Anda di halaman 1dari 14

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat
rahmat, hidayah dan karunia-Nya maka penulis dapat menyelesaikan skripsi ini
dengan judul : “Hubungan Insentif Dengan Motivasi Kerja Karyawan Pada
PT. XYZ”. Skripsi ini diajukan untuk memenuhi salah satu syarat dalam
menempuh ujian Sarjana Ekonomi.
Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini masih banyak terdapat
kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan, hal ini dikarenakan keterbatasan
kemampuan yang penulis miliki. Atas segala kekurangan dan ketidaksempurnaan
skripsi ini, penulis sangat mengharapkan masukan, kritik dan saran yang bersifat
membangun kearah perbaikan dan penyempurnaan skripsi ini. Cukup banyak
kesulitan yang penulis temui dalam penulisan skripsi ini, tetapi Alhamdullilah dapat
penulis atasi dan selesaikan dengan baik. Akhir kata penulis berharap semoga
skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak dan semoga amal baik yang telah
diberikan kepada penulis mendapat balasan dari Allah SWT.

Bandung, Mei 2010

Penulis

i
DAFTAR ISI

Contents
KATA PENGANTAR ............................................................................................. i
BAB I ...................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN .................................................................................................. 1
A. Latar Belakang ......................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah .................................................................................... 2
C. Tujuan Penelitian ...................................................................................... 2
D. Manfaat Penelitian .................................................................................... 3
BAB II ..................................................................................................................... 4
TINJAUAN PUSTAKA ......................................................................................... 4
A. Tinjauan Umum tentang Manajemen Waktu ........................................... 4
B. Tinjauan Umum tentang Kinerja .............................................................. 7
BAB III ................................................................................................................... 8
METODE PENELITIAN ........................................................................................ 8
A. Jenis Penelitian ........................................................................................ 8
B. Lokasi dan Waktu Penelitian .................................................................... 8
C. Populasi dan Sampel ................................................................................ 8
D. Pengumpulan Data .................................................................................. 9
E. Analisis Data .......................................................................................... 10
BAB V................................................................................................................... 11
PENUTUP ............................................................................................................. 11
A. Kesimpulan ............................................................................................. 11
B. Saran ....................................................................................................... 11

ii
BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Keperawatan sebagai bentuk pelayanan profesional merupakan bagian

integral yang tidak dapat dipisahkan dari upaya pelayanan kesehatan secara

menyeluruh. Selain itu, pelayanan keperawatan merupakan salah satu faktor

penentu baik buruknya mutu dan citra institusi pelayanan kesehatan. Pelayanan

keperawatan mempunyai posisi yang sangat strategis dalam menentukan mutu

karena jumlah perawat terbanyak dari profesi lain dan paling lama kontak

dengan klien, sehingga keperawatan adalah ujung tombak pelayanan kesehatan

dan sering digunakan sebagai indikator pelayanan kesehatan yang bermutu,

serta berperan dalam menentukan tingkat kepuasan klien (Priyanto, 2009).

Rumah sakit adalah bagian penting dari suatu sistem kesehatan, karena

rumah sakit menyediakan pelayanan kuratif kompleks, pelayanan gawat

darurat, berfungsi sebagai pusat rujukan dan merupakan pusat alih pengetahuan

dan keahlian (teknologi). Untuk meningkatkan kepuasan pemakai jasa, rumah

sakit harus senantiasa meningkatkan mutu pelayanan sesuai dengan harapan

pelanggan yang dapat dilakukan melalui peningkatan kualitas kerja. Saat ini

keberhasilan sebuah rumah sakit sangat ditentukan oleh pengetahuan,

keterampilan, kreativitas dan motivasi staf dan karyawannya. Kehadiran

teknologi dan sumber daya lain hanyalah alat atau bahan pendukung, karena

pada akhirnya sumber daya manusialah yang paling menentukan. Tenaga

perawat yang merupakan “the caring profession” mempunyai kedudukan yang

1
penting dalam menghasilkan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit,

karena pelayanan yang diberikan berdasarkan pendekatan bio-psiko-sosial-

spritual. Pelayanan keperawatan merupakan pelayanan yang unik dilaksanakan

selama 24 jam dan berkesinambungan merupakan kelebihan tersendiri

dibanding pelayanan lainnya. Oleh sebab itu, pihak rumah sakit harus terus

memantau kinerja karyawan (Danim, 2004).

Berdasarkan uraian yang telah penulis paparkan, maka penulis

mengangkat topik yang berjudul “Hubungan Manajemen Waktu dengan

Kinerja Perawat Pelaksana di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara

Balikpapan”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas maka perlu diteliti

apakah ada hubungan antara manajemen waktu dengan kinerja perawat

pelaksana di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan ?

C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Untuk mengetahui apakah ada hubungan antara manajemen waktu

dengan kinerja perawat pelaksana di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit

Bhayangkara Balikpapan.

2. Tujuan Khusus

a. Mengidentifikasi manajemen waktu di ruang Rawat Inap Rumah Sakit

Bhayangkara Balikpapan.

2
b. Mengidentifikasi kinerja perawat di ruang Rawat Inap Rumah Sakit

Bhayangkara Balikpapan.

c. Menganalisis hubungan antara manajemen waktu dan kinerja perawat

di ruang Rawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan.

D. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Ilmiah

Memberikan sumbangan Ilmiah dalam ilmu manajemen kepawatan,

yaitu pentingnya manajemen waktu dalam melaksanakan tugas – tugas

perawat di instansi kesehatan.

2. Manfaat Institusi

Bagi Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan: sebagai bahan

masukan bagi manajer rumah sakit untuk meningkatkan kinerja perawat

dalam mengelola mutu pelayanan keperawatan pasien rawat inap di rumah

sakit

3. Manfaat Praktis

Menambah wawasan dan pengalaman penulis secara langsung

tentang hubungan manajemen waktu dengan kinerja perawat di sebuah

instansi kesehatan.

3
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Umum tentang Manajemen Waktu

1. Pengertian Manajemen

Manajemen adalah proses memperoleh tindakan melalui usaha

orang lain. Dapat dipahami bahwa manajemen adalah kekuatan utama

dalam organisasi yang mengkoordinir berbagai kegiatan bagian-bagian

(sub sistem) serta berhubungan dengan lingkungan. Maka manajemen

adalah suatu proses memadukan sumber daya yang tidak berhubungan ke

dalam keseluruhan sistem untuk pencapaian tujuan. Manajemen berusaha

memfokuskan perhatian atas proses pokok administrasi mencakup

perencanaan, pengorganisasian, dan pengawasan yang sangat esensial jika

organisasi ingin mencapai tujuan dan sasaran utamanya. Lebih jauh

dijelaskan bahwa aktivitas manajerial berlangsung pada organisasi bisnis,

pemerintahan, pendidikan, sosial dan organisasi lain di mana unsur

manusia dan sumber daya fisik dipadukan untuk mencapai tujuan yang

akan di capai. Dengan demikian, istilah manajemen mengacu pada suatu

proses mengkoordinasi dan mengintergrasikan kegiatan-kegiatan kerja

agar diselesaikan secara efisien dan efektif dengan melalui orang lain.

Proses menggambarkan fungsi-fungsi yang berjalan terus atau kegiatan-

kegiatan utama yang dilakukanoleh para manajer. Fungsi-fungsi tersebut

biasanya disebut sebagai merencanakan, mengorganisasi, memimpin, dan

mengendalikan (Syafaruddin, 2015).

4
Pada umumnya manajemen dibagi menjadi beberapa fungsi, yaitu

merencanakan, mengkoordinasikan, mengawasi dan mengendalikan

kegiatan dalam rangka usaha untuk mencapai tujuan yang diinginkan

secara efektif dan efisien.

2. Pengertian Waktu

Waktu adalah saat, masa yang akan datang atau saat yang telah

berlalu. Ada pribahasa berbunyi “time is money“, karena itu sebaiknya kita

kreatif mengatur waktu, agar waktu yang luang itu menjadi uang atau

produktif. Bila waktu yang dipakai secara boros, berarti kita boros pada

hidup kita, jika seseorang dapat menguasai waktu maka orang tersebut

dapat menguasai hidup, dan mengambil manfaat dari hidup Ada dua

pengertian tentang waktu, yaitu sebagai kronos dan kairos. Kronos adalah

waktu-waktu yang kita jalani, misalnya Senin, Selasa, Sehari, Sebulan,

Setahun. Seringkali kita menggunakannya pada istilah kronologis.

Sedangkan kairos adalah waktu yang bermakna bagi kita. Dari usia 0 tahun

hingga 17 tahun kita menjalani kronos, tapi dalam kurun waktu itu pasti

ada saat-saat penting yang membawa kesan tersendiri bagi kita (Zein,

2016).

Bagaimana reaksi kita pada saat itu dan bagaimana kita

menghadapinya? Pelajaran apa yang kita peroleh dari peristiwa itu? Itulah

kairos, saat-saat bermakna dalam perjalanan hidup yang membentuk

karakter individu. Kairos tidak harus berupa peristiwa besar, mungkin

hanya peristiwa kecil atau sepele, tapi yang penting bisa belajar sesuatu.

5
3. Pengertian Manajemen Waktu

Manajemen waktu adalah suatu jenis keterampilan yang berkaitan

dengan segala bentuk upaya dan tindakan seseorang yang dilakukan secara

terencana agar individu dapat memanfaatkan waktunya dengan sebaik-

baiknya (Atkinson, 2014).Manajemen waktu merupakan kemampuan

dalam menggunakan waktu secara efektif dan efisien untuk memperoleh

manfaat yang maksimal. Manajemen waktu menurut Haynes (2014)

menyatakan bahwa manajemen waktu adalah suatu proses pribadi dengan

memanfaatkan analisis danperencanaan dalam menggunakan waktu untuk

meningkatkan efektivitas dan efisiensi. Manajemen waktu sebagai proses

untuk menjadikan waktu lebih produktif, dengan cara mengatur apa yang

dilakukan dalam waktu tersebut.

4. Aspek-Aspek Manajemen Waktu

Dasar yang digunakan pada sistem manajemen waktu yaitu

perencanaan operasional dan penjadwalan yang selaras dengan durasi

yang sudah ditetapkan. Dalam hal ini penjadwalan digunakan untuk

mengontrol aktivitas setiap harinya. Adapun aspek-aspek manajemen

waktu yaitu menentukan penjadwalan, mengukur dan membuat laporan

dari kemajuan, membandingkan penjadwalan dengan kemajuan

sebenarnya di lapangan, menentukan akibat yang ditimbulkan oleh

perbandingan jadwal dengan kemajuan di lapangan pada akhir

penyelesaian, merencanakan penanganan untuk mengatasi akibat terebut,

yang terakhir memperbaharui kembali penjadwalan (Clogh dan Scars,

6
2011). Sedang aspek-aspek manajemen waktu itu sendiri merupakan suatu

proses antara aspek yang satu dengan yang lainnya.

B. Tinjauan Umum tentang Kinerja

1. Pengertian

Performance diterjemahkan menjadi kinerja, juga berarti prestasi

kerja, pelaksanaan kerja, pencapaiana kerja atau hasil kerja, penampilan

kerja (L.A.N, 1992 dikutif oleh Sedarmayanti, 2001). August W. Smith

menyatakan bahwa performance atau kinerja adalah “Output drive from

processes, human or otherwise”, jadi dikatakan bahwa kinerja merupakan

hasil atau keluaran dari suatu proses. Pengertian kinerja menurut

Mangkunegaran A.A (2001) adalah hasil kerja secara kualitas dan

kuantitas yang dicapai seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya

sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Sedangkan

berdasarkan teori psykology job performance adalah tingkah laku

seseorang sehingga ia menghasilkan sesuatu yang menjadi tujuan dari

pekerjaannya.

7
BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitaif. Desain penelitian

yang digunakan adalah metode CrossSectional. Penelitian Cross Sectional

adalah jenis penelitian yang menekankan pada waktu pengukuran/ observasi

data variabel independen dan dependen hanya satu kali, pada satu saat

(Nursalam, 2013). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara

manajemen waktu perawat sebagai variabel (independent) dengan kinerja

perawat pelaksana khususnya dalam penatalaksanaan/ pendokumentasian

asuhan keperawatan sebagai variabel (dependent).

B. Lokasi dan Waktu Penelitian

Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di ruang rawat inap Rumah Sakit

Bhayangkara Balikpapan. Sedangkan waktu pengambilan data dilaksanakan

pada bulan juni - juli tahun 2019

C. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian yang akan diteliti

(Notoatmodjo, 2013). Pada penelitian ini populasinya adalah seluruh

perawat Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan berjumlah 115 orang.

2. Sampel

Metode pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan

metode Purposive Sampling. Purposive Sampling adalah teknik sampling

8
yang cukup sering digunakan. Metode ini menggunakan kriteria yang telah

dipilih oleh peneliti dalam memilih sampel. Kriteria pemilihan sampel

terbagi menjadi kriteria inklusi dan eksklusi

a. Kriteria Inklusi

1). Pendidikan S1 Ners

2). Masa kerja > 1 tahun

3). Bertugas di ruang rawat inap

b. Kriteria Ekslusi

1). Mengalami gangguan kesehatan

2). Dalam masa cuti

D. Pengumpulan Data

1. Instrumen Penelitian

Instrumen atau alat pengumpulan data pada penelitian ini

menggunakan observasi dengan checklis. observasi adalah peneliti

mengobservasi dan mencatat apa yang dilihat dengan suatu perencanaan

(Nursalam, Siti Pariani, 2011)..

2. Prosedur Pengumpulan Data

Sebelum melakukan penelitian, peneliti mengajukan permohonan

ijin kepada Karumkit, Kepala Keperawatan dan Diklat Keperawatan

Rumah Sakit Bhayangkara balikpapan untuk mendapatkan persetujuan.

Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner pada

sampel perawat yang bertugas di ruang rawat inap, yang bersedia menjadi

responden dan menandatangani informed consent.

9
E. Analisis Data

Setelah data terkumpul selanjutnya adalah melakukan pengolahan data,

dengan tahapan sebagai berikut:

1. Editing dimaksudkan untuk melihat apakah data yang diperoleh sudah

terisi lengkap atau kurang lengkap.

2. Coding, yaitu mengklasifikasikan jawaban dari responden menurut

macamnya.

3. Scoring, pertama dilakukan pada pertanyaan aspek manajemen waktu

serta penatalaksanaan asuhan keperawatan dalam hal pendokumentasian.

10
BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Setelah penulis melaksanakan asuhan keperawatan kepada pasien 1 dan

pasien 2, maka penulis menyimpulkan bahwa intervensi yang dilakukan untuk

mengatasi masalah gangguan koping pada pasien 1 maupun pasien 2. Adapun

tindakan keperawatan yang diberikan adalah: a. melakukan kunjungan pasien

untuk membina hubungan saling percaya dengan menggunakan komunikasi

terapeutik; b. membantu pasien menentukan tujuan pemulihan kesehatannya

dengan mendiskusikan perkembangan kondisi kesehatannya; c. membantu

klien dalam melakukan aktivitas fisik sesuai tingkatan kemampuannya; d.

mendengarkan keluhan klien berdasarkan kecemasan yang klien rasakan dan

membantu dengan dorongan moral; e. melibatkan keluarga dalam membangun

manajemen koping klien.

B. Saran

1. Bagi Institusi Pendidikan Keperawatan

Diharapkan pihak institusi khususnya Politeknik Kesehatan

Kemenkes Makassar dapat menambah referensi tentang asuhan

keperawatan khususnya pada klien dengan post sectio caesarea.

2. Bagi Rumah Sakit

Diharapkan pihak rumah sakit khususnya RSU Andi Makkasau Kota

Parepare dapat mempertahankan kerjasama yang baik antara tenaga

11
kesehatan dengan klien demi meningkatkan mutu pelayanan kesehatan

bersama khususnya pada klien dengan post sectio caesarea.

12