Anda di halaman 1dari 2

Penyembuhan luka

Oleh dr. Ghany Hendra Wijaya, 1806271384


Departemen Ilmu Bedah

Kulit merupakan organ terbesar pada tubuh manusia, luasnya sekitar 7620 cm 2 pada orang
dewasa. Kulit yang sehat dapat beregenerasi dan repair dengan sendirinya ketika ada luka.
Kulit memiliki mekanisme secara normal penyembuhan luka yang terdiri dari : fase inflamasi,
fase proliferative, dan fase remodeling.

1. Fase inflamasi
Fase ini dimulai ketika kulit mengalami luka/ injury. Pada fase ini terjadi proses hemostasis,
membuang jaringan yang sudah mati/devitalized, mencegah kolonisasi dan infeksi yang
invasive. Proses hemostasis menyebabkan tubuh mengeluarkan faktor koagulasi (intrinsic
dan ekstrinsik), terjadi vasokonstriksi, dan menyebabkan platelet menutup daerah luka dan
menyebabkan pembekuan darah. Setelah itu darah akan kembali melebar. Setelah darah
membeku, tubuh akan mengirimkan pasukan sel neutrophil guna mencegah infeksi dan
membuang jaringan mati. Fase penyembuhan luka inflamasi terjadi 5 hari pasca trauma luka
muncul

2. Fase proliferative
Terjadi 4-21 hari pasca injury. Fase ini diawali oleh aktifitas fibroblast mesintesis kolagen dan
proteglikan yang menghasilkan jaringan parut. Fibroblast, makrofag, dan sel endothelial
membentuk matriks ekstraseluler dan pembuluh darah baru.

3. Fase remodeling
Terjadi 21 hari hingga 1 tahun. Dimulai dengan regresi terprogram pembuluh darah dan
jaringan granulasi. Kontraksi jaringan luka dan remodeling kolagen oleh myofibroblast.

Tipe luka berdasarkan mekanisme healing


1. Luka akut adalah luka yang terjadi 3 hingga 4 minggu
2. Luka kronik adalah luka yang tetap ada 4-6 minggu. Disebut juga sebagai luka non
healing atau delayed healing

Prinsip perawatan luka


1. Mengoptimalkan parameter sistemik (nutrisi, kontrol glukosa, berhenti merokok)
2. Debridement jaringan luka yang tidak dapat hidup
3. Mengurangi luka bioburden
4. Mengoptimalisasi aliran darah (kehangatan, hidrasi, revaskularisas)
5. Mengurangi edema
6. Gunakan pembalut luka yang sesuai (penyembuhan luka lembab, pengangkatan
eksudat, hindari trauma pada luka)
7. Menggunakan terapi farmakologis bila perlu
8. Tutup luka dengan graft/ flap jika perlu
Persiapan luka
adalah pengelolaan luka untuk mempercepat penyembuhan endogen atau untuk
memfasilitasi efektivitas tindakan terapi lainnya.
• Penanganan luka non-penyembuhan lokal melibatkan:
a. debridemen yang sedang berlangsung,
b. pengelolaan eksudat, dan
c. resolusi ketidakseimbangan bakteri

Debridemant
Pengangkatan jaringan yang tidak vital untuk mengurangi bioburden dan meningkatkan
penyembuhan luka
• Metode Debridemen
1. Autolitik
2. Kimia
3. Mekanis
4. Bedah
5. Biologis