Anda di halaman 1dari 3

George Hebert Mead, yang dikenal sebagai pencetus awal teori Interaksi Simbolik, sangat

mengagumi kemampuan manusia untuk menggunakan simbol, dia menyatakan bahwa


orang bertindak berdasarkan makna simbolik yang muncul di dalam sebuah situasi tertentu.
Teori Interaksi simbolik menekankan pada hubungan antara simbol dan interaksi.

George Herbert Mead menjelaskan bahwa manusia termotivasi untuk bertindak


berdasarkan pemaknaan yang mereka berikan kepada orang lain, benda, dan kejadian.
Pemaknaan ini diciptakan melalui bahasa yang digunakan oleh manusia ketika
berkomunikasi dengan pihak lain yakni dalam konteks komunikasi antarpribadi atau
komunikasi interpersonal dan komunikasi intrapersonal atau self-talk atau dalam ranah
pemikiran pribadi mereka. Bahasa sebagai alat komunikasi memungkinkan manusia
mengembangkan sense of self dan untuk berinteraksi dengan pihak lain dalam suatu
masyarakat.

Meskipun Mead sangat sedikit melakukan publikasi selama karier akademisnya, namun
setelah ia meninggal mahasiswanya bekerja sama untuk membuat sebuah buku
berdasarkan bahan kuliahnya. Mereka menamainya “Mind, Self, and Society” dan buku
tersebut berisi dasar dari Teori Interaksi Simbolik. Menariknya, nama “interaksi simbolik”
bukan merupakan ciptaan Mead. Salah satu muridnya Herbert Blumer, adalah pencetus
istilah ini, tetapi jelas sekali bahwa pekerjaan Mead lah yang mendorong munculnya
pergerakan teoretis ini.

Herbert Blumer mendefinisikan interaksionisme simbolik atau teori interaksi simbolik


sebagai sebuah proses interaksi dalam rangka membentuk arti atau makna bagi setiap
individu.

TEMA DAN ASUMSI TEORI INTERAKSI SIMBOLIK

Interaksi simbolik didasarkan pada ide – ide mengenai diri dan hubungannya dengan
masyarakat karena ide ini dapat diinterpretasikan secara luas. R. LaRossa dan Donald
C.Reitzes mempelajari teori interaksi simbolik yang berhubungan dengan kajian mengenai
keluarga. Mereka mengatakan bahwa tujuh asumsi mendasari SI dan bahwa asumsi –
asumsi ini memperlihatkan tiga tema besar :

 Pentingnya makna bagi perilaku manusia


 Pentingnya konsep mengenai diri
 Hubungan antara individu dengan masyarakat
A. PENTINGNYA MAKNA BAGI PERILAKU MANUSIA

Teori Interaksi Simbolik berpegang pada individu membentuk makna melalui proses
komunikasi karena makna tidak bersifat intrinsik terhadap apapun. Teori interaksi simbolik
mengasumsikan bahwa makna diciptakan melalui interaksi dan dimodifikasi melalui
interpretasi. Teori ini juga mengasumsikan bahwa bagaimana manusia berinteraksi dengan
manusia lainnya tergantung pada makna yang diberikan oleh oleh manusia lainnya.
Komunikasi yang efektif tidak akan terjadi tanpa adanya makna yang dibagikan. Kita akan
mudah berkomunikasi dengan mereka yang memiliki kesamaan bahasa dengan kita
dibandingkan dengan jika kita berkomunikasi dengan mereka yang tidak memiliki kesamaan
bahasa dengan kita.

Menurut LaRossa dan Reitzes, tema ini mendukung tiga asumsi SI yang diambil dari karya
Herbert Blumer ( murid Mead ), asumsi – asumsi ini adalah sebagai berikut (1969) :

 Manusia bertindak terhadap manusia lainnya berdasarkan makna yang diberikan


orang lain pada mereka
 Makna diciptakan dalam interaksi antar manusia
 Makna dimodifikasi melalui proses interpretif

1. Manusia bertindak terhadap manusia lainnya berdasarkan makna yang diberikan orang
lain pada mereka
Asumsi ini menjelaskan perilaku sebagai suatu rangkaian pemikiran dan perilaku yang
dilakukan secara sadar antara rangsangan dan respons orang berkaitan dengan
rangsangan tersebut.
2. Makna diciptakan dalam interaksi antar manusia

Mead menekankan dasar intersubjektif dari makna. Makna dapat ada menurut Mead, hanya
ketika orang – orang memiliki interpretasi yang sama mengenai simbol yang mereka
pertukarkan dalam interaksi. Menurut Blumer, ada 3 cara untuk menjelaskan asal sebuah
makna :

- Suatu pendekatan mengatakan bahwa makna adalah sesuatu yang bersifat intrinsik
dari suatu benda.
- Makna itu “dibawa kepada benda oleh seseorang bagi siapa benda itu bermakna”
- Melihat makna sebagai sesuatu yang terjadi di antara orang – orang. Makna adalah
produk sosial atau ciptaan yang dibentuk dalam dan melalui pendefinisian aktivitas
manusia ketika mereka berinteraksi.
3. Makna dimodifikasi melalui proses interpretif

Blumer menyatakan bahwa proses interpretif ini memiliki 2 langkah. Pertama, para pelaku
menentukan benda – benda yang mempunyai makna. Pertama, para pelaku menentukan
benda – benda yang mempunyai makna. Blumer beragumen bahwa bagian dari proses ini
berbeda dari pendekatan psikologis dan terdiri atas orang yang terlibat di dalam komunikasi
dengan dirinya sendiri.

B. PENTINGNYA KONSEP DIRI

Teori interaksi simbolik mengasumsikan bahwa konsep diri dikembangkan melalui


interaksi dengan orang lain dan memberikan motif dalam berperilaku. Menurut William
D. Brooks, konsep diri merupakan persepsi tentang diri kita yang bersifat psikologi,
sosial, dan fisik yang diperoleh melalui pengalaman dan interaksi dengan orang lain.

C. HUBUNGAN ANTARA INDIVIDU DAN MASYARAKAT

Tema yang terakhir berkaitan dengan hubungan antara kebebasan individu dan batasan
social. Mead dan Blumer mengambil posisi di tengah untuk pertanyaan ini. Asumsi yang
berkaitan dengan tema ini adalah sebagai berikut :

 Orang dan kelompok dipengaruhi oleh proses budaya dan social


 Struktur sosial dihasilkan melalui interaksi sosial

Kesimpulan :

Teori Interaksi Simbolik merupakan teori yang memiliki asumsi bahwa manusia
membentuk makna melalui proses komunikasi, yang berfokus pada pentingnya konsep
diri dan persepsi yang dimiliki individu berdasarkan interaksi dengan individu lain.
Interaksi antar individu dapat mengembangkan konsep diri seseorang. Konsep diri
memberikan motif yang penting untuk perilaku sesseorang.