Anda di halaman 1dari 2

NEKROSIS LEMAK PAYUDARA

Timbulnya tumor keras dipayudara yang jarang membesardengan konsistensi yang keras,
harus dipikirkan sebagai kemungkinan nekrosis lemak. Penyakit ini kadang – kadang menunjukan
retraksi kulit yang sering ditemukan pada kanker payudara. Biasanya ada trauma dalam anamnesis
dan tidak jarang ditemukan perdarahan pada biopsi. Nekrosis lemak yang sedikit luas biasanya
disertai infeksi menahun, menunjukan giant cell, dan infiltrasi limfosit dalam sediaan mikroskopik.
Biopsi dan eksisi adalah pengobatan terbaik.

EKTASIA DUKTUS LAKTIFERUS

Kelainan ini mempunyai beberapa tingkatan dan disebut dengan macam – macam istilah,
misalnya plasma cell mastitis, comedo mastitis, abses menahun. Kelainan tersebut kadang – kadang
meragukan sekali karena acapkali menimbulkan puting susu, yang sering ditemukan kepada kanker.
Patologis ditemukan peradangan subakut yang mungkin mula – mula disebabkan oleh obstruksi
duktus laktiferus. Sel plasma ditemukan pada jaringan periduktal. Pengobatan sebaiknya biopsi dan
eksisi.

CYSTIC DISEASE OF THE BREAST

Reclus dari Jerman orang pertama yang menguraikan penyakt ini, akan tetapi ia hanya menyebut
tentang tumor yang banyak sekali mengandung kista. Sarjana – sarjana prancis mengemukakan
bahwa penyakit ini timbul pada kedua payudara. Schimmelbusch dan Konig ( 1890 – 1893 ) yang
mula – mula memakai nama peradangan untuk penyakit ini yaitu mastitis chronica cystia, padahal
sama sekali tidak ada peradangan. Ahli - ahli Jerman tersebut diatas waktu itu tidak pernah
mengemukakan gambaran patologik penyakit ini. Sekarang kita mengetahui bahwa ada 3 ciri
gambaran ptologik penyakit ini yaitu:

1. Kista yang mutiple


2. Proliferasi epitel
3. Fibrosis

Pada gambaran klinik penyakit sering nyeri , kadang – kadang hebat sekali. Dapat dimengerti bahwa
nyeri ini menghebat sebelum atau waktu haid, karena tarikan kelenjar payudara yang hipertropis.

Apakah cystic disease of the breast akan menjadi kanker samppai sekarang tidak dapat
diketahui, dan otopsi di luar negeri tidak memberikan kepastian. Sebelum perang dunia II ahli – ahli
bedah di indonesia menganggap penyakit ini sebagai pre – cancerous, akan tetapi sekarang tidak
lagi.dalam pengalaman penulis hanya 1 kasus yagng menjadi kanker.

*Kasus 1946

Pasien seorang wanita Indonesia, umur 30 tahun, tidak kawin, mempunyai tumor bilateral di
payudara yang sangat terasa nyeri, lebih – lebih pada waktu haid. Dibuat biopsi kedua belah tumor,
ternata cystic disease of the breast . si sakit di follow up selama 4 tahun. Tahun ke5 terasa bagian
dari tumor kanan agak keras. Di anjurkan untuk oprasi frozen section. A priori sisakit menolak
mastektomi jika hasil positif. Biopsi (frozen section) dilakukan ternyata hasilnya adeno – karsinoma.
Oleh karna orang sakit menolak untuk mastektomi, ia hanya diberi radiasi 4000 rad. Setelah 2 bulan
timbul metastasi diparu – paru,dan si sakit meninggal. Dapat dikemukakan bahwa yang sakit ini
seorng intlektual dan dan berasal dari keluarga intlektual. Ia tidak mau dioprasi oleh karena waktu
itu dia baru kawin.

Kita membedakan kista – kista mikroskopik banyak, dan kista soliter. Penyebab kista – kista
mikriskopik adalah hormonal, penyakit ini timbul sesudah ovarium berfungsi dan hilang waktu
menopouse. Yang soliter umpamanya kista retensi/galaktokel, ekstasi dari saluran air susu,
traumatic nectosis lemak, kista dengan intaductal papiloma. Kista soliter pada umumnya tidak
menumbulkan nyeri . kista soliter lebih baik diangkat dandiperiksa, karena sering sekali dinding kista
terdiri dari jaringan keras, dan dengan oprasi kita dapat memeriksa jaringan tersebut.

FIBROADENOMA

Penyakit fibroadenoma adalah penyakit wanita muda dengan frekuensi yang paling tinggi
pada wanita yang berumur 20 – 25 tahun. Menurut Wilson dalam buku Chirtopher – Davis, ada
hubungan antara kadar hormon wanita dalam darah dan penyakit ini, karena dapat timbul pada
binatang percobaan dengan pemberian estrogen. Tumor ini akan timbul soliter atau multiper,
gampang digerakan, berbentuk licin atau lobulated, sama sekali bebas dari jaringan payudara
sekitarnya, dan tidak berubah – rubah besarnya dengan siklus haid. Puting susu tidak
memperlihatkan perubahan dan sama sekali spontan atau nyeri tekan.

Pengobatan terbaik adalah biopsi dan eksisi dan oleh karena penyakit ini serta cystic diase di
pengaruhi oleh estrogen, tidak jarang kita melihat kedua penyakit tersebut timbul secara simultan.

KISTOSARKOMA FILLODES

Penyakit ini adalah fibroadenoma yang tumbuh meliputi seluruh mamma. Ada kalanya
demikian besar, nyaris tidak tergendong oleh penderita.

Nama kiatosarkoma fillodes berasal dari Muller ( 1838) karena mengandung kista – kista
besar diantaranya banyak sekali jaringan ikat sehingga waktu itu diduga sarkoma. Dipermukaan
tumor terdapat banyak jaringan yang mengingatkan kita pada lembaran lemaran buku ( phyloon ).

Tumor ini biasanya jinak, tetapi berbeda diantaranya mempunyai potensi untuk menjadi
fibrosarkoma. Tumor ini timbul biasanya pada umur 35 – 40. Kulit di atas tumor mengkilap, regang,
tipis, merah, dengan pembulih balik yang melebar – lebar dan panas.

Membesaran regional atau etastass jarang ditemukan. Hal inilah yang menjadi petunjuk
untuk membedakan tumor ini dari kanker karna jarang sekali kita menemukan kanker payudara
dengan diameter 10 – 15 cm yang tidak bermetatasis dan menginfiltrasi kulit atau toraks.

Oleh karna tumor ini cepat tummbuhnya, kadang – kadang perdarahannya tidak mencukupi
dan sering timbul nekrosis da radang pada kulit. Tumor ini kadang – kadang walaupun menurut
pemeriksaan patologik jinak memberikan residif. Maka tindakan terapi, sesuai dengan sifatnya yang
biasa mengerjakan mastektomi ditambah dengan pengangkatan fasia pektoralis. Pasca bedah diberi
radiasi.