Anda di halaman 1dari 3

Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit

Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit atau yang kemudian disebut


SNARS merupakan standar akreditasi baru yang bersifat nasional dan diberlakukan
secara nasional di Indonesia. Standar dikelompokkan menurut fungsi-fungsi yang
terkait dengan penyediaan pelayanan bagi pasien; juga dengan upaya menciptakan
organisasi rumah sakit yang aman, efektif, dan terkelola dengan baik. Fungsi-fungsi
tersebut tidak hanya berlaku untuk rumah sakit secara keseluruhan tetapi juga untuk
setiap unit, departemen, atau layanan yang ada dalam organisasi rumah sakit
tersebut. Lewat proses survei dikumpulkan informasi sejauh mana seluruh
organisasi mentaati pedoman yang ditentukan oleh standar. Keputusan pemberian
akreditasinya didasarkan pada tingkat kepatuhan terhadap standar di seluruh
organisasi rumah sakit yang bersangkutan. Pengelompokan SNARS Edisi 1 sebagai
berikut:
SASARAN KESELAMATAN PASIEN
SASARAN 1 : Mengidentifikasi pasien dengan benar.
SASARAN 2 : Meningkatkan komunikasi yang efektif.
SASARAN 3 : Meningkatkan keamanan obat-obatan yang harus diwaspadai (High
Alert Medications)
SASARAN 4 : Memastikan lokasi pembedahan yang benar, proseur yang benar,
pembedahan pada pasien yang benar.
SASARAN 5 : Mengurangi risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan.
SASARAN 6 : Mengurangi risiko cedera pasien akibat terjatuh.

Standar Pelayanan Berfokus Pasien


1. Akses ke Rumah Sakit dan Kontinuitas Pelayanan (ARK).
Rumah sakit seyogianya mempertimbangkan bahwa asuhan di rumah
sakit merupakan bagian dari suatu sistem pelayanan yang terintegrasi
dengan para profesional pemberi asuhan dan tingkat pelayanan yang akan
membangun suatu kontinuitas pelayanan.
Maksud dan tujuan adalah menyelaraskan kebutuhan asuhan pasien
dengan pelayanan yang sudah tersedia di rumah sakit, mengoordinasikan
pelayanan, kemudian merencanakan pemulangan dan tindakan selanjutnya..
Sebagai hasilnya adalah meningkatkan mutu asuhan pasien dan efisiensi
penggunaan sumber daya yang tersedia di rumah sakit. Perlu informasi
penting untuk membuat keputusan yang benar tentang:
a. kebutuhan pasien yang dapat dilayani oleh rumah sakit;
b. pemberian pelayanan yang efisien kepada pasien;
c. rujukan ke pelayanan lain baik di dalam maupun keluar rumah sakit;
d. pemulangan pasien yang tepat dan aman ke rumah.
2. Hak Pasien dan Keluarga (HPK).
Pasien dan keluarganya adalah pribadi yang unik dengan sifat, sikap,
perilaku yang berbeda-beda, kebutuhan pribadi, agama, keyakinan, dan nilai-
nilai pribadi. Rumah sakit membangun kepercayaan dan komunikasi terbuka
dengan pasien untuk memahami dan melindungi nilai budaya, psikososial,
serta nilai spiritual setiap pasien.
Hasil pelayanan pada pasien akan meningkat bila pasien dan keluarga
yang tepat atau mereka yang berhak mengambil keputusan diikutsertakan
dalam pengambilan keputusan pelayanan dan proses yang sesuai dengan
harapan, nilai, serta budaya.
Untuk mengoptimalkan hak pasien dalam pemberian pelayanan yang
berfokus pada pasien dimulai dengan menetapkan hak tersebut, kemudian
melakukan edukasi pada pasien serta staf tentang hak dan kewajiban
tersebut. Para pasien diberi informasi tentang hak dan kewajiban mereka dan
bagaimana harus bersikap. Para staf dididik untuk mengerti dan menghormati
kepercayaan, nilai-nilai pasien, dan memberikan pelayanan dengan penuh
perhatian serta hormat guna menjaga martabat dan nilai diri pasien.
Pada bab ini dikemukakan proses-proses untuk
a. melakukan identifikasi, melindungi, dan mengoptimalkan hak pasien;
b. memberitahu pasien tentang hak mereka;
c. melibatkan keluarga pasien bila kondisi memungkinkan dalam
pengambilan;
d. keputusan tentang pelayanan pasien;
e. mendapatkan persetujuan tindakan (informed consent);
f. mendidik staf tentang hak dan kewajiban pasien.
Bagaimana proses asuhan dilaksanakan di rumah sakit sesuai dengan
peraturan dan perundang-undangan, konvensi international, dan perjanjian
atau persetujuan tentang hak asasi manusia yang disahkan oleh pemerintah.
Proses ini berkaitan dengan bagaimana rumah sakit menyediakan pelayanan
kesehatan dengan cara yang wajar yang sesuai dengan kerangka pelayanan
kesehatan dan mekanisme pembiayaan pelayanan kesehatan yang berlaku.
Bab ini juga berisi hak dan kewajiban pasien dan keluarganya serta berkaitan
dengan penelitian klinis (clinical trial) dan donasi, juga transplantasi organ
serta jaringan tubuh.
3. Asesmen Pasien (AP).
1. Pelayanan dan Asuhan Pasien (PAP).
2. Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB).
3. Pelayanan Kefarmasian dan Penggunaan Obat (PKPO).
4. Manajemen Komunikasi dan Edukasi (MKE).

Standar Manajemen Rumah Sakit


1. Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP).
2. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI).
3. Tata Kelola Rumah Sakit (TKRS).
4. Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK).
5. Kompetensi dan Kewenangan Staf (KKS).
6. Manajemen Informasi dan Rekam Medis (MIRM)

Program Nasional
1. Menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi.
2. Menurukan Angka Kesakitan HIV/AIDS.
3. Menurukan Angka Kesakitan TB.
4. Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA).
5. Pelayanan Geriatri.