Anda di halaman 1dari 3

YAYASAN MARDI WIYATA

SEKOLAH MENENGAH ATAS KATOLIK FRATERAN SANTO GABRIEL


TERAKREDITASI “A”
N S S : 30.2.16.08.04.002 NPSN : 30402808
Email : smakfrateran_st.gabrielnunukan@ymail.com
Alamat : JL. Fatahillah RT Telp. (0556) 23498 Kel. Nunukan Tengah Kab. Nunukan
Kalimantan Utara Kode Pos 77482

KISI-KISI SOAL UJIAN PRAKTEK KELAS XII

Mata Pelajaran : KIMIA


Satuan Pendidikan : SMA Katolik Frateran Santo Gabriel Nunukan
Program : IPA
Bentuk Penilaian : Praktek
Tahun Pelajaran : 2018/2019

I. TUJUAN PERCOBAAN
Membuktikan aplikasi atau penerapan dari penurunan titik beku larutan.
II. DASAR TEORI
Sifat Koligatif larutan
Larutan merupakan campuran homogen antara dua atau lebih zat. Adanya interaksi antara zat terlarut
dan pelarut dapat berakibat terjadinya perubahan sifat fisis dari komponen penyusun larutan tersebut,
salah satunya adalah sifat koligatif larutan. Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang hanya
dipengaruhi oleh jumlah partikel zat terlarut di dalam larutan.

Hukum Ralout merupakan dasar bagi empat sifat larutan encer yang disebut sifat koligatif.
Keempatnya yaitu :

 Penurunan tekanan uap larutan relatif terhadap tekanan uap pelarut murni
 Peningkatan titik didih
 Penurunan titik beku
 Gejala tekanan osmotik

Penurunan Titik Beku Larutan


Proses pembekuan suatu zat cari terjadi bila suhu diturunkan, sehingga jarak antar-partikel sedemikian
dekat satu sama lain dan akhirnya bekerja gaya tarik menarik antar-molekul yang sangat kuat. Adanya
partikel zat terlarut mengakibatkan proses pergerakan molekul pelarut terhalang, akibatnya untuk dapat
lebih mendekatkan jarak antarmolekul diperlukan suhu lebih rendah. Jadi titik beku larutan akan lebih
rendah daripada titik beku pelarut murninya. Perbedaan titik beku akibat adanya partikel zat terlarut
disebut penurunan titik beku (ΔTf). Penurunan titik beku larutan sebanding dengan hasil kali molalitas
larutan dengan tetapan penurunan titik beku pelarut (Kf), dinyatakan dengan persamaan :

ΔTf = Kf . m atau ΔTf = Kf . (n . 1000) : p

ΔTf = Penurunan titik beku


Kf = Tetapan penurunan titik beku molal
n = Jumlah mol zat pelarut
p = Massa zat pelarut
Penyebab dan Definisi Penurunan TItik Beku Larutan
Air murni beku pada suhu 0o C, dengan adanya zat terlarut misalnya gula ditambahkan ke dalam air, maka
titik beku larutan ini turun dibawah 0o C. Ini yang dimaksud penurunan titik beku. Larutan akan memiliki
tiitk beku lebih rendah dari pelarut murninya. Contoh yaitu larutan garam dalam air memiliki titik beku
yang lebih rendah dibanding pelarut murninya yaitu air.

Penerapan Penurunan Tititk Beku Larutan Dalam Pembuatan Es Krim


Adonan es krim ditempatkan pada wadah yang terendam es batu dan air yang telah diberi garam dapur
sambil diputar. Proses tersebut mengakibatkan adonan es krim membeku dengan titik beku beberapa
derajat dibawah titik beku air murni. Ketika es dicampur garam, es mencari dan terlarut membentuk air
garam serta menurunkan temperaturnya. Proses ini memerlukan panas dari luar. Campuran itu
mendapat panas dari adonan es krim maka hasilnya adalah es krim padat dan lezat siap dihidangkan.

Proses pengguncangan selama proses bertujuan untuk memperkecil ukuran kristal es yang terbentuk
agar es krim semakin lembat dan untuk menghasilkan busa yang seragam/homogen.

Es Krim
Sejenis makanan semi padat yang dibuat dengan pembekuan tepung es krim atau campuran susu, lemak
nabati/hewani, dll. Es krim merupakan busa (gas yang terdispersi dalam cairan) yang diawetkan dengan
pendinginan serta memiliki titik beku -3o C atau dibawahnya.

Pedoman Penskoran :
NO. Aspek yang dinilai Skor
A Persiapan
1. Menyediakan alat dan bahan untuk percobaan, yaitu :
 baskom 5
 wadah es krim 5
 air dingin 5
 es batu 5
 bubuk es krim instan 5
 garam 5
 sendok 5
B Proses 20
C Penyajian 20
D Rasa 25
Skor Maksimum 100

Nunukan, 20 Februari 2019


Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Marselinus Pati Blolong, S.Pd Ike Lestari, S.Pd