Anda di halaman 1dari 31

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMA Laboratorium UM


Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : XI / 1(Ganjil)
Materi Pokok : Termokimia
Alokasi Waktu : 2 x 45 Menit

A. Kompetensi Inti/KI
a. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
b. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun,
responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
c. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan masalah.
d. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah
secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
B. Kompetensi Dasar/KD dan Indikator Pencapaian Kompetensi/IPK
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.4 Menjelaskan konsep perubahan entalpi reaksi pada 3.4.1 Menghubungkan energi, kalor, dan entalpi reaksi.
tekanan tetap dalam persamaan termokimia 3.4.2 Membedakan sistem dan lingkungan
3.5 Menjelaskan jenis entalpi reaksi, hukum Hess dan 3.4.3 Menjelaskan pengertian sistem dan lingkungan dari suatu
konsep energi ikatan reaksi kimia
4.4 Menyimpulkan hasil analisis data percobaan 3.4.3 Mengidentifikasi ciri-ciri reaksi eksotermik dan reaksi
termokimia pada tekanan tetap endotermik
4.5 Membandingkan perubahan entalpi beberapa 3.4.4 Menjelaskan reaksi eksoterm dan reaksi endoterm melalui
reaksi berdasarkan data hasil percobaan diagram entalpi reaksi
3.4.5 Menuliskan persamaan reaksi termokimia
3.4.6 Menjelaskan jenis-jenis perubahan entalpi (entalpi
pembentukan standar (∆𝐻𝑓0), entalpi penguraian standar
(∆𝐻𝑑0), entalpi pembakaran standar (∆𝐻𝑐0), dan entalpi
pelarutan standar (∆𝐻𝑠0)).
4.4.1Menghitung kalor reaksi berdasarkan rumus yang diketahui.
4.4.2 Menentukan kapasitas kalor kalorimeter berdasarkan data
sekunder.
4.4.3 Menentukan kalor reaksi berdasarkan nilai kapasitas
kapasitas kalor kalorimeter sesuai dengan data sekunder.
4.4.4 Menentukan nilai ∆H reaksi dengan menggunakan data
entalpi pembentukan standar.
3.5.1 Menjelaskan konsep hukum Hess
3.5.2Menentukan nilai ∆H reaksi dengan menggunakan hukum
Hess.
3.5.3 Menjelaskan konsep energi ikatan
3.5.4 Menentukan nilai ∆H reaksi dengan menggunakan data
energi ikatan.
4.5.1 Membandingkan perubahan entalpi beberapa reaksi dari
data eksperimen dengan data entalpi pembentukan standart
dan data energi ikatan

C. Tujuan Pembelajaran
 Siswa dapat membedakan energi, suhu, panas dan kalor
 Siswa dapat menghubungkan energi, kalor, dan entalpi reaksi melalui diskusi.
 Siswa dapat membedakan sistem dan lingkungan dari suatu reaksi kimia
 Siswa dapat menjelaskan pengertian sistem dan lingkungan
 Siswa dapat mengidentifikasi ciri-ciri reaksi eksotermik dan reaksi endotermik
 Siswa dapat menjelaskan reaksi eksoterm dan reaksi endoterm melalui diagram entalpi reaksi
 Siswa dapat menuliskan persamaan reaksi termokimia
 Siswa dapat menjelaskan jenis-jenis perubahan entalpi entalpi pembentukan standar (∆𝐻𝑓0), entalpi penguraian standar (∆𝐻𝑑0), entalpi
pembakaran standar (∆𝐻𝑐0), dan entalpi pelarutan standar (∆𝐻𝑠0)).
 Siswa dapat menghitung kalor reaksi berdasarkan rumus yang diketahui.
 Siswa dapat menentukan kapasitas kalor kalorimeter berdasarkan data sekunder.
 Siswa dapat menentukan kalor reaksi berdasarkan nilai kapasitas kapasitas kalor kalorimeter sesuai dengan data sekunder.
 Siswa dapat menentukan nilai ∆H reaksi dengan menggunakan data entalpi pembentukan standar.
 Siswa dapat menjelaskan konsep hukum Hess
 Siswa dapat menentukan nilai ∆H reaksi dengan menggunakan hukum Hess.
 Siswa dapat menjelaskan konsep energi ikatan
 Siswa dapat menentukan nilai ∆H reaksi dengan menggunakan data energi ikatan.
 Siswa dapat membandingkan perubahan entalpi beberapa reaksi dari data eksperimen dengan data entalpi pembentukan standart dan data
energi ikatan
D. Materi Pembelajaran
1. Fakta
- Entalpi
2. Konsep
- Sistem dan lingkungan
- Energi ikatan
- Reaksi eksoterm dan reaksi endoterm
3. Prosedur
- Kalorimeter
- Perubahan entalpi
E. Model/Metode/Pendekatan Pembelajaran
Model pembelajaran : inkuiri terbimbing
Metode pembelajaran : diskusi kelompok, tanya jawab dan penugasan
Pendekatan pembelajaran : Saintifik
F. Media/Alat dan Bahan Pembelajaran
 Media : Lembar Kerja Siswa (LKS), Video, PPT dan lembar penilaian
 Alat dan Bahan : Spidol, papan tulis, proyektor, LCD
G. Sumber belajar
Buku ajar kimia Kelas XI, Kemendikbud 2013 dan artikel-artikel terkait
H. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan pertama :
Kegiatan Alokasi
Langkah Pembelajaran
Pembelajaran waktu
Pendahuluan
 Siswa menjawab salam dan berdo’a.
 Siswa diperiksa kehadirannya oleh guru.
Apersepsi
 Siswa meninjau kembali materi mengenai minyak bumi yang merupakan sumber energi
yang digunakan sebagai bahan bakar.
Kegiatan Awal 10 menit
 Siswa diberikan penjelasan mengenai tujuan pembelaran serta cakupan materi ajar
termokimia.
Motivasi
Siswa diberikan motivasi bahwa dalam isu energi terbarukan, siswa memiliki kesempatan
untuk menemukan sumber energi tersebut apabila memahami metode perhitungan efisiensi
bahan yang dipilih menggunakan konsep termokimia.
Mengamati
 Siswa memperhatikan penjelasan guru pada slide PPT mengenai energi, suhu, panas,
Kegiatan Inti kalor, entalpi,perubahan entalpi, sistem, lingkungan, reaksi eksoterm, reaksi endoterm, 60 menit
persamaan termokimia dan diagram tingkat energi.
 Siswa membaca bacaan pada LKS bagian tugas kelompok mengenai kopi panas.
Menanya
 Siswa diharapkan mengajukan pertanyaan:
Mengapa sendok akan terasa hangat setelah digunakan untuk mengaduk gelas berisi
kopi panas?
Membuat Hipotesis
 Siswa menuliskan hipotesis yang sudah didiskusikan pada kolom hipotesis.
Mengumpulkan Data
 Siswa dikondisikan untuk berkelompok sesuai dengan pembagian kelompok yang telah
diatur oleh guru.
 Setiap kelompok siswa menerima LKS yang dibagikan oleh guru.
 Siswa membaca dan menelaah LKS yang telah diberikan oleh guru dengan materi yang
sama setiap kelompoknya, yakni mengenai Pengenalan Termokimia.
 Siswa mengerjakan LKS sesuai dengan sumber informasi yang dimiliki.
Mengasosiasi
 Siswa melengkapi titik-titik kosong pada uji pemahaman 1.
 Siswa mengidentifikasi mengenai sistem dan lingkungan pada uji pemahaman 2.
 Siswa memprediksikan proses eksotermis dan endotermis dari suatu proses dan
persamaan reaksi termokimia pada uji pemahaman 3.
 Siswa membandingkan reaksi eksoterm dan reaksi endoterm berdasarkan diagram
entalpi reaksi.
 Siswa mendiskusikan temuannya mengenai jenis-jenis entalpi reaksi (ΔH).
Menyimpulkan
 Siswa menarik kesimpulan dari hasil analisis data yang sudah didiskusikan dan
menuliskan kesimpulannya pada kolom kesimpulan.
Mengkomunikasikan
Perwakilan dari setiap kelompok siswa menyampaikan hasil diskusi kelompoknya secara
lisan di depan kelas.
Penutup
 Setiap siswa dalam kelompok dipersilakan menyalin atau mengcopy jawaban LKS yang
telah dikerjakan bersama-sama untuk dijadikan pegangan siswa.
 Siswa mengumpulkan salah satu jawaban LKS yang telah dikerjakan secara berkelompok
kepada guru.
 Siswa diberi kesempatan oleh guru untuk menanyakan materi pembelajaran yang masih
Kegiatan Akhir 15 menit
belum jelas.
 Siswa bersama guru menyimpulkan materi pembelajaran.
 Siswa diberi tugas untuk merangkum dan mengumpulkan data mengenai Penentuan
Nilai ΔH Reaksi Melalui Eksperimen Sederhana.
 Siswa berdo’a.
 Siswa menjawab salam penutup.

Pertemuan kedua :
Kegiatan Langkah Pembelajaran Alokasi
Pembelajaran Waktu
Pendahuluan
 Siswa menjawab salam dan berdo’a.
 Siswa diperiksa kehadirannya oleh guru.
Apersepsi
 Siswa meninjau kembali materi pada pertemuan sebelumnya mengenai perubahan
entalpi reaksi.
Kegiatan awal Motivasi 10 menit
 Siswa diminta menunjukkan rangkuman yang ditugaskan pada pertemuan sebelumnya
untuk diapresiasi oleh guru.
 Siswa diberi informasi mengenai judul pembelajaran dan tujuan pembelajaran, yakni
kalorimetri.
 Siswa dikondisikan untuk bergabung dengan rekan-rekan sekelompoknya sesuai
pembagian kelompok yang telah ditentukan pada pertemuan sebelumnya.
Mengamati
 Siswa memperhatikan guru yang menjelaskan mengenai pengukuran nilai ΔH reaksi,
kalor jenis, dan kapasitas kalor kalorimeter.
Kegiatan inti  Siswa diperlihatkan video mengenai kalorimetri. 60 menit
Menanya
Siswa diharapkan mengajukan pertanyaan:
Bagaimana kinerja kalorimeter dalam mengukur kalor reaksi?
Mengumpulkan Data
 Setiap kelompok siswa menerima LKS yang dibagikan oleh guru.
 Siswa membaca dan menelaah LKS yang telah diberikan oleh guru dengan materi yang
sama setiap kelompoknya, yakni mengenai Penentuan ΔH Reaksi melalui Kalorimetri.
 Siswa mengerjakan LKS sesuai dengan sumber informasi yang dimiliki.
Mengasosiasi
 Siswa mendiskusikan temuannya mengenai cara kerja kalorimeter.
 Siswa mendiskusikan perhitungan kalor reaksi berdasarkan rumus yang diketahui.
 Siswa mendiskusikan penentuan kapasitas kalor kalorimeter berdasarkan data sekunder.
Mengkomunikasikan
Perwakilan dari setiap kelompok siswa menyampaikan hasil diskusi kelompoknya
secara lisan dalam pembahasan LKS.
Penutup
 Setiap siswa dalam kelompok dipersilakan menyalin atau mengcopy jawaban LKS yang
telah dikerjakan bersama-sama untuk dijadikan pegangan siswa.
 Siswa mengumpulkan salah satu jawaban LKS yang telah dikerjakan secara
Kegiatan akhir berkelompok kepada guru 15 menit
 Siswa diberi kesempatan oleh guru untuk menanyakan materi pembelajaran yang masih
belum jelas.
 Siswa bersama guru menyimpulkan materi pembelajaran.
 Siswa diberi tugas untuk membaca dan mengumpulkan data mengenai materi pada
pertemuan berikutnya yaitu Penentuan Nilai ΔH Reaksi Berdasarkan Data
Sekunder.
 Siswa berdo’a.
 Siswa menjawab salam penutup.
Pertemuan ketiga :
Kegiatan Alokasi
Langkah Pembelajaran
Pembelajaran Waktu
Pendahuluan
 Siswa menjawab salam dan berdo’a.
 Siswa diperiksa kehadirannya oleh guru.
Apersepsi
Kegiatan Awal Siswa meninjau kembali materi pada pertemuan sebelumnya mengenai penentuan ΔH 10 menit
melalui kalorimetri.
Motivasi
Siswa diberi informasi mengenai judul pembelajaran dan tujuan pembelajaran, yakni
mengenai penentuan nilai ΔH secara semiempirik.
Mengamati
Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai perhitungan ΔH reaksi berdasarkan
Kegiatan Inti data pembentukan standar, data energi ikatan, dan hukum Hess. 60 menit
Menanya
Siswa melakukan tanya jawab bersama guru mengenai penentuan ΔH reaksi.
Mengumpulkan Data
 Siswa dikondisikan untuk duduk berkelompok sesuai dengan pembagian kelompok pada
pertemuan pertama.
 Setiap kelompok siswa menerima LKS yang dibagikan oleh guru.
 Siswa membaca dan menelaah LKS yang telah diberikan oleh guru dengan materi yang
sama setiap kelompoknya, yakni mengenai Penentuan ΔH Reaksi secara
Semiempirik.
 Siswa mengerjakan LKS sesuai dengan sumber informasi yang dimiliki.
Mengasosiasi
 Siswa mendiskusikan perhitungan ΔH reaksi berdasarkan data ΔH pembentukan
standar.
 Siswa mendiskusikan perhitungan ΔH reaksi menggunakan hukum Hess.
 Siswa mendiskusikan perhitungan ΔH reaksi berdasarkan data energi ikatan.
Mengkomunikasikan
Perwakilan dari setiap kelompok siswa menyampaikan hasil diskusi kelompoknya
secara lisan dalam pembahasan LKS.
Kegiatan Akhir Penutup
 Setiap siswa dalam kelompok dipersilakan menyalin atau mengcopy jawaban LKS yang
telah dikerjakan bersama-sama untuk dijadikan pegangan siswa. 15 menit
 Siswa mengumpulkan salah satu jawaban LKS yang telah dikerjakan secara
berkelompok kepada guru
 Siswa diberi kesempatan oleh guru untuk menanyakan materi pembelajaran yang masih
belum jelas.
 Siswa bersama guru menyimpulkan materi pembelajaran.
 Siswa diberi tugas untuk membaca dan mengumpulkan materi mengenai Laju Reaksi
(Faktor-faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi) untuk dibahas pada pertemuan
berikutnya.
 Siswa berdo’a.
 Siswa menjawab salam penutup.
EVALUASI PEMBELAJARAN
1. Prosedur Penilaian
a. Penilaian kognitif : Tes tertulis
b. Penilaian afektif : Sikap siswa selama pembelajaran berlangsung
c. Penilaian psikomotorik : Keterampilan siswa selama melakukan diskusi dan presentasi
2. Instrumen Penilaian
 Instrumen Penilaian kognitif

NO IPK Indikator Butir Soal Soal Skor

1 3.4.1 Menghubungkan Disediakan gambar 1. Jelaskan apa yang Anda ketahui mengenai energi? 10
energi, kalor, dan air panas dalam gelas, 2. Jelaskan apa yang Anda ketahui mengenai kalor? 10
entalpi reaksi. siswa dapat 3. Jelaskan apa yang Anda ketahui mengenai entalpi? 10
menjelaskan 4. Bagaimana hubungan energi, kalor, entalpi dan perubahan entalpi? 20
hubungan energi,
kalor dan entalpi Jawaban:
reaksi 1. Energi didefinisikan sebagai kemampuan untuk melakukan kerja.
2. Kalor merupakan perubahan energi yang dialami oleh sebuah
materi.
3. Entalpi merupakan jumlah total energi kalor yang terkandung
dalam suatu materi.
4. Setiap materi mengandung energi dalam bentuk energi potensial
dan energi kinetik. Jika energi yang terkandung dalam dalam
materi tersebut berubah, maka perubahan energi ini dinamakan
kalor. Kandungan kalor suatu zat diberi istilah entalpi (simbol:
H). Entalpi suatu zat tidak dapat diukur langsung, melainkan
diukur dari perubahannya. Perubahan entalpi (simbol: ΔH) terjadi
ketika suatu zat mengalami reaksi.
2. 3.4.2 Membedakan Disediakan beberapa 5. Identifikasi sistem dan lingkungan berikut:
sistem dan contoh reaksi kimia, a) Campuran gula dan air dalam gelas kimia. 10
lingkungan dari siswa dapat b) Reaksi gas hidrogen dan gas oksigen membentuk uap di 10
suatu reaksi mengidentifikasi udara.
kimia sistem dan c) Reaksi ozon (gas O3) dan nitrogen monoksida membentuk 10
lingkungan dari gas nitrogen dioksida dalam udara yang tercemar.
reaksi kimia Jawaban :
a. Campuran gula dan air merupakan sistem dan gelas kimia
merupakan lingkungan.
b. Reaksi gas hidrogen dan gas oksigen merupakan sistem dan udara
merupakan lingkungan.
c. Reaksi ozon (gas O3) dan nitrogen monoksida merupakan sistem
dan udara yang tercemar merupakan lingkungan.

3. 3.4.3 Menjelaskan Disediakan gambar 6. Apakah perbedaan antara sistem dan lingkungan? 10
pengertian sistem CuSO4 dalam labu
dan lingkungan ukur, siswa dapat Jawaban :
menjelaskan sistem Sistem adalah bagian dari alam semesta yang ingin dipelajari
dan lingkungan (subjek kajian), sedangkan semesta yang berada di luar sistem
disebut lingkungan.

4. 3.4.3 Mengidentifikasi Diberikan gambar air 7. Perhatikan gambar berikut : 10


ciri-ciri reaksi panas dan air dingin
eksotermik dan didalam gelas, siswa
reaksi dapat
endotermik mengidentifikasi ciri- Dari dua gambar berikut, Jelaskan zat mana yang mengalami
ciri reaksi eksotermik reaksi eksoterm dan reaksi endoterm?
dan reaksi
endotermik Jawaban :
Air panas mengalami reaksi eksoterm dan air dingin mengalami
reaksi endoterm. Air panas mengalami reaksi eksoterm karena terjadi
kenaikan suhu. Air dingin mengalami reaksi endoterm karena terjadi
penurunan suhu.
5. 3.4.4 Menjelaskan Diberikan 2 jenis 8. Tentukan jenis reaksi berikut berdasarkan subjek yang melepas
reaksi eksoterm dan reaksi, siswa dapat atau menyerap kalor? Jelaskan alasannya.
reaksi endoterm menjelaskan reaksi a) Reaksi antara larutan HCl dengan larutan NaOH. Temperatur 10
melalui diagram eksoterm dan reaksi larutan naik kemudian kembali seperti semula.
entalpi reaksi endoterm melalui b) Reaksi antara amonium karbonat [(NH4)2CO3] dengan asam 10
diagram entalpi asetat (CH3COOH) pekat. Temperatur larutan turun kemudian
reaksi kembali seperti temperatur semula.

Jawaban:
a) Eksoterm, temperatur awal dapat dicapai kembali karena terjadi
perpindahan kalor dari sistem ke lingkungan (reaksi eksoterm).

b) Endoterm, temperatur
awal dicapai kembali karena
terjadi perpindahan kalor dari
lingkungan ke sistem. (reaksi
endoterm).

6. 3.4.5 Menuliskan Diberikan deskripsi 9. Tuliskan persamaan termokimia untuk reaksi-reaksi berikut:
persamaan reaksi reaksi kimia, siswa a) Pada reaksi C3H8(g) dan 5O2(g) dihasilkan 3CO2(g) dan 10
termokimia dapat menuliskan 4H2O(l) serta membebaskan kalor sebesar 223 kJ.
persamaan reaksi b) Pada reaksi penguraian 2AgBr(s) menjadi 2Ag(s) dan Br2(l) 10
termokimia menyerap kalor sebesar 99,96 kJ.
Jawaban:
Persamaan termokimianya menjadi:
a) C3H8(g) + 5O2(g) → 3CO2(g) + 4H2O(l) ΔH = –223 kJ.
b) 2AgBr(s) → 2Ag(s) + Br2(l)
ΔH = +99,96 kJ.
7. 3.4.6 Menjelaskan 10. Jelaskan apa yang Anda ketahui mengenai entalpi pembentukan 10
jenis-jenis standar (∆𝐻𝑓0 ). Berikan contohnya?
perubahan 11. Jelaskan apa yang Anda ketahui mengenai entalpi penguraian 10
entalpi (entalpi standar (∆𝐻𝑑0 ). Berikan contohnya?
pembentukan 12. Jelaskan apa yang Anda ketahui mengenai entalpi pembakaran 10
standar (∆𝐻𝑓0), standar (∆𝐻𝑐0 ). Berikan contohnya?
entalpi 13. Jelaskan apa yang Anda ketahui mengenai entalpi pelaruan 10
penguraian standar (∆𝐻𝑠0 ). Berikan contohnya?
standar (∆𝐻𝑑0),
entalpi Jawaban:
pembakaran 10. Entalpi pembentukan standar (∆𝐻𝑓0) suatu senyawa menyatakan
standar (∆𝐻𝑐0), jumlah kalor yang diperlukan atau dibebaskan untuk proses
dan entalpi pembentukan 1 mol senyawa dari unsur-unsurnya pada keadaan
pelarutan standar standar/STP (298 K, 1 atm). Contoh:
(∆𝐻𝑠0)). Na(s) + Cl2(g) → NaCl(s) ΔH = –410,9 kJ
11. Entalpi penguraian standar (∆𝐻𝑑0) suatu senyawa menyatakan
jumlah kalor yang diperlukan atau dibebaskan untuk proses
penguraian 1 mol senyawa menjadi unsur-unsurnya pada
keadaan standar (298 K, 1 atm). Contoh:
1
CaO(s) → Ca(s) + 2O2(g) ΔH = +638 kJ

12. Entalpi pembakaran standar (∆𝐻𝑐0) suatu senyawa menyatakan


jumlah kalor yang diperlukan atau dibebaskan untuk pembakaran
1 mol zat (unsur atau senyawa) menjadi unsur-unsurnya pada
keadaan standar (298 K, 1 atm). Contoh:
CH4(g) + O2(g) → CO2(g) + H2O(l)
ΔH = –890,37 kJ
13. Entalpi pembakaran standar (∆𝐻𝑠0) menyatakan kalor yang
diperlukan atau dibebaskan untuk melarutkan 1 mol zat pada
keadaan standar (298K, 1 atm). Contoh:
NaCl(s) → NaCl(aq) ΔH = +3,9 kJ mol–1
8. 4.4.1 Menghitung kalor Diberikan data, siswa 14. Pada suatu percobaan, 3 kg air dipanaskan sehingga suhu air naik 10
reaksi dapat menghitung dari 25°C menjadi 72°C. Jika diketahui kalor jenis air = 4,2 J g–
berdasarkan kalor reaksi 1
°C–1, tentukan ΔH reaksi pemanasan tersebut.
rumus yang berdasarkan rumus
diketahui. yang diketahui Jawaban:
Q = m × c × ΔT
= 3000 g × 4,2 J g–1°C–1 × (72 – 25)°C
= 3000 g × 4,2 J g–1°C–1 × 47°C
= 592200 J
= 592,2 kJ
9. 4.4.2 Menentukan Diberikan data, siswa 15. Ke dalam kalorimeter dituangkan 50 g air dingin (25°C), 10
kapasitas kalor dapat menentukan kemudian ditambahkan 75 g air panas (60°C) sehingga suhu
kalorimeter kapasitas kalor campuran menjadi 35°C. Jika suhu kalorimeter naik sebesar 7°C,
berdasarkan data kalorimeter tentukan kapasitas kalor kalorimeter. (cair = 4,2 J g–1°C–1).
sekunder. berdasarkan data
sekunder Jawaban:
Qair panas = Qair dingin + Qkalorimeter
Qair panas = mair panas × c × ΔT
= 75 g × 4,2 J g–1°C–1 × (35 – 60)°C
= –7875 J

Qair dingin = mair dingin × c × ΔT


= 50 g × 4,2 J g–1°C–1 × (35 – 25)°C
= +2100 J
Qkalorimeter = Ck × ΔT

Qair panas + Qair dingin + Qkalorimeter = 0


–7875 J + 2100 J + (Ck × 7°C) = 0
(𝟕𝟖𝟕𝟓−𝟐𝟏𝟎𝟎)𝐉
Ck = = 825 J°C–1
𝟕°𝐂

10. 4.4.4 Menentukan nilai Diberikan persamaan 16. Diketahui: 15


∆H reaksi reaksi dan data CS2 + 3O2 → CO2 + 2SO2 ΔH = –1110 kJ
dengan perubahan entalpi, CO2 → C + O2 ΔH = +394 kJ
menggunakan siswa dapat SO2 → S + O2 ΔH = +297 kJ
data entalpi menentukan nilai ∆H Tentukan kalor pembentukan CS2?
pembentukan reaksi dengan
standar. menggunakan data Jawaban:
entalpi pembentukan CO2 + 2SO2 → CS2 + 3O2 ΔH1 = +1110 kJ
standar. C + O2 → CO2 ΔH2 = –394 kJ
2S + 2O2 → 2SO2 ΔH3 = –594 kJ
C + 2S → CS2

ΔHreaksi = (ΔH1 + ΔH2 + ΔH3)


= (1110 – 394 – 594) kJ
= +122 kJ
11. 3.5.1 Menggambarkan Diberikan persamaan 17. Diketahui persamaan reaksi sebagai berikut : 15
diagram hukum reaksi, siswa dapat
Hess menggambarkan C(s) + O2(g) CO2(g) ΔH = –94 kal
diagram hukum Hess CO(g) + ½ O2(g) CO2(g) ΔH = –68 kal
a. Hitunglah perubahan entalpi untuk persamaan reaksi tersebut.
b. Buatlah diagram hukum hess dari persamaan reaksi tersebut.
Jawaban :
C(s) + O2(g) CO2(g) ΔH = –94 kal
CO2(g) CO(g) + ½ O2(g) ΔH = +68 kal
C(s) + O2(g) CO(g) + ½ O2(g) ΔH = –26 kal

Diagram hukum Hess :

ΔH3 = –26 kal


C(s) + O2(g) CO(g) + ½ O2(g)

ΔH1 = –94 kal


ΔH2 = +68 kal
CO2(g)

12. 3.5.2Menentukan nilai Diberikan diagram 18. Perhatikan diagram entalpi berikut, kemudian tentukan kalor 10
∆H reaksi tingkat energi, siswa peleburan 1 mol es.
dengan dapat menentukan
menggunakan nilai ∆H reaksi Entalpi (kJ)
hukum Hess. dengan menggunakan
hukum Hess. 0 2H2(g) + O2(g)

–572 2H2O(l)

–584 2H2O(s)

Jawaban:
Berdasarkan diagram: ΔHf H2O(s) = –584 kJ
ΔHf H2O(l) = –572 kJ
Reaksi peleburan es:
2H2O(s) → 2H2O(l) ΔHreaksi=?
ΔH = (–572) – (–584) = 12 kJ

Untuk meleburkan 1 mol H2O(s):


𝟏𝟐 𝒌𝑱
ΔH = = 6 kJ mol–1
𝟐
13. 3.5.3 Menjelaskan Diberikan ilustrasi, 19. Reaksi kimia melibatkan pemutusan dan pembentukan ikatan 10
konsep energi siswa dapat yang melibatkan suatu energi yang disebut energi ikatan. Apa
ikatan menjelaskan konsep yang dimaksud dengan energi ikatan?
energi ikatan Jawaban :
Energi ikatan adalah jumlah energi yang dibutuhkan untuk
memutuskan satu mol ikatan pada senyawa kovalen dalam fasa gas
untuk membentuk produk dalam fasa gas pada suhu dan tekanan
konstan.
14. 3.5.4 Menentukan nilai Diberikan data energi 20. Diketahui nilai energi ikatan: 20
∆H reaksi ikatan dan persamaan C—C = 348 kJ mol–1
dengan reaksi, siswa dapat C=C = 614 kJ mol–1
menggunakan menentukan nilai ∆H C—H = 413 kJ mol–1
data energi reaksi dengan C—Cl = 328 kJ mol–1
ikatan. menggunakan data H—Cl = 431 kJ mol–1
energi ikatan. Tentukan ΔH reaksi C2H4 + HCl → C2H5Cl.
Jawaban:
Energi total pemutusan ikatan (pereaksi):
4 × Ei.C—H = 4 × 413 kJ mol–1 = 1652 kJ mol–1
1 × Ei. C=C = 1 × 614 kJ mol–1 = 614 kJ mol–1
1 × Ei. H—Cl = 1 × 431 kJ mol–1 = 431 kJ mol–1
E.total = 2697 kJ mol–1
Energi total pembentukan ikatan (hasil reaksi):
5× Ei.C—H = 5 × 413 kJ mol–1 = 2065 kJ mol–1
1× Ei.C—C = 1 × 348 kJ mol–1 = 348 kJ mol–1
1 × Ei.C—Cl = 1 × 328 kJ mol–1 = 248 kJ mol–1
E.total = 2741 kJ mol–1
ΔH reaksi = E pereaksi – E hasil reaksi
= (2697 – 2741) kJ mol–1
= –44 kJ mol–1
15. 4.5.1Membandingkan Diberikan data hasil 21. Diketahui bahwa entalpi pembakaran metana adalah -891,2 10
perubahan entalpi eksperimen kJ/mol. Persamaan reaksi :
beberapa reaksi dari pembakaran metana,
data eksperimen siswa dapat CH4 (g) + 2O2(g) CO2(g) + 2H2O(g)
dengan data entalpi membandingkan Dari persamaan tersebut, bandingankanlah perubahan entalpi
pembentukan standart perubahan entalpi pembakaran metana dengan menghitung perubahan entalpi dari
beberapa reaksi dari data entalpi pembentukan standar.
data eksperimen Jawaban :
dengan data entalpi Data : ∆𝐻𝑓0 CH4 = -74,9 kJ/mol, ∆𝐻𝑓0 CO2 = -394 kJ/mol, ∆𝐻𝑓0 H2O =
pembentukan standart -242 kJ/mol
∆𝐻𝑟𝑒𝑎𝑘𝑠𝑖 = ∆𝐻 𝑝𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘 − ∆𝐻𝑟𝑒𝑎𝑘𝑡𝑎𝑛
= ( ∆𝐻𝑓0 CO2 + 2 ∆𝐻𝑓0 H2O) - ∆𝐻𝑓0 CH4
= (( -394 + (2x-242)) – (-74,9)) kJ/mol
= - 803,1 kJ/mol
 Instrumen Penilaian Afektif
Penilaian afektif menggunakan lembar observasi yang terlampir pada Pedoman Penilaian
 Instrumen Penilaian Psikomotor
Penilaian psikomotor menggunakan lembar observasi yang terlampir pada Pedoman Penilaian
3. Pedoman Penilaian
 Penilaian Pengetahuan
Tabel penilaian hasil tes
Nomor Soal

No Nama Siswa Skor

10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
1
2
3
4
5
6
7
8
9
1 AYU MARTHA K
2 DENI AINUR R
3 FIKA ANING T
4 FIRNANDA F D
5 IDEA P L
6 IMA ROSYIDA
7 M MUSLEH K
8 SITI AQILAH R

𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ
Nilai = ×100
𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑠𝑘𝑜𝑟
 Penilaian Afektif
Tujuan Afektif:
a. Siswa mampu menunjukkan perilaku ilmiah dalam memecahkan masalah pada diskusi kelompok.
LEMBAR OBSERVASI SIKAP ILMIAH
Sikap Ilmiah Individu
NO Nama Peserta Didik Jumlah Skor Nilai
1 2 3 4
1
2
3
4
dst

Rubrik Penilaian :
Aspek Penilaian Kriteria Skor
Teliti dalam hal melakukan pengamatan, mencatat data, dan mendeskripsikan hasil
5
pengamatan
Teliti dalam hal melakukan pengamatan dan mencatat data tetapi masih kurang
4
pada pendeskripsian hasil pengamatan
Teliti dalam hal melakukan pengamatan tetapi masih kurang pada pencatatan data,
1. Ketelitian 3
dan pendeskripsian hasil pengamatan
Kurang teliti dalam hal melakukan pengamatan, mencatat data, dan
2
mendeskripsikan hasil pengamatan
Tidak teliti dalam hal melakukan pengamatan, mencatat data, dan mendeskripsikan
1
hasil pengamatan
Jujur dalam hal melakukan pengamatan, mencatat data, mendeskripsikan hasil 5
pengamatan, menyimpulkan hasil pengamatan dan menyusun laporan
Jujur dalam hal melakukan pengamatan, mencatat data, mendeskripsikan hasil
pengamatan, menyimpulkan hasil pengamatan tetapi masih kurang dalam 4
menyusun laporan
Jujur dalam hal melakukan pengamatan, mencatat data, mendeskripsikan hasil
2. Ketelitian 3
pengamatan, tetapi masih kurang dalam menyimpulkan hasil pengamatan dan
menyusun laporan
Kurang jujur dalam hal melakukan pengamatan, mencatat data, mendeskripsikan 2
hasil pengamatan, menyimpulkan hasil pengamatan dan menyusun laporan
Tidak jujur dalam hal melakukan pengamatan, mencatat data, mendeskripsikan 1
hasil pengamatan, menyimpulkan hasil pengamatan dan menyusun laporan
Bertanggung jawab dalam hal melakukan pengamatan, mencatat data,
mendeskripsikan hasil pengamatan, menyimpulkan hasil pengamatan dan 5
menyusun laporan
Bertanggung jawab dalam hal melakukan pengamatan, mencatat data,
mendeskripsikan hasil pengamatan, tetapi masih kurang dalam menyimpulkan hasil 4
pengamatan dan menyusun laporan
Bertanggung jawab dalam hal melakukan pengamatan, mencatat data, tetapi masih
3. Kejujuran kurang dalam mendeskripsikan hasil pengamatan, menyimpulkan hasil pengamatan 3
dan menyusun laporan
Kurang bertanggung jawab dalam hal melakukan pengamatan, mencatat data,
mendeskripsikan hasil pengamatan, menyimpulkan hasil pengamatan dan 2
menyusun laporan
Tidak bertanggung jawab dalam hal melakukan pengamatan, mencatat data,
mendeskripsikan hasil pengamatan, menyimpulkan hasil pengamatan dan 1
menyusun laporan
Dapat memberi dan menerima penjelasan dari teman sekelompoknya. 5
Dapat memberi dan sebagian menerima penjelasan dari teman kelompoknya 4
Sebagian memberi dan sebagian dapat menerima penjelasan dari teman
4. Ketelitian 3
sekelompoknya.
Sebagian memberi dan tidak menerima penjelasan dari teman sekolompoknya. 2
Tidak dapat memberi dan tidak dapat menerima penjelasan dari teman
1
sekelompoknya.

Jumlah Skor
Nilai  100
skor maksimal

Tujuan Afektif:
b. Siswa mampu menunjukkan sikap aktif dalam bertanya maupun menjawab pertanyaan terkait materi termokimia.
Aspek yang Dinilai
Skor
No. Nama Siswa Aktif Bertanya Aktif Menjawab
Total
0 1 2 0 1 2
1.
2.
3.
...
Rubrik:
0 : jika tidak aktif dalam bertanya dan menjawab pertanyaan yang disampaikan.
1 : jika bertanya dan menjawab pertanyaan yang disampaikan, namun tidak sistematis dalam menyampaikan pertanyaan dan salah
konsepnya ketika menjawab.
2 : jika bertanya dan menjawab pertanyaan yang disampaikan, serta sistematis dalam menyampaikan pertanyaan dan benar
konsepnya ketika menjawab.
Tujuan Afektif:
c. Siswa mampu menunjukkan sikap kritis dalam menanggapi penjelasan maupun pendapat mengenai peristiwa yang terjadi dalam
mempelajari termokimia.
Aspek yang Dinilai
Skor
No. Nama Siswa Bertanya Berpendapat Menjawab
Total
0 1 2 0 1 2 0 1 2
1.
2.
3.
...
Rubrik:
0 : jika tidak bertanya, tidak berpendapat, dan tidak menjawab.
1 : jika bertanya, berpendapat, atau menjawab, namun kurang sesuai dengan materi.
2 : jika bertanya, berpendapat, atau menjawab, dan isinya sesuai dengan materi.
Penilaian Psikomotor
Tujuan Psikomotor:
a. Siswa terampil dalam menyajikan data hasil diskusi kelompok mengenai pengenalan termokimia secara sistematis menggunakan
bahasa yang sesuai.
Aspek yang Dinilai
Penggunaan Kecakapan Skor
No. Nama Siswa
Bahasa dalam Berbicara Total
0 1 2 0 1 2
1.
2.
3.
...
Rubrik:
0 : jika tidak menggunakan bahasa yang sopan atau tidak mahir dalam menyampaikan informasi hasil diskusi kelompok.
1 : jika menggunakan bahasa yang sopan namun tidak percaya diri dalam berbicara atau kurang mahir dalam menyampaikan
informasi hasil diskusi kelompok secara sistematis.
2 : jika menggunakan bahasa yang sopan atau mahir dalam menyampaikan informasi hasil diskusi kelompok secara sistematis.