Anda di halaman 1dari 30

Pengaruh rokok terhadap kesehatan

BAB I : Pendahuluan
A . Latar Belakang Masalah
Pada dasarnya merokok itu sangat berbahaya bagi kesehatan. Tetapi, masyarakat khususnya
kaum remaja banyak mengkonsumsi rokok sebagai kebutuhan pokok. Sepertinya antara rokok
dengan masyarakat tidak dapat di pisahkan, padahal mereka mengetahui tentang bahaya
merokok bagi kesehatan. Akan tetapi mereka menganggap remeh akan bahaya merokok.
Sekitar 40% pengguna rokok didominasi oleh kalangan remaja, ini sungguh
memprihatinkan. Generasi muda yang kita banggakan telah tercemar oleh rokok, yang lebih
banyak dampak negatifnya dari pada manfaatnya. Padahal pada tiap bungkus rokok telah
dicantumkan peringatan tentng bahaya merokok bagi kesehatan. Merokok dapat menyebabkan
kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin.
Sebenarnya pemerintah telah berupaya mengatasi tentang larangan merokok namun sampai
sekarang belum juga tampak hasilnya.

A. Rumusan masalah
Berdasarkan latarbelakang diatas, dapat di rumuskan permasalahan sebagai berikut.
1. Apakah rokok itu ?
2. Apa akibat dari zat yang terkandung dalam rokok ?
3. Apa sajakah dampak negative bagi orang yang merokok ?
4. Bagaimanakah upaya penanggulangan bahaya rokok bagi kesehatan ?

B. Tujuan
Sesui dengan penelitian diatas, tujuan yang dapat di capai dalam penelitian di atas adalah.
1. Menjelaskan pengertian rokok.
2. Menjelaskan akibat dari zat yang terkandung dalam rokok.
3. Menjelaskan dampak negative bagi orang yang merokok.
4. Menjelaskan upaya penanggulangan bahaya rokok bagi kesehatan.
C. Manfaat penelitian
Penelitian ini memiliki manfaat sebagai berikut.
1. Bagi pembaca, dapat mengetahui betapa berbahayanya mengkonsumso rokok.
2. Bagi pembaca, dapat mendalami tentang pengertian rokok.
3. Bagi peneliti, dapat memudahkan dalam penelitiannya tentang rokok.
4. Bagi penulis, merasa puas dengan makalah yang di buatnya, karena telah berupaya menyadarkan
masyarakat tentang bahayanya merokok bagi kesehatan.

BAB II . pembahasan
2.1 . penggertian rokok

Rokok adalah silinder dari kertas panjang antara 70 hingga 120 mm ( bervariasa tergantung
Negara ) dengan diameter 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah di cacah. Rokok
di bakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat
mulut pada ujung lain.
Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat
dimasukkan dengan mudah ke dalam kantong. Sejak beberapa tahun terakhir, bungkusan-
bungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan yang memeperingatkan perokok
akan bahaya kesehatan yang ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker paru-paru atau
serangan jantung ( walaupun pada kenyataannya itu hanya tinggal hiasan, jarang sekali di patuhi
).
Manusia di dunia yang merokok untuk yang pertama kalinya adalah bangsa indian di
amerika, untuk keperluan ritual seperti memuja dawa atau roh. Pada abad 16, ketika bangsa
eropa menemukan benua amerika, sebagian dari para penjelajah eropa itu ikut mencoba-coba
menghisap rokok dan kemudian membawa tembakau ke eropa. Kemudian kebiasaan merokok
mulai muncul di kalangan bangsawan eropa. Tapi berbeda dengan bangsa indian yang merokok
untuk keperluan ritual. Di eropa orang merokok hanya untuk kesenangan semata-mata. Abad 17
para pedagang sepanyol masuk ke turki dan saat itu kebiasaan merokok mulai masuk ke Negara-
negara islam.
Telah banyak risep yang membuktikan bahwa rokok menyebabkan kecanduan, disamping
menyebabkan banyak tipe kanker, penyakit jantung, penyakit pernafasan, efek buruk bagi
kelahiran, dan emfisema.
Rokok adalah benda beracun yang memberi efek santai dan sugesti merasa lebih jantan. Di
balik kegunaan atau manfaat rokok yang secuil itu terkandung bahaya yang sangat besar bagi
orang yang merokok maupun orang di sekitar perokok yang bukan perokok.
1. Asap rokok mengandung kurang lebih mengandung 4000 bahan kimia yang 200 diantaranya
bracun dan 43 jenis lainnya dapat menyebabkan kanker bagi tubuh. Beberapa zat yang sangat
berbahaya yaitu tar, nikotin, karbonmonoksida dan sebagainya.
2. Asap rokok yang baru mati di asbak mengandung tiga kali lipat bahan pemicu kanker di udara
dan 50 kali mengandung bahan pengeritasi mata dan pernafasan. Semakin pendek rokok
semakain tinggi kadar racun yang siap melayang ke udara. Suatu tempat yang di penuhi polusi
asap rokok adalah tempat yang lebih berbahaya dari pada polusi di jalanan raya yang macet.
3. Seseorang yang mencoba merokok biasanya akan ketagihan karna rokok bersifat candu yang
sulit di lepaskan dalam kondisi apapun. Seorang perokok berat akan memilih merokok dari pada
makan jika uang yang dimilikinya terbatas.
4. Harga rokok yang mahal akan sangat memeberatkan orang yang tergolong miskin. Sehingga
dana kesejahteraan dan kesehatan keluarganya sering dialihkan untuk membeli rokok. Rokok
dengan merek terkenal biasanya di miliki oleh perusahaan rokok asing yang berasal dari luar
negeri, sehingga uang yang di belanjakan perokok sebagian akan lari keluarnegeri yang
mengurangi devisa Negara. Pabrik rokok yang mempekerjakan banyak buruh tidak akan
mamapu meningkatkan taraf hidup pegawainya, sehingga apabila pabrik rokok di tutup para
buruh dapat dipekerjakan di tempat usaha lain yang lebih kreatif dan mendatangkan devisa.
5. Sebagian perokok biasanya akan mengajak orang lain yang belum merokok untuk merokok agar
merasakan penderitaan yang sama dengannya, yaitu terjebak dalam ketagihan asap rokok yang
jahat. Sebagian perokok juga ada yang secara sengaja merokok di tempat umum agar asap rokok
yang di hembuskan dapat terhirup orang lain, sehingga orang lain akan terkena penyakit kanker.
6. Kegiatan yang merusak tubuh adalah perbuatan dosa, sehingga rokok dapat dikategorikan
sebagai benda atau barang haram yang harus di hindari dan di jauhi sejauh mungkin. Ulama atau
ahli agama yang merokok mungkin akan memiliki persepsi yang berbeda dalam hal ini.
2.2. Akibat Dari Zat Yang Terkandung Dalam Rokok
Setiap batang rokok ayng dinyalakan akan mengeluarkan lebih 4000 bahan kimia beracun
dan boleh membawa maut. Dengan ini setiap sedutan itu menyerupai satu sedutan maut. Diantara
kandungan asap rokok termasuklah bahan radioaktif ( apolonium – 201 ) dan bahan-bahan yang
digunakan didalam cat (acetone), pencuci lantai ( ammonia ), ubat gegat ( naphthalene ) racun
serangga ( DDT ) racun anai-anai ( arsenic ), gas beracun ( hydrogen cyanide ) yang digunakan
dikamar gas maut bagi pesalah yang menjalani hukuman mati, dan banyak lagi. Bagaimanapun,
racun paling penting adalah tar, nikotin dan karbon monoksida.
Tar mengandungi sekurang-kurangnya 43 bahan kimia yang di ketahui menjadi penyebab
kanser ( karsinorgen ). Bahan seperti benzopyrene yaitu sejenis polycyclic aromatic hydrocarbon
( pah ) telah lama disahkan sebagi agen yang memulakan proses kejadian kanser.
Nikotin, seperti najis dadah heroin, amfetamin dan kokain, bertindak balas didalam otak dan
mempunyai kesan kepada system mesomlimbik yang menjadi puncak utama penagihan. Sindrom
ketagihan terhadap nikotin yang ditunjukkan dengan gejala gian, toleran dan tarikan, mungkin
lebih hebat berbanding najis dadah. Malah dari pada kajian saintifiknya nikotin itu juga sejenis
najis dadah , seperti mana yang telah di iktirat oleh dunia perubatan. Seseorang yang kehabisan
rokok kadang kala berkelakuan seperti mengalami gangguan akal dan dalam keadaan yang amat
tertekan sekali. Oleh itu terlalu sukar untuk sesiapa yang telah terjerat dengan ketagihan
merokok, meninggalkan tabiat itu untuk selamanya,kecuali dengan ikhtiar yang serius dan
kehendak allah jua.nikotin turut menjadi puncak utama resiko serangan penyakit jantung dan
strok.hampir satu perempat mangsa pesakit jantung adalah hasil puncak dari tabiat merokok .
di Malaysia, sakit jantung merupakan penyebab utama kematian sementara strok adalah
pembunuh yang ke empat.
Karbon monoksida pula adakanlah gas beracun yang biasanya di keluarkan oleh ekzos
kendaraan. Gas ini menjelaskan bekalkan oksigen ke tisu-tisu hingga ianya menjadi terencat dan
akhiarnya boleh menyebabkan maut sekiranya paras karbon monoksida di dalam badan melebihi
60%.
Apabila racun itu memasuki tubuh manusia atau hewan, kiranya akan membawa kerusakan
pada setiap organ disepanjang laluannya, yaitu bermula dari hidung, mulut, tekak, saluran
pernafasan, paru-paru saluran penghazaman,saluran darah,jantung,organ pembiakan,sehinggalah
ke saluran kencing dan pundi kencing,yaitu apabila sebahagian dari racun-racun itu di keluarkan
dari badan.
2.3 Dampak negative bagi orang yang merokok
Kerugian yang timbulkan rokok sangat banyak bagi kesehatan.Tapi sayangnya masih
saja banyak orang yang tetap memilih untuk menikmatinya.Dalam asap rokok terdapat 4000 zat
kimia berbahaya bagi kesehatan,dua diantaranya adalah nikotin yang bersifat adiktif dan tar yang
bersifat karsinogenik.Racun dan karsinogen yang timbul akibat pembakaran tembakau dapat
memicu terjadinya kanker.pada awalnya rokok mengandung 8-20 mg nikotin dan setelah di
bakar nikotin yang masuk kedalam sirkulasi darah hanya 25%.Walau demikian jumlah kecil
tersebut memiliki waktu hanya 15 detik untuk sampai ke otak manusia.
Nikotin itu diterima oleh reseptor asetikolin-nikotinik yang kemudian membaginya ke jalur
imbalan dan jalur adrenergik.Pada jalur imbalan,perokok akan merasakan rasa nikmat,memacu
system dopaminergik.Hasilnya perokok akan merasa tenang,daya pikir serasa lebih
cemerlang,dan mampu menekan rasa lapar.sementara di jalur adrenergic,zat ini akan
mengaktifkan sistem adrenergik pada bagian otak lokus seruleus yang mengeluarkan
serotin.Meningkatnya serotin menimbulkan rangsangan rasa senang sekaligus keinginan mencari
rokok lagi.Hal inilah yang menyebabkan perokok sangat sulit meninggalkan rokok,karena sudah
ketergantungan pada nikotin.Ketika ia berhenti merokok rasa nikmat yang diperolehnya akan
berkurang.
Efek dari rokok atau tembakau memberi stimulasi depresi ringan,gangguan daya
tangkap,alam perasaan,alam pikiran,tingkah laku dan fungsi psikomotor.Jika dibandingkan zat
adiktif lainnya rokok sangatlah rendah pengaruhnya,maka ketergantungan pada rokok tidak
begitu dianggap gawat.
Beberapa resiko kesehatan bagi perokok berdasarkan hasil survey social ekonomi nasional
tahun 2004 antara lain:
 Di Indonesia rokok menyebabkan 9,8% kematian karena penyakit paru kronik dan emfisima
pada tahun 2001.
 Rokok merupakan penyebab dari sekitar 50% stroke di Indonesia.a
 Wanita yang merokok mungkin mengalami penurunan atau penundaan kemampuan hamil,pada
pria meningkatkan resiko impotensi sebesar 50%.
 Ibu hamil yang merokok selama masa kehamilan ataupun terkena asap rokok di rumah atau di
lingkungannya beresiko mengalami proses kelahiran yang bermasalah.
 Seorang bukan perokok yang menikah dengan perokok mempunyai resiko kanker paru sebesar 20
– 30 % lebih tinggi dari pada mereka yang pasangannya bukan perokok dan juga resiko
mendapatkan penyakit jantung.

Penyakit akibat merokok menurut bidan polri antara lain :


Penyakit jantung dan stroke
Kanker paru
Kanker mulut ( maksudnya kerusakan gigi dan penyakit gusi )
Osteoporosis
Katarak
Psortasis ( yaitu proses inflamasi kulit tidak menular yang terasa gatal dan meninggalkan
garutan merah pada seluruh tubuh )
Kerontokan rambut ( di sebabkan lupus erimatosus )
Dampak merokok pada kehamilan
Impotensi ( penurunan seksual karena darah ke penis berkurang sehingga tidak tejadi ereksi )

2.4. Upaya Penanggulangan Bahaya Rokok Bagi Kesehatan

Betapa sulitnya memberantas kebiasaan merokok. Hamper semua orang mengetahui bahwa
racun nikotin yang terdapat dalam asap rokok membahayakan bagi kesehatan. Orang – orang
yang tidak mau menghentikan kebiasaan merokok karena beberapa alasan, antara lain :
 Faktor kenikmatan ( kecanduan nikotin )
 Status ( symbol kelaki – lakian )
 Mengakrabkan hubungan social sesame perokok

Pengendalian masalah rokok sebenarnya sudah di upayakan diantaranya melalui penetapan


kawasan tanpa rokok ( KTR ) di beberapa tatanan dan di sebagian wilayah Jakarta, kota bogor,
kota Cirebon dan sebagainya. Begitu juga beberapa sekitar lintas sector seperti departemen
perhubungan dengan menetapkan penerbangan pesawat menjadi penerbangan tanpa asap rokok,
departemen pendidikan nasional menetapkan sekola menjadi kawasan tanpa rokok, serta
beberapa pemda yang menyatakan tempat kerja sebagai kawasan tanpa asap rokok. Kawasan
tanpa rokok adalah ruangan atau arena yang di nyatakan dilarang untuk kegiatan produksi,
penjualan, akkm, promosi, ataupun penggunaan rokok. Penetapan upaya tanpa rokok merupakan
upaya perlindungan masyarakat terhadap resiko ancaman gangguan kesehatan karena lingkungan
tercemar asap rokok. Penetapan kawasan tanpa rokok perlu diselenggarakan di tempat umum,
tempat kerja, angkutan umum, tempat ibadah, arena kegiatan anak – anak.

Kesimpulan
3.1. merokok merupakan kegiatan bodoh yang dilakukan manusia yang mengorbankan uang
kesehatan.
3.2. akibat dari zat yang terkandung dalam rokok sangat membahayakan perokok dan dapat
membawa maut. Karena yang terkandung dalam rokok merupakan bahan radioaktif. Sehingga
apabila racun rokok tersebut masuk dalam tubuh kita maka kita akan mengalami kerusakan pada
setiap organ di sepanjang laluannya.
3.3. merokok sangat berbahaya sehingga dapat menyebabkan berbagai macam penyakit yang dapat
membawa maut.
3.4. upaya penangulangan bahaya merokok bagi kesehatan adalah dengan cara mengonsumsi buah
pisang secara rutin ataupun membuat ruangan bebas asap rokok di tempat umum, tempat umum
dan tempat bermain anak – anak.

ilmiah Bahaya Merokok Pada Kesehatan"


BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Manusia memiliki berbagai macam kebiasaan. Mulai dari berolahraga, membaca, menulis,
mengarang, dan sebagainya.Di antara sekian banyak kebiasaan manusia, ada salah satu kebiasaan
manusia yang sangat merugikan bagi kesehatan mereka.Anehnya, kebiasaan yang tidak baik ini sering
dilakukan oleh masyarakat kita, yakni kebiasaan merokok. Merokok sendiri bukanlah hal yang
dianggap tabu oleh masyarakat kita,meskipun yang melakukannya adalah anak yang masih
duduk di bangku sekolah. Hal ini sangat memprihatinkan, karena sebagaimana kita ketahui
bahwa di dalam rokok terdapat banyak zat beracun yang nantinya akan mengganggu kesehatan tubuh
kita.

Untuk itu dengan dibuatnya karya ilmiahini diharapkan warga masyarakat dapat sadar dan
segera meninggalkan atau mengurangi kebiasaan mereka yang tidak baik.Karena bagaimanapun
juga dampak rokok bagi kesehatan pelaku ( perokok aktif ) maupun kesehatan orang yang
terkena paparan asap rokok perokok aktif (perokok pasif) sangat besar, karena zat beracun yang
terkandung di dalamnya.
B. Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, penulis dapat merumuskan masalah
yang akan di bahas dalam laporan karya ilmiah ini. Masalah tersebut adalah sebagai berikut :

1. Apa pengertian dari rokok?


2. Apa saja zat zat kimia yang terkandung dalam rokok ?
3. Apa saja cirri-ciri remaja perokok ?
4. Mengapa remaja mulai merokok ?
5. Bagaimana dampak rokok Terhadap kesehatan ?
6. Bagaimana cara pencegahan agar remaja berhenti merokok ?
7. Apakah strategi yang harus dilakukan ?
A. Tujuan penulisan
 Untuk menyadarkan para remaja akan bahaya merokok
 Agar para remaja tahu tentang bahan kimia yang ada di rokok
 Untuk membiasakan para remaja jauh dari rokok
B. Batasan masalah
Agar pembahasan masalah lebih terfokus penulis memberikan batasan yaitu:
 Karya ilmiah ini di batasi oleh pokok bahasan bahaya merokok bagi remaja
C. Metode
Dalam menyusun karya ilmiah ini penulis menggunakan dua buah metode, yaitu metode internet dan
metode bacaan.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Arti & pengertian rokok


Rokok merupakan benda yang sudah tak asing lagi bagi kita. Merokok sudah menjadi kebiasaan
yang sangat umum dan meluas di masyarakat. Bahaya merokok terhadap kesehatan tubuh telah
diteliti dan dibuktikan banyak orang. Efek-efek yang merugikan akibat merokok pun sudah diketahui
dengan jelas. Banyak penelitian membuktikan kebiasaan merokok meningkatkan risiko timbulnya
berbagai penyakit seperti penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah,kanker paru - paru,
kanker rongga mulut, kanker laring, kanker osefagus, bronkhitis, tekanan darah tinggi, impotensi
serta gangguan kehamilan dan cacat pada janin. Pada kenyataannya kebiasaan merokok ini sulit
dihilangkan dan jarang diakui orang sebagai suatu kebiasaan buruk. Apalagi orang yang merokok
untuk mengalihkan diri dari stress dan tekanan emosi, lebih sulit melepaskan diri dari kebiasaan ini
dibandingkan perokok yang tidak memiliki latar belakang depresi.
Penelitian terbaru juga menunjukkan adanya bahaya dari seconhandsmoke yaitu asap rokok
yang terhirup oleh orang-orang bukan perokok karena berada di sekitar perokok atau bisa disebut
juga dengan perokok pasif. Rokok tidak dapat dipisahkan dari bahan baku pembuatannya yakni
tembakau. Di Indonesia tembakau ditambah cengkeh dan bahan – bahan lain dicampur untuk
dibuat rokok kretek.Selain kretek tembakau juga dapat digunakan sebagai rokok linting, rokok putih,
cerutu, rokok pipa dan tambakau tanpa asap (tembakau kunyah).
Dari hari ke hari jumlah perokok kian bertamabah. Hal inilah yang nantinya akan membuat
suatu malapetaka yang besar bagi kesehatan tubuh kita.
B. Bahan-bahan kimia yang ada pada rokok
Berikut adalah beberapa bahan kimia yang terkandung di dalam rokok:

- Nikotin, kandungan yang menyebabkan perokok merasa rileks.

- Tar, yang terdiri dari lebih dari 4000 bahan kimia yang mana 60 bahan kimia di antaranya bersifat
karsinogenik.

- Sianida, senyawa kimia yang mengandung kelompok cyano.

- Benzene, juga dikenal sebagai bensol, senyawa kimia organik yang mudah terbakar dan tidak
berwarna.

- Cadmium, sebuah logam yang sangat beracun dan radioaktif.

- Metanol (alcohol kayu), alcohol yang paling sederhana yang juga dikenal sebagai metil alkohol.

- Asetilena, merupakan senyawa kimia tak jenuh yang juga merupakan hidrokarbon alkuna yang paling
sederhana.

- Amonia, dapat ditemukan di mana-mana, tetapi sangat beracun dalam kombinasi dengan unsur-unsur
tertentu.

- Formaldehida, cairan yang sangat beracun yang digunakan untuk mengawetkan mayat.
- Hidrogen sianida, racun yang digunakan sebagai fumigan untuk membunuh semut. Zat ini juga
digunakan sebagai zat pembuat plastik dan pestisida.

- Arsenik, bahan yang terdapat dalam racun tikus.

- Karbon monoksida, bahan kimia beracun yang ditemukan dalam asap buangan mobil.

C. Ciri-ciri remaja perokok

Masa remaja yaitu masa di mana terjadinya kelabilan jiwa karena telah memasuki fase dari
anak-anak menuju fase dewasa. Pada umumnya masa remaja yaitu antara 12-21 tahun. Pada
perkembangan manusia, terdapat tuntutan – tuntutan psikologis yang harus dipenuhi, jika tidak maka
akan menimbulkan dampak yang berkelanjutan. Remaja pun juga seperti itu, jika tuntutan itu tidak
dipenuhi, maka akan menimbulkan dampak yang signifikan dalam perkembangannya menuju
kedewasaan.
Ciri-ciri khusus pada remaja antara lain :
- pertumbuhan fisik yang sangat cepat
- emosinya tidak strabil
- cerkembangan seksual sangat menonjol
- cara berfikirnya bersifat kausalitas ( hukum sebab akibat )
- terikat erat dengan kelompoknya

Pada umumnya masa remaja dapat dibagi 2 periode, yaitu :

1. Periode masa puber usia 12-18 tahun

a. Masa prapubertas : peralihan dari akhir masa kanak-kanak ke masa awal pubertas.
Cirinya :

- tidak suka diperlakukan seperti anak kecil

- mulai bersikap kritis

b. Masa pubertas 14-16 tahun : masa remaja awal, cirinya :


- mulai cemas dengan perubahan fisiknya
- memperhatikan penampilan
- sikapnya tidak menentu/plin plan
- suka berkelompolk dengan teman seumuran
c. Masa akhir pubertas 17-18 tahun : peralihan dari masa pubertas ke masa adolesen, cirinya :
- pertumbuhan fisik sudah mulai matang, tapi kedewasaan psikologisnya belum mencapai sepenuhnya
- proses kedewasaan jasmani remaja putri lebih awal dari remaja putra
2. Periode remaja adolesen usia 19-21 tahun
Merupakan masa akhir remaja, cirinya :
- perhatiannya tertutup kepada hal yang realistis
- mulai menyadari kenyataan
- sikapnya mulai jelas tentang hidup
- mulai nampak bakat dan minatnya

D. Alasan remaja mulai merokok

Para perokok biasanya mulai merokok sejak usia remaja. Bahkan ada beberapa yang sudah
memulainya sejak kanak-kanak. Sebelum memutuskan apa yang akan dilakukan pada anak yang
ketahuan merokok, sebaiknya pahami dulu mengapa mereka memulainya. Dengan
pemahaman,siapatahu malah bisa menghindari anak dari rokok sejak awal. Berikut beberapa alasan
mengapa remaja/anak-anak mulai merokok:
1. Sekadar coba-coba lalu ketagihan.
2. Terbiasa melihat anggota keluarga dan orang-orang di sekelilingnya merokok, sehingga

menganggap ini perbuatan normal.


3. Diajak teman. Tekanan teman sebaya yang sudah mencobanya dan anak takut dianggap

tidak bergaul kalau tidak ikut merokok.


4 Merasa rendah diri, dan merasa lebih asyik dengan merokok.
5. Mengira merokok adalah kegiatan orang orang yang sudah dewasa, dan mereka

ingin dianggap sudah besar. Punya pandangan ini adalah tindakan pemberontakan

terhadap orang tua.


6. Menganggap merokok adalah kegiatan yang keren, seperti halnya para idola mereka
seperti selebritas dan sebagainya.
7. Terpengaruh gencarnya iklan rokok yang masuk lewat film, media massa, poster, jadi

sponsor kegiatan anak-anak muda seperti konser musik dan sebagainya.


8. Tak ada yang menegur dan mengingatkan ketika melihat anak kecil atau remaja

merokok di tempat umum.


9. Murahnya harga rokok, bahkan anak dan remaja bisa mengeteng per batang.
10. Tak cukup paham dampak rokok pada kesehatan diri sendiri dan orang sekitar.

E. Dampak rokok

Saat ini, rokok telah mulai dikonsumsi oleh para remaja bahkan juga anak-anak. Hal ini
memunculkan keprihatinan mengingat bahaya rokok bagi seseorang. Kenakalan remaja identik juga
dengan remaja yang merokok. Kebanyakan remaja nakal dan remaja yang suka tawuran adalah
perokok.

Bahaya rokok terutama adalah bagi kesehatan. Kita tahu bahwa rokok mengandung banyak sekali
racun dan nikotin yang pada akhirnya dapat menyebabkan penyakit, kanker paru, impotensi dan
bahkan serangan jantung. Semakin dini seseorang mengkonsumsi rokok maka semakin banyak racun
yang terkumpul di tubuhnya. Hal ini bisa menghambat pertumbuhan fisik atau menyebabkan serangan
penyakit pada masa dewasa atau masa tuanya. Padahal masa remaja merupakan masa pertumbuhan
dan perkembangan yang penting.

Selain kesehatan, rokok juga berdampak kurang baik bagi perkembangan psikologis remaja. Rokok
identik dengan pergaulan remaja yang lebih rentan terhadap kenakalan daripada pergaulan
remaja tanpa rokok. Pergaulan remaja dengan rokok cenderung memberi remaja pemikiran bahwa
rokok bisa menjadi pelarian akan tiap masalah. Remaja kemudian akan merokok ketika mendapat
masalah dalam hidupnya. Di dalam rokok memang mengandung zat yang bisa membuat perokok
merasa lebih baik namun tentunya hal ini juga menyebabkan kecanduan. Kecanduan akan rokok
terbilang sulit untuk diatasi.

Pergaulan remaja dalam lingkungan perokok juga dapat mengantarkan pada kenakalan remaja yang
lebih besar lagi yakni penggunaan obat terlarang dan pergaulan bebas. Menghisap rokok yang
sebenarnya adalah obat terlarang bisa saja dialami. Dengan demikian, remaja bisa dengan mudah
masuk dalam pengaruh obat terlarang dan mengalami kecanduan. Selain itu, rokok juga menyebabkan
remaja menjadi lebih boros karena harus mengeluarkan uang secara rutin untuk membeli rokok.
Apalagi jika sudah terkena pergaulan remaja yang negatif, bisa-bisa anak berusaha mengambil
harta orang tuanya.

Oleh sebab itu, perkenalkanlah sejak dini mengenai bahaya rokok bagi remaja Anda. Hal ini
setidaknya membuat remaja berpikir dua kali untuk menjadi kecanduan. Berikan nasihat untuk
menghindari pergaulan dengan remaja perokok lainnya. Rokok memang membuat diri menjadi lebih
enak untuk sementara namun dapat berdampak fatal nantinya.

F. Upaya pencegahan

Sebagian besar perokok yang udah atau berniat untuk menghentikan kebiasaan merokok perlu
menggunakan cara mereka sendiri. Para perokok ringan, yang sangat berkeinginan untuk untuk
menghentikan kebiasaan merokok, akan dapat berhasil dalam usaha mereka bila menggunakan cara
mereka sendiri yang paling sesuai untuk mereka.

Setiap orang yang ingin berhenti merokok memerlukan suatu cara yang sesuai untuk masing-masing.
Hasil studi baru-baru ini di Inggris menunjukkan bahwa 69% perokok dewasa ingin berhenti
merokok. Nikotin adalah zat yang paling membuat orang ketagihan sehingga berhenti merokok
tidaklah mudah walaupun motifasinya amat tinggi. Perokok menyadari bahwa upaya awal untuk
menghentikan kebiasaan merokok seringkali tidak berhasil sehingga perokok yang ingin berhenti
harus siap untuk melakukan usaha berkali kali. Upaya berulang kali ini penting artinya karena akan
berupa intervensi awal. Setiap orang harus mencoba berbagai teknik intervensi untuk
menentukan mana yang paling sesuai, dengan menyadari bahwa mungkin diperlukan tiga sampai
empat kali percobaan sebelum menemukan cara yang sesuai. Harus dijelaskan kepada setiap
perokok yang berupaya untuk menghentikan kebiasaannya bahwa gagal sekali dan mengulangi
kembali bukanlah berarti kegagalan program, melainkan hanya suatu hambatan kecil menuju suatu
langkah yang akhirnya menuju keberhasilan.

Model tahapan perubahan dari Prochaska dan DiClemente penting bagi perokok yang jelas kurang
termotivasi untuk secara aktif melaksanakan suatu program menghentikan kebiasaan merokok.
Model ini, yang berawal dari praa-kontemplasi ke kontemplasi kemudian periaan dan akhirnya
tindakan, mencakup lingkup yang luas dari posisi para perokok. Petugas kesehatan, penyuluh
kesehatan, peraturan perundang – undangan dan dukungan sosial, perlu mendorong kemajuan dari
satu tahap ke tahap berikutnya. Walaupun suatu Intervensi tidak membuat perokok berhasil
menghentikan kebiasaan merokok sepenuhnya, mungkin saja ia sudah maju dari tahap pra-
kontemplasi ke kontemplasi. Dengan intervensi berikutnya si perokok akan dapat maju lebih jauh lagi
sampai ke persiapan dan akhirnya ke tindakan dan menghentikan kebiasaan merokok; upaya
berulangkali dengan pelajaran yang diperoleh pada tiap tahap dan setiap tahap mengarah pada sasaran
akhir yaitu berhenti sepenuhnya.

Pada tahap pre-kontemplasi perokok memerlukan informasi, pada tahap persiapan dan tahap
tindakan perokok perlu menentukan suatu program dan menetapkan tanggal untuk berhenti
merokok. Para professional dalam bidang kesehatan perlu mengetahui tahap-tahap ini dan harus siap
melaksanakan tindakan yang proaktif dan positif, pertama untuk membuat si perokok meningkat
sampai ke tahap tindakan, kemudian untuk membantu si perokok agar berhasil menyelesaikan
program menghentikan kebiasaan merokok.

Seringkali program menghentikan kebiasaan merokok mahal biayanya atau tidak dapat dijangkau oleh
sebagian besar penduduk. Oleh karena itu para petugas pemeliharaan kesehatan, keluarga dan
teman menjadi mekanisme pendukung bagi sebagian besar perokok yang ingin berhenti merokok.
program umum yang dapat direkomendasikan oleh para profesional pemeliharaan kesehatan tidak
memerlukan biaya atau tambahan, selain keinginan kuat dari para perokok serta keluarga dan teman-
teman.

G. Strateginya adalah sebagai berikut:

Tetapkan hati untuk berhenti merokok, pelajari dan tetapkan motivasi tertentu dan keinginan untuk
berhenti.

Bicara dengan seorang klinisi, bahas cara pengobatan dan strategi untuk mengatasi keinginan merokok
kembali, maksimalkan kesempatan untuk berhasil.

Tetapkan hari untuk berhenti merokok, jangan berusaha mengurangi rokok secara bertahap, tetapi
berhenti total setelah tanggal yang telah ditetapkan.

Singkirkan semua peralatan yang berkaitan dengan tembakau dan bersihkan semua pakaian dan mobil
sebelum tanggal yang ditetapkan, segeralah berhenti merokok di rumah dan di dalam mobil, jangan
pergi ke tempat-tempat yang menimbulkan godaan untuk merokok.

Jangan kuatir diet sampai sepenuhnya berhenti merokok.


Pastikan dan minta dukungan dari rekan sekerja, teman dan keluarga untuk mendorong upaya berhenti
merokok dan terus berhenti.

Sebagai orang tua, sadarilah contoh yang Anda berikan kepada anak-anak.

Pelajari bagaimana menghindari atau mengatasi keadaan dan perilaku yang membuat Anda berhenti
merokok.

Suatu gabungan antara sejumlah intervensi menghapus kebiasaan merokok dapat membawa hasil yang
baik. Terapi perilaku rasa seringkali tidak dapat mendorong perhentian kebiasaan merokok,
sehingga pemakaian obat pengganti nikotin atau terapi pemakaian obat-obatan non-nikotin akan
lebih membantu bagi si perokok. Karena perokok sudah ketagihan nikotin, obat pengganti nikotin
berbentuk pil, "koyo" atau permen karet, akan memuaskan kebutuhan perokok atau nikotin. Terapi
dengan pengganti nikotin telah terbukti dua kali lebih berhasil-guna dalam menghentikan kebiasaan
merokok disbanding dengan upaya tanpa cara itu. Bagi kebanyakan orang yang berhasil berhenti
merokok, terapi dengan pengganti nikotin membuat mereka mampu mengatasi gejala putus obat
(gejala putus nikotin) dan membuat alat bantu psikologis maupun fisiologis dalam upaya
menghentikan kebiasaan merokok. Terapi farmakologis non-nikotin seperti bupropin, berfungsi
melalui berbagai cara disbanding dengan pengganti nikotin dan juga telah terbukti dua kali lebih
berhasil dalam membantu perokok berhenti merokok. Terapi perilaku dapat membantu perokok
mengatasi motivasi sosial untuk merokok. Sebelum menjalani upaya berhenti merokok, seorang
perokok harus menyadari tentang kemungkinan timbulnya gejala putus obat, berupa sifat lekas
marah, ketidak-sabaran, sikap bermusuhan, kecemasan, rasa tertekan, kesulitan berkonsentrasi, sulit
tidur dan bertambahnya nafsu makan dan kenaikan berat badan.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan

Rokok merupakan benda yang sudah tak asing lagi bagi kita. Merokok sudah menjadi
kebiasaan yang sangat umum dan meluas di masyarakat. Bahaya merokok terhadap kesehatan tubuh
telah diteliti dan dibuktikan banyak orang. Efek-efek yang merugikan akibat merokok pun sudah
diketahui dengan jelas. Para perokok biasanya mulai merokok sejak usia remaja. Bahkan ada beberapa
yang sudah memulainya sejak kanak-kanak. Sebelum memutuskan apa yang akan dilakukan pada anak
yang ketahuan merokok, sebaiknya pahami dulu mengapa mereka memulainya. Dengan
pemahaman, siapa tahu malah bisa menghindari anak dari rokok sejak awal.

Merokok dapat dicegah dengan berbagai upaya,seperti :

Tetapkan hati untuk berhenti merokok, pelajari dan tetapkan motivasi tertentu dan keinginan untuk
berhenti., bicara dengan seorang klinisi, bahas cara pengobatan dan strategi untuk mengatasi
keinginan merokok kembali, maksimalkan kesempatan untuk berhasil.

Tetapkan hari untuk berhenti merokok, jangan berusaha mengurangi rokok secara bertahap, tetapi
berhenti total setelah tanggal yang telah ditetapkan.

B. Saran-saran

Setelah membaca karya ilmiah ini, semoga remaja dapat tersadarkan akan bahaya rokok bagi
kesehatan mereka dan segera meninggalkan kebiasaan merokoknya, supaya kesehatan mereka
tetap terjaga dan nantinya menjadikan tubuh mereka sehat bugar dan terhindar dari penyakit yang
mengancam jiwa mereka.

Sebaiknya pemerintah mengadakan seminar atau penyuluhan mengenai bahaya merokok agar para
remaja terhindar dan sadar akan bahaya merokok.

Artikel Pengertian Bahaya Merokok


Pengertian bahaya merokok, Cobalah untuk berhenti merokok, Memang bagi yang sudah
kecanduan susah untuk berhenti merokok. Baik, kali ini kami akan berbagi informasi tentang
pengertian bahaya merokok, Lindungi remaja dari bahaya rokok. Rokok adalah produk yang
berbahaya dan adiktif (menimbulkan ketergantungan) karena didalam rokok terdapat 4000 bahan
kimia berbahaya yang 69 diantaranya merupakan zat karsinogenik (dapat menimbulkan kanker).
Zat-zat berbahaya yang terkandung didalam rokok antara lain : tar, karbon monoksida, sianida,
formalin, nitrosamine dll.

Efek rokok bagi kesehatan sendiri sangat membahayakan, akibat kandungan berbagai bahan
kimia berbahaya yang ada di dalam rokok maka dengan merokok sama saja kita memasukan
bahan-bahan berbahaya tersebut ke dalam tubuh kita. Penyakit-penyakit yang diketahui dapat
disebabkan oleh rokok antara lain : kanker tenggorokan, kanker paru-paru, kanker lambung,
penyakit jantung koroner, pneumonia, gangguan sistem reproduksi dll.

Tetapi meskipun rokok sudah banyak diketahui bahayanya dan menimbulkan banyak penyakit,
masih banyak saja orang yang tetap merokok. Salah-satu alasannya adalah kandungan nikotin di
dalam rokok akan menimbulkan kecanduan bagi para penghisapnya sehingga apabila mereka
tidak merokok, mereka akan merasakan gangguan seperti gelisah, berkeringat dingin, sakit perut
dll. Kemudian ketika mereka merokok kembali dan nikotin telah menyentuh otak lagi, barulah
mereka akan merasa tenang dan dapat berkonsentrasi.

Berikut ini gambar perbandingan Paru-Paru orang tidak perokok dan orang perokok :
Pada remaja, masalah kesehatan jangka pendek termasuk diantaranya penyakit yang dapat timbul
akibat rokok adalah gangguan pernafasan, kecanduan nikotin serta meningkatnya resiko untuk
menggunakan bahan berbahaya lain termasuk obat terlarang. Sedangkan masalah jangka
panjangnya adalah kenyataan bahwa sekali orang telah menjadi perokok aktif maka biasanya
akan terus menjadi perokok aktif sepanjang hidupnya.

Beberapa masalah lain yang dapat timbul akibat bahaya rokok :

 Perokok mempunyai fungsi paru-paru yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka
yang bukan perokok.
 Merokok mengurangi pertumbuhan paru-paru.
 Pada orang dewasa, penyakit yang disebabkan oleh rokok adalah penyakit jantung &
stroke. Penelitian menunjukkan bahwa hal tersebut juga mulai terlihat pada remaja yang
menggunakan rokok.
 Merokok dapat menurunkan performa & daya tahan tubuh para remaja, bahkan pada
remaja yang aktif berolahraga.
 Secara rata-rata, orang yang merokok 1 bungkus atau lebih setiap harinya berkurang
hidupnya selama 7 tahun dibandingkan orang yang tidak merokok.
 Merokok sejak usia dini akan meningkatkan resiko untuk terkena kanker paru-paru.
Untuk penyakit lain karena rokok maka resikonya juga akan semakin meningkat apabila
terus merokok.
 Remaja yang menggunakan rokok mempunyai kemungkinan 3x lebih banyak
dibandingkan mereka yang tidak merokok untuk menggunakan alkohol, 8x lebih banyak
untuk menghisap ganja serta 22x lebih banyak untuk menggunakan kokain. Merokok
juga sering dihubungkan dengan terjadinya kelakukan beresiko lain seperti berkelahi
ataupun melakukan hubungan seksual secara dini. Bahaya merokok pada remaja dengan
kata lain memberi efek buruk lebih dini.

Maka dari itu banyak perokok yang akan terus menjadi perokok seumur hidupnya, walaupun
apabila mereka memiliki keinginan yang kuat untuk berhenti, mereka akan sulit menghentikan
kecanduan mereka terhadap rokok. Salah-satu hal lain yang turut menjadi keprihatinan adalah
jumlah perokok yang semakin meningkat dari tahun ke tahun, hal ini berarti bahwa terdapat
pertambahan perokok baru setiap saat yang kemungkinan besar akan terus menjadi perokok aktif
seumur hidupnya. Perokok baru tersebut sebagian besar adalah anak-anak dan remaja.
Demikianlah informasi tentang pengertian bahaya merokok.
Semoga bermanfaat.
Makalah - Bahaya Rokok

KATA PENGANTAR

Puji syukur yang dalam saya panjatkan ke hadiran Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Pemurah,
karena berkat kemurahan dan karuni-Nya makalah ini dapat saya selesaikan. Dalam makalah ini
membahas tentang “Bahaya Rokok”, suatu permasalahan yang sering dilupakan oleh banyak orang.
Padahal dapat menimbulkan permasalahan yang cukup besar.

Makalah ini sengaja saya buat untuk kembali mengingatkan masyarakat bahwa merokok memiliki
efek yang besar bagi kesehatan tubuh. Selain itu semoga setelah membaca makalah ini masyarakat tahu
mengapa rokok tidak baik bagi kesehatan tubuh mereka.

Penulis menyadari bahwa di dalam makalah ini masih banyak sekali kekurangan baik itu di dalam
penyusunan ataupun penulisan makalah ini oleh karena itu penulis mengharapkan dari para pembaca,
kritik dan saran yang bersifat membangun sehingga dapat menjadi masukan bagi penulis untuk bisa
lebih baik lagi.

Semoga laporan ini berguna bagi semua pihak. Saya mengharapkan kritik dan saran pada
pembaca demi perbaikan laporan ini tidak kalah pentingnya saya ucapkan terima kasih bagi semua pihak
yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini.

bandung,28 januari 2014

Penulis
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .................................................................................................


HALAMAN PENGESAHAN .....................................................................................

KATA PENGANTAR ................................................................................................

DAFTAR ISI ............................................................................................................

BAB I. PENDAHULUAN ..........................................................................................

A. Latar Belakang .........................................................................................


B. Ruang Lingkup .........................................................................................
C. Maksud dan Tujuan .................................................................................

BAB II. PEMBAHASAN ...........................................................................................

A. Pengertian Rokok ....................................................................................


B. Zat-Zat Beracun Yang Terkandung Dalam Rokok dan

Dampaknya

C. Bahaya Perokok Pasif ..............................................................................


D. Beberapa Penelitian tentang Rokok .......................................................
E. Hambatan ................................................................................................
F. Cara Mengatasi Masalah yang ada .........................................................

BAB III. PENUTUP ..................................................................................................

A. Kesimpulan ..............................................................................................
B. Saran .......................................................................................................

DAFTAR PUSTAK
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Manusia memiliki berbagai macam kebiasaan. Mulai dari berolahraga, membaca, menulis,
mengarang,dan sebagainya.Di antara sekian banyak kebiasaan manusia, ada salah satu kebiasaan
manusia yang sangat merugikan bagi kesehatan mereka.Anehnya, kebiasaan yang tidak baik ini
sering dilakukan oleh masyarakat kita, yakni kebiasaan merokok.
Merokok sendiri bukanlah hal yang dianggap tabu oleh masyarakat kita, meskipun yang
melakukannya adalah anak yang masih duduk di bangku sekolah.Hal ini sangat memprihatinkan,
karena sebagaimana kita ketahui bahwa di dalam rokok terdapat banyak zat beracun yang nantinya
akan mengganggu kesehatan tubuh kita.
Untuk itu dengan dibuatnya makalah ini diharapkan warga masyarakat dapat sadar dan segera
meninggalkan atau mengurangi kebiasaan mereka yang tidak baik.Karena bagaimanapun juga
dampak rokok bagi kesehatan pelaku (perokok aktif) maupun kesehatan orang yang terkena paparan
asap rokok perokok aktif (perokok pasif) sangat besar,karena zat beracun yang terkandung di
dalamnya.
B. Ruang lingkup
Untuk lebih terfokusnya pembahasan makalah ini dan agar tidak melebar nya pembahasan,
maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :
1. Pengertian rokok.
2. Dampak dari merokok.
3. Zat-zat yang terkandung dalam rokok.
C. Maksud dan Tujuan
Adapun maksud dan tujuan dari makalah ini yaitu :
1. Menjelaskan pengertian rokok.
2. Menjelaskan zat-zat yang terkandung dalam rokok.
3. Menjelaskan bahaya rokok.
BAB II

PEMBAHASAN

Rokok merupakan benda yang sudah tak asing lagi bagi kita. Merokok sudah menjadi
kebiasaan yang sangat umum dan meluas di masyarakat. Bahaya merokok terhadap kesehatan
tubuh telah diteliti dan dibuktikan banyak orang. Efek-efek yang merugikan akibat merokok pun
sudah diketahui dengan jelas. Banyak penelitian membuktikan kebiasaan merokok meningkatkan
risiko timbulnya berbagai penyakit seperti penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah, kanker
paru-paru, kanker rongga mulut, kanker laring, kanker osefagus, bronkhitis, tekanan darah tinggi,
impotensi serta gangguan kehamilan dan cacat pada janin.

Pada kenyataannya kebiasaan merokok ini sulit dihilangkan dan jarang diakui orang sebagai
suatu kebiasaan buruk. Apalagi orang yang merokok untuk mengalihkan diri dari stress dan tekanan
emosi, lebih sulit melepaskan diri dari kebiasaan ini dibandingkan perokok yang tidak memiliki latar
belakang depresi.

Penelitian terbaru juga menunjukkan adanya bahaya dari seconhandsmoke yaitu asap rokok
yang terhirup oleh orang-orang bukan perokok karena berada di sekitar perokok atau bisa disebut
juga dengan perokok pasif. Rokok tidak dapat dipisahkan dari bahan baku pembuatannya yakni
tembakau. Di Indonesia tembakau ditambah cengkeh dan bahan-bahan lain dicampur untuk dibuat
rokok kretek. Selain kretek tembakau juga dapat digunakan sebagai rokok linting, rokok putih,
cerutu, rokok pipa dan tambakau tanpa asap (tembakau kunyah).

Dari hari ke hari jumlah perokok kian bertamabah. Hal inilah yang nantinya akan membuat
suatu malapetaka yang besar bagi kesehatan tubuh kita.

A. Pengertian
Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang 70-120 mm,(bervariasi tergantung
negara ) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun yang telah dicacah.
Ada 2 jenis rokok yaitu rokok yang berfilter dan tidak berfilter. Filter pada rokok terbuat dari
bahan busa serabut sintetis yang berfungsi menyaring nikotin. Rokok biasanya di jual dalam
bungkusan berbentuk kotak /kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah kedalam
kantong .sejak beberapa tahun terakhir, bungkusan-bungkusan tersebut umumnya disertai pesan
kesehatan yang memperingatikan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat di timbulkan dari
merokok.misalnya kanker ,paru-paru ,serangan jantung dan lain-lainnya.

Rokok adalah benda beracun yang memberi efek santai dan sugesti merasa lebih jantan.
Dibalik kegunaan/manfaat rokok yang secuil itu terkandung bahaya yang sangat besar bagi orang
yang merokok maupun orang yang ada disekitar perokok yang bukan perokok.

B. Zat - zat Beracun Yang Terdapat Dalam Rokok dan Dampaknya


Sebagaimana kita ketahui di dalam asap sebatang rokok yang dihisap oleh perokok, tidak
kurang dari 4000 zat kimia beracun. Zat kimia yang dikeluarkan ini terdiri dari komponen gas (85
persen) dan partikel. Nikotin, gas karbonmonoksida, nitrogen oksida, hidrogen sianida, amoniak,
akrolein, asetilen, benzaldehid, urethan, benzen, methanol, kumarin, 4-etilkatekol, ortokresoldan
perylene adalah sebagian dari beribu – ribu zat di dalam rokok. Tapi diantara zat – zat yang
disebutkan tadi, ada 3 zat yang paling berbahaya yang terkandung di dalam sebatang rokok. Zat – zat
itu adalah:
1. Tar
Zat berbahaya ini berupa kotoran pekat yang dapat menyumbat dan mengiritasi paru - paru dan
sistem pernafasan, sehingga menyebabkan penyakit bronchitis kronis, emphysema dan dalam
beberapa kasus menyebabkan kanker paru - paru ( penyakit maut yang hampir tak dikenal oleh
mereka yang bukan perokok ).Racun kimia dalam TAR juga dapat meresap ke dalam aliran darah dan
kemudian dikeluarkan di urine.TAR yang tersisa di kantung kemih juga dapat menyebabkan penyakit
kanker kantung kemih. Selain itu Tar dapat meresap dalam aliran darah dan mengurangi
kemampuan sel - sel darah merah untuk membawa Oksigen ke seluruh tubuh, sehingga sangat besar
pengaruhnya terhadap sistem peredaran darah.
2. Nikotin
Adalah suatu zat yang dapat membuat kecanduan dan mempengaruhi sistem syaraf, mempercepat
detak jantung ( melebihi detak normal ) , sehingga menambah resiko terkena penyakit jantung.
Selain itu zat ini paling sering dibicarakan dan diteliti orang, karena dapat meracuni saraf tubuh,
meningkatkan tekanan darah, menimbulkan penyempitan pembuluh darah tepi dan menyebabkan
ketagihan dan ketergantungan pada pemakainya. Kadar nikotin 4-6 mg yang dihisap oleh orang
dewasa setiap hari sudah bisa membuat seseorang ketagihan. Selain itu Nikotin berperan dalam
memulai terjadinya penyakit jaringan pendukung gigi karena nikotin dapat diserap oleh jaringan
lunak rongga mulut termasuk gusi melalui aliran darah dan perlekatan gusi pada permukaan gigi dan
akar. Nikotin dapat ditemukan pada permukaan akar gigi dan hasil metabolitnya yakni kontinin
dapat ditemukan pada cairan gusi.
3. Karbon Monoksida (CO)
Zat ini dapat meresap dalam aliran darah dan mengurangi kemampuan sel - sel darah merah untuk
membawa Oksigen ke seluruh tubuh, sehingga sangat besar pengaruhnya terhadap sistem
peredaran darah. Selain itu, karbonmonoksida memudahkan penumpukan zat - zat penyumbat
pembuluh nadi, yang dapat menyebabkan serangan jantung yang fatal selain itu juga dapat
menimbulkan gangguan sirkulasi darah di kaki.Efek terakhir ini membuat para wanita perokok lebih
beresiko ( daripada wanita non perokok ) mendapat efek samping berbahaya bila meminum pil
kontrasepsi ( pil KB). Karena itulah sebabnya mengapa para dokter kandungan ( ginekolog )
umumnya segan memberi pil KB pada wanita yang merokok.
C. Bahaya Perokok Pasif
Tidak hanya perokok aktif saja yang memiliki resiko terkena penyakit, perokok pasif pun juga
demikian. Berikut adalah penyakit yang sangat mungkin menyerang perokok pasif.

1. Meningkatnya resiko kanker paru-paru dan serangan jantung


2. Meningkatnya resiko penyakit saluran pernafasan seperti radang paru-paru dan bronkhitis
3. Iritasi pada mata yang menyebabkan rasa sakit dan pedih
4. Bersin dan batuk-batuk karena alergi
5. Sakit pada tekak, esofagus, kerongkongan dan tenggorokan
6. Sakit kepala sebagai reaksi penolakan nikotin
Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa perokok yang merokok di tempat umum atau tidak
memperdulikan orang lain yang tidak merokok adalah orang yang egois. Nikmatnya diambil sendiri,
sakitnya dibagi-bagi. Selain itu, asap rokok yang dikeluarkan lebih berbahaya daripada yang masuk
ke dalam tubuh perokok pasif. Hal ini dikarenakan asap rokok mengandung zat-zat sebagai berikut:

1. Mengandung nikotin dua kali lebih banyak


2. Mengandung karbon monoksida lima kali lebih banyak
3. Mengandung tar lima kali lebih banyak
4. Meningkatnya zat kimia berbahaya bagi kesehatan hingga berkali lipat

Bahaya asap rokok bagi ibu hamil, janin dan bayi. Selain bagi perokok pasif yang dalam
keadaan normal, asap rokok lebih berbahaya bagi ibu hamil dan janin yang dikandungnya. Akibat
dari asap rokok tersebut antara lain:
1. Keguguran pada janin yang dikandung

2. Kematian janin di dalam kandungan

3. Pendarahan pada plasenta dan terjadi pembesaran lebih dari 30 persen

4. Berat badan janin berkurang sekitar 20-30 persen dari normal

5. Bayi yang lahir prematur dalam keadaan kesehatan yang tidak stabil

Asap rokok lebih berbahaya lagi jika dihisap oleh bayi, akibatnya adalah:

1. Mengalami gangguan dan penyakit pernafasan

2. Terganggunya perkembangan kecerdasan anak, baik motorik maupun kognitif

3. Terjangkitnya penyakit telinga

4. Bisa meningkatkan resiko penyakit leukimia sebanyak dua kali lipat

5. Meningkatkan resiko kanker otak hingga 22 persen

6. Bayi akan lebih mudah lelah karena oksigen yang tidak terserap sempurna

7. Sindrom kematian secara mendadak

D. Beberapa Penelitian Tentang Rokok.


Menurut Menteri Kesahatan Indonesia Tahun 2004 Bapak Dr. Achmad Sujudi, kebiasaan
merokok di Indonesia cenderung meningkat. Berdasarkan data Susenas (Survei Sosial Ekonomi
Nasional) penduduk Indonesia usia dewasa yang mempunyai kebiasaan merokok sebanyak 31,6%.
Dengan besarnya jumlah dan tingginya presentase penduduk yang mempunyai kebiasaan merokok,
Indonesia merupakan konsumen rokok tertinggi kelima di dunia dengan jumlah rokok yang
dikonsumsi (dibakar) pada tahun 2002 sebanyak 182 milyar batang rokok setiap tahunnya setelah
Republik Rakyat China (1.697.291milyar), Amerika Serikat (463,504 milyar),Rusia (375.000 milyar)
dan Jepang (299.085 milyar).
Selain itu, dalam laporan yang baru saja dikeluarkan WHO berjudul “Tobacco and Poverty : A
Vicious Cycle atau Tembakau dan Kemiskinan : Sebuah Lingkaran Setan” dalam rangka peringatan
Hari Tanpa Tembakau Sedunia tanggal 31 Mei 2004, membuktikan bahwa perokok yang paling
banyak adalah kelompok masyarakat miskin. Bahkan di negara-negara maju sekalipun, jumlah
perokok terbanyak berasal dari kelompok masyarakat bawah. Mereka pula yang memiliki beban
ekonomi dan kesehatan yang terberat akibat kecanduan rokok. Dari sekitar 1,3 milyar perokok di
seluruh dunia, 84% diantaranya di negara – negara berkembang.
Hasil penelitian itu juga menemukan bahwa jumlah perokok terbanyak di Madras, India justru
berasal dari kelompok masyarakat buta huruf. Kemudian riset lain membuktikan bahwa kelompok
masyarakat termiskin di Bangladesh menghabiskan hampir 10 kali lipat penghasilannya untuk
tembakau dibandingkan untuk kebutuhan pendidikan. Lalu penelitian di 3 provinsi Vietnam
menemukan, perokok menghabiskan 3,6 kali lebih banyak untuk tembakau dibandingkan untuk
pendidikan, 2,5 kali lebih banyak untuk tembakau dibandingkan dengan pakaian dan 1,9 kali lebih
banyak untuk tembakau dibandingkan untuk biaya kesehatan.
4. Hambatan
Dalam prakteknya di lapangan, tidak mudah untuk menerapkan peraturan yang melarang
tentang merokok. Karena hal ini disebabkan oleh beberapa hal yaitu:
1. Masih minimnya kesadaran masyarakat akan bahaya rokok bagi kesehatan tubuh mereka, sehingga
sulit diadakannya pembinaan untuk mereka.
2. Kurangnya sosialisasi dari instansi terkait mengenai bahaya merokok, sehingga masyarakat tidak
tahu seberapa besar bahaya rokok bagi kesehatan mereka.
3. Kurang ketatnya pengawasan terhadap peredaran rokok di negara kita, sehingga jumlah produsen
rokok meningkat.
5. Cara Mengatasi Permasalahan Yang Ada
Beberapa cara yang dapat kita lakukan supaya kita dapat terhindar dari bahaya asap rokok
adalah sebagai berikut :
1. Tarbiyah atau pedidikan keimanan yang sungguh – sungguh untuk setiap individu masyarakat agar
mereka sadar betapa bahaynya menghisap rokok.
2. Adanya teladan yang baik bagi sang anak baik di rumah, di sekolah, maupun di sekitar
lingkungannya.
3. Melarang Oknum guru untuk merokok di depan siswa saat mengajar. Mengapa? karena kita ketahui
bahwa tugas guru adalah sebagai suri tauladan bagi siswanya di sekolah. Jadi wajar saja kalau guru
harus memberi contoh yang baik bagi siswanya.
4. Penyuluhan yang gencar dan intensif dari Instansi terkait. Dengan jalan ini diharapkan jumlah
perokok akan berkurang, karena mereka memperoleh pengetahuan langsung tentang bahaya rokok
bagi kesehatan mereka.
5. Menyebarluaskan fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) tentang haramnya rokok. Karena dengan
jalan ini masyarakat akan berfikir lagi untuk merokok.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Melihat kenyataan yang ada pada uraian sebelumnya, dapat dikatakan rokok itu lebih banyak
mudharatnya (dampak negatifnya) dari pada dampak positifnya. Apabila hal ini dibiarkan terus
berlangsung, maka akan mengakibatkan permasalahan yang serius pada kesehatan tubuh manusia.
Dan seharusnya masyarakat sadar akan bahaya merokok bagi kesehatan tubuh mereka. Namun hal
itu masih sulit dilakukan di Indonesia.
B. Saran
Setelah membaca makalah ini, semoga masyarakat dapat tersadarkan akan bahaya rokok bagi
kesehatan mereka dan segera meninggalkan kebiasaan merokoknya, supaya kesehatan mereka
tetap terjaga dan nantinya menjadikan tubuh mereka sehat bugar dan terhindar dari penyakit yang
mengancam jiwa mereka.
DAFTAR PUSTAKA

Admin, 2013. Bahaya Meroko. http://catatantugassekolah.blogspot.com. [21 Mei 2013]

Atkinson, 1999. Pengantar Psikologi. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Direktorat Kesehatan Jiwa Masyarakat,2001. Buku Pedoman Umum Tim Pembina, Tim Pengarah & Tim
Pelaksana Kesehatan Jiwa. Direproduksi oleh Proyek Peningkatan Kesehatan Khusus APBD 2002.