Anda di halaman 1dari 20

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

RPP Ke-12

Nama Sekolah : SMK ASH SHOHEH 1


Mata Pelajaran : Fisika
Bidang Keahlian : Teknologi dan Rekayasa
Program Keahlian : Seluruh Program Keahlian
Komptensi Keahlian : Seluruh Kompetensi Keahlian
Tema/Sub Tema : TERMODINAMIKA
Kelas/Semester : X / 1 (Satu)
Tahun Pelajaran : 2019 /2020
Alokasi Waktu : 2 X3 ( 45 menit )

1. KOMPETENSI INTI

KI. 3 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang


pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif
sesuai dengan bidang dan lingkup kajian/kerja Fisikapada tingkat teknis, spesifik,
detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya,
dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari
keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan
internasional.

KI. 4 Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur
kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang
kajian/kerja Fisika.

Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur
sesuai dengan standar kompetensi kerja.

Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif,


kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam
ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan,


gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas
spesifik di bawah pengawasan langsung.

2. KOMPETENSI DASAR
K.D Menerapkan hukum-hukum termodinamika
3.12
K.D Menunjukkan cara kerja alat sederhana yang berhubungan dengan termodinamika.
4.12
3. INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
3.12.1 Mengonsepkan (C3) hukum-hukum termodinamika
3.12.2 Memecahkan (C4) masalah yang berhubungan dengan hukum-hukum
termodinamika
4.12.1 Mencoba (P3) cara kerja alat sederhana yang berhubungan dengan termodinamika.
4.12.2 Merangkaikan (P4) cara kerja alat sederhana yang berhubungan dengan
termodinamika.

4. TUJUAN PEMBELAJARAN KOMPETENSI


 Melalui penggalian informasi dan diskusi (condition) peserta didik (Audience) dapat
Mengonsepkan (C3) hukum-hukum termodinamika dengan rasa ingin tahu
tinggi.
 Melalui praktikum dan persentasi (condition) peserta didik (Audience) dapat
Memecahkan (C4) masalah yang berhubungan dengan hukum-hukum
termodinamika dengan rasa tanggung jawab.
 Melalui praktikum dan persentasi (Condition) peserta didik (Audience) dapat
Mencoba (P3) cara kerja alat sederhana yang berhubungan dengan
termodinamika dengan rasa tanggung jawab
 Melalui praktikum dan persentasi (Condition) peserta didik (Audience) dapat
Merangkaikan (P4) cara kerja alat sederhana yang berhubungan dengan
termodinamika.dengan rasa tanggung jawab
5. MATERI PEMBELAJARAN

Pengertian Termodinamika
Termodinamika (berasal dari kata thermos (panas) dan dynamic (gerak atau perubahan))
adalah salah satu cabang dari ilmu fisika yang mempelajari panas dan temperatur, serta
hubungan keduanya pada energi dan gerak. Inti dari pembahasan termodinamika adalah
bagaimana energi dalam bentuk panas dapat mengalir dari satu benda ke benda lain, proses dari
aliran energi tersebut, dan akibat yang dihasikan oleh perpindahan energi tersebut.
Lihat juga materi StudioBelajar.com lainnya:
Fluida Dinamis
Elastisitas dan Hukum Hooke
Seluruh fenomena fisika tersebut dapat dijelaskan dengan hukum-hukum dan persamaan-
persamaan. Patut diingat bahwa pada bab ini variabel-variabel terpenting yang mempengaruhi
termodinamika adalah suhu, kalor, energi, tekanan, dan volume.
Hukum Termodinamika
Pada termodinamika, terdapat 4 hukum yang berlaku secara universal.

Hukum Termodinamika 0
Hukum termodinamika 0 menjelaskan kesetimbangan termal berlaku universal, dengan kata lain
apapun zat atau materi benda akan memiliki kesetimbangan termal yang sama bila disatukan.

“Jika dua sistem berada dalam kesetimbangan termal dengan sistem ketiga, maka mereka berada
dalam kesetimbangan termal satu sama lain”

Hukum Termodinamika 1
Hukum termodinamika 1 menunjukkan hukum kekekalan energi.

“Energi tidak dapat diciptakan ataupun dimusnahkan, melainkan hanya bisa diubah bentuknya
saja”

Terdapat persamaan matematik yang menjelaskan hukum ini, yaitu:


Dimana adalah kalor/panas yang diterima/dilepas (J), adalah energi/usaha (J),
dan adalah perubahan energi (J). J adalah satuan internasional untuk energi atau usaha,
yaitu Joule. Dari persamaan tersebut dapat diketahui bahwa seluruh kalor yang diterima atau
dilepas oleh benda akan dijadikan usaha ditambahkan dengan perubahan energi.
Hukum 2 Termodinamika
Hukum 2 termodinamika menunjukkan kondisi alami dari alur kalor suatu objek dengan sistem.

“Kalor mengalir secara alami dari benda yang panas ke benda yang dingin; kalor tidak akan
mengalir secara spontan dari benda dingin ke benda panas tanpa dilakukan usaha”

Hukum Termodinamika 3
“Entropi dari suatu kristal sempurna pada absolut nol adalah sama dengan nol,”

Proses-proses Termodinamika
Proses termodinamika terbagi menjadi empat macam, tergantung dari keadaan tekanan, volume,
dan suhu saat terjadinya proses tersebut. Proses-proses tersebut umumnya digambarkan dalam
diagram P-V, yaitu diagram yang menggambarkan tekanan (P) dan volume (V) saat proses
terjadi. Ada dua hal penting yang harus diingat dari berbagai jenis proses-proses termodinamika,
yaitu variabel yang berubah dan usaha yang dilakukan. Usaha yang terjadi pada suatu proses
termodinamika dapat diketahui dengan menghitung luasan grafik P-V.

Isobarik
Isobarik adalah proses termodinamika yang tidak mengubah nilai tekanan sistem ( ). Nilai
usaha dapat dihitung dengan persamaan berikut.

Dari rumus tersebut, diketahui juga bahwa apabila volume membesar (terjadi pemuaian) maka
usaha bernilai positif, dan bila volume mengecil (terjadi penyusutan) maka usaha bernilai negatif.

Sumber gambar: figures.boundless-cdn.com

Isokhorik
Isokhorik adalah proses termodinamika yang tidak mengubah nilai volume sistem ( ).
Pada proses ini, nilai usaha adalah 0 karena tidak terdapat suatu luasan bangun yang terdapat
pada gambar P-V.
Sumber gambar: cft.fis.uc.pt

Isotermik
Isotermik adalah proses termodinamika yang tidak mengubah nilai suhu sistem ( ).

Sumber gambar: bu.edu

Nilai usaha pada proses isotermik dinyatakan dengan persamaan berikut:

Dimana n adalah jumlah zat yang dinyatakan dengan satuan mol, R adalah konstanta gas, dan T
adalah suhu. Rumus ini didapatkan dengan menggabungkan persamaan usaha di diagram P-V
dengan persamaan gas ideal.

Adibatik
Adiabatik adalah proses termodinamika yang tidak mengubah nilai kalor sistem ( ).
Sumber gambar: gsu.edu

Mau latihan soal? Yuk jawab pertanyaan di Forum StudioBelajar.com


Pada gas monoatomic, usaha yang dilakukan pada proses adiabatik dapat dinyatakan dengan
persamaan:

Jika diperhatikan dengan sekilas, proses adiabatik dan isotermik memiliki diagram P-V yang
serupa. Secara detil, dapat dilihat bahwa proses adiabatik memiliki kemiringan yang lebih curam
dibandingkan proses isotermik seperti contoh grafik berikut.

i.stack.imgur.com

Jika semua proses tersebut digambarkan menjadi suatu diagram P-V, dapat didapatkan grafik
berikut. Patut diingat bahwa satuan-satuan yang digunakan dalam perhitungan adalah Satuan
Internasional. Sebagai contoh, satuan untuk suhu yang digunakan adalah Kelvin, satuan untuk
volume adalah m3, dan satuan untuk jumlah zat adalah mol.
kias.dyndns.org

Mesin Carnot dan mesin kalor


Mesin Carnot adalah suatu model mesin ideal yang memiliki efisiensi paling tinggi dari semua
mesin yang mungkin diciptakan. Mesin Carnot bekerja berdasarkan suatu proses termodinamika
yang membentuk siklus, disebut juga siklus Carnot.
Pada siklus Carnot, terdapat 4 proses, yaitu pemuaian Isotermal dari A ke B, pemuaian adiabatic
dari B ke C, pemampatan isothermal dari C ke D, dan pemampatan adiabatic dari D ke A. Selama
proses siklus Carnot sistem menerima kalor Qh dari reservoir bersuhu tinggi Th dan melepas kalor
Qc ke reservoir bersuhu rendah Tc

Siklus carnot pada mesin carnot

Usaha yang dilakukan oleh mesin Carnot dapat dinyatakan dengan mengaplikasikan Hukum
Termodinamika 1.

Sedangkan, untuk mengukur efisiensi mesin dapat digunakan persamaan-persamaan berikut.


Dikarenakan pada siklus Carnot berlaku hubungan , efisiensi mesin Carnot juga dapat
dinyatakan dengan:

Jika dilihat pada rumus efisiensi tersebut, nilai efisiensi 100% dapat diperoleh jika . Hal
ini tidak mungkin terjadi di dunia nyata, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada sistem di
dunia nyata yang mampu mencapai efisiensi 100%.

Contoh Soal Hukum Termodinamika dan Mesin Carnot


Soal 1
Suatu gas memiliki volume awal 10 m3 dipanaskan dengan kondisi isobaris hingga volume
akhirnya menjadi 25 m3. Jika tekanan gas adalah 2 atm, tentukan usaha luar gas tersebut! (1
atm = 1,01 x 105 Pa).
Jawab:

Diketahui:

V2 = 25 m3
V1 = 10 m3
P = 2 atm = 2,02 x 105 Pa
Ditanyakan: W?
Isobaris → Tekanan Tetap, gunakan rumus W = P (ΔV)
W = P(V2 − V1)
W = 2,02 x 105 x (25 − 10) = 3,03 x 106 joule
Soal 2
Mesin Carnot bekerja pada suhu tinggi 600 K, untuk menghasilkan kerja mekanik. Jika mesin
menyerap kalor 600 J dengan suhu rendah 400 K, maka usaha yang dihasilkan adalah…. (UN
Fisika 2009 P04 No. 18)

Jawab:

Diketahui:

T2 = 400 K
T1 = 600 K
Ditanyakan: Wdihasilkan?
Wdihasilkan = . Wserap = = 200 J

Soal 3
Sejumlah gas ideal mengalami proses seperti gambar berikut.
Proses yang menggambarkan adiabatis dan isokhorik berturut-turut ditunjukkan pada nomor…
(UN Fisika 2013)

Jawab:
Adiabatis: proses dimana tidak ada kalor masuk atau keluar. Ciri garisnya melengkung curam.
Seperti garis 2 – 3.

Isokhorik : proses pada volume tetap. Garisnya yang tegak lurus sumbu V. Bisa 5 – 1, juga 3 – 4.

6. PENDEKATAN, STARTEGI, METODE


Pendekatan : Saintifik
Strategi/model : Discovery Learning
Metode : Ceramah, diskusi, praktik, persentasi, penugasan

1. KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan Ke-1

Tahapan Uraian Kegiatan Pendidikan Durasi


Penguatan waktu
Saintifik
Karakter (PPK)

A. Pendahuluan/Kegiatan Awal

 Guru mengucapkan salam dan Santun 25’


menyiapkan kondisi fisik dan psikis Peduli
peserta didik baik dan memeriksa
kebersihan lingkuan kelas.
Religius
 Guru melakukan do’a bersama yang
dipimpin oleh ketua murid (KM)
 Guru menganjurkan peserta didik
untuk melakukan literasi/ membaca
baik yang berkaitan dengan
pembelajaran atau tentang Komunikatif
pengetahuan.
 Guru mengecek kehadiran peserta
didik dan mengkondisikan suasana
belajar yang menyenangkan.
Apersepsi
 Guru mengaitkan materi pembelajaran
dengan materi pembelajaran
sebelumnya.
 Guru mengajukan pertanyaan yang
menantang untuk memotivasi terkait
dengan materi pembelajaran
 Guru menyampaikan manfaat materi
pembelajaran dengan kehidupan
sehari-hari

 Guru menyampaikan kompetensi yang


akan dicapai dan garis besar kegiatan
yang akan dilakukan dengan terklebih
dahulu memposisikan anak duduk
dalam berkelompok.
 Guru menyampaikan aspek-aspek yang
akan dinilai saat pembelajaran.
B. Kegiatan Inti

Discovery Learning 75’


(Stimulus/Pemberian Rangsangan)
Mengamati
Guru menayangkan fenomena sehari-hari
yang sering di lihat dan dialami tentang Rasa ingin tahu
hukum-hukum termodinamika

(Problem statement/Identifikasi masalah)

Guru menggiring peserta didik kira-kira dari


Menanya fenomena tersebut pertanyaan yang bisa Rasa ingin tahu
timbul dari fenomena tersebut, mengenai
hukum-hukum termodinamika

(Data Collection/Pengumpulan data)

Guru mengarahkan peserta didik


mendiskusikan secara berkelompok yang
dilihat dan menggali informasi boleh
Mengumpulkan dengan searching internet boleh baca buku
data mengenai hukum-hukum termodinamika. Kerja keras
Disiplin
Jujur
Tanggung jawab
C. Penutup

 Peserta didik menyimpulkan/merangkum 35’


materi pelajaran yang sudah
dikomunikasikan.
 Guru melakukan refleksi proses dan
materi pembelajaran yang telah
dipelajari. Selanjutnya guru memuat
aktivitas dan memberikan umpan balik
terhadap proses dan hasil pembelajaran
yang sudah dilakukkan dengan
memberikan penguatan terhadap respon
peserta didik dalam mengikuti
pembelajaran.
 Guru memberikan rencana tindak lanjut
kegiatan yang akan dilakukan pada
kegiatan pembelajaran selanjutnya.
 Guru meminta kepada peserta didik
untuk menyiapkan kebutuhan alat dan
bahan untuk pertemuan selanjutnya
 Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran Relegius
dengan melakukan do’a bersama.

Pertemuan Ke-2

Tahapan Uraian Kegiatan Pendidikan Durasi


Penguatan waktu
Saintifik
Karakter (PPK)

A. Pendahuluan/Kegiatan Awal

 Guru mengucapkan salam dan Santun 25’


menyiapkan kondisi fisik dan psikis Memelihara
peserta didik baik, serta kebersihan kesehatan,
kelas dan lingkungannya. jasmani, rohani,
 Guru melakukan do’a bersama yang dan lingkungan.
dipimpin oleh ketua murid (KM) Religius
 Guru menganjurkan peserta didik
untuk melakukan literasi/ membaca
baik yang berkaitan dengan Komunikatif
pembelajaran atau tentang
pengetahuan.
 Guru mengecek kehadiran peserta
didik dan mengkondisikan suasana
belajar yang menyenangkan.

Apersepsi

 Guru mengaitkan materi pembelajaran


dengan materi pembelajaran
sebelumnya.
 Guru mengajukan pertanyaan yang
menantang untuk memotivasi terkait
dengan materi pembelajaran
 Guru menyampaikan manfaat materi
pembelajaran dengan kehidupan
sehari-hari
 Guru menyampaikan kompetensi yang
akan dicapai dan garis besar kegiatan
yang akan dilakukan dengan terklebih
dahulu memposisikan anak duduk
dalam berkelompok.
 Guru menyampaikan aspek-aspek yang
akan dinilai saat pembelajaran.

B. Kegiatan Inti

Mengkomunik (Generalisasi/Menarik kesimpulan) Disiplin 75’


asikan Peserta didik mengkomunikasikan hasil
temuannya dengan tampil didepan kelas Tanggung jawab
secara berkelompok

Guru mengevaluasi hasil kegiatan


pembelajaran dengan mengunakkan aplikasi
Evaluasi
Quizizz Mandiri

Jujur

C. Penutup

 Peserta didik menyimpulkan/merangkum 35’


materi pelajaran yang sudah
dikomunikasikan.

 Guru melakukan refleksi proses dan


materi pembelajaran yang telah
dipelajari. Selanjutnya guru memuat
aktivitas dan memberikan umpan balik
terhadap proses dan hasil pembelajaran
yang sudah dilakukkan dengan
memberikan penguatan terhadap respon
peserta didik dalam mengikuti
pembelajaran.
 Guru memberikan rencana tindak lanjut
kegiatan yang akan dilakukan pada
kegiatan pembelajaran selanjutnya.
 Guru meminta kepada peserta didik
untuk menyiapkan kebutuhan alat dan Relegius
bahan untuk pertemuan selanjutnya
 Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran
dengan melakukan do’a bersama.

2. Alat/Bahan dan Media Pembelajaran


a. Alat Pembelajaran : LCD Proyektor dan laptop

: Video pembelajar, animasi, ppt, macromedia Flash 8,


b. Media Pembelajar
internet

3. Sumber Belajar
a. Fisika Dasar I: Haliiday resnic, Erlangga, Phet Animation.
b. Fisika (Bidang Keahlian Teknologi dan Rekayasa untuk SMK/MAK Kelas X & XI): Sudirman,
penerbit Erlangga.
c. https://www.studiobelajar.com/termodinamika/
d. http://nyarifisika.blogspot.com/2018/01/soal-dan-pembahasan-termodinamika.html
e. https://www.utakatikotak.com/kongkow/detail/9822/Contoh-Soal-dan-Pembahasan-Tentang-Termodinamika

4. Penilaian Pembelajaran
1.Teknik Penilaian
a) Penilaian Sikap
b) Penilaian Pengetahuan
c) Penilaian Keterampilan

2. Instrumen Penilaian
a. Penilaian Sikap
Jurnal Perkembangan Karakter

NO Nama Kelas Hari/Tanggal Sikap yang Sikap perlu


unggul/unik bimbingan

1.

2.

…..

dst

b. Penilaian Pengetahuan

3. Soal No. 1
Suatu gas memiliki volume awal 2,0 m3 dipanaskan dengan kondisi isobaris
hingga volume akhirnya menjadi 4,5 m3. Jika tekanan gas adalah 2 atm, tentukan
usaha luar gas tersebut!
(1 atm = 1,01 x 105 Pa)

Pembahasan
Data :
V2 = 4,5 m3
V1 = 2,0 m3
P = 2 atm = 2,02 x 105 Pa
Isobaris → Tekanan Tetap

W = P (ΔV)
W = P(V2 − V1)
W = 2,02 x 105 (4,5 − 2,0) = 5,05 x 105 joule

Soal No. 2
1,5 m3 gas helium yang bersuhu 27oC dipanaskan secara isobarik sampai 87oC.
Jika tekanan gas helium 2 x 105 N/m2 , gas helium melakukan usaha luar
sebesar....
A. 60 kJ
B. 120 kJ
C. 280 kJ
D. 480 kJ
E. 660 kJ
(Sumber Soal : UMPTN 1995)

Pembahasan
Data :
V1 = 1,5 m3
T1 = 27oC = 300 K
T2 = 87oC = 360 K
P = 2 x 105 N/m2

W = PΔV
Mencari V2 :
V /
2 T2 = 1/T1
V

V2 = ( 1/T1 ) x T2 = ( 1,5/300 ) x 360 = 1,8 m3


V

W = PΔV = 2 x 105(1,8 − 1,5) = 0,6 x 105 = 60 x 103 = 60 kJ

Soal No. 3
2000/
693 mol gas helium pada suhu tetap 27 C mengalami perubahan volume dari
o

2,5 liter menjadi 5 liter. Jika R = 8,314 J/mol K dan ln 2 = 0,693 tentukan usaha
yang dilakukan gas helium!

Pembahasan
Data :
n = 2000/693 mol
V2 = 5 L
V1 = 2,5 L
T = 27oC = 300 K

Usaha yang dilakukan gas :


W = nRT ln (V2 / V1)
W = (2000/693 mol) ( 8,314 J/mol K)(300 K) ln ( 5 L / 2,5 L )
W = (2000/693) (8,314) (300) (0,693) = 4988,4 joule

Soal No. 4
Mesin Carnot bekerja pada suhu tinggi 600 K, untuk menghasilkan kerja mekanik.
Jika mesin menyerap kalor 600 J dengan suhu rendah 400 K, maka usaha yang
dihasilkan adalah....
A. 120 J
B. 124 J
C. 135 J
D. 148 J
E. 200 J
(Sumber Soal : UN Fisika 2009 P04 No. 18)

Pembahasan
η = ( 1 − Tr / Tt ) x 100 %
Hilangkan saja 100% untuk memudahkan perhitungan :
η = ( 1 − 400/600) = 1/3
η = ( W / Q1 )
1/ = W/
3 600
W = 200 J
Soal No. 5
Diagram P−V dari gas helium yang mengalami proses termodinamika ditunjukkan
seperti gambar berikut!

Usaha yang dilakukan gas helium pada proses ABC sebesar....


A. 660 kJ
B. 400 kJ
C. 280 kJ
D. 120 kJ
E. 60 kJ
(Sumber Soal : UN Fisika 2010 P04 No. 17)

Pembahasan
WAC = WAB + WBC
WAC = 0 + (2 x 105)(3,5 − 1,5) = 4 x 105 = 400 kJ

Soal No. 6
Suatu mesin Carnot, jika reservoir panasnya bersuhu 400 K akan mempunyai
efisiensi 40%. Jika reservoir panasnya bersuhu 640 K, efisiensinya.....%
A. 50,0
B. 52,5
C. 57,0
D. 62,5
E. 64,0
(Sumber Soal : SPMB 2004)

Pembahasan
Data pertama:
η = 40% = 4 / 10
Tt = 400 K
Cari terlebih dahulu suhu rendahnya (Tr) hilangkan 100 % untuk mempermudah
perhitungan:
η = 1 − (Tr/Tt)
4 /
10 = 1 − ( /400)
Tr

( /400) = / 10
Tr 6

Tr = 240 K

Data kedua :
Tt = 640 K
Tr = 240 K (dari hasil perhitungan pertama)
η = ( 1 − Tr/Tt) x 100%
η = ( 1 − 240/640) x 100%
η = ( 5 / 8 ) x 100% = 62,5%

Soal No. 7
Sebuah mesin Carnot yang menggunakan reservoir suhu tinggi bersuhu 800 K
mempunyai efisiensi sebesar 40%. Agar efisiensinya naik menjadi 50%, maka
suhu reservoir suhu tinggi dinaikkan menjadi....(UMPTN 90)
A. 900 K
B. 960 K
C. 1000 K
D. 1180 K
E. 1600 K

Pembahasan
Rumus efisiensi (tanpa %)

Data dari Efisiensi pertama,


Tt = 800 K
η = 40% = 0,4 → (1 − η) = 0,6

Dari sini diperoleh suhu rendah Tr

Dari data efisiensi kedua,


η = 50% = 0,5 → (1 − η) = 0,5
Tr = 480 K

Suhu tingginya:

Soal No. 8
Sebuah mesin Carnot bekerja pada pada suhu tinggi 627°C memiliki efisiensi
50%. Agar efisiensi maksimumnya naik menjadi 70% pada suhu rendah yang
tetap, maka suhu tingginya harus dinaikkan menjadi....

4. A. 1500°C
B. 1227°C
C. 1127°C
D. 1073°C
E. 927°C
Soal No. 9
Perhatikan gambar berikut ini!

Jika kalor yang diserap reservoir suhu tinggi adalah 1200 joule, tentukan :
a) Efisiensi mesin Carnot
b) Usaha mesin Carnot
c) Perbandingan kalor yang dibuang di suhu rendah dengan usaha yang dilakukan
mesin Carnot
d) Jenis proses ab, bc, cd dan da

Pembahasan
a) Efisiensi mesin Carnot
Data :
Tt = 227oC = 500 K
Tr = 27oC = 300 K
η = ( 1 − Tr/Tt) x 100%
η = ( 1 − 300/500) x 100% = 40%

5. b) Usaha mesin Carnot


η = W/Q1
4/
10 = /1200
W

W = 480 joule

6. c) Perbandingan kalor yang dibuang di suhu rendah dengan usaha yang


dilakukan mesin Carnot
Q2 = Q1 − W = 1200 − 480 = 720 joule
Q2 : W = 720 : 480 = 9 : 6 = 3 : 2

d) Jenis proses ab, bc, cd dan da


ab → pemuaian isotermis (volume gas bertambah, suhu gas tetap)
bc → pemuaian adiabatis (volume gas bertambah, suhu gas turun)
cd → pemampatan isotermal (volume gas berkurang, suhu gas tetap)
da → pemampatan adiabatis (volume gas berkurang, suhu gas naik)

7. Soal No. 10
Sejumlah gas ideal mengalami proses seperti gambar berikut.
Proses yang menggambarkan adiabatis dan isokhorik berturut-turut ditunjukkan
pada nomor...(UN Fisika 2013)
A. 1 – 2 dan 3 – 4
B. 1 – 2 dan 4 – 5
C. 2 – 3 dan 1 – 2
D. 2 – 3 dan 1 – 2
E. 2 – 3 dan 3 – 4

8. Baca Juga : Hukum, Sistem, dan Proses Termodinamika Lengkap

9. Pembahasan
Adiabatis : proses dimana tidak ada kalor masuk atau keluar. Ciri garisnya
melengkung curam. Seperti garis 2 - 3.

Isokhorik : proses pada volume tetap. Garisnya yang tegak lurus sumbu V. Bisa 5
- 1, juga 3 - 4.

Pilihan yang ada sesuai adiabatis dan isokhoris adalah 2 - 3 dan 3 - 4.

10. Soal No. 11

Suatu gas ideal mengalami proses siklus seperti pada gambar P − V di atas. Kerja
yang dihasilkan pada proses siklus ini adalah....kilojoule.
A. 200
B. 400
C. 600
D. 800
E. 1000

Pembahasan
W = Usaha (kerja) = Luas kurva siklus = Luas bidang abcda
W = ab x bc
W = 2 x (2 x 105) = 400 kilojoule

Soal No. 12
Suatu pesawat pendingin Carnot mempunyai koefisien kinerja 6,5. Jika reservoir
yang tinggi 27°C, maka reservoir yang bersuhu rendah adalah....
A. −5 °C
B. −8 °C
C. −10 °C
D. −12 °C
E. −13 °C
(Dari soal Soal UMPTN 1994)
Pembahasan
Data dari soal adalah:
Tt = 27°C = 27 + 273 = 300 K
Cp = 6,5
Tr = .....

Dari rumus koefisien performansi mesin atau pesawat pendingin:

Dimana
Cp = koefisien performansi
Tt = suhu tinggi (Kelvin)
Tr = suhu rendah (Kelvin)

Masuk datanya:

Soal No. 13
Sebuah mesin pendingin memiliki reservoir suhu rendah sebesar −15°C. Jika
selisih suhu antara reservoir suhu tinggi dan suhu rendahnya sebesar 40°C,
tentukan koefisien performansi mesin tersebut!

Pembahasan
Data mesin
Tr = − 15°C = (− 15 + 273) K = 258 K
Tt − Tr = 40°C
Cp =....

Soal No. 14
Sebuah kulkas memiliki suhu rendah − 13°C dan suhu tinggi 27°C. Jika kalor
yang dipindahkan dari reservoir suhu rendah adalah 1300 joule, tentukan usaha
yang diperlukan kulkas!

Pembahasan
Data mesin pendingin
Tr = − 13°C = (− 13 + 273) K = 260 K
Tt = 27°C = 300 K
Qr = 1300 j
W = ....

Rumus koefisien performansi jika diketahui usaha dan kalor

Dimana
W = usaha yang diperlukan untuk memindahkan kalor dari suhu rendah
Qr = kalor yang dipindahkan dari suhu rendah

Sehingga jika digabung dengan rumus dari no sebelumnya diperoleh:

c. Penilaian Keterampilan
Peserta didik tampil memaparkan siklus-siklus termodinamika

Format Penilaian Keterampilan

Komponen/Sub Komponen
No Indikator Skor
Penilaian
1 Persiapan Kerja
a. Penggunaan alat dan bahan Penggunaan alat dan bahan sesuai
91 - 100
prosedur
Penggunaan alat dan bahan kurang
sesuai prosedur
80 - 90
Penggunaan alat dan bahan tidak sesuai
prosedur
70 - 79
b. Ketersediaan alat dan bahan Ketersediaan alat dan bahan
91 - 100
lengkap
Ketersediaan alat dan bahan cukup
lengkap
80 - 90
Ketersediaan alat dan bahan kurang
lengkap
70 - 79
2 Proses dan Hasil Kerja
a. Kemampuan menggunakan Kemampuan menggunakan media
91 - 100
media baik
Kemampuan menggunakan media
80 - 90
cukup
Kemampuan menggunakan media
70 - 79
kurang
b. Kemampuan ketelitian dalam Kemampuannya sangat teliti 91 - 100
pengukuran jangka sorong Kemampuan teliti 80 - 90
Kemampuan kurang teliti 70 - 79
Komponen/Sub Komponen
No Indikator Skor
Penilaian
3 Sikap kerja
a. Keterampilan dalam bekerja Bekerja dengan terampil 91 -100
Bekerja dengan cukup terampil 80 - 90
Bekerja dengan kurang terampil 70 - 79
b. Kedisiplinan dalam bekerja Bekerja dengan disiplin 91 - 100
Bekerja dengan cukup disiplin 80 - 90
Bekerja dengan kurang disiplin 70 - 79
c. Tanggung jawab dalam bekerja Bertanggung jawab 91 - 100
Cukup bertanggung jawab 80 - 90
Kurang bertanggung jawab 70 - 79
c. Konsentrasi dalam bekerja Bekerja dengan konsentrasi 91 - 100
Bekerja dengan cukup konsentrasi 80 - 90

Bekerja dengan kurang konsentrasi 70 - 79

4 Waktu
Penyelesaian pekerjaan Selesai sebelum waktu berakhir 91 - 100
Selesai tepat waktu 80 - 90
Selesai setelah waktu berakhir 70 - 79

Mengetahui, Citeureup, Juli 2019


Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran

Unung Sudrajat, ST Uun Unisah, S.Si


NUPTK. 0054751653200023 NUPTK. 0360757657300013