Anda di halaman 1dari 113

ANALISIS PENGARUH PRAKTEK SUPPLY CHAIN MANAGEMENT, INTEGRASI

SUPPLY CHAIN, DAN KAPABILITAS BERSAING TERHADAP KINERJA

(Studi pada UKM Eksportir di Kodya Yogyakarta)

SKRIPSI

(Studi pada UKM Eksportir di Kodya Yogyakarta) SKRIPSI Disusun Oleh : DIAN AMALIA NIM : 141090043

Disusun Oleh :

DIAN AMALIA

NIM : 141090043

JURUSAN MANJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA

2013

ANALISIS PENGARUH PRAKTEK SUPPLY CHAIN MANAGEMENT, INTEGRASI SUPPLY CHAIN, DAN KAPABILITAS BERSAING TERHADAP KINERJA

(Studi pada UKM Eksportir di Kodya Yogyakarta)

SKRIPSI

Ditulis dan diajukan untuk memenuhi syarat ujian akhir guna memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada program studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Pembangunan Nasional “veteran” Yogyakarta

Disususn Oleh:

DIAN AMALIA

141090043

JURUSAN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”

YOGYAKARTA

2013

i

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS SKRIPSI

Yang bertanda tangan dibawah ini saya, menyatakan bahwa skripsi dengan judul :

Analisis Pengaruh Praktek Supply Chain Management, Integrasi Supply Chain, dan Kapabilitas Bersaing terhadap Kinerja

(Studi pada UKM Eksportir diKodya Yogyakarta)

Dan dimajukan untuk diuji pada hari, Jumat tanggal 26 Juli 2013, adalah hasil skripsi.

Dengan ini saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa dalam skripsi ini tidak menyalin atau meniru dalam bentuk rangkaian atau simbol yang menunjukan sebagai tulisan saya sendiri, dan tidak terdapat bagian atau keseluruhan tulisan yang saya salin penuh aslinya.

Apabila saya melakukan hal tersebut diatas, baik sengaja maupun tidak dengan ini saya menyatakan menarik skripsi yang saya ajukan sebagai hasil tulisan saya sendiri ini. Bila kemudian terbukti bahwa saya ternyata melakukan tindakan menyalin atau meniru tulisan orang lain seolah pikiran saya sendiri, berarti gelar dan ijazah yang telah diberikan oleh universitas batal saya terima.

Yogyakarta, 26 Juli 2013

Saksi 1. Sebagai Pembimbing I

Tri Wahyuningsih, SE, M.Si

Saksi 2. Sebagai Pembimbing II

Titik Kusmantini, SE, M.Si

Dian Amalia

Saksi 3. Sebagai Penguji I

Dr. Sabihaini, SE, M.Si

Saksi 4. Sebagai Penguji II

Dwi Hari Laksana, SE, MM

ii

Skripsi Berjudul

Analisis Pengaruh Praktek Supply Chain Management, Integrasi Supply Chain, dan Kapabilitas Bersaing terhadap Kinerja (studi pada UKM Eksportir di Kodya Yogyakarta)

Disusun oleh:

DIAN AMALIA No. Mhs : 141090043

telah dipertahankan di depan Dewan Penguji Pada tanggal : 26 Juli 2013 dan dinyatakan telah memenuhi syarat untuk diterima.

Ketua Penguji

/ Pembimbing Utama I

Tri Wahyuningsih, SE, M.Si

Penguji

/ Pembimbing Utama II

Titik Kusmantini, SE, M.Si

Susunan Dewan penguji

Penguji

Dr. Sabihaini, SE, M.Si

Penguji

Dwi Hari Laksana, SE, MM

Mengetahui UPN “Veteran” Yogyakarta Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Ketua

Dr. Heru Tri Sutiono, M.Si NIP. 19640105 199003 1 004

iii

ABSTRAKSI

DIAN AMALIA. Analisis Pengaruh Praktek Supply Chain Management, Integrasi Supply Chain, dan Kapabilitas Bersaing terhadap Kinerja (studi pada UKM Eksportir di Kodya Yogyakarta) ( Dibimbing oleh Tri Wahyuningsih, SE, M.Si dan Titik Kusmantini SE, M.Si).

Praktek supply chain management, Integrasi supply chain, dan Kapabilitas bersaing yang baik sangat dibutuhkan oleh perkembangan suatu industri atau UKM. Praktek SCM yang berjalan dengan baik maka dapat meningkatkan kapabilitas bersaing dan kinerja UKM tersebut. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana praktek SCM berpengaruh positif pada integrasi SC, praktek SCM berpengaruh positif pada kapabilitas bersaing, integrasi SC berpengaruh positif pada kapabilitas bersaing, praktek SCM berpengaruh positif pada kinerja, integrasi SC bepengaruh positif pada kinerja, dan kapabilitas bersaing berpengaruh positif pada kinerja. Penelitian dilakukan pada UKM Eksportir yang ada di Kodya Yogyakarta. Pengambilan data dilakukan mulai bulan Mei hingga bulan Juni 2013. Data dalam penelitian ini mencakup data primer. Metode pengolahan dan analisis data menggunakan analisis jalur atau path analysis. Hasil analisis jalur diketahui bahwa dari 6 hipotesis yang diajukan terdapat 3 hipotesis yang didukung atau diterima sedangkan 3 hipotesis yang lain tidak signifikan. Hipotesis yang didukung adalah hipotesis 1. Praktek SCM memiliki pengaruh positif pada tingkat integrasi SC, hipotesis 3. Integrasi SC memiliki pengaruh positif pada kapabilitas bersaing, dan hipotesis 6. Kapabilitas bersaing memiliki pengaruh positif pada kinerja perusahaan. Sedangkan hipotesis yang tidak didukung adalah hipotesis 2. Praktek SCM memiliki pengaruh positif pada kapabilitas bersaing, hipotesis 4. Praktek SCM memiliki pengaruh positif pada kinerja perusahaan dan hipotesis 5. Integrasi SC memiliki pengaruh positif pada kinerja perusahaan. Ke-3 hipotesis tersebut hasilnya tidak signifikan karena lebih besar dari 0,005 dan hipotesis ke-5 berpengaruh negatif.

Kata kunci: Praktek Supply Chain Management, Integrasi Supply chain, Kapabilitas Bersaing, Kinerja, dan Path Analysis.

iv

MOTTO

Yakinlah dan percayalah pada diri sendiri, selama usaha dan

doa tidak pernah berhenti. Karena kekuatan doa dan usaha

tidak akan pernah mengecewakan

(Penulis)

v

PERSEMBAHAN

Tanpa mengurangi rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat

dan hidayahNya

Karya kecil ini saya persembahkan untuk :

Hj. Chuzaenatun, Alm tercinta yang selalu mendo’akan ku tiada henti dari surga,

Kedua orang tuaku Bapak H. Ahmad Sohir dan Ibu Hj. Nugraheni Susanti

yang dengan tulus selalu memberikan do’a, nasihat, dorongan, dan dukungan baik

secara moril maupun materiil, serta cinta dan kasih sayang yang selama ini telah

diberikan.

Kakak-kakak ku tersayang beserta suami dan istrinya

mbak kanti, mbak roh, mas

vidi, mbak fara, serta ponakan-ponakanku yang lucu-lucu, terimakasih doa dan

dukunganya selama ini.

Ocky Rosa Permana Putra Yang selalu mengerti, sabar, memberikan semangat,

dukungan, nasihat, dan saranya sehingga karya kecil ini dapat selesai.

Thanks to :

Keluarga besarku, Ebes, Emes, mbak Puput, Mas koko, dek Lanna, dan mbah

yang senantiasa selalu mendoakan dan memberi dukungan.

Teman-temanku Devika, Dina, Dewi, Dyah, Lusy, Irma, Bebel, Tiwi, mba

Pay, Pipit, Swastika, Rara, Bibah, Desi, Liani, dan semua penghuni kos BRO.

Semua angkatan 2009 dan Almamaterku FE UPN “Veteran” Yogyakarta.

vi

KATA PENGANTAR

Dengan mengucap puji syukur kepada Allah SWT, akhirnya penulis dapat

menyelesaikan

skripsi

yang

berjudul

ANALISIS

PENGARUH

PRAKTEK

SUPPLY

CHAIN

MANAGEMENT,

INTEGRASI

SUPPLY

CHAIN,

DAN

KAPABILITAS

BERSAING

TERHADAP

KINERJA

(Studi

pada

UKM

Eksportir di Kodya Yogyakarta)”. Penyusunan skripsi ini dimaksudkan guna

melengkapi dan memenuhi sebagian persyaratan untuk meraih gelar Sarjana Ekonomi

pada Fakultas Ekonomi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa tanpa kerja keras, rahmat Allah SWT

dan juga bimbingan serta bantuan dari banyak pihak, skripsi ini tidak akan pernah

selesai. Untuk itu penulis mengucapkan banyak terima kasih, terutama kepada :

1. Bapak

Drs.

Sujatmika,

M.Si

selaku

Dekan

Fakultas

Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta.

Ekonomi

Universitas

2. Bapak Dr. Heru Tri Sutiono, M.Si selaku Ketua Jurusan Manajemen, Fakultas

Ekonomi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta.

3. Ibu

Tri

Wahyuningsih,

SE,

M.Si

selaku

dosen

pembimbing I

yang telah

meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan, nasehat, dan pengarahan

demi terselesainya skripsi ini.

4. Ibu

Titik

Kusmantini,

SE,

M.Si

selaku

dosen

pembimbing

II

yang

telah

meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan, nasehat, dan pengarahan

demi terselesainya skripsi ini.

vii

5.

Bapak Drs. Aryono Yacobus, M.Si selaku dosen wali yang selalu memberikan

pengarahan sehingga penulis dapat menyelesaikan studi dengan baik.

6. Semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan skripsi ini yang tak

dapat penulis sebutkan satu per satu.

Penyusunan skripsi ini telah diusahakan dikerjakan dengan sebaik mungkin.

Akan

tetapi,

penulis

menyadari

bahwa

penulisan

skripsi

ini

masih

terdapat

kekurangan,

sehingga

diharapkan

kritik

dan

saran

dari

semua

pihak

guna

meningkatkan kesempurnaan skripsi ini dimasa yang akan dating.

Akhir kata penulis berharap semoga skripsi ini dapat berguna bagi semua

pihak yang membutuhkan.

viii

Yogyakarta,

Penulis ,

Juli 2013

Dian Amalia

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL………………………………………………………………

i

PERNYATAAN KEASLIAN……………………………………………………

ii

HALAMAN PENGESAHAN…………………

………………………………….

iii

ABSTRAKSI………………………………………………………………………. iv

MOTTO……………………………………………………………………………

v

PERSEMBAHAN…………………………………………………………………. vi

KATA PENGANTAR…………………………………………………………

vii

DAFTAR ISI…………………………………………………………………

ix

DAFTAR TABEL…………………………………………………………………. xi

DAFTAR GAMBAR / GRAFIK…………………………………………

……

xii

BAB I : PENDAHULUAN………………………………………

1

A. Latar Belakang Masalah………………………………………………

1

B. Rumusan Masalah………………………………………………….…

5

C. Tujuan Penelitian………………………………………………….…… 6

D. Manfaat Penelitian……………………………………………….……

7

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA……………………………………………

8

A. Perkembangan UKM…………………………………………….……

8

B. Landasan Teori………………………………….……………

……

10

1. Supply Chain dan Supply Chain Management……………….…… 10

2. Integrasi Supply Chain……………………………………………. 12

3. Kapabilitas Bersaing……………………………………………… 13

4. Kinerja dan penilaian Kinerja……………………………………

14

C. Penelitian Terdahulu…………………………………………………

16

D. Kerangka Konseptual………………………………………………… 19

E. Hipotesis……………………………………………………………… 21

ix

BAB III : METODE PENELITIAN……………………………………………

23

A. Obyek Penelitian……………………………………………………… 23

B. Populasi………………………………………………………………

23

C. Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel……………………………

23

D. Jenis Data yang digunakan………………………………………

….

24

E. Metode Pengumpulan Data…………………………………………… 24

F. Operasional Variabel…………………………………………………

25

G. Uji Validitas dan Reliabilitas…………………………………………. 27

1. Uji Validitas………………………………………………………. 27

2. Uji Reliabilitas……………………………………………………. 30

H. Skala Pengukuran Variabel…………………………………………… 31

I. Teknik Analisis Data…………………………………………………. 32

J. Pengujian Hipotesis…………………………………………………… 36

BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN……………………… 38

A. Karakteristik Responden……………………………………………… 38

1. Jabatan……

………………………………………………………

38

2. Umur UKM………………………………………………………

39

3. Produk UKM……………………………………………………… 39

41

1. Model……………………………………………………………… 41

B. Analisis Jalur…………………………………………………………

2. Perhitungan Koefisien Jalur………………………………………

3. Validitas Model…………………………………………………… 45

42

a. Koefisien Determinasi Total…………………………………

45

b. Teori Trimming…………………………….…………………

45

4. Interpretasi………………………………………………………… 46

C. Uji Hipotesis…………………………………………………………

D. Pembahasan…………………………………………………………… 50

48

BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN…………………….…………………

55

A. Kesimpulan………………………………………….………………… 55

B. Saran………………………………………………….………………

56

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………….………………. 58

LAMPIRAN……………………………………………………….……………… 60

x

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Perkembangan UKM…………………………………….……………… 9

Tabel 2.2 Data UKM……………………………………………………………… 10

Tabel 2.3 Perbedaan Penelitian…………………………………………………… 18

Tabel 3.1 Hasil Uji Validitas……………………………………………………… 27

Tabel 3.2 Hasil Uji Validitas tanpa KB11………………………………………… 29

Tabel 3.3 Hasil Uji Reliabilitas…………………………………………………… 30

Tabel 4.1 Karakteristik Jabatan…………………………………………………… 38

Tabel 4.5 Karakteristik Umur UKM……………………………………………… 39

Tabel 4.6 Karakteristik Produk UKM……………………………………………. 40

Tabel 4.7 Hasil pengaruh X1 terhadap X2………………………………………

42

Tabel 4.8 Hasil pengaruh X1,X2 terhadap X3…………………………………… 43

Tabel 4.9 Hasil pengaruh X1,X2,X3 terhadap Y………………………………… 44

xi

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Kerangka Konseptual………………………………………………

21

Gambar 3.1 Model Analisis Jalur………………………………………………… 33

Gambar 4.1 Model Analisis Jalur………………………………………………… 41

Gambar 4.2 Koefisien Analisis Jalur……………………………………………… 46

xii

A. Latar Belakang

BAB I

PENDAHULUAN

Seiring dengan perkembangan jaman dan kemajuan teknologi serta

meluasnya

persaingan

meningkatkan

kualitas

global

menuntut

perusahaan

untuk

mampu

demi

mempertahankan

daya

saing.

Dalam

dunia

persaingan ada 2 hal yang menjadi pilihan, yang pertama masuk ke dalam

dunia persaingan tersebut dengan melakukan perbaikan atau yang kedua

keluar dari persaingan tetapi menciptakan sesuatu yang baru untuk dapat

menciptakan

citra

tersendiri

bagi

perusahaan.

Faktanya

perusahaan-

perusahaan domestik yang dulunya bersaing ditingkat regional kini dituntut

harus dapat bersaing dengan perusahaan yang daya jangkaunya lebih luas.

Tentunya

perusahaan

dengan

hasil

produk

dan

layanan

berkualitaslah

yang

nantinya

perusahaan lainya.

akan

mampu

bersaing dengan

jasa

yang

perusahaan-

Supply chain management (SCM) atau manajemen rantai pasok adalah

serangkaian pendekatan yang diterapkan untuk mengintegrasikan supplier,

pengusaha, gudang (warehouse), dan toko secara efisien, sehingga produk

dihasilkan dan didistribusikan pada kuantitas, lokasi, dan waktu yang tepat,

untuk menurunkan biaya dan memenuhi kebutuhan pelanggan (Levi et al,

2000). Praktek SCM merupakan praktek yang berusaha meningkatkan kinerja

kompetitif suatu perusahaan.

Semakin tinggi praktek SCM dalam suatu

1

perusahaan

maka

semakin

tinggi

pula

kinerja

dan

kapabilitas

bersaing

perusahaan sehingga ini berdampak positif dan sangat menguntungkan bagi

perusahaan. Kinerja atau performance merupakan hasil output dan sesuatu

yang dihasilkan

dari

proses

produk

dan

jasa

yang bisa

dievaluasi

dan

dibandingkan secara relatif dengan tujuan, standar, hasil-hasil yang lalu, dan

organisasi lain (Hertz, 2007).

Praktek SCM tidak dapat meningkatkan efisiensi mereka sendiri

secara individual, karena efisiensi dapat dicapai melalui interaksi berbagai

rantai pasok (Dawe, 1994 dalam Kim, 2006), salah satunya yaitu integrasi

supply chain. Integrasi supply chain memiliki arti bahwa semua elemen yang

terlibat dalam rangkaian SCM berada dalam satu kesatuan yang kompak dan

menyadari

adanya

saling

ketergantungan

(Said,

2006).

Apabila

suatu

perusahaan

sudah

menerapkan

Praktek

SCM,

pasti

akan

sangat

menguntungkan bagi perusahaan tersebut dan akan berdampak positif, karena

elemen-elemen

yang

terlibat

dalam

perusahaan

tersebut

akan

saling

berhubungan

satu

sama

lain

mulai

dari

hulu

sampai

hilir

dan

saling

ketergantungan.

Hubungan

ini

tidak

dapat

terputus

dan

akan

selalu

berkelanjutan,

sehingga

akan

meningkatkan

kapabilitas

dan

kinerja

perusahaan tersebut. Proses integrasi supply chain sebaiknya mengalami

peningkatan dari integrasi internal yang meliputi integrasi lintas fungsional

untuk integrasi eksternal dengan pemasok dan pelanggan. Integrasi ini dapat

dicapai

oleh

otomasi

dan

standarisasi

setiap

fungsi

internal

logistik,

pengenalan

teknologi

baru,

dan

kontrol

kinerja

yang berkesinambungan

2

dibawah struktur organisasi formal dan terpusat (Bowersox, 1989 dalam Kim,

2006). Praktek SCM yang berjalan dengan baik mulai dari hulu sampai hilir

dapat

memberikan

dampak

positif

pada

suatu

perusahaan,

seperti

meningkatnya kinerja dan

tersebut (Kim, 2006).

meningkatnya kapabilitas bersaing perusahaan

Selain

itu,

kapabilitas

bersaing

juga

membantu

praktek

SCM

meningkatkan efisiensi mereka.

Semakin baik kapabilitas bersaing suatu

perusahaan maka akan semakin baik pula kinerja perusahaan tersebut dan akan

berdampak positif bagi perusahaan, sehingga praktek SCM dapat berjalan dan

terintegrasi dengan baik pula. Kapabilitas bersaing adalah kemampuan meraih

perhatian yang lebih besar dibandingkan dengan pihak lain yang mengelola

kegiatan sejenis dengan cara berkompetisi. Kompetisi adalah inti dari sukses

atau jatuhnya perusahaan, yaitu dengan cara menerapkan strategi kompetitif.

Strategi kompetitif adalah pencapaian posisi kompetitif yang diidamkan dalam

industri

tempat

dimana

industri

berada.

Tujuanya

adalah

menciptakan

keuntungan dan posisi yang mendukung dalam melawan kekuatan yang

menentukan persaingan industri (Mahendradata, 2010). Seperti minimisasi

biaya,

maksimalisasi

nilai

tambah,

kontrol

atau

kemampuan

beradaptasi

(Bowersox dan Daugherty, 1995 dalam Kim, 2006), Strategi ini digunakan

untuk membangun hubungan kerjasama jangka panjang dengan mitra dan

membandingkanya di perusahaan berskala besar atau kecil, karena perusahaan

berskala besar dan kecil mempunyai peranan aktifitas yang berbeda. Dalam

penelitian ini hanya akan membahas perusahaan yang berorientasi ekspor pada

3

UKM

(Usaha

Kecil

Menengah)

karena

UKM

banyak

dikembangkan

di

Indonesia

dan

merupakan

salah

satu

faktor

pendukung

perekonomian

Indonesia karena UKM memiliki fungsi yang sangat penting dalam hal

penyerapan tenaga kerja, upaya pengentasan kemiskinan, dan sarana untuk

membangkitkan ekonomi kerakyatan. Peranan dan kontribusi UKM yang

sangat

besar

tersebut,

memberikan

ditingkatkan lebih baik lagi.

tanda

bahwa

UKM

harus

dapat

UKM adalah kumpulan perusahaan, yang heterogen dalam ukuran dan

sifat,

dimana

apabila

dipergunakan

secara

bersama

akan

mempunyai

partisipasi langsung dan tidak langsung yang signifikan dalam produksi

nasional, penyerapan tenaga kerja dan penciptaan lapangan kerja. Usaha kecil

menengah

mempunyai

peranan

penting

dalam

peningkatan

sektor

perekonomian di Indonesia seperti dikota Yogyakarta .

Yogyakarta merupakan kota pariwisata dan budaya. Keindahan dan

keragaman budaya kota Yogyakarta membuat para turis dalam dan luar negeri

tertarik untuk mengunjungi kota ini. Kawasan Malioboro sebagai satu magnet

potensial yang mampu mendorong wisatawan nusantara ataupun asing untuk

berkunjung di Yogyakarta, karena kota Yogyakarta merupakan kota pariwisata

dan budaya maka dikota ini lah juga banyak berkembang sentra industri dan

usaha-usaha kecil menengah, setidaknya ada ± 757 UKM yang tersebar

diseluruh wilayah Yogyakarta (www.bisnisukm.com).

UKM yang ada dikota Yogyakarta mempunyai peluang yang besar, hal

ini dapat dilihat dari banyaknya UKM yang berkembang saat ini. UKM yang

4

mereka kembangkan ini mendapat apresiasi sangat baik dari masyarakat, dari

situlah usaha mereka mulai meluas ke daerah sekitar, luar pulau bahkan

sampai ke luar negeri. Kebanyakan produk yang dipasarkan di UKM ini

adalah produk-produk handycraft sehingga hal ini sangat diminati baik dipasar

domestik maupun pasar global, UKM di Yogyakarta saling berlomba untuk

menciptakan dan menginovasi produk mereka dan menawarkanya sampai

kepada target ekspor. Akan tetapi kemampuan UKM untuk bersaing di pasar

global berada pada tahap merisaukan karena lemahnya daya saing. Kondisi ini

dapat membuat produk UKM tak mampu menghadapi persaingan barang

impor di pasar domestik. Selain itu lemahnya penggunaan fasilitas internet,

dan penguasaan teknologi juga merupakan faktor penghambat UKM bersaing

di pasar global. Sehingga kajian sejauh mana praktek SCM, integrasi SC, dan

kapabilitas bersaing berpengaruh terhadap kinerja UKM sangat menarik untuk

diteliti. Dari uraian diatas maka penulis tertarik melakukan penelitian dengan

mengambil judul : “Analisis Pengaruh Praktek SCM, Integrasi SC, dan

Kapabilitas Bersaing terhadap Kinerja Perusahaan (Studi pada UKM

Eksportir di Kodya Yogyakarta)”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas maka rumusan

masalah dari penelitian ini adalah :

1. Apakah praktek supply chain management berpengaruh positif pada

integrasi supply chain?

5

2.

Apakah praktek supply chain management berpengaruh positif pada

kapabilitas bersaing?

3. integrasi

Apakah

supply

chain

berpengaruh

positif

pada

kapabilitas

bersaing?

4. Apakah praktek supply chain management berpengaruh positif pada

kinerja perusahaan?

5. Apakah

integrasi

perusahaan?

supply

chain

bepengaruh

positif

pada

kinerja

6. Apakah kapabilitas bersaing berpengaruh positif pada kinerja perusahaan?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuan dari penelitian ini

adalah untuk mengetahui dan menganalisis :

1. Bagaimana praktek supply chain management berpengaruh positif pada

integrasi supply chain.

2. Bagaimana praktek supply chain management berpengaruh positif pada

kapabilitas bersaing.

3. Bagaimana integrasi supply chain berpengaruh positif pada kapabilitas

bersaing.

4. Bagaimana praktek supply chain management berpengaruh positif pada

kinerja perusahaan.

5. integrasi

Bagaimana

supply

chain

bepengaruh

positif

pada

kinerja

perusahaan.

6

6.

Bagaimana

kapabilitas

bersaing

berpengaruh

positif

pada

kinerja

perusahaan.

D. Manfaat Penelitian

1. Bagi UKM

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan berupa informasi

bagi

UKM

untuk

dapat

meningkatkan

praktek

SCM

menyangkut

kemampuan UKM dalam mengembangkan kerjasama dalam mitra bisnis

terkait baik persaingan ditingkat hulu atau hilir.

2. Pengembangan Teori

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi penguat teori khususnya

tentang implementasi praktek SCM, integrasi SC, dan kapabilitas bersaing

di UKM khusus seting UKM di Indonesia.

3. Bagi Mahasiswa

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi bagi

mahasiswa yang akan melakukan penelitian khususnya yang berhubungan

dengan supply chain management.

7

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Perkembangan UKM

Usaha

kecil menengah

(UKM)

adalah

kumpulan

perusahaan,

yang

heterogen dalam ukuran dan sifat, dimana apabila dipergunakan secara

bersama akan mempunyai partisipasi langsung dan tidak langsung yang

signifikan dalam produksi nasional, penyerapan tenaga kerja dan penciptaan

lapangan kerja. Pengalaman di negara maju menunjukkan bahwa UKM

adalah sumber dari inovasi produksi dan teknologi, pertumbuhan wirausaha

yang kreatif dan inovatif menciptakan tenaga kerja yang terampil dan

fleksibilitas proses produksi untuk menghadapi perubahan permintaan pasar

yang cepat. Industri kecil lebih efisien dibanding industri besar dalam

memenuhi permintaan pasar yang cepat. Kemampuan yang dimiliki industri

kecil tersebut ditentukan oleh beberapa faktor. Diantaranya adalah sumber

daya manusia, penguasaan teknologi, akses informasi, pasar output dan input

(Tambunan, 2002).

Perkembangan

peningkatan selama

industri

di

Kodya

Yogyakarta

terus

mengalami

5 tahun terakhir ini. Pada tahun 2009 UKM di Kodya

Yogyakarta berjumlah 11.997, tahun 2010 berjumlah 16.152 unit usaha,

perkembangan UKM ini mengalami peningkatan sebesar 4.155 UKM yang

merupakan tahun terbesar perkembangan UKM nya selama 5 tahun terakhir

ini. Tahun 2011 berjumlah 17.671 unit usaha atau mengalami peningkatan

8

sebesar 1519 unit usaha, tahun 2012 berjumlah 18.075 atau mengalami

peningkatan sebesar 404 unit usaha, dan tahun 2013 berjumlah 18.175 unit

usaha atau mengalami peningkatan sebesar 100 unit usaha yang terdiri dari

berbagai jenis usaha mulai dari perdagangan, pertanian, non pertanian dan

aneka usaha, hal ini dapat dilihat pada tabel 2.1 dibawah ini.

Tabel 2.1 Perkembangan UKM di Kodya Yogyakarta Tahun 2009-2013

Jenis Usaha

 

Tahun

2009

2010

2011

2012

2013

Aneka Usaha

1.569

2.872

3.252

3.353

3.378

Perdagangan

4.338

5.229

5.609

5.710

5.735

Industri Pertanian

1.723

2.788

3.168

3.269

3.294

In Non Pertanian

4.367

5.263

5.642

5.743

5.768

Jumlah

11.997

16.152

17.671

18.075

18.175

Sumber: Disperindagkop dan UKM DIY (31 Maret 2013)

Sektor industri di Kodya Yogyakarta mempunyai peranan yang cukup

besar

dalam

penyerapan

tenaga

kerja.

Tahun

2013

UKM

aneka

usaha

menyerap

tenaga

kerja

laki-laki

sebanyak

89.352

orang

dan

perempuan

sebanyak 79.351 orang. Perdagangan menyerap tenaga kerja laki-laki sebanyak

105.932 orang dan perempuan sebanyak 110.932, indusri pertanian menyerap

tenaga kerja laki-laki sebanyak 97.631 orang dan perempuan sebanyak 103.632

orang, sedangkan industri non pertanian menyerap tenaga kerja laki-laki

sebanyak 87.629 orang dan perempuan sebanyak

dilihat pada tabel 2.2 berikut ini.

9

90.630 orang, hal ini dapat

Tabel 2.2

Data UKM berdasarkan Sektor Ekonomi

Tahun 2013

Jenis Usaha

Jumlah tenaga kerja (orang)

Jumlah Omset

Jumlah Asset

(Rp)

(Rp)

Laki-laki

Perempuan

Aneka Usaha

89.352

79.351

516.009.050

209.540.000

Perdagangan

105.932

110.932

926.448.400

571.903.150

Industri Pertanian

97.631

103.632

229.840.850

128.999.200

In Non Pertanian

87.629

90.630

440.190.750

127.562.950

Sumber: Disperindagkop dan UKM DIY (31 Maret 2013)

UKM memiliki fungsi yang sangat penting dalam hal penyerapan tenaga

kerja, upaya pengentasan kemiskinan, dan sarana untuk membangkitkan

ekonomi

kerakyatan.

Peranan

dan

kontribusi

UKM

yang

sangat

besar

tersebut, memberikan tanda bahwa UKM harus dapat ditingkatkan lebih baik

lagi.

B. LANDASAN TEORI

1. Supply Chain dan Supply Chain Management

Supply Chain adalah jaringan perusahaan-perusahaan yang bekerja

untuk menciptakan dan menghantarkan suatu produk ke tangan pemakai

akhir

secara

bersama-sama.

Perusahaan-perusahaan

tersebut

biasanya

pemasok, pabrik, distributor, toko atau ritel, serta perusahaan-perusahaan

pendukung seperti perusahaan jasa logistik (Pujawan, 2005).

Menurut

Indrajit

dan

Pranoto

(2002),

supply

chain

(rantai

pengadaan) adalah suatu sistem tempat organisasi menyalurkan barang

10

produksi

dan

jasanya

kepada

para

pelanggannya.

Rantai

ini

juga

merupakan jaringan atau jejaring dari berbagai organisasi yang saling

berhubungan dan mempunyai tujuan yang sama, yaitu sebaik mungkin

menyelenggarakan pengadaan atau penyaluran barang tersebut. Sedangkan

menurut Nahmias (2005), sebuah supply chain adalah seluruh jaringan

terkait pada aktivitas dari sebuah firma yang mengaitkan pemasok, pabrik,

gudang, toko, dan pelanggan.

Supply chain management (SCM) berusaha untuk meningkatkan

kinerja kompetitif dengan erat mengintegrasikan fungsi internal dalam

perusahaan secara efektif dan menghubungkan mereka dengan operasi

eksternal pemasok, pelanggan, dan anggota saluran lainnya (Kim, 2006)

Levi

et

al.

(2000)

mendefinisikan

supply

chain

management

sebagai serangkaian pendekatan yang diterapkan untuk mengintegrasikan

supplier,

pengusaha,

gudang

(warehouse),

dan

toko

secara

efisien,

sehingga produk dihasilkan dan didistribusikan pada kuantitas, lokasi, dan

waktu yang tepat, untuk menurunkan biaya dan memenuhi kebutuhan

pelanggan. Sedangkan menurut Heizer dan Render (2005) supply chain

management

atau

manajemen

rantai

pasokan

adalah

pengintegrasian

aktivitas pengadaan bahan dan pelayanan, pengubahan menjadi barang

setengah jadi dan produk akhir, serta pengiriman kepada pelanggan

melalui sistem distribusi.

Menurut Said (2006), SCM adalah pengelolaan informasi, barang

dan jasa mulai dari pemasok paling awal sampai ke konsumen paling akhir

11

dengan menggunakan pendekatan sistem yang terintegrasi dengan tujuan

yang sama.

Hanna

dan

Newman

(2001)

mendefinisikan

SCM

sebagai

konfigurasi, koordinasi, dan peningkatan dari sebuah gabungan rangkaian

operasi yang saling terkait. Henkoff dalam Nahmias (2005) menyatakan

sebutan

distribusi,

logistik,

atau

supply

chain

management

yaitu

merupakan proses dimana perusahaan memindahkan material, komponen,

dan produk ke pelanggan. Persaingan yang ketat dengan para kompetitor

mengharuskan perusahaan mengirim barang dalam jumlah yang tepat,

lokasi tepat dan tepat waktu.

2. Integrasi Supply chain (SC)

Integrasi berarti semua elemen yang terlibat dalam rangkaian SCM

berada dalam satu kesatuan yang kompak dan menyadari adanya saling

ketergantungan (Said, 2006). Menurut Kim (2006) manfaat integrasi SC

dapat dicapai melalui keterkaitan efisien diantara kegiatan rantai pasok,

dan keterkaitan tersebut harus tunduk pada konstruksi dan pemanfaatan

berbagai praktek rantai pasok untuk SC terpadu dan efektif. Ada beberapa

integrasi supply chain, yaitu :

a.

Integrasi

Internal,

dalam

suatu

perusahaan

integrasi

ini

dapat

menggantikan peran struktural dan administrasi kemampuan SC yang

memiliki

hubungan

interaktif

dengan

kemampuan

kepemimpinan

biaya untuk perbaikan kinerja. Integrasi internal meliputi Integrasi

12

lintas fungsional yang terdiri dari fungsi pembelian, fungsi pemasaran,

b.

dan fungsi penjualan.

Integrasi

Eksternal,

pelanggan integrasi

dalam

hubunganya

dengan

pemasok

dan

ini dapat menggantikan peran teknologi dan

logistik kemampuan SC yang berinteraksi dengan pemasaran yang

inovatif,

diferensiasi,

perbaikan kinerja.

dan

kemampuan

layanan

pelanggan

untuk

Selain itu ada juga integrasi vertikal menurut Heizer dan Render

(2005), yaitu mengembangkan kemampuan untuk memproduksi barang

atau jasa yang sebelumnya dibeli atau membeli perusahaan pemasok atau

distributor. Integrasi vertikal dapat mengambil bentuk integrasi maju atau

mundur. Integrasi maju menyarankan produsen komponen untuk membuat

produk jadi, sedangkan integrasi mundur menyarankan perusahaan untuk

membeli pemasoknya. Integrasi vertikal dapat memberikan satu peluang

strategis untuk manajer operasi.

3. Kapabilitas bersaing

Menurut Hitt, et al (2001) kapabilitas adalah kapasitas perusahaan

untuk menggunakan sumber daya yang diintegrasikan dengan tujuan untuk

mencapai

tujuan akhir

yang diinginkan.

Sebagai

pengikat

organisasi

kapabilitas

muncul

melalui

interaksi

komplek

diantara

sumber

daya

berwujud dan tidak berwujud. Kapabilitas mampu membuat perusahaan

menciptakan

dan

mengeksploitasi

13

peluang-peluang

eksternal

dan

mengembangkan keunggulan yang berdaya tahan ketika digunakan dengan

wawasan dan ketangkasan.

Kompetisi atau daya saing merupakan kondisi persaingan yang

meningkat

dengan

cepat

berdasarkan

pada

posisi

harga

kualitas,

persaingan

untuk

menciptakan

atau

menyerang

produk

atau

pasar

geografis yang sudah ada, dan persaingan yang didasarkan pada besarnya

dana dan menciptakan aliansi dana yang lebih besar lagi (Hitt, et al, 2001).

Sedangkan menurut mahendradata (2010) kompetisi adalah inti dari sukses

atau jatuhnya perusahaan.

Sehingga

kapabilitas

bersaing

adalah

kemampuan

perusahaan

untuk menciptakan posisi yang unggul dibandingkan pesaingnya dan

sangat tergantung pada kesesuaian antara kapabilitas internal organisasi

dan perubahan kondisi eksternal organisasi (Hart, 1995 dalam Anatan,

2010). Kapabilitas bersaing juga merupakan kemampuan meraih perhatian

yang lebih besar dibandingkan dengan pihak lain yang mengelola kegiatan

sejenis. Pengertian ini harus disesuaikan dengan fungsi-fungsi yang ada

dalam perusahaan, seperti fungsi produksi, fungsi pemasaran, fungsi

manufaktur serta fungsi sumberdaya manusia harus dapat bekerjasama

secara terpadu dan terintegrasi satu sama lain dan menopang tujuan

perusahaan untuk memenangkan persaingan.

4. Kinerja dan Penilaian Kinerja

Kinerja dapat diartikan sebagai tingkat pencapaian hasil atau tujuan

perusahaan.

Kinerja

adalah

suatu

14

hasil

prestasi

kerja

optimal

yang

dilakukan seseorang, kelompok atau badan usaha (Soepiadhy dkk, 2011).

Istilah kinerja atau performance mengacu pada hasil output dan sesuatu

yang

dihasilkan dari proses produk dan jasa yang bisa dievaluasi dan

dibandingkan secara relatif dengan tujuan, standar, hasil-hasil yang lalu,

dan organisasi lain (Hertz, 2007). Kinerja juga dapat diartikan sebagai

prestasi yang dicapai perusahaan dalam periode waktu tertentu yang

mencerminkan

tingkat

kesehatan

perusahaan

tersebut

(Sugiyarso

dan

Winarni, 2005) dalam (Irmawati, 2007). Kinerja perusahaan mengacu

pada seberapa baik perusahaan mencapai tujuan yang berorientasi pada

pasar dan keuangan (Yamin, 1999) dalam (Li et al, 2006)

Yuwono dkk. (2002), mendefinisikan penilaian kinerja sebagai

tindakan pengukuran yang dilakukan terhadap berbagai aktivitas dalam

rantai

nilai

yang

ada

dalam

perusahaan.

Hasil

pengukuran

tersebut

kemudian

digunakan

sebagai

umpan

balik

yang

akan

memberikan

informasi tentang prestasi pelaksanaan suatu rencana dan titik dimana

perusahaan

memerlukan

pengendalian.

Penilaian

kinerja

penyesuaian

atas

adalah

penentuan

aktivitas,

secara

perencanaan

dan

periodik

terhadap

efektifitas operasional suatu organisasi, bagan organisasi dan karyawannya

berdasarkan

sasaran

standar

dan

kriteria

yang

telah

ditetapkan

sebelumnya. Pengukuran kinerja merupakan suatu bagian dari proses

manajemen

strategi

yang

dapat

memberikan

informasi

strategi

yang

menyeluruh bagi para pembuat keputusan. Penilaian kinerja berada pada

15

tahap implementasi, sedangkan hasil pengukurannya berada pada tahap

pemantauan yang kemudian dikomunikasikan untuk memberikan umpan

balik dalam pengambilan keputusan (Mulyadi, 2001). Penilaian kinerja

menurut Kim (2006) meliputi kinerja pasar, dan kepuasan pelanggan.

C. Penelitian Terdahulu

Penulis mengacu pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Soo

Wook

Kim

(2006)

yang berjudul

Effect

of

supply

chain

management

practices, integration, and competition capability on performance”

yang

penulis jadikan sebagai acuan utama. Penelitian tersebut bertujuan untuk

menguji hubungan kausal antara praktek manajemen rantai pasok (SCM),

kapabilitas

bersaing,

tingkat

integrasi

rantai

pasok

(SC),

dan

kinerja

perusahaan yang dilakukan pada perusahaan manufaktur kecil dan besar yang

ada

di

Korea

mengembangkan

dan

Jepang.

kerangka

Penelitian

tersebut

juga

bermanfaat

dalam

untuk

menghubungkan

strategi

integrasi

SC

sebuah perusahaan untuk strategi kompetitif, dan dalam mengidentifikasi

bagaimana

keterkaitan

tersebut

dapat

dihubungkan

dengan

peningkatan

kinerja organisasi. Dari hasil analisis LISREL pada perusahaan manufaktur

kecil

dan

besar,

penelitian

tersebut

menemukan

bahwa

di

perusahaan-

perusahaan kecil integrasi SC yang efisien mungkin memainkan peran yang

lebih penting untuk perbaikan kinerja

yang berkelanjutan, sementara di

perusahaan besar, hubungan antara tingkat praktek SCM dan kapabilitas

16

bersaing mungkin memiliki efek yang lebih signifikan terhadap peningkatan

kinerja.

Persamaan

penelitian

ini

dengan

penelitian

sebelumnya

adalah

topiknya sama yaitu meneliti bagaimana pengaruh praktek SCM, integrasi,

dan kapabilitas bersaing terhadap kinerja, selain itu variabel penelitian juga

sama yang terdiri dari praktek SCM, integrasi SC, kapabilitas bersaing, dan

kinerja.

Perbedaan antara penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah

penelitian ini hanya meneliti pada perusahaan manufaktur kecil saja, yaitu

pada

UKM

Eksportir

yang

ada

di

Kodya

Yogyakarta.

Pada

penelitian

sebelumnya menggunakan analisis LISREL sedangkan pada penelitian ini

menggunakan analisis jalur atau path analysis.

Selain itu peneliti juga mengacu pada penelitian yang dilakukan Soo

Wook Kim (2006) yang berjudul “The effect of supply chain integration on the

alignment

between

corporate

competitive

capability

and

supply

chain

operational capability”. Penelitian tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi

bentuk hubungan interaktif antara kemampuan kompetitif perusahaan dan

kemampuan operasional rantai pasokan untuk perbaikan kinerja, dan untuk

mengetahui efek dari integrasi rantai pasokan (SC) pada hubungan interaktif

tersebut, penelitian dilakukan di perusahaan di Korea dan Jepang. Metode

dalam

penelitian

tersebut

menggunakan

regresi

yang

dimoderasi

untuk

menguji hipotesis. Penelitian tersebut menunjukkan analisis rinci hubungan

17

struktural antara konstruksi yang berkaitan dengan inisiatif perusahaan SCM,

inisiatif fungsional SC, tolok ukur kinerja, dan tingkat integrasi SC.

Tabel 2.3

Perbedaan Penelitian Terdahulu dengan Penelitian Sekarang

No

Keterangan

Penelitian

Penelitian

Penelitian

Terdahulu (1)

Terdahulu (2)

Sekarang

 

1 JUDUL

Effect of

The effect of supply chain integration on the alignment between corporate competitive capability and supply chain operational capability

Analisis

supply chain

Pengaruh

management

Praktek

practices,

Supply Chain

integration,

Management

and

(SCM),

competition

Integrasi

capability on

Supply Chain

performance

(SC) dan

Kapabilitas

Bersaing

 

terhadap

Kinerja

(studi pada

UKM

Eksportir di

Kodya

Yogyakarta)

2 Tahun

 

2006

2006

2013

3 Objek

 

Perusahaan

Perusahaan

UKM

Manufaktur

Manufaktur di

Eksportir di

Kecil dan

Korea dan

Kodya

Besar di

Jepang

Yogyakarta

Korea

 

4 Variabel

Praktek SCM,

Integrasi SC,

Praktek SCM,

Independen

Integrasi SC,

Kemampuan

Integrasi SC,

dan

kompetititf

dan

Kapabilitas

Perusahaan,

Kapabilitas

bersaing

dan

bersaing

Kemampuan

Operasional

Supply Chain

 

5 Teknik

Analisis

Analisis

Analisis Jalur

Analisis data

LISREL

Regresi

/ Path

analysis

18

D.

Kerangka konseptual

Kerangka konseptual yang mendasari penelitian ini adalah pengaruh

praktek SCM, integrasi SC, dan kapabilitas bersaing terhadap kinerja pada

UKM

Eksportir

di

Kodya

Yogyakarta.

Praktek

SCM

tidak

dapat

meningkatkan

efisiensi

mereka

secara

individual,

karena

efisiensi

dapat

dicapai melalui interaksi berbagai rantai pasok. Hal ini menunjukan bahwa

kinerja rantai pasok harus dievaluasi tergantung pada bagaimana praktek

SCM,

integrasi

SC,

kapabilitas

bersaing

dan

kinerjanya

dalam

UKM.

Hubungan antar variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Praktek supply chain management memiliki pengaruh positif pada tingkat

integrasi supply chain, hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan

oleh (Kim, 2006). UKM sudah menerapkan praktek SCM, walaupun

belum berjalan dengan baik, akan tetapi hal tersebut pasti akan sangat

menguntungkan bagi UKM dan akan berdampak positif, karena elemen-

elemen yang terlibat dalam UKM akan saling berhubungan satu sama lain

mulai dari hulu sampai hilir dan saling ketergantungan, hubungan ini tidak

dapat terputus dan akan selalu berkelanjutan.

2. Praktek

supply

chain

management

memiliki

pengaruh

positif

pada

kapabilitas bersaing, hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh

(Kim, 2006). Karena praktek SCM yang berjalan dengan baik dalam suatu

UKM maka dapat meningkatkan kapabilitas bersaing UKM tersebut.

3. Integrasi

supply

chain

memiliki

pengaruh

positif

pada

kapabilitas

bersaing, hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh (Kim,

19

2006). Integrasi SC dalam UKM apabila dapat terkoordinasi dan berjalan

dengan kompak mulai dari hulu sampai hilir maka akan berdampak positif

dan akan meningkatkan kapabilitas bersaing UKM tersebut.

4. Praktek supply chain management memiliki pengaruh positif pada kinerja

perusahaan, hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh (Kim,

2006). Praktek SCM yang berjalan dengan baik dalam UKM maka akan

berdampak positif dan akan meningkatkan kinerja UKM tersebut.

5. Integrasi supply chain memiliki pengaruh positif pada kinerja perusahaan,

hal

ini

didukung oleh

penelitian yang

dilakukan

oleh

(Kim,

2006).

Integrasi SC dalam UKM apabila dapat terkoordinasi dan berjalan dengan

kompak mulai dari hulu sampai hilir maka akan berdampak positif dan

akan meningkatkan kinerja UKM tersebut.

6. Kapabilitas bersaing memiliki pengaruh positif pada kinerja perusahaan,

hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh (Kim, 2006). Karena

semakin

baik

kapabilitas

bersaing

suatu

perusahaan

maka

kineja

perusahaan tersebut akan meningkat dan akan berdampak positif.

20

Praktek SCM Kinerja Kapabilita s Bersaing Integrasi SC = Pengaruh
Praktek
SCM
Kinerja
Kapabilita
s Bersaing
Integrasi
SC
= Pengaruh

Gambar 2.1

Kerangka konseptual pengaruh praktek SCM, integrasi SC, dan kapabilitas

E. Hipotesis

bersaing terhadap kinerja.

Hipotesis adalah suatu perumusan sementara mengenai suatu hal yang

dibuat untuk menjelaskan hal itu dan juga dapat menuntun atau mengarahkan

penyelidikan selanjutnya (Umar, 2005). Maka hipotesis dalam penelitian ini

adalah :

H1

H2

: Praktek supply chain management memiliki pengaruh positif pada

tingkat integrasi supply chain.

: Praktek supply chain management

kapabilitas bersaing.

21

memiliki pengaruh positif pada

H3

:

Integrasi supply chain memiliki pengaruh positif pada kapabilitas

 

bersaing.

H4

:

Praktek supply chain management memiliki pengaruh positif pada

 

kinerja perusahaan.

 

H5

:

Integrasi supply chain memiliki pengaruh positif pada kinerja

 

perusahaan.

H6

:

Kapabilitas

bersaing

memiliki

pengaruh

positif

pada

kinerja

 

perusahaan.

22

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Obyek Penelitian

Obyek

Yogyakarta.

B. Populasi

dalam

penelitian

ini

adalah

UKM

Eksportir

di

Kodya

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau

subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertetu yang diterapkan

oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Populasi juga

bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek atau subyek itu (Sugiyono, 2000).

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh UKM yang berorientasi ekspor di

Kodya Yogyakarta.

C. Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel

Sampel adalah bagian anggota dari populasi yang terpilih dengan

menggunakan

prosedur

tertentu

sehingga

diharapkan

dapat

mewakili

populasinya (Sugiyono, 2000). Teknik pengambilan sampel ini menggunakan

purposive

sampling.

Purposive

sampling

adalah

pemilihan

sampel

berdasarkan pada karakteristik tertentu yang dianggap mempunyai sangkut

paut dengan karakteristik populasi yang sudah diketahui sebelumnya (Umar,

1998).

23

Purposive

sampling

terkadang

sangat

penting

digunakan

dalam

mencari informasi sasaran yang spesifik karena setiap elemen populasi tidak

mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi sampel penelitian, tetapi

hanya elemen populasi yang memenuhi syarat tertentu dari penelitian saja

yang

digunakan

sebagai

sampel

penelitian.

Adapun

pengambilan sampel adalah memilih UKM

handycraft

kriteria

dalam

yang berorientasi

ekspor yang masih aktif sampai saat ini secara continue melakukan kegiatan

ekspor. Adapun UKM yang masih aktif dan melakukan ekspor tersebut

berjumlah 38 (lihat lampiran).

D. Jenis Data yang digunakan

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer.

Data primer yaitu sumber data yang diperoleh secara langsung dari sumber

asli, data primer secara khusus dikumpulkan oleh peneliti untuk menjawab

pertanyaan

peneliti

(Indrianto

dan

Supomo,

2002).

Data

primer

dalam

penelitian ini diperoleh secara langsung dari survey yang dilakukan oleh

peneliti. Dimana survey ini dilakukan dengan membagi kuesioner pada

responden yang dijadikan sampel.

E. Metode Pengumpulan Data

Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan metode survey

dengan menggunakan daftar pertanyaan/kuesioner yang disampaikan secara

langsung

dimaksudkan

agar

mendapat

24

respon

rate

tinggi.

Kuesioner

merupakan teknik pengumpulan data yang dikumpulkan dengan cara memberi

seperangkat

pertanyaan

tertulis

kepada

responden

untuk

menjawabnya

(Sugiyono,

2000).

Kuesioner

yang

disebarkan

sebanyak

45

kuesioner,

kemudian kembali 41. Dari kuesioner yang kembali tersebut sebanyak 3

kuesioner

tidak

sesuai

dengan

kriteria

yang

diinginkan

karena

tidak

berorientasi ekspor sehingga kuesioner yang layak untuk dianalisis dalam

penelitian ini sebanyak 38 responden.

F. Operasional Variabel

Operasional variabel adalah rumusan mengenai kasus atau variabel

yang akan dicari untuk dapat ditemukan dalam penelitian di dunia nyata, di

dunia empiris atau dilapangan yang dapat dialami (Sigit, 1999). Variabel-

variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

1. Praktek SCM (X 1 )

Praktek SCM adalah serangkaian pendekatan yang diterapkan untuk

mengintegrasikan supplier, pengusaha, gudang (warehouse), dan toko

secara

efisien,

sehingga

produk

dihasilkan

dan

didistribusikan

pada

kuantitas, lokasi, dan waktu yang tepat, untuk menurunkan biaya dan

memenuhi kebutuhan pelanggan (Levi et al, 2000). Indikatornya adalah :

1. Kemampuan teknis

2. Kemampuan struktur

3. Kemampuan logistik

25

2.

Integrasi SC (X 2 )

Integrasi SC adalah semua elemen yang terlibat dalam rangkaian SCM

berada dalam satu kesatuan yang kompak dan menyadari adanya saling

ketergantungan (Said, 2006). Indikatornya adalah:

1. Integrasi perusahaan dengan pemasok

2. Lintas integrasi fungsional dalam perusahaan

3. Integrasi perusahaan dengan pelanggan

3. Kapabilitas Bersaing (X 3 )

Kapabilitas Bersaing adalah kemampuan meraih perhatian yang lebih

besar dibandingkan dengan pihak lain yang mengelola kegiatan sejenis.

Kapabilitas bersaing diukur dengan menggunakan 4 variabel pengukuran

atau indikator yaitu : (Kim, 2006)

1. Biaya kepemimpinan

2. Pelayanan pelanggan

3. Teknologi pemasaran yang inovatif

4. Diferensiasi

4. Kinerja Perusahaan (Y)

Kinerja perusahaan mengacu pada seberapa baik perusahaan mencapai

tujuan yang berorientasi pada pasar dan keuangan (Yamin, 1999) dalam

(Li et al, 2006). Indikatornya adalah (Kim, 2006) :

a. Kinerja pasar

b. Kepuasan pelanggan

26

G. Uji Validitas dan Reliabilitas

1. Uji Validitas

Uji validitas dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana alat

pengukur benar-benar mengukur apa yang seharusnya diukur (Umar,

2005). Alat analisis yang digunakan untuk mengukur tingkat validitas data

adalah dengan koefisien korelasi menggunakan bantuan software SPSS

10.0. Korelasi setiap item pertanyaan dengan total nilai setiap variabel

dilakukan

dengan

uji

korelasi

bivariate.

Hasil

pengujian

validitas

pertanyaan dalam kuesioner dikatakan valid jika nilai tingkat signifikansi

koefisien kolerasi seluruh pertanyaan kurang dari atau sama dengan 5%

(≤ 0,05) (Sugiyono, 2000).

Hasil uji validitas instrumen penelitian ini adalah sebagai berikut :

Tabel 3.1 Hasil Uji Validitas

Variabel

Item

Rxy

Sig.

Keterangan

Praktek SCM

PSCM1

0,659

0,000

Valid

PSCM2

0,675

0,000

Valid

PSCM3

0,715

0,000

Valid

PSCM4

0,798

0,000

Valid

PSCM5

0,680

0,000

Valid

PSCM6

0,773

0,000

Valid

PSCM7

0,669

0,000

Valid

Integrasi SC

ISC1

0,761

0,000

Valid

ISC2

0,541

0,000

Valid

ISC3

0,616

0,000

Valid

ISC4

0,669

0,000

Valid

ISC5

0,722

0,000

Valid

ISC6

0,742

0,000

Valid

ISC7

0,738

0,000

Valid

ISC8

0,727

0,000

Valid

ISC9

0,791

0,000

Valid

ISC10

0,662

0,000

Valid

ISC11

0,666

0,000

Valid

27

 

ISC12

0,735

0,000

Valid

ISC13

0,718

0,000

Valid

ISC14

0,608

0,000

Valid

ISC15

0,435

0,003

Valid

ISC16

0,483

0,001

Valid

ISC17

0,341

0,018

Valid

ISC18

0,548

0,000

Valid

ISC19

0,524

0,000

Valid

Kapabilitas

KB1

0,670

0,000

Valid

bersaing

KB2

0,476

0,001

Valid

KB3

0,635

0,000

Valid

KB4

0,367

0,012

Valid

KB5

0,583

0,000

Valid

KB6

0,635

0,000

Valid

KB7

0,432

0,003

Valid

KB8

0,823

0,000

Valid

KB9

0,747

0,000

Valid

KB10

0,680

0,000

Valid

KB11

0,226

0,087

Tidak Valid

KB12

0,302

0,033

Valid

KB13

0,707

0,000

Valid

KB14

0,691

0,000

Valid

KB15

0,467

0,002

Valid

KB16

0,892

0,000

Valid

KB17

0,801

0,000

Valid

KB18

0,564

0,000

Valid

KB19

0,400

0,006

Valid

KB20

0,317

0,026

Valid

Kinerja

KP1

0,766

0,000

Valid

Perusahaan

KP2

0,800

0,000

Valid

KP3

0,805

0,000

Valid

KP4

0,688

0,000

Valid

KP5

0,749

0,000

Valid

KP6

0,760

0,000

Valid

KP7

0,374

0,010

Valid

KP8

0,720

0,000

Valid

Sumber : Data primer diolah, 2013

Berdasarkan pada Tabel 3.1 di atas dapat dilihat bahwa seluruh

item dari instrumen penelitian ini mempunyai tingkat signifikansi yang

lebih kecil dari 0,05 kecuali item KB11. Oleh karena itu item KB11

tersebut didrop atau tidak dipakai untuk analisis jalur pada bab IV.

28

Tabel 3.2 Hasil Uji Validitas tanpa KB11

Variabel

Item

Rxy

Sig.

Keterangan

Praktek

PSCM1

0,659

0,000

Valid

SCM

PSCM2

0,675

0,000

Valid

PSCM3

0,715

0,000

Valid

PSCM4

0,798

0,000

Valid

PSCM5

0,680

0,000

Valid

PSCM6

0,773

0,000

Valid

PSCM7

0,669

0,000

Valid

Integrasi

ISC1

0,761

0,000

Valid

SC

ISC2

0,541

0,000

Valid

ISC3

0,616

0,000

Valid

ISC4

0,669

0,000

Valid

ISC5

0,722

0,000

Valid

ISC6

0,742

0,000

Valid

ISC7

0,738

0,000

Valid

ISC8

0,727

0,000