Anda di halaman 1dari 3

MANUSKRIP

HUBUNGAN PERILAKU ISLAMI DENGAN KEJADIAN


PENYAKIT PADA KELUARGA BINAAN DESA TALOK
KECAMATAN KRESEK
KABUPATEN TANGERANG
PROVINSI BANTEN

Disusun Oleh :
Kelompok 6

Auryn Zhafiri E 1102013049


Ilenia L. H. 1102014126
Ina Romantin 1102014128
Kinanthi S. Pangestuningtyas 1102014145
Nisrina Nurul I 1102014196

Pembimbing:
DR. Rifqatussa’adah, SKM, M.Kes

KEPANITERAAN KEDOKTERAN KOMUNITAS BAGIAN


ILMU KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS
KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI
JULI 2019
Hubungan Perilaku Islami dengan Kejadian Penyakit Pada Keluarga
Binaan Desa Talok, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Provinsi
Banten

Auryn1, Ina1, Ilenia1, Kinanti1, Nisrina1, Rifqatussa’adah2


1
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Jakarta
2
Staf pengajar bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran
Universitas Yarsi Jakarta

KATA KUNCI Perilaku, Islami, Penyakit, Kesehatan

ABSTRAK
Setiap individu harus menjaga kesehatannya karena kesehatan merupakan
nikmat dari Allah SWT. Hidup bersih dan sehat adalah salah satu contoh
perilaku islami. Faktor yang mempengaruhi perilaku adalah pengetahuan, sikap,
dan tindakan. Masalah kesehatan yang sering terjadi di masyarakat Kabupaten
Tangerang, terutama di Desa Talok, Kecamatan Kresek adalah ISPA (Infeksi
Saluran Nafas Atas) berada diposisi teratas dengan 9.208 kasus, diikuti
Hipertensi sebanyak 3.221 kasus dan Faringitis 2.626 kasus, sedangkan Diare
menempati posisi terakhir dengan 794 kasus (Puskesmas Kresek, 2018).
Berdasarkan angka masalah kesehatan tersebut, menunjukkan bahwa tingkat
kesehatan belum sepenuhnya optimal. Tujuan penelitian ini untuk
mengidentifikasi hubungan perilaku Islami dengan kejadian penyakit dikeluarga
binaan dalam menjaga kesehatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah
penelitian kualitatif dengan rancangan penelitian cross sectional, Penelitian
dilakukan kepada 70 responden dari 28 keluarga binaan di kecamatan Kresek.
Analisis penelitian yang digunakan adalah analisa bivariat dengan uji statistik
chi square. Dari hasil penelitian menunjukkan karakteristik umur responden
didominasi kelompok usia 26 – 35 tahun (31,4%), perempuan (61,4%), pada
umumnya responden tidak bekerja sebanyak 50,0%. Dari hasil pengolahan data
didapatkan lebih banyak perilaku Islami buruk (57,1%) pada keluarga binaan
dengan kejadian penyakit sebanyak (50%). Serta analisa bivariat didapatkan
nilai P=0,732 yang bermakna tidak terdapat hubungan antara perilaku Islami
dengan kejadian penyakit.
Islamic behavioral relations with disease occurrence in building Family
Talok Village, District Kresek, Tangerang Regency, Banten Province
Auryn1, Ina1, Ilenia1, Kinanti1, Nisrina1, Rifqatussa’adah2
1
Students of Faculty of Medicine, University Yarsi Jakarta
2
Staff of Departement Public Health Faculty of Medicine Yarsi University

KEYWORDS Islami, Behavior, Health, Disease


ABSTRACTS
Every individual must maintain his health because health is a favor from Allah
SWT. Clean and healthy life is one example of Islamic behavior. Factors that
influence behavior are knowledge, attitudes, and actions. Health problems that
often occur to people in Tangerang, especially in Talok Village is upper
respiratory tract infection in the top position with 9,208 cases, followed by
Hypertension as many as 3,221 cases and Pharyngitis 2,626 cases, Diarrhea
occupies the last position with 794 cases (Kresek Health Center, 2018). Based
on the number of health problems, it shows that the level of health is not fully
optimal. The purpose of this study was to identify the relationship between
Islamic behavior and the diseases incidence of respondent. The type of research
used was qualitative research with a cross sectional study design. The study was
conducted on 70 respondents from 28 assisted families in the Kresek sub-
district. The analysis of the research used was bivariate analysis with the chi
square test. The results of the study showed that the age characteristics of
respondents were dominated by the age group 26-35 years (31.4%), women
(61.4%), in general respondents did not work as much as 50.0%. From the
results of data processing, it was found that there were more bad Islamic
behaviors (57.1%) in the assisted families with the incidence of the disease as
much as (50%) so with good Islamic behavior. As well as bivariate analysis
found P = 0.732 which means there is no relationship between Islamic behavior
and disease incidence