Anda di halaman 1dari 4

WAHAM

1. Definisi

Waham adalah suatu keyakinan klien yang tidak sesuai dengan kenyataan, tetapi
dipertahankan dan tidak dapat diubah secara logis oleh orang lain (Depkes RI, 2000).
Waham juga merupakan suatu keyakinan kokoh yang salah dan tidak sesuai dengan fakta
dan keyakinan tersebut mungkin “aneh” (misalnya ”saya adalah nabi yang menciptakan biji
mata manusia”) atau bias pula “tidak aneh” (hanya sangat tidak mungkin, contoh masyarakat
di surge selalu menyertai saya kemanapun saya pergi”) dan tetap dipertahankan meskipun
telah diperlihatkan bukti-bukti yang jelas untuk mengoreksinya (Purba dkk,2008).
Waham curiga adalah keyakinan seseorang atau sekelompok orang berusaha
merugikan atau mencederai dirinya, diucapkan berulang-ulang tetapi tidak sesuai dengan
kenyataan (Kelliat, 2009). Waham adalah keyakinan seseorang yang berdasarkan penilaian
realitas yang salah. Keyakinan klien tidak konsisten dengan tingkat intelektual dan latar
belakang budaya klien.

2. Jenis/Macam

Waham dapat diklasifikasikan menjadi beberapa macam, menurut Direja (2011) yaitu :

Jenis Waham Pengertian Perilaku klien


Waham kebesaran Keyakinan secara “Saya ini pejabat di
berlebihan bahawa dirinya kementrian semarang!”
memiliki kekuatan khusus “Saya punya perusahaan
atau kelebihan yang paling besar lho “.
berbeda dengan orang lain,
diucapkan berulang-ulang
tetapi tidak sesuai dengan
kenyataan

Waham agama Keyakinan terhadap “ Saya adalah tuhan


suatu agama secara yang bisa menguasai
berlebihan, diucapkan dan mengendalikan
berulang-ulang tetapi semua makhluk”.
tidak sesuai dengan
kenyataan.
Waham curiga Keyakinan seseorang atau “ Saya tahu mereka mau
sekelompok orang yang menghancurkan saya,
mau merugikan atau karena iri dengan
mencederai dirinya, kesuksesan saya”.
diucapkan berulang- ulang
tetapai tidak sesuai dengan
kenyataan.
Waham somatik Keyakinan seseorang “ Saya menderita kanker”.
bahwa tubuh atau sebagian Padahal hasil pemeriksaan
tubuhnya terserang lab tidak ada sel kanker
penyakit, diucapkan pada tubuhnya
berulang-ulang tetapi tidak
sesuai dengan kenyataan.

Waham nihlistik Keyakinan seseorang “ ini saya berada di alam


bahwa dirinya sudah kubur ya, semua yang
meninggal dunia, diucapkan ada disini adalah roh-roh
berulangulang tetapi tidak nya”
sesuai dengan kenyataan.

3. Tanda Gejala

Tanda dan gejala waham berdasarkan jenis waham menurut Keliat (2009):

a) Waham kebesaran: individu meyakini bahwa ia memiliki kebesaran atau kekuasaan


khusus dan diucapkan berulang kali, tetapi tidak sesuai kenyataan. Misalnya, “saya
ini pejabat departemen kesehatan lho!” atau, “saya punya tambang emas”.
b) Waham curiga: Individu meyakini bahwa ada seseorang atau kelompok yang berusaha
merugikan/menceerai dirinya dan diucapkan berulang kali, tetapi tidak sesuai
kenyataan. Contoh, “saya tahu seluruh saudara saya ingin menghancurka hidup saya
karena mereka iri dengan kesuksesansaya”.
c) Waham agama: Individu memiliki keyakinan terhadap suatu agama secara berlebihan
dan diucapkan berulang kali, tetapi tidak sesuai dengan kenyataan. Contoh, “kalau saya
mau masuk surga, saya harus menggunakan pakaian putih setiphari”.
d) Waham somatic: Individu meyakini bahwa tubuh atau bagian tubuhnya terganggu
atau terserang penyakit dan diucapkan berulang kali, tetapi tidak sesuai dengan
kenyataan. Contoh, “saya sakit kanker”. (Kenyataannya pada pemeriksaan
laboratorium tidak ditemukan tanda-tanda kanker, tetapi pasien terus mengataka
bahwa ia sakit kanker.)
e) Waham nihilistic: Individu meyakini bahwa dirinya sudah tidak ada
didunia/meniggal dan diucapkan berulang kali, tetapi tidak sesuai dengan
kadaan nyata. Misalnya, “Ini kana lam kubur ya, semua yang ada disini adalah
roh-roh.”

4. Fase

a) Lack of Selfesteen

Tidak ada pengakuan lingkungan dan meningkatnya kesenjangan antara


kenyataan dan harapan.Ex : perceraian->berumah tangga tidak diterima oleh
lingkungannya.
b) Control Internal Eksternal

Mencoba berfikir rasional, menutupi kekurangan dan tidak sesuai dengan


kenyataan.Ex : seseorang yang mencoba menutupi kekurangan.
c) Environment support

Kerusakan control dan tidak berfungsi normal ditandai dengan tidak merasa
bersalah saat berbohong. Ex : seseorang yang mengaku dirinya adalah guru tari.
Adanya beberapa orang yang mempercayai klien dalam lingkungan, klien merasa
didukung, klien menganggap hal yang dikatakan sebagai kebenaran, kerusakan
control diri dan tidak berfungsi normal (superego).
d) Fisik Comforting

Klien merasa nyaman dengan kebohongannya.

e) Fas eImproving

Jika tidak ada konfrontasi dan korelasi maka keyakinan yang salah akan meningkat.

5. Psikopatologi

Harga diri rendah

Menarik diri

Waham Berkuasa

Perilaku kekerasan Merasa palingbenar


6. Pemeriksaan dan Pengkajian

1. Data yang perlu dikaji:

a. Resiko tinggi mencederai diri, orang lain dan lingkungan

1). Data subjektif


Klien memberi kata-kata ancaman, mengatakan benci dan kesal pada
seseorang, klien suka membentak dan menyerang orang yang
mengusiknya jika sedang kesal, atau marah, melukai / merusak barang-
barang dan tidak mampu mengendalikan diri
2). Data objektif

Mata merah, wajah agak merah, nada suara tinggi dank eras, bicara
menguasai, ekspresi marah, pandangan tajam, merusak dan melempar
barang-barang.
b. Kerusakan komunikasi : verbal
1) Datasubjektif
Klien mengungkapkan sesuatu yang tidak realistic
2) Data objektif
Flight of ideas, kehilangan asosiasi, pengulangan kata-kata yang didengar
dan kontak mata kurang
c. Perubahan isi pikir : waham
1) Data subjektif:
Klien mengungkapkan sesuatu yang diyakininya ( tentang agama,
kebesaran, kecurigaan, keadaan dirinya) berulang kali secara berlebihan
tetapi tidak sesuai kenyataan.
2). Data objektif :

Klien tampak tidak mempunyai orang lain, curiga, bermusuhan, merusak


(diri, orang lain, lingkungan), takut, kadang panik, sangat waspada, tidak
tepat menilai lingkungan / realitas, ekspresi wajah klien tegang, mudah
tersinggung.