Anda di halaman 1dari 3

Model Pembelajaran Kelebihan Kekurangan

 Meningkatkan motivasi belajar  Memerlukan banyak waktu untuk


peserta didik untuk belajar, menyelesaikan masalah.
mendorong kemampuan mereka  Membutuhkan biaya yang cukup
untuk melakukan pekerjaan banyak.
penting, dan mereka perlu untuk  Banyak instruktur yang merasa
dihargai. nyaman dengan kelas tradisional, di
 Meningkatkan kemampuan mana instruktur memegang peran
pemecahan masalah. utama di kelas.
 Membuat peserta didik menjadi  Banyaknya peralatan yang harus
lebih aktif dan berhasil disediakan.
memecahkan problem-problem  Peserta didik yang memiliki kelemahan
yang kompleks. dalam percobaan dan pengumpulan
 Meningkatkan kolaborasi. informasi akan mengalami kesulitan.
 Mendorong peserta didik untuk  Ada kemungkinanpeserta didikyang
mengembangkan dan kurang aktif dalam kerja kelompok.
mempraktikkan keterampilan  Ketika topik yang diberikan kepada
komunikasi. masing-masing kelompok berbeda,
 Meningkatkan keterampilan dikhawatirkan peserta didik tidak bisa
peserta didikdalam mengelola memahami topik secara keseluruhan
sumber.
 Memberikan pengalaman
kepada peserta didik
Project Based Learning pembelajaran dan praktik dalam
mengorganisasi proyek, dan
membuat alokasi waktu dan
sumber-sumber lain seperti
perlengkapan untuk
menyelesaikan tugas.
 Menyediakan pengalaman
belajar yang melibatkan peserta
didik secara kompleks dan
dirancang untuk berkembang
sesuai dunia nyata.
 Melibatkan para peserta didik
untuk belajar mengambil
informasi dan menunjukkan
pengetahuan yang dimiliki,
kemudian diimplementasikan
dengan dunia nyata.
 Membuat suasana belajar
menjadi menyenangkan,
sehingga peserta didik maupun
pendidik menikmati proses
pembelajaran
 Menantang kemampuan siswa  Manakala siswa tidak memiliki niat
serta memberikan kepuasan atau tidak mempunyai kepercayaan
untuk menemukan pengetahuan bahwa masalah yang dipelajari sulit
baru bagi siswa. untuk dipecahkan, maka mereka akan
 Meningkatkan motivasi dan merasa enggan untuk mencobanya.
aktivitas pembelajaran siswa.  Untuk sebagian siswa beranggapan
 Membantu siswa dalam bahwa tanpa pemahaman mengenai
mentransfer pengetahuan siswa materi yang diperlukan untuk
untuk memahami masalah dunia menyelesaikan masalah mengapa
nyata. mereka harus berusaha untuk
 Membantu siswa untuk memecahkan masalah yang sedang
mengembangkan pengetahuan dipelajari, maka mereka akan belajar
barunya dan bertanggung jawab apa yang mereka ingin pelajari saja.
dalam pembelajaran yang
mereka lakukan.
 Mengembangkan kemampuan
siswa untuk berpikir kritis dan
Problem Based Learning mengembangkan kemampuan
mereka untuk menyesuaikan
dengan pengetahuan baru.
 Memberikan kesempatan bagi
siswa untuk mengaplikasikan
pengetahuan yang mereka miliki
dalam dunia nyata.
 Mengembangkan minat siswa
untuk secara terus menerus
belajar sekalipun belajar pada
pendidikan formal telah
berakhir.
 Memudahkan siswa dalam
menguasai konsep-konsep yang
dipelajari guna memecahkan
masalah dunia nyata(Sanjaya,
2007).

 Dapat meningkatkan kualitas  Metode ini memerlukan persiapan-


kepribadian anak-anak dalam persiapan yang agak rumit bila
hal kerjasama, saling dibandingkan dengan metode-metode
menghargai pendapat orang yang lain.
lain, toleransi, berfikir kritis,  Bilamana terjadi persaingan yang
disiplin dan sebagainya. negatif baik antar individu dalam
Cooperative Learning
 Menumbuhkan semangat kelompok maupun antar kelompok
persaingan yang positif dan dalam kelas atau kelompok besar,
konstruktif, karena dalam maka hasilnya akan lebih buruk.
kelompoknya, masing-masing  Bila terdapat anak yang pemalas atau
anak akan lebih giat dan anak yang ingin berkuasa dalam
sungguh-sungguh bekerja. kelompok besar, kemungkinan akan
 Menanamkan rasa persatuan mempengaruhi kelompoknya, sehingga
dan solidaritas yang tinggi, usaha kelompok tidak dapat berfungsi
sebab anak yang pandai dalam sebagaimana mestinya.
kelompoknya akan membantu
temannya yang memiliki
kemampuan kurang dari dia
demi nama baik kelompoknya.

 Metode simulasi dapat  Metode simulasi tidak selalu tepat


meningkatkan pengetahuan, dalam memberikan pengalaman pada
sikap, dan keterampilan. Selain siswa. Ketepatan tersebut
itu, memberikan pengalaman berhubungan dengan kenyataan di
secara tidak langsung yang lapangan atau kehidupan.
diperlukan oleh siswa untuk  Metode simulasi tidak jarang dijadikan
menghadapi permasalah yang sebagai ajang hiburan bagi siswa,
berhubungan dengan sosial. sehingga mengabaikan fungsi
 Siswa diberikan kesempatan belajarnya.
untuk menyalurkan perasaannya  Kurangnya pengalaman dalam
Simulation yang terpendam. Perasaan yang menerapkan metode simulasi, dapat
terpendam tersebut, akan menyebabkan kesalahan arah dan
memperoleh kepuasan, menjadi kaku dalam pelaksanaannya.
kesegaran, dan kesehatan jiwa  Pengaruh emosional dalam
dengan menerapkan teknik menerapkan metode simulasi ini,
simulasi ini. memberikan dampak yang cukup
 Metode simulasi dapat signifikan.
membantu siswa dalam
mengembangkan bakat dan
kemampuan yang dimiliki.