Anda di halaman 1dari 20

Nama: Naufal Farras Mufid

Kelas: 8A

Makalah Materi Matematika

A. Lingkaran
Lingkaran didefinisikan sebagai himpunan titik – titik pada bidang datar yang
memiliki jarak r, yang kemudian disebut sebagai jari – jari, dari suatu titik O
yang disebut titik pusat.

Perhatikan gambar berikut ini :

Titik O disebut titik pusat


AO, BO, DO, CO dinamakan jari – jari, biasanya dinotasikan dengan r yang
kepanjangannya adalah radius dan artinya jarak.
BD merupakan diameter yang juga sering dinotasikan menggunakan d.
DC, DA, DB, CA, CB, AB, BD adalah busur lingkaran, biasanya ada yang
menggunakan notasi seperti ini \widehat{DC} untuk busur CD.
Nah sekarang perhatikan gambar berikut ini juga :

Wilayah yang berwarna merah adalah tembereng.


Warna biru merupakan juring.
Garis CD merupakann tali busur.
Nah, jika saya tarik garis lurus dan tegak lurus dari titik O ke garis CD, garis
tersebut dinamakan apotema.

Selanjutnya untuk istilah sudut pada lingkaran :

Sudut AOB dinamakan sudut pusat lingkaran O. (kenapa kog dinamakan


lingkaran O?, karena titik pusatnya namanya O)
dan untuk sudut angle CPD dinamakan sudut keliling.
Beberapa rumus – rumus dasarnya :

Luas lingkaran 𝜋 𝑥 𝑟 2 dengan r adalah jari – jari lingkaran

Keliling lingkaran 𝜋 𝑥 𝑑 = 𝜋 𝑥 2 𝑥 𝑟 2 , dimana d adalah diameter lingkaran

22
Ingat : 𝜋 = atau 3,14
7

Biasanya, kebanyakan kita masih bingung ketika diberikan soal perbandingan


luas dari dua buah lingkaran, yang perlu diperhatikan untuk soal jenis seperti
ini adalah bagian lingkaran yang berbeda, yaitu sering kali yang dibandingkan
adalah r atau d

Juring
Luas Juring, jika diketahui sudut pembentuk juring adalah p^o (lihat gambar
tepat di atas), maka luas juring dirumuskan

Selanjutnya, berikut ini hubungan antara panjang busur dan luas juring.

Nah, sekarang perhatikan tembereng yang diarsir warna kuning di atas tepat
ini, untuk mencari luas tembereng tersebut, kita memerlukan luas segitiga
AOB (warna merah) dan luas juring AOB, sehingga rumus mencari luas
tembereng adalah :
Berikut ini dua gambar lingkaran dengan sudut yang berbeda,

Sebelah kiri adalah sudut pusat dan sebelah kanan adalah sudut keliling,
selanjutnya kita bahas rumus-rumus yang berlaku untuk keduanya.

Perhatikan gambar di atas, Sudut AEC adalah sudut pusat dan ABC adalah
sudut keliling. Kedua sudut tersebut menghadap pada busur yang sama yaitu, busur
AC. Nah ketika sudut pusat dan sudut keliling menghadap pada busur yang sama,
maka rumus yang berlaku adalah :
- Besar sudut pusat adalah dua kali sudut keliling
atau

Selanjutnya, yang terakhir.

Sudut antara dua tali busur

Perhatikan gambar ketiga lingkaran berikut ini :

Ada tiga kasus, kasus yang pertama tali busur berpotongan tepat pada lingkaran
(gb.a), tali busur berpotongan didalam lingkaran (gb.b), dan tali busur berpotongan
di luar lingkaran (gb.c).

B. Statistika
Statistika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan,
mengumpulkan, menganalisis, mengiterprestasi, dan mempresentasikan
data. Singkatnya, statistika adalah ilmu yang berkenaan dengan data.

Pengertian Data

Data merupakan kumpulan datum, dimana datum merupakan data tunggal.

Pengertian Populasi dan Sampel

Populasi adalah seluruh objek secara lengkap yang diteliti yang mewakili
sifat-sifat tertentu, sedangkan Sampel adalah bagian dari populasi yang
mewakili sifat-sifat cukup mewakili sifat-sifat yang dimiliki populasi.
Contoh

Rama ingin mengetahui apakah duku yang dijual di pinggir jalan itu manis,
seperti kata penjualnya. Ia mengambil beberapa buah yang terletak
menyebar, lalu dimakan.

Sampel : beberapa buah duku yang dimakan Rama

Populasi : seluruh duku yang dijual di pinggir jalan

Pengumpulan Data

Salah satu kegiatan statistika adalah pengumpulan data. Data dapat


dikumpulkan dengan mempergunakan berbagai cara tergantung pada bentuk,
jenis dan sifat dari data. Banyak sekali metode pengumpulan data
diantaranya adalah metode pengamatan (observasi). Pengamatan dapat
dilakukan baik secara langsung maupun tak langsung. Pengamatan langsung
adalah teknik pengumpulan data dimana si pengamat (biasanya peneliti)
mengadakan pengamatan langsung terhadap sesuatu yang akan diteliti.
Contoh yang sederhana adalah sebagai berikut:

Mencatat data tentang rasa permen yang disukai siswa suatu kelas IX SMP
yang terdiri dari 20 siswa. Salah satu metode pembelajaran di kelas misalnya
seorang guru yang pada hari tersebut ulang tahun dengan memanfaatkan
hari yang indah tersebut sekaligus melakukan pembelajaran statistika guru
tersebut menyediakan permen sejumlah 100 permen untuk merayakannya
dengan siswanya sambil mendapatkan data tentang rasa permen yang
disukai siswa, dengan 100 permen tentunya siswa mempunyai banyak pilihan
dalam mengambil satu permen yang disukai. Selanjutnya guru membagikan
permen, dengan syarat siswa mengambil satu permen yang disukai dengan
pilihan yang tersedia. Dan permen tersebut langsung dirasakan sehingga
siswa dapat memberikan pendapatnya tentang rasa permen yang dirasakan.
Selanjutnya hasil yang diperoleh ditulis dalam bentuk format isian tabel.
Format isian tabel sebagai berikut:
Penyajian Data Statistika

Tabel

Tabel dapat diartikan sebagai susunan objek yang menggunakan baris dan
kolom. Data statistik dapat disajikan dalam bentuk tabel. Ada dua cara
menyajikan data dalam bentuk tabel, adalah:

Daftar baris-kolom
Tabel baris-kolom merupakan penyajian data dalam bentuk tabel dengan
bentuk susunan baris dan kolom yang saling berhubungan.
Contoh:

Daftar Distribusi Frekuensi


Suatu statistik dikatakan statistik data kelompok jika variabel yang diteliti
dikelompok-kelompokkan dalam beberapa kategori.

Contoh:

Pengolahan Data

Piktogram
Piktogram adalah bentuk penyajian data statistik dalam bentuk gambar.
Gambar yang digunakan biasanya disesuaikan dengan jens obyek yang
dideskripsikan. Satu gambar digunakan untuk mewakili sejumlah obyek.
Diagram Batang
Diagram batang adalah bentuk penyajian data statisitik dalam bentuk persegi
panjang. Tinggi batang persegi panjang menunjukkan frekuensi data.

Diagram

Lingkaran
Diagram lingkaran adalah bentuk penyajian data statistik dalam bentuk
lingkaran. Satu lingkaran penuh digunakan untuk mevisualisasikan
keseluruhan data. Sektor lingkarannya memiliki sudut pusat sesuai
perbandingan frekuensi terhadap seluruh data.
Contoh:

Diagram Garis
Diagram garis digunakan untuk menggambarkan keadaan yang
berkesinambungan, yaitu data yang dapat diperoleh secara terus-menerus
data periode waktu yang tetap.

Histogram
Histogram adalah distribusi frekuensi menggunakan gambar yang berbentuk
diagram batang tegak. Antara dua batang yang berdampingan tidak terdapat
jarak. Lebar batang merupakan lebar interval dimulai dari tepi bawah sampai
tepi atas interval.
Poligon frekuensi
Poligon frekuensi adalah diagram garis yang menghubungkan tiap tengah-
tengah sisi atas persegi panjang suatu histrogram.

Ukuran Pemusatan
Nilai rataan (mean)
Untuk data tunggal. Nilai rataan(mean) dapat dirumuskan:

Median (Me)
Median adalah suatu nilai yang letaknya di tengah-tengah data setelah data
diurutkan dari yang terkecil sampai yang terbesar atau sebaliknya dari yang
terbesar sampai terkecil.

Jika banyak data ganjil, maka median akan tepat menunjuk sebuah data yang
berada ditengah.
Jika banyak data genap, maka median adalah rata-rata dua data yang berada
ditengah.
Langkah menentukan median dari sekumpulan data ada dua cara,yaitu:

Urutkan nilai data dari kecil ke terbesar


Menentukan nilai median yaitu dengan mencari nilai data yang terletak
ditengah.

Modus (Mo)
Modus adalah suatu nilai yang paling sering muncul (terjadi) atau suatu nilai
yang paling banyak frekuensinya.

Kuartil (Q)
Kuartil adalah suatu nilai data yang membagi sekumpulan data menjadi
empat bagian yang sama banyak, dengan demikian setiap bagian
mengandung 25% data pengamatan. Pada suatu data pengamatan
mempunyai tiga buah kuartil yaitu kuartil 1 (Q1), kuartil 2 (Q2) dan kuartil 3
(Q3).

C. Peluang

Peluang merupakan bagian matematika yang membahas pengukuran tingkat


keyakinan orang akan muncul atau tidak munculnya suatu kejadian atau
peristiwa. Oleh karena itu, untuk mendiskusikan dimulai dengan suatu
pengamatan tersebut dinamakan suatu percobaan. Hasil dari suatu
percobaan dinamakan hasil (outcomes) atau titik sampel. Peluang disebut
juga probabilitas yang berarti ilmu kemungkinan.
Peluang semata-mata adalah suatu cara untuk menyatakan kesempatan
terjadinya suatu peristiwa. Secara kualitatif peluang dapat dinyatakan dalam
bentuk kata sifat untuk menunjukkan kemungkinan terjadinya suatu keadaan
seperti “baik”, “lemah”, “kuat”, “miskin”, “sedikit” dan lain sebagainya. Secara
kuantitatif, peluang dinyatakan sebagai nilai-nilai numeris baik dalam bentuk
pecahan maupun desimal antara 0 dan 1. Peluang sama dengan 0 berarti
sebuah peristiwa tidak bisa terjadi sedangkan peluang sama dengan 1 berarti
peristiwa tersebut pasti terjadi.
Peluang disebut juga probabilitas yang berarti ilmu kemungkinan.
Di dalam peluang dikenal ruang sampel dan titik sampel.
Ruang sampel adalah himpunan yang berisi semua hasil yang mungkin dari
suatu percobaan. Ruang sampel biasa dinotasikan dengan S.

Ruang sampel dan kejadian ( peristiwa )


Ruang sampel (sample space) adalah himpunan semua hasil yang mungkin
dari suatu percobaan. Peristiwa (kejadian, event) adalah himpunan bagian
dari ruang sampel
· Peristiwa sederhana: hanya memuat 1 elemen saja
· Peristiwa bersusun: gabungan dari peristiwa-peristiwa sederhana
· Jika hasil suatu experimen termasuk dalam himpunan A, maka dapat
dikatakan bahwa peristiwa A telah terjadi.
Percobaan adalah suatu tindakan atau proses pengamatan yang
menghasilkan outcome yang tak dapat diperkirakan kepastiannya.
Notasi :
· Ruang sampel ditulis dengan notasi S
· Peristiwa dinotasikan dengan huruf besar: peristiwa2 A, B, C, dst.
· Anggota (elemen) ruang sample dinotasikan dengan huruf kecil: a1, a2,
a3, dst. Anggota / elemen ruang (sample point)
· Jika ruang sampel S beranggotakan a1, a2, dan a3, maka ruang
sampel yang bersangkutan dapat disajikan sebagai: S = {a a1, a , a2, a , a3}
· Jika peristiwa A beranggotakan a1, a2, dan a3, maka peristiwa yang
bersangkutan dapat dinotasikan sebagai A = {a1, a2, a3}

Contoh 1
Percobaan: Koin (head dan tail) dilempar 1 kali
Hasil: tampak H (head) atau T (tail)
Ruang sampel S = {H, T}
Peristiwa: A = {H, T}

Contoh 2
Percobaan: Pelemparan 2 buah koin (H dan T) sekaligus
Hasil: HH (H&H), TT (T&T), atau HT (H&T)
Ruang sampel: S = {HH, HT, TT}
Peristiwa: 1. Keduanya sama, A = {HH, TT}
2. Keduanya berbeda B = {HT}
Contoh 3
Percobaan: pelemparan 1 buah koin 2 kali berturutan
Hasil: HH (H kemudian H), HT (H kem T), TH (T kem H), atau TT.
Ruang sampel: S {HH, HT, TH, TT}
Peristiwa: 1. Berturutan sama, A = {HH, TT}
2. Berturutan beda, B = {HT, TH}
Anggota peristiwa A berbeda dengan anggota peristiwa B atau,
Peristiwa: 1. Muncul gambar yang sama, B = {HH, TT}
2. Paling sedikit muncul 1 H, A = {HH, HT, TH}
Anggota peristiwa A menjadi anggota peristiwa B, yaitu HH

Definisi-definisi
1. Experiment adalah proses observasi yang mengarah ke single outcome
(hasil tunggal), yang tak dapat diperkirakan.
2. Data sampel (sampel point) adalah outcome yang paling mendasar dari
suatu percobaan.
3. Ruang sampel (sample space) dari suatu percobaan adalah kumpulan /
koleksi / himpunan dari semua data sampel yg mungkin dihasilkan. Semua
data sampel ini merupakan anggota ruang sampel, yang peluangnya totalnya
= 1.
4. Peristwa atau kejadian (event) adalah koleksi / himpunan data sampel
yang spesific (mempunyai sifat khusus).
1. Permutasi
Permutasi dari sekumpulan objek adalah banyaknya susunan objek- objek
berbeda dalam urutan tertentu tanpa ada objek yang di ulang dari objek-objek
tersebut.
Definisi : Untuk setiap bilangan asli n, di definisikan :
n! = 1 X 2 X 3 X . . . X (n-2) X (n-1) X n
a) Faktorial Dari Bilangan Asli.

Dengan Menggunakan Definisi diatas, faktorial asli dapat di tentukan.


Sebagai contoh:
1. 4! = 1 x 2 x 3 x 4 = 24
2. 6! = 1 x 2 x 3 x 4 x 5 x 6 = 720

b). Permutasi dari unsur-unsur yang berbeda.


Misalkan dari tiga duag buah angka 1,2, dan 3 akan disusun suatu bilangan
yang terdiri atas tiga angka dengan bilangan-bilangan itu tidak mempunyai
angka yang sama.Susunan yang dapat dibentuk adalah:
123 132 213 231 312 321
Banyak cara untuk membuar susunan seperti itu adalah 3 X 2 X 1=6 .
Susunan yang di peroleh di atas disebut permutasi 3 unsur yang di ambil dari
3 unsur yang tersedia.
Permutasi dapat didefinisikan sebagai berikut.
Definisi :
Permutasi r unsur yang di ambil dari n unsur yang tersedia (tiap unsur itu
berbeda) adalah susunan dari r unsur itu dalam suatu urutan ( r ≤ n).

c) Permutasi yang memuat beberapa unsur sama


Misalkan dari n unsur yang tersedia terdapat k unsur yang sama (k ≤ n), maka
banyak permutasi dari n unsur itu di tentukan dengan aturan : P = n!/k!
Misalkan dari n unsur yang tersedia terdapat k unsur yang sama, l unsur yang
sama, dan m unsur yang sama (k + l + m ≤ n), maka banyak permutasi dari n
unsur itu di tentukan dengan aturan : P = n!/k!l!m!

2. Kombinasi
Misalkan dari 3 huruf yang berbeda A,B,Dan C Akan dimbil dua huruf tanpa
memperhatikan urutannya. Oleh karena urutan tidak di perhatikan, maka
susunan AB = BA, AC = CA, Dan BC= CB. Dengan demikian, hanya terdapat
3 pilihan yaitu susunan-susunan AB,AC Dan BC. Pemilihan yang di lakukan
dengan cara seperti itu disebut kombinai 2 unsur yang di ambil dari 3 unsur
yang berbeda.
Definisi:
Kombinasi r unsur yang di ambil dari n unsur yang tersedia (tiap unsur
berbeda) adalah suatu pilihan dari r unsur tanpa memperhatikan urutannya (r
≤ n).

3. Peluang Suatu Kejadian


Aksioma peluang :
Setiap kejadian di ruang sampel dikaitkan dengan bilangan antara 0 dan 1,
bilangan tersebut disebut peluang.
a. Kejadian yang tak mungkin terjadi mempunyai pelauang nol dan
dinamakan kejadian mustahil.
b. Kejadian yang pasti terjadi mempunyai peluang satu (peluang ruang
sampel adalah satu)
c. Peluang kejadian A bernilai antara 0 dan 1, yaitu 0 £ P (A) £1
d. Jika A dan B adalah kejadian sehingga AÇB = Æ,maka P(AÈB) = P(A) +
P (B)

Berdasarkan definisi di atas kita akan menentukan arti peluang dari kejadian
sederhana. Jika kita mempunyai ruang sampel dengan anggota sebanyak n.
selanjutnya jika kita anggap bahwa kesempatan muncul setiap anggota
tersebut juga sama. Jika peluang muncul satu anggota adalah p, dan
berdasarkan Aksioma (2),maka
p+ p+ p+…+ p =1
n suku
np = 1 Û p =
Misalnya pada [elemparan satu dadu berisi enam,peluang muncul angka 2
adalah
P= =

Sifat : Nilai Peluang


Dalam ruang sampel (S) yang setiap kejadian sederhana mempunyai peluang
yang sama, maka peluang kejadian A adalah
P(A) = =
Contoh
Kita mempunyai 4 bola putih (P) dan 3 bola merah (M). kemudian diambil satu
bola secara acak. Tentukan peluang terambil bola merah.
Penyelesaian
Ruang sampel dari pengambilan satu bola adalah S = {P,P,P,P,M,M,M}
dengan setiap bola mempunyai peluang yang sama untuk terambil. Misalnya
kejadian terambil bola merah adalah A, maka n(A) = 3. Jadi,peluang kejadian
terambilnya bola merah adalah P(A) = .
4. Frekuensi Harapan
Frekuensi harapan adalah peluang kejadian tersebut dikalikan banyak
percobaan. Misalnya kita melakukan n kali percobaan dan A adalah kejadian
dengan peluang p dengan (0 £ p£ 1). Frekuensi harapan dari kejadian A
adalah p Î n. Jika E adalah suatu kejadian dalam ruang contoh S dan P(E)
adalah peluang terjadinya E dalam n kali percobaan maka frekuensi harapan
kejadian E didefinisikan :
F(E) = P(E) Î n
Contoh
Sekeping uang logam dilempar 30 kali,maka frekuensi harapan muncul
gambar adalah. . .
Penyelesaian
F(G) = Î 30 = 15 kali

5. Kejadian Majemuk
Kejadian majemuk dapat dibentuk dengan cara menggabungkan dua atau
lebih kejadian sederhana. Dengan menggunakan operasi
antarhimpunan,suatu kejadian majemuk dapat dibentuk dari dua kejadian
majemuk yang lain. Operasi antarhimpunan yang dimaksudkan adalah
operasi gabungan (union) dan opersi irisan.

6. Peluang dari Gabungan Kejadian


Misalnya A dan B adalah dua kejadian yang terdapat dalamruang sampel
S,maka peluang kejadian A atau B adalah P(AÈB) = P(A) + P(B) – P(AÇB)

7. Peluang Gabungan Dua kejadian Saling Lepas


Apabila A dan B merupakan dua kejadian yang saling lepas ,maka peluang
gabungan dua kejadian itu adalah P(AÈB) = P(A) + P(B).

8. Peluang Komplemen suatu kejadian


Misal sebuah dadu bersisi enam dilempar sekali. Kejadian A adalah
munculnya bilangan 3 dan ditulis A = {3}. Kejadian A¢ adalah munculnya
bukan bilangan 3, ditulis A¢(dibaca: A komplemen) = {1,2,3,4,5,6}. Diagram
Venn untuk himpunan A dan A¢ dapat digambarkan seperti berikut.

Dari gambar di atas tampak bahwa AÇA¢ = Æ sehingga kejadian A dan


kejadian A¢merupakan kejadian yang saling lepas. Dengan demikian berlaku
hubungan
P(AÈA¢) = P(A) + P(A¢) (*)
Karena A¢ merupakan komplemen A , maka AÈA¢ = S atau n(AÈA¢) = n (S).
Jadi,
P(AÈA¢) = = = 1 (**)
Substitusi persamaan (**) ke persamaan (*) akan menghasilkan
P(AÈA¢) = 1 = P(A) + P(A¢) Û P(A¢) = 1 – P(A)
Sehingga dapat dinyatakan bahwa
Apabila A dan A¢ merupakan dua buah kejadian yang saling komplemen,
maka
peluang komplemen kejadian A, ditulis P(A¢), adalah P(A¢) = 1 – P(A)

9. Kejadian yang Saling Bebas


Misalkan dua buah bola akan diambil secara acak dari sebuah tas yang
memuat 4 bola merah dan 3 bola biru. Berapa peluang keduanya bola
merah? Jika A kejadian mendapatkan bola merah pada pengambilan pertama
dan B kejadian mendapatkan bola merah pada pengambilan kedua. Ruang
sampel S di bawah ini akan disajikan dengan dua versi yaitu dengan
pengembalian dan tanpa pengembalian. Persoalan yang akan dibahas adalah
P(A dan B) atau P(A Ç B).

1. Bola pertama dikembalikan sebelum bola kedua diambil.


Ruang sampel S memuat 49 elemen (7 Î 7),
A dan B memuat 16 elemen (4 Î 4)
Maka : P(A Ç B) = P(A Ç B) = P(A) . P(B)

Hasil dari A Ç B terletak di daerah persegi pada gambar di atas.


2. Bola pertama tidak dikembalikan sebelum bola kedua diambil. Pada
pengambilan pertama kita dapat memilihi 1 dari 7 bola, tapi pada
pengambilan kedua hanya ada 6 pilihan. Jadi, ruang sampel memuat 6
elemen. Kejadian A dan B memuat 4 Î 3 atau 12 elemen, sebab 4 bola merah
dapat dipilih pada pengambilan pertama, dan hanya 3 pilihan bola merah
pada pengambilan kedua,
Maka P(A Ç B) =
P(A Ç B) =
P(A Ç B) = P(A) . P(B/A)

Peluang kejadian B dengan syarat A telah terjadi.


Contoh tersebut secara umum disebut peluang bersyarat
Untuk P(A) peluang kejadian A, P(B/A) peluang kejadian B dengan syarat A
telah terjadi. Jika P(A Ç B) peluang terjadinya A dan B, maka P(A Ç B) =
P(A) . P(B/A)

Dua kejadian seperti tersebut dinamakan tidak saling bebas. Jika P(B/A) =
P(B) maka akan diperoleh
P(A Ç B) = P(A) . P(B)

Dan dua kejadian tersebut dinamakan saling bebas.


Kesimpulan:
Lingkaran didefinisikan sebagai himpunan titik – titik pada bidang datar yang
memiliki jarak r, yang kemudian disebut sebagai jari – jari, dari suatu titik O
yang disebut titik pusat. Statistika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana
merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, mengiterprestasi, dan
mempresentasikan data. Singkatnya, statistika adalah ilmu yang berkenaan
dengan data.. Peluang merupakan bagian matematika yang membahas
pengukuran tingkat keyakinan orang akan muncul atau tidak munculnya suatu
kejadian atau peristiwa. Oleh karena itu, untuk mendiskusikan dimulai dengan
suatu pengamatan tersebut dinamakan suatu percobaan. Hasil dari suatu
percobaan dinamakan hasil (outcomes) atau titik sampel. Peluang disebut
juga probabilitas yang berarti ilmu kemungkinan.
Peluang Suatu kejadian yang diinginkan adalah perbandingan banyaknya titik
sampel kejadian diinginkan itu dengan banyaknya anggota ruang sampel
kejadian tersebut.