Anda di halaman 1dari 3

8 Cara Memberikan Obat pada Bayi Agar Tidak Muntah Kembali

Sewaktu anak sakit, rata-rata akan sulit bagi orang tua untuk meminuminya obat, apalagi ketika
masih bayi. Bukan hanya sekadar sulit untuk memasukkan obat ke dalam mulut mereka,
melainkan banyak bayi yang kemudian memuntahkan obat tersebut. Hasilnya, setelah sang orang
tua memasukkan obat dengan susah payah ke dalam mulut sang buah hati akhirnya harus
terbuang.

Artikel terkait : Tips Agar Anak Tidak Mudah Sakit

Orang tua kebanyakan mungkin sudah mulai jengkel atau putus asa semenjak tahu begitu
sulitnya memberi minum obat kepada bayinya terlepas dari penyebab apa yang terjadi. Jadi,
bagaimana cara memberikan obat pada bayi agar tidak muntah? Ada sejumlah langkah yang bisa
dijadikan referensi untuk membantu orang tua lebih cerdas dalam memberi anak minum obat.
Berikut adalah beberapa cara memberikan obat pada bayi agar tidak muntah.

1. Memberikan Obat Pelan-pelan


Mungkin ada beberapa orang tua yang ingin bayinya langsung menelan semua obat secara
langsung dengan memasukkan seluruhnya ke dalam mulut si anak. Namun, justru inilah yang
membuat bayi tersebut memberikan penolakan dengan memuntahkannya. Masukkan perlahan ke
dalam mulut bayi agar ia pun tidak kaget.

Ada orang tua yang cukup tega untuk memberikan obat secara memaksa kepada anaknya
walaupun masih bayi. Tujuannya adalah supaya obat dapat langsung ditelan oleh si mungil,
namun justru dengan cara demikian malah akan membuat sang bayi kaget dan akan menolak
dengan memuntahkannya. Hindari memaksakan obat secara berlebihan supaya obat tidak
terbuang sia-sia.

2. Memberikan Obat Sedikit Demi Sedikit


Selain dari memberikan secara pelan-pelan, cobalah untuk tidak memasukkan seluruh obat dalam
sekali jadi ke dalam mulut sang bayi. Kemungkinan ia memuntahkan obat tersebut bisa jadi
karena ia tidak sanggup menelannya semua sekaligus. Jadi, entah apapun jenis obatnya, baik itu
puyer, sirup atau tetes, masukkan sedikit-sedikit saja agar bayi tidak kesulitan menelan.

3. Memasukkan Obat di Bawah/Samping Lidah


Memasukkan obat yang tidak biasa seperti memasukkan obat di bawah/samping lidah memang
unik, tapi sangat layak untuk dicoba bagi Anda yang mungkin hampir menyerah. Pastikan obat
dimasukkan ke dalam mulut tepat di bawah atau samping lidah. Cara ini diyakini dapat
mencegah reaksi muntah dari sang buah hati.

4. Menambahkan Sedikit Air


Obat dalam bentuk puyer atau sirup bisa jadi terlalu kental, maka tidak ada salahnya untuk
menambahkan sedikit air pada jenis obat apapun yang akan diberikan kepada si kecil. Karena
rasa pahitnya yang luar biasa, untuk puyer boleh ditambahkan air agak banyak dari sirup.

Dengan menambahkan air, ini adalah cara yang baik dan ide yang bagus agar rasa pahit pada
puyer dapat terminimalisir.
5. Posisi Kepala Bayi Lebih Tinggi dari Tubuh
Bukan hanya dari segi obat saja yang dapat membuat buah hati Anda ketika minum obat dapat
memuntahkannya. Apabila Anda sudah berfokus pada cara meminumkan obat yang benar agar si
kecil dapat menelannya dengan baik, maka kini perhatikan juga posisi kepala bayi saat hendak
diberikan obat. Pastikan posisi tubuh lebih rendah dari kepalanya, sehingga posisi kepala
otomatis lebih tinggi.

Ada beberapa orang tua yang mungkin tidaklah tahu bahwa tidak baik dan kurang mendukung
jika memberikan obat ketika si kecil dalam posisi tidur atau berbaring. Buah hati Anda dapat
muntah ketika memberikannya obat saat ia berposisi tidur. Pastikan bahwa posisi sudah benar
dengan mengangkat kepalanya supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diharapkan.

6. Hindari Memencet Hidung Bayi


Layaknya para orang dewasa ketika meminum obat atau jamu yang rasanya pahit, maka mereka
rata-rata akan tetap meminumnya dengan memencet hidung mereka. Tujuan dari melakukan hal
ini sebenarnya adalah untuk menghindari mencium bau obat atau jamiu yang tidak enak tersebut.
Bau tidak enak dari obat secara otomatis mengingatkan kita akan rasanya yang pahit walau
memang memencet hidung tidak akan dapat mengubah rasa obat menjadi manis.

Orang tua pun ada yang memberlakukan hal tersebut kepada buah hatinya ketika ia hendak
memberikan obat, yaitu memencet hidung si kecil. Jangan sekali-kali melakukan hal ini karena
jelas saluran pernapasan sang bayi akan tersumbat. Hal seperti ini justru akan sangat berisiko
bagi sang bayi karena ia dapat tersedak dengan mudah sehingga cara ini sama sekali tidak
dianjurkan.

7. Mengetahui Waktu Pemberian Obat


Setiap obat tentu mempunyai aturan yang tidak sama antara satu dengan yang lain. Daya serap
obat dan jenis obat adalah penentu dari kapan pemberian obat harus dilakukan, terkadang bisa
sebelum makan, tapi juga banyak yang perlu diberikan sesudah makan. Saat perut dalam kondisi
kosong, penyerapan obat ada yang justru akan jauh lebih sempurna.

Ada juga sejumlah jenis obat yang sama sekali tidak masalah diberikan baik sebelum atau
sesudah makan. Hanya saja, jika anak Anda sedang sakit demam, pastikan bahwa Anda
memberikan obat setelah makan atau benar-benar sesuai dengan resep dokter. Mengonsumsi obat
deman sesudah bayi Anda diberi makanan utama maka akan menghindarinya dari muntah akibat
masalah pada pencernaan dan lambung.

8. Menghubungi Dokter
Misalkan muntahnya bayi setelah beberapa waktu dari jam minum obat, dan hal tersebut terjadi
terus-menerus, jangan ragu untuk segera menghubungi dokter. Dokter lebih tahu bagaimana
mengatasi reaksi tersebut.
Penyebab Anak Muntah saat Minum Obat
Ada 3 alasan mengapa bayi seringkali malah muntah ketika diberi obat dan berikut adalah
penyebab yang perlu diketahui oleh para orang tua.

 Akibat Efek Samping Obat yang Diberikan

Memang kasus seperti ini terbilang sangat jarang karena rata-rata orang tua sudah tahu pasti
dosis tepat obat yang akan diberikan kepada anak mereka. Hanya saja, ketika bayi muntah, bisa
jadi ini dikarenakan obat-obatan tersebut memberikan reaksi efek samping.

 Akibat Sulit Saat Menelan Obat

Anak kecil, apalagi bayi, terbilang sulit untuk menelan obat yang diberikan kepadanya, entah itu
terlalu pahit atau terlalu kental meski bentuknya sudah cair. Satu contoh nyata di sini adalah
saat Acetaminopen (salah satu jenis obat demam) yang diberikan dimana bentuknya sebenarnya
sudah cair. Hanya saja, obat demam yang coba ditelan si kecil berkemungkinan terlalu sakit
sehingga ia akan memuntahkan seluruhnya.

 Akibat Reaksi Tubuh yang Menolak Obat

Bayi yang muntah saat diberi minum obat sebetulnya adalah hal yang sangat wajar karena
memang hal ini adalah reaksi refleks dalam memberikan penolakan terhadap obat tersebut.
Sederhana saja, si anak menolak karena tidak menghendakinya apapun yang dimasukkan ke
dalam mulutnya. Mual dan muntah adalah reaksi yang terjadi setelah sang bayi tersedak karena
terjadi gerakan balik ke arah atas yang berasal dari lambung. Jadi, dari lambung si bayi, obat
akan keluar semua.