Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Dari penjabaran tugas pokok dan fungsi Kasi Pemberdayaan Masyarakat
Kecamatan sebagaimana terdapat pada Peraturan Walikota Padang Nomor 92 tahun 2016
tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Kecamatan yaitu
Memfasilitasi pengembangan perekonomian dan pembinaan usaha kecil dan
menengah, maka perlu keterlibatan dan fasilitasi dari aparat terkait untuk meningkatkan
kesejahteraan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di kecamatan Nanggalo.
Belum berkembangnya usaha mikro kecil dan menengah di Kecamatan Nanggalo
disebabkan beberapa hal, diantaranya sebagai berikut :
1. Belum tersedianya ruangan konsultasi untuk Pengembangan Usaha Kecil Menengah
di Kecamatan Nanggalo.
2. Kurangnya pembinaan dari aparat terkait kepada Usaha Kecil dan Menengah di
Kecamatan Nanggalo.
Sehubungan dengan hal tersebut diatas, maka perlu dilakukan inovasi untuk
meningkatkan perkembangan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) baik dari
segi kuantitas dan kualitasnya dengan menyediakan ruangan konsultasi bagi pelaku usaha
mikro kecil dan menengah (UMKM) di kecamatan Nanggalo
1.2. Area Proyek Perubahan
Pemerintah Daerah sebagai bagian dari Pemerintah Pusat harus dapat
mewujudkan dan meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha mikro kecil dan menengah.
Pemerintah kecamatan Nanggalo sebagai bagian dari Pemerintaha Kota Padang, masalah
utama untuk meningkatkan perkembangan UMKM adalah belum maksimalnya pembinaan
kepada pelaku UMKM.
Setelah dilakukan analisa dengan menggunakan pohon masalah, maka masalah
yang terpilih Belum Berkembangnya Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di
Kecamatan Nanggalo, dengan penyebab antara lain :
1. Sebagian besar Usaha Kecil dan Menengah (UKM) belum memiliki izin usaha
yang lengkap.
2. Sebagian besar Usaha Kecil dan Menengah (UKM) belum memiliki tempat usaha
yang representatif.
3. Kurangnya pembinaan dari aparat terkait kepada pelaku usaha mikro kecil dan
menengah (UMKM) (UKM).
4. Kurangnya inovasi dari produk Usaha Kecil dan Menengah (UKM)
5. Modal dan pemasaran yang terbatas.

Sebagaimana uraian diatas, maka yang menjadi area perubahan dari Proyek
Perubahan ini adalah “Tersedianya Wadah untuk Pengembangan Usaha Kecil dan
Menengah di Kecamatan Nanggalo”

1.3. Tujuan dan Manfaat Proyek Perubahan


1.3.1. Tujuan dari Proyek Perubahan ini adalah sebagai berikut :
Tujuan Jangka Pendek :
1. Terlaksananya pengumpulan dan terekapitulasinya data pelaku usaha mikro kecil
dan menengah (UMKM) di Kelurahan Surau Gadang, Kampung Lapai dan
Kampung Olo (3 kelurahan dari 6 kelurahan di kecamatan Nanggalo).
2. Tersedianya Ruangan Konsultasi untuk Pengembangan Usaha Kecil dan
Menengah di Kecamatan Nanggalo.
3. Melakukan Sosialisasi tentang telah tersedianya ruangan konsultasi di Kelurahan
Surau Gadang, Kampung Lapai dan Kampung Olo (3 kelurahan dari 6 kelurahan
di kecamatan Nanggalo)
Tujuan Jangka Menengah :
1. Berlanjutnya pengumpulan data dan terekapitulasinya data pelaku usaha mikro
kecil dan menengah (UMKM) di 3 kelurahan tersisa (kelurahan Kurao Pagang,
Gurun Laweh dan Tabiang Banda Gadang.
Tujuan Jangka Panjang :
1. Terlaksananya Pembinaan bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah
(UMKM) (UKM) di Kecamatan Nanggalo
2. Terwujudnya kesepakatan atau memorandum of understanding (MOU) dengan
Perusahaaan Retail.

1.3.2. Manfaat Proyek Perubahan


Bagi Unit Kerja :
Dengan tersedianya ruangan konsultasi bagi usaha kecil dan menengah di Kantor
Camat Nanggalo akan memperlihatkan keterlibatan aparatur sipil Negara (ASN)
kecamatan Nanggalo untuk meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha mikro kecil
dan menengah (UMKM)
Bagi Stakeholder
Terjalinnya kerjasama antara stakeholder yang terlibat baik internal maupun
eksternal sehingga apa yang menjadi tujuan bersama untuk meningkatkan
kesejahteraan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dapat dicapai dan
diharapkan UKM dapat menjadi penopang perekomian kota Padang umumnya dan
kecamatan Nanggalo khususnya.

1.4. Ruang Lingkup Proyek Perubahan


Ruang lingkup proyek perubahan ini meliputi :
1. Mengumpulkan data pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di
kelurahan Surau Gadang, Kampung Lapai dan Kampung Olo (3 kelurahan dari 6
kelurahan di kecamatan Nanggalo)
2. Merekapitulasi data pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di kelurahan
Surau Gadang, Kampung Lapai dan Kampung Olo (3 kelurahan dari 6 kelurahan di
kecamatan Nanggalo)
3. Menyediakan ruangan konsultasi bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah
(UMKM) di Kecamatan Nanggalo.
4. Melakukan sosialisasi tentang telah tersedianya ruangan konsultasi bagi pelaku
usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kecamatan Nanggalo.

1.5. Output dan Outcome Proyek Perubahan


1.5.1. Output
1. Terkumpulnya data pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di
kelurahan Surau Gadang, Kampung Lapai dan Kampung Olo (3 kelurahan dari 6
kelurahan di kecamatan Nanggalo)
2. Terekapitulasinya data pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di
kelurahan Surau Gadang, Kampung Lapai dan Kampung Olo (3 kelurahan dari 6
kelurahan di kecamatan Nanggalo).
3. Tersedianya ruangan konsultasi bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah
(UMKM) di Kecamatan Nanggalo.
4. Terlaksananya sosialisasi tentang telah tersedianya ruangan konsultasi bagi pelaku
usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kecamatan Nanggalo.
1.5.2. Outcome
1. Tersusun dan terekapitulasinya data pelaku usaha mikro kecil dan menengah
(UMKM) di kecamatan Nanggalo.
2. Terlaksananya Pembinaan bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM)
di Kecamatan Nanggalo.
3. Terwujudnya kesepakatan atau memorandum of understanding (MOU) dengan
Perusahaan Retail.
1.6. TATA KELOLA PROYEK

 Sponsor
Sponsor 1. Memberikan persetujuan, dukungan, arahan dalam pelaksanaan proyek perubahan.
2. Memberikan saran pemecahan masalah.
TEDDY ANTONIUS, S.STP, MM  Project Leader
Camat Nanggalo 1. Memimpin jalannya proyek perubahan mulai dari merencanakan, mengkoordinasikan,
membentuk tim pelaksana, penjadwalan, memonitor dan evaluasi dengan bimbingan
Sponsor dan Coach
Project Leader 2. Memberikan arahan strategi kepada tim
Coach
3. Menyusun rencana kerja tim
ISHAK, SH 4. Melakukan komunikasi dan kesepakatan dengan stakeholders
WENI NOFERIANTI,
Kasi PM 5. Melaporkan pelaksanaan proyek dan hasilnya kepada Camat
SE,MSI
6. Menyelesaikan masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh tim
 Pokja I
Mujacel Wanantonio. S
- Koordinator Pengumpulan Data UMKM
Pokja II Pokja I Robby Alfisyahrin
- Mengumpulkan data UMKM kelurahan Surau Gadang
1. Deded Virgo 1. Mujacel Wanantonio. S Sri Wahyuni
2. Afrizal. B 2. Robby Alfisyahrin - Mengumpulkan data UMKM kelurahan Kampung Lapai
3. Eko Sawir 3. Sri Wahyuni Afri Afif
4. Sukmawati,S.Sos 4. Afri Afif - Mengumpulkan data UMKM kelurahan Kampung Olo
 Pokja II
Dedet Virgo
- Mengelola proses administrasi
Afrial. B
- Merekap data usaha kecil dan menengah
Eko Sawir
- Menginventarisis sarana dan prasarana yang dibutuhkan
Sukmawati, S.Sos
- Menyiapkan konsumsi peserta rapat