Anda di halaman 1dari 6

Nama : Anisa Aulia

Nim : 170310028
Kelas : AET 2

Pembuatan Pupuk Kompos Kota


Pupuk Kompos merupakan salah satu pupuk organik yang dibuat
dengan cara menguraikan sisa-sisa tanaman dan hewan dengan
bantuan organisme hidup.Untuk membuat pupuk kompos diperlukan
bahan baku berupa material organik dan organisme
pengurai.Organisme pengurai bisa berupa mikroorganisme maupun
makroorganisme.
Peran mikroorganisme bakteri dalam pembuatan kompos sebagai
perombakan dalam pengolahan sampah dan pembuatan kompos secara
sempurna(cepat,higienis,tidak berbau,tidak menghidupkan hewan
kecil dan serangga,serta bermutu baik yakni CN ratio < 20,gembur
tanpa harus dihancurkan oleh mesin) diperlukan kesesuaian
(compatible) antara alat(media komposter) dan jenis bakterinya
sebagai satu kesatuan.
Manfaat kompos adalah sebagai berikut:
a.Secara kimiawi,pupuk kompos bisa meningkatkan kapasitas
tukar kation dalam tanah.Kapasitas tukar kation berfungsi melepaskan
unsur-unsur penting agar bisa diserap dengan mudah oleh tanaman.
b.Secara biologi,pupuk kompos adalah media yang baik bagi
organisme tanah untuk berkembang biak.Aktivitas mikroorganisme
akan memperkaya tanah dengan zat hara penting bagi tanaman.
c.Secara fisik,kompos meningkatkan kemampuan tanah untuk
menyimpan air sebagai cadangan di saat kekeringan.Kompos juga
membuat tanah menjadi gembur dan cocok sebagai media tumbuh
akar tanaman.
Cara pembuatan kompos kota adalah sebagai berikut :
Bahan-bahan yang dibutuhkan :
 Sayuran busuk (yang telah dicacah kecil-kecil) 5 kg

 Dedak halus 2 kg

 Pupuk kandang 5 kg
 Larutan mol

 Goni
 Air
Cara Pembuatan :
1.Sediakan semua bahan-bahan yang dibutuhkan.
2.Timbang sayuran busuk yang telah dicacah kecil-kecil agar cepat
terurai sebanyak 5 kg,dedak halus 2 kg,pupuk kandang 5 kg dengan
menggunakan timbangan.

Sayuran busuk Pupuk kandang


Dedak
3. Letakkan sayuran busuk,dedak dan pupuk kandang yang telah
ditimbang .

4.Campurkan dedak dan pupuk kandang serta tuangkan larutan mol


dengan campuran air secukupnya,aduk hingga merata.Setelah
semuanya tercampur maka digenggam apabila airnya keluar dari sela-
sela jari maka pemberian larutan mol sudah cukup.

5.Setelah bahan kompos tercampur semuanya,maka masukkan


kedalam goni,lalu ikat rapat.
Setiap dua hari sekali pupuk kompos dibolak-balik untuk menjaga
suhu.Jika kompos berwarna coklat kehitaman,tidak berbau menyengat
dan mudah dihancurkan berarti kompos sudah bisa digunakan untuk
tanaman.Perlu diingat,bahwa pengaturan suhu merupakan faktor
penting dalam pengomposandan salah satu yang menentukan faktor
suhu adalah tingginya tumpukan kompos.Tumpukan yang terlalu
rendah akan berakibat cepatnya kehilangan panas,hal ini disebabkan
oleh tidak adanya cukup material untuk menahan panas yang
dilepaskan sehingga mikroorganisme tidak akan berkembang dengan
baik.Suhu ideal pengomposan berkisar antara 40oC-50oC.Sementara
tinggi tumpukan kompos berkisar 1,2-2 meter.