Anda di halaman 1dari 3

Beberapa hikmah yang dapat dipetik dari perilaku jujur, antara lain sebagai berikut.

1. Perasaan enak dan hati tenang, jujur akan membuat kita menjadi tenang, tidak takut akan
diketahui kebohongannya karena memang tidak berbohong.

2. Mendapatkan kemudahan dalam hidupnya.

3. Selamat dari azab dan bahaya.

4. Dijamin masuk surga.

5. Dicintai oleh Allah Swt. dan rasul-Nya.

Kita harus menanamkan kesadaran pada diri kita untuk selalu berperilaku jujur, baik kepada Allah
Swt., orang lain, maupun diri sendiri. Jika kita sudah bisa membiasakan berperilaku jujur, kita akan
mendapatkan hikmah yang luar biasa dalam kehidupan sehari-hari.

Kita harus menyadari dan mengetahui akibat dari kebohongan sehingga kita bisa menjauhi sifat
buruk tersebut. Contoh akibat dari kebohongan adalah hilangnya kepercayaan orang lain terhadap
kita, susah mendapatkan teman bahkan tidak memiliki teman,susah mendapat pekerjaan karena
tidak dipercaya.

Berperilaku jujur terkadang sangat pahit pada awalnya, tetapi percayalah, buah manis akan didapat
di akhirnya

1. Surat At-Taubah Ayat 119

‫ٱّلل ٱتَّقُواَ َءا َمنُواَ ٱلَّذِينََ َٰٓيَأَيُّ َها‬


َََّ َ‫ص ِدقِينََ َم ََع َو ُكونُوا‬
َّ ‫ٱل‬

Artinya: Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama
orang-orang yang benar (Q.S. At-Taubah: 119)

Allah memerintahkan kepada orang-orang yang beriman agar bertaqwa, yaitu menjalankan segala
perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. Kemudian Allah memerintahkan agar bersama
dengan orang-orang yang benar. Artinya bahwa dalam mencari teman, kita juga harus memilih mana
teman yang baik yang nantinya membawa kita kepada kebaikan dunia dan akhirat, dan mana teman
yang menyesatkan. Jadikanlah orang baik sebagai teman dan tinggalkan orang yang menyesatkan.

Ibarat kata jika kita bergaul dengan orang baik, maka kita akan sedikit demi sedikit menyesuaikan
diri dengannya, sebaliknya jika kita bergaul dengan orang jahat.

2. Surat Az-Zumar ayat 33


َٰٓ
‫ق َجا َٰٓ ََء َوٱلَّذِي‬
َِ ‫ٱلص ۡد‬ َ ‫ۡٱل ُمتَّقُونََ ُه َُم أُولَئِكََ بِ ِهۦَٰٓ َو‬
ِ ِ‫صدَّقََ ب‬

Artinya: Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah
orang-orang yang bertakwa (Q.S. Az-Zumar: 33)

Orang yang bertaqwa menurut ayat ini adalah orang yang membenarkan apa yang dibawa oleh Nabi
Muhammad saw. Cara membenarkannya yaitu dengan mengikuti jejak-jejak rasulullah,
melaksanakan semua perintahnya dan menjauhi semua yang dialarang oleh beliau. Karena secara
hakekat, perkataan Rasulullah saw. yang saat ini disebut sebagai hadis itu merupakan perkataan
(wahyu) Allah swt. Rasulullah dibimbing oleh Allah baik itu secara langsung atau melalui malaikat
jibril. Sehingga perkataan dan perilaku beliau selalu terjaga dari hal-hal yang buruk.

3. Surat Al-Maidah Ayat 8

‫ّلل قَ َّومِ ينََ ُكونُواَ َءا َمنُواَ ٱلَّذِينََ َٰٓيَأَيُّ َها‬


ََِّ ِ ‫ل ِب ۡٱل ِقسۡ طَِ شُ ََه َدآَٰ ََء‬ َ َ‫علَىََٰٓ قَ ۡوم‬
ََ ‫شنََانَُ يَ ۡج ِر َمنَّ ُك َۡم َو‬ َ ‫ل‬ ۡ ‫ٱّلل َوٱتَّقُواَ لِلت َّ ۡق َوىَ أ َ ۡق َربَُ ه ََُو‬
ََّ َ ‫ٱع ِدلُواَ ت َعۡ ِدلُواَ أ‬ ََّ ‫ٱّلل ِإ‬
ََ َّ ‫ن‬ َََّ
َُ ِ‫ت َعۡ َملونََ بِ َما َخب‬
‫ير‬ ُ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan
(kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu
terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu
lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui
apa yang kamu kerjakan (Q.S. al-Maidah :8)

Menjadi adil dan jujur bagi diri sendiri saja sulit, apalagi menjadi adil dan jujur bagi orang lain.
Sehingga perilaku adil dan jujur ini sudah selayaknya dilatih sejak kecil agar terbawa hingga dewasa.

Menjadi orang yang menegakkan kebenaran adalah dengan cara yang jujur dan adil, kita tidak bisa
mengahakimi orang yang tidak bersalah hanya karena kebencian pribadi.

4. Surat An-Nahl Ayat 105

َٰٓ
ََ ‫ل ٱلَّذِينََ ۡٱل َكذ‬
‫ِب يَ ۡفت َِري إِنَّ َما‬ ََ ََ‫ت ي ُۡؤمِ نُون‬ َِ َّ ََ‫ۡٱل َك ِذبُونََ ُه َُم َوأُولَئِك‬
َِ َ‫ٱّلل َبِاي‬

Artinya: Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak


beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta (Q.S. An-Nahl: 105)

Orang Islam yang berdusta atau melakukan kebohongan adalah orang-orang yang tidak beriman
kepada Allah swt. Boleh jadi di KTP yang dia miliki itu bertuliskan agama Islam, namun perilaku yang
dia tampilkan tidak sesuai dengan ajaran Islam, sehingga dari sudut pandang manakah bisa
dikatakan dia sebagai umat Islam? Kalau hanya sekedar KTP orang kafirpun bisa membuat KTP
dengan label Islam.

5. Surat Al-Ankabut Ayat 3


َ‫ن قَ ۡب ِل ِه َۡم مِ ن ٱلَّذِينََ فََت َنَّا َولَ َق ۡد‬ ََّ ََ‫ص َدقُواَ ٱلَّذِين‬
ََّ ‫ٱّللُ فَلَ َيعۡ لَ َم‬ ََّ ‫ۡٱل َك ِذ ِبينََ َولَ َيعۡ لَ َم‬
َ ‫ن‬

Artinya: Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka
sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-
orang yang dusta (Q.S. Al-Ankabut: 3)

Menjadi orang yang jujur itu sulit bahkan dalam kehidupan kita orang yang jujur dan baik biasanya
disingkirkan, karena nanti akan menghalang mereka yang bersifat buruk dalam mencapai tujuan
dengan cara berdusta. Sehingga untuk memperthanakan kejujuran dalam diri, butuh semacam
kekuatan yang besar agar tetap istiqamah.