Anda di halaman 1dari 26

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pemerintah adalah sekelompok orang atau organisasi yang diberikan kekuasaan untuk
memerintah serta memiliki kewenangan dalam membuat dan menerapkan hukum/
undang-undang di wilayah tertentu. Pemerintah sendiri dibedakan menjadi 2, yaitu :
pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Menurut UU No. 17 tahun 2003, Keuangan Negara adalah semua hak dan kewajiban
negara yang dapat dinilai dengan uang, serta segala sesuatu baik berupa uang maupun
berupa barang yang dapat dijadikan milik negara berhubung dengan pelaksanaan hak dan
kewajiban tersebut.
Dalam pengurusan keuangan Negara yang langsung oleh pemerintah, sebagai kegiatan
yang nyata dalam pelaksanaan anggaran Negara, dan perlakuan atas barang-barang milik
Negara dikenal dua komponen pengurusan yang saling berkaitan, yaitu:
a) Pengurusan umum (administratief beheer)
b) Pengurusan khusus (comptabel beheer)
Kedua komponen ini mempunyai persamaan dalam unsur-unsur pengurusan dan
pertanggung-jawaban. Adapun perbedaannya, pengurusan umum mempunyai unsur
penguasaan dan keuangan Negara, sedang pengurusan khusus mengandung unsur kewajiban
melaksanakan perintah yang datang dari pengurusan umum.

1.2 Rumusan Makalah


1. Apa Itu Pemerintah?
2. Apa Itu Keuangan Negara?
3. Apa Itu Pengurusan Keuangan Negara?

1.3 Tujuan Makalah


1. Mengetahui Tentang Pemerintah
2. Mengetahui Tentang Keuangan Negara
3. Mengetahui Tentang Pengurusan Keuangan Negara

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 PEMERINTAH
1
2.1.1 Pengertian Pemerintah
Pemerintah adalah sekelompok orang atau organisasi yang diberikan kekuasaan untuk
memerintah serta memiliki kewenangan dalam membuat dan menerapkan hukum/ undang-
undang di wilayah tertentu.
Pemerintah dibedakan menjadi dua:
a. Pemerintah Pusat, adalah penyelenggara pemerintahan Negara Kesatuan Republik
Indonesia, yakni Presiden dengan dibantu seorang Wakil Presiden dan oleh
menteri- menteri negara. Atau dengan kata lain, pemerintahan pusat adalah
pemerintahan secara nasional yang berkedudukan di ibu kota Negara Republik
Indonesia.
b. Pemerintah Daerah, merupakan kepala daerah sebagai unsur penyelenggara
Pemerintahan Daerah yang memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang
menjadi kewenangan daerah otonom.

2.1.2 Fungsi Pemerintah


a. Fungsi Pemerintah Pusat
1. Fungsi Pelayanan

Perbedaan pelaksanaan fungsi pelayanan yang dilakukan Pemerintah Pusat


dan Pemerintah Daerah terletak pada kewenangan masing-masing. Kewenangan
pemerintah pusat mencakup urusan Pertahanan Keamanan, Agama, Hubungan luar
negeri, Moneter dan Peradilan. Secara umum pelayanan pemerintah mencakup
pelayanan publik (Public service) dan pelayanan sipil (Civil service) yang menghargai
kesetaraan.

2. Fungsi Pengaturan

Fungsi ini dilaksanakan pemerintah dengan membuat peraturan perundang-


undangan untuk mengatur hubungan manusia dalam masyarakat. Pemerintah adalah
pihak yang mampu menerapkan peraturan agar kehidupan dapat berjalan secara baik
dan dinamis. Seperti halnya fungsi pemerintah pusat, pemerintah daerah juga
mempunyai fungsi pengaturan terhadap masyarakat yang ada di daerahnya.
2
Perbedaannya, yang diatur oleh Pemerintah Daerah lebih khusus, yaitu urusan yang
telah diserahkan kepada Daerah. Untuk mengatur urusan tersebut diperlukan
Peraturan Daerah yang dibuat bersama antara DPRD dengan eksekutif.

3. Fungsi Pembangunan

Pemerintah harus berfungsi sebagai pemacu pembangunan di wilayahnya,


dimana pembangunan ini mencakup segala aspek kehidupan tidak hanya fisik tapi
juga mental spriritual. Pembangunan akan berkurang apabila keadaan masyarakat
membaik, artinya masyarakat sejahtera. Jadi, fungsi pembangunan akan lebih
dilakukan oleh pemerintah atau Negara berkembang dan terbelakang, sedangkan
Negara maju akan melaksanakan fungsi ini seperlunya.

4. Fungsi Pemberdayaan (Empowerment)

Fungsi ini untuk mendukung terselenggaranya otonomi daerah, fungsi ini


menuntut n Pemerintah Daerah dengan kewenangan yang cukup dalam pengelolaan
sumber daya daerah guna melaksanakan berbagai urusan yang didesentralisasikan.
Untuk itu Pemerintah Daerah perlu meningkatkan peranserta masyarakat dan swasta
dalam kegiatan pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan. Kebijakan
pemerintah, pusat dan daerah, diarahkan untuk meningkatkan aktifitas ekonomi
masyarakat, yang pada jangka panjang dapat menunjang pendanaan Pemerintah
Daerah. Dalam fungsi ini pemerintah harus memberikan ruang yang cukup bagi
aktifitas mandiri masyarakat, sehingga dengan demikian partisipasi masyarakat di
Daerah dapat ditingkatkan. Lebih-lebih apabila kepentingan masyarakat diperhatikan,
baik dalam peraturan maupun dalam tindakan nyata pemerintah.

b. Fungsi Pemerintah Daerah

Fungsi dari pemerintah daerah sendiri adalah sebagai perangkat daerah yang
menjalankan, mengatur serta melaksanakan jalannya pemerintahan. Sedangkan menurut
Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 Pemerintah daerah memiliki fungsi sebagai berikut :

3
1. Pemerintah daerah adalah sebagai yang mengatur serta yang mengurus sendiri urusan
pemerintahan berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan.
2. Menyelanggarakan otonomi yang seluas-luasnya, terkecuali urusan pemerintahan
yang menjadi urusan pemerintah bertujuan sebagai meningkatkan kesejahteraan
masyarakat, pelayanan masyarakat umum serta daya saing daerah.
3. Pemerintah daerah dalam melaksanakan urusan pemerintahan mempunyai hubungan
pemerintahan pusat terhadap pemerintahan daerah. Yang mana hubungan tersebut
terdiri dari wewenang, keuangan, pelayanan umum, pemanfaatan sumber daya alam,
dan sumber daya lainnya.

2.1.3 Wewenang Pemerintah

a. Wewenang Pemerintah Pusat

Wewenang yang dimiliki oleh pemerintah pusat berkaitan dengan kebijakan-kebijakan


dalam skala nasional yang mengatur harkat dan kepentingan warga negara Indonesia.
Wewenang yang dimiliki oleh pemerintah pusat sesuai dengan UU No. 32 Tahun 2004
diantaranya:

1. Mengatur Jalannya Proses Politik Luar negeri.

Indonesia adalah negara yang turut serta dalam membangun hubungan internasional
dengan negara-negara luar negeri. Hubungan yang terjalin tidak hanya pada aspek ekonomi
maupun keamanan, tetapi juga dalam aspek politik.

2. Mengatur Bidang Pertahanan Nasional.

Segala sesuatu yang berkaitan dengan pertahanan nasional adalah wewenang


Pemerintah Pusat. Pertahanan dengan skala nasional berkaitan dengan kedaulatan negara
Indonesia itu sendiri. Upaya pemerintah pusat untuk mengatur bidang pertahanan nasional
merupakan salah satu upaya menjaga keutuhan NKRI.

3. Mengatur Bidang Keamanan Nasional.

Keamanan negara merupakan sesuatu yang harus dijaga dan diatur oleh pemerintah,
baik itu pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Dalam hal ini, pemerintah pusat lebih

4
mengatur keamanan yang berskala nasional yang meliputi keamanan nasional di area darat,
laut, maupun udara.

4. Mengatur Jalannya Proses yang Berkaitan Dengan Kehakiman.

Indonesia adalah negara yang berlandaskan pada hukum dan mempunyai sistem
peradilan di Indonesia. Jalannya proses hukum yang berkaitan dengan kehakiman, diatur oleh
pemerintah pusat. Pengaturan yang dilakukan oleh pemerintah pusat adalah mengatur sistem
hukum baik itu lembaga penegak hukum maupun menentukan siapa yang duduk di lembaga
hukum tersebut.

5. Mengatur Kebijakan Moneter dan Fiskal Nasional.

Perlu kita ketahui, kebijakan moneter dan kebijakan fiskal adalah dua hal yang
berbeda. Kebijakan moneter merupakan suatu proses pengaturan terhadap persedian uang
yang dimiliki oleh negara dalam rangka untuk mencapai tujuan yang ditetapkan oleh negara
tersebut. Kebijakan ini pada dasarnya merupakan kebijakan yang mempunyai tujuan untuk
menjaga keseimbangan internal seperti pertumbuhan ekonomi yang mencakup stabilitas
harga pasar dan keseimbangan eksternal yang mempunyai tujuan untuk mencapai
keseimbangan dalam neraca pembayaran.

c. Wewenang Pemerintah Daerah

1. Merencanakan dan Mengendalikan Pembangunan.

Dalam pemerintahan daerah, perencanaan dan pengendalian pembangunan yang


terjadi di daerah merupakan tanggung jawab pemerintah daerah. Pemerintah daerah yang tahu
kebutuhan akan pembangunan dalam berbagai bidang sesuai dengan keinginan masyarakat
daerahnya. Adanya wewenang pemerintah daerah dalam perencanaan dan pengendalian
pembangunan adalah bentuk perwujudan fungsi pemerintah daerah dalam pembangunan.
Pemerintah pusat hanya berperan sebagai pengawas dan pemberi masukan terhadap jalannya
pembangunan yang terjadi di lingkungan pemerintah daerah.

2. Merencanakan, Memanfaatkan, dan Mengawasi Tata Ruang.

5
Perencanaan, pemanfaatan, dan pengawasan terhadap tata ruang merupakan
wewenang dari pemerintah daerah. Tata ruang yang dimaksud di sini adalah penataan tata
kota yang meliputi penataan infrastruktur yang ada di daerah tersebut. Proses perencanaan,
pemanfaat, dan pengawasa terhadap tata ruang dilakukan oleh pemerintah daerah karena
hanya pemerintah daerah yang tahu bagaimana tata ruang yang cocok dan yang sesuai dengan
karakteristik daerahnya, bukan malah pemerintah pusat yang menentukan bagaiman tata
ruang untuk suatu daerah.

3. Menyelenggarakan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat.

Penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat merupakan tanggung


jawab pemerintah daerah. Perbedaan karakteristik daerah yang membuat perbedaan tingkat
ketertiban umum dan ketentraman di dalam masyarakatnya. Penyelenggaraan ketertiban
umum dan ketentraman dalam dilakukan melalui adanya struktur organisasi pemeritahan desa
yang dapat mengatur kebijakan-kebijakan daerah untuk ketertiban umum dan ketentraman
masyarakat. Oleh karena itu, demi wujudkan ketertiban umum dan ketetraman di masyarakat,
pemerintah daerah membuat berbagai macam peraturan daerah (perda) sesuai dengan tujuan
dan keperluannya masing-masing.

4. Menyediakan Sarana dan Prasarana Umum.

Pengadaan sarana dan prasarana umum seperti ruang terbuka hijau, sarana
transportasi, dan lainnya merupakan kewenangan pemerintah daerah. Keberadaan sarana dan
prasanan umum diperlukan untuk memehui kebutuhan masyarakat daerah dalam kemudahan
akses terhadap sarana dan prasarana umum. Perbaikan sarana dan prasarana juga merupakan
wewenang dari daerah yang seringkali menemui kendala dalam melakukan perbaikannya.
Maka dari itu, seringkali kita temukan sarana dan prasarana umum milik pemeritnah daerah
yang sudah tidak terawat bahkan terbengkalai. Sarana dan prasarana yang sudah tidak layak
tersebut dapat menjadi penyebab konflik sosial karena adanya perbedaan sarana dan
prasarana umum daerah yang satu dengan yang lain.

5. Menangani Bidang Kesehatan.

Penanganan terhadap bidang kesehatan juga merupakan kewenangan dari pemerintah


daerah. Penangan bidang kesehatan dapat berupa penyediaan sarana dan prasarana kesehatan

6
seperti rumah sakit atau puskesmas. Tidak hanya itu, penanangan terhadap bidang kesehatan
juga mencakup penyediaan tenaga kesehatan di lingkungan daerah. Secara fakta, penanganan
pemerintah di dalam bidang kesehatan masih tidak merata. Ada beberapa daerah di Indonesia
yang masih kesulitan untuk mencari puskesmas atau rumah sakit terdekat karena letaknya
yang jauh. Melalui adanya kewenangan pemeritnah dalam otonomi daerah, seharusnya
penanganan di bidang kesehatan dapat menjadi lebih baik dan merata demi menjangkau
masyarakat daerahnya masing-masing.

2.1.4 Tugas Pemerintah

a. Tugas Pemerintah Pusat

1. Presiden
Presiden adalah lembaga negara yang mempunyai kekuasaan menjalankan
pemerintahan sesuai dengan UUD 1945. Presiden Indonesia mempunyai kedudukan
sebagai kepala pemerintahan dan sebagai kepala negara. Sebagai kepala
pemerintahan, presiden mempunyai tugas dan wewenang sebagai berikut:
 memegang kekuasaan pemerintahan menurut UUD 1945;
 mengajukan rancangan undangundang kepada DPR;
 menetapkan peraturan pemerintah;
 menetapkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perpu) dalam
kegentingan memaksa;
 mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri.

2. Wakil Presiden
Tugas seorang wakil presiden adalah membantu presiden. Jika presiden meninggal
dunia, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa
jabatannya maka wakil presiden menggantikannya sampai dengan habis masa jabatannya.

3. Mentri
Menteri sering disebut sebagai pembantu presiden. Menteri membantu presiden dalam
menjalankan pemerintahan. Menteri dikelompokkan menjadi tiga, yaitu menteri
negara koordinator (menko), menteri negara yang memimpin departemen, menteri

7
nondepartemen,dan pejabat tinggi negara setingkat menteri.
Menteri Koordinator (Menko), Pada Kabinet Indonesia Bersatu ada tiga menteri
koordinator, yaitu Menteri Koordinator Hukum, Politik, dan Keamanan (Menko
Polhukam), Menteri Koordinator Perekonomian, dan Menteri Koordinator
Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra). Tugas kementerian koordinator adalah
membantu presiden dalam mengoordinasikan perencanaan dan penyusunan kebijakan,
serta menyamakan pandangan tentang pelaksanaan kebijakan antardepartemen.
Menteri Negara yang Memimpin Departemen, Menteri negara yang memimpin
departemen adalah menteri-menteri yang membantu presiden dengan memimpin
sebuah departemen.
Menteri Negara Nondepartemen, Menteri negara nondepartemen adalah menteri
negara yang membantu presiden dalam menangani hal-hal yang bersifat khusus.
Pejabat Tinggi Negara Setingkat Menteri, Pejabat tinggi negara setingkat menteri
tugasnya membantu kelancaran tugas-tugas presiden. Mereka adalah sekretaris
negara, sekretaris kabinet, dan Jaksa Agung.

b. Tugas Pemerintahan Daerah

1. Pemerintah Daerah
Pemerintah daerah yang dimaksud adalah gubernur, bupati, atau wali kota, dan
perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. Otonomi daerah
adalah hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus
sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan
peraturan perundang-undangan. Tugas pembantuan adalah penugasan dari pemerintah
kepada daerah dan/atau desa, dari pemerintah provinsi kepada kabupaten/kota
dan/atau desa, serta pemerintah kabupaten/kota kepada desa untuk melaksanakan
tugas tertentu.
2. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, selanjutnya disebut DPRD adalah Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah provinsi dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945. DPRD Provinsi, Anggota DPRD provinsi terdiri atas
anggota partai politik yang dipilih melalui pemilu. Keanggotaan DPRD provinsi
diresmikan dengan keputusan Menteri Dalam Negeri atas nama presiden. Masa
jabatan anggota DPRD provinsi ialah lima tahun dan berakhir bersamaan dengan saat
anggota DPRD provinsi yang baru mengucapkan sumpah atau janji. Anggota DPRD
8
provinsi berdomisili di ibu kota provinsi yang bersangkutan. Fungsi DPRD provinsi
diatur dalam UU No. 22 Tahun 2003 Pasal 61. Fungsi-fungsi yang diemban DPRD
provinsi meliputi fungsi legislasi, fungsi anggaran, dan fungsi pengawasan.
DPRD Kabupaten/Kota, Susunan dan keanggotaan DPRD kabupaten/kota
terdiri atas anggota partai politik yang dipilih melalui pemilihan umum. Masa jabatan
anggota DPRD kabupaten/kota adalah lima tahun dan berakhir bersamaan anggota
DPRD kabupaten/kota yang baru mengucapkan sumpah atau janji. Keanggotaan
DPRD kabupaten/kota diresmikan dengan keputusan gubernur atas nama presiden.
Anggota DPRD kabupaten/kota berdomisili di ibu kota kabupaten/ kota yang
bersangkutan. DPRD kabupaten/kota merupakan lembaga perwakilan daerah yang
berkedudukan sebagai lembaga daerah kabupaten/kota. DPRD kabupaten/kota
membawa fungsi-fungsi, antara lain fungsi legislasi, fungsi anggaran, dan fungsi
pengawasan.

2.1.5 Sistem Pemerintahan Indonesia


A. Sistem Pemerintahan Indonesia Menurut Konstitusi RIS
Sistem Pemerintahan Indonesia menurut konstitusi RIS adalah sistem Pemerintah
Parlementer yang tidak murni. Pasal 118 konstitusi RIS antara lain:
a. Presiden tidak dapat di ganggu gugat
b. Menteri-menteri bertanggung jawab atas seluruh kebijaksanaan pemerintah
Ketentuan pasal tersebut menunjukkan bahwa RIS mempergunakan sistem pertanggung
jawaban menteri.
B. Sistem Pemerintahan Indonesia menurut UUDS 1950
UUDS 1950 masih tetap mempergunakan bentuk sistem pemerintahan seperti yang
diatur dalam konstitusi RIS. Di dalam pasal 83 UUDS 1950 dinyatakan :
a. Presiden dan wakil presiden tidak dapat diganggu gugat
b. Menteri-menteri bertanggung jawab atas seluruh kebijaksanaan pemerintah, baik
bersama-sama untuk seluruhnya maupun masing-masing untuk bagiannya sendiri-sendiri.

C. Sistem Pemerintahan menurut UUD 1945 sebelum diamandemen:


1. Kekuasaan tertinggi diberikan rakyat kepada MPR.
2. DPR sebagai pembuat UU.
3. Presiden sebagai penyelenggara pemerintahan.
4. DPA sebagai pemberi saran kepada pemerintahan.
5. MA sebagai lembaga pengadilan dan penguji aturan.
6. BPK pengaudit keuangan.
D. Sistem Pemerintahan setelah amandemen
9
1. MPR bukan lembaga tertinggi lagi.
2. Komposisi MPR terdiri atas seluruh anggota DPR ditambah DPD yang dipilih oleh
rakyat.
3. Presiden dan wakil Presiden dipilih langsung oleh rakyat.
4. Presiden tidak dapat membubarkan DPR.
5. Kekuasaan Legislatif lebih dominan.
Negara indonesia adalah negara yang berbentuk republik. Pemerintahan republik
adalah suatu pemerintahan dimana seluruh atau sebagian rakyat memegang kekuasaan yang
tertinggi di dalam negara. Oleh karena itu, kadaulatan berada di tangan rakyat dan
dilaksanakan menurut undang-undang dasar.

E. Kelebihan dan Kelemahan Sistem Pemerintahan Indonesia


1) Kelebihan Sistem Pemerintahan Indonesia
· Presiden dan menteri selama masa jabatannya tidak dapat dijatuhkan DPR.
· Pemerintah punya waktu untuk menjalankan programnya dengan tidak dibayangi krisis
kabinet.
· Presiden tidak dapat memberlakukan dan atau membubarkan DPR.
2) Kelemahan Sistem Pemerintahan Indonesia
· Ada kecenderungan terlalu kuatnya otoritas dan konsentrasi kekuasaan di tangan Presiden.
· Sering terjadinya pergantian para pejabat karena adanya hak perogatif presiden.
· Pengawasan rakyat terhadap pemerintah kurang berpengaruh.
· Pengaruh rakyat terhadap kebijaksanaan politik kurang mendapat perhatian.

2.1.6 Organisasi Sistem Pemerintahan Negara dibedakan menjadi 2


yaitu :
A. Organisasi Pemerintahan Dalam Garis Horizontal

Menurut konsep trias politica kekuasaan didalam negara dapat dibagi menjadi tiga
cabang kekuasaan utama, yaitu:
a) kekuasaan legislatif : kekuasaan untuk membentuk undang-undang
b) kekuasaan eksekutif : kekuasaan untuk menjalankan undang-undang
c) kekuasaan yudikatif : kekuasaan untuk melaksanakan peradilan
Kekuasaan ini dilakukan oleh badan-badan peradilan dengan susunan bertingkat-
tingkat sesuai dengan kewenangan masing-masing tingkat dan berpuncak pada
Mahkamah Agung.

10
B. Organisasi Sistem Pemerintahan Dalam Garis Vertikal
Menurut Kranenburg kedua satuan pemerintahan yang lebih rendah dibawah
pemerintah pusat, baik yang terdapat di negara kesatuan maupun serikat, masing-
masing mempunyai ciri-ciri yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain
bedasarkan hukum positif, yaitu :
a) negara bagian yang terdapat di dalam Negara Serikat memiliki wewenang untuk
membentuk UUD sendiri serta mempunyai wewenang untuk membentuk
organisasi sendiri dalam rangka dan batas-batas konstitusi federal. Sedangkan
dalam negara Kesatuan organisasi bagian-bagian negara (pemerintah daerah)
secara garis besar telah ditetapkan oleh pembentuk undang-undang pusat.
b) dalam negara federal (serikat), wewenang membentuk Undang-undang Pusat
untuk bidang tertentu telah diperinci satu persatu dalam konstitusi federal.

3. Macam-macam Sistem Pemerintahan Negara.


Sistem pemerintahan negara dibagi menjadi dua klasifikasi besar, yaitu:
1. Sistem pemerintahan parlementer.
Pada prinsipnya sistem pemerintahan parlementer menitik beratkan pada
hubungan antara organ negara pemegang kekuasaan eksekutif dan legeslatif.
Sistem ini merupakan sisa-sisa peninggalan sistem pemerintahan dalam arti paling
luas yakni morankhi. Dikatakan demikian karena kepala negara apapun sebutanya
mempunyai kedudukan yang tidak dapat di ganggu gugat. Sedangkan
penyelenggara pemerintah sehari-hari diserahkan kepada menteri.
2.Sistem pemerintahan Presidensial
Dalam sistem pemerintahan presidensial, badan eksekutif dan legislatif
memiliki kedudukan yang independen. Kedua badan tersebut tidak berhubungan
secara langsung seperti dalam sistem pemerintahan parlementer. Mereka dipilih
oleh rakyat secara terpisah.
4. Ciri-ciri sistem pemerintahan parlementer adalah sebagai berikut :
1. Badan legislatif atau parlemen adalah satu-satunya badan yang anggotanya
dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum. Parlemen memiliki
kekuasaan besar sebagai badan perwakilan dan lembaga legislatif.
2. Anggota parlemen terdiri atas orang-orang dari partai politik yang
memenangkan pemiihan umum. Partai politik yang menang dalam pemilihan

11
umum memiliki peluang besar menjadi mayoritas dan memiliki kekuasaan besar di
parlemen.
3. Pemerintah atau kabinet terdiri dari atas para menteri dan perdana menteri
sebagai pemimpin kabinet. Perdana menteri dipilih oleh parlemen untuk
melaksakan kekuasaan eksekutif. Dalam sistem ini, kekuasaan eksekutif berada
pada perdana menteri sebagai kepala pemerintahan. Anggota kabinet umumnya
berasal dari parlemen.
4. Kabinet bertanggung jawab kepada parlemen dan dapat bertahan sepanjang
mendapat dukungan mayoritas anggota parlemen. Hal ini berarti bahwa sewaktu-
waktu parlemen dapat menjatuhkan kabinet jika mayoritas anggota parlemen
menyampaikan mosi tidak percaya kepada kabinet.
5. Kepala negara tidak sekaligus sebagai kepala pemerintahan. Kepala
pemerintahan adalah perdana menteri, sedangkan kepala negara adalah presiden
dalam negara republik atau raja/sultan dalam negara monarki. Kepala negara tidak
memiliki kekuasaan pemerintahan. Ia hanya berperan sebgai symbol kedaulatan
dan keutuhan negara.
6. Sebagai imbangan parlemen dapat menjatuhkan kabinet maka presiden atau raja
atas saran dari perdana menteri dapat membubarkan parlemen. Selanjutnya,
diadakan pemilihan umum lagi untuk membentukan parlemen baru.

Ciri-ciri dari sistem pemerintahan presidensial adalah sebagai berikut.


1. Penyelenggara negara berada ditangan presiden. Presiden adalah kepala negara
sekaligus kepala pemerintahan. Presiden tidak dipilih oleh parlemen, tetapi dipilih
langsung oleh rakyat atau suatu dewan majelis.
2. Kabinet (dewan menteri) dibentuk oleh presiden. Kabinet bertangungjawab
kepada presiden dan tidak bertanggung jawab kepada parlemen atau legislatif.
3. Presiden tidak bertanggungjawab kepada parlemen. Hal itu dikarenakan presiden
tidak dipilih oleh parlemen.
4. Presiden tidak dapat membubarkan parlemen seperti dalam sistem parlementer.
5. Parlemen memiliki kekuasaan legislatif dan sebagai lembaga perwakilan.
Anggota parlemen dipilih oleh rakyat.
12
6. Presiden tidak berada dibawah pengawasan langsung parlemen.
Sistem pemerintahan Presidensial merupakan system pemerintahan di mana kepala
pemerintahan dipegang oleh presiden dan pemerintah tidak bertanggung jawab
kepada parlemen (legislatif). Menteri bertanggung jawab kepada presiden karena
presiden berkedudukan sebagai kepala Negara sekaligus kepala pemerintahan.
Contoh Negara: AS, Pakistan, Argentina, Filiphina, Indonesia.

2.2 KEUANGAN NEGARA

2.2.1 Pengertian Keuangan Negara

a. Menurut UU No. 17 tahun 2003, Keuangan Negara adalah semua hak dan
kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang, serta segala sesuatu baik berupa
uang maupun berupa barang yang dapat dijadikan milik negara berhubung dengan
pelaksanaan hak dan kewajiban tersebut.

b. Menurut M. Ichwan, keuangan negara adalah rencana kegiatan secara kuantitatif


(dengan angka-angka di antaranya diwujudkan dalam jumlah mata uang), yang akan
dijalankan untuk masa mendatang lazimnya satu tahun mendatang.

2.2.2 Ruang Lingkup Keuangan Negara

Pada hakikatnya, keuangan negara sebagai sumber pembiayaan dalam rangka


pencapaian tujuan negara tidak boleh dipisahkan dengan ruang lingkup yang
dimilikinya. Oleh karena ruang lingkup itu menentukan substansi yang dikandung
dalam keuangan negara. Sebenarnya keuangan negara harus memiliki ruang lingkup
agar terdapat kepastian hukum yang menjadi pegangan bagi pihak-pihak yang
melakukan pengelolaan keuangan negara.

Ketika berbicara mengenai hukum keuangan negara, berarti membicarakan


ruang lingkup keuangan negara dari aspek yuridis. Ruang lingkup keuangan negara
menurut Pasal 2 UUKN adalah sebagai berikut:

13
a. hak negara untuk memungut pajak, mengeluarkan dan mengedarkan uang, dan
melakukan pinjaman
b. kewajiban negara untuk menyelenggarakan tugas layanan umum pemerintahan
negara dan membayar tagihan pihak ketiga
c. penerimaan Negara
d. pengeluaran Negara
e. penerimaan daerah
f. pengeluaran daerah
g. kekayaan negara/kekayaan daerah yang dikelola sendiri atau oleh pihak lain
berupa uang, surat berharga, piutang, barang, serta hak-hak lain yang dapat dinilai
dengan uang, termasuk kekayaan yang dipisahkan pada perusahaan
negara/perusahaan daerah
h. kekayaan pihak lain yang dikuasai oleh pemerintah dalam rangka
penyelenggaraan tugas pemerintahan dan/atau kepentingan umum
i. kekayaan pihak lain yang diperoleh dengan menggunakan fasilitas yang diberikan
pemerintah
j. kekayaan pihak lain sebagaimana dimaksud meliputi kekayaan yang dikelola oleh
orang atau badan lain berdasarkan kebijakan pemerintah, yayasan-yayasan di
lingkungan kementerian negara/lembaga, atau perusahaan negara/daerah.

Bidang pengelolaan keuangan negara yang demikian luas dapat dikelompokkan dalam
sub bidang pengelolaan fiskal, sub bidang pengelolaan moneter, dan sub bidang pengelolaan
kekayaan negara yang dipisahkan.

2.2.3 Prinsip Keuangan Negara


1. Keuangan Negara dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan,
efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung jawab dengan memperhatikan
rasa keadilan dan kepatutan. Jelasnya, setiap penyelenggara negara wajib mengelola
keuangan negara secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efisien,
ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa
keadilan dan kepatutan. Pengelolaan dimaksud mencakup keseluruhan kegiatan
perencanaan, penguasaan, penggunaan, pengawasan, dan pertanggung-jawaban.
2. APBN, perubahan APBN, dan pertanggungjawaban pelaksanaan APBN setiap tahun
ditetapkan dengan undang-undang.
3. APBD, perubahan APBD, dan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD setiap tahun
ditetapkan dengan Peraturan Daerah.

14
4. APBN/APBD mempunyai fungsi otorisasi, perencanaan, pengawasan, alokasi,
distribusi, dan stabilisasi.
5. Semua penerimaan yang menjadi hak dan pengeluaran yang menjadi kewajiban
negara dalam tahun anggaran yang bersangkutan harus dimasukkan dalam APBN.
6. Semua penerimaan yang menjadi hak dan pengeluaran yang menjadi kewajiban
daerah dalam tahun anggaran yang bersangkutan harus dimasukkan dalam APBD.
7. Surplus penerimaan negara/daerah dapat digunakan untuk membiayai pengeluaran
negara/daerah tahun anggaran berikutnya.
8. Penggunaan surplus penerimaan negara/daerah untuk membentuk dana cadangan atau
penyertaan pada Perusahaan Negara/Daerah harus memperoleh persetujuan terlebih
dahulu dari DPR/DPRD.

2.2.4 Asas-Asas Umum Pengelolaan Keuangan Negara


Dalam rangka mendukung terwujudnya good governance dalam penyelenggaraan
negara, pengelolaan keuangan negara perlu diselenggarakan secara profesional,
terbuka, dan bertanggung jawab sesuai dengan aturan pokok yang telah ditetapkan
dalam Undang-Undang Dasar 1945. Aturan pokok Keuangan Negara telah dijabarkan
ke dalamasas-asas umum, yang meliputi baik asas-asas yang telah lama dikenal dalam
pengelolaan keuangan negara, seperti asas tahunan,asas universalitas, asas kesatuan,
dan asas spesialitas maupun asas-asas baru sebagai pencerminan penerapan kaidah-
kaidah yang baik (best practices) dalam pengelolaan keuangan negara.
Penjelasan dari masing-masing asas tersebut adalah sebagai berikut.
a. Asas Tahunan, memberikan persyaratan bahwa anggaran Negara dibuat secara
tahunan yang harus mendapat persetujuan dari badan legislatif (DPR).
b. Asas Universalitas (kelengkapan), memberikan batasan bahwa tidak
diperkenankan terjadinya percampuran antara penerimaan negara dengan
pengeluaran negara.
c. Asas Kesatuan, mempertahankan hak budget dari dewan secara lengkap,
berarti semua pengeluaran harus tercantum dalam anggaran. Oleh karena itu,
anggaran merupakan anggaran bruto, dimana yang dibukukan dalam anggaran
adalah jumlah brutonya.
d. Asas Spesialitas mensyaratkan bahwa jenis pengeluaran dimuat dalam mata
anggaran tertentu/tersendiri dan diselenggarakan secara konsisten baik secara
kualitatif maupun kuantitatif. Secara kuantitatif artinya jumlah yang telah
ditetapkan dalam mata anggaran tertentu merupakan batas tertinggi dan tidak

15
boleh dilampaui. Secara kualitatif berarti penggunaan anggaran
hanya dibenarkan untuk mata anggaran yang telah ditentukan.
e. Asas Akuntabilitas berorientasi pada hasil, mengandung makna bahwa setiap
pengguna anggaran wajib menjawab danmenerangkan kinerja organisasi atas
keberhasilan atau kegagalan suatu program yang menjadi tanggung jawabnya.
f. Asas Profesionalitas mengharuskan pengelolaan keuangan negara ditangani
oleh tenaga yang profesional.
g. Asas Proporsionalitas; pengalokasian anggaran dilaksanakan secara
proporsional pada fungsi-fungsi kementerian/lembagasesuai dengan tingkat
prioritas dan tujuan yang ingin dicapai.
h. Asas Keterbukaan dalam pengelolaan keuangan negara, mewajibkan adanya
keterbukaan dalam pembahasan, penetapan,dan perhitungan anggaran serta
atas hasil pengawasan oleh lembaga audit yang independen.
i. Asas Pemeriksaan Keuangan oleh badan pemeriksa yang bebas dan mandiri,
memberi kewenangan lebih besar pada Badan Pemeriksa Keuangan untuk
melaksanakan pemeriksaan atas pengelolaan keuangan negara secara objektif
dan independen.
Asas-asas umum tersebut diperlukan pula guna menjamin terselenggaranya prinsip-
prinsip pemerintahan daerah. Dengan dianutnya asas-asas umum tersebut di dalam
undang-undang tentang Keuangan Negara, pelaksanaan undang-undang ini selain
menjadi acuan dalam reformasi manajemen keuangan negara, sekaligus dimaksudkan
untuk memperkokoh landasan pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah di
Negara Kesatuan Republik Indonesia.

2.3 PENGURUSAN KEUANGAN NEGARA

Dalam pengurusan keuangan Negara yang langsung oleh pemerintah, sebagai


kegiatan yang nyata dalam pelaksanaan anggaran Negara, dan perlakuan atas barang-barang
milik Negara dikenal dua komponen pengurusan yang saling berkaitan, yaitu:
a) Pengurusan umum (administratief beheer)
b) Pengurusan khusus (comptabel beheer)
Kedua komponen ini mempunyai persamaan dalam unsur-unsur pengurusan dan
pertanggung-jawaban. Adapun perbedaannya, pengurusan umum mempunyai unsur
penguasaan dan keuangan Negara, sedang pengurusan khusus mengandung unsur kewajiban
melaksanakan perintah yang datang dari pengurusan umum.

16
a) Pengurusan Umum
Dalam prakteknya pengurusan umum ini terdiri dari dua jenis pengurusan, yaitu:
1) Fungsi otorisator (autorisatie of beschikking bevoegheid)
Sesuai dengan UUD 1945 pasal 4 ayat 1 yang berbunyi: “ Presiden RI memegang
kekuasaan Pemerintah berdasarkan UUD” maka pada prinsipnya fungsi ini dipegamg oleh
Presiden RI.
Fungsi otorisasi ini juga dilimpahkan kepada para menteri atau Ketua Lembaga
Negara.sedangkan fungsi otorisator ini dicerminkan dalam berbagai otorisasi, baik
penerimaan maupun pengeluaran. Dalam bidang penerimaan Negara berfungsi sebagai
otorisasi adalah undang-undang serta peraturan yang akan membawa akibat penerimaan
Negara dalam bentuk:
a. Perundang-undangan perpajakan, bea, cukai, ipeda dan sebagainya
b. Surat-surat keputusan dari berbagai Menteri, mengenai permintaan non tax
Sedangkan dibidang pengeluaran pengeluaran otorisasi yang berlaku umum berbentuk
instruksi presiden RI, keputusan presiden RI, instruksi menteri atau /ketua lembaga, daftar
isian kegiatan (DIK) dan Daftar Isian Proyek (DIP) sebagai rincian dari APBN periode yang
bersangkutan. Otorisasi umum tersebut agara dapat digunakan sebagai otorisasi secara khusus
yang secara langsung akan mengakibatkan pengeluaran keuangan Negara, dijabarkan dalam
surat keputusan otorisasi (SKO) atau dokumen lain yang disamakan dengan SKO yang dapat
digolongkan dengan jenisnya, misalnya :
a. Otorisasi permanen yang berlaku terus menerus sampai dicabut kembali, seperti surat
keputusan pengangkatan pegawai negeri, kenaikan gaji berkala, pemberian pension pegawai
negeri, kenaikan gaji berkala, pemberian pension pegawai negeri/anggota ABRI/Polri
b. Otorisasi Rutin, yang berisi mata anggaran non rutin pegawai yang berlaku buat satu
tahun anggaran. Kalau tidak bias dicairkan akan masuk kembali kedalam rekening induk
Bendaharawan Umum Negara (BUN) sebagai penerimaan sisa anggaran.
2) Fungsi Ordonatur
Fungsi ordonatur dibidang penerimaan dengan menerbitkan surat penagihan (SPN) bagi
instansi yang tidak mengurus penatausahaan sendiri. Dibidang pengeluaran fungsi ordonatur
ini tercermin dalam penerbitan kertas-kertas berharga, dengan memerintahkan bendaharawan
umum untuk mengeluarkan uang Negara dari kas Negara.
Proses pelaksanaan fungsi ini ternyata dari pekerjaannya, ialah:
a. Menguji tangihan pada Negara
b. Membebankan tagihan tersebut kepada mata anggaran yang ada

17
c. Memerintahkan pelaksanaan pembayaran atasnya dengan menerbitkan kertas-kertas
berharga: Surat Perintah Membayar/SPM/SPMU, Dapem, cek pos, cek giro, aksep lelang.

b) Pengurusan Khusus
Pengurusan khusus (comptabel baheer) ini dilaksanakan oleh bendaharawan,
dapatdijabat oleh pegawai neger, badan hukum atau orang swasta yang diangkat oleh Menteri
atau Ketua Lembaga Negara yang menguasai bagian anggaran Negara, dengan surat
keputusan membuat melakukan pengurusan uang, kertas berharga dan barang milik negara.
Tugas pengurusan bendaharawan ini terdiri dari: menerima, menyimpan,
membayar/menyerahkan, mencatat dan mempertanggung-jawabkan uang, kertas,
menyimpan, membayar/menyerahkan, mencatat dan mempertanggung-jawabkan uang, kertas
berharga atau barang yang ada dalam pengurusan.

Pengertian Bendaharawan
Bendaharawan yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan Negara tercantum dalam
UU No.1 tahun 2014 tentang perbendaharaan Negara
Peraturan yang terkait dengan pengeloalaan keuangan Negara juga tertuang dalam:
1. UU No.17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara
2. UU No 1. Tahun 2004 tantang Perbendaharaan Negara
3. UU No.15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggungjawab
Keuangan Negara
4. PP No.20 tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah
5. PP N. 21 tahun 2004 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran kementrian
Negara/Lembaga

Bendahara Negara
Perbendaharaan Negara adalah pengelolaan dan pertanggung-jawaban keuangan
Negara, termasuk investasi dan kekayaan yang dipisahkan, yang ditetapkan dalam APBN
dan APBD
 Asas Umum. Undang-undang perbendaharaan Negara ini menganut asas kesatuan,
asa universalitas, asas tahunn dan asas spesialitas.
 Asas Kesatuan. Semua Pendapatan dan Belanja Negara/Daerah disajikan dalam satu
dokumen anggaran
 Asas Tahunan. Membatasi masa berlaku anggaran untuk satu tahun tertentu
 Asas Spesialitas. Mewajibkan agar kredit anggaran yang disedikan terinci secara
jelas peruntukannya.
18
 Bendaharawan Umum
Fungsi bendarawan umum adalah:
a. Menerima yang berasal dari: (a) pemindahbukuan rekening Dirjen Anggaran dan (b)
Setoran-storan penerimaan Negara yang berupa pajak dan lain-lain penerimaan (dari surat
ketetapan pajak/surat penagihan dan bendaharawan penyetor tetap)
b. Menyimpan, Bendaharawan menyimpaan dalam kluisnya dan membukukannya dalam
buku kas umum tibelaris. Yang disimpannya selain dari uang Negara juga uang pihak
ketiga seperti uang tender, uang lelang, uang miskin, juga menyimpan barang-barang
Negara seperti (SPM) surat perintah membayar yang belum dibayar, promes dan lain-lain
c. Membayar atau Menyerahkan, Bendaharawan umum hanya dapat membayarkan uang-
uang Negara jika ada kertas-kertas berharga /surat perintah membayar yang diterbitkan
oleh Ordonatur pelaksana atau suratperintah Direktur Kas Negara untuk melakukan
transfer uang kekas Negara lain yang kekurangan uang.
d. Mempertanggungjawabkan Pengurusan, diwajibkan mengirimkan laporan harian kepada
kantor Wilayah Direktur Jendral Anggaran setempat, la[poran harian/ laporan mingguan
kepada Direktorat Kas Negara dan laopran bulanan kepada Badan Pengawasan Keuangan
Negara dan Pembangunan (BPKP).

 Bendaharawan Khusus
Bendaharawan khusus hanya mengelola tugas-tugas tertentu saja. Misalnya
Bendaharawan penerima hanya menerima penerimaan Negara dan menyetorkannya ke Kas
Negara atau Rekeningnya dan tidak boleh mempergunakan uang untuk kepentingan lainnya.
Demikian juga dalam hal pengeluaran uang anggara, hanya boleh mengeluarkan saja.
Terdapat beberapa bendaharawan khusus sesuai dengan tugas yang dibebankan kepadanya
yaitu:
a. Bendaharawan Penerima atau Penyetor Tetap
b. Bendaharawan UUDP/Rutin/Proyek
c. Bendaharawan Gaji
d. Bendaharawan Pemberi Uang Muka Cabang
e. Bendaharawan Pemegang Uang Muka Cabang
f. Bendaharawan Pensiun dan Bendaharawan Pemilu

 Bendaharawan Barang
Bendaharawan barang (Material Beheer) adalah yang melakukan pengurusan atas
barang-barang milik Negara dalam arti kata menerima, menyimpan, mengeluaran dan
mempertanggung-jawabkan semua barang-barang milik Negara baik yang berada dalam

19
gudang negara maupun ditempat lain yang dikuasai Negara, yang pengurusannya diserahkan
kepada bendaharawan yang bersangkutan.
 Bendaharawan Gudang Pusat, barang dipusat yang menerima, memelihara,
menyalurkan, manata-usahakan, dan mempertanggung-jawabkan barang-barang dari
kuasa material/ Pembantu Kuasa Material, melalui produksi sendiri, maupun melalui
pembelian dibawah tangan atau melalui lelang dari dalam mauun luar negeri
 Bendaharawan Gudang Penyalur, bendaharawan yang mengurus barang-barang
Negara transit antara bendaharawan pusat dengan bendaharawan gudang prsediaan
dipropinsi yang tak dapat berhubungan langsung dengan bendaharawan gudang pusat,
disebut bendaharawan pusat, disebut bendaharawan gudang penyalur
 Bendaharawan Gudang Persediaan, Bendaharawan barang yang berada di ibukota
propinsi dan yang mengurus barang-barang Negara buat instansinya sendiri, dan
instansi-instansi seinduk yang lain didaerahnya disebut bendaharawan gudang
persediaan.
 Bendaharawan Gudang Persediaan, bendaharawan barang yang mengurus barang-
barang Negara yang diterimanya dari bendaharawan gudang persediaan untuk
memenuhi kebutuhan instansinya secara perorangan yang sesungguhnya.
 Tuntutan Ganti Rugi, apabila BPK mendapatkan kekurangan perbendaharaan
(comptaabel tekort) dari pemeriksaan SPJ, maka terhadap bendaharawan / ahli
waris/walinya dilaksanakan tuntutan ganti rugi. Kalau selisih perbendaharaan ini
disebabkan kesalahan bendaharawan yang besangkutan, maka apabila bendaharawan
tidak atau tidak bersedia mengganti seluruh kerugian Negara, ditagih oleh KPN
dengan SPN berdasar SK ganti rugi sementara atau SK ganti rugi dari menteri/ ketua
lembaga Negara yang anggarannya dirugikan. Kalau terbukti bukan karena kesalahan
bendaharawan, dibuat surat keputusan kekurangan perbendaharaan untuk
penghapusan dengan SPP ke KPN, AKAN DITERIMA SPN nihil, segalanya harus
diberitahukan oleh BPK .

20
BAB III
STUDI KASUS

3.1 Studi Kasus pada Pemerintah


Kasus Andi Arief Merugikan Pemerintah dan Jokowi
JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai, penangkapan Wakil
Sekjen Partai Demokrat Andi Arief karena kasus dugaan penggunaan narkoba akan
merugikan pemerintah dan Presiden Joko Widodo sebagai petahana pada Pemilihan Preisden
2019.
Dengan kasus ini, menurut dia, masyarakat akan percaya bahwa aparat kepolisian sengaja
digunakan untuk mencari-cari kesalahan lawan politik.
"Kita tahu Andi Arief ini lagi kritis sama pemerintah. Suka atau tidak, ya pemerintah rusak
namanya gara-gara kasus Andi Arief ini," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan,
Jakarta, Selasa (5/3/2019).
"Apa yang dilakukan ini merugikan incumbent lho. Bisa kalah incumbent gara-gara ini,"
katanya.
Fahri menyebutkan, bukan kali ini saja tokoh-tokoh oposisi yang kritis terhadap pemerintah
dijerat kasus hukum.
Ia menyinggung kasus yang menjerat musisi Ahmad Dhani dan aktivis Ratna Sarumpaet.
"Ini serangkaian peristiwa yang merugikan incumbent. Udahlah percaya saja ini merugikan
incumbent. Suka atau tidak, ini merugikan incumbent. Makanya, kalau bisa jangan yang
begini-begini," kata Fahri.
Fahri menilai, seharusnya kasus Andi Arief bisa diselesaikan tanpa harus menimbulkan
kegaduhan di publik. Apalagi, menurut dia, Andi hanya menggunakan narkoba, bukan
pengedar atau bandar.
"Andi Arief cuma makan pil begitu kan satu, enggak ada alat buktinya katanya. Ya sudahlah
itu selesaikan di belakang, jangan konferensi pers, diumumkan," katanya.
Andi Arief sebelumnya ditangkap oleh aparat kepolisian pada Minggu (3/3/2019) di Hotel
Menara Peninsula, Jakarta.

21
Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal M Iqbal mengungkapkan polisi sudah
melakukan tes urine terhadap Andi Arief. Hasilnya, Andi diketahui positif mengonsumsi
narkoba jenis sabu.
"Kami sudah melakukan tes urine terhadap Saudara AA dan positif mengandung
metamphetamine atau jenis narkoba yang biasa disebut sabu," ujar Iqbal dalam jumpa pers di
Mabes Polri, Senin (4/3/2019).
Iqbal mengungkapkan polisi juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk alat-alat untuk
mengonsumsi narkoba.
Namun, barang bukti narkoba yang diduga dikonsumsi Andi Arief tidak ditemukan di lokasi.

3.2 Studi Kasus Keuangan Negara

Kasus Korupsi DPRD Kota Malang Bikin Sistem Pemerintahan Macet


TEMPO.CO, Malang - Kasus dugaan korupsi yang dilakukan 41 anggota Dewan Perwakilan Rakyat
Daerah atau DPRD Kota Malang mencetak rekor. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan
41 anggota dewan yang ditahan menyebabkan sistem pemerintahan macet.

"Baru pertama kali, kasus ini menyebabkan lembaga DPRD macet," kata Tjahjo di DPRD
Kota Malang, Senin, 10 September 2018.

Tjahjo mengapresiasi Gubernur Jawa Timur Sukarwo yang mengambil langkah cepat
berkomunikasi dengan pimpinan partai, Komisi Pemilihan Umum, dan Badan Pengawas
Pemilu, sehingga terlaksana pelantikan pergantian antar waktu 40 anggota dewan pada Senin,
10 September 2018. Sedangkan satu anggota dewan lain telah dilantik pertengahan 2018 lalu.

Menurut Tjahjo, pergantian antar waktu anggota dewan penting untuk membangun tata kelola
pemerintahan yang efektif dan efisiaen. Jangan sampai, ujar Tjahjo, pengambilan keputusan
politik pembangunan di Malang tergangu. Banyak agenda yang terhenti, seperti menyusun
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan 2018.

"Saya dan Pak Dirjen Otoda ke Malang untuk memastikan semua berjalan dengan baik,"
katanya. Anggota dewan terpilih harus bergerak cepat. Dalam waktu dekat mereka harus
memenuhi alat kelengkapan. Tjahjo berpesan kepada anggota dewan untuk memahami area
rawan korupsi, yang terjadi sejak dalam perencanaan.

Saling mengawasi dan koreksi," ujarnya. Selama ini ia menilai sistem dan pengawasan sudah
bagus. Namun kembali ke individu masing-masing. Lantaran korupsi berdampak besar
kepada publik, daerah dan keluarga.

Anggota DPRD Kota Malang dari Fraksi Partai Golkar Budianto mengaku kasus hukum yang
menjerat anggota dewan menjadi pelajaran agar terhindar dari tindak pidana korupsi, suap,
dan gratifikasi. Termasuk untuk menolak setiap uang yang tak asal usulnya.

22
“Akan saya tanyakan setiap uang uang diberikan. Ini sah atau tidak. Kalau resmi saya terima.
Nggak berani sekecil apapun dana itu,” katanya.

3.3 Studi Kasus Pengurusan Keuangan Negara

Akibat Salah Urus Pengelolaan Keuangan, Negara Rugi Rp 12,2 triliun

TEMPO Interaktif, Jakarta:Dalam kurun waktu 2004-2007, Badan Pengawasan Keuangan


dan Pembangunan menghitung negara mengalami kerugian hingga Rp 12,2 triliun.
Kerugian itu, menurut Kepala BPKP Didi Widayadi, disebabkan oleh kesalahan dalam
pengelolaan keuangan negara."Kerugiannya Rp 9 triliun dan lebih dari US$ 10 juta.
Yang berindikasi korupsi hampir Rp 2 triliun," tutur Didi saat memberikan sambutan
dalam sebuah diskusi di gedung BPKP, Jakarta, kemarin.Berdasarkan hasil audit
investigasi BPKP, kerugian negara itu terdiri atas 636 kasus tindak pidana korupsi senilai
Rp 1,9 triliun, 1.876 kasus bukan tindak pidana korupsi sebesar Rp 1,2 triliun, dan 1.266
kasus kesalahan manajemen anggaran sejumlah Rp 9,1 triliun.Menurut Didi, sekitar 75
persen dari kasus berindikasi korupsi itu berkaitan dengan proyek pengadaan barang dan
jasa pemerintah. Dia mengutip data Komisi Pemberantasan Korupsi, yang menyebutkan
negara kehilangan Rp 36 triliun per tahun akibat kelalaian dalam pengadaan barang dan
jasa.Didi menambahkan, akibat tingginya korupsi, tingkat kepercayaan internasional
terhadap Indonesia menurun. Jika dibiarkan, kata dia, akan menurunkan minat investor
dan mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan ekonomi.Didi juga menyoroti
akuntabilitas laporan keuangan pemerintah yang masih buruk. Dia menyitir temuan
Badan Pemeriksa Keuangan, yang menyebutkan 46 persen LKP Pusat mendapat opini
disclaimer. Selain itu, hanya 1 persen laporan keuangan daerah yang mendapat opini
WTP (wajar tanpa pengecualian)."Ini menunjukkan pemerintah belum menerapkan
prinsip good governance," ujarnya.Didi memastikan, siap memperbantukan tenaga
profesional dari BPKP ke berbagai instansi guna membantu memperbaiki laporan
keuangan. "Kami akan kirim 500 akuntan tahun depan ke berbagai instansi pemerintah
secara crash program," katanya.Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan
menteri harus menjadi manajer dalam penyusunan perencanaan keuangan di
lembaganya.Menurut dia, wajar kalau banyak laporan keuangan yang dinilai BPK masih
disclaimer karena pemerintah baru menerapkan sistem laporan dan neraca keuangan
pada 2003. "Kalau banyak (laporan keuangan) yang wajar, saya malah jadi curiga

23
jangan-jangan BPK tidur," katanya.Didi juga menyoroti banyaknya
departemen/kementerian yang belum menerapkan standar pelayanan minimal (SPM)
sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005. Sampai saat ini, menurut
dia, baru tujuh departemen yang sudah menyusun SPM. Tapi hanya dua departemen yang
sudah sesuai dengan pedoman, yakni Departemen Kesehatan dan Departemen
Pendidikan Nasional.Untuk mengatasi permasalahan itu, Didi mengharapkan Badan
Perencanaan Pembangunan Nasional memberikan asistensi dalam proses pengadaan
barang dan jasa pemerintah agar sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun
2003.Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Paskah
Suzetta menyatakan pengadaan barang dan jasa pemerintah harus diefisiensikan.
"Potensi penghematan keuangan negara dari efisiensi ini bisa mencapai Rp 48 triliun,"
tuturnya.Sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah secara electronic (e-GP), menurut
dia, akan membuat procurement yang dilakukan pemerintah menjadi lebih efektif dan
efisien. Gunanto E SHasil Audit Investigasi BPKP 2004-2006 Kerugian NegaraSumber |
Jumlah Kasus | NilaiTindak pidana korupsi | 636 | Rp 1,9 triliunBukan tindak pidana
korupsi | 1.876 | Rp 1,2 triliunKasus kesalahan manajemen anggaran | 1.266 | Rp 9,1
triliunTotal | 3.778 | Rp 12,2 triliun

24
BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Menurut Undang-undang yang berlaku, bahwa keuangan Negara adalah meliputi:


Keuangan Negara adalah semua hak dan kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang,
serta segala sesuatu baik berupa uang maupun berupa barang yang dapat dijadikan milik
negara berhubung dengan pelaksanaan hak dan kewajiban tersebut.
Pemerintah adalah pemerintah pusat dan/atau pemerintah daerah. Perusahaan Negara adalah
badan usaha yang seluruh atau sebagian modalnya dimiliki oleh Pemerintah Pusat.
Sedangkan Perusahaan Daerah adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian modalnya
dimiliki oleh Pemerintah Daerah.

4.2 Saran

Kepada pemerintah

 Menjaga kekayaan Negara dengan memberi masukan terhadap kondisi keuangan


Negara yang dikelola pejabat setempat.
 Menjalankan hak dan kewajiban dalam bidang keuangan bagi rakyat banyak
seperti hak-hak atas dana pembangunan desa, atau untuk kepentingan sekolah.
Kepada penulis

 Penulis menyadari bahwa makalah yang berjudul Pemerintah, Keuangan Negara

dan Pengurusan Keuangan Negara masih banyak kekurangan, sehingga penulis

menerima saran yang bersifat membangun, untuk memperbaiki makalah

selanjutnya.

25
DAFTAR PUSTAKA

http://yolvytalan.blogspot.com/2014/05/pengurusan-keuangan-negara.html

http://rakaraki.blogspot.com/2013/04/pengertian-dan-ruang-lingkup-keuangan.html

http://tugas-belajar-anak-sd.blogspot.com/2017/07/tugas-pkn-tugas-dan-fungsi-

pemerintahan.html

http://www.wikiapbn.org/keuangan-negara/

http://pusathukum.blogspot.com/2015/12/pengertian-pemerintahan-daerah-dan.html

http://bpkad.banjarkab.go.id/index.php/2018/03/06/pengertian-dan-ruang-lingkup-

keuangan-negara/

http://seputarpengertian.blogspot.com/2016/06/pengertian-pemerintah-daerah.html

http://malasyadzalie.blogspot.com/2011/08/analisis-undang-undang-nomor-31-

tahun.html

http://repository.unpas.ac.id/3644/9/BAB%20II.pdf

http://dianchocho.blogspot.com/2013/04/pengertian-fungsi-dan-asas-

pemerintahan.html

http://pemerintah.net/fungsi-pemerintah/

https://www.ruangguru.co.id/pemerintah-daerah-pengertian-definisi-tujuan-dan-

fungsinya-lengkap/

https://guruppkn.com/wewenang-pemerintah-pusat

https://ramaputra.wordpress.com/tag/prinsip-prinsip-pengelolaan-keuangan-negara/

26