Anda di halaman 1dari 5

TUGAS AKHIR MODUL 5

NAMA : ALMIANSYAH, S.Pd


NO PESERTA : 19161022010127
KELAS : B PJOK
Salah satu tujuan pendidikan jasmani adalah meningkatkan kebugaran jasmani peserta didik melalui
berbagai aktivitas gerak baik yang dikemas melalui materi PJOK maupun aktivitas gerak yang dilakukan
diluar jam pembelajaran PJOK. Mengingat waktu pembelajaran yang terbatas, sarana prasaran terbatas,
dan materi yang diajarkan sangat luas sesuai kurikulum yang tersedia, maka guru PJOK dituntut harus
memiliki kemampuan untuk berkreasi, inovasi dengan memodifikasi berbagai permainan untuk
mencapai tujuan Pendidikan Jasmani. Dari pernyataan dan permasalahan diatas berikan contoh
pengembangan model pembelajaran yang bertujuan pengembangan kebugaran jasmani (orientasi
komponen-komponen kebugaran) dengan melalui modifikasi permainan bola besar.

*Modifikasi Modifikasi berasal dari kata modifying berarti pengubahan atau perubahan.
(Poewardarminta. 2003: 751) Modifikasi merupakan salah satu usaha yang dapat dilakukan oleh para
guru agar pembelajaran mencerminkan developmentally appropriate practice (DAP). Untuk itu DAP yang
di dalamnya memperhatikan ukuran tubuh siswa harus selalu menjadi prinsip utama dalam
memodifikasi pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan. Inti dari modifikasi adalah
menganalisa sekaligus mengembangkan materi pembelajaran dengan cara meruntunkannya dalam
bentuk aktivitas belajar potensi yang dapat memperlancar siswa dalam belajarnya. (Suherman, 2000 : 1)

misalnya Permainan Bola Voli Mini Permainan bola voli adalah memasukan bola kedaerah lawan
melewati suatu rintangan berupa tali atau net dan berusaha memenangkan permainan bola itu di
daerah lawan. Memvoli artinya memainkan atau memantulkan bola sebelum jatuh atau sebelum
menyentuh lantai. (M. Yunus 1992 : 1) Dalam pembelajaran penjasorkes Sekolah Dasar (SD) permainan
bola voli menggunakan modifikasi permainan bola voli yang sebenarnya yang disebut dengan permainan
bola voli mini. Dikarenakan menggunakan ukuran yang lebih kecil atau mini. Selain itu dalam
pembelajaran di Sekolah Dasar juga disesuaikan terhadap kemampuan siswa Sekolah Dasar tersebut
dengan kemampuan dan kondisi anak pada umumnya

Lapangan mini voli mempunyai perbedaan ukuran dengan ukuran lapangan bola voli pada umumnya
yaitu : 1) panjang lapangan 12 meter, 2) lebar lapangan 6 meter, 3) tinggi net untuk putra 2,10 meter, 4)
tinggi net untuk putri 2,00 meter, 5) bola yang digunakan adalah nomor 4. (Tim Bina Karya Guru,
2004:18) 6 m 12 m Gambar 1. Lapangan mini voli

Modifikasi merupakan salah satu usaha yang dapat dilakukan oleh para guru agar pembelajaran
mencerminkan developmentally appropriate practice (DAP). Untuk itu DAP yang di dalamnya
memperhatikan ukuran tubuh siswa harus selalu menjadi prinsip utama dalam memodifikasi
pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan. Inti dari modifikasi adalah menganalisa
sekaligus mengembangkan materi pembelajaran dengan cara meruntunkannya dalam bentuk aktivitas
belajar potensi yang dapat memperlancar siswa dalam belajarnya.

Berdasarkan pengertian diatas perlunya modifikasi dikarenakan pendidikan jasmani di Sekolah Dasar
Negeri 002 Sangkulirang Kabupaten Kutai Timur masih kurang optimal hal itu dikarenakan kemampuan
setiap siswa dalam permainan bola voli mini berbeda antara siswa yang satu dengan siswa yang lain.
Dan akhirnya anak sering pasif dan cepat bosan untuk melakukan pembelajaran. Sehingga modifikasi
pembelajaran bola voli harus lebih kreatif dan banyak dilakukan. Salah satunya yaitu dengan modifikasi
bola voli menggunakan bola plastik yang dilapis spon dan menurunkan tinggi net menjadi 2,00 m. alasan
untuk menggunakan bola voli yang dilapisi spon dikarenakan bola plastik yang dilapisi spon cenderung
lebih ringan dibandingkan bola aslinya, selain itu bola plastik yang dilapisi spon juga lebih empuk ketika
bola itu mengenai tangan dalam melakukan teknik dasar permainan bola voli, sedangkan menurunkan
net yang sebenarnya 2,10 m menjadi 2,00 m hal ini akan mempermudah dalam permainan modifikasi
bola voli mini itu sendiri dan akan menjadikan pembelajaran permainan bola voli mini lebih mudah dan
menyenangkan. Sehingga permainan ini dapat menjadi alternative supaya hasil pembelajaran siswa
menjadi maksimal dengan mengedepankan karakteriktik siswa itu sendiri sehingga proses pembelajaran
akan menjadi sama rata antara siswa yang satu dengan siswa yang lain, dimana dalam hal ini akan
mengedepankan proses pembelajaran itu sendiri bukan hasil pembelajaran yang menjadi dasar utama
suatu pembelajaran tersebut.

Salah satu materi pembelajaran gerak dengan mengangkat permainan tradisional selain melestarikan
budaya Indonesia juga sekaligus dapat digunakan untuk mengembangkan nilai-nilai kehidupan
diantaranya ialah nilai demokrasi, nilai pendidikan, dan nilai kepribadian diantaranya keberanian, moral,
kejujuran, kesehatan, persatuan, dll. Mengapa di era modern ini permainan tradisional masih dipandang
penting untuk diberikan kepada peserta didik melalui proses pembelajaran PJOK di sekolah? Berikan
argumentasi saudara dengan berlandaskan pada substansi materi gerak yang berkembang di era
modern ini.

*Seiring dengan perkembangan jaman yang semakin modern, maka kini semakin banyak
pula permainan-permainan yang sangat canggih dan didukung dengan teknologi tinggi, dan
biasanya permainan-permainan ini ditujukan bagi anak-anak. Maka tak heran jika anak-
anak sekarang tidak mengenal beragam permainan tradisional yang ada di Negara kita
yang kaya akan seni dan budayanya. Berbeda ketika beberapa tahun atau beberapa puluh
tahun yang lalu, ketika kita masih kecil mungkin kita lebih mengenal permainan-permainan
tradisional seperti enggrang, bakiak, congklak, kelereng, engklek, dan lain-lain.

Permasalahannya adalah, bukan kita tidak ingin menerima kemajuan teknologi yang
terjadi saat ini. Namun perlu kita menyadari bahwa, kemauan teknologi tidak seluruhnya
membawa dampak positif bagi kita namun juga membawa dampak negatif yang tanpa kita
sadari, hal ini tentu cukup mengkhawatirkan bagi kita, terutama bagi anak-anak yang
sedang mengalami fase perkembangan.
Saat ini berbagai macam permainan modern telah mudah kita dapatkan, baik secara
online ataupun offline dan sangat mudah untuk diakses oleh anak-anak, dan tidak sedikit
orang tua yang membiarkannya bahkan ada pula orang tua yang menfasilitasi di rumah,
dengan alasan sebagai hiburan anak ketika anak-anak berada di rumah. Selain disediakan
di rumah, banyak juga orang-orang yang membuka usaha game seperti playstation, game
online, dan lain-lain.

Apabila hal ini berjalan tanpa adanya pengawasan dari orang tua tentu cukup berbahaya
bagi perkembangan anak. Karena dengan permainan-permainan modern secara tidak
sadar kita menjerumuskan anak ke hal yang bisa berdampak negatif. Seperti misalnya anak
sulit untuk bersosialiasi, karena anak hanya selalu beriteraksi dengan permainan modern,
dimana permainan-permainan modern saat ini biasanya hanya dilakukan sendiri tanpa
adanya interaksi dengan orang lain. Selain itu pula anak akan menjadi pasif dalam
kehidupan nyata, ketika anak-anak yang sudah kecanduan tehadap game maka cendrung
anak akan pasif dalam kehidupan nyata, lebih memilih berdiam diri di rumah sambil
bermain game, dibandingkan bermain dengan teman-temannya.

Jika kita bandingkan permaian modern dengan permainan tradisional, tentunya akan lebih
banyak manfaatnya permainan tradisional dibandingkan dengan permainan modern.

Beberapa manfaat permaian tradisional :

Melatih interaksi sosial anak, dengan melalui permainan tradisional anak akan belajar
berinteraksi sosial dengan teman-temannya, hal ini tentunya sangat baik bagi
perkembangan anak.

Melatih anak untuk belajar kerjasama, dengan melalu permainan tradisional juga bisa
memberikan anak untuk belajar kerjasama dengan teman-temannya.

Melatih anak untuk menjadi kreatif, permainan tradisional adalah permaina yang tidak
memiliki peraturan secara tertulis, dan biasanya peraturan permainan akan disepakati oleh
semua anggota, sehingga dalam hal ini tentu perlu kreatifitas anak untuk melakukan
permainan agar menjadi menarik.

Melatih emosi anak, hampir setiap permainan tradisional dilakukan secara kelompok,
sehingga dalam hal ini dapat membangun emosi anak timbul toleransi, empati terhadap
orang lain, sikap sportif, dll

Dapat dikatakan bahwa permainan tradisional yang dimiliki masyarakat indonesia secara
kearifan lokal masing-masing daerah di indonesia yang beraneka-ragam permainan tradisional
didalamnya, setiap permainan tentunya memiliki niali edukasi didalmnya. Kita sadari atau tidak
nilai edukasi yang tersimpan didalamnya, adalah nilai yang timbul dalam masyrakat itu sendiri.
Nilai edukasi itu sendiri terbentuk , karena masyarakat indonesia cenderung menjunjung tinggi
nilai kebersamaan dan memupuk semangat kerjasama membentuk karakter masyarakat indonesia
yang ramah dan terkenal tinggoi akan kemauan dan kerja kerasnya untuk menggapai harapan dan
cita-cita bangsa indonesia, melalui permainan/olahraga tradisionalnya. Dari penelitian yang
dilakukan para ilmuan, diperoleh bahwa bermain mempunyai manfaat yang besar bagi
perkembangan anak dalam hidupnya. Tujuan Permaian Edukatif sebenaanya untuk
mengembangkan konsep diri (self concept), untuk mengembangkan kreativitas, untuk
mengembangkan kopmunikasi, untuk mengembangkan aspek fisik dan motorik,
mengemabngkan aspek sosial, mengembangkan aspek emosi atau kepribadian, mengembangkan
aspek kognitif, mengasah ketajaman pengindraan, mengembangkan keterampilan olahraga dan
menari.

Manfaat permainan edukatif

Permainan edukatif itu dapat berfungsi sebagai berikut:

1. Memberikan ilmu pengetahuan kepada anak melalui proses pembelajaran sambil belajar

2. Merangsang pengembangan daya pikir, daya cipta, dan bahasa, agar dapat menumbuhkan
sikap, mental serta akhlak yang baik.

3. Menciptakan lingkungan bermain yang menarik, memberikan rasa aman dan


menyenagnkan.

4. Meningkatkan kualitas pembelajran anak-anak

Peran Permainan Tradisional

Didalam masyarakat peran penting dalam permainan tradisional, perlu kita kembangkan demi
ketahanan budaya bangsa, karena kita menyadari bahwa kebudayaan merupakan nilai-nilai luhur
bagi bangsa indonesia, untuk diketahui dan dihayati tata cara kehidupannya sejak dahulu. Bangsa
indonesia merupakan bangsa yang besar dalam keaneka ragaman kebudayaan didalamnya,
termasuk permainan tradisional didalamnya, keanekaragaman permainan tradisional adalah
karena banyaknya daerah di indonesia memiliki kearifan lokal kebudayaan masing-masing,
sehingga membentuk masyarakatn melakukan aktivitas kebugaran jasmani yang berbeda satu
daerah dengan yang lainnya. Permainan tradisonal memang sudah seharusnya mendapatkan
perhatian khusus dan mendapatkan prioritas yang utama untuk dilindungi, dibina,
dikembangkan, diberdayakan dan selanjutnya diwariskan. Hal seperti itu diperlukan agar
permaina tradisional dapat memiliki ketahanan dalam menghadapi unsur budaya lain di luar
kebudayaannya.