Anda di halaman 1dari 6

Nama : Hanna Gretty

NIM : 31S16028
Prodi : S1-Teknik Bioproses

BRODO SOLUSI TERBAIK KEPERCAYAAN BROTHERS INDONESIA


M Yukka Harlanda (Co-Founder dan CEO Brodoshoes) menemukan persoalan
pribadi pada saat menentukan ukuran sepatu yang hendak dipakai. Banyak model sepatu
yang ada pada pikiran Yukka pada saat melihat tumpukkan sepatu dikamar kos. Founder
mneginginkan banyak model untuk dipakai namun kesulitan menemukan ukuran sepatu
yang sesuai dengan ukuran kaki mantan pemain basket tersebut. Hal inilah yang membuat
Yukka bersama temannya Putera Dwi Karunia (Co-Founder) menuangkan inspirasi dan
terjun langsung kepada pengrajin sepatu di Cibaduyut agar langsung dibuat sesuai desain
yang dibuat. Awalnya tidak ada pengrajin sepatu yang mau membuat sepasang sepatu hasil
design founder, vendor hanya mau membuat 5 dan lebih sepasang sepatu. Sampai akhirnya
ada vendor yang mau membuat sepasang sepatu sesuai dengan keinginan Yukka dan Putera.

Hasil design founder membuat ketertarikan diantara teman-teman dan keluarga.


Hingga beralih lah dari sepasang sepatu menjadi tumpukkan sepatu berhasil dibuat. Para
pembeli awal yaitu keluarga dan teman-teman founder, membuat Yukka dan Putera
memasukkan para pembeli kedalam kontak ponsel dan menjadikannya sebagai target
promosi. Brodo merupakan ide yang dicetuskan founder untuk menjawab persoalan tersebut.
Tujuan didirikanya Brodo adalah untuk menciptakan merk sepatu lokal denganmengangkat
tema kenusantaraan, sehingga sebagai anak muda penerus bangsa kita merasa bangga atas
pencapaian dengan menonjolkan budaya nusantara yang dikemas dalam sebuah produk
sepatu, sandal, ataupun produk lainnya dan menciptakan produk-produk yang benar-benar
dicintai oleh penggunanya. Tujuan perusahaan sangat berkaitan dengan beckground dari
berdirinya Brodo Indonesia ini yang mana pendiri dari Brodo Yukka tercengang melihat
kenyataan yang ada bahwa industri fasion indonesia masih jauh terbelakang jika
dibandingkan dengan negara tetangga seperti singapura dan malaysia sedangkan untuk
ketersediaan akan bahan baku dalam proses produksinya melimpah ruah diindonesia,
sehingga Yukka mempunyai rencana besar untuk menghidupkan industri fasion di indonesia
khususnya dalam produk sepatu dengan aksen budaya yang di masukan dalam produk-
produknya, karna selain menciptakan produk brandlokal juga membumikan kembali
budaya-budaya indonesia khususnya motif batik sunda.

Sebenarnya kata brodo tidak terkait dengan pengenalan sepatu yang didesain oleh
founder. Brodo dalam bahasa Italia adalah air kaldu yang tentunya tidak ada hubungan
dengan sepatu. Yukka sebagai alumnus Institut Teknologi Bandung mendesign brodo hasil
Nama : Hanna Gretty
NIM : 31S16028
Prodi : S1-Teknik Bioproses

inspirasi dari keindahan struktur bangunan yang dikombinasikan dengan sedikit teori dari
fisika modern. Dalam branding, founder tidak menginginkan dan mengesankan hal yang
serius, yang penting mereknya enak didengar dan sesuai dengan target pemasaran yang
hendak dicapai.

Pikiran rakyat yang diterima dan disaring oleh founder membuat imajinasi dalam
pembuatan maupun pendesignan brodo semakin bervariasi. Usaha pengenalan sepatu Brodo
lewat internet berbuah manis. Selain pemesan perseorangan, beberapa pemilik distro di
Bandung tertarik memajang Brodo di distro founder. Melihat respons dan permintaan pasar
yang kian positif, duo Yukka dan Putera mulai serius menginvestasikan uang untuk
pengembangan bisnis Brodo Footwear. Permintaan pun meluas dari distro-distro di luar
Bandung seperti Jakarta dan Surabaya. Awal 2011, Brodo juga mulai merambah department
store sekelas Plaza Indonesia di Jakarta. Dengan permintaan yang terus meningkat, Yukka
menyadari perlunya tambahan permodalan guna menambah volume produksi dan stok
barang.

Kemudian founder menjalin kemitraan dengan Bank Mandiri sebagai bantuan dana
Program Kemitraan dalam menjalankan usaha brodoshoes. Bantuan dana ini membuat brodo
sebagai pemula bisnis semakin maju dalam menjalankan start up hingga dapat membentuk
platform sendiri. Brodo melalui bro.do/id/ mengembangkan platform e-commerce baru,
yang didalamnya terdapat display produk secara digital (new release, best seller, koleksi
kantor), dukungan promosi online pada brodohood, serta pendampingan usaha lain seperti
edukasi desain produk, layanan pemotretan produk, manajamen penyimpanan, serta layanan
pengiriman keluar negeri. Usaha pengenalan sepatu Brodo lewat platform e-commerce baru
berbuah manis membuat Brodo semakin banyak dikenal dan diminati para brothers. Brothers
adalah sebutan akrab Brodo untuk pelanggan setia maupun pelanggan sekedar berkunjung.

Di awal mulainya bisnis Brodo berjalan, Yukka Harlanda dan Putera memanfaatkan
forum Kaskus untuk menyebarluaskan bisnis Brodo. Kaskus merupakan forum komunitas
maya Indonesia dan penggunanya disebut dengan kaskuser. Pengguna Kaskus umumnya
berasal dari kalangan remaja hingga orang dewasa yang berdomisili di Indonesia maupun
diluar Indonesia. Melalui forum ini,para pengguna dapat diskusi online mengenai hobi dan
minat serta berbagi kesukaan terhadap suatu barang dan lainnya. Masuk dalam forum besar
ini membuat Yukka dan Putera mampu menyerap target pasar dari berbagai kalangan dan
rentang usia. Selain Kaskus, founder juga memanfaatkan situs terbaru dari Facebook yaitu
Nama : Hanna Gretty
NIM : 31S16028
Prodi : S1-Teknik Bioproses

Page. Jika suatu Page memiliki banyak jumlah likes, lalu admin mendorong konten tertentu,
maka konten tersebut akamn muncul di linimasa orang-orang yang me-like page tersebut.
Hal inilah yang dimanfaatkan dan diulik oleh Yukka terhadao Brodo. Facebook pun menjadi
situs pertama yang dituju masyarakat sebelum adanya instagram, kala berseluncur di dunia
internet sehingga menjadi peluang baik untuk semakin menyebarluaskan merek Brodo
kepada khalayak umum. Di tahun 2011 (satu tahun setelah dimulai nya bisnis Brodo), pasar
sedang ramai dengan maraknya bazar dan pop-up market. Brightspot Market adalah yang
lagi naik daun saat itu. Inilah momen yang membawa Brodo menjajal pasar offline. Perlahan
dengan kesuksesan Brodo, Yukka dan Putera tidak lagi memasukkan produk Brodo ke distro
dan juga The Goods Dept (awal mulanya Brodo berada di Brightspot). Dengan kesuksesan
brodo, setiap produknya dipasarkan melalui media social yang marak digunakan oleh para
calon pelanggan.

Brodo dalam menarik perhatian dengan pelanggan (brothers) melalui tiga hal. Hal
pertama dari desain, brodo selalu berusaha agar desain yang ditampillkan timeless.
Maksudnya timeless, jika dipakai sekarang sampai sepuluh tahun kedepan masih bisa
dipakai dan masuk modelnya artinya masih terlihat sesuai dengan zamannya. Founder
dengan tim pekerja maupun desain selalu membuat design nya harus tak lekang oleh waktu.
Hal kedua dari sisi servis, tim Brodo selalu mendengar feedback brothers setiap hari dan
selalu investasi di layanan customer. Jadi para brothers juga mendapatkan feel bahwa uang
yang dikeluarkan tidak menghasilkan produk tetapi mendapatkan servis yang baik juga.
Bentuk servis ini seperti pegawai Brodo yang siap sedia menerima telepon 24 jam dan bisa
melayani pembelian 24 jam. Kemudian hal ketiga, Brodo membeli software menyiapkan
sistem dan segala macamnya. Hal ini bertujuan agar pelanggan maupun customer bisa kaya
ke bank, setiap brothers telpon tim Brodo dapat ditanya ID-nya apa, dan tim Brodo memliki
data history jadi bisa macam-macam dengan data tersebut. Hal ini dapat menjadi value
preposition Brodo.

Membicarakan value proposition bukan hanya membicarakan bentuk fisik suatu


barang saja melainkan juga membicarakan manfaat dari barang tersebut. Brodo didirikan
dengan cita-cita founder yaitu Yukka yang ingin menciptakan produk lokal beraksen budaya
untuk membumikan kembali budaya nusantara khususnya batik dalam kehidupan kaum
muda indonesia. Brodo bukan hanya menjual sebuah produk tetapi juga menjual sebuah
mimpi, ide, dan gagasan terbuka yang dituangkan kedalam desain bernuansa
Nama : Hanna Gretty
NIM : 31S16028
Prodi : S1-Teknik Bioproses

keindonesiaan. Sehingga produk yang selain untuk dipakai sebagai fungsinya yaitu untuk
alas kaki juga memperlihatkangaya hidup seseorang yang cool dan pastinya cinta akan
indonesia. Brodo ingin menanmkan hal tersebut kedalam mindset atau pola pikir kaula muda
yang dewasaini sungguh memperhatikan di mana budaya lokal, budaya pribumi, atau
budayanasional ditinggalkan dan tergerus oleh zaman.

Sebagai Start up pasti memliki beragam keunggulan internal perusahaan yang dapat
meningkatkan nilai perusahaan brodo seperti strength. Dalam perusahaan brodo memiliki
keunikan (khas) yakni terbuat dari handmade. Sehingga dalam pembuatan design menjadi
lebih teliti. Dalam hal ini, design produk brodo sangat memperhatikan design semenarik
mungkin agar para pembeli dan peminat sepatu brodo puas dengan design yang dibuat
melalui ukiram tangan (handmade). Untuk produk brodo memiliki design yang sesuai
dengan selera anak muda (brothers) saat ini. Hal itu terbukti dengan adanya produk seperti
boot, pantofel dan sepatu terbaru lainnya. Salah satu alasan pernyataan ini benar adalah
bahwa sudah ada produk brodo yang dibeli oleh masyarakat mancanegra seperti Rusia,
Singapura dan lainnya yang membuktikan bahwa budaya barat yang cenderung modernisasi
saja berminat membeli produk brodo. Brodo juga menciptakan produk yang mengandung
teknologi anti air sehingga tidak mudah rusak. Hal ini mengantisipasi perawatan secara rutin
sehingga pelanggan tidak perlu mengeluarkan uang yang banyak.

Masalah umum yang terjadi pada Brand yang baru muncul dipasaran adalah
mengenai dikenal atau tidaknya masyarakat yang berarti mengenai kesadaran akan suatu
brand. Sejauh ini Brodo masih kurang dikenal oleh masyarakat luas karna faktor banyak nya
pesaing baik dari dalam maupun luar negeri terlebih lagi dukungan dari kebijakan
pemerintah di mana produk-produk luar negeri akan diperbolehkan dijual bebas diindonesia
pada MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) nanti. Ini merupakan tugas terbesar Brodo untuk
mendapatkan channel yang baik dalam mengenalkan produknya ke masyarakat.

Hal yang masih membuat brodo kurang efektif dalam menajalankan bisnis nya
adalah mengenai Standar prosedural operasional atau SOP yang mengatur sehingga dari
kualitas SDM nya. Brodo masih dikatakan jauh dari kata sempurna dan sering terjadi
masalah misscomunication antar departemen. SOP merupakan pondasi sebagai acuan
preusahaan dalam menjalankan programnya dan dengan adanya SOP masalah
misscomunicationt tersebut dapat dihindari dengan dibuatnuya alur rantai comando dalam
tubuh perusahaan. Begitu pula dalam SOP pemasarannya seperti dari segi penjualannya
Nama : Hanna Gretty
NIM : 31S16028
Prodi : S1-Teknik Bioproses

aspek penjualan yang dimaksud disini lebih mengacu pada bagaimana cara produsen
membuat produk tersebut bisa didapatkan oleh masyarakat. Hal ini erat kaitannya dengan
distribusi dan pemilihan lokasi penjualan yang tepat. Misalnya di daerah Bandung dapat
ditinjau jika masyarakat belum mengenal Brodo maka masyarakat tidak akan tau store
outletnya karena dari segi lokasi store outlet Brodo jauh dari kata ramai, karena di dalam
kompleks jauh dari kota mungkin menjadi sebabnya lokasi tersebut kurang ramai lalu lalang
aktifitas masyarakat. Selain itu juga produk Brodo masih dijual secara ekslusif yang hanya
di dapat dari store outlatenya saja atau melalui online shopnya saja. Brodo belum
membentuk tim agen khusus untuk menyebarluaskan produknya ke penjuru indonesia serta
dari aspek promosi Brodo dapat dikatakan cukup cekatan dengan menggandeng artis atau
tokoh terkenal indonesia untuk memakai produk Brodo.

Pentingnya strategi pemasaran yang tepat guna dan tepat sasaran merupakan
kebutuhan Brodo dalam mengenalkan produknya, brodo harus mengembangkan metode
lain selain menggunakan dan memanfaatkan media sosia serta penggunaan endorse
juga harus ada metode baru yang mana dapat tepat sasaran ke segment customer yang
di pilihnya. Strategi bisnis yang dipilih oleh Brodo Ganesha Indonesia adalah dengan
melakukan Strategi Diferensiasi (Differentiation Strategy). Strategi diferensiasi ditujukan
pada pasar yang luas dan melibatkan penciptaan produk atau jasa yang diharapkan memiliki
keunikan. Strategi diferensiasi dilakukan melalui rancangan produk dari Brodo yang
memiliki perbedaan tersendiri dibanding dengan pesaingnya, penerapan teknologi yang
digunakan senantiasa dikembangkan untuk memenuhi keinginan para pelanggan, fitur-fitur
tambahan seperti pelayanan diberikan secara cuma-cuma untuk melengkapi kesempurnaan
produknya dan sebagai nilai tambah atas produk tersebut. Untuk menjalankan strategi
bersaing, suatu perusahaan perlu memiliki taktik bersaing yang merupakan rencana operasi
bagaimana strategi dijalankan. Dalam hal ini Brodo menggunakan Taktik ofensif (offensive
tactics), yaitu berusaha merebut pasar pesaing yang telah ada. Dalam strategi bisnisnya
Brodo juga melakukan mengembangkan pasar. Strategi mengembangkan pasar dapat
digunakan untuk mengeksplorasi pasar yang selama ini digarapnya agar bisa lebih maksimal.
Strategi ini perlu kejelian dalam melihat pasar. Hal ini dilakukan Brodo karena melihat
Trend fasion yang ada, di mana sekarang ini sedang marak-maraknya kaum muda
perempuan mengunakan sepatu boots yang notabene di pakai laki-laki dalam beraktifitas
diluar ruangan.
Nama : Hanna Gretty
NIM : 31S16028
Prodi : S1-Teknik Bioproses

Strategi brodo yang berkomitmen untuk memberikan kepuasan konsumen yang


akhirnya akan menjadi sumber dinamisme penyempurnaan mutu produk atau jasa dan
kinerja perusahaan harus dijalankan. Seperti Brodo yang selalu melakukan mengembangkan
baik desain, fitur,maupun teknologi yang diterapkan dalam pembutan produknya.
Contohnya pengembangan teknologi “Talas” yang mana sangat membantu pemakai
dalammerawat sepatunya. Dengan adanya teknologi baru tersebut Brodo GaneshaIndonesia
kembali mengedukasi masyarakat mengenai produknya yang prosespembuatan dan fitur dari
produknya mengandung teknologi talas ini.

Seperti halnya tujuan dari Brodo itu sendiri yaitu untuk membantu mensejahterakan
masyarakatnya khususnya para pendesign sepatu, hal ini merupakan tujuan yang sangat baik.
Selain dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat Iindonesia khususnya para pendesign dan
pengrajin sepatu tetapi juga dapat menaikkan perekonomian Indonesia karena menjualkan
produk dalam negeri. Namun dengan kurangnya penjangkauan yang dilakuakan Brodo
membuat tujuan yang awalnya sangat baik menjadi tidak tercapai. Akan tetapi dengan
melakukan perbaikan yang berangsur-angur baik itu dengan rekan bisnisnya maupun dengan
konsumen melalui berbagai kendala yang ada, Brodo dapat mencapai tujuan tersebut. Brodo
merupakan bisnis online yang tergolong masih sangat muda, sehingga membutuhkan banyak
perbaikan. Sehingga dengan perbaikan yang ada dapat semakin membagun dan membuat
bisnis ini tetap bertahan dengan perkembangan zaman yang ada.

https://dionbarus.com/review-sepatu-brodo-footwear/

https://www.virmansyah.info/2017/03/unboxing-review-singkat-sepatu-signore-ventura-
dari-brodo.html

https://dionbarus.com/sepatu-brodo-kok-sekarang-mahal/

https://www.selera.id/pilih-mana-amble-footwear-atau-brodo/