Anda di halaman 1dari 4

STUDI KASUS

Ibu Dewi sedang mengajarkan IPA kelas 3 SD Pandansari. Topik yang dibahas adalah melayang,
terapung, dan tenggelam. Di depan kelas sudah tersedia bak air besar dan berbagai jenis benda seperti
bola, batu, gabus, telur, sikat sepatu dan benda-benda lain yang bentuk dan bahannya berbeda-beda. Bu
Dewi mulai pembelajaran dengan menyampaikan bahwa pelajaran IPA hari ini adalah melayang,
terapung dan tenggelam. Topik tersebut ditulis di papan tulis dan kemudian Bu Dewi menjelaskan apa
yang disebut malayang, terapung, dan tenggelam. Sambil menjelaskan Bu Dewi menuliskan pokok-pokok
materi di papan tulis dan siswa di suruh mencatat. Ketika menjelaskan tentang jenis benda yang dapat
melayang, mengapung, dan tenggelam, Bu Dewi mendemonstrasikan proses melayang, terapung, dan
tenggelam dengan memasukan benda untuk setiap proses kedalam bak air. Kemudian Bu Dewi
menyebutkan benda lain yang dapat melayang, mengapung, dan tenggelam untuk di catat oleh murid.
Pada akhir pelajaran Bu Dewi memberikan tes objektif. Setelah di periksa hasilnya sangat
mengecewakan karena hanya 10 dari 30 murid yang mendapat nilai 6 atau lebih. (dalam skala 10).

1. Analisislah penyebab kegagalan pembelajaran yang dilakukan Bu Dewi dengan terlebih dahulu
mengidentifikasi kelemahan langkah-langkah pembelajaran dari awal sampai akhir.

 Tulislah kelemahan utama yang terjadi dalam pembelajaran tersebut! Beri alasan mengapa kedua
hal itu anda anggap sebagai kelemahan.
 Hasil tes anak-anak sangat mengecewakan (hanya 10 dari 30 anak yang mendapat skor 6 keatas)
Identifikasi dua hal dalam proses pembelajaran IPA tersebut yang menurut anda merupakan
penyebab rendahnya hasil tes anak-anak. Beri alasan mengapa anda berpendapat seperti itu.

2. Jika anda akan mengajarkan topik tersebut di kelas yang sama, susunlah langkah-langkah
pembelajaran yang akan anda tempuh mulai dari membuka pelajaran, melaksanakan kegiatan inti,
sampai dengan menutup pelajaran. Untuk setiap langkah, deskripsikan secara jelas apa yang dilakukan
guru dan murid. Beri alasan singkat untuk setiap langkah yang anda cantumkan, alasan tersebut dapat
bersumber dari teori atau pengalaman anda sendiri sebagai guru.
Alternatif Jawaban:
1. Dua kelemahan utama Bu Dewi:
- Kurang tepat memilih metode.
Dalam pembelajaran tersebut, metode yang dipilih Bu Dewi, demonstrasi (dilakukan oleh guru).
Metode ini sebenarnya dapat dipilih sebagai metode alternatif dalam pembelajaran jika metode
eksperimen tidak dapat dilakukan karena beberpa hal, yaitu:
1. Alat dan bahan yang digunakan sulit didapat atau terbatas jumlahnya.
2. Berbahaya (mengandung unsur resiko) jika dilakukan siswa.
Tetapi pada kasus Bu Dewi, alat dan bahan yang diperlukan cukup mudah didapat/disediakan dan
tidak berbahaya jika dilakukan oleh siswa, karena alasan itu maka lebih tepat kalau menggunakan
metode eksperimen dalam kelompok dimana siswa diorganisasikan dalam kelompok kecil yang
berangggotakan 5-7 siswa.

- Kurang tepat dalam menentukan pendekatan


Bu Dewi memilih pendekatan faktual yang lebih mengutamakan penyampaian fakta atau produk
dari IPA. Menurut ahli pembelajaran, cara mengajarkan ilmu yang baik itu harus sesuai dengan
hakikat ilmu tersebut. IPA merupakan suatu ilmu yang diperoleh melalui suatu langkah-langkah
ilmiah dengan dilandasi sikap ilmiah pula. Untuk pokok bahasan diatas, pembelajaran akan lebih
bermakna kalau menggunakan pendekatan keterampilan proses.

Dua hal yang menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa


- Kegiatan pembelajaran hanya diikuti oleh sebagian siswa.
Kegiatan demonstrasi yang dilakukan Bu Dewi di depan kelas. Dalam kondisi seperti itu tidak
memungkinkan untuk seluruh siswa dapat mengikuti proses tersebut dengan seksama, terutama
siswa-siswa yang duduk di tengah dan di belakang. Ditambah lagi dengan karakteristik bak air yang
tidak mungkin diisi penuh sampai ke permukaan, karena hal ini akan menyebabkan tumpahnya
sebagian air saat benda dimasukan. Untuk menghindari hal tersebut otomatis Bu Dewi akan
mengurangi jumlah air. Ironisnya sekarang permukaan air jadi tidak tampak karena terhalang
dinding bak. Hasilnya dapat dipastikan siswa yang duduk di tengah dan di belakang tidak akan
melihat seluruh kegiatan dengan jelas.

-Siswa tidak dilibatkan aktif dalam proses penemuan informasi.


Dalam kasus pembelajaran Bu Dewi, siswa diberi sejumlah informasi yang siswa sendiri tidak
mengerti bagaimana prosesnya sehingga informasi tersebut diperoleh. Cara pembelajaran yang
baik adalah prosedur pembelajaran yang menyebabkan siswa berperan aktif (fisik, mental dan
emosional) dalam proses penemuan informasi tersebut. Dengan cara ini siswa akan mampu
menyerap informasi secara maksimal.
LANGKAH PEMBELAJARAN
1. Kegiatan Awal

KEGIATAN GURU
a. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan dalam pembelajaran.
b. Mendistribusikan kelas kedalam kelompok kecil
c. Membagikan LKS yang telah dipersiapkan sebelumnya
d. Melakukan apersepsi. Disampaikan bahwa hari ini akan mempelajari "melayang, terapung,
dan tenggelam". Pembelajaran dilakukan secara berkelompok dengan langkah kerja
tercantum dalam LKS. Selanjutnya tiap kelompok melaporkan hasilnya dalam pleno.

KEGIATAN SISWA
a. Membantu guru dalam menyiapkan alat dan bahan
b. Membagi diri kedalam kelompok
c. Membantu mendistribusikan LKS
d. Siswa menyimak

ALASAN SINGKAT
a. Kegiatan yang bagus adalah kegiatan yang dirancang bersama antara guru dengan siswanya
b. Anggota kelompok harus ganjil, idealnya 5 atau 7, dikandung maksud dengan jumlah ganjil akan
mengurangi kemungkinan siswa untuk ngobrol berpasangan.
c. Dengan LKS kegiatan akan lebih terarah, sistematis dan akurat.
d. Apersepsi dimaksudkan agar siswa siap menerima pembelajaran.

LANGKAH PEMBELAJARAN
2. Kegiatan Inti

KEGIATAN GURU
a.Memantau jalannya kegiatan dengan berkeliling dari kelompok yang satu ke kelompok yang lain
b. Membimbing pelaksanaan pleno, dimana tiap kelompok melaporkan hasil pengamatannya
c. Membimbing siswa dalam menentukan dan merumuskan kesimpulan
d. Memberikan tes formatif
e. Melakukan umpan balik dan tindak lanjut.
KEGIATAN SISWA
a. Siswa melakukan percobaan, memasukan satu persatu benda yang disediakan, mencatat dan
mengelompokannya.
b. Melakukan pleno melaporkan hasil pengamatannya
c. Bersama-sama merumuskan kesimpulan
d. Mengerjakan tes formatif
e. Siswa menyimak

ALASAN SINGKAT
a. Dalam satu kegiatan, guru harus mampu berperan sebagai fasilitator, motivator dan inspirator
b. Pleno penting untuk melatih kemampuan siswa dalam mengemukakan pendapat dan menghargai
pendapat orang lain.
c. Dalam pendekatan proses, informasi harus dikemukakan oleh siswa.
d. Tes formatif dimaksudkan untuk mengukur tingkat pencapaian tujuan dalam pembelajaran.
e. Umpan balik, tindak lanjut perlu untuk menentukkan langkah selanjutnya, materi berlanjut atau
melakukan remidial partial.