Anda di halaman 1dari 4

36

BAB 3

KERANGKA KONSEP, HIPOTESIS DAN DEFINISI OPERATIONAL

3.1 Kerangka Konsep

Kerangka konsep merupakan suatu uraian dan memberikan gambaran

(visualisasi) hubungan atau kaitan antara konsep satu terhadap konsep yang

lainnya, atau antara variabel yang satu dengan variabel yang lain dari masalah

yang ingin diteliti (Notoadmojo, 2010).

Gambar 3.1 Kerangka Konsep

Variabel Independen Variabel Dependen

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi


Kebiasaan Merokok

1. Pola Asuh Orang Tua

Perilaku
2. Teman Sebaya
Merokok Remaja

3. Kepribadian

4. Pengaruh Iklan

Keterangan

= Diteliti

= Diteliti
37

3.2 Variabel Penelitian


3.2.1 Variabel Independen
Variabel independen adalah variabel yang dinilainya menentukan variabel

lain (Nursalam, 2012). Dalam penelitian ini yang menjadi variabel

independen yaitu Pola asuh orangtua dan teman sebaya.

3.2.2 Variabel Dependen


Variabel dependen adalah variabel yang nilainya ditentukan oleh variabel

lain (Nursalam, 2012). Pada penelitian ini variabel dependennya yaitu

perilaku merokok remaja.


3.3 Hipotesis
Hipotesa adalah sebuah pernyataan tentang sesuatu yang diduga atau

hubungan yang diharapkan antara dua variabel atau lebih yang dapat diuji secara

empires (Notoadmojo, 2010).


Ho : Tidak ada hubungan pola asuh orangtua dan sebaya dengan perilaku
merokok pada siswa di SMPN 4 Narmada Kabupaten Lombok Barat
Tahun 2019
Ha : Ada hubungan pola asuh orangtua dan sebaya dengan perilaku
merokok pada siswa di SMPN 4 Narmada Kabupaten Lombok Barat
Tahun 2019

3.4 Definisi Operational

Tabel 3.1 Definisi Operational

No Variabel Definisi Parameter Alat Ukur Hasil Skala


1 Variabel Kebiasaan 1. Otoriter Kuesioner Keterangan : Ordinal
independ perilaku Bentuk pola asuh Bila menjawab
en: pola yang otoriter yang TP = Tidak Pernah,
asuh diterapkan menekankan pada maka nilai akan
orangtua orangtua pengawasan diberikana angka 1
pada anak orangtua KK = Kadang-
yang 2. Demokratis Kadang, maka nilai
bersifat Bentuk pola asuh akan diberikan
relatif dan demokratis yang angka 2
konsisten memberikan SR = Sering, maka
dari waktu hak dan nilai akan diberikan
kewaktu,pol kewajiban yang
38

No Variabel Definisi Parameter Alat Ukur Hasil Skala


a asuh sama dalam arti angka 3
iniyang akan saling SL = Selalu, maka
mempengar melengkapi,komu nilai akan diberikan
uhi remaja nikasi dua angka 4
dalam segi arah,melatih untuk
negatif bertanggung Jika jumlah skor
maupun jawab dan tertinggi pada setiap
positif. menentukan pola asuh
perilakunya dikategorikan ke
sendiri dalam dominan :
3. Permisif 1. permisif= 1-35
Bentuk pola asuh 2.otoriter=36-
permisif 65
memberikan 3. demokratis=66-
kebebasan 100
sebesar- besarnya
untuk mengatur Nilai tertinggi untuk
dirinya sendiri setiap pola asuh
tanpa melibatkan adalah 108=100
pengawasan dari
orangtua maupun Nilai terendah untuk
campur tangan setiap pola asuh
orangtua adalah 1

2 Variabel Perilaku 1. Mempengaruhi Kuesioner Keterangan : Ordinal


Independ teman sebaya Perilaku merokok Bila menjawab
en : dipengaruhi oleh .Y = Ya nilai akan
Teman diberikan angka 2
teman sebaya
Sebaya TDK = Tidak nilai
2. Tidak akan diberikan
Mempengaruhi angka 1
Perilaku merokok 1.Jika Skor >9
tidak dipengaruhi Maka dikatagorikan
oleh teman sebaya Negatif dengan nilai
51-100
2.Jika Skor ≤ 9
Maka dikatagorikan
Positif dengan nilai
1-50ss

3 Variabel Aktivitas 1. Tidak merokok Kuesioner Keterangan: Ordinal


dependen remaja yang (preparatory) dimana Pertanyaan sejumlah
: perilaku berhubungan tahap perilaku belum 16 menggunakan skala
merokok dengan Likert dilengk api
pernah menghisap
kegiatan dengan alternatif
rokok. pilihan jawaban :
merokok atau 2. Merokok coba-coba
tidak merokok (initiation) dimana SS = Sangat Setuju,
tahap perilaku pernah maka nilai akan
menghisap rokok diberikan angka 5
39

No Variabel Definisi Parameter Alat Ukur Hasil Skala


pertama kali dan S = Setuju, maka nilai
memutuskan akan akan diberikan angka 4
jadi perokok/ tidak.
N/R = Netral/Ragu-
3. MenjadiPerokok ragu, maka nilai akan
dimana tahap diberikan angka 3
perilaku yang
merokok setiap hari TS = Tidak Setuju,
rutin minimal 4 maka nilai akan
batang yang diberikan angka 2
menjadikan rokok STS = Sangat Tidak
suatu kebutuhan pada Setuju, maka nilai
remaja akan diberikan angka 1
4. Merokok kecanduan
dimana tahap Dikategorikan
perilaku merokok 1. Merokok Coba-
yang faktor coba jika skor 1-
17,dengan nilai 2-39
psikologis dan
2. Perokok tetap
biologis telah jika skor 18-26,
menyatu hingga dengan nilai 40-
mempertahankan 59
perilaku merokok 3. Kecanduan jika
secaraterus menerus skor 27-45 dengan
oleh remaja nilai 60-100

Sumber: Komalasari & Helmi (2000)