Anda di halaman 1dari 4

Kelompok 2

Nama Kelompok : Dinda Putri Alfianti

Jenny Nita Yanto

Ivana Zivora Manurung

M. Askar Al-Bukhori

Diki Wahyudi

Jerry Cato Sitorus

SOAL

Carilah peristiwa disekitar kalian, baik dari media sosial, media massa maupun peristiwa
yang terjadi di lingkungan kalian yang diakibatkan oleh sikap etnosentrisme yang berlebihan.

Diskusikan secara kelompok hal-hal berikut ini.

1. Apa penyebab utama peristiwa tersebut ?


2. Apa hubungan sikap etnosentrisme dengan peristiwa tersebut!
3. Bagaimanapun upaya mengatasi masalah tersebut?
4. Bagaimana sikap yang akan dipilih, apabila kalian terlibat / ada dalam peristiwa
tersebut?
PERISTIWA PENCULIKAN SADIS, NYAWA BALITA MELAYANG

Liputan6.com, Pekanbaru - Ab (5), balita asal Kabupaten Siak, Riau, menjadi


korban penculikan. Pelaku inisial MS meminta tebusan Rp 300 juta kepada ayah korban dan
mengancam membunuhnya kalau nominal itu tak ditunaikan.
Hanya saja, belum sempat ayah korban, Roffi, mencari uang tebusan, pelaku sudah
mengakhiri nyawa korban. Ab lalu ditemukan setengah terkubur di tanah kuning, persisnya di
Jalan Cendrawasih, Kecamatan Tualang, Siak.
Kabid Humas Polda Riau Komisaris Besar Sunarto, pelakunya sudah ditangkap di sebuah
hotel berkat kerjasama Polres Siak dan Polsek Tualang. Telepon seluler pelaku dijadikan
sebagai salah satu barang bukti.
"Dalam HP itu ada SMS pelaku ke ayah korban meminta tebusan Rp 300 juta," kata Sunarto,
Minggu (30/12/2018).
Sunarto menjelaskan, korban sebelum diculik dititipkan ke rumah nenek oleh ayahnya karena
ada keperluan ke luar kota pada Jumat, 28 Desember 2018. Namun pada malam harinya,
korban tak pulang usai bermain ke rumah tetangga neneknya.
Tak lama kemudian, ayah korban mendapat telepon dari pelaku penculikan berinisial MS.
Pelaku meminta Roffi menyediakan uang Rp 300 juta untuk menebus korban. Pelaku juga
mengirim pesan singkat tentang penculikan Ab.
"Nenek korban juga mendapat pesan sama. Pelaku menyebut, kalau anak itu mau selamat
harus disediakan Rp 300 juta," jelas Sunarto.
Ayah korban lalu melapor ke Polsek Tualang. Setelah dikoordinasikan dengan Polres Siak,
penyelidikan dilakukan dengan mengecek nomor pelaku dan asal sinyal telepon genggamnya.
Keberadaan pelaku akhirnya diketahui. Dia ditangkap tanpa perlawanan di kamar sebuah
hotel di kecamatan tersebut, tapi korban tidak ada bersamanya.
"Pelaku diminta menunjukkan keberadaan korban, di mana dia mengaku sudah
membunuhnya," ucap Sunarto.
Di lokasi yang ditunjukkan pelaku, petugas menemukan jasad Ab dengan kaki, leher, dan
tangan terikat. "Sebagian tubuh korban penculikan terkubur di timbunan tanah kuning. Pelaku
masih diperiksa intensif," sebut Sunarto.
Jawaban :

1. Untuk tujuan yang pertama yaitu praktik adopsi ilegal, kata Arist, penculikan anak
dalam kasus ini, dilakukan oleh sindikasi jaringan perdagangan manusia. ''Ini
terorganisir, sasarannya anak berusia di bawah satu tahun,'' ujarnya.

Arist menjelaskan, untuk kasus praktik adopsi ilegal ini, biasanya penculikan bayi
terjadi di klinik, rumah sakit bersalin, serta pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).
''Pelakunya bisa orang lain (bukan warga rumah sakit, yang berpura-pura sebagai
petugas kesehatan di situ,'' ujarnya. Tetapi sangat tidak menutup kemungkinan,
informan bahkan eksekutor penculikan pada bayi ini adalah paramedis seperti bidan
yang bertugas di klinik tersebut.

Tujuan ke dua ialah sebagai tebusan. Kata Arist, biasanya untuk penculikan dalam
kasus ini, sasaran yang diculik ialah anak yang sudah dapat berbicara. Umumnya
berumur dua, tujuh hingga 10 tahun. Untuk tujuan ini, pelaku tidak akan menculik
jika anak belum bisa berkomunikasi. Alasannya, untuk bisa mengungkap keluarga
anak.

Ketiga, yaitu tujuan eksploitasi ekonomi. ''Anak diculik untuk sengaja dipekerjakan,
misal seperti pengemis anak di jalanan,'' katanya. Menurut Arist, biasanya anak yang
diculik ialah berusia 10 tahun ke bawah. Sedangkan, untuk tujuan ke empat,
penculikan anak yang dijadikan PSK anak. Dalam hal ini, anak berusia 14 tahun-an
yang menjadi sasarannya. Ia mengungkapkan, korban penculikan anak usia ini ada
yang dipekerjakan sebagai PSK di dalam negeri dan ada pula yang dikirim ke luar
Indonesia.

2. Etnosentrisme adalah penilaian terhadap kebudayaan lain atas dasar nilai dan standar
budaya sendiri. Orang-orang etnosentris menilai kelompok lain relatif terhadap
kelompok atau kebudayaannya sendiri, khususnya bila berkaitan dengan bahasa,
perilaku, kebiasaan, dan agama.
mungkin ada salah satu pihak yang tdk terima dengan pihak lain karena saling ejek
terhadap RASnya, lalu terjadilah pembakaran akibat ketidakterimaan.
3. - Mengajarkan dan mengingatkan anak untuk tidak mudah terpengaruh oleh orang
asing
- Mengajarkan untuk menolak ajakan orang tidak dikenal meski ditawari berbagai
macam hal
- Melindungi dan mengawasi kegiatan anak misalnya bermain dan kegiatan lain diluar
rumah
- Jauhkan anak dari barang-barang mewah yang mencolok
- Biasakan anak untuk tidka mudah memberikan informasi penting mengenai identitas
diri
- Jika berada ditempat ramai, ingatkan anak untuk tidak memisahkan diri dari orang
tua atau keluarga terdekatnya
- Gunakan Baby harnest saat berjalan-jalan dikeramaian umum contohnya (Mall)
4. Sikap yang akan dipilih jika terlibat dalam masalah tersebut
Jika telah mengalami tidak penculikan anak (Korban) maka korban harus segera
meminta tolong kepada setiap warga yang ada disitu, bergerak cepat melihat jalan
keluar untuk keluar atau membuat tipu muslihat kepada penculik agar lengah dan
dapat memanfaatkan apa saja benda benda yang ada disekitar