Anda di halaman 1dari 5

OTITIS MEDIA KRONIS (OMK)

Definisi
 Radang telinga tengah (bahasa Latin: otitis media) adalah peradangan telinga bagian tengah
yang biasanya disebabkan oleh penjalaran infeksi dari tenggorok (faringitis) dan sering terjadi
pada anak-anak. Pada semua jenis otitis media juga dikeluhkan adanya gangguan dengar (tuli)
konduktif.
Dari perjalanan klinisnya, radang telinga tengah dibedakan atas akut (mendadak) dan kronis
(berproses dalam jangka panjang/lama).

 Otitis media adalah peradangan sebagian atau seluruh mukosa telinga tengah, tubaeustachius,
antrum mastoid dan sel-sel mastoid. Otitis media sering diawali denganinfeksi pada saluran napas
seperti radang tenggorokan atau pilek yang menyebar ketelinga tengah melalui tubaeustachius
(Kusuma, Hardi & Amin Huda Nurarif, 2013).Otitis media supuratif kronik (OMSK) adalah stadium
dari penyakit telinga tengahdimana terjadi peradangan kronis dari telinga tengah, mastoid dan
membrane timpanitidak intak (perforasi) dan ditemukan sekret (otorea), purulen yang hilang timbul.
Istilahkronik digunakan apabila penyakit ini hilang timbul atau menetap selama 2 bulan ataulebih
(Fung, K, 2004). OMSK adalah infeksi di telinga tengah dengan perforasi membrantimpani dan
sekret yang keluar dari telinga tengah terus- menerus atau hilang timbul.Sekret mungkin encer
atau kental, bening atau berupa nanah (Efiaty, 2007)

 Menurut Brunner & Suddart (2002) otitis media kronik adalah kondisi yangberhubungan dengan
patologi jaringan ireversibel dan biasanya disebabkankarena episode berulang otitis media akut.
Sering berhubungan denganperforasi menetap membran timpani.Nursiah (2003) menjelaskan
bahwa otitis media supuratif kronik ialahinfeksi kronik di telinga tengah lebih dari 2 bulan dengan
adanya perforasimembran timpani, sekret yang keluar dari telinga tengah dapat terusmenerus atau
hilang timbul. Sekret bisa encer atau kental, bening atauberupa nanah. Otitis Media Supuratif
Kronik ( OMSK) di dalam masyarakatIndonesia dikenal dengan istilah congek, teleran atau telinga
berair

Etiologi
 otitis media akut disebabkan karena masuknya bakteri patogenik ke dalam telinga tengah yang
normalnya steril.Paling sering terjadi bila terjadi disfungsi tuba eustachii seperti obstruksiyang
diakibatkaan oleh infeksi saluran pernapasan atas, inflamasi jaringandi sekitarnya (misalnya:
sinusitis, hipertrofi adenoid), atau reaksi alergi(misalnya: rinitis alergika). Bakteri yang umum
ditemukan sebagaiorganisme penyebab adalahStreptoccocus pneumoniae, Hemophylusinfluenzae,
dan Moraxella catarrhalis. Brunner & Suddart (2002)

 Kejadian OMSK hampir selalu dimulai dengan otitis media berulang pada anak, jarangdimulai
setelah dewasa. Faktor infeksi biasanya berasal dari nasofaring (adenoiditis,tonsilitis, rinitis,
sinusitis), mencapai telinga tengah melalui tuba Eustachius. Fungsi tubaEustachius yang abnormal
merupakan faktor predisposisi yang dijumpai pada anak dengan cleft palate dan down’s syndrom.
Faktor host yang berkaitan dengan insidenOMSK yang relatif tinggi adalah defisiensi immune
sistemik. Penyebab OMSK antaralain:
1.Lingkungan
Hubungan penderita OMSK dan faktor sosial ekonomi belum jelas, tetapi mempunyaihubungan
erat antara penderita dengan OMSK dan sosioekonomi, dimana kelompoksosioekonomi rendah
memiliki insiden yang lebih tinggi.Tetapi sudah hampir dipastikanhal ini berhubungan dengan
kesehatan secaraumum, diet, tempat tinggal yang padat
2.Genetik
Faktor genetik masih diperdebatkan sampai saat ini, terutama apakah
insidenOMSK berhubungan dengan luasnya sel mastoid yang dikaitkan sebagai faktorgenetik. Sist
emsel-sel udara mastoid lebih kecil pada penderita otitis media, tapibelum diketahui apakahhal ini
primer atau sekunder.
3.Otitis media sebelumnya
Secara umum dikatakan otitis media kronis merupakan kelanjutan dari otitismedia akutdan atau
otitis media dengan efusi, tetapi tidak diketahui faktor apayang menyebabkansatu telinga dan
bukan yang lainnya berkembang menjadikronis.
4.Infeksi
Bakteri yang diisolasi dari mukopus atau mukosa telinga tengah hampir
tidakbervariasi pada otitis media kronik yang aktif menunjukkan bahwa metode kulturyang digunak
anadalah tepat. Organisme yang terutama dijumpai adalah Gram-negatif, flora tipe-usus,dan
beberapa organisme lainnya.
5.Infeksi saluran napas
bagian atasBanyak penderita mengeluh sekret telinga sesudah terjadi infeksi saluran
nafasatas.Infeksi virus dapat mempengaruhi mukosa telinga tengah menyebabkanmenurunnya
dayatahan tubuh terhadap organisme yang secara normal beradadalam telinga tengah,sehingga
memudahkan pertumbuhan bakteri.
6.Autoimun
Penderita dengan penyakit autoimun akan memiliki insiden lebih besar terhadapotitismedia kronis.
7.Alergi Penderita
alergi mempunyai insiden otitis media kronis yang lebih tinggidibanding
yang bukan alergi. Yang menarik adalah dijumpainya sebagianpenderita yang alergi terhadapantibi
otik tetes telinga atau bakteria atau toksin-toksinnya, namun hal ini belum terbuktikemungkinannya.
8. Gangguan fungsi tuba eustacius
Pada otitis kronis aktif, dimana tuba eustachius sering tersumbat oleh edematetapi apakahhal ini
merupakan fenomen primer atau sekunder masih belumdiketahui. Pada telingayang inaktif
berbagai metode telah digunakan untukmengevaluasi fungsi tuba eustachiusdan umumnya
menyatakan bahwa tubatidak mungkin mengembalikan tekanan negatifmenjadi normal.

Klasifikasi
Otitis Media Supuratif Kronik berdasarkan aktivitas sekret diantaranya adalah :

1. OMSK aktif, terjadi sekret yang terus menerus keluar dari lubang perforasi, dibagi menjadi
beberapa tipe menurut perforasi, yaitu :
A. OMSK tipe aman (tipe mukosa/benigna/tanpa kolesteotoma)
 Terjadinya perforasi sentral, perforasi pada pars tensa yang dikelilingi sisa membrane
timpani di tepi perforasi
 Tanpa kolesteotoma (tumbuhnya tumor jinak di area telinga tengah atau di belakang
gendang telinga)
 Bisa disebut penyakit tubotimpani yang terjadi akibat perforasi membrane timpani
membuat mukosa telinga tengah dan tuba eustachius terpapar namun tidak menyebabkan
inflamasi pada mastoid ( infeksi tulang mastoid tengkorak.Mastoid ini terletak tepat di
belakang telinga.)
 Pada tipe aman, sekret mucoid dan bersifat intermitten.
B. OMSK tipe bahaya (tipe tulang/dengan kolesteotoma)
Tahap awal
 Perforasi marginal terjadi pada sebagian tepi perforasi yang langsung berhubungan
dengan annulus ataupun siklus timpanikum.
 Perforasi atik, terjadinya perforasi pars flaksida
Tahap lanjut
 Dapat disebut dengan penyakit atik koantral karena dapat mengenai tulang dinding
liang telinga luar antrum, atik dan sel mastoid
 Dapat terjadi abses, fistula retroaurikuler, polip atau jaringan granuliasi di tiang telinga
 Kolesteatoma terjadi karena adanya kantong retraksi atau kista epithelial gepeng yang
berisi epitel deskuamasi ditelinga tengah dan terus membesar apabila terjadi
sumbatan pada liang telinga tengah. Kolesteatoma terbagi menjadi kolesteatoma
kongetinal dan akuisita
 Pada tipe bahaya, sekret purulent, persiten, berbau khas, terkadang bercak darah

2. OMSK tenang, yang terjadi pada OMSK tenang berupa kavum timpani kering

PATHWAY
MANIFESTASI KLINIK
Brunner & Suddart (2002) menyebutkan manifestasi klinis pasien denganotitis media kronik
adalah sebagai berikut:

 Otorea intermitten atau persisten yang berbau busuk


 Evaluasi otoskopik membrana timpani memperlihatkan adanyaperforasi, dan kolesteatoma
dapat terlihat sebagai massa putih dibelakang membrana timpani atau keluar ke kanalis
eksternus melaluiluang perforas
 Hasil audiometri pada kasus kolesteatoma sering memperlihatkankehilangan pendengaran
konduktif atau campuran

PROSEDUR DIAGNOSTIK
 Laboratorium
 Pemeriksaan kultur dan sensitivitas terhadap eksudat menunjuk kanorganisme penyebab
 Hitung darah lengkap menunjukkan leukositosis
 Pencitraan
 Pemeriksaan rontgen menunjukan keterlibatan mastoid
 Timpanometri
 Mendeteksi kehilangan pendengaran dan mengevaluasi penyakit telinga tengah
 Audometri
 Menunjukan derajat kehilangan pendengaran
 Otoskopi pneumatik
 Dapat Menunjukan penurunan mobilitas membran timpani

KOMPLIKASI
Infeksi kronik telinga tengah tidak hanya mengakibatkan kerusakanmembrana timpani tetapi juga
dapat menghancurkan osikulus dan hampirselalu melibatkan mastoid.Menurut Williams & Wilkins
(2011), komplikasi otitis media kronik antaralain:

1. Mastoiditis
2. Meningitis
3. Meningitis adalah penyakit radang selaput otak (meningen). Penyebabmeningitis antara
lain adalah adanya rhinorhea, otorhea pada basiskranial yang memungkinkan kontaknya
cairan cerebrospinal denganlingkungan luar. Angka kejadian meningitis di dunia adalah
1-3 orangper 100.000 orang. Terdapat 11 pasien penderita meningitis dari 4160kasus
otitis media supuratif kronik.c.
4. Kolesteatomad.
5. Abses, septikemiae.
6. Limfadenopati, leukositosisf.
7. Kehilangan pendengaran permanen dan timpanosklerosis
8. Vertigo
PENATALAKSANAAN MEDIS
Menurut Arief Mansjoer (2011), Terapinya sering lama dan harus berulang-ulang karena:

1. Adanya perforasi membran timpani yang permanen


2. Terdapat sumber infeksi di faring, nasofaring, hidung, dan sinus paranasal,
3. Telah terbentuk jaringan patologik yang ireversibel dalam rongga mastoid
4. Gizi dan kebersihan yang kurang

DAFTAR PUSAKA
 Arif Mansjoer, 2011. Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta: EGCE
 fiaty. 2007. Buku Ajar Keperawatan Anak. Jakarta: Salemba Medika
 Kusuma, Hardi & Amin Huda Nurarif. 2013.Asuhan Keperawatan anak.Jakarta: EGC
 Sylvia A. Price & Lorraine M.W. 2006. Patofisiologi konsep klinis dan proses-
proses penyakit.Jakarta: EGC
 Djafar, Zainul A. 2003. Penatalaksanaan Penyakit dan Kelainan Telinga, Hidung,Tenggorok Edisi
3. Jakarta : Balai Penerbit FKU
 ITucker, Susan Martin, et al., 2007.Standar Perawatan Pasien PerencanaanKolaboratif &
Intervensi Keperawatan. Volume 2 Edisi 7. Jakarta : EGC