Anda di halaman 1dari 6

II.

ISI

2.1. Klasifikasi dan Morfologi


Bakteri Aeromonas termasuk ke dalam famili Pseudomonadaceae dan terdiri dari tiga
spesies utama, yaitu Aeromonas punctata, Aeromonas hydrophila dan Aeromonas
liquiefacieus yang bersifat patogen. Bakteri Aeromonas umumnya hidup di air tawar, terutama
yang mengandung bahan organik tinggi.
Domain Bacteria
Kingdom Proteobacteria
Phylum Gammaproteobacteria
Class Aeromonadales
Genus Aeromonas
Spesies Aeromonas hydrophila

Gambar 1. Aeromonas Hydrophila


Sumber: http://www.gopetsamerica.com/bio/bacteria/aeromonas-hydrophila.aspx

Ciri utama bakteri aeromonas adalah bentuknya seperti batang, ukurannya 1–4,4 x 0,4–1
mikron, bersifat gram negatif, fakultatif aerobik (bias hidup dengan atau tanpa oksigen), tidak
berspora, bersifat motil (bergerak aktif) karena mempunyai satu flagel (monotrichous flagella)
yang keluar dari salah satu kutubnya, senang hidup di lingkungan bersuhu 15-30ºC dan pH
5,5–9 (Liviawaty dan Afrianto 1992). Bakteri Aeromonas hydrophila merupakan suatu bakteri
berbentuk batang, gram negatif, motil/bergerak dengan flagella polar, yang pada umumnya
terdapat pada perairan dengan bahan organik yang tinggi.

Bakteri gram negatif adalah organisme yang tidak dapat menahan zat pewarna setelah
dicuci dengan alkohol 95% (Kabata 1985). Dinding sel bakteri gram negatif mengandung lebih
3

sedikit peptidoglikan tetapi di luar lapisan peptidoglikan ada struktur membran kedua yang
tersusun dari protein, fosfolipida, dan lipopolisakarida (Volk & Wheeler 1988). Selain
menyerang ikan air tawar, bakteri Aeromonas hydrophila juga dapat menyerang manusia
(Hiroko dan Aoki 1991 dalam Anoraga 2012) yaitu yang bersifat enterotoksigenik dan cukup
potensial terhadap patogenitas di saluran pencernaan manusia.

Aeromonas hydrophila adalah jenis bakteri yang bersifat metropolitan, oksidatif, anaerobik
fakultatif, dapat memfermentasi gula, gram negatif, tidak membentuk spora, bentuk akar, dan
merupakan penghuni asli lingkungan perairan. Bakteri ini ditemukan air tawar dan pada badan
air yang terklorinasi maupun tidak terklorinasi, dengan jumlah terbanyak ditemukan pada
musim hangat. Upaya isolasi aeromonas pada penyakit yang menyerang hewan berdarah
panas dan berdarah dingin telah dilakukan lebih dari 100 tahun yang lalu, sedangkan isolasi
dari manusia dilakukan sejak awal tahun 1950-an (Hayes 2000)

2.2. Habitat

Bakteri aeromonas hydrophila memiliki kemampuan osmoregulasi yang tinggi dimana


mampu bertahan hidup pada perairan tawar, perairan payau dan laut yang memiliki kadar
garam tinggi dengan penyebaran melalui air, kotoran burung, saluran pencernaan hewan darat
dan hewan amfibi serta reptil (Mangunwardoyo et al., 2010).Lingkungan dengan yang
mempunyai konsentrasi kadar garam tertentu memiliki kerapatan Aeromonas hydrophila yang
jauh lebih tinggi dibandingkan lingkungan air tawar, meskipun variasi dalam kepadatan antara
habitat dengan kadar garam tertentu jauh lebih besar daripada habitat air tawar, umumnya,
Aeromonas hydrophila tidak dianggap sebagai bakteri laut, namun, studi ini menunjukkan
bahwa itu ditemukan secara alami bakteri Aeromonas hydrophila hidup dilingkungan yang
mempunyai kadar garam air laut, air payau sampai dengan air tawar dan dapat ditemukan di
semua salinitas, kecuali (paling ekstrim> 100%o).

Baru-baru ini, bakteri Aeromonas. hydrophila menyebabkan penyakit borok pada ikan cod
(Gadus morhua), dan ikan laut lainnya. A. hydrophila dapat diisolasi dari perairan yang
memiliki kekeruhan 0-395 unit turbidity Jackson. Suhu yang optimum untuk pertumbuhan
bakteri Aeromonas hydrophila adalah 35°C, dan suhu maksimum yaitu mendekati suhu 450C.
Dalam studi ini,
Aeromonas hydrophila diisolasi dari air yang memiliki suhu antara 40 dan 45.00C.
Aeromonas Hydrophila tidak dapat diisolasi pada suhu lebih besar dari 450C, kepadatan
tertinggi terjadi pada 350C, sepanjang gradien termal mulai dari
4

200 sampai 720C. PH air tampaknya tidak memainkan peran penting dalam
distribusi Aeromonas hydrophila, karena bakteri dapat diisolasi selama rentang pH seluruh
sampel (5,2-9,8). Bakteri Aeromonas hydrophila tidak mampu tumbuh pada pH lebih rendah
dari 4 atau lebih tinggi dari 10 (Hazen et al., 2011).

Bakteri Aeromonashydrophila, merupakan bakteri negatif, dianggap sebagai salah satu


bakteri patogen yang paling penting pada hewan air di daerah beriklim sedang, seperti ikan
yang sakit, belut, katak, dan kura-kura. Selain itu bakteri A.hydrophila dilaporkan sebagai
salah satu spesies Aeromonaspaling umum yang terkait dengan penyakit usus pada manusia
(Esteve et al., 2004). Aeromonas hydrophila merupakan bakteri heterotrof uniselular yang
dicirikan dengan adanya membrane yang memisahkan inti dengan sitoplasma. Bakteri ini
biasanya berukuran 0,7–1,8 x 1,0–1,5 μm dan bergerak menggunakan sebuah polar flagel.
Bakteri ini berbentuk batang sampai dengan kokus dengan ujung membulat dan bersifat
mesofilik dengan suhu optimum 20-30ºC (Kabata 1985).

2.3. Ikan Atau Udang Yang Diserang

Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu jenis ikan budidaya air tawar yang
mempunyai nilai ekonomis penting dan telah dibudidayakan secara intensif. Salah satu
kendala yang dihadapi dalam budidaya intensif ikan nila adalah penyakit ikan. Salah satu jenis
penyakit ikan yang sering dijumpai adalah penyakit bakterial yang disebabkan oleh
bakteri Aeromonas hydrophilla, yang menyerang spesies ikan air tawar di perairan tropis
(Rahmaningsih, 2012).

Bakteri Aeromonas hidrophyla merupakan bakteri patogen yang menyerang ikan lele,
dimana menyebabkan penyakit MAS (Motile Aeromonas Septicemia). Bakteri ini dapat
menyebabkan kematian pada ikan lele mencapai 80% bahkan dapat mencapai 100% dalam
seminggu (Mulia, 2012). Ikan Gurami (Osphronemus gouramy) telah umum dibudidayakan
dan menjadi andalan sebagai salah satu sumber protein hewani. Kawasan pengembangan
budidaya ikan Gurami juga sudah terbentuk di beberapa daerah, seperti di Jawa Barat (Bogor,
Tasikmalaya, Ciamis, Garut), Jawa Tengah (Cilacap, Banyumas, Banjarnegara, Purbalingga),
Walaupun ikan Gurami sudah lama dibudidayakan secara komersial namun masih
menghadapi kendala dalam hal pertumbuhan yang lambat dan ketahanan hidup yang rendah.
Salah satu penyebabnya adalah serangan penyakit oleh bakteri Aeromonas hydrophila.
Selain ikan, berbagai spesies Aeromonas juga dapat menyerang amfibi dan hewan reptil.
Pada amfibi, bakteri ini dapat menyebabkan pendarahan dalam yang bisa berakibat
5

fatal. Pada manusia, bakteri ini dapat menyebabkan infeksi pada saluran pencernaan,
septisemia (keracunan darah), infeksi pada luka dan pembengkakan pada lambung dan usus
yang disertai muntah dan diare atau gastroenteritis (Tanjung et al., 2011).

Bakteri Aeromonas hydrophila diketahui sebagai patogen pada amfibi, reptil, ikan,
siput, sapi dan, baru-baru ini, bakteri Aeromonas hydrophila menyerang manusia. Beberapa
kasus penyakit septicemias yang menyerang manusia yang dapat berakibat fatal yang
disebabkan oleh bakteri Aeromonas hydrophila, tetapi penyakit tersebut menyerang pada
manusia yang mempunyai daya tahan tubuh yang lemah dan terpapar oleh penyakit laiinya,
misalnya leukemia. hanya Aeromonas hydrophila dilaporkan menyerang dan menjadi patogen
pada manusia ketika terdapat luka dan kontak langsung dengan air dimana air tersebut
mengandung strain bakteri A.hydrophila. Bakteri Aeromonas hydrophila menyebabakan
kerugian yang besar dibidang perikanan, misalnya, pada tahun 1973, 37.500 ekor ikan mati
selama dalam kurun waktu 13 hari dalam satu periode di Danau North Carolina (Hazen et al.,
1978).

2.4. Diagnosa Infeksi Aeromonas Hydrophila

Infeksi bakteri merupakan salah satu masalah yang serius dalam pemeliharaan ikan,
karena itu diagnosa yang dilakukan terhadap penyakit bakterial harus dilakukan dengan
setepat mungkin. Selama bertahun-tahun banyak bakteri yang sudah dapat diidentifikasi
sebagai penyebab sakit pada ikan salah satunya Aeromonas (Dixon, 1990). Aeromonas
terdapat di air tawar, tanah dan pada ikan (Post, 1987). Merupakan bakteri patogen oportunik
yang dapat menjadi fatal jika lingkungan kurang bagus, hospes lemah, atau patogen utama.

Ikan yang terinfeksi Aeromonas hydrophila biasanya pada keadaan stress karena suatu
faktor dan menunjukkan warna yang lebih gelap dengan hemoragi iregular yang luas pada
permukaan tubuh dan basis (pangkal) sirip serta ascites. Hemoragi Dpada permukaan tubuh
mungkin mengalami ulserasi membentuk lesi nekrotik yang dangkal. Terdapat lesi kulit dasar
sirip dengan area hemoragi yang bervariasi dan nekrosis hingga ke otot. Organ internal pada
ikan yang dinekropsi terlihat kongesti dengan hemorhagi pada organ dalam (Roberts, 2001).

2.5. Cara Pencegahan dan Pengobatan

Usaha yang telah dilakukan untuk mengatasi baik pencegahan maupun pengobatan
penyakit yang disebabkan bakteri A. hydrophila adalah dengan pemberian bahan-bahan
kimia maupun pemberian antibiotik sintetis seperti tetracycline. Pemberian bahan kimia ini
6

memang dapat mencegah maupun mengobati penyakit pada ikan bila digunakan dengan
dosis yang tepat, akan tetapi bila digunakan tidak terkontrol maka dapat menimbulkan
beberapa efek negatif. Residu antibiotik dapat mencemari lingkungan dan juga dapat dijumpai
di tubuh ikan, sehingga ikan tidak aman untuk dikonsumsi oleh manusia (Lukistyowati dan
Kurniasih, 2011).

Salah satu alternatif dalam mengobati penyakit bakterial pada ikan adalah menggunakan
bahan-bahan alami yang mempunyai kemampuan anti bakteri antara lain ekstrak bawang
putih untuk mengobati benih ikan lele yang terinfeksi A.hydrophilla; ekstrak air kunyit untuk
mengobati Pseudomonas aeruginosa pada ikan gurame (Rahmaningsih, 2012). Vaksinasi
merupakan suatu metode alternatif yang efektid dan efisien untuk mencegah penyakit yangn
disebabkan oleh bakteri Aeromonas hydrophila. Vaksinasi dilakukan dengan merangsang
kekebalan spesifik ikan terhadap penyakit tersebut. Metode vaksinasi tidak menimbulkan
dampak negatif, baik pada ikan, lingkungan maupun konsumen.

Tingkat perlindungan dari metode vaksinasi terhadap serangan bakteri bakteri


Aeromonas hydrophila tergantung pada jenis dan kualitas vaksin, cara vaksinasi, kondisi ikan
dan lingkungan hiidupnya. Dari hasil penelitian pemberian vaksin dari debris sel Aeromonas
hydrophila pada ikan lele menunjukkan peningkatan produksi titer antibodi dimana dapat
meningkatkan produksi antibodi ikan lele dumbo. Perlakuan vaksinasi, baik yang dibooster
maupun yang tidak meningkatkan titer antibodi ikan lele setelah ikan divaksinasi (Mulia, 2012).
Upaya penanganan pencegahan penyakit yang disebabkan oleh A. hydrophila adalah dengan
menggunakan ektraks tumbuhan alami seperti ekstrak daun pepaya. Sebagai tanaman obat,
pepaya (C. Papaya L) juga mengandung zat atau senyawa bioaktif yang yang dapat
meningkatkan ketahanan dan tanggap kebal ikan. Zat aktif yang terdapat pada daun pepaya
antara lain alkaloid, flavonoid, dan saponin, selain zat bioaktif daun pepaya juga memiliki
kemampuan antagonis dalam melawan bakteri patogen sehingga mempunyai sifat
imunostimulan. Semakin banyak kosentrasi ekstrak daun pepaya yang diberikan pada ikan
seraca oral jumlah sel macrofagh pada ikan mas meningkat, dimana dosis pemberian ekstrak
daun pepaya pada konsentrasi 65% (Sanoesi, 2008).

2.6. Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari makalah ini yaitu :
a. Bakteri Aeromonas hydrophila termasuk bakteri gram negatif, berbentuk batang
pendek, bersifat aerob dan fakultatif anaerob, tidak berspora, motil, mempunyai
satu flagel, hidup pada kisaran suhu 25-300C.
7

b. Mengakibatkan penyakit hemorhagi septicaemia pada ikan dan menyebabkan


infeksi pada gastroenteristis, diare dan extra intestinal pada manusia.
c. Bakteri Aeromonas hydrophyla sangat mempengaruhi usaha budidaya ikan air
tawar dengan tingkat kematian yang tinggi (80 – 100 %) dalam waktu yang singkat
(1 – 2 minggu).
d. Penyebaran bakteri Aeromonas hydrophila melalui air, kotoran burung, saluran
pencernaan hewan darat dan hewan amfibi serta reptil.
e. Bakteri Aeromonas hydrophila banyak menyerang spesies ikan air tawar seperti,
ikan mas, ikan gurami, ikan lele dan juga menyerang ikan air laut seperti ikan cod
serta amfibi dan reptil. Selain ikan bakteri ini juga menyerang manusia.
f. Usaha yang telah dilakukan untuk mengatasi baik pencegahan maupun pengobatan
penyakit yang disebabkan bakteri A. hydrophila adalah dengan pemberian bahan-
bahan kimia maupun pemberian antibiotik sintetis seperti tetracycline),
menggunakan bahan-bahan alami yang mempunyai kemampuan anti bakteri antara
lain ekstrak bawang putih; ekstrak air kunyit, ekstrak daun pepaya dan juga dapat
dilakukan dengan vaksinas