Anda di halaman 1dari 3

Proposal

Persiapan bisnis:

o Mental yang kuat dan gigih merupakan modal utama dalam membangun sebuah
bisnis apapun
o Pilih nama usaha; pilih nama yg mudah diingat dan cukup mempresentasukan
prodak
o Resep; rasa dan racikan harus disukai secara umum oleh konsumen (tester jangan
selalu dengan keluarga)
o Target pasar; lakukan analisa dalam melihat peluang pasar, siapa saja yang akan
menerima prodak kita, bagaimana prodak kita menjadi favorit dalam konsumen
jangan sampai menjadi bumerang dan menjatuhkan usaha kita.
o Kampanye promosi;tahap awal sangatlah memiliki peran penting dalam membangun
usaha, hal ini bertujuan agar konsumen mau mencoba prodaak yang kita miliki.
- Tips memulai bisnis:
o Berani; bisnis itu resiko kalo kamu masih nyaman dengan pekerjaanmu jangan
mencoba bisnis, tabung uang sebanyak mungkin untuk modal dan investasi.
o Persiapan jangka pendek dan panjang; dalam bisnis bangun lah sebuah visi dan misi
agar kamu tau arah apa yang ingin kamu tuju, dan untuk apa kamu berbisnis
o JANGAN MENYERAH CUUUKKK; naik turunnya grafik dalam pemasaran sebulan dua
bulan itu hal biasa, jadi jangan sampai kamu terbebanin, lakukan evaluasi di
setiapbulannya. SEMANGAATTTTT!!!!!!
o Jangan takut gagal;dunia bisnis penuh liku dan tantangan. Ingat jangan jadi mental
tempee
o Harus siap dengan situasi dan ada rencana B; tidak semua yang berjalan sesuai
rencana, ingat jalan tidak selalu mulus.
- Tips promosi dan pemasaran:
o Lebih baik sedikit berbeda lebih baik daripada sedikit lebih baik; daripada mencari
resep yang lebih baik dari yang sudah ada lebih baik kita menghadirkan sesuatu yang
berbeda kepada konsumen.
o Aktif medsos;medsos salah satu alat iklan yang gratis jadi jangan pernah malas untuk
bawelll
o Promosi dr mulut ke mulut; jaringan rekomendasi merupakan sebuah senjataampuh
untuk mendatangkan pelanggan baru tapi memiliki resiko juga jika pelanggan yang
datang tidak puas dan menjadi berita untuk konsumen lain.
- Hambatan yang bisa muncul
o Hujan; selalu melihat detail likungan saat kita berjualan apakah layak saat hujan dan
bagaimana saat hujan, antisipasi.
o Karyawan sakit; alhamdulilah kalo punya karyawan, ingat treatment mereka dengan
baik karna kamu sendiri dulu pernah jadi karyawan.
o Harga bahan tidak stabil; selalu memiliki suplier yang cocok dengan kebutuhan harga
kita, tidak jauh, harga stabil dan lengkap.
BEP
Break-even Point atau BEP adalah sebuah kondisi di mana jumlah
pengeluaran yang diperlukan untuk biaya produksi sama dengan jumlah
pendapatan yang diterima dari hasil penjualan. Akibatnya, perusahaan
tidak mengalami laba maupun rugi. Dalam istilah akuntansi, BEP disebut
dengan titik impas.

Apa yang dimaksud dengan break-even point?


- Manfaat hitung BEP; kita jadi tahu kirakira berapa harga yang kita keluarkan dalam
penjualan, meminimalisir kerugian dalam berjualan.
o Unsuru pembentuk BEP;
 Biaya tetap (fixed cost) ; biaya yang selalu dikeluarkan setiap bulannya
terleps dari jualan atau tidak, seperti gaji karyawan, sewa tempat, dan
penyusutan
 Biaya variabel (variabel cost); ini merupakan biaya dari banyak atau
sedikitnya barang yang di produksi seperti biaya untuk belibahan baku,
tagihan listrik dan air,
 Harga jual per unit; harga jual didapt dari harga pokok yang sudah ditambah
dengan jumlah keuntungan yang diperoleh.

Rumus Menghitung BEP

Dalam menghitung BEP, ada dua macam hal yang harus diperhatikan,
yakni BEP Unit dan BEP Penjualan. Pengertian BEP Unit adalah berapa
banyak jumlah barang yang akan diproduksi agar mendapatkan BEP.
Perhitungan ini diperoleh dari total biaya tetap dibagi harga jual yang
dikurangi harga variabel.

BEP = FC : (P – VC)

Sedangkan, BEP Penjualan merupakan jumlah penjualan yang harus


didapatkan agar mampu menutup BEP itu tadi. Cara menghitungnya
sebagai berikut.

BEP = FC : (1 – (VC/P))

Semisal dengan biaya tetap senilai Rp20 juta dan biaya variabel sebesar
Rp12.000 serta harga jual per unit barang adalah Rp16.000, maka berapa
barang unit barang yang harus dihasilkan dan jumlah penjualan yang
didapat agar mendapatkan BEP?

BEP Unit = FC : (P – VC)

= Rp20.000.000 : (Rp16.000 – Rp12.000)

= 5000

BEP Penjualan = FC : (1 – (VC/P))

= Rp20.000.000 : (1 – Rp12.000 : Rp16.000))

= Rp80.000.000

Jadi, dari perhitungan di atas, untuk mendapatkan kondisi BEP,


perusahaan tersebut harus memproduksi sebanyak 5000 unit dan
menghasilkan penjualan sebesar Rp40.000.000.
-