Anda di halaman 1dari 13

M4 KLASIFIKASI SEL

Berdasarkan Keadaan Inti


1. sel prokariotik, sel yang intinya tidak memiliki membran, materi inti tersebar dalam
sitoplasma (sel yang memiliki satu system membran. Yang termasuk dalam
kelompok ini adalah bakteri dan alga biru
2. sel eukariotik, sel yang intinya memiliki membran. Materi inti dibatasi oleh satu
system membran terpisah dari sitoplasma. Yang termasuk kelompok ini adalah
semua makhluk hidup kecuali bakteri dan alga biru
Struktur sel prokariotik lebih sederhana dibandingkan struktur sel eukariotik. Akan
tetapi, sel prokariotik mempunyai ribosom (tempat protein dibentuk) yang sangat
banyak.
Persamaan ciri dasar nya semua dibatasi oleh perintang selektif, disebut membrane
plasma. Membrane itu menyelubungi zat serupoa jeli yang semi cair disebut sitosol,
tempat organel dan komponen-komponen lain berada. Semua sel mengandung
kromosom, yang membawa gen dalam bentuk DNA.

Sel prokariotik dan sel eukariotik memiliki beberapa perbedaan sebagai berikut :
Sel Prokariotik (dari kata yunani, pro, sebelum, dan karyon)
- DNA terkonsentrasi di wilayah yang tidak diselubung oleh membran, disebut
nukeloid
- Organel-organelnya tidak dibatasi membran
- Membran sel tersusun atas senyawa peptidoglikan
- Diameter sel antara 1-10 𝜇m
- Mengandung 4 subunit RNA polymerase
- Susunan kromosomnya sirkuler

Sel Eukariotik (dari kata yunani, eu, sejati, dan karyon)


- Memiliki inti sel yang dibatasi oleh membran ganda dan dinamakan nucleus dan
sebagian besar DNA nya berada dalam nukleus
- Organel-organelnya dibatasi membran
- Membran selnya tersusun atas fosfolipid
- Diameter selnya antara 10-100𝜇m
- Mengandung banyak subunit RNA polymerase
- Susunan kromosomnya linier

Berdasarkan Jenis Sel


1. Sel hidup adalah sel yang masih memiliki peranan penting dalam metabolisme
kehidupan dari mkhluk hidu, hal itu di tandai dengan adanya bagian-bagian protoplas
dalam sel atau dengan adanya hasil metabolisme yang berupa bahan ergastik.
2. Sel mati adalah sel yang sudah tidak memiliki peranan dalam proses kelangsungan
kehidupan dan hanya berupa dinding sel. Pada sel mati tidak dijumpai adanya
organel-organel, di dalam sel hanya berupa ruangan kosong saja. Sel mati sendiri
asalnya dari sel hidup. Sel menjadi mati disebabkan karena berbagai faktor, misalnya
faktor genetik maupun faktor lingkungan.

Berdasarkan Keadaan Kromosom dan Fungsinya


a. Sel Somatis, sel yang menyusun tubuh dan bersifat diploid.
b. Sel Germinal. Sel yang akan membuat sel-sel reproduksi yang disebut gamet. sel
kelamin yang berfungsi untuk reproduksi dan bersifat haploid.

Berdasarkan banyaknya sel yang menyusun tubuh


a) Organisme bersel tunggal (uniseluler)
Seluruh kegiatan hidupnya dilakukan oleh sel itu sendiri. Kegiatannya seperti
bernapas, makan, ekskresi, berkembang biak, dan bergerak. Contohnya yaitu
bakteri, paramecium, dan amoeba
b) Organisme bersel banyak (multiseluler)
Sel-sel penyusun tubuhnya mengadakan pembagian tugas. Ada yang bertugas
sebagai pencerna makanan, bergerak, mengeluarkan zat sisa, berkambang biak.
Tubuh organisme multiseluler mempunyai berbagai macam organ. Contoh
organismenya yaitu manusia, hewan, dan tumbuhan

M4 KOMPOSISI ORGANEL SEL


I. Membran Plasma/ Membran sel
 Membran sel merupakan bagian paling luar yang membatasi isi sel dengan
sekitarnya (kecuali pada sel tumbuhan, bagian luarnya masih terdapat dinding
sel atau cell wall).
 Membran plasma ini memisahkan isi sel dari lingkungannya. Isi sel (cairan
intra sel) berbeda dari lingkungan luarnya, misalnya dalam hal kandungan
ion.
 Semua membran sel secara umum tersusun oleh lipid dan protein, disamping
juga karbohidrat dan memiliki struktur umum yang sama. Lipid, protein dan
karbohidrat tersebut secara bersama menyusun membran plasma atau
membran internal.
 Membran sel berupa selaput tipis, disebut juga plasmalema.
 Tebal membran antara 5-10 nm
 Fungsi membran plasma yaitu untuk membungkus sel, membatasi perluasan
sel, sebagai filter yang sangat selektif merupakan alat untuk transport aktif,
mengontrol masuknya nutrien dan keluarnya hasil metabolisme, menjaga
perbedaan konsentrasi ion di dalam dan di luar sel, serta sebagai sensor untuk
sinyal-sinyal yang terdapat di luar sel.
II. Inti sel
o Inti sel berperan mengendalikan seluruh kegiatan sel.
o Berdasarkan jumlah inti sel, sel dapat dibedakan sebagai berikut:
- Sel berinti tunggal (sel mononukleat), umumnya terdapat pada sel
hewan dan sel tumbuhan.
- Sel berinti ganda (sel binukleat), terdapat pada paramaecium.
- Sel berinti banyak (sel polinukleat), sel yang berinti lebih dari 2
buah, misalnya sel otot lurik, sel osteoblas, dan sel alga Vaucheria.
o Bentuk inti biasanya berkaitan dengan bentuk sel, Akan tetapi, umumnya
bentuk inti tidak beraturan, ada yang berbentuk lonjong, kubus, atau
bersegi banyak beraturan.
o Inti sel haploid ukurannya lebih kecil daripada ukuran inti diploid.
o Nukleus mengandung materi genetik (DNA dan RNA), protein inti, dan
garam mineral.
o Berikut ini uraian tentang bagian-bagian penyusun inti sel:
a. Membran inti: Adalah bagian terluar dari inti sel. membran inti
memisahkan nukleoplasma dengan sitoplasma. Fungsi membran
inti sel secara keseluruhan adalah mengadakan pertukaran zat
dengan sitoplasma. Pada membran inti, , terdapat pori yang
berfungsi dalam pertukaran makromolekul.membran inti tersusun
atas 2 lapis membran (bilaminair). Setiap membran terdiri atas 2
lapisan. Ruang di antara membran disebut rongga perinuklear atau
sisterna. Bagian terluar membran inti biasanya dilekati oleh
ribosom yang berhubungan dengan mitokondria, badan Golgi, atau
retikulum endoplasma.
b. Anak Inti (Nukleolus): Anak inti atau nukleolus dapat ditemukan
didalam nukleus. Jumlah nukleolus bergantung pada spesies dan
jumlah kromosom. Nukleolus tersusun atas fosfoprotein,
ortofosfat, DNA, dan berbagai jenis enzim. Nukleolus akan
menghilang pada fase profase, yakni tahap awal pembelahan. Pada
tahap akhir pembelahan, Nukleolus akan tampak kembali.
Nukleolus berfungsi dalam proses sintesis RNA.
c. Nukleoplasma: Adalah cairan inti atau karotin yang bersifat
transparan dan semisolid (kental). Di dalam nukleoplasma,
terdapat kromatin, granula, nukleoprotein dan mengandung
senyawa kimia kompleks. ketika sel membelah, benang-benang
kromatin menebal, memendek dan mudah menyerap warna
sehingga struktur tersebut dinamakan kromosom.
d. Asam Nukleat dan protein Inti: Asam Nukleat dibedakan
menjadi DNA dan RNA. DNA merupakan komponen pembawa
informasi genetik (gen). DNA tersusun dalam kromosom. DNA
merupakan susunan kimia makromolekular kompleks yang terdiri
atas 3 macam molekul, yaitu gula deoksiribosa, asam fosfat dan
basa nitrogen.
e. Pori Membran Inti : Pada membran inti terbentuk pori-pori
sebagai akibat pertautan antara membran luar dan membran dalam
inti. Diameter pori berkisar antara 40 - 100 nm. Jumlah pori
membran inti bervariasi tergantung dari jenis sel dan kondisi
fisiologi sel. Fungsi pori membrane inti ini, antara lain sebagai
jalan keluar atau masuknya senyawa – senyawa dari inti dan
menuju inti, misalnya tempat keluarnya RNA – duta dan protein
ribosom
Pori membran inti dikelilingi oleh bentukan semacam
cincin (anulus) yang bersama-sama dengan pori membentuk
kompleks pori. Bagian dalam cincin membentuk tonjolan-tonjolan
ke arah lumen pori. Pada bagian tengah pori terdapat sumbat
tengah (central plug).

III. Sitoplasma

Sitoplasma adalah bagian sel yang terbungkus membrane sel. Pada sel
eukariota, sitoplasma adalah bagian non-nukleus dari protoplasma. Pada
sitoplasma terdapat sitoskeleton, berbagai organel dan vesikuli, serta sitosol yang
berupa cairan tempat organel melayang-layang di dalamnya. Sitosol mengisi
ruang sel yang tidak ditempati organel dan vesikula dan menjadi tempat banyak
reaksi biokimiawi serta perantara transfer bahan dari luar sel ke organel atau inti
sel. Walaupun semua sel memiliki sitoplasma, setiap jaringan maupun spesies
memiliki ciri-ciri yang jauh berbeda antara satu dengan yang lain.

a) Mitokondria
- Mitokondria adalah energy sel yang berisi protein dan benar-benar merupakan
“Gardu Tenaga”. Gardu tenaga ini mengoksidasi makanan dan mengubah energy
menjadi adenosine trifosfat atau ATP.
- Mitokondria penuh selaput dalam yang tersusun seperti akordion dan meluaskan
permukaan tempat terjadinya reaksi.
- Mitokondria berfungsi untuk respirasi pada mahluk hidup berlangsung.
- Bentuk mitokondria beraneka ragam ada yang bulat, oval,silindris seperti pada
raket dan ada pula juga yang tidak beraturan. Namun secara umum dapat
dikatakan bahwa mitokondria berbentuk butiran atau benang.
- Mitokondria mempunyai sifat plastis aritinya bentuknya mudah berubah ubah.
- Ukurannya seperti bakteri dengan diameter 0,5 - 1µm.
- Mitokondria baru terbentuk dari pertumbuhan serta pembelahan mitokondria yang
telah ada sebelumnya (seperti pembelahan bakteri).
b) Badan golgi
 Badan Golgi adalah sekelompok kantong (Vesikula) pipih yang dikelilingi
membran.
 Organel ini dihubungkan dengan fungsi eksresi sel. Organel ini banyak
dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi eksresi meisalnya
ginjal.
 Struktur Golgi berupa barkas kantung berbentuk cakram yang bercabang
menjadi serangkaian pembuluh yang sangat kecil diujungnya, karena
hubungannya dengan fungsi pengeluaran sel amat erat pembuluh
mengumpulkan dan membungkus karbohidrat serta zat-zat lain untuk
diangkut ke permukaan sel. Pembuluh itu juga menyumbang bahan bagi
pembentukan dinding sel.
 Fungsi Badan Golgi:
1. Membentuk kantung (vesikula) untuk sekresi. Terjadi terutama pada
sel-sel kelenjar kantung kecil tersebut berisi enzim dan bahan-bahan
lain.
2. Membentuk membrane plasma. Kantung atau membrane golgi sama
seperti membrane plasma. Kantung yang dilepaskan dapat menjadi
bagian dari membran plasma
3. Membentuk dinding sel tumbuhan
4. Fungsi lain ialah dapat membentuk akrosom pada spermatozoa yang
berisi enzim untuk memecah dinding sel telur dan pembentukan
lisosom
c) Retikulum Endoplasma
Retikulum Endoplasma (RE) merupakan labirin membran yang demikian
banyak sehingga retikulum endoplasma meliputi separuh lebih dari total
membrane dalam sel-sel eukariotik
Pengertian lain menyebutkan bahwa RE sebagai perluasan membran yang
saling berhubungan yang membentuk saluran pipih atau lubang seperti
tabung di dalam sitoplsma.
Terdapat dua daerah RE yang struktur dan fungsinya berbeda jelas,
sekalipun tersambung, RE halus dan RE kasar.
- RE halus diberi nama demikian karena permukaan sitoplasmiknya
tidak mempunyai ribosom. RE halus berfungsi dalam berbagai
macam proses metabolism, termasuk sintesis lipid metabolism
karbohidrat dan menawarkan obat dan racun.
- RE kasar tampak kasar melalui mikroskop elektron karena
ribosom menonjol di permukaan sitoplasmik membran. Ribosom
juga dilekatkan pada sisi sitoplasmik mem bran luar selubung
nukleus yang bertemu dengan RE kasar.
RE berfungsi sebagai alat transportasi zat-zat di dalam sel itu sendiri dan
mendukung sintesis protein dan menyalurkan bahan genetic antara inti sel
dengan sitoplasma.
d) Sitoskeleton
 Di dalam sitosol juga ditemukan adanya sitoskeleton yang tersusun atas
mikrotubulus, mikrofilamen dan filamen intermediat.
 Sitoskeleton berfungsi untuk menyokong bentuk sel dan memungkin
terjadinya gerakan-gerakan organel di dalam sitoplasma.
 Mikrotubulus ada yang Ietaknya terbenam di dalam sitosol, dinamakan
mikrotubulus sitoplasmikdan ada juga yang berfungsi sebagai penyusun
organel , seperti silia, flagella dan sentriol.
 Mikrofilamen merupakan protein kontraktil yang berfungsi untuk
pergerakan di dalam sitoplasma, misalnya aliran sitoplasma di dalam sel
tumbuhan dan gerak amoeboid pada leukosit.
1. Mikrotubulus
- Mikrotubulus tersusun atas molekul protein tubulin.
- Ada dua jenis protein tubulin penyusun tubulin, yaitu tubulin α dan
tubulin β.
- Setiap mikrotubulus tersusun atas 13 protofilamen yang tersusun
paralel mengelilingi suatu sumbu.
- Ada dua macam mikrotubulus di dalam sel yang dibedakan atas
stabilitasnya, yaitu mikrotubulus stabil dan mikrotubulus labil.
- Contoh mikrotulus stabil adalah pembentuk silia dan flagela.
- Sedangkan mikrotubulus labil contohnva mikrotubulus pembentuk
gelendong pembelahan.
- Mikrotubulus sitoplasmik didalam sel berfungsi sebagai kerangka
dalam yang menetukan bentuk sel dan untuk transfer molekul di
dalam sel.
- Mikrotubulus ini berbentuk serabut tunggal dengan diameter lebih
kurang 25 nanometer.
- Beberapa organel yang tersusun dari mikrotubulus adalah sentriol,
silia dan flagella.

2. Mikrofilamen
- Mikrofilamen biasanya banyak terdistribusi dibawah permukaan
membrane plasma.
- Panjang mikrofilamen bervariasi, dengan diameter lebih kurang 7
µm.
- Mikrofilamen tersusun atas protein, terutama aktin dan miosin.
- Hampir semua jenis sel hewan mengandung aktin.
- Aktin dan miosin banyak ditemukan terutama pada sel otot, dengan
komposisi miosin yang lebih sedikit dibandingkan aktin.
- Kedua jenis protein ini berperan untuk pergerakan, misalnya aliran
sitoplasma pada sel tumbuhan (siklosis), dan gerak amoeboid pada
Protozoa.

3. Filamen lntermediet
- Filamen intermediet memiliki diameter antara 8-10 pm, berbentuk
pembuluh, tersusun atas 4-5 protofilamen yang tersusun melingkar,
bersifat liat, stabil, dan tersusun atas protein fibrosa.
- Sebagian besar filamen intermediet berfungsi untuk menyokong
sel dan inti sel.
- Letak filamen ini biasanya terpusat disekitar inti.
- Pada sel epitel, filamen intermediet membentuk anyaman yang
berfungsi untuk menahan tekanan dari luar.
- Contoh filamen entermediet antara lain adalah kertin, vimentin,
neurofilamen, lamina nuclear, dan keratin.
e) Ribosom
- Ribosom merupakan salah satu organel tidak bermembran yang ditemukan pada
semua sel, baik sel prokariotik maupun eukariotik.
- Pada eukariotik , organel ini terdapat pada sitoplasma, menempel pada permukaan
luar retikulum endoplasma, didalam matriks mitokondria dan didalam stroma
kloroplas.
- Ribosom terdiri atas dua sub unit yaitu sub unit besar dan sub unit kecil.
- Komponen penyusun besar ribosom terdiri atas protein ribosom dan ARN
ribosom (ARN-r).
- Organel ini merupakan tempat berlangsungnya penerjemahan (translasi) kodon
(kode genetik) yang dibawa ARN-duta (ARN-d).
f) Peroksisom
Organel dengan berbagai fungsi metabolik terspesialisasi, menghasilkan hidrogen
peroksida sebagai produk sampingan, kemudian mengubahnya menjadi air.
Strukturnya kompartemen metabolik terspesialisasi yang dibatasi membran
tunggal. Mengandung enzim-enzim yang mentransfer hidrogen ke air,
menghasilkan hidrogen peroksida (H2O2) sebagai produk sampingan, yang
diubah menjadi air oleh enzim-enzim lain di peroksisom.
g) Plastida
o Plastida adalah organel yang menghasilkan warna pada sel tumbuhan.
o Organel ini hanya terdapat pada sel tumbuhan.
o Dikenal tiga jenis plastid yaitu:
Leukoplas
Plastida ini berwarna putih berfungsi sebagai penyimpanan makanan
terdiri dari:
- Amiloplas (untuk menyimpan amilum)
- Elaioplas atau Lipidoplas (untuk menyimpan lemak)
- Proteoplas (untuk menyimpan protein)
Kroloplas
Merupakan plastid berwarna hijau kloroplas yang berkembang dalam
batang dan sel daun mengandung pigmen hijau yang dalam fotosintesis
menyerap tenaga matahari untuk mengubah karbon dioksida menjadi gula,
yakni sumber energy kimia dan makanan bagi tumbuhan. Plastida ini
berfungsi menghasilkan klorofil dan sebagai tempat berlangsungnya
fotosintesis.
Kromoplas
yaitu plastid yang mengandung pigmen misalnya:
- Fikosianin menimbulkan warna biru misalnya pada Cyanohyta.
- Fikoeritrin menimbulkan warna merah misalnya pada rhodophyta.
- Karoten menimbulkan warna keemasan misalnya pada wortel dan
Chrysophyta (gagang keemasan).
- Xantofil menimbulkan warna kuning misalnya pada daun yang tua.
- Fukosatin menimbulkan warna pirang misalnya pada phaeophyta
(gagang cokelat)
o Kloroplas dan plastida lainnya memiliki membran rangkap. Membran
dalam melingkupi matriks yang dinamakan stroma. Membran dalam ini
terlipat berpasangan yang disebut lamela. Secara berkala lamella ini
membesar sehingga membentuk gelembung pipih terbungkus membran
dan dinamakan tilakoid. Struktur ini tersusun dalam tumpukan mirip koin.
Tumpukan tilakoid dinamakan granum.
h) Vakuola
 Vakuola adalah organel sitoplasma yang berisi cairan yang dibatasi oleh
suatu membran atau selaput itu yang menjadi pembatas antara vakuola
dengan sitoplasma disebut tonoplas.
 Vakuola berisi:
- Gas
- Asam Amino
- Garam-Garam Organik
- Glikosida
- Tanin(Zat penyamak)
- Minyak eteris(ms,jasmine pada melti,roseine,paa mawar
zingiberine pada jahe)
- Alkaloid (mis,kafein pada biji kopi,kinin pada kulit kina,nikotin
pada daun tembakau,tein pada daun teh,teobromin pada buah atau
biji cokelat,solanin pada umbi kentang,likopersin,dan lain-lain
- Enzim
- Butir-butir pati
 Vakuola besar sel tumbuhan barkembang dengan adanya penggabungan
dari vakuola-vakuola yang lebih kecil, yang diambil dari reticulum
endoplasma dan apparatus golgi.
i) Plasmodesma
DI BUKU CAMPBELL HALAMAN 129
j) Dinding sel
 Dinding sel hanya terdapat pada sel tumbuhan.
 Dinding sel itu tipis, berlapis-lapis, dan pada tahap awalnya lentur.
 Lapisan dasar yang terbentuk pada saat pembelahan sel terutama adalah pektin,
zat yang membuat agar-agar mengental. Lapisan inilah yang merekatkan sel-sel
yang berdekatan.
 Pada dinding sel ada bagian yang tidak menebal, yaitu bagian yang disebut
noktah.
 Melalui noktah ini terjadi hubungan antara antara sitoplasma satu dengan yang
lain yang disebut plasmodesmata.
 Plasmodesmata berupa juluran plasma, yang berfungsi menjadi pintu keluar
masuknya zat.
 Sebagian besar isi dari sel berupa air. Tekanan air atau isi sel terhadap dinding sel
disebut tekanan turgor.
 Dinding sel dan vakuola berperan dalam turgiditas sel.
k) Lisosom
 Lisosom berasal dari kata lyso = pencernaan dan soma =tubuh.
 Lisosom merupakan kantong yang berbentuk agak bulat dikelilingi membran
tunggal yang digunakan sel untuk mencerna makromolekul.
 Lisosom berisi enzim yang dapat memecah (mencerna) poliakarida, lipid,
fosfolipid, asam nukleat dan protein. Enzim itu dinamakan lisozim.
 Lisosom berperan dalam pencernaan intra sel misalnya pada protozoa atau sel
darah putih juga dalam autofagus.
l) Sentrosom dan sentriol
Sentrosom adalah wilayah tempat mikrotubulus sel bermula, mengandung
sepasang sentriol.
 Sentrosom (Sentriol) struktur berbentuk bintang yang berfungsi dalam
pembelahan sel (Mitosis maupun Meiosis) Sel hewan, mikroorganisme,
dan tumbuhan tingkat rendah memiliki dua sentriol pada sitoplasma.
 Sentriol merupakan perkembangan dari sentrosom, yaitu pusat sel, daerah
dari sitoplasma yang dekat dengan nukleus.
 Sentriol berupa kumpulan mikrotubulus strukturnya berbentuk bintang
yang berperan sebagai kutub-kutub pembelahan sel secara mitosis atau
meiosis.
m) Flagela
DIBUKU CAMPBELL HALAMAN 123

M4 MEKANISME KERJA SEL

TRANSPORTASI SEL

Jenis transportasi sel


1. Transpor pasif (tanpa melibatkan energi)
Molekul berpindah dari daerah yang konsentrasinya tinggi menuju daerah yang
konsentrasinya rendah tanpa menggunakan energi
a. Difusi
- Disebabkan oleh energi kinetik yang dimiliki oleh molekul yang
bergerak
- Perbedaan konsentrasi molekul yang menyebabkan perpindahan
disebut gradient konsentrasi
- Kecenderungan molekul setiap zat untuk menyebar ke seluruh
ruang yang ada
- Penyebaran dari konsentrasi tinggi ke konsen rendah
b. Osmosis
- Difusi molekul air melalui membran selektif permeabel
- Jika molekul yang berpindah dari larutan yang konsentrasi tinggi
ke konsenttrasi rendah adalah molekul air, maka disebut osmosis
- Molekul dapat berpindah pula dari larutan yang rendah menuju
larutan yang tinggi konsentrasinya
- Pengaturan pergerakan molekul air melalui membran plasma
berperan penting dalam pengaturan homeostasis
- Molekul air selalu berusaha mencapai kesetimbangan konsentrasi
dalam kedua sisi membran
- 3 jenis larutan dalam osmosis:
I. larutan isotonik : konsentrasi partikel terlarut dan air sama
baik di dalam maupun luar sel
II. larutan hipotonik : konsentrasi zat terlarut di luar sel lebih
rendah daripada didalam sel. Sehingga, jumlah molekul air
di luar sel lebih banyak daripada di dalam sel
III. larutan hipertonik : konsentrasi zat terlarut di luar sel lebih
tinggi daripada di dalam sel. Jumlah air di dalam sel lebih
tinggi daripada di luar sel
c. Difusi terfasilitasi
- Diperlukan untuk memasukkan molekul besar, bergerak dari
konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah
- Difasilitasi oleh protein channel dan reseptor
2. Transpor aktif (membutuhkan energi)
- Pergerakan molekul melawan perbedaan konsentrasi
- Dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi
- Memerlukan energi: ATP
- Terdapat 2 cara:
 Protein pembawa (carrier protein)
 Fungsi: menggerakkan materi melintasi membran sel
dengan mengububah ukurannya
 Bergerak dari konsentrasi rendah ke tinggi
 Memerlukan energi: ATP
o Pompa proton
ATP memompa proton (H=) dari konsen rendah ke
tinggi “up hill”
o Pompa ion Na+-Ka+
Merupakan protein dengan 2 channel atau saluran,
ATP mendorong Na+ keluar sel, membuka saluran
lain sehingga K+ masuk ke sel, Na+ berdifusi
kembali ke dalam sel bersama gula melalui protein
lain
 Vesicle

Transport melalui membran


 Melalui protein integral: molekul-molekul besar dan tak larut dalam lemak
(polar). Contohnya asam amino, glukosa, protein, Ca, Na, K, Cl dan molekul-
molekul besar
 Melalui lipid bilayer: molekul-molekul yang larut dalam lemak (non polar).
Contohnya asam lemak, CO2, O2, hormon, steroid. Air meskipun polar tetapi
masuk melalui lipid bilayer karena molekulnya kecil

KOMUNIKASI SEL

Dalam penyampaian molekul sinyal terdapat empat tipe, yaitu:


1. Endokrin: sel target jauh, mengggunakan mediator hormon. Hormon dibawa
melalui pembuluh darah. Contohnya komunikasi hipofisis ke gonad, harus
menggunakan substansi tertentu untuk menghantarkan sinyal.
2. Parakrin: mediator lokal. Mempengaruhi sel target tetangga, dirusak oleh suatu
enzim ekstraselular atau diimobilisasi oleh Ekstra Cellular Matriks. Contohnya
Sel folikel menghasilkan estrogen yang hanya diketahui oleh sel folikel saja.
3. Autokrin: Sel responsif terhadap substansi yang dihasilkan oleh sel itu sendiri,
contohnya komunikasi yang terjadi ketika pertukaran ion pada sel dalam jaringan.
4. Sinaptik: Penyampaian sinyal dapat dilakukan dengan cara protein dari suatu sel
berikatan langsung dengan protein lain pada sel lain.

Metode Komunikasi Antar Sel

Di dalam tubuh terdapat tiga metode komunikasi antar sel, yaitu:

a. Komunikasi langsung, adalah komunikasi antar sel yang sangat


berdekatan. Komunikasi ini terjadi dengan mentransfer sinyal listrik
(ion-ion) atau sinyal kimia melalui hubungan yang sangat erat antara
sel satu dengan lainnya. Gap junction merupakan protein saluran
khusus yang dibentuk oleh protein connexin. Gap junction
memungkinkan terjadinya aliran ion-ion (sinyal listrik) dan molekul-
molekul kecil (sinyal kimia), seperti asam amino, ATP, cAMP dalam
sitoplasma kedua sel yang berhubungan. Contohnya pertukaran ion
dan garam antar sel dalam 1 jaringan.
b. Komunikasi lokal, adalah komunikasi yang terjadi melalui zat kimia
yang dilepaskan ke cairan ekstrasel (interstitial) untuk berkomunikasi
dengan sel lain yang berdekatan (sinyal parakrin) atau sel itu sendiri
(sinyal autokrin). Contohnya Endoprin dikeluarkan oleh sel-sel otak,
untuk merasakan sensasi puas, hanya dirasakan oleh otak saja.
c. Komunikasi jarak jauh: adalah komunikasi antar sel yang mempunyai
jarak cukup jauh. Komunikasi ini berlangsung melalui sinyal listrik
yang dihantarkan sel saraf dan atau dengan sinyal kimia (hormon atau
neurohormon) yang dialirkan melalui darah. Contohnya komunikasi
yang terjadi antara hipofisa ke sel gonad.

Tiga Tahap Persinyalan Sel


BUKU CAMPBELL HALAMAN 241

a) Penerimaan
b) Transduksi
Secara singkat langkah-langkah transduksi sinyal adalah:
a. Sintesis molekul sinyal oleh sel yang memberi sinyal.
b. Pelepasan molekul sinyal oleh sel yang memberi sinyal.
c. Transpor sinyal oleh sel target.
d. Pengikatan sinyal oleh reseptor spesifik yang menyebabkan aktivasi
reseptor tersebut.
e. Inisiasi satu atau lebih jalur transduksi sinyal intrasel.
f. Perubahan spesifik fungsi, metabolisme, atau perkembangan sel.
g. Pembuangan sinyal yang mengakhiri respon sel.
c) Respons