Anda di halaman 1dari 42

LANGKAH CERDAS MENGATASI VIRUS KOMPUTER

Karya Ilmiah ini diajukan sebagai syarat untuk memenuhi tugas akhir
sekolah di SMK Terpadu 1 Yaspida Sukabumi
Tahun Pelajaran 2013/2014

Oleh:

JAWAD MUGHOFAR KH

11.12.10.308

TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN

SMK TERPADU 1 YASPIDA SUKABUMI

YAYASAN SOSIAL DAN PENDIDIKAN ISLAM DARUSSIFA AL-FITRAT

PERGURUAN YASPIDA SUKABUMI

1435 H / 2014 M
PERSETUJUAN PEMBIMBING

Karya Ilmiah ini berjudul “LANGKAH CERDAS MENGATASI VIRUS

KOMPUTER” yang disusun oleh:

NAMA : Jawad Mughofar KH

NIS : 11.12.10.308

Telah disetujui oleh pembimbing untuk diajukan sebagai judul Karya Ilmiah pada

SMK TERPADU 1 YASPIDA SUKABUMI, YAYASAN SOSIAL DAN

PENDIDIKAN ISLAM DARUSSYIFA AL-FITRAT PERGURUAN YASPIDA

SUKABUMI tahun ajaran 2013-2014.

Pembimbing

Dr. KH. E S Mubarok, M.Sc,.MM.

NPT. 046.99.01.001
LEMBAR PENGESAHAN

Karya Tulis Ilmiah ini berjudul “LANGKAH CERDAS MENGATASI VIRUS


KOMPUTER” yang disusun oleh:

Nama : Jawad Mughofar KH


NIS : 11.12.10.308
Kompetensi Keahlian : Teknik Komputer dan Jaringan

Telah disahkan oleh Pembimbing untuk diajukan sebagai Karya Tulis Ilmiah di SMK
Terpadu 1 Yaspida, Yayasan Sosial dan Pendidikan Islam Daarussyifa Al-fitrat Perguruan
Yaspida Sukabumi tahun ajaran 2013-2014.

Pembimbing I Pembimbing II

Dr. KH. E S Mubarok, M.Sc.,MM. Hudri, S.Pd.I.


NPT. 046.99.01.001 NPT. 046.99.01.060

Mengetahui,
Kepala Sekolah

H. Margono, SH.,MM.
NPT. 046.99.01.007
LEMBAR PENGUJIAN

KARYA TULIS ILMIAH

KONSEP PENDIDIKAN BERBASIS MASYARAKAT DENGAN


KEPESANTRENAN

Disusun oleh:

Jawad Mughofar KH
NIS. 11.12.10.308

Penguji I Penguji II

Dr. KH. E S Mubarok, M.Sc.,MM. Dede Marwan, S.Pd.I.


NPT. 046.99.01.001 NPT. 046.99.01.060

Mengetahui,
Kepala Sekolah

H. Margono, SH.,MM.
NPT. 046.99.01.007
Persembahan

Kupersembahkan karya tulis ilmiah ini kepada :


Ibu dan Bapak tercinta yang telah membesarkan, mendidik dan
membimbing serta memberikan dukungan moral maupun materil yang tak
ternilai harganya demi kesuksesan ananda menggapai cita.

Dan

Guru tercinta yang selalu mendidik, memberikan segala dukungan serta


membentuk keprobadianku sehingga menjadi seorang yang “tahu”.

Serta

Seluruh taman-teman seperjuang Angkatan 43-12 yang selalu bersama-


sama dalam perjuangan demi maraihnya kemenangan.
MOTTO

SETIAP MANUSIA MEMPUNYAI HAK YANG SAMA


KATA PENGANTAR

Bismillaahirrahmaanirrohiim,
Puji syukur Kehadirat Allah Tuhan Yang Maha Esa atas petunjuk, rahmat,
dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah yang berjudul
“LANGKAH CERDAS MENGATASI VIRUS KOMPUTER”
Shalawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada junjungan
Nabi Muhammad SAW, pemimpin para Nabi dan panutan bagi umat Islam di
dunia yang beriman dan bertaqwa, begitu juga dengan para keluarga dan sahabat
yang telah membawa kita dari zaman kegelapan menuju zaman terang-benderang
“Ila Dzulumati Ilannur” serta kepada pengemban risalah mulia yang selalu
mengikuti metode serta langkah beliau yang menjadikan “Al-Qur’an” sebagai
pedoman sekaligus sumber hukum.
Berkat ridho dan magfiroh Allah SWT, akhirnya penulis dapat
menyelesaikan karya ilmiah ini sebagai salah satu syarat untuk mengikuti Uji
Kompetensi dan Ujian Nasional di SMK Terpadu 1 Yaspida Sukabumi sekaligus
untuk menambah wawasan dalam kehidupan sehari-hari.

Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya penulis sampaikan kepada::

1. Ayahanda dan Ibunda tercinta yang tidak pernah lelah berdo’a dan
memberikan motivasi kepada penulis.
2. Bapak Dr.KH.E. Supriatna Mubarok,M.Sc,MM, selaku Ketua Dewan
Pembina dan Ibu Dra.Hj.Lani Melani,M.M.Pd, selaku Ibu Ketua Umum
Yayasan sekaligus orangtua di Perguruan Yaspida Sukabumi yang telah
memberikan nasihat, arahan dan bimbingan serta telah menyediakan
berbagai fasilitas dan kesempatan serta doa yang selalu menyertai kepada
penulis.
3. Bapak Margono S.H, selaku Bapak kepala sekolah di SMK TERPADU 1
YASPIDA Sukabumi.

i
4. Bapak Mansyur selaku wali kelas XII Teknik Informatika, yang tak henti-
hentinya membimbing, mengajari dan mengarahkan penulis selaku anak
didiknya.
5. Seluruh Dewan guru yang telah memberikan ilmu pengetahuan dan
petuahnya serta tenaganya demi berkembangnya pengetahuan peserta
didik.
6. Semua teman seperjuangan di Civitas Akademika Perguruan Yaspida
Sukabumi yang telah memberikan semangat yang tiada henti kepada
penulis.
7. Dan semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu yang telah ikut
serta memberikan bantuan dan dorongan dalam proses penyelesaian karya
ilmiah ini

Penulis sadar bahwa karya ilmiah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena
itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan, demi
kesempurnaan karya ilmiah ini.
Semoga amal kebaikan dan aktivitas yang kita lakukan selalu ada dalam rahmat
dan ampunannya, Aamiin.

Sukabumi, 04 Maret 2014

Penulis,

JAWAD MUGHOFAR KH

ii
DAFTAR ISI
PERSETUJUAN PEMBIMBING
LEMBAR PENGESAHAN
LEMBAR PENGUJIAN
PERSEMBAHAN
MOTTO
KATA PENGANTAR .................................................................................... i
DAFTAR ISI ................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LatarBelakang ................................................................................ 1


1.2 Rumusan Masalah .......................................................................... 2
1.3 Tujuan Penulisann .......................................................................... 3
1.4 Manfaat Penulisan .......................................................................... 3
1.5 Metode Penulisan ........................................................................... 4
1.6 Kerangka Pemikiran ....................................................................... 4
1.7 Sistematika Penulisan .................................................................... 5

BAB II LANDASAN TEORITIS

2.1 Pengertian Virus Komputer............................................................ 6


2.2 Sejarah Kelahiran Virus Komputer ................................................ 7
a. Virus Generasi Pertama ............................................................ 7
b. Virus Generasi Kedua............................................................... 8
c. Virus Generasi Ketiga .............................................................. 9
2.3 Jenis-Jenis Virus Komputer ........................................................... 10
a. Virus Boot Sectot ..................................................................... 10
b. Virus Macro .............................................................................. 10
c. Virus File Program ................................................................... 10
d. Virus Multipartisi (Multi Partition) .......................................... 10
e. Virus Script ............................................................................... 11
f. Virus Stealth ............................................................................. 11
g. Virus Polymorphic ................................................................... 11
2.4 Cara Penyebaran Virus Komputer ................................................. 11
a. Internet ...................................................................................... 12
b. Jaringan..................................................................................... 12
c. Media Disk (Hardisk External, Flashdisk) ............................... 12
d. Software Bajakan, Freeware dan Shareware ............................ 12

iii
e. Attachment Pada Email ............................................................ 12
2.5 Tanda-Tanda Infeksi Virus Komputer ........................................... 13

BAB III LANDASAN EMPIRIS

3.1 Cara Mencegah Data Terinfeksi Virus Komputer ......................... 14


a. Amankan Data Penting ............................................................. 14
b. Manajemen Data ....................................................................... 14
c. Backup Data Dengan CD ......................................................... 15
d. Proteksi Data Penting ............................................................... 15
e. Mengkompresi Data ................................................................. 16
3.2 Cara Mencegah Sistem Terinfeksi Virus Komputer ...................... 16
a. Mematikan Fitur Autorun/Autoplay ......................................... 16
b. Backup Registry ....................................................................... 17
c. Menggunakan User Account Control ....................................... 17
d. Memasang Antivirus ................................................................ 18
e. Mengupdate Antivirus .............................................................. 18
3.3 Langkah Cerdas Mengatasi Virus Komputer ................................. 19
a. Scaning Virus Menggunakan Antivirus ................................... 19
b. Menonaktifkan Fitur System Restore ....................................... 20
c. Scaning Virus Melalui Safe Mode ........................................... 21
d. Scaning Virus Menggunakan Antivirus Portable ..................... 21
e. Install Ulang Sistem Operasi .................................................... 22

BAB IV TEMUAN DAN REKOMENDASI

4.1 Temuan .......................................................................................... 23


4.2 Rekomendasi ................................................................................. 23

BAB V PENUTUP

5.1 Simpulan ...................................................................................... 25

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN-LAMPIRAN

RIWAYAT HIDUP

iv
1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada awalnya istilah virus hanya digunakan di dalam dunia medis atau

kesehatan yang menyebutkan sesuatu yang menyerang pertahanan sistem

tubuh. Katakan saja virus flu yang membuat bersin-bersin, demam, virus

herpes yang menyerang kulit, hingga virus HIV yang menyebabkan kematian

dan virus-virus lainnya1.

Saat ini istilah virus juga telah di kenal di dunia IT, erat kaitannya dengan

komputer. Hal ini tidak lain karena sifatnya yang tidak jauh berbeda dengan

virus biologis yang juga menyerang dan menyebabkan stamina komputer

turun hingga sakit dan wafat.

Virus biologis dengan virus komputer hampir mempunyai kesamaan dari

berbagai segi. Misalnya dari segi subjek, virus biologis menyerang tubuh atau

makhluk hidup sedangkan virus komputer menyerang Sistem Operasi beserta

dengan data-datanya. Begitu pun juga dengan model penyerangannya, virus

biologi menyerang dengan mengubah struktur info genetika sel dalam tubuh

dan virus komputer menyerang dengan mengubah struktur program yang

tidak berjalan dengan semestinya.

Dampak yang terjadi dari kedua virus tersebut yaitu dengan tanda-tanda

sesuai dengan jenis virus yang menyerang. Misal virus flu yang

menyebabkan bersin-bersin di dalam virus komputer. Dan virus shortcut yang

1
Madcoms (2011) Langkah Cerdas Membrantas Virus Komputer
2

dapat mendupliasi shortcut di dalam virus komputer. Proses penyebarannya

pun sama-sama memerlukan media dan cara menanggulanginya yaitu dengan

meningkatkan anti bodi pada virus biologis dan memasang antivirus di dalam

virus komputer.

Dari pemaparan latar belakang tersebut penulis mencoba untuk membuat

Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “Langkah Cerdas Mengatasi Virus

Komputer” sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas akhir sekolah di

SMK Terpadu 1 Yaspida Sukabumi.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka rumusan masalah dalam

penuliskan karya ilmiah ini adalah sebagai berikut:

1. Apakah Pengertian Dari Virus Komputer?

2. Bagaimana Sejarah Kelahiran Virus Komputer?

3. Apa Jenis-Jenis Virus Komputer?

4. Bagaimana Cara Penyebaran Dari Virus Komputer

5. Apa Tanda-Tanda Infeksi Dari Virus Komputer

6. Bagaimana Cara Mencegah Data Dari Virus Komputer?

7. Bagaimana Cara Mencegah Sistem Dari Virus Komputer?

8. Bagaimana Langkah Cerdas Mengatasi Virus Komputer?


3

1.3 Tujuan Penulisan

Dari rumusan masalah di atas, maka tujuan penilitian dalam penulisan

karya ilmiah ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui penegertian dari Virus Komputer

2. Untuk menambah wawasan tentang bagaimana sejarah kelahiran

Virus Komputer

3. Untuk mengetahui jenis-jenis dari Virus Komputer

4. Untuk menambah wawasan tentang bagaimana cara penyebaran dari

Virus Komputer

5. Untuk mengetahui tanda-tanda infeksi dari Virus Komputer

6. Untuk menambah wawasan tentang bagaimana cara mencegah data

dari Virus Komputer

7. Untuk menambah wawasan tentang bagaimana cara mencegah sistem

dari Virus Komputer

8. Untuk menambah wawasan tentang langkah cerdas dalam mengatasi

Virus Komputer

1.4 Manfaat Penulisan

Manfaat dari penulisan Karya Ilmiah ini terbagi menjadi dua, yaitu:

a. Manfaat Teoritis

Yaitu untuk memberikan informasi tentang bagaimanakah langkah

cerdas dalam mengatasi virus di dalam komputer agar komputer yang

menjadi teman dalam kehidupan sehari-hari di era globalisasi selalu


4

dalam keadaan prima tanpa adanya gangguan dari virus-virus yang

sangat merugikan.

b. Manfaat Praktis

Yaitu, untuk memenuhi tugas akhir sekolah dan sebagai syarat untuk

mengikuti Ujian Nasional di SMK Terpadu 1 Yaspida Sukabumi.

1.5 Metode Penulisan

Metode yang dilakukan dalam penulisan karya ilmiah ini yaitu dengan

cara melihat serta membaca dan meraspi dari berbagai website, blog dan

buku-buku yang dipertanggung jawabkan oleh para ahli dengan hasil resensi

dan dituangkan kedalam tulisan.

1.6 Kerangka Pemikiran

Virus komputer dibuat oleh manusia dan disebarkan/diproduksi oleh mesin

komputer. Bila aparat penegak hukum mampu untuk menangkap si pembuat

virus dan membuktikan kejahatannya. Maka hukuman untuk Pembuat Virus:

Pasal 32 ayat 1: “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan

hukum dengan cara apapun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan

transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu

Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik milik orang lain atau

milik publik”.

Pasal 33: “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan

hhukum melakukan tindakan apapun yang berakibat terganggunya Sistem


5

Elektronik dan/atau mengakibatkan Sistem Elektronik menjadi tidak bekerja

sebagaimana mestinya”, dan Pasal 36: “Setiap orang dengan sengaja dan

tanpa hak atau melawan hukum melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud

dalam Pasal 27 sampai dengan Pasal 34 yang mengakibatkan kerugian bagi

orang lain” dapat digunakan untuk menjerat si pembuat virus.

Dan untuk penyebar virus komputer (Bukan Pembuat Virus Komputer).

Bukan sebagai pembuat virus, tetapi pelaku dapat memanfaatkan virus

komputer untuk merusak informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik

milik orang lain. Jika memang ada unsur KESENGAJAAN untuk melakukan

kejahatan seperti pada motif ini, maka terhadap si pelaku dapat dijerat dengan

Pasal 32 ayat 1, Pasal 33 dan Pasal 36 UU ITE No 11 Tahun 2008.2

1.7 Sistematika Penulisan

BAB I : PENDAHULUAN

BAB II : LANDASAN TEORITIS

BAB III : LANDASAN EMPIRIS

BAB IV : TEMUAN DAN REKOMENDASI

BAB V : PEUNUTUP

2
Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik
6

BAB II

LANDASAN TEORITIS

2.1 Pengertian Virus Komputer

Virus komputer merupakan program komputer yang dapat menggandakan

atau menyalin dirinya sendiri3 dan menyebar dengan cara menyisipkan salinan

dirinya ke dalam program atau dokumen lain. Virus komputer dapat

dianalogikan dengan virus biologis yang menyebar dengan cara menyisipkan

dirinya sendiri ke sel makhluk hidup. Virus komputer dapat merusak

(misalnya dengan merusak data pada dokumen), membuat pengguna komputer

merasa terganggu, maupun tidak menimbulkan efek sama sekali.

Virus secara biologis merupakan bagian kecil dari kode genetis DNA atau

RNA. Virus dapat mengambil alih mesin dari sel hidup dan

mengembangbiakkan ribuan replikasi dari virus asal. Sama halnya dengan

rekan kerja virus biologis, virus komputer membawa kode instruksi kepada

penerima untuk membuat kode yang terbaik dari dirinya sendiri.

Saat masuk dalam kontrol induk, virus tertentu membuat duplikasi yang

tepat sama dengan dirinya sendiri dan mengambil kontrol sementara dari

sistem operasi komputer. Ketika komputer yang terinfeksi mempunyai

hubungan dengan bagian software yang tidak terinfeksi, duplikat segar dalam

virus akan melewatkan program baru.

3
Dr. Solomon's Virus Encyclopedia, 1995, ISBN 1-897661-00-2, Abstract at
http://vx.netlux.org/lib/aas10.html
7

2.2 Sejarah Kelahiran Virus Komputer

Meskipun kemunculan virus komputer masih menjadi polemik tapi pikiran

yang mendasari pembuatan virus telah ada sejak tahun 1940-an. Kala itu Jhon

Von Neumann, seorang matematikawan kelahiran Hongaria, dalam studi

matematika sedang mempelajari metode perhitungan untuk menciptakan

sesuatu yang dapat bekerja sendiri. Tahun 1951; ia berhasil

mendemonstrasikannya.

Kemudian di tahun 1959. Matematikawan Inggris, Lionel Penrose

mempresentasikan penggadaan diri otomatis pada artikelnya yang berjudul

Self-Reproducing Machines.

Tidak seperti Neumann, Penrose menggambarkan strukturnya dengan

menggunakan model 2 dimensi yang dapat mengaktifkan diri, menggandakan

diri, memutasi diri, dan menyerang. Tak lama kemudian. Frederick G. Stahl

berhasil membuat model ini di mesin IBM 650.

Virus terbagi menjadi beberapa generasi, yaitu:

a. Virus Generasi Pertama

Teori-teori di atas kemudian di alplikasikan oleh para pembuat

virus. Pada awal kemunculan penyebaran virus masih sangat berpaku

pada penguna komputer. Tingkat bahayanya pun masih rendah. Hanya

menampilkan pesan-pesan yang walaupun lumayan mengganggu,

namun tidak mengakibatkan bahaya lebih lanjut.


8

Istilah virus itu sendiri baru muncul pada tahun 1983, digunakan oleh

Len Eidelmen pada seminar tentang keamanan berkomputer di

Universitas Lehigh.

Virus yang pertama menyebar bernama Elk Cloner virus itu

menyerang Apple II pada tahun 1982. Elk Cloner menyebar

menggunakan disket. Ketika komputer di boot dengan disket. Elk

Cloner akan beraksi dan menampilkan teks berkedip yang menganggu.

Elk Cloner bisa menginfeksi disket lain, jika sebuah disket di

masukan ke dalam komputer yang boot sector-nya telah terinfeksi,

maka salinan Elk Cloner dimasukan ke dalam disket.

Semakin berkembangnya teknologi yang berkaitan dengan

komputer, semakin canggih juga penyerangannya. Budi Harto,

Direktur Advanced Technologi Cisco Indonesia, memaparkan virus

generasi awal (1980) yang Cuma menyerang komputer individual

melalu boot sector. Penyebarannya, kalau dibandingkan dengan

penyebaran masa kini, terbilang lambat. Hitungannya masih dalam

satuan minggu.

b. Virus Generasi Kedua

Generasi kedua yang terjasdi sekitar tahun 1990-an, virus mulai

menyerang jaringan. Serangannya melalu e-mail, macro, Denial of

Service (DoS), dan hacking yang terbatas. Penyebarannya yang

terhitung dalam satuan hari, masih terbilang lambat.


9

Menjadi lebih mengkhawatirkan karena bukan Cuma virus lagi yang

menyerang. Jenis malware pun bertambah. Beberapa tipe malware

tidak cuma menganggu sistem, tapi juga mencuri informasi seperti

nomor kartu kredit, password, dan alamat e-mail.

Pencuriannya itu bisa jadi mengakibatkan kerugian yang lebih

besar. Dengan koneksi internet yang semakin baik juga membantu

penyebaran malware. Sejak tahun 2003, mayoritas malware dibuat

untuk mengambil alih kendali atas komputer. Komputer yang telah di

ambil alih di kenal sebagai zombie, digunakan misalnya menyebarkan

spam atau di jadikan server untuk suatu layanan misalnya tanyangan

pornografi dan sebagainya.

c. Virus Generasi Ketiga

Generasi ketiga, yang sedang melanda sekarang ini, memperluas

area serangan. Bukan cuma jaringan individual lagi, tapi mampu

menyerang beberapa jaringan. Jenis serangannya juga lebih bervariasi,

termasuk di dalamnya adalah DOS (Disk Operating System) lewat

jaringan serta kombinasi berbagai malware. Serangannya terhitung

dalam satuan menit. Sudah menghawatirkan.

Generasi berikutnya di perdiksikan akan lebih menghawatirkan karena

yang bakal di serang adalah infrastruktur, serangan berkecepatan kilat dan

akibat serangan tersebut bisa berakibat fatal


10

2.3 Jenis-Jenis Virus Komputer

Virus memiliki banyak varian yang beragam. Diantaranya:

a. Virus Boot Sector, sesuai dengan namanya virus ini menyerang sistem

booting komputer. Virus ini akan menginfeksi komputer, jika

komputer di boot atau di reboot dari floopydisk, flashdisk atau portable

hardrive (hardisk extenal) yang telah terinfeksi virus ini. Virus jenis

ini tidak akan menyebar melalui jaringan namun dapat terjadi akibat

ketidaksengajaan mengunakan storage (sektor HDD) yang telah

terinfeksi.

b. Virus Macro, virus yang dibuat dengan memanfaatkan fasilitas

pemrograman modular pada suatu program aplikasi seperti Ms

Word, Ms Excel, Corel WordPerfect dan sebagainya. Walaupun virus

ini terdapat didalam aplikasi tertentu tetapi bahaya yang ditimbulkan

tidak kalah berbahanya dari virus-virus yang lain.

c. Virus File Program, virus ini meyerang beberapa file dari sebuah

file program. Biasanya menyerang file berektensi *.com dan *.exe.

Padahal file tersebut merupakan merupakan letak hidup matinya

sebuah program. Jika virus ini menyerang maka akan ada file

terinfeksi dengan ukuran yang berubah dan ketika file di jalankan

tidak akan mendapatkan respon dari komputer tersebut atau

program tidak dapat di jalankan.

d. Virus Multipartisi (Multi Partition), virus yang memiliki

kemampuan dan ciri-ciri seperti yang di miliki oleh virus boot sector
11

dan file program. Bisa di katakan 2 in 1 virus. Selain merusak sistem

juga akan menghacurkan program.

e. Virus Script, virus ini suka menyebar melalui internet dengan

menumpang dalam halaman HTML (Hyper Text Markup Language).

Baik HTML yang di buat melalui JavaScript, Visual Basic maupun

gabungannya. Virus script sendiri di buat dari Batch file sehingga virus

ini juga sering di sebut dengan Virus Batch.

f. Virus Stealth, virus yang sering di sebut dengan nama interrupt

interceptor, akan mengendalikan instruksi-instruksi lever DOS dengan

menguasai tabel interrupt.

g. Virus Polymorphic, virus ini di kenal dengan penyamarannya yang

menyulitkan program antivirus untuk menemukan dan

menghilangkannya. Virus ini menjelma menjadi beberapa bentuk yang

berbeda.

2.4 Cara Penyebaran Virus Komputer

Virus komputer merupakan program khusus yang mampu mengendalikan

diri dan menyusun ke dalam program tertentu. Virus ini di desain untuk

mengubah dan memanipulasi sistem komputer yang akan melakukan

perubahan sesuai dengan sifat induk virus.

Penyebaran virus cukup canggih dan tersembunyi menggunakan beragam

media dan diantaranya:


12

a. Internet

Sangat mungkin suatu situs sengaja di tanamkan suatu ‘virus’ yang

akan menginfeksi komputer-komputer yang mengaksesnya.

b. Jaringan

Hubungan antara beberapa computer secara langsung sangat

memungkinkan suatu virus ikut berpindah saat terjadi

pertukaran/pengeksekusian file/program yang mengandung virus.

c. Media Disk (Hardisk External, Flashdisk)

Media penyimpanan eksternal dapat menjadi sasaran empuk bagi

virus untuk dijadikan media. Baik sebagai tempat menetap ataupun

sebagai media penyebarannya. Media yang bias melakukan operasi

R/W (read dan Write) sangat memungkinkan untuk ditumpangi virus

dan dijadikan sebagai media penyebaran.

d. Software Bajakan, Freeware dan Shareware

Namanya juga software bajakan, tanpa mengetahui asal usul yang

jelas. Tipe ini sangat berpotensi sebagai tempat penyebaran virus.

Sedangkan untuk freeware dan shareware mungkin juga telah disusupi

oleh virus, walaupun tidak semuanya seperti itu.

e. Attachment Pada Email

Hampir semua jenis penyebaran virus akhir-akhir ini menggunakan

email attachment dikarenakan semua pemakai jasa internet pastilah

menggunakan email untuk berkomunikasi, file-file ini sengaja dibuat


13

mencolok/menarik perhatian, bahkan seringkali memiliki ekstensi

ganda pada penamaan filenya.

2.5 Tanda-Tanda Infeksi Virus Komputer

Berikut beberapa tanda infeksi umum yang terjadi pada komputer yang

telah terinfeksi dengan virus:

 Kinerja komputer menjadi lambat dari biasanya

 Komputer berhenti merespon atau seringkali terkunci

 Komputer macet, kemudian memulai ulang setiap beberapa menit.

 Aplikasi di dalam komputer tidak bekerja dengan benar

 Beberpa fungsi Windows di-Disable

 Muncul kejadian atau pesan aneh

 Speaker berbunyi sendiri

 CD ROM keluar masuk dengan sendirinya

 Cakram atau kandar cakram tidak dapat diakses

 Beberapa file hilang (disembunyikaan)

 Pekerjaan tidak dapat di simpan (misalnya data di Ms. Word)

 Muncul banyak file atau folder baru

 Rusaknya program antivirus

 Terdapat ekstensi ganda, seperti: .jpg, .vbs, .gif, atau .exe.


14

BAB III

KAJIAN EMPIRIS

3.1 Cara Mencegah Data Terinfeksi Virus Komputer

Ada pepatah yang mengatakan Lebih Baik Mencegah Daripada

Mengobati. Berikut langkah cerdas dalam mencegah data agar tidak terinfeksi

virus komputer:

a. Amankan Data Penting

Pentingnya data yang anda miliki merupakan alasan kuat untuk

membackup data tersebut. Jangan sampai data yang penting di

gunakan sekarang ataupun data yang di simpan sebagai arsip hilang

atau rusak karena ulah usil dari virus.

Walaupun sedikit merepotkan langkah backup wajib untuk

memastikan data aman dan dapat di gunakan pada waktunya.

(Backup: membuat salinan data kedalam media penyimpanan lain

seperti keping CD, Hardisk, Hardisk Online)

b. Manajemen Data

Tanpa di sadari bahwa data yang di miliki akan secara otomatis

bertambah seiring dengan berjalannya waktu. Menurut salah satu

media komputer menyebutkan bahwa pada tahun 2007 rata-rata orang

memiliki data hingga 50 GB dan angka tersebut di prediksi akan

melesat hingga 300 GB hingga tahun 2011.

Karena begitu banyaknya macam dan jenis data tersebut,

pengolahan file yang terstruktur wajib di di lakukan agar tidak terjebak


15

di belantara data dan data tersebut dapat di temukan dengan mudah dan

cepat saat di butuhkan.

c. Backup Data Dengan CD

Alternatif backup data termurah dapat di lakukan dengan media

keping disk. Dikatakan termurah karena dapat menyimpan lenih data

dari 700 MB untuk keping VCD dan 4 GB untuk DVD hanya

membutuhkan beberapa ribu rupiah. Media DVD lebih unggul

daripada VCD di karenakan memiliki kapasitas yang besar dan kualitas

penyimpanan data yang lebih bagus serta rentan dengan kerusakan.

d. Proteksi Data Penting

Virus memiliki banyak sekali jenis, setiap virus tersebut memiliki

karakteristik serangan yang berbeda-beda. Misalnya virus yang di

ciptakan khusus untuk menyerang atau mengedit file-file dokumen

(Office seperti Word, Excel dan seterusnya). Mengubah ekstensinya,

misalnya dari .doc menjadi .exe dan sebagainya.

File yang telah di rubah oleh virus tersebut kini telah menjadi

virus. Jika anda menjalankan file tersebut, itu artinya menjalankan

virus yang akan menyerang dan merusak sistem.

Untuk menangani file-file yang telah terinfeksi tersebut, biasanya

program antivirus akan melakukan repair. Namun tidak jarang program

antivirus yang enggan me-repair melainkan langsung mendeletenya

(menghapus) dan tamatlah riwayat file dokumen.

e. Mengkompresi Data
16

Amankan file data sebelum terinfeksi dengan virus, salah satunya

dengan mengkompresinya ke dalam format zip atau rar (yang sering di

gunakan saat ini).

Ibarat file sebuah barang, kompresi zip atau rar ini merupakan

kotak penyimpanan barang yang tertutup. Yang mana jika ingin

menggunakan barang (data) di dalamnya, terlebih dahulu harus

membuka kotak tersebut untuk dikeluarkan dan di gunakan atau

sebuah sabuk pengaman yang mengikat setiap data menjadi satu. Yang

mana jika ingin menggunakan barang (data) tersebut harus melepas

sabuk pengamannya dahulu.

Selain sebagai kotak keamanan, fitur ini juga dapat digunakan

sebagai media backup karena file rar akan menyalin seluruh isi folder

dan membentuk satu file baru berekstensi rar.

3.2 Cara Mencegah Sistem Terinfeksi Virus Komputer

Dengan mengetahui ciri-ciri virus, dapat dilakukan pencegahan virus

dengan berbagai cara. Antara lain:

a. Mematikan Fitur Autorun/Autoplay

Autorun atau autoplay merupakan fasilitas di sistem operasi yang

berfungsi menjalankan file secara otomatis ketika media seperti CD-

ROM, DVD-ROM, Flashdisk dan lainnya di masukan di komputer.

Sehingga ketika berbagau media tersebut dimasukan tanpa kita


17

menjalankan apapun, ada program yang akan otomatis berjalan sendiri.

Tujuannya tidak lain untuk mempermudah para pengguna (user).

Salah satu contoh fungsi autorun yang sering di temui ketika

memasukan flashdisk baik yang berisi music, film ataupun data. Maka

file autorun akan jalan dan menampilkan beberapa pilihan.

Fitur ini memang mempercepat dalam menggunakan isi media

tersebut. Namun tidak di pungkiri lagi, bahwa fitur ini malah di

manfaatkan sebaghxi media penyebaran virus, terutama melalui

flashdisk yang termasuk media penyimpanan fleksibel.

Itulah sebab kenapa fitur autorun/autoplay harus di nonaktifkan agar

komputer tidak bisa terinfeksi virus dengan mudah.

b. Backup Registry

Kerusakan registry yang meruapakan database tersebut mungkin

saja akan membuat windows menjadi rusak. Khususnya pascar

serangan virus karena akan meninggalkan bekas.

Untuk itu mencegah kerusakan struktur pasca infeksi virus, dapat

dilakukan dengan membackup registry yang yang akan menjadi obat

untuk mengobati registry windows yang rusak pada waktu yang akan

datang.

c. Menggunakan User Account Control

Sesuai dengan namanya fitur ini merjupakan pengendali user

dalam melakukan perubahan pengaturan sistem, seperti menginstal

program maupun setting windows lainnya (reggedit, msconfig, gpedit,


18

dan sebagainntaya) Fitur ini mulai digunakan maksimal pada varian

window vista,windows server 2008 dan window 7.

Setiap terjadi perubahan sistem, windows akan selalu memberi

peringatan (pemberitahuan) termasuk juga perubahan sistem yang

dilakukan oleh virus.

d. Memasang Antivirus

Sekuat dan sekokohnya tembok perlindungan yang telah terbentuk

akan menjadi sia-sia jika tidak ada yang menjaganya. Walaupun

semakin merepotkan musuh masih dapat memanjat dinding

perlindungan untuk masuk ke dalam dan menyerang.

Saat ini telah beredar banyak sekali jenis dan nama-nama program

antivirus. Semua antivirus itu sama baiknya, yang membedakan hanya

update definition virusnya. Semakin sering di update maka akan

semakin baik, apapun itu nama program antivirusnya.

e. Mengupdate Antivirus

Komputer terserang virus itu artinya penjagaan yang di lakukan

program antivirus komputer masih kurang canggih dalam mengatasi

serangan virus. Ibarat perang menggunakan senjata bambu runcing

pasti kalah jika melawan senapan.

Untuk mencegah kekalahan antivirus dari serangan virus yang

menyebabkan komputer terinfeksi. Maka pembaruan antivirus sangat

penting untuk di lakukan.


19

Update antivirus sebenarnya berupa file definisi virus yang terus

dikembangkan produsen antivirus sejalan dengan waktu dan

perkembangan varian virus itu sendiri. Penggunaannya harus terus di

lakukan agar tidak kalah dengan serangan virus-virus baru.

3.3 Langkah Cerdas Mengatasi Virus Komputer

Jika virus terlanjur menyerang maka langkah yang harus di lakukan ialah

melakukan penanganan terhadap berbagai serangan virus tersebut. Berikut

tindakan apa saja yang harus di lakukan tatkala komputer telah terserang virus

komputer:

a. Scaning Virus Menggunakan Antivirus

Cara yang paling mudah untuk menangani penyakit ialah dengan

memberikan anti biotik atau vaksinnya. Begitu juga dengan

penanganan virus komputer dapat di serahkan kepada program

antivirus yang akan memeriksa serta menghapus virus (menghilangkan

–penyakit komputer). Pemeriksaan akan serangan virus ini di kenal

dengan istilah scaning.

Namun pastikan program antivirus yang akan di gunakan untuk

melakukan scaning telah terupdate dengan virus definition yang baru,

agar program antivirus lebih pandai dalam mendeteksi dan

mengeksekusi virus yang menyerang.

b. Menonaktifkan Fitur System Restore


20

System restore merupakan fitur yang memungkinkan seorang

administrator untuk mengembalikan sistem pada kondisi sebelumnya

tanpa kehilangan data personal. Tindakan ini biasanya dilakukan bila

perubahan yang di berikan/terjadi pada sistem dan membuat sistem

menjadi tidak stabil atau tidak sebagaimana mestinya

Fitur yang lahir perrtama kali pada windows ME ini memang

menjadi salah satu solusi praktis untuk penanganan kerusakan sistem

yang terjadi, karena dengan menngaktifkan System Check Point pada

saat sistem normal, dapat dengan mudah mengembalikan sistem pada

keadaan normal pada suatu saat nanti ketika sistem mulai bermasalah.

Fungsi system restore memang menguntungkan, namun fungsi ini

kerap kali di manfaatkan oleh virus untuk membuat dirinya abadi di

dalam sistem komputer.

Virus akan membuat sebuah system check point atau restore point

yang tak terliihat yang berisi sistem yang telah terifeksi virus.

Selanjutnya la (virus) akan mengatur setting dari system restore untuk

selalu membaca restore point tersebut. Dengan demikian, virus akan

selalu aktif setiap kali komputer dinyalakan.

Walaupun program antivirus telah mendeteksi dan menghapus

dirinya (virus), namun karena system restore telah di atur oleh virus

untuk selalu membaca restore point yang bervirus, maka setiap kali

komputer di nyalakan (restart) maka virus akan kembali aktif.

Sehingga kesannya virus memilih hidup abadi.


21

c. Scaning Virus Melalui Safe Mode

Safe mode jika terjemahkan dalam bahasa indonesia berarti mode

aman yang mana operting system (windows) yang di jalankan dalam

mode ini berjalan secara minimalis atas semua aplikasi, service dan

fitur otomatis windows akan di tidurkan termasuk juga virus yang

menginfeksi komputer tesebut.

Karena pada umumnya aplikasi perusak, sekali mendapat izin

untuk aktif, maka ia akan terus menginstall dirinya setiap kali di hapus

atau di uninstall. Bahkan ada beberapa aplikasi hardware atau software

yang pada saat aktif memang tidak dapat di hentikan atau di hapus.

Dalam safe mode semua aplikasi ini tertidur, sehingga dapat di

matikan. Dalam mode biasa (normal) aplikasi pengganggu umumnya

akan aktif pada saat komputer mulai di nyalakan.

d. Scaning Virus Menggunakan Antivirus Portable

Beberapa langkah pembersihan virus telah di lakukan, termasuk

scaning virus melalui safe mode. Namun masih saja belum menangkap

jejak virus.

Program antivirus tidak mendeteksi keberadaan virus di sebabkan

karena dua alasan yang pertama program antivirus tersebut belum di

update dan yang kedua mungkin program antivirus telah terlanjur di

rusak atau di disable oleh virus. Biasanya program antivirus tersebut

tidak dapat di hapus (uninstall) ataupun di update dan system tidak


22

dapat di install antivirus lainnya (sebagai ganti antivirus yang rusak

tersebut).

Untuk menghadapi kondisi seperti ini, dapat dapat mengganti

fungsi antivirus install dengaan menggunakan program antivirus

portable yang dapat berjalan (scan virus) tanpa harus di install ke

operating system.

e. Install Ulang Sistem Operasi

Install ulang merupakan pilihan pertama bagi user yang tidak ingin

repot menghadapi virus. Namun, install ulang juga dapat menjadi

pilihan terakhir jika semua langkah yang di lakukan tidak kunjung

berhasil. Dengan melakukan install ulang, sistem menjadi baru

kembali dan sistem lama telah di buang beserta virus yang

menginfeksinya.

Pilihan install ulang ini menjadi berat di lakukan ketika memiliki

program dan konfigurasi yang cukup banyak. Karena dengan

melakukan install ulang semua harus di konfigurasi kembali pada

windows (operating system) yang baru. Namun, jika tidak ada cara lain

mau tidak mau, harus melakukan proses reinstall tersebut.


23

BAB IV

TEMUAN DAN REKOMENDASI

4.1 TEMUAN

Dari pemaparan dan pembahasan yang di sajikan diatas, penulis

menemukan sebuah temuan yang mungkin bisa di jadikan sebuah keilmuan

bagi para pembaca, temuan-temuan tersebut adalah sebagai berikut:

a. Virus komputer merupakan salah satu software komputer yang

menjadi ancaman bagi keamanan sistem komputer.

b. Virus komputer bisa diartikan sebagai suatu program komputer biasa.

Tetapi memiliki perbedaan yang mendasar dengan program-program

lainnya, yaitu virus dibuat untuk menulari program-program lainnya,

mengubah, memanipulasinya bahkan sampai merusaknya.

c. Virus komputer tidak jauh berbeda dengan virus biologi yang

menyebar dengan cara menyisipkan diri sendiri ke sel suatu mahluk

hidup yang menjadi sasarannya dan cara kerja Virus komputer

menggandakan atau menyalin dirinya sendiri dan menyebar dengan

cara menyisipkan salinan dirinya ke dalam program atau dokumen

lain

4.2 REKOMENDASI

Setelah melakukan analisis terhadap penemuan-penemuan tentang dampak

virus komputer terdapat rekomendasi yang di ajukan kepada para pembaca

yaitu:
24

a. Ketakutan yang berlebihan dengan virus komputer disebabkan oleh

kebutaan akan informasi virus komputer itu sendiri. Ketakutan itu

dapat dihilangkan dengan mengenal virus komputer lebih dalam.

b. Dengan semakin mengenal virus, maka dengan sendirinya

pengetahuan untuk mempertahankan komputer dari serangan virus

akan semakin baik. Selain itu, kita konsep untuk menangani virus

komputer pun semakin terkuasai.

c. Mencegah komputer sebelum tertular virus jauh lebih baik daripada

sesudah terkena virus. Jika sudah terinfeksi, langkah yang harus di

lakukan itu akan jauh lebih merepotkan.


25

BAB V

PENUTUP

5.1 Simpulan

Berdasarkan pembahasan di atas, maka dapat diambil beberapa

kesimpulan sebagai berikut:

Semakin berkembangnya teknologi komputer dan pemanfaatan teknologi

komputer di berbagai bidang kehidupan membuat semakin meningkat pula

permasalahan yang dihadapi para pengguna komputer dewasa ini.

Permasalahan yang di hadapi salah satunya dapat disebabkan oleh gangguan

virus pada komputer.

Virus komputer merupakan salah satu software komputer yang menjadi

ancaman bagi keamanan sistem komputer. Virus komputer sebagai salah satu

jenis infeksi elektronik yang dapat menyebabkan kerusakan pada sistem

komputer yang diserangnya. Virus komputer membuat pengguna komputer

merasa terganggu.

Virus komputer tidak jauh berbeda dengan virus biologi yang menyebar

dengan cara menyisipkan diri sendiri ke sel suatu makhluk hidup yang

menjadi sasarannya dan cara kerja Virus komputer menggandakan atau

menyalin dirinya sendiri dan menyebar dengan cara menyisipkan salinan

dirinya ke dalam program atau dokumen lain.

Virus komputer pada umumnya menginfeksi sistem komputer, namun

lebih buruknya lagi sebagian virus juga dapat menginfeksi file dokumen yang
26

tentunya sangat merugikan bagi pengguna komputer seperti menghilangkan,

menyembunyikan, bahkan merubah data-data file.


LAMPIRAN-LAMPIRAN
Gambar I: ELK Cloner, virus yang pertama kali menyebar.

Gambar II: Jenis-Jenis Virus Komputer.


Gambar III: SMADAV, Antivirus Lokal

Gambar IV: Produk Antivirus

Gambar V: System yang telah terinfeksi Virus


Gambar VI: Gambaran identifikasi VIrus

DAFTAR PUSTAKA
A. BUKU
- Madcoms, Andi (2011). Langkah Cerdas Membasmi Virus
Komputer. Yogyakarta: Andi Publisher
- Sutabri, Tata (2013). Komputer dan Masyarakat. Yogyakarta:
Andi Offset

B. INTERNET
- Muammar, Ahmad (2004). Mengenal Virus Komputer.
http://ilmukomputer.com
- Bagus, Andi (2008). Sejarah Virus Komputer dan Keganasannya.
http://andibagus.blogspot.com
- Zatif, Nurai (2011). Pengertian Virus Komputer.
http://nuraizatif.blogspot.com
- http://www.transiskom.com/2010/09/pengertian-dan-
sejarah-virus-komputer.html
- http://id.wikipedia.org/wiki/Virus_komputer
RIWAYAT HIDUP

P
enulis yang bernama lengkap Jawad Mughofar KH, Lahir di
Sukabumi, pada tanggal 13 April 1996, sebagai anak kedua dari lima
bersaudara dan penulis beralamatkan di Kp. Cibatu RT 15/04 Ds.
Cibatu Kec. Cisaat Kab. Sukabumi.

Adapun dalam menjalani pendidikan yang telah ditempuh penulis yaitu


sebagai berikut:

1. MI MWB PUI pada tahun 2008


2. SMP NEGERI 1 CISAAT pada tahun 2011

Dan pada saat ini penulis melanjutkan sekolah di SMK TERPADU 1 YASPIDA
Sukabumi, dengan Bidang Studi Keahlian Teknik Informatika dan Program
Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan. Serta pendidikan Pondok Pesantren
Darussyifa Al-Fitrat Sukabumi ditempuh pada tahun 2011-2014.
Pengalaman keorganisasian yang pernah digeluti adalah :

1. Ketika kelas VII – IX penulis mengikuti kegiatan PMR, di SMP NEGERI


1 CISAAT.
2. Ketika kelas VII – IX penulis mengikuti kegiatan OSIS, di SMP NEGERI
1 CISAAT jabatan yang pernah diduduki sebagai MPK.
3. Ketika kelas X-XII pun pernah mengikuti OSIS, menjabat sebagai
Koordinator Umum.
4. Sebagai Sekertaris 1 di kepengurusan Dewan Santri PONPES
Darussyifa Al-Fitrat (Perguruan YASPIDA Sukabumi)