Anda di halaman 1dari 6

 MIRACLE of

HIJRAH
 Arif ialah seorang remaja asal Rawak Hulu yang memiliki
kepribadian yang nakal, dan enggan dalam beribadah.
Selain itu ia juga memiliki beberapa teman yang bersifat
buruk sama seperti dirinya. Namun ada yang membuat ia
dan teman-temannya tersentuh untuk berhijrah ke jalan
Allah SWT. Apa yang membuat ia dan teman-temannya
tersentuh?, Bagaimana proses hijrahnya?..

 Pagi itu saat fajar tlah terang terangkat, Arif baru


membuka matanya dari lelap istirahatnya. Kemudian
pintu kamar arif terdorong dari luar. Riff...kamu kok baru
angkat, nggak sholat shubuh lagi kan!.... Ucap ibu Arif
saat membuka pintu kamar...Hmm capek ma, enak tidur.
Kamu ini masa tiap hari terus begini, enggan mau sholat,
ngaji juga, mau sampai kapan? Hmm.. Arif mau cuci muka
dulu ma. Kemudian Arif lari ke kamar mandi. Ya Allah
mudah-mudahan anakku diberikan hidayah, ucap buk
Nia, ibunya Arif.

 Sesaat terdengar suara dari telepon Arif, kemudian Arif


yang langsung keluar kamar mandi
mengangkatnya...!Halo Ndra, ngapa jam segini nelpon?.
Ia rif yuk kita ke Taman Gase, kan banyak cewe-cewe
tu..!Kapan Ndra?. Ntar gue ke rumah lo.

Arif. .oo rif. Terdengar suara Indra dan Roni dari luar rumah
Arif. Ia hey gusy.. Sekarang kita kesana??. Ia sekarang keburu
pergi tu cewenya sahut Indra. Ia tu Rif biasanya juga lo yang
semangat kayak ginian sahut Roni. Yuk ah.. tanpa pamitan ke
orang tuanya Arif langsung pergi bersama dua temannya.

Dengan penampilan celana pendek seolah tak asing dari


mereka bertiga.
Assalamualaikum pak..! Ini bekalnya dari ibu, Aulia bawain
khusus buat bapak.
Makasih nak syukur bapak punya anak seperti kamu..Cuma
Kak Aulia aja pak, akunya enggak sahut Aziz adiknya Aulia. Ia
ia kamu juga haha. Bapak bisa aja hehe sahut Aulia. Aulia ke
sana dulu ya pak. Aziz juga pak mau nyamperin teman Aziz tu
menunjuk ke arah sawah. Ia ia hati-hati nak. Sesaat Aulia
duduk, tak berapa lama datanglah Shalma, Clara, Mega, dan
Melodi. Jadikan bukber senin kamisnya hari ini sahut Clara. Ia
jadi jadi, tapi kan ini masih pagi. Ia kan kita mau langsung
kayak kamping disini Aul, sahut Shalma. Hmm iyatuh ukhty
lupa ya Aul. Kita murjaah hafalan sama-sama aja yuk. Kita
baca Surat Al-Baqoroh ya ukhty-ukhty sahut Melodi. Iya iya..
Sesaat datanglah Arif, Indra, dan Roni..! Waduh ada cewe-
cew ngumpul tu guys. Tapi mereka kayaknya sholehah
semua, emang mau sama kita Ron.

Aulia adalah seorang remaja sholehah asal tebuas. Ia seorang


santri dan juga guru ngaji di surau Gase. Setiap sore ia
mengajar anak-anak mengaji di surau dan malam harinya ia
belajar kepada gurunya. Ia punya seorang adik yang cerdas
bernama Aziz, dan seorang abang yang tegas dan penyayang.
Ayahnya ialah seorang petani besar dan juga seorang guru
silat.

Assalamualaikum Ki, di. Sapa aziz terhadap dua temannya


yang sedang sibuk di rangkaian kehijauan padi.
Waalaikumussalam. Ada apa ziz. Yuk kita ke sana dulu cari
cacing, aku mau ngajak mancing ni. Kayaknya seru tuh sahut
Riki. Ia tuh bagus idenya, sahut Andi. Yuk gusy. Yukkk!

 Di tengah jalan mereka dihadang oleh Arif, Indra, dan


Roni. Hei adek-adek ada duit...bagi dong sini kami lagi
butuh duit, kata Arif. Enak saja emang kalian siapa, yuk
ah mending kita kesana, sahut Riki. Kemudian Aziz dkk
sontak kabur ke arah belakang, kemudian Arif, Roni, dan
Indra menyusul untuk mengejar mereka. Disaat mereka
bertiga yang dikejar ham pir terkepung, datanglah
Rahmat abangnya Aziz, Andra, Wito, dan Bagus. Mereka
berempat ialah anak-anak silat. Sontak Indra yang kenal
dengan mereka, lalu ia mengatakan kepada Arif dan
Roni agar sebaiknya lari saja. Namun Roni dengan
sombongnya sendirian langsung menyerang, kemudian
disusul Arif. Akhirnya Indra juga ikut. Mereka bertiga
hampir babak belur oleh anak-anak silat. Hingga mereka
pun kabur.
Sesaat tidak terasa sudah mau masuk waktu Zhuhur. Rahmat
mengajak adiknya, dan yang lain ke Surau. Ayo kita sholat
dulu. Ia mat. Sesaat mereka bertemu Aulia dkk. Dek ayo ajak
ukhty2 teman kamu ke Surau, kata Rahmat. Ia bang, mau
kemas-kemas dulu. Abang sama Aziz duluan ya,
Assalamualaikum. Waalaikumussalam. Sesaat mereka
separuh jalan menuju Surau, Bagus berhenti. Ada apa gus
kata Wito. Mat balik yuk gue lupa minta WA ukhty-ukhty tadi.
Dasar, kata Andra. Habisnya Adik lo cantik amat ya mat
kapan-kapan boleh dong gue ke rumah mau ngelamar hehe.
Boleh, hafalkan Ar-Rahman dulu sana kata Rahmat. Haaa apa
gak bisa yang lain mat. Semua lalu tertawa dan melanjutkan
jalan mereka. Sesampai di Surau mereka kemudian berwudh
u. Setelah itu Rahmat menyuruh adiknya mengumandangkan
Azan.

Nanti aja ya kemas-kemasnya Aul, kata Melodi. Ia tuh Aul lagi


pula kan keburu udah Azan ni, kata Mega. Oh ia ayo ukhty ke
Surau, ad bawa mukena semua kan?. Udah stanby dong.
Sesampai di Surau, mereka pun sholat Zhuhur berjamaah,
dipimpin oleh Pak Hendri, bapaknya Rahmat, Aulia, dan Aziz.

Setelah sholat Zhuhur berjamaah, Rahmat, Andra, Wito, dan


Bagus diajak Pak Hendra latihan silat. Sementara Aziz
berbaring di Masjid sambil memegang Handphone. Aulia dkk
kembali ke tempat nongkrong mereka. Di tempat nongkrong
Aulia dkk yang sedang kosong datang seorang anak nakal,
yakni Udin, ia bernian mengambil makanan milik Aulia cs.
Waduh kesempatan ni mumpung yang punya gak ada. Haha..

Sesaat mau mengambil, Melodi melihat Udin dari jauh yang


ingin mengambil makanan mereka. Malingg.... Teriak Melodi
keras. Udin yang mendengar teriakan itu pun sontak kabur
membawa makanan yang ia ambil. Aulia dkk yang mengejar
Udin pun tak dapat dikejar. Mereka harus rela makanannya
hilang. Kita mau makan apa lagi ukty sahut Clara. Gimana
kalo kita cari makanan aja disini, sahut Aulia. Gimana caranya
Aul? Kata Mega. Hmm aku punya ide sahut Melodi. Gimana
kalo kita cari ikan sama sayuran hutan. What.. Seru tu sahut
Shalma. Yuk yuk....

Guys gimana kalo kita mancing aja yuk, kata Roni. Gue setuju
tu sahut Riki, tapi dimana dapat pancingan? Sahut Arif. Kita
minjam aja sama bapaknya cewek tadi tu kata Riki. Berani
gak lo, Bapaknya guru silat lo. Waduh.. Ah ndak apa kita kan
niatnya baik bukan jelek guys. Yaudah lo yang ngomong ya
kata Riki.