Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

ANALISIS ENERGI TERBARUKAN DI KOTA CIREBON DAN


SEKITARNYA

Tugas Ini Disusun Untuk Memenuhi Kegiatan Pembelajaran Daring Dalam Program
Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan Tahun 2019

Oleh:
IIP SUPARNA, S.Pd
19021609710069

PENDIDIKAN PROFESI GURU DALAM JABATAN


PROGRAM STUDI ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDOENSIA
TAHUN 2019

Energi Terbarukan di Kota Cirebon dan Sekitarnya 1


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Isi dari alam semesta ini adalah energy dan materi. Energi mempunyai peranan
yang penting dan tidak dapat dilepaskan dalam kehidupan manusia. Energi alam
semesta ini tidak pernah berkurang namun sering berubah – ubah. Seperti contoh
alat – alat yang menjadi pendukung kehidupan manusia tidak dapat terlepas dari
energi. Misalnya, energi fosil (bensin) menjadi energi gerak dan panas (kendaraan
bermotor), alat elektronik rumah tangga, alat komunikasi dan alat – alat lainnya.
Panas matahari, angin, tumbuhan dan air di Indonesia merupakan sumber
energi alternatif yang dapat menggantikan bahan bakar energy fosil. Meski demikian,
Indonesia masih bergantung kepada sumber energi bahan bakar fosil sebagai sumber
utama energinya. Padahal stok bahan bakar fosil di Indonesia saat ini terus
berkurang dan penggunaan bahan bakar ini dapat berdampak pada pemanasan
global. Sehingga diperlukan upaya untuk merubah pemanfaatan sumber energi dari
bahan bakar fosil menjadi sumber energi alternatif.
Pengembangan energi alternatif bukanlah tanggungan pemerintah saja dalam
pengelolaan dan pengembangannya. Setiap individu mempunyai kewajiban yang
sama untuk memajukan negara ini. Kesadaran masyarakat adalah kunci dalam
kesukesan Negara Indonesia yang kita cintai ini.
Alam Indonesia telah memberikan yang terbaik darinya. Sebagai manusia harus
bisa memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Salah satu cara yang dapat dilakukan
adalah dengan memanfaatkan energi terbaru atau alternatif yang mempunyai efek
negatif lebih sedikit terhadap lingkungan dibanding bahan bakar fosil. Perubahan
secara besar-besaran memang sulit, tapi bisa dimulai dari lingkungan tempat tinggal.
Kota Cirebon, sebagai kota yang berada dipinggiran Jawa Barat memiliki andil
yang besar terhadap lingkungan di Jawa Barat, khususnya Jawa barat bagian timur.
Walaupun kemacetan di Cirebon tidak separah kemacetan di Jakarta, namun
intensitas kendaraan dari tahun ke tahun terus bertambah, sehingga hal ini menjadi
masalah utama di Kota Cirebon, karena merupakan gerbang untuk masuk ke Jawa
Barat dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Selain kendaraan, pabrik – pabrik di Cirebon
pun memiliki andil terhadap kualitas lingkungan udara. Dengan banyaknya
kendaraan maka polusi didaerah tersebut cukup tinggi terutama saat jam berangkat
dan pulang kantor atau seklolah. Kendaraan - kendaraan yang digunakan masih
menggunakan bahan bakar fosil, sehingga perlu upaya untuk merubahnya menjadi
bahan bakar yang ramah lingkungan.
Perubahan sekecil apapun terhadap lingkungan akan memberikan dampak
yang bagus buat lingkungan kedepannya. Berdasarkan hal tersebut maka penulis,
akan membuat makalah “Analisis Energi Terbaru di Daerah Kota Cirebon”.

B. Tujuan Pembuatan Makalah


Tujuan pembuatan makalah ini adalah:
1. Mengetahui potensi alam di Kota Cirebon dan sekitarnya
2. Memberikan informasi mengenai energi alternatif yang dapat dimanfaatkan di
Kota Cirebon dan Sekitarnya
Energi Terbarukan di Kota Cirebon dan Sekitarnya 2
BAB II
KAJIAN TEORI

A. Energi
1. Pengertian energi
Kata energi berasal dari bahasa yunani, Yaitu ergon yang berarti kerja,
jadi energi diartikan sebagai kemampuan untuk melakukan kerja atau usaha.
Alam semesta ini terbentuk karena ada energy dan materi. Sehingga energi
merupakan sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan di alam ini,
terutama bagi kehidupan manusia, karena segala sesuatu yang kita lakukan
memerlukan energy. Sungguh Allah SWT telah menganuerahi kehidupan kita
dengan adanya ciptaan-Nya berupa energy ini. Marilah kita tetap bersyukur
atas kenikmatan energy ini.
Energy di alam ini tersedia dalam berbagai bentuk, misalnya energy
kimia, energy listrik, energy kalor dan energy cahaya, energy akan bermanfaat
jika terjadi perubahan bentuk dari suatu bentuk ke bentuk yang lain, sebagai
contoh, setrika listrik akan bermanfaat jika terjadi perubahan energy listrik
menjadi energy kalor, energy kimia akan bermanfaat jika terjadi perubahan
energy kimia menjadi energy gerak, dan lain sebagainya.
Benda yang bergerak maupun diam ternyata mempunyai suatu energy
yang tersimpan, energy yang ditimbulkan akibat suatu gerakan suatu benda
disebut energy kinetic, sedangkan energy yang tersimpan dalam suatu benda
karena kedudukannya disebut energy potensial, itulah sedikit yang dapat saya
sampaikan tentang pengertian energy .

2. Energi Terbarukan
Energi terbarukan adalah sumber energy yang dapat dipulihkan kembali
secara alami dan prosesnya berkelanjutan. Energy terbarukan dihasilkan dari
sumber daya energy yang secara alami tidak akan habis bbahkan
berkelanjutan jika dikelola dengan baik. Energy terbarukan disebut
juga sebagai energy berkelanjutan (sustainable energy). Konsep energy
terbarukan mulai dikenal di dunia pada era 1970-an.
Kemunculannya sebagai antithesis terhadap pengembangan dan
penggunaan energy berbahan fosil dan nuklir. Selain dapat dipulihkan
kembali,energy terbarukan diyakini lebih bersih , aman dan terjangkau
masyarakat. Pengunaan energy terbarukan lebih ramah lingkungan karna
mampu mengurangi pencemaran lingkungan dan kerusakan lingkungan
disbanding energy non- terbarukan.
Energi terbarukan masih perlu meningkatkan daya saing, karna sumber
energy terbarukan masih membutuhkan subsidi untuk tetap kompetitif
dengan bahan bakar fosil dalam hal biaya, meskipun harus juga disebut kan
bahwa perkembangan teknologi pada nergi terbarukan terus menurunkan
harganya dan hanya masalah waktu energy terbarukan akan memiliki harga
yag kompetitif tanpa subsidi dibandingkan bahan bakar tradisional.

3. Sumber Energi Terbarukan


a. Energi surya

Energi Terbarukan di Kota Cirebon dan Sekitarnya 3


Matahari adalah sumber kita yang paling kuat energy.sinar matahari
atau energy surya dapat digunakan untuk pemanasan rumah, pencahayaan
dan pendinginan dan bangunan lainnya, pembanggkit listrik ,pemanas air,
dan berbagai proses industry lainnnya, sebagian besar energy
terbarukan berasal baik secara langsung maupun tidak langsung dari
matahari. Contohnya , panas dari matahari menyebabkann angin bertiup ,
memberikan konstribusi terhadap pertumbuhan pohon dan tanaman
lain yang digunakan untuk energy biomassa, dan memainkan peran
penting dalam siklus penguapan dan curah hujan yang menjadi sumber
energy air.
b. Energi angin
Angin adalah gerakan udara yang terjadi ketika naik udara hangat
dan udara dingin di bergegas untuk menggantinya. Energy angin telah
digunnakan selama berabad abat untuk kapal layar dan kincir angin untuk
menggilingh gandum. Hal ini energy angin ditangkap oleh turbin angin dan
digunakan untuk menghasilkan listrik.
c. Biofuel
Bio fuel atau bahan bakar hayati adalah sumber energy terbarukan
bberupa bahan bakar( baik padat, cair, dan gas) yang dihasilkan dari
bahan bahan organic. Sumber bio fuel adalah tanaman yang memiliki
kandungan gula tinggi(seperti sorgum dan tebu) dan tanaman yhang
memiliki kandungan minyak nabatitinggi(seprti jarak,ganggang dan kelapa
sawit).
d. Bio massa
Bio massa adalah jenis energy terbarukan yang mengacu bapa bahan
biologis yang berasal dari organnisme yang hidup atau yang belim lama
mati. Sumber bio massa antara lainbahan bakar kayu,limbah dan alcohol.
Pembangkit listrik bio massa diindonesia seperti PLTBM Pulubala di
Gorontalo yang memanfaatkan tongkol jagung.
e. Panas bumi
Energy panas bumi atau geo thermal adalah sumber energy
terbarukan berupa energy thermal(panas)yang dihasilkan dan disimpan
didalam bumi. Energy panas bumi diyakini cukup ekonomis, berlimpah,
berkelanjutan,dan ramah lingkungan. Namun pemanfaatannya masih
terkendala pada tehnologi eksploitasi yang hanya dapat menjangkau di
sekitar lempeng tektonik. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi(PLTP)
yang dimiliki Indonesia antara lain. PLTP Sibayak Di Sumatara Utara. PLTP
Salak di Jawa Barat, PLTP Dieng di Jawa Tengah, dan PLTP Lahendong di
Sulawesi Utara.
f. Air
Energy air adalah salah satu alternative bahan bakar fosil yang
paling umum. Sumber energy ini didapatkan dengan memanfaatkan
energy potensial dan energy kinetic yang dimiliki air. Saat ini sekitar
20%konsumsi listrik didunia dippenuhi dari Pembangkit Listrik Tenaga
Air( PLTA). Di Indonesia saja terdapat puluhan PLTA seperti . PLTA
singkarak di Sumatra barat , PLTA gaja mungkur di Jawa Tengah, PLTA
karangkates di jawa timur, PLTA Riam kanan di Kalimantan selatan dan
PLTA Larona di Sulawesi selatan.
g. Gelombang laut
Energy gelombang laut atau ombak adalah energy terbarukan yang
bersumber dari tekanan naik turunnya gelombang air laut.
Energi Terbarukan di Kota Cirebon dan Sekitarnya 4
Indonesia sebagai Negara maritime,yang terletak diantara 2 samudra
berpotensi tinggi memnfaatkan sumber energy dari gelombang laut.
Sayangnya sumber energy alternative ini masih dalam taraf
pengembangan Indonesia.
h. Pasang surut
Energy pasang suurut air laut adalah energy yang terbarukan yang
bersumber dari proses pasang surut air laut. Terdapat 2 jenis sumber
energi pasang surut air laut, pertama adalah perbedan tinggi rendahnya
air laut saat pasang dan surut. Yang kedua adalah arus pasang surut
terutama pada selat selat yang kecil. Layaknya energy gelombang air laut,
Indonesia memiliki potensi yang sangat tinggi dalam pemanfaatan energy
pasang surut air laut. Saying nya energy ini9m belum termanfaatkan.

4. Keungulan dan kelemahan energi terbarukan


Seperti bahan bakar fosil, energy terbarukan tentunya
memiliki keunggulan dan kelemahan tertentu. Nilai ekonomi, ekologi dan
efesiensi adalah beberapa factor yang mesti kita perhatikan ketika kita
membahas keungggulan dan kekurangan energy terbarukan.
Seperti namanya sumber energi terbarukan tidak dapat habis dan
tentunya berbeda dengan bahan bakar fosil. Bahan bakar fosil terbatas, dan
karna itu suatu hari , bbatu bara, minyak dan gas alam akkan habis, anmun
scenario yang sama tidak akan terjadi pada sumber energy terbarukan karna
matahari akan terus bersinar, angin akan terus bertiup. Sulit untuk
mengatakan berapa lama bahan bakar fosil dapat memenuhi sebagian besar
permintaan energy global, beberapa ahli energy percaya hal ini kemungkinan
akan berlangsung sampai akhir abad ini.karna itulah saat bahan bakar fosil
telah habis didunia ini, kita harus telah memiliki alternative dalam bentuk
energy terbarukan.
Dari sudut pandang ekologi, energi terbarukan memiliki keunggulan jauh
lebih banyak dibandingkanbahan bakar fosil. Sumber nergi terbarukan adalah
sumber energy bersih dan tidak seperti batu bara, minyak, dan gas alam,
sumber energy terbarukan tidak melepaskan emisi karbon. Bahan bakar fosil
disisi lain ketika dibakar melepaskan emisi karbon berbahaya yang tidak
hanya mencemari planet kita. Tetapi telah memberikan knstribusi kerusakan
berupa dampaknya pada perubahan iklim.
Meskipun ada perbaikan serius dalam hal teknologi energy terbarukan
pada beberapa tahun terakhir, ppersaingan harga harga sumber energy
terbarukkan tetap menjadi salah satu kelemahan terbesar dari energy
terbarukan. Agar biaya energy terbarukan da[pat kompetitif dengan bahan
bakar fosil, penelitian yang lebih banyak dilakukan sebagian besar meski
difokuskan untuk meningkatkan efesiansi teknologi energy terbarukan
karna factor efesiensi dan ekonomi masih mmerupakan pertimbangan yang
lebih besar dibandingkan dampaknya yeng positif terhadap lingkungan
dimata banyak orang.
Energi terbarukan juga perlu memberikan solusi pada penyimpana
energy untuk menjamin keamanan saat pengiriman karna
sumber terpenting dari energy terbarukan seringkali bersifat intermitten,
dan karna itu tidak dapat diandalkan setiap saat.
Kurangnya tradisi juga merupakan salah satu kelemahan dari pemakaian
energy terbarukan. Bahan bakar fosil merupakan tradisisi yang sangat
panjang, dan banyak sector energy terbarukan yang baru saja dimulai
Energi Terbarukan di Kota Cirebon dan Sekitarnya 5
berkembang. Tradisi penggunaan bahan bakar fosil memberikan konstribusi
bagi kuatnya lobi bahan bakar fosil pada sisi politik , dan lobi ini
menggunakan pengaruhnya untuk menghasilkan keputusan keputusan
penting mengenai pemakaian energy.
Banyak Negara dudunia bergantung pada impor minya asing , dan dengan
mengembangkan sector energy terbarukan di negeri sendiri , mereka akan
membantu mengurangi ketergantungan pada impor minyak ke Negara lain.
Dan dengan demikian juga akan mendifersifikasi portofolio energy mereka.
Pengembangan sector energy terbarukan juga dapat menciptakan
manfaat ekonomi dibayak Negara , sebagian besar dalm bentuk terciptanya
lapangan kerja’’ hijau’’ yang baru.

B. Kota Cirebon
Kota Cirebon merupakan salah satu kota yang berada di Provinsi Jawa
Barat, Indonesia. Kota ini berada di pesisir utara Pulau Jawa atau yang dikenal
dengan jalur pantura yang menghubungkan Jakarta-Cirebon-Semarang-Surabaya.
Kota Cirebon terletak pada lokasi yang strategis dan menjadi simpul pergerakan
transportasi antara Jawa Barat dan Jawa Tengah. Letaknya yang berada di wilayah
pantai menjadikan Kota Cirebon memiliki wilayah dataran yang lebih luas
dibandingkan dengan wilayah perbukitannya. Luas Kota Cirebon adalah 37,54 km2
dengan dominasi penggunaan lahan untuk perumahan (32%) dan tanah pertanian
(38%).
1. Wilayah dan pemerintahan
Letak geografis dan luas wilayah
Geografis Kota Cirebon terletak pada posisi 108.33o dan 6.41o Lintang
Selatan pada pantai Utara Pulau Jawa, bagian timur Jawa Barat, memanjang dari
barat ke timur 8 kilometer, Utara Selatan 11 kilometer dengan ketinggian dari
permukaan laut 5 meter dengan demikian Kota Cirebon merupakan daerah
dataran rendah dengan luas wilayah administrasi 37,35 km2 atau 3.735,8
hektar yang mempunyai batas-batas :Sebelah Utara : Sungai Kedung Pane,
Sebelah Barat : Sungai Banjir Kanal / Kabupaten Cirebon, Sebelah Selatan :
Sungai Kalijaga, Sebelah Timur : Laut Jawa.
Kota ini berada di antara Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Tengah serta Jawa
Timur sehingga letak yang sangat strategis ini memungkinkan kota ini menjadi
daerah penyangga dan daerah penghubung yang akan mengalami kepesatan
perkembangan pembangunannya.

2. Topografi, geologi dan jenis tanah


Sebagian besar wilayah merupakan dataran rendah dengan ketinggian
antara 0-2000 dpl, sementara kemiringan lereng antara 0-40 % di mana 0-3 %
merupakan daerah berkarateristik kota, 3-25 % daerah transmisi dan 25-40 %
merupakan pinggiran. Kondisi geologi kota ini umumnya adalah batuan alluvial
(lempung, lanau, pasir, kerikil, kerakal, dan bongkah) yang mudah dikerjakan
dan memiliki ketahanan terhadap erosi Sedangkan jenis tanahnya adalah
asosiasi latosol merah dan latosol coklat kemerahan yang umumnya cocok untuk
pertanian dan perkebunan.

Energi Terbarukan di Kota Cirebon dan Sekitarnya 6


3. Iklim
Kota Cirebon termasuk daerah iklim tropis, Banyaknya curah hujan
1.351 mm per tahun dengan hari hujan 86 hari. Kelembaban udara berkisar
antara ± 48-93% dengan kelembaban udara tertinggi terjadi pada bulan Januari-
Maret dan angka terendah terjadi pada bulan Juni-Agustus.
Rata-rata curah hujan tahunan di kota Cirebon ± 2260 mm/tahun dengan
jumlah hari hujan ± 155 hari. Berdasarkan klasifikasi iklim Schmidt-Ferguson,
iklim di kota Cirebon termasuk dalam tipe iklim C dengan nilai Q ± 37,5%
(persentase antara bulan kering dan bulan basah). Musin hujan jatuh pada bulan
Oktober-April, dan musim kemarau jatuh pada bulan Juni-September.
Keadaan angin terdapat tiga macam angin:
a. Angin Musim Barat: antara Desember sampai Maret
b. Angin Pancaroba: antara April sampai Nopember
c. Angin Musim Timur: antara Mei sampai Oktober

4. Kependudukan
Berdasarkan Menurut hasil Suseda Jawa Barat Tahun 2010 jumlah
penduduk Kota Cirebon telah mencapai jumlah 298 ribu jiwa. Dengan komposisi
penduduk laki-laki sekitar 145 ribu jiwa dan perempuan sekitar 153 ribu jiwa,
dan ratio jenis kelamin sekitar 94,85.
Penduduk Kota Cirebon tersebar di lima kecamatan, kecamatan yang
memiliki tingkat kepadatan penduduk tertinggi adalah Kecamatan
Pekalipan sebesar 21,5 ribu jiwa/km², terpadat kedua adalah Kecamatan
Kejaksan 11,8 ribu jiwa/km², kemudian Kecamatan Kesambi 8,8 ribu
jiwa/km², Kecamatan Lemahwungkuk 8,45 ribu jiwa/km², dan kepadatan
terendah terdapat di Kecamatan Harjamukti hampir 5,48 ribu jiwa/km².
Pada akhir tahun 2014, kota Cirebon berpenduduk 384.000 jiwa, naik
dari 300.434 jiwa pada Tahun 2012. PDRB per kapita kota ini pada tahun 2012
sebesar Rp43,65 juta (menurut harga berlaku) atau Rp19,78 juta (menurut
harga konstan 2000). Menurut BPS Kota Cirebon, secara riil daya beli penduduk
kota ini pada tahun 2012 tumbuh 5,2% dibandingkan tahun 2011. Pertumbuhan
ini terpantau terus meningkat dalam empat tahun terakhir.

5. Pendidikan
Angka melek huruf (AMH) kota ini pada tahun 2009 adalah 98,14%
sedangkan rata-rata lama sekolah (RLS) adalah 9,95%. Kedua indikator
pendidikan ini merupakan variable dalam menghitung IPM selain indikator
kesehatan dan ekonomi. Penduduk dengan tingkat pendidikan SLTA mencapai
32,62% sedangkan lulusan perguruan tinggi mencapai 14,50%.
Jumlah total unit sekolah adalah 1.098 unit dengan rincian 242 sekolah
negeri dan 856 sekolah swasta, sedangkan perguruan tinggi mencapai 21 unit di
antaranya
a. Institut Studi Islam Fahmina (ISIF)
b. Institut Agama Islam Bunga Bangsa Cirebon (IAI BBC)
c. Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon (STTC)
d. Universitas Swadaya Gunung Jati

Energi Terbarukan di Kota Cirebon dan Sekitarnya 7


e. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Cirebon
f. Cirebon Institute of Computer (CIC)
g. IAIN Syekh Nurjati Cirebon
h. Universitas 17 Agustus 1945 Cirebon (UNTAG)
i. STMIK IKMI Cirebon
j. STIKOM Poltek Cirebon
k. Universitas Muhammadiyah Cirebon
l. STMIK Catur Insan Cendekia Cirebon
m. Akademi Perdagangan Catur Insan Cendekia Cirebon
n. Stikes Mahardika Cirebon (STIKma)
o. Akademi Keperawatan (akper) Dharma Husada Cirebon
p. Akademi Kebidanan (akbid) Isma Husada Cirebon
q. WIT Institute Cirebon
r. Akademic Maritime Of Cirebon
s. LP3I Business College
t. Telkom PDC
u. Politeknik Kesehatan Negeri Tasikmalaya Cirebon

6. Kesehatan
Angka Harapan Hidup (AHH) yang menjadi indikator pembangunan
manusia di kota Tangerang Selatan mencapai 68,43 yang menunjukkan bahwa
pendudukan kota ini dapat mencapai rata-rata usia 68,43 tahun. Sarana
kesehatan di kota ini cukup memadai dengan 14 Rumah Sakit (1 Rumah Sakit
Umum Daerah di Pamulang, dan 13 RS Swasta), 10 Puskesmas. 14 tempat tidur
Puskesmas Perawatan, 11 Puskesmas Pembantu, 176 Balai Pengobatan Swasta,
771 Posyandu (Pratama, Madya, Purnama dan Mandiri), 100 Posbindu, 660
praktek dokter umum swasta, 267 praktek dokter gigi swasta, 112 praktek
dokter spesialis, 276 praktek bidan swasta, 30 laboratorium klinik swasta, 42
optik, 75 apotik, 6 toko obat berijin, 48 industri kecil obat tradisional, 33 rumah
bersalin swasta, 31 pengobatan tradisional, dan 10 Puskesmas Keliling.
Pelayanan kesehatan sangat penting diprioritaskan terutama untuk
pemenuhan sarana dan prasarana kesehatan serta pelayanan masyarakat.
Pelayanan kesehatan masyarakat ini dilakukan dengan program Jaminan
Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) bagi keluarga miskin dan pelayanan
kesehatan bagi balita melalui Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Saat ini
Pemerintah Kota Tangerang Selatan sedang merencanakan penambahan Rumah
Sakit Umum, Puskesmas, Pustu, Poskesdes dan penamabahan mobil ambulans.

7. Agama
90,14% masyarakat memeluk agama Islam selebihnya memeluk agama
Kristen (5,25%), Katholik (3,36%), Budha (0,92%), Hindu (0,26%) dan
Konghucu, dengan jumlah fasilitas peribadatan antara-lain: masjid (436 unit),
Langgar/Musholah/Surau (968 unit), Gereja (42 unit) dan Vihara/Kuil (7 unit).

8. Budaya dan Seni


Bang Kebudayaan yang melekat pada masyarakat Kota Cirebon
merupakan perpaduan berbagai budaya yang datang dan membentuk ciri khas
tersendiri. Hal ini dapat dilihat dari beberapa pertunjukan khas masyarakat
Cirebon antara lain Tarling, Tari Topeng Cirebon, Sintren, Kesenian

Energi Terbarukan di Kota Cirebon dan Sekitarnya 8


Gembyung dan Sandiwara Cirebonan. Kota ini juga memiliki beberapa kerajinan
tangan di antaranya Topeng Cirebon, Lukisan Kaca, Bunga Rotan dan Batik.
Salah satu ciri khas batik asal Cirebon yang tidak ditemui di tempat lain
adalah motif Mega Mendung, yaitu motif berbentuk seperti awanbergumpal-
gumpal yang biasanya membentuk bingkai pada gambar utama.
Motif Mega Mendung adalah ciptaan Pangeran Cakrabuana (1452-1479),
yang hingga kini masih kerap digunakan. Motif tersebut didapat dari pengaruh
keraton-keraton di Cirebon. Karena pada awalnya, seni batik Cirebon hanya
dikenal di kalangan keraton. Sekarang dicirebon, batik motif mega mendung
telah banyak digunakan berbagai kalangan. Selain itu terdapat juga motif-motif
batik yang disesuaikan dengan ciri khas penduduk pesisir.[

Energi Terbarukan di Kota Cirebon dan Sekitarnya 9


BAB III
PEMBAHASAN

A. Potensi Energi di Tangerang Selatan


dengan kondisi wilayah yang ada, Kota Cirebon dan sekitarnya dapat memiliki
potensi alam dalam pengembangan energi alternatif berupa panas matahari, dan air
serta pasang surut.
Berikut analisis potensi energi di Kota Cirebon dan Sekitarnya
Sumber Kelebihan Kekurangan Peluang Tantangan
No Energi
Alternatif
1 Sinar - Ramah - Listrik yang Dengan suhu - Musim
matahari lingkungan dihasilkan 34,5o C pada penghujan
- Energi bersifat saat cuaca yang ada
berlimpah tidak tetap, panas, maka akan
untuk bergantung sumber memberikn
digunakan an energi ini batasan
setiap hari mngandalka akan energi yang
- Gratis n pada tigkat bertahan dihasilkan
- Panel surya intensitas baik. - Banyaknya
tidak matahari perkantorn
kehilangan - Panel surya mengakibat
banyak masih relatif kan
efisiensi mahal kebutuhan
dalam masa - Jika tidak energi yang
pakainya terpasang banyak.
- Masa pakai baik akan -
panel surya terjadi over
bertahan heating
lama - Bahan panel
surya dari
bahan tidak
ramah
lingkungan
- Memiliki
ketergantun
gan pada
cuaca
- Sulit dalam
pemasangan
2 Air - Tidak - Produk Kota Cirbon - Sumber
memerluka sederhana memiliki air pada
n banyak - Memerlukan beberapa setu relatif
dana aliran air setu yang kecil
- Tidak yang tersebar - Lokasi
memerluka kencang merata. setu
n banyak - Energi yang Sehingga jika berjauhan
tempat dihasilkan dimanfaatkan
- Tidak relatif kecil akan

Energi Terbarukan di Kota Cirebon dan Sekitarnya 10


mencemari memberikan
lingkungan energi listrik
yang cukup
untuk Kota
Cirebon dan
sekitarnya.
3 Pasang - Gelombang - Air asin - Kota - Biaya
Surut Air Pasang merupakan Cirebon yang
Laut surut laut penyebab memiliki harus
akan terus utama deretan disiapkan
terjadi korosi pada pantai untuk
- Mudah logam. yang luas energy
mempredik - Memiliki di terbaruka
si pasang dampak wilayah n ini
dan surut negative utara sangat
- Tidak akan bagi pulau mahal
menghasilk makhluk Jawa -
an efek gas hidup - Listrik
rumah kaca - Kebisingan yang
atau turbin dihasilka
pemanasan membuat n dari
global sulit energy
organisme ini
besar termasuk
berkomunik energiya
asi ng begitu
- Pelumas dan efesien
bahan kimia
lainnya juga
dapat
tumpah ke
laut

B. Teknologi sumber energi terbarukan


1. Energi Matahari
Salah satu alasan utama mengapa pembangkit listrik tenaga surya (PLTS)
kesulitan mengimbangi pembangkit listrik konvensional adalah karena
efisiensinya yang rendah. Sehingga untuk mendapatkan energi listrik yang besar
diperlukan luasan modul surya yang besar pula, yang berarti biaya pun besar.
Mayoritas solar sel komersial saat ini memiliki efisiensi sekitar 15%. Sedangkan
efisiensi sebesar 30% sudah berhasil diuji di laboratorium namun belum dapat
diproduksi untuk keperluan komersial.
Riset yang dilakukan oleh Wladek Walukiewicz di Lawrence Berkeley
National Laboratory telah berhasil mengkonversi seluruh spektrum. Dan yang
juga menarik adalah bahwa proses produksi solar sel baru ini dapat dilakukan
menggunakan teknik produksi konvensional.
Prinsip yang digunakan oleh Wladek Walukiewicz dan kawan-kawan
adalah bahwa: tidak ada material yang mampu merespon semua panjang
gelombang radiasi matahari, masing-masing material bekerja pada panjang

Energi Terbarukan di Kota Cirebon dan Sekitarnya 11


gelombang yang berbeda pula, maka untuk memungkinkan proses konversi
seluruh spektrum dilakukan penggabungan beberapa bahan berbeda dengan
sensitifitas spektrum berbeda pula.
Satu cara untuk menggabungkan berbagai bahan adalah dengan
menumpuk lapisan-lapisan semikonduktor berbeda dan menggabungkannya
secara seri menggunakan kawat. Teknik ini walaupun mampu menggabungkan
lapisan-lapisan berbeda, namun strukturnya masih rumit sehingga menyulitkan
dalam proses fabrikasi. Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan membuat
satu lapisan namun mampu bekerja dengan spektrum berbeda.
Tim peneliti mengatakan bahwa teknik baru yang mereka perkenalkan
akan menghasilkan solar sel efisiensi tinggi dengan harga yang labih murah.
Namun sayang, mereka belum menyebutkan setinggi apa efisiensi yang dapat
dihasilkan.

2. Tenaga Air
Potensi air sebagai sumber energi terutama digunakan sebagai penyedia
energi listrik melalui pembangkit listrik tenaga air maupun mikrohidro. Potensi
tenaga air di seluruh Indonesia diperkirakan sebesar 75684 MW. Potensi ini
dapat dimanfaatkan untuk pembangkit tenaga listrik dengan kapasitas 100 MW
ke atas dengan jumlah sekitar 800.
Banyaknya sungai dan danau air tawar yang ada di Indonesia merupakan
modal awal untuk pengembangan energi air ini. Namun eksploitasi terhadap
sumber energi yang satu ini juga harus memperhatikan ekosistem lingkungan
yang sudah ada.
Pemanfaatan energi air pada dasarnya adalah pemanfaatan energi
potensial gravitasi. Energi mekanik aliran air yang merupakan transformasi
dari energi potensial gravitasi dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin atau
kincir. Umumnya turbin digunakan untuk membangkitkan energi listrik
sedangkan kincir untuk pemanfaatan energi mekanik secara langsung. Pada
umumnya untuk mendapatkan energi mekanik aliran air ini, perlu beda tinggi
air yang diciptakan dengan menggunakan bendungan. Akan tetapi dalam
menggerakkan kincir, aliran air pada sungai dapat dimanfaatkan ketika
kecepatan alirannya memada.

BAB IV
Energi Terbarukan di Kota Cirebon dan Sekitarnya 12
PENUTUP

Kesimpulan
Kota Cirebon dan Sekitarnya merupakan wilayah yang menjadi gerbang masyarakat
Jawa Tengah dan Timur dalam memasuki Jawa Barat dan Jakarta. Dengan demikian,
polusi pada daerah Kota Cirebon cukup tinggi terutama pada jalan pantura dan jalan tol
cipali. Dengan adanya hal tersebut diperlukan adanya upaya dari pemrintah untuk
mengubah penggunaan bahan bakar fosil ke sumber energi alternatif atau terbarukan.
Dalam penemenuhan kebutuhan listrik, Kota Cirebon dan sekitarnya dapat memulai
dengan memanfaatkan sumber daya alam tak terbatas di Kota Cirebon yaitu sinar
matahari, pasang surut air laut dan air yang tersebar di setu-setu yang ada di Kota
Cirebon.

Energi Terbarukan di Kota Cirebon dan Sekitarnya 13