Anda di halaman 1dari 2

PENERIMAAN PASIEN GAWATDARURAT TANPA

KELUARGA YANG MEMBUTUHKAN TINDAKAN LIFE


SAVING
No. Dokumen : No. Revisi: Halaman :
RSU FASTABIQ SEHAT
693.A/SPO/RSFS/VIII/2018 0 1/2
PKU MUHAMMADIYAH

Ditetapkan :
STANDAR Tanggal Terbit: Direktur Utama
PROSEDUR 26 Dzulqa’dah 1439
OPERASIONAL 08 Agustus 2018 M
dr. Aldila S. Al Arfah, MMR
NBM: 1176703
Pengertian Tindakan medik yang harus dilakukan tanpa adanya
persetujuan dari pasien ataupun keluarga yang
mendampingi, guna menyelamatkan nyawa pasien.
Tujuan 1. Demi menyelamatkan nyawa pasien, karena melihat
kondisi pasien yang benar – benar membutuhkan
pertolongan secara cepat.
2. Menghindarkan Rumah Sakati terhadap tindakan
hukum tindakannya yang menelantarkan pasien yang
sedang membutuhkan tindakan medik.

Kebijakan 1. Sesuai penjelasan Pasal 68 ayat (1) Undang- Undang


Nomor 36 Tahun 2014 tentang tenaga kesehatan
yang berbunyi :
a. Dalam keadaan gawat darurat, untuk
menyelamatkan nyawa penerima pelayanan
kesehatan, tidak diperlukan persetujuan.
Namun, setelah penerima pelayanan
kesehatan sadar atau dalam kondisi yang
sudah memungkinkan segera diberikan
penjelasan.
2. Dipertegas dalam pasal 85 Undang- Undang Nomor
36 Tahun 2009 tentang Kesehatan terkait dalam hal
keadaan darurat pada bencana, yang berbunyi :
a. (1) dalam keadaan darurat, fasilitas pelayanan
kesehatan, baik pemerintah maupun swasta
wajib memberikan pelayanan kesehatan pada
bencana bagi penyelamatan nyawa pasien dan
pencegahan kecacatan.
b. (2)Fasilitas pelayanan kesehatan dalam
memberikan pelayanan kesehatan pada
bencana sebagaimana dimaksud pada pasal
(1) dilarang menolak pasien dan atau meminta
uang muka terlebih dahulu.

Prosedur 1. Dokter atau perawat dihadapkan dalam kasus


PENERIMAAN PASIEN GAWATDARURAT TANPA
KELUARGA YANG MEMBUTUHKAN TINDAKAN LIFE
SAVING
No. Dokumen : No. Revisi: Halaman :
RSU FASTABIQ SEHAT
693.A/SPO/RSFS/VIII/2018 0 2/2
PKU MUHAMMADIYAH

pasien gawat darurat yang di bawa ke IGD dalam


keadaan tidak sadar tanpa identitas dan tanpa
keluarga.
2. Dokter dan perawat melakukan semua prosedur
sesuai dengan tingkat kegawatdaruratan pasien.
3. Dokter dan perawat melakukan tindakan
penyelamatan jiwa kepada pasien gawat darurat
tanpa persetujuan dari pasien atau keluarga
terlebih dahulu. Hal ini dapat dilakukan apabila
pasien memenuhi unsur seperti :
a. Pasien datang dalam keadaan tidak
sadarkan diri.
b. Tidak ada keluarga ataupun pihak yang
mampu bertanggung jawab atas pasien
tersebut.
c. Keadaan pasien sangat memerlukan
pertolongan secara cepat untuk tindakan
Life Saving.
4. Apabila pasien telah dianggap memnuhi unsur –
unsur tersebut, maka persetujuan tindakan medik
dapat dilakukan dengan mencatat semua tindakan
dalam rekam medic.
5. Setelah penerima pelayanan kesehatan sadar atau
dalam kondisi yang sudah memungkinkan segera
diberikan penjelasan oleh dokter
penanggungjawab pelayanan.
Unit Terkait Instalasi Gawat darurat