Anda di halaman 1dari 10

SISTEM REPRODUKSI

ANATOMI DAN FISIOLOGI ORGAN REPRODUKSI WANITA

Ketika dilahirkan normalnya seorang anak wanita telah mempunyai organ reproduksi yang lengkap, akan tetapi belum
berfungsi sepenuhnya dengan sempurna. Organ reproduksi akan berfungsi sepenuhnya saat seorang wanita telah
memasuki masa pubertas, dimana ditandai dengan perubahan-perubahan pada organ seks, seperti pembesaran
payudara, pinggul dan keluar darah haid (menstruasi). Anatomi organ reproduksi wanita terdiri atas vulva, vagina,
serviks, rahim, saluran telur dan indung telur.

Vulva

Vulva

Vulva merupakan suatu daerah yang menyelubungi vagina. Vulva terdiri atas mons pubis, labia (labia mayora dan
labia minora), klitoris, daerah ujung luar vagina dan saluran kemih.

1. Mons pubis : gundukan jaringan lemak yang terdapat di bagian bawah perut. Daerah ini dapat dikenali dengan
mudah karena tertutup oleh rambut pubis. Rambut ini akan tumbuh saat seorang gadis beranjak dewasa.
2. Labia : lipatan berbentuk seperti bibir yang terletak di dasar mons pubis. Terdiri dari dua bibir, yaitu labium
mayora (bibir luar) merupakan bibir yang tebal dan besar dan labium minora (bibir dalam), merupakan bibir
yang tipis yang menjaga jalan masuk ke vagina.
3. Klitoris : merupakan organ kecil yang terletak pada pertemuan antara kedua labia minora dan dasar mons
pubis. Ukurannya sebesar kacang polong, penuh dengan sel saraf sensorik dan pembuluh darah. Organ mungil
ini sangat sensitive dan berperan besar dalam fungsi seksual.

Vagina

Vagina merupakan saluran yang elastis, panjangnya sekitar 8-10 cm, dan berakhir pada rahim.Vagina dilalui oleh
darah pada saat menstruasi dan merupakan jalan lahir. Karena terbentuk dari otot, vagina bisa melebar dan
menyempit. Kemampuan ini sangat hebat, terbukti pada saat melahirkan vagina bias melebar seukuran bayi yang
melewatinya. Pada bagian ujung yang terbuka, vagina ditutupi oleh sebuah selaput tipis yang dikenal dengan istilah
selaput dara. Bentuknya bias berbeda-beda antara tiap wanita. Selaput ini akan robek pada saat bersenggama,
kecelakaan, masturbasi/onani yang terlalu dalam, olah raga dan sebagainya.

Serviks

Serviks dikenal juga dengan istilah mulut rahim. Disebut demikian karena serviks memang merupakan bagian
terdepan dari rahim yang menonjol ke dalam vagina. Sehingga berhubungan dengan bagian vagina. Serviks
memproduksi cairan berlendir (mucus). Pada sekitar waktu ovulasi, mucus ini menjadi banyak, elastis, dan licin. Hal
ini membantu spermatozoa untuk mencapai uterus. Saluran yang berdinding tebal ini akan menipis dan membuka saat
proses persalinan dimulai.

Rahim (Uterus)

Uterus merupakan organ yang memiliki peranan besar dalam reproduksi wanita, yakni dari saat menstruasi hingga
melahirkan. Bentuknya seperti buah pear, berongga, dan berotot. Sebelum hamil beratnya 30-50 gram dengan ukuran
panjang 9 cm dan lebar 6 cm kurang lebih sebesar telur ayam kampong. Tetapi saat hamil mampu membesar dan
beratnya mencapai 1000 gram.

Uterus terdiri dari 3 lapisan, yaitu :

1. Lapisan parametrium merupakan lapisan paling luar dan yang berhubungan dengan rongga perut.
2. Lapisan myometrium merupakan lapisan yang berfungsi mendorong bayi keluar pada proses persalinan
(kontraksi).
3. Lapisan endometrium merupakan lapisan dalam rahim tempat menempelnya sel telur yang sudah dibuahi. Lapisan
ini terdiri dari lapisan kelenjar yang berisi pembuluh darah.

Setelah menstruasi permukaan dalam permukaan uterus menjadi tebal karena pengaruh hormone estrogen. Kemudian
pada pertengahan siklus, terjadi ovulasi yang diikuti dengan keluarnya cairan karena pengaruh hormone progresteron.
Bila tidak terjadi pembuahan maka lapisan tadi bersama sel telur akan terlepas (meluruh) dan keluar melalui vagina
yang disebut dengan menstruasi. Waktu antara dua menstruasi disebut siklus menstruasi. Walaupun rata-rata
periodenya datang setiap 28 hari, hal ini dapat bervariasi pada setiap perempuan. Periode ini juga sangat tidak teratur
pada 2-3 tahun pertama mulai menstruasi.

SaluranTelur (Tuba Fallopi)


Tuba falopii adalah organ yang dikenal dengan istilah saluran telur. Saluran telur adalah sepasang saluran yang berada
pada kanan dan kiri rahim sepanjang ± 10 cm yang menghubungkan uterus dengan ovarium melalui fimbriae. Ujung
yang satudari tuba falopii akan bermuara di uterus sedangkan ujung yang lain merupakan ujung bebas dan terhubung
ke dalam rongga abdomen.

Ujung yang bebas berbentuk seperti umbai yang bergerak bebas. Ujung ini disebut fimbria dan berguna untuk
menangkap sel telur saat dilepaskan oleh ovarium (indung telur). Dari fimbria, telur akan digerakkan oleh rambut-
rambut halus yang terdapat di dalam saluran telur menuju ke dalam rahim.

Ovarium (Indung Telur)

Ovarium terletak pada kiri dan kanan ujung tuba (fimbriae / umbai-umbai) dan terletak di rongga panggul. Ovarium
merupakan kelenjar yang memproduksi hormon estrogen dan progesterone. Ukurannya 3x3x2cm, tiap ovarium
mengandung 150.000-200.000 folikel primordial. Sejak pubertas setiap bulan secara bergantian ovarium melepas satu
ovum dari folikel degraaf (folikel yang telah matang), peristiwa ini disebut ovulasi.

Secara umum fungsi organ reproduksi wanita yaitu :

1. Memproduksi sel telur


2. Mensekresi hormon seks
3. Menerima sperma pria saat berhubungan kelamin
4. Melindungi dan memelihara sel telur yang sudah dibuahi hingga bayi lahir
5. Melahirkan bayi melalui jalan lahir
6. Menyediakan makanan bayi melalui ASI

SIKLUS MENSTRUASI

Pada siklus menstruasi, horman ovarium mempengaruhi endometrium. Siklus menstruasi rata-rata 28 hari dapat
berpariasi antara 24-32 hari.

Siklus menstruasi terdiri:

1. Fase prolifarasi
a. Bersama dengan pertumbuhan folikel pada ovarium selama 10-11 hari
b. Endometrium mulai tumbuh dari stratum basal, kelenjar mulai tumbuh, vasculariasi bertambah.
c. Fase ini dipengaruhi oleh hormone estrogen.
d. Dengan masaknya folikel Graaf, maka proses regnerasi dari uterus menjadi komplit.
2. Fase sekresi
a. Fase ini bersama dengan aktifasi corpus luteum menghasilkan estrogen dan progesterone selama 14 hari.
b. Stroma endometrium oedematus, kelenjar membesar dengan sekresi mucus yang banyak dan kaya akan
glycogen.
c. Pembuluh darah arteri berkelok-kelok berbentuk spiral.
d. Dibawah pengaruh hormon arteri berkontraksi secara spiral.
e. Endometerium menebal mencapai 5 mm.
f. Setelah 12-14 hari, bila fertilisasi tidak terjadi, maka corpus luteum berdegenerasi dan sekresi hormon
berkurang, akibatnya hormon yang mensupport endometrium berkurang.
g. Terjadi penurunan suplai darah keendometrium. Akibatnya endometrium menjadi nekrotik atau jaringan
menjadi mati.

Bila arteri berdilatasi terjadi perdarahan dengan membawa jaringan nekrotik.

3. Fase menstruasi
a. Siklus menstruasi dihitung sejak pertama haid.
b. Fase ini berlangsung 3-7 hari, setelah ini endometrium berdegenerasi lagi mulai fase proliferasi.
c. Komposisi haid terdiri epitel, stroma dan darah.
d. Akhir haid tebal endometrium 0,5 mm.
e. Darah haid ±50 cc bervariasi 10-80 cc. berwarna gelap karena bekuan darah disertai massa mucoid dan sedikit
glycogen.

Ovulasi

Yaitu dikeluarkannya sel telur dari indung telur yang dirangsang pengeluarannya oleh hormone yang dikeluarkan
kelenjar hipofise (Luteinizing hormone/LH). Sel telur yang matang ini kemudian bergerak menuju tuba falopi untuk
dibuahi. Jika tidak terjadi pembuahan oleh sperma, maka sel telur ini akan mati dan akan keluar bersama dinding
rahim. Saat ini dimulainya siklus menstruasi.

Menopause

Yaitu masa berhentinya menstruasi dan kesuburan secara permanen yang terjadi pada wanita saat mencapai umur
sekitar 40-50 tahun, dimana pada saat ini hormon estrogen tidak diproduksi lagi.

Menopause adalah proses biologis alamiah, walau tidak terjadi menstruasi lagi, tapi wanita tetap dapat hidup sehat dan
gairah seks masih tetap ada walau cairan pelumas pada vagina agak berkurang sekresinya. Beberapa wanita maras
lebih bebas karena tidak takut untuk hamil lagi. Berheninya menstruasi tidak terjadi tiba-tiba, tapi didahului dengan
mensturasi yang tidakteratur (masa pramenopause). Masa menaopause dimulai bila selama satu tahun tidak
mengalami menstruasi sama sekali (Melissa Conrad Stoppler, MD: http//www.medicinenet.com/menopause)

Menopause dapat terjadi pada umur lebih muda, bila mana oleh karena suatu sebab indung telur harus diangkat.
Menstruasi juga dapatberhenti sementara bila seorang atlit putri berlatih dengan jadwal yang tidak terlalu berat.

ANATOMI DAN FISIOLOGI PAYUDARA

Payudara adalah suatu organ / kelenjar yang mempunyai fungsi khusus yaitu memproduksi air susu, nutrisi yang
disediakan untuk bayi (fungsi laktasi).

Payudara pada wanita dewasa berada diatas muskulus pectoralis yang melekat pada tulang dada (osternum) ke arah
rateral sampai garis vertical yang mulai puncak ketiak (midaxillaryline).
Jaringan payudara ini dibungkus oleh selaput tipis (fascia), dimana lapisan bagian bawah melekat pada bagian atas m.
pectoralis dan lapisan bagian atas melekat pada bagian bawah kulit. Fascia yang menggantung massa payudara dan
melekat pada dinding dada dikenal dengan nama ligamen Cooper.

Komponen jaringan kelenjar payudara ini terdiri dari lobules (dimana air susu dibuat) yang dihubungakan dengan air
susu oleh ductus. Lobulus-lobulus dan ductus tersusun menyebar diantara jaringan fibrous (fibrous tissue) dan jaringan
lemak (adipose tissue) yang membentuk masa payudara ini.

Struktur payudara pada pria hampir sama dengan payudara wanita, hanya pada pria lobulus tidak memproduksi air
susu dan mengandung sedikit sekali jaringan fibrous dan lemak.

Secara keseluruhan payudara terdiri dari :

1. Kelenjar susu (lobules), yang memproduksi air susu.


2. Duktus, saluran yang mengalirkan air susu ke puting susu.
3. Papilla mammae (putting susu/nipple), tersusun atas jaringan erektil berpigmen dan sangat sensitif. Permukaan
papilla mammae berlubang-lubang berupa ostium papillare kecil-kecil yang merupakan muara ductus.
4. Areola mammae, pigmen berwarna gelap disekitar puting susu (coklat, hitam) atau merah muda pada organ kulit
putih. Di areola ini duktus akan melebar dan disebut sinus laktiferus.
5. Jaringan fibrous yang mengelilingi lobulus
6. Jaringan lemak

Selaput darah kepayudara terutama dari a. mamaria interna, cabang dari a. subclavia (salah satu cabang dari carpus
aorta). Suplai darah lain berasal dari cabang a. akilaris dan dari interkostalis pmbuluh limpa mengalirkan cairan limpa
berlawanan dengan aliran darah menuju ke limpa nodus (limpenodes). Sebagian besar aliran limpe ini menuju ke
kelenjar limpe (limpenodes) di bawah ketiak, sedang sebagian kecil menuju kelenjar limpe di dalam payudara. Hal ini
perlu diketahi karena metastase dari kanker payudara melalui aliran limpa ini yang ditandai dengan membesarnya
kelenjar limpe di daerah ketiak.

Perkembangan atau pembesaran payudara mulai terjadi pada masa puber di bawah pengaruh hormone estrogen dan
progesteron. Dimana pada saat ini wanita juga mulai mengalami siklus menstruasi. Masa puber pada umumnya
dimulai sekitar umur 10-13 tahun.

Saat wanita hamil, kelenjar hipofise mengeluarkan hormone prolaktin yang merangsang produksi air susu. Sekresi
hormone prolaktin ini dirangsang oleh hormone estrogen dan dihambat oleh hormone progesterone.

Pada akhir kehamilan, setelah bayi dilahirkan, kadar progesterone menurun secara drastis, sehingga pengaruh estrogen
lebih dominan untuk merangsang sekresi prolaktin yang kemudian akan merangsang produksi air susu ibu (ASI).
Selain itu merangsang pengeluran ASI juga terjadi pada saat bayi menghisap putting susu ibu. Rangsangan pada
puting susu ini akan menimbulkan impuls pada saraf yang dikirimkan ke otak (hipotalamus). Kemudian hipotalamus
akan merangsang kelenjar hipofis untuk mengeluarkan hormone oksitosin yang juga akan merangsang pengeluaran
ASI.

Menjelang mensturasi kelenjar mammae biasanya juga membesar dan kadang menimbulkan nyeri (cyclical mastagia).
Rasa nyeri akan menghilang begitu terjadi mensturasi.
Besar dan bentuk payudara dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain :

1. Faktor genetic (keturunan)


2. Jumlah lemak di dalam payudara
3. Tonus kulit diatas m. latisma yang berjalan dibawah rahang bawah sampai kepayudara (mengangkat payudara
keatas) sehingga efek ini dikenal dengan “natural brach efek”
4. Ligament copres, juga berpengaruh terhadap kekokohan payudara. Dapat ditingkatkan dengan latihan push-ap dan
renang
5. Konsumsi nutrisi atau gizi yang sehat
6. Menopause ; sesudah wanita mengalami masa pramenopause (berhenti mensturasi) payudara akan mengecil

Beberapa pengertian:

 Menarche : haid pertama 9-17 tahun, Rata-rata 12-13 tahun


 Amenorrhoea: tidak adanya haid selama 3 bulan atau lebih – tidak ada ovulasi, gangguan hormonal, kelainan
chromosom (turner syndrome).
 Amenorrhoea primer : sampai umur 18 tahun belum haid
 Amenorrhoea sekunder : hilang haid setelah menarche.
 Amenorrhoea fisiologis : kehamilan
Kehamilan
Masa laktasi
Menopause
 Dysmenorrhoea : sakit berlebihan pada haid
 Menorrhagia : perdarahan yang berlebihan pada siklus yang teratur
 Metrorrhagia : perdarahan tak teratur tak ada hubungan dengan haid

ANATOMI DAN FISIOLOGI ORANG REPRODUKSI PRIA

Struktur luar dari sistem reproduksi pria terdiri dari penis, skrotum (kantung zakar) dan testis (buah zakar).

Struktur dalamnya terdiri dari vas deferens, uretra, kelenjar postat dan vesikula seminalis penis terdiri dari :

1. Akar atau pangkal (menempel pada dinding perut)


2. Badan (merupakan bagian dari tengah penis)
3. glans penis ( ujung penis yang berbentuk seperti kerucut)
4. Lubang uretra (saluran tempat keluarnya semen dan kemih) terdapat diujung glans penis
5. Dasar glans penis disebut krona.
6. Pada pria yang belum disunat (sirkum sisi), kulit depan (pretium) membentang mulai dari krona menutupi glans
penis.

 Korpus kavenosum
Jaringan seperti spons yang bisa membesar dan menegang. Bila hasrat seksual seorang pria meningkat, jaringan
ini akan terisi darah dan akibat penisnya membesar dan mengeras. Keadaan ini disebut ereksi. Kemampuan ereksi
sangat berperan dalam fungsi reproduksi.
 Korpus spongiosum
Juga jaringan seperti spon yang mengelilingiuretra pada penis. Pada saat ereksi rongga ini tidak terisi darah,
sehingga pada saat ereksi masih dapat membuang air kecil.
 Uretra
Saluran yang berfungsi untuk mengeluarkan urin. Saluran ini juga berperan untuk mengeluarkan sperma keluar.
 Skrotum
Sebuah kantung kulit yang mengantung di bawah penis. Tugasnya adalah menyangga dan melindungi testis.
Karena menggantung diluar tubuh. Kondisi ini menguntungkan karena testis dapat membuat sperma pada kondisi
terbaik. Dalam menjalankan fungsinya, skrotum bahkan dapat merubah ukurannya. Bila suhu udara dingin,
skrotum akan mengerut dan menyebabkan testis lebih dekat dengan tubuh dan dengan demikian lebih hangat.
Sebaliknya pada cuaca panas, skrotum akan membesar dan kendur. Akibatnya luas permukaan skrotum meningkat
dan panas dapat dikeluarkan.
Skrotum terletak diantara penis dan anus serta didepan perineum. Pada wanita, bagian ini serupa dengan labia
mayora. Skrotum berjumlah sepasang, yaitu skrotum kanan dan skrotum kiri. Diantara skrotum kanan dan
skrotum kiri dibatasi oleh sekat yang berupa jaringan ikat dan otot polos (otot dartos). Otot dartos berfungsi untuk
menggerakan skrotum sehingga dapat mengerut dan mengendur. Didalam skrotum juga terdapat serat-serat otot
yang berasal dari penerusan otot lurik dinding perut yang disebut otot kremester. Pada skrotum manusia dapat
ditumbuhi rambut. Rambut pubis mulai tumbuh sejak masa pubertas.
Fungsi utama skrotum adalah untuk memberikan kepada testis suatu lingkungan yang memiliki suhu 1-8oC lebih
rendah dibandingkan temperature rongga tubuh. Fungsi ini dapat terlaksana disebabkan adanya pengaturan oleh
sistem otot yang menarik testis mendekati dinding tubuh untuk memanasi testis atau membiarkan testis menjauhi
dinding tubuh agar lebih dingin. Pada manuusia, suhu testis sekitar 34oC pengaturan suhu dilakukan dengan
mengeratkan atau melongarkan skrotum, sehingga testis dapat bergerak mendekat atau menjauhi tubuh. Testis
akan diangkat mendekati tubuh pada suhu dingin dan bergerak menjauh pada suhu panas.
 Testis
Untuk pembuatan sperma. Saat melewati pubertas, saluran khusus berbentuk koil didalam testis mulai membuat
sel-sel sperma. Sejak saat inilah, testis akan memulai tugasnya dalam membuat sperma, membuat hormone
testosteron. Hormone ini merupakan hormone yang sangat bertangung jawab atas perubahan diri menjadi dewasa.
Membuat suara menjadi besar dan berat, dan berbagai perubahan lain yang memperlihatkan bahwa seorang anak
telah beranjak dewasa.
Saat dalam kandung testis masih dalam rongga perut janin. Saat dilahirkan kedua testis akan turun kedalam
skrotum. Kegagalan salah satu atau kedua testis turun kedalam skrotum setelah bayi lahir disebut juga dengan
kriptorkismus.
Angka kejadian kriptorkismus pada bayi permatur kurang lebih 30% yaitu 10 kali lebih banyak daripada bayi
cukup bulan (3%). Dengan bertambahnya usia, testis mengalami desensius secara spontan, sehingga pada saat usia
1 tahun, angka kejadian kriptrokismus tinggi 0,7-0,9%. Setelah usia 1 tahun, testis yang letaknya abnormal jarang
dapat mengalami desensus testis secara spontan.
 Epididimis
Saluran berbentuk koil panjang yang bertengger akan mengantarkan sperma (yang diproduksi oleh testis) keluar.
Perjalanan yang cukup panjang harus ditempuh oleh sperma. Sekitar 4-6 minggu perjalanan dalam epididimis.
 Vas deferens
Sebuah tabung yang dibentuk dari otot, vas deferens membentang dari epididimis ke uretra. Vas deferens
berfungsi sebagai tempat penyimpanan sperma sebelum dikeluarkan melalui pensi.
 Prostat
Kelenjar yang berfungsi untuk membuat cairan yang berwarna seperti susu, yang bersama dengan cairan yang
diproduksi oleh visikula seminalis, dimana sperma akan “berenang” didalam vagina dan uterus wanita.

MEKANISME EREKSI
Fungsi sistem genetalia pria, selama melakukan hubungan seksual, penis menjadi kaku dan tegak hingga
memungkinkan terjadinya penetrasi (maksudnya penis kedalam vagina). Ereksi terjadi akibat interaksi yang rumit dari
sistem saraf, pembuluh darah, hormone dan psikis, rangsangan yang menyenangkan menyebabkan satu reaksi di otak,
yang kemudiankan mengirimkan sinyalnya melalui korda spinalis ke penis. Arteri yang membawa darah ke korpus
kavernosus memberikan respon, yaitu berdilatasi (melebar). Areteri yang melebar menyebabkan peningkatan aliran
darah kedaerah erektil ini, sehingga daerah erektil terisi darah dan melebar. Otot-otot disekitar vena yang dalam
keadaan normal mengalirkan darah dari penis, akan memperlambat aliran darah. Tekanan darah yang meningkat di
dalam penis menyebabkan panjang dan diameter penis bertambah.
Ejakulasi terjadi pada saat mencapai klimaks, yaitu ketika gesekan pada glans penis dan rangsangan lainnya
mengirimkan sinyal ke otak dan korda spinalis. Saraf merangsang kontraksi otot di sepanjang saluran epididimis dan
vase deferens, vesikula seminalis dan prostat. Kontraksi ini mendorong semen ke dalam uretra. Selanjutnya kontraksi
otot disekeliling uretra akan mendorong semen keluar dari penis. Leher kandung kemih juga berkontraksi agar semen
tidak mengalir kembali kedalam kandung kemih. Setelah terjadi ejakulasi (atau setelah rangsangan berhenti), arteri
mengencang dan vena mengendur. Akibatnya aliran darah yang masuk ke arteri berkurang dan aliran darah yang
keluar dari vena bertambah, sehingga penis menjadi lunak.

KONSEPSI
1. Setelah ovulasi sel telur memasuki tuba falopi masih dikelilingi sel folikel dan dilapisi zona pellucid.
2. Proses fertilisasi (pembuahan) terjadi diampula tuba uterine.
3. Setelah coitus sperma dapat mencapai tuba dalam waktu 30 menit.
4. Pergerakan sperma dibantu oleh kontraksi otot uterus dan tuba.
5. Prostaglandin yang terdapat pada sperma dapat menyebabkan otot uterus berkontraksi.
6. Setelah coitus terdapat beberapa ratus juta sperma dalam vagina dan hanya beberapa ribu yang dapat
mencapai tuba.
7. Fructosa pada cairan semen (mani) sebagai sumber energi sperma.
8. Spermatozoa akan menembus sel folikel dan zona pellucid memasuki oocyt, dan setelah itu akan terjadi
blockade (hanya 1 sperma yang dapat masuk).
9. Kesempatan fertilisasi hanya 24 jam setelah ovulasi dan setelah itu ovum akan berdegenerasi dan mati.
10. Masa hidup sperma dalam tractus genitalis wanita antara 48-72 jam (± 3 hari)
11. Setelah fertilisasi terjadi zyangote diikuti pembelahan sel sampai stadium morula masih dikelilingi zona
pellucid.
12. Zyangote mencapai uterus antara 3-5 hari setelah fertilisasi.
13. Kemudian pada zyangote timbul ruangan didalamnya yang berisi cairan maka disebut “blastocyst”.
14. Nidasi (implantasi) terjadi ±7 hari setelah fertilisasi difundus uteri.
15. Sel-sel blastocyst membentuk lapisan luar dan dalam disebut trophoblast yang akan menginvasi endometrium
untuk mencari makan bagi janin.

ANALISIS SPERMA (STANDAR MINIMAL WHO)

 Volum ejakulasi……………………… 1.5-5.0 cc(milliliter)


 Konsentrasi sperma…………………... >20 million sperma per cc
 Motilitas………………………………. >50%
 Gerakan maju progresif……………… 2 (scale 1-4)
 Morfologi…………………………….. 30% bentuk normal (kriteria WHO)

Walaupun sperma tetap diproduksi oleh laki-laki selama hidupnya, namun produksi hormon testosteron menurun
pada usia 45-65 tahun.

PLASENTA

Merupakan alat pertukaran zat antara ibu dan anak dengan diameter sekitar 15-20cm, berat ±500-600 gr, dengan
panjang tali pusat sampai 55 cm.

Plasenta terdiri dari :

1. Jaringan anak : chorion/villi chorialis dan pembuluh darahnya.


2. Jaringan ibu : sel-sel deciduas basalis.
Fungsi plasenta :

1. Pertukaran zat yang dibutuhkan janin : karbohidrat, lemak protein, vitamin, zat immunitas, pembuangan hasil
metabolisme
2. Menghasilkan hormone :
a. Estrogen dan progesterone
b. Chorigonadotropin hormone yang dihasilkan oleh trofoblast yang positif 14 hari setelah fertilisasi.
c. Sebagai barrier terhadap kuman penyakit.