesencephalon (otak tengah) dan
rhombencephalon (otak belakang), dimana rhombencephalon terdiferensiasi menjadi
metencephalon dan myelencephalon. Selain itu, otak juga terdiri dari cereberum,
cerebellum dan batang otak (Campbell, 2000).
Otak besar merupakan bagian depan yang paling menonjol dari otak depan,
pada otak ini terdiri dari dua belahan yaitu belahan kiri dan belahan kanan yang
setiap belahannya berfungsi mengatur dan melayani tubuh yang berlawanan,
sedangkan belahan kiri berfungsi mengatur tubuh bagian kanan dan sebaliknya. Tiap
belahan otak depan terbagi menjadi empat lobus yaitu frontal, pariental, okspital,
temporal. Untuk lobus frontal berkaitan dengan kemampuan bahasa, untuk lobus
pariental berkaitan dengan sensor perasa, lobus temporal berhubungan dengan
kemampuan pendengaran dan lobus oksipital berhubungan dengan rangsangan visual
(Brotowidjoyo, 1990).

1
Korteks otak besar merupakan lapisan tipis yang berwarna abu-abu. Lapisan
korteks terdapat berbagai macam pusat saraf yang mengendalikan ingatan, perhatian,
persepsi, pertimbangan, bahasa dan kesadaran. Ganglia dasar merupakan lapisan
yang berwarna putih yang banyak mengandung serabut saraf yang mempunyai fungsi
penting dalam semua aktivitas tubuh. Otak tengah adalah bagian otak yang
mempunyai struktur tektum, terdiri dari 2 pasang colliculi yang disebut corpora
quadrigemia. Otak belakang meliputi jembatan Varol, sumsum lanjutan dan otak
kecil yang ke tiganya membentuk batang otak. Pada vertebrata mempunyai berbagai
macam bentuk dan ukuran otak tergantung dari jenis hewannya (Djuhanda, 1982).
Pada Pisces, sistem nervosum terbagi menjadi bagian cranial dan caudal,
pada bagian pokoknya berbentuk suatu pipa yang buntu pada kedua ujung dan terdiri
atas encephalon yang letaknya pada neurocranium, dan medulla spinalis. Systema
nevosum periphericum terdiri atas nervi yang keluar dari system nevosum centrale.
Processus falsiformis merupakan tonjolan dari chorioridea dekat tempat dimana n.
Opticus meninggalkan bulbus oculi, yang menembus retina dan menuju ke lens
crystallina. Pada ujungnya terdapat campaluna halleri yang terdiri atas otot polos
yang melekat pada lens crystallina. Ikan tidak mempunyai kelopak mata, tetapi
cornea di tutup oleh kulit yang transparan (Prawiro, 1999).
Pada Amphibi, system nevosum centrale dan system nevosum periphericum.
System nevosum centrale terdiri atas encephalon dan medulla spinalis, encephalon
terdapat dalam neurocranium dan medulla spinalis dan terdapat di dalam canalis
vertebralis, yang di bentuk oleh deretan arci neuralis. System nevosum periphericum
terdiri dari nervi sphinales, yang berpusat pada medulla spinalis dan nervi cranialis
yang berpusat pada encephalon (Djuhanda, 1983).
Pada reptilia, system nervosum pada facies dorsalis enchephalon dapat kita
lihat sepasang hemipherium cerebri yang relatif besar.Bagian cranial dari
hemispherium cerebri ini menyempit membentuk lobus olfactorius dan berakhir
sebagai bulbus olfactorius yaang membesar. Lobus opticus bagian cranial tertutup
sedikit oleh hemipherium cerebri bagian caudal. Lobus opticus ini terbagi oleh
sulcus medianus menjadi corpora bigemina. Cerebellum relatif kecil, terletak caudal
dari mecenphalon. Nervi cranialis pada hewan ini berjumlah 12 pasang terutama
berasal dari mesencephalon dan metencephalon (Kimball, 1992).

2
Pada aves, system nevosum ini terdiri atas system nervosum centrale yang di
bagi menjadi encephalon dan medulla spinalis, serta system nervosum periphericuus
yang terdiri dari nervicraniales dan nervi spinalis. Ujung Telencephalon mengadakan
penonjolan sepasang dan disebut bulbus olfaktorius. Hemipherium cerebri, luas
terdiri terutama dari corpora striata yang massif dan kompleks. Korteks
hemispherium cerebri ini menyerupai korteks reptilia yang merupakan daerah
pallium. Hemispherium cerebri ini tumbuh kuat ke caudal sehingga mendesak lobus
opticus ke arah luar, dan bertemu dengan cerebellum yang juga ke cranial (Yaasin,
1984).
Pada mamalia metencephalon tidak hanya berkembang menjadi cerebellum,
tetapi juga menjadi pons. Pada dinding dorsal mesencephalon berkembang menjadi
lamina quadrigemina, dimana terdapat sepasang colliculi inferiores dan sepasang
colliculi superiors. Dinding ventral mesencephalon berkembang menjadi pedunculus
cerebri. Dinding lateral bagian dorsal diencephalon menebal menjadi thalamus
opticus, dinding lateral bagian ventral dan dinding ventral menjadi hypothalamus.
Pada dinding dorsal bagian caudal terjadi satu tonjolan ialah epiphysis sedangkan
pada dinding ventral bagian cranial terjadi satu tonjolan adalah hypophysis.
Telencephalon sebagian besar telah berkembang menjadi hemispherium cerebri
(Radiopoetra,1997).
Praktikum ini dilakukan dengan dilatar belakangi oleh kurangnya
pengetahuan para praktikan tentang anatomi otak, terutama pada vertebrata yang
masing-masing kelas dari vertebrata tersebut mempunyai bentuk dan fungsi otak
yang berbeda-beda.Agar kita dapat melihat secara langsung bagian-bagian anatomi
dari otak tersebut, maka dilakukanlah praktikum kali ini yang berjudul anatomi otak
vertebrata.

1.2 Tujuan

Adapun tujuan dari praktikum kali ini adalah agar praktikan mampu memahami,
menjelaskan tentang anatomi otak dari masing-masing kelas pada vertebrata serta
dapat membandingkan perkembangan otak dari masing-masing kelas tersebut

3
4
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

Otak encephalon adalah pusat sistem saraf central nervous system, pada vertebrata
dan banyak invertebrata lainnya. Otak manusia adalah struktur pusat pengaturan
yang memiliki volume sekitar 1.350cc dan terdiri atas 100 juta sel saraf atau neuron.
Otak mengatur dan mengkordinir sebagian besar, gerakan, perilaku dan fungsi tubuh
homeostasis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan
suhu tubuh. Otak manusia bertanggung jawab terhadap pengaturan seluruh badan dan
pemikiran manusia. Oleh karena itu, terdapat kaitan erat antara otak dan
pemikiran.Otak dan sel saraf didalamnya dipercayai dapat memengaruhi kognisi
manusia. Pengetahuan mengenai otak memengaruhi perkembangan psikologi
kognitif. Otak juga bertanggung jawab atas fungsi seperti pengenalan, emosi,
ingatan, pembelajaran motorik dan segala bentuk pembelajaran lainnya (Campbell,
2000).
Otak terbentuk dari dua jenis sel: glia dan neuron. Glia berfungsi untuk
menunjang dan melindungi neuron, sedangkan neuron membawa informasi dalam
bentuk pulsa listrik yang di kenal sebagai potensi aksi. Mereka berkomunikasi
dengan neuron yang lain dan keseluruh tubuh dengan mengirimkan berbagai macam
bahan kimia yang disebut neurotransmiter. Neurotransmiter ini dikirimkan pada
celah yang dikenal sebagai sinapsis. Avertebrata seperti serangga mungkin
mempunyai jutaan neuron pada otaknya, vertebrata besar bisa mempunyai hingga
seratus miliar neuron (Eroschenko, 2003).
Otak terdiri dari tiga bagian yaitu otak besar, otak kecil, dan batang
otak.Cerebrum adalah bagian terbesar dari otak manusia yang juga disebut dengan
nama Cerebral Cortex, Forebrain atau Otak Depan. Cerebrum merupakan bagian
otak yang membedakan manusia dengan binatang. Cerebrum membuat manusia
memiliki kemampuan berpikir, analisa, logika, bahasa, kesadaran, perencanaan,
memori dan kemampuan visual. Kecerdasan intelektual atau IQ juga ditentukan oleh
kualitas bagian ini. Cerebrum secara terbagi menjadi 4 (empat) bagian yang disebut
Lobus. Bagian lobus yang menonjol disebut gyrus dan bagian lekukan yang
menyerupai parit disebut sulcus. Keempat Lobus tersebut masing-masing adalah:

5
Lobus Frontal, Lobus Parietal, Lobus Occipital dan Lobus Temporal(Brotowidjoyo,
1990).
Lobus Frontal merupakan bagian lobus yang ada dipaling depan dari Otak
Besar. Lobus ini berhubungan dengan kemampuan membuat alasan, kemampuan
gerak, kognisi, perencanaan, penyelesaian masalah, memberi penilaian, kreativitas,
kontrol perasaan, kontrol perilaku seksual dan kemampuan bahasa secara umum.
Lobus Parietal berada di tengah, berhubungan dengan proses sensor perasaan seperti
tekanan, sentuhan dan rasa sakit. Lobus Temporal berada di bagian bawah
berhubungan dengan kemampuan pendengaran, pemaknaan informasi dan bahasa
dalam bentuk suara. Lobus Occipital ada di bagian paling belakang, berhubungan
dengan rangsangan visual yang memungkinkan manusia mampu melakukan
interpretasi terhadap objek yang ditangkap oleh retina mata (Yatim, 1987).
Menurut Brotowidjoyo (1990), cerebrum (otak besar) juga bisa dibagi
menjadi dua belahan, yaitu belahan otak kanan dan belahan otak kiri. Kedua belahan
itu terhubung oleh kabel-kabel saraf di bagian bawahnya.Secara umum, belahan otak
kanan mengontrol sisi kiri tubuh, dan belahan otak kiri mengontrol sisi kanan tubuh.
Otak kanan terlibat dalam kreativitas dan kemampuan artistik. Sedangkan otak kiri
untuk logika dan berpikir rasional.
Otak kecil atau Cerebellum terletak di bagian belakang kepala, dekat dengan
ujung leher bagian atas.Cerebellum mengontrol banyak fungsi otomatis otak,
diantaranya:mengatur sikap atau posisi tubuh, mengkontrol keseimbangan,
koordinasi otot dan gerakan tubuh. Otak Kecil juga menyimpan dan melaksanakan
serangkaian gerakan otomatis yang dipelajari seperti gerakan mengendarai mobil,
gerakan tangan saat menulis, gerakan mengunci pintu dan sebagainya. Jika terjadi
cedera pada otak kecil, dapat mengakibatkan gangguan pada sikap dan koordinasi
gerak otot. Gerakan menjadi tidak terkoordinasi, misalnya orang tersebut tidak
mampu memasukkan makanan ke dalam mulutnya atau tidak mampu
mengancingkan baju (Djuhanda, 1982).
Batang otak (brainstem) berada di dalam tulang tengkorak atau rongga kepala
bagian dasar dan memanjang sampai ke tulang punggung atau sumsum tulang
belakang. Bagian otak ini mengatur fungsi dasar manusia termasuk pernapasan,
denyut jantung, mengatur suhu tubuh, mengatur proses pencernaan, dan merupakan

6
sumber insting dasar manusia yaitu fight or flight (lawan atau lari) saat datangnya
bahaya. Batang otak dijumpai juga pada hewan seperti kadal dan buaya. Oleh karena
itu, batang otak sering juga disebut dengan otak reptilia.Otak reptilia mengatur
“perasaan teritorial” sebagai insting primitif. Contohnya akan seseorang merasa tidak
nyaman atau terancam ketika orang yang tidak kenal terlalu dekat dengan anda
(Radiopoetra, 1997).
Batang Otak terdiri dari tiga bagian, yaitu: Mesencephalon atau otak Tengah
(disebut juga Mid Brain) adalah bagian teratas dari batang otak yang
menghubungkan otak besar dan otak kecil. Otak tengah berfungsi dalam hal
mengontrol respon penglihatan, gerakan mata, pembesaran pupil mata, mengatur
gerakan tubuh dan pendengaran. Medulla oblongata adalah titik awal saraf tulang
belakang dari sebelah kiri badan menuju bagian kanan badan, begitu juga
sebaliknya.Medulla mengontrol funsi otomatis otak, seperti detak jantung, sirkulasi
darah, pernafasan, dan pencernaan.Pons merupakan stasiun pemancar yang
mengirimkan data ke pusat otak bersama dengan formasi reticular.Pons yang
menentukan apakah terjaga atau tertidur (Sukiya, 2001).
Otak ikan dapat dibagi menjadi lima bagian yaitu telencephalon,
diencephalon,mesencephalon, metencephalon, myelencephalon. Otak ikan yang
belum sempurna pada waktu embrio terdiri dari tiga bagian yaitu procencephalon,
mesencephalon dan rhombencephalon.Epithalamus adalah bagian yang nampak pada
dorsal dari otak.Struktur yang paling nyata ialah dua tonjolan dorsal yang tunggal,
yaitu epifise (organ pineal) di sebelah belakang dan parafise (organ parapineal) di
sebelah depannya.Keduanya tumbuh sebagai evaginasi dari diencephalon embrio
(Djuhanda, 1983).
Susunan syaraf pusat katak dapat dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu
procencephalon,mecencephalon, rhombencephalon, dan medulla spinalis. Lebih
lanjut procencephalon dapat dibagi lagi menjadi dua, yaitu telencephalon dan
diencephalon. Telencephalon setelah masa embriona akan berubah menjadi
cerebrum. Daerah cerebrum merubah pangkal dari saraf otak I nervus olfaktorius
dan saraf otot II nervus optikus. Bagian kulit cerebrum korteks serebri terdiri atas
berpuluh-puluh area dengan fungsi yang berbeda-beda, antara lain sebagai pusat
sensorik, pusat motorik, pusat asosiasi, pusat kesadaran, pusat penerimaan ransang

7
penglihatan, pusat pengaturan tingkah laku dan pada hewan yang berderajat lebih
tinggi, juga merupakan pusat reflek bersyarat (Eroschenko, 2003).
Bagian otak lain berkembang menjadi cerebellum, medula oblongata dan
medulaspinalis. Cerebellum merupakan otak pengendali keseimbangan tubuh serta
gerakan tubuh. Medulla oblongata mengatur pusat syaraf otonom berupa
kendali pernafasan, mengatur system kardiovaskular, fungsi gastrointerstinal,
mengatur gerakan tubuh yang stereotipi, keseimbnagan dan gerakan mata, serta
medulla spinalis yang terletak memanjang disepanjang tulang belakang memegang
kendali refleks tubuh (Prawiro, 1999).
Otak pada reptilia terdiri dari 2 lobus olfaktori yang panjang, hemisfer, 2
lobus optikus, cerebellum, dan medulla oblongata yang melanjut ke korda saraf. Di
bawah hemisfer terdapat indundibulum dan hipofisis. Terdapat 12 pasang saraf
cranial dan pasangan-pasangan saraf spinal pada tiap somit tubuh. Otak tengah pada
amniota adalah sebagai pusat dari aktivitas, tetapi pada reptilia terdapat perubahan
cerebrum. Perubahan tersebut akibat perkembangan ukuran dari belahan-belahan
otak karena adanya invasi pallium oleh beberapa sel saraf sehingga menjadi bentuk
neopallium. Cerebellum reptile relative lebih besar dari pada milik amfibi (Campbell,
2000).
Pada sistem nervosum, encephalon (otak) aves secara relatif lebih besar bila
dibandingkan dengan reptilia. Dibagian atas terdapat tiga bagian yang pokok. Pada
otak besar tidak banyak mempunyai neuron dan bentuknya juga tidak berlipat-lipat.
Otak kecil, pada otak kecil mempunyai perkembangan yang berguna sebagai
pengatur keseimbangan pada waktu terbang atau melayang-layang. Otak tengah,
pada otak tengah mempunyai perkembangan yang berguna sebagai fungsi
penglihatan dan bagian sumsum lanjutan (Kimball, 1992).
Saraf pada mamalia terutama Mus musculus dan merupakan organ yang
sangat kompleks. Tertutup dalam tempurung kepala, ia memiliki struktur umum yang
sama seperti otak dengan mamalia lainya. Pada mamalia memiliki ukuran cerebrum
yang lebih besar dibandingkan kelas lainnya. Sebagian besar ekspansi berasal dari
cerebral korteks, lapisan berbelit-belit dari jaringan saraf yang menutupi permukaan
otak depan. Terutama diperluas adalah lobus frontal, yang terlibat dalam fungsi

8
eksekutif seperti pengendalian diri, perencanaan, penalaran, dan berpikir abstrak
(Yatim, 1987).

9
BAB III .PELAKSANAAN PRAKTIKUM

3.1 Waktu dan Tempat


Praktikum Struktur Hewan (Anatomi Saraf Vertebrata) dilaksanakan pada hari Sabtu,
tanggal 30 September 2017, jam 14.00 WIB di laboratorium Teaching II Jurusan
Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Andalas.

3.2 Alat dan Bahan


Adapun alat yang digunakan untuk Praktikum Anatomi Otak Vertebrata ini antara
lain tissu gulung, gunting bedah, pinset, cutter, masker, sarung tangan, steroform,
jarum pentul, bak bedah, sabun cair, buku gambar, alat-alat tulis dan killing botle.
Sedangkan bahan yang digunakan untuk praktikum anatomi otak vertebrata ini
adalah Oreochromis niloticus, Fejevarya cancrivora, Mabouya multifasciata, Galus
galus dan Mus musculus.

3.3 Cara Kerja


Pada Praktikum Anatomi Otak Vertebrata ini, adapun cara kerjanya adalah pertama
bedah masing-masing objek dengan hati-hati pada bagian kepala lalu otak pada
masing-masing objek tersebut dikeluarkan dengan hati-hati agar tidak pecah,
kemudian otak yang telah dikeluarkan tadi disusun diatas kertas reject berdasarkan
kelasnya dari pisces, amphibi, reptilia, aves dan mamalia. Selanjutnya masing-
masing otak pada tiap kelas diamati dan dibandingkan perkembangannya.Lalu
anatomi otak pada tiap objek digambar pada buku gambar.

10
BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan praktikum yang telah dilaksanakan, didapatkan hasil bahwa Mus


musculus memiliki morfologi, anatomi, dan sistem yang bekerja pada tubuh sebagai
berikut :

4.1 Anatomi Otak Pisces (Oreochromis niloticus)

Gambar 1. Anatomi otak pisces Gambar. 2 Anatomi Otak Pisces


(O.niloticus) (O.niloticus)
Keterangan : (a) Lobus olfaktori (b) Sumber : www.artikelsiana.com
Cerebrum (c) Sum-sum penghubung (2014)
Sumber : dokumen pribadi

Berdasarkan praktikum yang telah dilaksanakan pada gambar 1 dengan objek yang
digunakan adalah Oreochromis niloticus didapatkan hasil bahwa pada otak ikan
terdiri dari optic lobe, cerebellum, cereberum, brain steim dan bulbus olfaktorius.
Pada hasil praktikum yang didapat, ukuran cereberum(otak besar) lebih besar dari
pada ukuran cerebellum (otak kecil) serta brain steim memiliki bentuk yang lonjong
dan berukuran lebih panjang dari bagian yang lainnya. Untuk optic lube terletak
dibawah cerebellum sedangkan bulbus olfaktorius terletak paling ujung dari bagian
otak pada kelas pisces ini.
Hal ini sesuai dengan pendapat (Campbell, 2000) otak pada ikan dapat dibagi
menjadi 5 bagian yaitu telencephalon, mesencephalon, metencephalon dan
myelencephalon. Telencephalon (otak bagian depan) dibentuk oleh serebral hemisfer
dan rhinecephalon sebagai pusat hal-hal yang berhubungan dengan pembauan. Pada
telencephalon ini terdapat juga bagian dari otak ikan yang disebut bulbus olfaktorius

11
atau bagian yang berhubungan dengan penciuman. Dengan adanya bulbus
olfaktorius pada ikan, hal inilah yang menjadikan ciri khas anatomi otak pada kelas
pisces tersebut sebab pada ikan, bulbus olfaktorius ini adalah bagian yang paling
menonjol dan berkembang dibandingkan yang lainnya. Pada ikan yang
mengutamakan pembauan untuk mencari mangsanya, otak bagian depan ini menjadi
lebih berkembang.
Diencephalon terletak pada bagian belakang telencephalon. Mesencephalon
(otak bagian tengah), pada semua vertebrata memiliki atap berupa sepasang optic
lobe yang bertindak sebagai pusat penglihatan. Optic lobe ini merupakan dinding
dorsal diencephalon yang menebal dan menjadi dua buah tonjolan.Optic lobe ini
terdiri dari tectum opticum yang merupakan bagian atas dan tegmentum yang
merupakan bagian bawah. Pada mesencephalon terdapat bagian menonjol yang
disebut cerebellum atau lebih dikenal sebagai otak kecil, dimana fungsi cerebellum
ini mengatur kesetimbangan tubuh dalam air, mengatur tegangan otot dan daya
orientasi terhadap ruang (Radiopoetra, 1997).
Myelencephalon, bagian otak paling belakang dengan membran oblangata
sebagai komponen utamanya.Komponen ini merupakan pusat untuk menyalurkan
rangsangan keluar melalui saraf cranial. Selain itu, bagian dari otak ikan yang lain
adalah cerebrum atau lebih dikenal dengan otak besar, dimana otak besar ini
memiliki fungsi sebagai pusat persyarafan yang menangani aktivitas mental, akal,
keinginan serta pusat menangis, buang air besar dan buang air kecil (Prawiro, 1999).
Sistem saraf ikan terdiri atas sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem
saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang. Otak ikan terdiri atas otak
depan, otak tengah, otak kecil, dan sumsum lanjutan. Sistem saraf tepi térdiri atas
serabut saraf otak dan serabut saraf dari sumsum tulang belakang. Otak depan
berhubungan dengan saraf pencium dan hidung, sedangkan otak tengah berhubungan
dengan saraf penglihat. Kedua bagian tersebut kurang berkembang dengan baik
sehingga indra pencium dan penglihat ikan kurang berkembang dengan baik. Bagian
otak ikan yang berkembang paling baik adalah otak kecil. Otak kecil berfungsi
sebagai pusat keseimbangan dan pusat pengaturan gerak otot-otot ketika berenang.
Keberadaan pusat keseimbangan dan pengaturan gerak ini memungkinkan ikan dapat
bergerak cepàt dalam air tanpa terganggu keseimbangannya (Radiopoetra, 1997).

12
4.2 Anatomi Otak Amphibi (Fejervarya cancrivora)

Gambar 3. Anatomi otak Amphibi Gambar 4. Anatomi Otak


(Fejervarya cancrivora) amphibi (Fejervarya
Keterangan : (a) Olfactory lobe (b) cancrivoraa)
Optic lobe (c) Spinal cord Sumber :
Sumber : dokumen pribadi www.artikelsiana.com (2014)

Pada gambar diatas dapat dilihat bahwa anatomi dari otak amphibi adalah lobus
olfaktori, lobus optikus, spinal cord. Pada amphibi otak yang berkembang adalah
otak tengah dimana pada otak tengah ini lobus optikus lebih berkembang
dibandingkan lobus olfaktori karena amphibi memiliki penglihatan yang lebih tajam
untuk mencari makanan.
Menurut Yaasin (1984), sistem saraf pada amfibi terdiri atas sistem saraf
sentral dan sistem saraf periforium. Sistem saraf sentral terdiri dari encephalon (otak)
dan medulla spinalis. Encephalon terdapat pada kotak otak (cranium). Pada sebelah
dorsal akan tampak dua lobus olfaktorius (sebagai pusat penciuman) menuju saccus
nasalis, dua hemisperiumcerebri atau cereberum, sedangkan bagian anteriornya
tergabung dengan diencephalon medialis. Dibagian belakang terdapat dua bulatan
optic lobe yang ditumpuk otak tengah dan sebelah bawahnya merupakan cereberum.
Untuk cerebellum dan cereberum pada semua vertebrata umumnya memiliki
fungsi yang sama. Sedangkan untuk bulbus olfaktorius atau sering dikenal dengan
alat penciuman atau pembau ini terdapat didalam sepasang rongga, masing-masing
mempunyai 2 buah lubang yaitu nares anterior yang menghubungkan dengan
lingkungan luar dan nares posterior yang menghubungkan dengan cavum oris
(Radiopoetra, 1997).
Pada katak bagian yang paling berkembang dan menonjol adalah pusat
penglihatannya (optic lobe), hal inilah yang dapat menjadi faktor pembeda anatomi

13
otak amfibi dengan anatomi otak kelas vertebrata lainnya. Oleh karena itu, bagian
otak secara keseluruhan hanya berbentuk memanjang sebab bagian otak kecilnya
(cerebellum) tidak begitu berkembang. Selain itu, pada hasil yang didapat tidak
didapatkan adanya optic lobe, hal ini dikarenakan kekurang hati-hatiannya praktikan
dalam membedah objek (Yaasin, 1984).
Sistem saraf katak tersusun atas sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi.
Katak memiliki otak depan, otak tengah, otak belakang, dan sumsum lanjutan yang
membentuk suatu sistem saraf pusat, sedangkan serabut-serabut saraf yang berasal
dan sela-sela ruas tulang belakang membentuk suatu sistem saraf tepi. Otak besar
berkembang memanjang sehingga berbentuk oval. Ujung depan otak besar
berhubungan dengan indra pencium. Otak tengah berkembang cukup baik dan
berhubungan dengan indra penglihat (lobus optikus). Otak kecil berbentuk lengkung
mendatar menuju ke arah sumsum lanjutan dan kurang berkembang dengan baik

4.3 Anatomi Otak Reptilia (Eutrophis multifasciata)

b
c

d
e
Gambar 5. Anatomi otak reptilia Gambar 6. Anatomi otak
(E.multifasciata) reptilian (E.multifasciata)
Keterangan : (a) Cerebrum Sumber :
(b)Cerebellum (c) Optic lobe (d) www.artikelsiana.com (2014)
Medulla oblongata (e) Spinal cord
Sumber : dokumen pribadi

Berdasarkan praktikum yang telah dilaksanakan pada gambar 2 dengan objek yang
digunakan adalah Eutropis sp. didapatkan hasil bahwa otak pada kadal terdiri dari
optic lobe, bulbus olfaktorius, cerebellum, cereberum dan brain steim, seperti yang
bisa dilihat pada gambar 3, dimana letak dari bagian-bagian yang telah disebutkan
tadi dapat terlihat dengan jelas. Bukannya hanya letaknya saja, tetapi bentuk dari tiap

14
bagian juga dapat terlihat walaupun kurang cukup jelas. Ukuran dari cereberum ini
juga ternyata memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan cerebellum dan
bagian yang lainnya.
Pada reptilia, system nervosum pada facies dorsalis enchephalon dapat kita
lihat sepasang hemipherium cerebri yang relatif besar.Bagian cranial dari
hemispherium cerebri ini menyempit membentuk lobus olfactorius dan berakhir
sebagai bulbus olfactorius yaang membesar. Lobus opticus bagian cranial tertutup
sedikit oleh hemipherium cerebri bagian caudal. Lobus opticus ini terbagi oleh
sulcus medianus menjadi corpora bigemina. Cerebellum relatif kecil, terletak caudal
dari mecenphalon. Nervi cranialis pada hewan ini berjumlah 12 pasang terutama
berasal dari mesencephalon dan metencephalon (Kimball, 1992).
Menurut Radiopoetra (1997), pada encephalon (otak) dapat dilihat sepasang
hemispherium cerebri yang relatif besar. Bagian cranial dari hemisperium cerebri ini
menyempit membentuk lobus olfaktorius yang ke arah rostral melanjutkan diri
sebagai tractus olfaktorius dan berakhir sebagai bulbus olfaktorius yang membesar.
Optic lobe (mesencephalon) bagian cranial tertutup sedikit oleh hemisperium cerebri
bagian caudal. Sedangkan cerebellum pada reptilia ini memiliki ukuran yang relatif
kecil, terletak caudal dari mesencephalon. Bagian encephalon yang paling caudal
adalah medula oblangata yang melanjutkan diri ke caudal ke dalam canalis
vertebralis sebagai medulla spinalis.
Sistem saraf reptilia terdiri atas sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Di
bagian otak besar, lobus olfaktorius yang merüpakan pusat pencium berkembang
dengan baik Sehingga indra penciumannya lebih tajam Perkembangan otak tengah
reptilia terdesak oleh otak besar. Otak tengah menjadi kurang berkembang dengan
baik sehingga menyebabkan indra penglihat reptilia kurang tajam (Kimball, 1992).
R Kompleks, yang juga disebut “otak reptil”, adalah bagian otak pertama dan
terletak di dasar otak. Otak reptil merupakan pusat perilaku inderawi dan naluriah
yang memiliki tugas mengatur kebutuhan mendasar seperti bertahan hidup,
berkembang biak, dan perawatan diri. Selain itu, otak reptil juga mengambil
tanggung jawab mengendalikan fungsi tubuh otonom, seperti detak jantung,
pernapasan paru-paru dan regulasi suhu tubuh. Karena peran inilah, otak reptile
dikatakan bersifat “kebinatangan dan primitif”, bertindak berdasarkan nafsu. Inilah

15
sebabnya mengapa R-Kompleks sering disebut sebagai “otak reptil”, karena
fungsinya sangat mirip dengan otak reptil yang dimiliki reptilia. Ketika otak reptil ini
sedang aktif, yang berperan adalah insting dan reaksi spontan. Ia aktif apabila
seseorang merasa ketakutan, stres, merasa terancam, marah, kurang tidur, atau
kondisi tubuh lelah. Beberapa ciri yang terkait dengan otak reptil meliputi : agresi,
dominasi, mencari pasangan, seks, kefanatikan, obsesif, kompulsif, dan keserakahan.
Anda bisa melihat contoh binatang liar yang mempertahankan wilayahnya dari
penyerbu, dan Anda akan segera memahami mengenai jenis perilaku yang berasal
dari bagian otak ini (Radiopoetra, 1997).

4.4 Anatomi Otak Aves (Gallus gallus)

d
e
Gambar 7. Anatomi otak aves Gambar 8. Anatomi otak aves
(Gallus gallus) (Gallus galus)
Keterangan : (a) Olfactory lobe Sumber :
(b)Cerebellum (c) Optic lobe (d) www.artikelsiana.com (2014)
Cerebrum (e) Spinal cord
Sumber : dokumen pribadi

Pada praktikum ini, dengan objek Gallus gallus diamati anatomi otaknya dan hasil

dari anatomi otak pada Gallus gallus ini dapat dilihat pada gambar 7. Dari gambar 7,

terlihat dimana bagian-bagian dari otak daripada aves ini adalah bulbus olfaktorius,

cerebellum, cereberum dan optic lobe.

Susunan saraf pada kelas ini serupa dengan susunan saraf pada mamalia.

Semua aktivitas saraf diatur oleh susunan saraf pusat yang terdiri atas otak dan

sumsum tulang belakang. Otak pada kelas aves ini terdiri dari beberapa bagian yaitu

16
procencephalon (telencephalon dan diencephalon), mesencephalon dan

rhombencephalon. Selain otak kecil atau cerebellum yang berkembang dengan baik

pada kelas ini, ternyata cereberumnya atau otak besarnya juga berkembang dengan

cukup baik. Cereberum pada kelas ini berbeda pula dengan cereberum pada kelas

mamalia(Kimball, 1992).

Permukaan cereberum nya tidak berlipat-lipat sehingga jumlah neuron tidak

banyak. Otak tengahnya berkembang membentuk 2 gelembung, perkembangan ini

berhubungan dengan fungsi penglihatannya. Sedangkan untuk cerebellumnya

mempunyai banyak lipatan yang memperluas permukaannya sehingga dapat

menampung neuron cukup banyak. Pada kelas ini, bagian yang paling menonjol yang

dapat membedakannya dari vertebrata yang lainnya adalah optic lobenya atau pusat

penglihatannya (Yatim, 1987).

4.5 Anatomi otak mamalia (Mus musculus)

Gambar 9. Anatomi otak Gambar 8. Anatomi otak


mamalia (Mus musculus) mamalia (Mus musculus)
Keterangan : (a) Olfactory Sumber :
lobe (b)Optic lobe (c) www.artikelsiana.com (2014)
Cerebellum
Sumber : dokumen pribadi

Berdasarkan praktikum yang telah dilaksanakan pada gambar 4 dengan objek yang
digunakan adalah Mus musculus didapatkan hasil bahwa otak pada mencit terdiri dari
Olfactory lobe, cerebelluum dan Optic lobe. Menurut Yatim (1987) menyatakan

17
sistem saraf pada mamalia, secara umum memiliki tingkat perkembangan yang lebih
tinggi dari kelas lainnya. Cereberum berukuran lebih besar dibandingkan vertebrata
yang lainnya, hal ini bisa dilihat pada gambar 5 dan dibandingkan dengan gambar-
gambar sebelumnya. Selain itu, cereberum juga berukuran lebih besar dibandingkan
keseluruhan bagian otak yang lainnya. Cerebellum juga memiliki ukuran yang cukup
besar dan berlobus lateral 2 buah.
Pada Mus musculus, metencephalon tidak hanya berkembang menjadi
cerebellum, tetapi juga menjadi pons. Pada dinding dorsal mesencephalon
berkembang menjadi lamina quadrigemina, dimana terdapat sepasang colliculi
inferiores dan sepasang colliculi superiors. Dinding ventral mesencephalon
berkembang menjadi pedunculuscerebri. Dinding lateral bagian dorsal diencephalon
menebal menjadi thalamus opticus, dinding lateral bagian ventral dan dinding ventral
menjadi hypothalamus. Pada dinding dorsal bagian caudal terjadi satu tonjolan ialah
epiphysis sedangkan pada dinding ventral bagian cranial terjadi satu tonjolan adalah
hypophysis. Telencephalon sebagian besar telah berkembang menjadi hemispherium
cerebri (Radiopoetra,1997).
Opticlobe ada 4 buah, setiap bagian lateralnya dibagi oleh alur transversal
menjadi lobus anterior dan posterior. Otak (encephalon) terdiri dari beberapa bagian
yang hampir sama dengan vertebrata yang lainnya, seperti prosencephalon,
opticlobe, metencephalon, cerebellum, cereberum dan medulla oblangata.
Metencephalon tidak hanya berkembang menjadi cerebellum, tetapi juga menjadi
pons. Dinding dorsal mesencephalon berkembang menjadi lamina quadrigemina,
dimana terdapat sepasang colliculi inferiores dan sepasang colliculi superiores.
Dinding ventral mesencephalon berkembang menjadi pedunculus cerebri
(Radiopoetra, 1997).
Bagian-bagian otak Mus musculus terdiri atas otak depan, otak tengah, dan
otak belakang yang berkembang dengan baik. Selain itu, Mus musculus juga
memiliki sumsum lanjutan dan sumsum tulang belakang (sumsum spinal).Beberapa
jenis mamalia memiliki kemampuan lebih karena pusat-pusat saraf di otak hewan
tersebut mengalami perkembangan yang lebih menonjol. Kemampuan seperti itu
bermanfaat bagi hewan dalam mencari mangsa. Misalnya, kemampuan lebih pada

18
india penglihat dan indra pendengar kucing, indra pendengar kelelawar yang sangat
tajam, dan indra pencium anjing yang sangat tajam.

19
\

20
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Adapun yang didapat pada praktikum anatomi otak vertebrata ini adalah:

1. Semua vertebrata memiliki 3 bagian penyusun otak yaitu cereberum,

cerebellum dan batang otak

2. Semua vertebrata memiliki bagian-bagian otak berupa prosencephalon

(telencephalon dan diencephalon), mesencephalon dan rhombencephalon

3. Pada kelas pisces, bagian yang paling berkembang dan menonjol adalah

bulbus olfaktorius (pusat penciuman atau pembau)

4. Pada kelas amphibi, bagian yang paling menonjol adalah optic lobe nya

(pusat penglihatan)

5. Pada kelas reptilia, bagian yang paling berkembang sama seperti pada kelas

pisces yaitu bulbus olfaktorius, tetapi yang membedakan adalah otak pada

reptilia bentuknya memanjang kearah depan

6. Pada kelas aves, bagian yang paling menonjol dan berkembang adalah optic

lobe nya, serta memiliki cerebellum yang berukuran lebih besar karena

adanya lekukan-lekukan pada cerebellum tersebut

7. Pada kelas mamalia, perkembangan otaknya sudah lebih tinggi dibandingkan

dengan vertebrata yang lainnya dan memiliki cereberum yang berukuran

lebih besar dibandingkan vertebrata yang lain

5.2 Saran
Adapun saran untuk praktikum kali ini yaitu, praktikan hendaknya hati-hati pada saat
membedah objek agar organ dalam tidak rusak dan praktikkan hendaknya
menggunakan alat dan bahan yang representatif agar mempermudah proses
pelaksanaan praktikum

21
DAFTAR PUSTAKA

Brotowidjoyo, M. 1990. Zoologi Dasar. Jakarta : Erlangga.

Campbell. 2000. Biologi Kelima Jilid 3. Jakarta : Erlangga.

Djuhanda, T. 1982. Analisa Struktur Vertebrata Jilid 1. Bandung:Armico.

Djuhanda . 1983. Anatomi dari Empat Spesies Hewan Vertebrata. Bandung

:Armico.

Eroschenko. 2003. Anatomi dan Histology. New York: Mc. Graw Hill Companies.

Kimball, J. 1992. Biologi Jilid 3. Jakarta : Erlangga.

Prawiro, A. 1999. Biologi I. Semarang : Kareng Asem.

Radiopoetra. 1997. Zoologi Dasar. Jakarta : Erlangga.

Sukiya. 2001. Biologi Vertebrata. Yogyakarta : Universitas Negeri Yogyakarta.

Yaasin, M. 1984. Zoologi Vertebrata. Surabaya : Sinar Wijaya.

Yatim, W. 1987. Biologi. Bandung : Tarsito.

22
23