Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH OLAHRAGA SEPAK BOLA

Disusun Oleh:

Adillah (02)
Adinda Mozart R.R.H (03)
Adita (04)
Aliuddin Hisyam (05)

SMA NEGERI 2 KOTA CIREBON


TAHUN PELAJARAN 2017/2018
Pengertian permainan sepak bola
Sepak bola adalah cabang olahraga yang menggunakan bola yang umumnya terbuat dari bahan
kulit dan dimainkan oleh dua tim yang masing-masing beranggotakan 11 (sebelas) orang pemain
inti dan beberapa pemain cadangan.
Sepak Bola berasal dari dua kata yaitu “Sepa”dan “Bola”. Sepak artinya menendang
(menggunakan kaki) sedangkan “bola” adalah alat permainan yang berbentuk bulat berbahan
karet, kulit atau sejenisnya. Dalam permainan sepak bola, sebuah bola disepak atau tendang oleh
para pemain kian kemari.
Tujuan dari permainan sepak bola adalah memasukan bola ke gawang lawan. Tim yang berhasil
mencetak gol paling banyak pada akhir pertandingan menjadi pemenangnya.
Secara umum, hanya penjaga gawang saja yang berhak menyentuh bola dengan tangan atau
lengan di dalam daerah gawangnya, sedangkan 10 pemain lainnya diizinkan menggunakan
seluruh tubuhnya selain tangan, biasanya dengan kaki untuk menendang, dada untuk mengontrol,
dan kepala untuk menyundul bola. Tim yang mencetak gol paling banyak pada akhir
pertandingan menjadi pemenangnya.
Peraturan pertandingan secara umum diperbarui setiap tahunnya oleh induk organisasi sepak
bola internasional (FIFA), yang juga menyelenggarakan Piala Dunia setiap empat tahun sekali.

 SEJARAH SEPAK BOLA


Permainan sepak bola berasal dari negara inggris. Pada tanggal 26 oktober 1836
berdiri organisasi sepask bola yang bernama foot ball associaton yang disingkat FBA.
Federasi sepak bola dunia, yaitu federation international the football association,
disingkat FIFA dibentuk pada tanggal 21 mei 1904 yang diketuai oleh guirin.
Bangsa indonesia mengenal permainan sepak bola dari bangsa belanda. Pada
tanggal 19 april 1930 di yogyakarta, dibentuk persatuan sepak bola seluruh indonesia,
disingkat PSSI yang diketuai oleh mr. Soeratin sosro soegondo, yang dikenal sebagai
bapak pelopor sepak bola indonesia.

LOKASI FIFA = ZURICH, SWISS


LOKASI PSSI = JAKARTA, INDONESIA
 TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAK BOLA
1). Teknik memendang bola (passing)
Pada dasarnya cara menemdang bola dapat dibedakan menjadi empat yaitu:
A). Teknik menendang bola dengan kaki bagian dalam.
B). Teknik menendang bola dengan punggung kaki.
C). Teknik menendang dengan punggung kaki bagian dalam
D). Teknik menendang dengan punggung kaki bagian luar.
E). Teknik menendang bola dengan kaki bagian luar

2). Teknik menahan bola


Mengontrol bola adalah upaya untuk menguasai bola sebelum bola
dihentikan oleh kaki. Dalam upaya mengontrol bola pemain harus dalam kondisi siap
dengan pengaman yang tepat agar dapat menguasai bola sepenuhnya. Setelah bola
tersebut terkontrol dengan baik, bola baru dihentikan. Menghentikan bola dapat
dilakukan dengan cara:
A). Menghentikan bola dengan telapak kaki.
B). Menghentikan bola dengan punggung kaki.
C). Menghentikan bola dengan dada.
D). Menghentikan bola dengan paha.
E). Menghentikan bola dengan perut
F). Menghentikan bola dengan kepala
3). Teknik menggiring bola
Menggiring bola adalah suatu gerakan membawa bola dengan menggunakan
kaki untuk menuju daerah pertahanan lawan dan untuk mengelak dari penjagaan
lawan. Ada beberapa cara menggiring bola yaitu:
A). Menggiring bola dengan kaki bagian dalam.
B). Menggiring bola dengan kaki bagian luar.
C). Menggiring bola dengan punggung kaki.
 PERATURAN PERMAINAN SEPAK BOLA
1. Lapangan
 Panjang lapangan =100 – 110 m
 Lebar lapangan = 64 – 75 m
 Luas daerah gawang = 18,32 x 5,5 m
 Jari-jari lingkaran tengah = 9,15 m
 Daerah hukuman pinalti = 40,32 x 16,5 m
 Jarak titik hukuman dengan garis gawang = 11 m

2. Gawang
 Tinggi gawang = 2,44 m
 Lebar gawang = 7,32 m
3. Bola
 Bahan bola = karet sintetis
 Bentuk bola = bulat
 Berat bola = 396 – 453 gram
 Keliling lingkaran bola = 68 – 71 cm

4. PEMAIN
• Dalam satu regu pemain sepak bola berjumlah 11 orang. Adapun tugas dari setiap
pemain adalah sebagai berikut.
• 1 orang penjaga gawang adalah satu-satunya pemain dalam sebuah tim yang
boleh menggunakan tangan untuk menghalangi bola menuju gawang dari
serangan tim lawan.
• 2-4 orang pemain bertahan (back) memiliki tugas utama untuk menghalangi
dan menutup pergerakan tim lawan
• 2-5 orang pemain tengah (gelandang/playmaker) Tugas utama dari pemain
tengah adalah mengatur tempo permainan dan menjadi penyokong peran bek
dan striker dalam tim.
• 1-3 orang penyerang (striker) memiliki tugas utama untuk mencetak gol ke
gawang lawan.
• Ada pula pemain sayap (winger) yang bertugas di sisi kanan atau kiri
lapangan.
• Kapten tim yaitu jabatan seseorang yang terpilih di antara para pemain yang bertugas
memimpin dan mengoordinasi para pemain agar bermain secara tim di lapangan dan
juga diharuskan setiap tim mempunyai kapten dengan tujuan apabila ada masalah
dengan tim maka kapten yang akan berdiskusi dengan wasit.
• Jika pemain tim kurang dari 7 atau 4 pemain terkena kartu merah dan keluar maka
tim tersebut dianggap kalah. Untuk pemain cadangan jumlahnya maksimal 12 orang.

5. PERALATAN
• Jersey, dalam satu pertandingan kedua tim tidak diperbolehkan memakai jersey
satu warna. Setiap tim harus mempunyai identitas berbeda, setiap tim harus
mempunyai 2 warna jersey. 1 untuk pertandingan rumah (Home) dan satu lagi
untuk laga tandang (Away).
• Kaos kaki, dalam pertandingan resmi sepak bola warna kaos kaki harus sama.
Kaos kaki juga bertujuan untuk melindungi tulang kering dan mencegah cidera.
• Sarung tangan, hanya boleh dipakai kiper (penjaga gawang) untuk
mempermudah dalam menangkap bola dan melindungi tangan dari tendangan
bola yang keras. Pemain lain juga diperbolehkan memakainya tetapi ketika berada
di tempat dingin atau bersalju.
• Penutup kepala, hanya bisa digunakan pemain yang cidera.
• Aksesoris yang dilarang, meliputi anting, kalung, gelang, dan lainnya.

6. PERGANTIAN PERMAIN
Pergantian pemain hanya bisa dilakukan maksimal 3 orang. Tetapi jika dalam
keadaan pertandingan persahabatan maka pergantian pemain boleh dilakukan 7 kali.

7. GOL
Perhitungan gol dilakukan ketika bola masuk ke dalam jaring dan melewati
gawang serta tidak ada pemain dalam posisi offside, pelanggaran, maupun hands ball.
Semua keputusan ada ditangan wasit yang menentukan gol tersebut sah atau tidak.

8. PELANGGARAN DAN KARTU


Pelanggaran bisa terjadi karena tackle yang terlalu keras, hands ball, mendorong
lawan, menarik baju lawan, mengganggu pergerakan penjaga gawang, dan masih
banyak lagi, Wasit akan mengeluarkan 2 macam kartu yaitu kartu merah dan kartu
kuning.
Jika mendapat kartu merah, maka pemain keluar dari lapangan pertandingan. Jika
mendapat kartu kuning maka mendapat peringatan keras, dan jika dapat 2 kali kartu
kuning maka otomatis mendapat kartu merah.
9. WAKTU
• Permainan dilakukan selamat 90 menit dan dibagi menjadi 2 babak, setiap babak
mempunyai waktu 45. Dengan waktu istirahat tidak lebih dari 15 menit.
• Jika hingga waktu berakhir masih berakhir imbang, maka dapat dilakukan undian,
perpanjangan waktu maupun adu penalti, bergantung pada format
penyelenggaraan kejuaraan. Dari sebuah pertandingan resmi, 3 poin diberikan
kepada tim pemenang, 0 poin untuk tim yang kalah dan masing-masing 1 poin
untuk dua tim yang bermain imbang.

10. WASIT
• Wasit memegang penuh jalannya pertandingan dan memberi keputusan apabila
pemain bola melanggar peraturan yang dilakukan. Wasit utama dibantu dengan
2-4 asisten wasit. Tugas seorang wasit yaitu antara lain:
• Menegakkan dan menjalankan peraturan.
• Membuat putusan yang memihak pada tim yang membuat pelanggaran.
• Membuat catatan jalannya pertandingan.
• Memberikan tendangan bebas langsung atau tidak langsung.
• Memberikan hukuman tendangan (penalty kick).
• Memberikan teguran dan peringatan pada pemain yang membuat
pelanggaran.
• Menghentikan permainan untuk sementara atau seterusnya.
• Menentukan bola sesuai dengan syarat atau standar tidak.

11. HAKIM GARIS DAN WASIT CADANGAN


• Asisten wasit disebut linesman. Memberitahukan kepada wasit utama apabila
terjadi offside dengan tanda bendera dan mengawasi apabila terjadi throw in dan
tendangan sudut. Jumlah hakim garis dari setiap permainan adalah 2-4 orang.
• Tugas hakim garis yaitu antara lain:
• Membantu tugas wasit dengan berpegang teguh pada peraturan-peraturan
yang berlaku.
• Memberi isyarat kepada wasit dalam hal-hal sebagai berikut
• Menentukan arah bola (throw in, corner kick, goal kick)
• Menentukan seorang pemain off-side atau tidak.
• Tugas Wasit Cadangan yaitu antara lain:
• Menggantikan wasit atau hakim garis apabila ada yang berhalangan.
• Mengurusi pergantian pemain.
• Memberi isyarat padawasit jika pertandingan sudah selesai.
• Mengatur official adan pemain pangganti.
• Menerima isyarat dari wasit tentang penghentian pertandingan.
• Memberikan pendapatnya bila diminta oleh wasit utama.

12. ISYARAT-ISYARAT WASIT DAN HAKIM GARIS


Isyarat ialah suatu tanda berkenaan dengan permainan. Dalam permainan
sepak bola isyarat tersebut dapat diberikan oleh wasit atau hakim garis, atau wasit
pengganti.
o Isyarat Wasit
Isyarat wasit dapat berupa peluit dan gerakan tangan, yaitu:
A.) Bunyi Peluit
Bunyi peluit dari wasit umunya ada 2 macam yang didasarkan atas tujuan
atau keguanaannya. Bunyi peluit dua kali pendek yang diikuti panjang, ini
digunakan wasit sebagai isyarat dalamhal-hal sebagai berikut:
· Agar para pemain siap untuk memasuki lapangan permainan.
· Permainan dalam babak 1 selesai.
· Permainan dalam babak 2 selasai.

Bunyi peluit panjang satu kali,ini digunakan wasit sebagai isyarat dalam
hal-hal berikut:
- Permainan dapat dimulai.
- Penghentian permainan untuk sementara karena ada kejadian
- Terjadi pelanggaran atas peraturan permainan.
- Bola keluar lapangan.
- Terjadi gol.
- Ada pemain yang cidera.
- Gangguan oleh cuaca atau penonton.

B.) Gerakan Tangan


Untuk lebih memperjelas keputusannya isyarat wasit yang berupa
bunyi peluit akan diikuti dengan gerakan tangan sebagai isyarat. Isyarat
tangan itu diantaranya:
 Mengankat salah satu tangan lurus ke atas baik tangan kanan atau kiri
berarti “terjadi pelanggaran dengan hukuman tendangan bebas tidak
langsung”.
 Mengangkat kedua tangan didepan dada menghadap kebawah dan
digerakkan menyilang berarti “ tidak terjadi pelanggaran “.
 Kedua tangan menggantung sejajar disamping badan dengan telapak
tangan menghadap kedepan selanjutnta digerakan ke depan berarti “
meminta pemain untuk mundur ke belakang “
 Salah satu tangan menunjuk titik tengah berarti “ terjadi bola masuk
kegawang/gol secara sah”.
 Salah satu tangan menunjuk ke suatu tempat, sedang tangan yang lain
menunjuk ke suatu arah, berarti “menunjukkan tempat terjadinya
pelanggaran dan arah bola”
 Pada permulaan permainan wasit mengangkat salah satu tangan kearah
hakim garis dan pemain, berarti “meminta yang bersangkutan siap untuk
memulai pertandingan”.

o Isyarat Hakim Garis


Untuk memberikan isyarat hakim garis menggunakan bendera. Isyarat itu adalah:
Mengangkat bendera lurus ke atas, berarti memberitahu kepada wasit
untuk menghentikan permainan, karena bola keluar atau ada kejadian ataupun
terjadi pelanggran, dengan menunjukkan bendera kearah tempat tersebut.
o Isyarat Wasit Cadangan
Isyarat dari wasit cadangan diberikan dari luar lapangan.isyarat itu antara lain:
A.) Adanya pergantian pemain
B.) Memberitahukan sisa waktu pertandingan

 ISTILAH
• Offside dan Onside
Offside terjadi ketika teman satu tim mengoper ke pemain lain tetapi
berada sedikit didepan bek pertahanan lawan. Asisten wasit yang menentukan
terjadinya offside atau onside dengan mengangkat bendera. Peraturan onside
sebaliknya.
• Out
Ketika bola keluar dari lapangan samping maka akan terjadi lemparan
kedalam. Dan jika keluar di samping gawang maka akan terjadi tendangan sudut.
Wasit berhak memerintahkan pemain untuk mengeluarkan bola jika ada pemain
yang mengalami cidera.
• Throw in
Dilakukan ketika bola keluar dari lapangan, tim yang mengambil lemparan
kedalam adalah tim yang tidak mengeluarkan bola. Ketika melakukan lemparan,
pemain tidak boleh membuang waktu lama dan satu kaki tidak boleh terangkat.
• Tendangan gawang
Dilakukan ketika bola melewati garis gawang karena pemain lawan.
Penjaga atau teman satu tim boleh melakukan tendangan gawang dengan syarat
bola tidak melebihi area garis kiper.
• Corner kick
Dilakukan ketika bola keluar melewati garis gawang yang disebabkan oleh
pemain bek, tendangan dilakukan oleh pemain lawan. Letak tendangan gawang
sesuai dengan tempat keluarnya bola.
• Free kick
Tendangan bebas dilakukan di tempat terjadinya pelanggaran, terdapat 2
pilihan yang biasa pemain lakukan yaitu menendang langsung ke gawang atau
mengoper ke teman satu tim.
• Penalty kick
Terjadi karena pemain melakukan pelanggaran di area penjaga gawang.
Seperti hands ball, tackle, dan pelanggaran lainnya. Salah satu pemain akan
ditunjuk sebagai orang yang menendang bola.
• Kick off
Kick off dilakukan ketika akan memulai suatu permainan, dalam sepak
bola dilakukan ketika:
• Memulai pertandingan
• Terjadinya sebuah gol
• Memulai babak yang kedua
• Memulai babak extra time

 FORMASI
1. 4-4-2
Pada formasi ini, yang digunakan adalah 4 pemain belakang atau bek, 4 pemain
tengah dan juga 2 orang penyerang. Di mana pada formasi ini fokus adalah pada
permainan sepak bola dengan penyerangan yang menjadi peran bagian sayap. Gol
biasanya akan dihasilkan justru dari assist dan umpan lambung.

2. 4-5-1
Pada formasi ini, diketahui bahwa para pemain sepak bola menggunakannya
sebagai formasi bertahan dan pelatih akan memberlakukannya saat ingin bermain
aman. Ketika sudah mencetak gol cukup banyak, tim lawan akan kemudian
melakukan penyerangan demi membalas ketinggalan dan yang perlu dilakukan
tim kita adalah bertahan.
Berlakunya formasi ini tak hanya sekadar untuk bertahan, tapi juga untuk
menyerang balik jika ada kesempatan.

3. 5-3-2
Untuk formasi yang mengutamakan pertahanan lainnya, ada pula 5-3-2 dan
walaupun kita tahu bahwa angka 5-lah yang digunakan di sini, sebetulnya formasi
memakai 3 bek yang sejajar berada di belakang. Sedangkan untuk pemain
gelandang bersiap di kanan dan kiri untuk bertahan. Posisi tersebut biasanya akan
terisi oleh wing bek.

4. 5-4-1
Pada formasi ini, yang paling diandalkan adalah defense dan selalu harus dalam
kondisi siap untuk serangan balik. Ada 2 wing bek yang bisa maju ketika
melakukan serangan balik dengan 2 pemain tengah yang tugas utamanya sebagai
pemberi umpan terhadap target man. Dengan formasi ini, serangan balik akan
begitu diantisipasi.

5. 4-3-3
Formasi 4-3-3 ini juga termasuk populer dengan susunan 4 pemain sebagai bek, 3
pemain berada di tengah sebagai gelandang, dan 3 pemain sisanya menjadi
penyerang. Pelatih sepak bola menerapkan formasi ini dengan tujuan agar
penguasaan bola dapat dilakukan dengan baik, terutama pada daerah tim lawan.
Formasi ini tak hanya populer, tapi juga favorit dan masih banyak dipergunakan
oleh klub besar di seluruh dunia. Barcelona merupakan salah satu klub besar liga
Spanyol yang sudah dikenal selalu menggunakan formasi ini. Pada tim dengan
pemain yang bisa mengoper sempurna, akan sangat menguntungkan jika memakai
formasi ini karena juga mampu menciptakan kesempatan gol.

6. 3-4-3
Ada lagi formasi yang cukup populer dan juga termasuk favorit karena kerap
dipergunakan oleh pelatih, yakni 3-4-3 di mana ada 3 pemain bek murni, 4
pemain sebagai gelandang, dan ada 3 pemain yang dijadikan sebagai penyerang.
Gelandang paling kanan dan kiri (2 pemain) biasanya punya tugas merangkap
sebagai bek sayap.

 FORMASI
Piala Dunia FIFA (bahasa Inggris: FIFA World
Cup) atau sering disebut Piala Dunia saja, adalah
kompetisi sepak bola internasional yang diikuti oleh tim
nasional putra senior anggota Federasi Sepak Bola
Internasional (Fédération Internationale de Football
Association, FIFA), badan pengatur sepak bola dunia.
Kejuaraan ini telah diselenggarakan setiap empat tahun
sekali sejak turnamen 1930, kecuali pada tahun 1942 dan
1946, yang tidak diselenggarakan karena Perang dunia II.

Final
Tuan
Tahun
Rumah Juara Skor Juara kedua

1930
Rincian Uruguay Uruguay 4–2 Argentina

1934 2–
1 (p.w.)
Rincian Italia Italia Cekoslowakia
1938
Rincian Prancis Italia 4–2 Hongaria
1950
2–1
Rincian Brasil Uruguay Brasil

1954
Jerman
Rincian Swiss Barat 3–2 Hongaria
1958
Rincian Swedia Brasil 5–2 Swedia

1962

Rincian Chili Brasil 3–1 Cekoslowakia

1966 4–
2 (p.w.) Jerman
Rincian Inggris Inggris Barat
1970
Rincian Meksiko Brasil 4–1 Italia

1974 Jerman
Jerman Barat
Rincian Barat 2–1 Belanda
1978 3–
Belanda
Rincian Argentina Argentina 1 (p.w.)

1982 Jerman
Barat
Rincian Spanyol Italia 3–1
1986 Jerman
Barat
Rincian Meksiko Argentina 3–2
1990
Jerman Argentina
Rincian Italia Barat 1–0
0–
1994
0 (p.w.)
Amerika (3–
Rincian Serikat Brasil 2 a.p.) Italia
1998
Rincian Prancis Prancis 3–0 Brasil

2002 Korea
Selatan
Rincian Jepang Brasil 2–0 Jerman
1–
2006
Jerman Italia 1 (p.w.) Prancis
(5–
Rincian 3 a.p.)
2010 1–
Afrika Spanyol
0 (p.w.)
Rincian Selatan Belanda
2014 1–
Rincian Brasil Jerman 0 (p.w.) Argentina
2018
Rincian Rusia Prancis 4–2 Kroasia