Anda di halaman 1dari 8

TUGAS MATA KULIAH

ILMU PENYAKIT DALAM VETERINER II


“Gagal Ginjal dan Glumerulonefritis”

Disusun Oleh :

Kelas D

I MADE ROBI 1209005125


JENDRA KRISNA APRAMADA 1409005057
RUTH DWI HARTATI 1509005030
NI KADEK DEWI SUPRABHA 1509005031
IHSANUL FIRDAUS 1509005032
YESSIE YULIANDA 1509005035
FUADY MUSLIH 1509005036

FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN


UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2019
Definisi Gagal Ginjal
Fungsi ginjal adalah sebagai sistem filtrasi di dalam tubuh. Ginjal
terdiri dari ratusan hingga ribuan sel-sel nefron yang fungsinya menyaring produk
sisa dari aliran darah yang disekresikan dalam bentuk urin. Ginjal juga berfungsi
mempertahankan keseimbangan air dan elektrolit di dalam tubuh dan juga
memproduksi beberapa hormon seperti erythropoietin yang menstimulasi produksi
sel darah merah. Gagal ginjal terjadi bila ginjal tersebut tidak berfungsi dengan
baik. Penyakit gagal ginjal kronis didefinisikan sebagai penyakit ginjal yang telah
hadir selama berbulan- bulan sampai bertahun bertahun. Penyakit gagal ginjal
kronis (CRD), gagal ginjal kronis (CRF) mengacu pada kondisi yang sama . CKD
bukan penyakit tunggal. Ada banyak penyebab CKD yang berbeda tetapi pada
saat hewan menujukkan tanda tanda penyakit ginjal, penyebabnya mungkin tidak
lagi terlihat. Pada saat hewan menunjukkan tanda tanda CKD. Nefron yang tersisa
bekerja keras sehingga dengan seiring waktu akan mengalami gagal ginjal.

Etiologi Gagal Ginjal


Penyebab penyakit CRF meliputi malfomasi congenital ginjal (cacat lahir), infeksi
bakteri kronis pada ginjal dengan atau tanpa batu ginjal (piolenofritis), tekanan darah tinggi
(hipertensi), tekanan darah tinggi (hipertensi), penyakit yang terkait dengan sistem kekebalan
tubuh ( misalnya glomerulonefritis, lupus sistemik), penyakit ginjal akut misalnya keracunan
dengan antibeku, yang merusak ginjal dapat menyebabkan CKD dan sering kali penyebab
CKD tidak diketahui. Pada penelitian Downs (2015) menyatakan bahwa anak sapi mengalami
gagal ginjal karena memakan A. retroflexus. Selain itu Gagal ginjal dapat diakibatkan oleh
obtrsuksi ikterus dan dapat terjadi juga pada pasein non ikterik yang memiliki batu saluran
empedu. Dosis tinggi oksitetrasiklin intravuskular dan intramuscular diyakini bertanggung
jawab untuk gagal ginjal akut pada sapi yang mengalami dehidrasi (Vaala et al. 1987).
1. Dehidrasi
Dehidrasi adalah sebuah kondisi ketika tubuh tidak memiliki jumlah cairan yang cukup
dan menyebabkan sistem metabolisme tubuh menjadi terganggu. Ada beberapa tahapan
dehidrasi mulai dari tahap ringan, berat hingga sangat parah. Dehidrasi bisa tergantung pada
berat badan dan jumlah cairan yang hilang dari tubuh.
2. Diabetes
Ketika tubuh memiliki kadar gula yang terlalu tinggi atau lebih sering disebut dengan
kondisi diabetes maka akan menyebabkan ginjal bekerja terlalu keras. Ginjal akan menyerap
darah dalam jumlah yang lebih tinggi sehingga menyebabkan pembuluh darah yang bertugas
menyaring darah bisa bekerja terlalu banyak. Kemudian setelah beberapa lama ginjal tidak
mampu menyaring semua bagian limbah dari darah dan menyebabkan kebocoran. Akibatnya
maka urin mengandung protein yang seharusnya tinggal dalam tubuh. Ginjal akan kehilangan
fungsinya dengan ditandai penemuan protein tinggi dalam urin. Ginjal tidak bisa bekerja lagi
kemudian terjadilah gagal ginjal.
3. Penyakit ginjal polycystic
Penyakit ginjal polikistik dapat menyebabkan kerusakan kemampuan ginjal karena
banyaknya zat beracun yang harus disaring oleh ginjal. Penyakit ini secara perlahan akan
menyebabkan ginjal tidak berfungsi sehingga pada tahap akhir dapat menyebabkan gagal ginjal.
Penyakit ini sering ditemukan pada usia lanjut sekitar 55 tahun ke atas.
4. Glomeruloneftritis
Penyakit ini menyebabkan peradangan pada bagian penyaringan di ginjal yang
menyerang bagian nefron. Peradangan ini menyebabkan banyak kotoran dari sisa metabolisme
yang seharusnya keluar tapi hanya menumpuk di bagian ginjal. Penyakit ini bisa menjadi faktor
penyebab gagal ginjal dalam waktu yang sangat cepat.

Patogenesis Gagal Ginjal


Ginjal terdiri dari ratusan hingga ribuan sel-sel nefron yang fungsinya menyaring
produk sisa dari aliran darah yang disekresikan dalam bentuk urin. Gagal ginjal terjadi bila
ginjal tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Gagal ginjal dapat dibagi atas 2 tipe yaitu:
1. Gagal Ginjal Akut (GGA)
GGA terjadi sangat cepat dan langsung kehilangan fungsinya, biasanya disebabkan oleh
keracunan. GGA dapat bersifat reversible, jadi bila ditangani dengan cepat maka fungsi ginjal
dapat kembali lagi, tapi juga dapat menjadi ke GGK bila terlambat ditangani
2. Gagal Ginjal Kronis (GGK).
GGK sangat sering terjadi pada hewan tua, dimana dalam keadaan tua hewan akan mengalami
penurunan fungsi organ yang salah satunya adalah ginjal. GGK terjadi karena kerusakan sel 60
– 75% dari sel sel nefron yang ada di ginjal yang menyebabkan fungsi ginjal menurun. Proses
terjadinya GGK dapat diperkirakan dalam hitungan bulan atau bahkan beberapa tahun,
tergantung dari kondisi hewan yang terkena GGK.
Beberapa penyebab terjadinya Gagal Ginjal adalah : Keracunan (pestisida, organophosphate,
dll.), Obat-obatan (terlalu lama terpapar dengan obat, misal antibiotik, anti inflamasi, anti
parasit, dll. Maka dari itu semua pemakaian obat harus dengan persetujuan dan pengawasan
dokter), Tumor ginjal (Lymphosarcoma, adenosarcoma), Batu Ginjal, Dehidrasi, Agen
Infeksius (Leptospirosa sp. yang menyebabkan Leptospirosis), Geriatric diseases (Penyakit
yang timbul pada umur tua diakibatkan karena penurunan fungsi organ dalam hal ini ginjal).

Gejala Klinis Gagal Ginjal


Gejala klinisnya sendiri yang muncul pada hewan hewan besar (sapi, kuda, domba dll)
tanda-tanda sistemik variabel tergantung pada penyebab dan lama terjadinya kasus itu sendiri
atau durasi gagan ginjal itu terjadi (Akut dan Kronik). Tanda klinis gagal ginjal akut sendiri
adalah Bengkak mata, kaki, kencing sedikit, dan demam. tanda-tanda gagal ginjal kronik
termasuk nyeri pada bagian perut, kencing merah/darah, dan dysuria. Disuria sendiri adalah
suatu kondisi dimana hewan tersebut mengalami kesulitas, kesakitan atau rasa tidak nyaman
saat melakukan buang ari kecil atu bisa disebut kencing.

Diagnosa Gagal Ginjal


Penyakit gagal ginjal dapat di diagnose dari gejala klinis yang Nampak dan juga
pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan darah QBC dan kimia darah akan sangat membantu
mendiagnosa Gagal ginjal terutama dilihat dalam kandungan BUN (Blood Urea Nitrogen) dan
Creatinine, bila keduanya berhasil tinggi menunjukkan bahwa fungsi ginjal sudah buruk.

Penanganan Gagal Ginjal


Pengobatan dan penanganan penyakit gagal ginjal ditujukan pada pencegahan atau
memperlambat kerusakan ginjal tersebut. Hewan yang terkena gagal ginjal dianjurkan
dilakukan rawat inap di rumah sakit atau klinik hewan dan aka diterapi cairan infus yang
fungsinya membantu mencuci atau membuang produk sisa dari aliran darah dan memperbaiki
keseimbangan elektrolit di dalam tubuh.
Pemeriksaan darah rutin pada hewan tiap tahun akan sangat membantu untuk
mendeteksi tahap awal sebelum gagal ginjal terjadi, bila terlihat tahap awal maka hewan akan
mendapatkan penanganan lebih awal yang dapat mencegah kerusakan ginjal lebih lanjut. Maka
dari itu kita sarakan untuk mengecek pemeriksaan darah secara rutin terhadap hewan
Definisi Glumerulonefritis
Glomerulonefritis adalah kerusakan yang terjadi pada ginjal yang ditandai
dengan adanya inflamasi di glomerulus. Proses inflamasi memicu mekanisme
imunologi yang menimbulkan kelainan glomerulus. Glomerulus berfungsi dalam
penyaringan sisa metabolisme dan cairan dari darah. Kerusakan yang terjadi
menyebabkan darah dan protein masuk ke dalam urin (Madaio and Harrington,
2001). Glomerulonefritis dibagi menjadi dua macam yaitu glomerulonefritis akut
dan glomerulonefritis kronis. Glomerulus akut biasanya merupakan respons tubuh terhadap
infeksi yang sedang terjadi. alah satu jenis dari glomerulonefritis akut adalah glomerulonefritis
akut pasca streptokokus (GNAPS) (Lau and Wyatt, 2005).

Etiologi Glumerulonefritis
Penyakit ini menyebabkan peradangan pada bagian penyaringan di ginjal yang
menyerang bagian nefron. Peradangan ini menyebabkan banyak kotoran dari sisa metabolisme
yang seharusnya keluar tapi hanya menumpuk di bagian ginjal. Penyakit ini bisa menjadi faktor
penyebab gagal ginjal dalam waktu yang sangat cepat. Immunemediated penyebab kerusakan
membran basal sel endotel glomerulus.
Glomerulonefritis imun kompleks dan glomerulonefritis membranoproliferatif paling
umum. Glomerulonefritis yang dimediasi imun idiopatik dan non-imun yang dimediasi telah
dilaporkan. Amiloidosis glomerulus yang jarang.
Pra-ginjal : Tekanan / aliran darah yang tidak memadai ke ginjal termasuk syok dan
endotoksemia .
Intra-ginjal : Kerusakan langsung pada peralatan glomerulus.
Ini termasuk serangkaian:
Kondisi infeksi - EHV Equine herpesvirus, EIA Equine virus infeksi menular, infeksi
bakteri. Keracunan logam berat - merkuri, arsenik, emas, timbal Toksisitas: timbal. Obat-obatan
tertentu - Terapi NSAID: obat anti-inflamasi. Antibiotik tertentu. Terapi: antimikroba termasuk
aminoglikosida. Terapi: aminoglikosida, polimiksin B, tetrasiklin. Terapi: tetrasiklin,
sulfonamida. Terapi: sulfonamid, sefalosporin. Beberapa racun tanaman (termasuk biji).
Kerusakan pigmen - mioglobin, hemoglobin. Infeksi yang ditularkan melalui darah paling
sering terlihat pada anak kuda, tetapi kadang-kadang Streptococcus equi (strangles Strangles
(infeksi Streptococcus equi)) dapat menyebabkan abses ginjal.
Kondisi neoplastik terjadi pada kuda yang lebih tua (karsinoma ginjal Ginjal: karsinoma
ginjal, limfosarkoma). Ginjal polikistik Ginjal: penyakit polikistik. Pasca ginjal Penyumbatan
ke sistem drainase urin yang disebabkan oleh batu. Kandung kemih: batu, kelainan
perkembangan, prolaps, dll. Immunemediated penyebab kerusakan membran basal sel endotel
glomerulus. Glomerulonefritis imun kompleks dan glomerulonefritis membranoproliferatif
paling umum. Glomerulonefritis yang dimediasi imun idiopatik dan non-imun yang dimediasi
telah dilaporkan. Amiloidosis glomerulus yang jarang.

Patogenesis Glumerulonefritis
Ginjal yang sehat pada hewan dan manusia membuang limbah dan kelebihan cairan dari
darah dan membuat urin yang mengeluarkan sisa limbah. Pada hewan, glomerulus yang
menyaring unit ginjal, menyerap dan menyaring air, protein, glukosa, dan elektrolit dari aliran
darah. Ginjal menyerap kembali glukosa dan elektrolit setelah penyaringan, dan sisanya diubah
menjadi urin. Proses ini diperlukan bagi anjing untuk menyerap nutrisi penting yang mereka
butuhkan dan untuk tubuh mereka untuk menghilangkan yang tidak perlu atau berbahaya.
Ketika antigen dan antibodi menumpuk di pembuluh darah, peradangan yang dihasilkan disebut
glomerulonefritis.
Karakteristik klinikopatologis definitif glomerulonefritis adalah proteinuria, adanya
jumlah protein yang tidak normal dalam urin. Proteinuria terjadi ketika protein plasma, terutama
albumin, bocor di dinding kapiler glomerulus yang rusak. Pasien penyakit ginjal dengan
proteinuria, yang melebihi 1 gm sehari, biasanya akan memiliki prognosis yang lebih buruk.

Gejala Klinis Glumerulonefritis


Gejala klinisnya sendiri yang muncul pada hewan hewan besar (sapi, kuda, domba dll)
yaitu hewan akan mengalami penurunan berat badan secara drastis, kemudian hewan akan
nampak les lesu, adanya edema ventral dan / atau perifer, kemudan bisa terjadi polyuria dan
polidipsia,
Poliuria sendiri adalah Suatu kondisi di mana kondisi pengeluaran air seni menjadi berlebih
dari yang sebelumnya. Polydipsia adalah kondisi di mana hewan akan sering mengonsumsi air
karena seringnya hewan mengalamai kencing atau air kecing keluar secara berlebih. Dan juga
bisa mengakibatkan gagal ginjal akut atau kronis.

Diagnosa Glumerulonefritis
Melakukan anamesa untuk mendapatkan sejarah medis pada hewan tersebut dari
pemiliknya. Dapat dilihat dari gejala klinis kemudia dilakukan pemeriksaan fisik. Melakukan
tes darah pada hewan yang meliputi :
1. Hitung darah lengkap
2. Tes biokimia serum
3. Biopsy pada ginjal
4. Radiografi atau usg ginjal

Penanganan Glumerulonefritis
Keberhasilan penanganan sangat ditentukan oleh identifikasi penyakit penyebab
glomenuronefritis, identifikasi masalah dan manajemen medis dilakukan. Manajemen medis
dilakukan termasuk didalamnya adalah therapy immunospresi, treatment antiinflamasi-
hyperkoagulasi (aspirin), control diet, antihipertensi dan obat deuretik. Paracentesis dapat
dilakukan jika hewan mengalami tekanan respirasi dan abdomen yang membengkak.
DAFTAR PUSTAKA

Camart, B.P.B., 2007. Affections urinaires adult cattle.Point Vet., 38: 31-37.

Divers, T.J, 2008. Urinary Tract Diseases. In: Rebhun's Diseases of Dairycattle. Divers , T.J.
and S.F. Peek (Eds.). Elsevier Publishing Company, St Louis, Missouri, pp: 447-466.

Felippe M J B (2016) Glomerulonephritis. In: Equine Clinical Immunology. Ed: Felippe M J


B. Wiley & Sons.

Flock, P & Herd. 2015.” Case Notes: Renal Failure in Calves Caused by Amaranthus
Retroflexus”. CSU Wagga Wagga

Harold C. Et all. 2007. Chronic Renal Failure in Horses. Vet Clin Equine 23 (2007) 593–612

Han J H & McKenzie III C (2008)Intermittent peritoneal dialysis for the treatment of acute
renal failure in two horses.Equine Vet Educ20(5), 256-264 VetMedResource.

Mahouz. F et all. 2015. Pathological Study on Renal Diseases in Cattle and 2Department
Sciences,Veterinary

McLeland S (2015) Diseases of the equine urinary system. Vet Clin North Am Equine Pract
31 (2), 377-387 Europe PMC.