Anda di halaman 1dari 6

PENANGANAN HIPEREMESIS

GRAVIDARUM

No.Dokumen : /SOP/TU/VI/2017

SOP No. Revisi

Tanggal Terbit

Halaman

UPT.Puskesmas

Hamparan Perak dr. Aulia Agustin


NIP. 196905172007011043

1.Pengertian Hiperemesis gravidarum adalah muntah yang terjadi pada awal kehamilan sampai
umur 20 minggu.

2.Tujuan Sebagai pedoman tindakan penanganan hiperemesis gravidarum

3.Referensi Permenkes RI no.5 tahun 2014

5.Gejala 1.Mual .muntah yang hebat

2. Nafsu makan menurun

3.Berat badan menurun

4.Nyeri Epigragastrium

5.Lemas

6 .Rasa haus yang hebat

7.Gangguan kesadaraan

6.Penata a.Mengusahakan kecukupan nutrisi ibu dengan menganjurkan makan makanan


laksanaan yang gula

b.Makan porsi kecil tapi sering

c.Menghindari makan yang berminyak dan berbau lemak

d.Istirahat yang cukup

e.Defekasi yang teratur

f.Farmokologi
7.Penaganan awal a.Berikan cairan intravena sesuai derajat dehidrasi

b.Berikan suplemen vitamin b komplek

c.Anti emetik

d.Piridoksin10mg peroral tiap 8 jam

e.H2 blokcker per oral

8.Unit Terkait Unit rawat nginap

Diagram Alir
Pasien
Piridosin per
oral

Beri cairan
infus ,RL
H2 blokcker per
oral

Beantiri suntikan
Antienatik

Pasien rawat inap

10 Rekaman Histori Perubahan

Tgl mulai
NO. YANG DIRUBAH ISI PERUBAHAN
diberlakukan
PENANGANAN PRE EKLAMSI DAN
EKLAMSIE

No.Dokumen : /SOP/TU/VI/2017

SOP No. Revisi

Tanggal Terbit

Halaman : 1-1ss

UPT.Puskesmas

Hamparan Perak dr. Aulia Agustin


NIP. 196905172007011043

1.Pengertian 1. Pre eklamsie merupakan patologi kehamilan yang di tandai


dengan hipertensi,edema dan protein urine yang setelah umur
kehamilan 20 minggu sampai segera seteleh persalinan

2.Eklamsie adalah kejang atau koma yang menyertai keadaan Pre


eklamsie

2.Tujuan Sebagai Pedoman tindakan penanganan Pre eklamsie dan Eklamsie

3 Kebijakan Sk Kepala Puskesmas

4.Referensi Buku APN 2014

5.Prosedur Bahan

Infus

MGSO4

Aquabides

6 Gejala 1.Pre eklamsie ringan

a.Tekanan darah ;. >140/90mmhg atau <170/110 mmhg

b.Protein urine <5 gr/liter dalam 24 jam (-2)

c.Edema lokal atau general

2.Pre eklamsie berat

Disebut preeklamsie berat jika terdapat satu atau lebih keadaan


berikut

a.Tekanan darah siastolik > atau lebih 170 mmhg

b.Tekanan darah diastolik atau lebih 110 mmhg

c,kenaikan tekanan darah sistolik >60 mmhg

d.kenaikan tekanan diastolik >30 mmhg

e.Protein urine >5gI/24 jam atau +4 pemeriksaan kualitatip

f.Oliguria < 500 ml /24 jam

g.Nyeri kepala berat

h.edema yang masih

i.edema paru

j.Gangguan visual dan cerebal

9 Langkah Prosedur
Anamnese
Kejang yang diawali dengan gejala gejala prodromal eklamsia antara lain
a.nyeri kepala
b.Gangguan visual
c.Muntah –muntah
d.Nyeri epigastrium
e.Kenaikan progresif tekanan darah
Pemeriksaan fisik
a. Pemeriksaan keadaan umum sadar atau penurunan kesadaran
b. tentukan jenis kejang
c.Pemeriksaan tanda vital peningkatan tekanan darah
Sianosis
e.Skotoma Penglihatan
f.Dapat ditemukan tanda tanda odema paru
Nyeri efigastrium
Pemeriksaan penunjang; > protein urine
Perawatan saat kejang
a. Masukan sudap lidah kedalam mulut
b.Baringkan pasien pada sisis kiri,
c.Beri O2
1.MgSO4 diberikan intra vena dengan dosis awal 4g(10 ml MgSO4
40% ,larutkan dalam 10 larutan 10 ml aquqbides) secara perlahan
lahan selama 20 menit.jika pemberian secara vena sulit dapat diberikan
secara IM dengan dosis 5 mg masing masing bokong kanan kiri

2,Sambil menunggu rujuka ,mulai dosis rumatan 6 gr MgSO4 (15 ml


MgSO4 40 % larutkan dalam 500g cairan infus ringer lactat )

28 tetes/ menit selama 6 jamdan diulang selama 24 jam

3;Diazepam dapat diberikan

Selama proses rujukan lakukan pemeriksaan fisik tiap jam .meliputi


tekanan darah nadi,RR,reflek patela

10 Unit Terkait Petugas IGD


11Diagram Alir

Pasien Datang

TD,RR,HR

Infus RL

Ber 4gr MgSO4 10 ml +10ml


Aqua Secara Perlahan
Selama 5-10menit

Rumatan 6gr MgSO4

(15cc MgSO4 40% Rujuk Rumah


Larutkan Ringer Sakit
Laktat infus 28 tetes
selama 6 jam

12.Rekaman Histori Perubahan

No Yang Di Ubah Isi Perubahan Tanggal mulai diberlakukan

1 Merubah urutan Pengertian,tujuan,kebijakan,referensi,pros


komponen SOP edur,

2 Merubah isi Tercantum dalam prosedur yang baru


prosedur